Semua Bab Kebangkitan Istri Yang Lemah: Bab 71 - Bab 80

90 Bab

71. Eksekusi (2) & Terbongkar

Darino menatap seorang laki-laki yang berdiri dihadapannya dengan ekspresi wajah datar. “Kamu suka sama istri saya?” tanyanya, membuat Darnius menaikkan sebelah alis. “Jujur saja, tidak ada orang lain selain saya dan kamu,” imbuhnya.Darnius memicingkan mata, “Aku suka sama istri kamu?” tanyanya, lalu menyunggingkan senyum miringnya. “Istri kamu itu sempurna. So, siapa sih yang gak suka sama dia?” tambahnya dengan nada bicara yang santai.Darino hanya bergeming, memberikan ruang dan waktu untuk Darnius yang terkekeh. “Aku fikir, orang kaya kamu gini, tidak akan sadar kalau aku tertarik sama Azizah,” lanjutnya.Sementara itu di belakang tembok, terdapat dua insan berbeda jenis sedang berdiri membelakangi tembok dengan earbuds yang menyumpal di salah satu telinga masing-masing, Azizah memakainya ditelinga kanan, dan Fernandra memasang di telinga kiri.“Darino tahu kalau aku ikutan kaya gini?” tanya Azizah dengan suaranya yang pelan, menatap Fernanda yang sedang menatapnya. Ia memicingka
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-28
Baca selengkapnya

72. Malam Azizah & Fernandra

Azizah menghela nafasnya perlahan, ia menatap langit yang sudah gelap dan hanya dihiasi oleh bintang-bintang. Hanya ada dirinya saja di halaman belakang villa di saat semua orang tertidur, termasuk suaminya.Ingatan perempuan itu kembali pada saat semuanya terbongkar. Rencananya bersama Fernandra, dan saat dirinya mengikuti Darino. Dua jam yang lalu mereka berdebat cukup sengit, baru bisa berhenti satu jam yang lalu.“Kamu masih memikirkan kejadian tadi?”Suara berat milik seorang pria tiba-tiba saja hadir, membuat Azizah menoleh dan mendapati Fernandra yang kini memilih untuk duduk di kursi kosong sisi kirinya. Fernandra memberikan kaleng soda kepada Azizah.“Thanks,” ucap Azizah setelah menerima kaleng tersebut, dan langsung membukanya tanpa berfikir panjang.Fernandra hanya menanggapinya dengan kepala yang mengangguk, mengalihkan atensinya menjadi menatap langit yang gelap. “Hubunganmu dan Darino akan baik-baik saja, kalau itu yang membuatmu tidak bisa tidur,” tuturnya dengan tenan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

73. Permainan Fernandra?

Azizah memicingkan mata saat berpapasan dengan Carisa yang mengabaikannya, tersenyum kepadanya pun tidak. Ada perasaan aneh dalam hatinya, sangat aneh dengan sikap Carisa yang baru saja diperlihatkan kepadanya.“Entah dia memang sudah tobat, atau ini adalah salah satu rencananya untuk menghancurkan rumah tanggaku?” monolognya, lalu menaikkan kedua bahunya dan kembali melangkahkan kakinya pergi.Azizah tersenyum saat melihat suaminya dan Fernandra jalan bersama, ia mempercepat langkahnya lalu berhenti tepat dihadapan Darino yang langsung merangkul pinggangnya. Hubungan mereka memang baik-baik saja, Darino mengerti situasi yang dijalani oleh Azizah.“Kalian abis darimana?” tanya Azizah, menatap Darino dan Fernandra silih berganti, tetapi fokusnya hanya untuk Darino yang membelai lembut surai panjangnya.“Biasa urusan laki-laki,” jawab Darino, membuat istrinya mengerucut bibir, dan itu sangat menggemaskan dikedua matanya. Atensinya kini tertuju ke arah Fernandra, “Sorry banget yaa aku sa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

74. Perdebatan di depan Arlin

Azizah mempercepat langkahnya saat melihat putrinya yang terbaring lemah di atas kasur empuk bersama mommynya yang duduk di sisi ranjang. “Anak Mama, sakit yaa?’ tanyanya, ditanggapi dengan bergumam oleh putrinya, sedangkan mommynya memukul lengannya.“Sudah tahu anaknya sakit, kenapa nanya pertanyaan yang tidak berbobot?” oceh Karisya, ekspresi wajahnya kesal, berbanding terbalik dengan ekspresi wajah Azizah yang menyengir tanpa rasa bersalah.Karisya berdiri, memberikan tempatnya untuk Azizah, dan putrinya itu mengindahkannya. Ia menoleh ke arah pintu, lalu kembali menatap Azizah yang menggenggam tangan Arlin dengan ekspresi wajah yang khawatir.“Kamu baik-baik saja kan sama suamimu?” tanya Karisya, ia hanya heran kebingungan karena tidak mendapati menantunya, hanya ada Azizah datang seorang diri. Sebagai orangtua, tentu saja dirinya merasa aneh dan berfikiran macam-macam terkait hubungan putrinya dan Darino.Arlin hanya menatap pias nenek dan mamanya, karena kondisi tubuhnya juga s
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

75. Waktu Darino dan Azizah

Azizah menghela nafasnya perlahan, menyugar surai panjangnya. Ia menyadari bahwa sikapnya beberapa menit yang lalu itu keterlaluan, dan tidak seharusnya dirinya bersikap seperti itu terhadap putrinya.“Bodoh,” umpatnya dalam diri sendiri, mengusap wajahnya gusar, lalu berbalik saat mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka. “Mas ….” gumamnya saat melihat sosok pria yang melangkah mendekat kepadanya.Darino menghentikan langkahnya tepat dihadapan Azizah yang tengah menatapnya. Kedua matanya menatap intens kedua mata sang istri, ia dapat melihat tatapan cemas dan kebingungan yang terpancar pada sorotan mata Azizah.Pria itu menggenggam tangan wanita dihadapannya saat ini, “Apa yang kamu fikirkan, hm?” tanyanya dengan suara lembut. Lalu kembali bersuara saat tidak mendapatkan jawaban dari sang istri, “Aku juga kaget, tidak terima dengan apa yang dikatakan Arlin, tetapi aku ingat bukan itu yang utama.”“Tidak seharusnya Arlin membebani fikirannya dengan urusan kita,” balas Azizah, diang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

76. Teka-teki Kematian Carlinta?

“Azizah ….”Seorang wanita yang duduk seorang diri di caffe menoleh, Azizah tersenyum kecil saat melihat sosok masalalunya yang melangkah mendekat kepadanya. Ini pertemuan pertamanya setelah satu minggu tidak bertemu dengan Fernandra. Lebih tepatnya, setelah masalah teror itu terungkap.Sudah satu minggu, Azizah dan Darino tidak mendapatkan teror yang meresahkan. Semuanya aman dan tenang. Tiga hari yang lalu, mereka juga sudah kembali ke rumah yang dibeli Darino, dan kembali menjalani kehidupan rumah tangga tanpa adanya orangtua dari keduanya.“Sudah lama menunggu?” tanya Fernandra saat sudah duduk di kursi kosong berhadapan dengan Azizah yang menggelengkan kepala. Ia mengangguk-anggukkan kepala, “Sudah pesan?” tanyanya, menatap Azizah yang menggelengkan kepala, lagi.Pria itu segera mengangkat tangan saat salah satu waitres menoleh, waitres itu melangkah mendekat ke meja 10, meja yang disinggahi oleh Azizah dan Fernandra, lalu memberikan buku menu kepada sepasang insan itu.Tidak but
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya

77. Fernandra akan mengambil alih?

Azizah menatap Fernandra yang berdiri di sisi kanannya, pria itu menganggukkan kepala sehingga membuatnya melangkah masuk ke dalam rumah yang terbuka. Saat ini sedang berada di rumah milik Gabriel-suami Carlinta-, sepi, karena Gabriel tidak mengundang orang lain untuk datang. Lebih tepatnya akan dilakukan secara privacy.Azizah menoleh ke kanan dan kiri, bersama Fernandra yang melangkah dibelakang perempuan itu. Azizah mengerjapkan kedua matanya, menghentikan langkah kakinya saat melihat sebuah peti di ruang tengah.“Kondisinya mengenaskan,” ucap Fernandra dengan suaranya yang pelan, tetapi masih bisa didengar oleh Azizah yang menoleh kepadanya. Ia menatap Azizah yang memicingkan mata, “Tadi malam aku melihatnya.”“Kalian sudah datang.”Suara berat lainnya tiba-tiba hadir diantara Fernandra dan Azizah, membuat kedua insan berbeda jenis kelamin itu menoleh. Gabriel-pemilik rumah sekaligus suami Carlinta- tersenyum tipis, lebih tepatnya senyum miris, dan terlihat kedua mata yang bengkak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-11
Baca selengkapnya

78. Tuduhan Darino Terhadap Fernandra

Fernandra menyeruput secangkir kopi yang disuguhi oleh Azizah, ia menatap sepasang suami-istri dihadapannya saat ini. “Sepertinya ada yang ingin kalian bicarakan, sampai mengundang aku secara khusus ke sini,” ucapnya setelah menyimpan kembali cangkir di atas meja.“To the point,” ucap Darino dengan nada bicaranya yang serius, menegakkan tubuhnya dan memfokuskan atensinya hanya kepada Fernandra yang tengah menatapnya. “Kamu tidak punya maksud lain, kan?” tambahnya.Azizah melebarkan kedua matanya, menepuk lengan suaminya dan memberikan tatapan seolah mengatakan ‘jangan bahas itu’, tetapi diabaikan oleh sang suami yang menatap Fernandra. Dirinya menghela nafas perlahan.Fernandra hanya memperlihatkan gestur yang tenang, dan santai. Kedua matanya menatap Darino yang tidak mengalihkan atensi sedikitpun darinya. “Maksudmu, aku sengaja berbuat seperti itu supaya Gabriel ada dipihak aku? Dan dia yang akan membantuku untuk merebut Azizah dari kamu?” Diakhiri dengan tertawa renyah.Pria itu me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya

79. Tipu Daya Carisa?

Fernandra menegakkan tubuhnya, sedikit membungkuk dengan kesepuluh jarinya menyatu. “Dan sepertinya, kamu harus membongkar identitas kamu,” ucapnya memecahkan keheningan dan berhasil membuat Azizah memicingkan mata.“Carissa akan berhenti, dengan begitu Darnius akan kalah karena dia cuma sendirian. Selain itu, aku bisa mengarahkan pengawalan ketat supaya dia tidak bisa berbuat nekat,” tambahnya.Azizah melirik ke sebelahnya, melihat suaminya yang hanya terdiam. Ia tahu penuturan yang baru saja diucapkan oleh Fernandra, sedikit menyinggung suaminya yang tidak memiliki uang banyak dan tidak bisa bertindak jauh seperti yang dilakukan oleh Fernandra kepadanya.Azizah menggenggam tangan sang suami, tersenyum kepada suaminya yang menoleh kepadanya. Dirinya sangat menghargai keberadaan Darino sebagai suami, dan kepala rumah tangganya.Perempuan itu menoleh, menatap Fernandra yang tengah memperhatikannya. Ia berusaha untuk tetap sopan dengan tersenyum ramah, “Terimakasih atas tawarannya, teta
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

80. Carisa & Darnius Meresahkan

“Bukankah aku sudah pernah bilang? Jangan percaya apapun itu sebelum aku memberi informasi ke kalian.”Itu suara Fernandra yang berasal dari speaker ponsel milik Darino yang sedang melakukan panggilan suara. Tentu saja Azizah yang menghubungi Fernandra melalui nomor milik Darino, dan wanita itu juga yang menjelaskan kepada Fernandra yang sekarang sedang menyetir.Azizah yang mendengar ucapan Fernandra, menatap suaminya yang sedang menatapnya. “Aku juga sudah bilang ke Mas Darino, tapi dianya batu. Sifat tidak enakan dia muncul lagi setelah baca pesan dari Carisa,” ocehnya, menaikkan dagunya tidak takut terhadap sang suami.“Jangan pergi menemui Carisa seorang diri, itu sangat berbahaya. Ditambah ambisi dia buat ngerebut Darino itu besar, karena tidak ada Carlinta yang menjadi saingannya,” balas Fernandra dari jarak jauh.“Dia kirim pesan seperti itu karena dia tahu kelemahan dari seorang Darino,” tambahnya.Azizah tertawa pelan, menyunggingkan senyum tipis dan hanya dua detik, tetapi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status