Home / Rumah Tangga / Kebangkitan Istri Yang Lemah / 73. Permainan Fernandra?

Share

73. Permainan Fernandra?

Author: Lapini
last update Last Updated: 2025-03-04 12:03:30

Azizah memicingkan mata saat berpapasan dengan Carisa yang mengabaikannya, tersenyum kepadanya pun tidak. Ada perasaan aneh dalam hatinya, sangat aneh dengan sikap Carisa yang baru saja diperlihatkan kepadanya.

“Entah dia memang sudah tobat, atau ini adalah salah satu rencananya untuk menghancurkan rumah tanggaku?” monolognya, lalu menaikkan kedua bahunya dan kembali melangkahkan kakinya pergi.

Azizah tersenyum saat melihat suaminya dan Fernandra jalan bersama, ia mempercepat langkahnya lalu berhenti tepat dihadapan Darino yang langsung merangkul pinggangnya. Hubungan mereka memang baik-baik saja, Darino mengerti situasi yang dijalani oleh Azizah.

“Kalian abis darimana?” tanya Azizah, menatap Darino dan Fernandra silih berganti, tetapi fokusnya hanya untuk Darino yang membelai lembut surai panjangnya.

“Biasa urusan laki-laki,” jawab Darino, membuat istrinya mengerucut bibir, dan itu sangat menggemaskan dikedua matanya. Atensinya kini tertuju ke arah Fernandra, “Sorry banget yaa aku sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   74. Perdebatan di depan Arlin

    Azizah mempercepat langkahnya saat melihat putrinya yang terbaring lemah di atas kasur empuk bersama mommynya yang duduk di sisi ranjang. “Anak Mama, sakit yaa?’ tanyanya, ditanggapi dengan bergumam oleh putrinya, sedangkan mommynya memukul lengannya.“Sudah tahu anaknya sakit, kenapa nanya pertanyaan yang tidak berbobot?” oceh Karisya, ekspresi wajahnya kesal, berbanding terbalik dengan ekspresi wajah Azizah yang menyengir tanpa rasa bersalah.Karisya berdiri, memberikan tempatnya untuk Azizah, dan putrinya itu mengindahkannya. Ia menoleh ke arah pintu, lalu kembali menatap Azizah yang menggenggam tangan Arlin dengan ekspresi wajah yang khawatir.“Kamu baik-baik saja kan sama suamimu?” tanya Karisya, ia hanya heran kebingungan karena tidak mendapati menantunya, hanya ada Azizah datang seorang diri. Sebagai orangtua, tentu saja dirinya merasa aneh dan berfikiran macam-macam terkait hubungan putrinya dan Darino.Arlin hanya menatap pias nenek dan mamanya, karena kondisi tubuhnya juga s

    Last Updated : 2025-03-05
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   75. Waktu Darino dan Azizah

    Azizah menghela nafasnya perlahan, menyugar surai panjangnya. Ia menyadari bahwa sikapnya beberapa menit yang lalu itu keterlaluan, dan tidak seharusnya dirinya bersikap seperti itu terhadap putrinya.“Bodoh,” umpatnya dalam diri sendiri, mengusap wajahnya gusar, lalu berbalik saat mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka. “Mas ….” gumamnya saat melihat sosok pria yang melangkah mendekat kepadanya.Darino menghentikan langkahnya tepat dihadapan Azizah yang tengah menatapnya. Kedua matanya menatap intens kedua mata sang istri, ia dapat melihat tatapan cemas dan kebingungan yang terpancar pada sorotan mata Azizah.Pria itu menggenggam tangan wanita dihadapannya saat ini, “Apa yang kamu fikirkan, hm?” tanyanya dengan suara lembut. Lalu kembali bersuara saat tidak mendapatkan jawaban dari sang istri, “Aku juga kaget, tidak terima dengan apa yang dikatakan Arlin, tetapi aku ingat bukan itu yang utama.”“Tidak seharusnya Arlin membebani fikirannya dengan urusan kita,” balas Azizah, diang

    Last Updated : 2025-03-07
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   76. Teka-teki Kematian Carlinta?

    “Azizah ….”Seorang wanita yang duduk seorang diri di caffe menoleh, Azizah tersenyum kecil saat melihat sosok masalalunya yang melangkah mendekat kepadanya. Ini pertemuan pertamanya setelah satu minggu tidak bertemu dengan Fernandra. Lebih tepatnya, setelah masalah teror itu terungkap.Sudah satu minggu, Azizah dan Darino tidak mendapatkan teror yang meresahkan. Semuanya aman dan tenang. Tiga hari yang lalu, mereka juga sudah kembali ke rumah yang dibeli Darino, dan kembali menjalani kehidupan rumah tangga tanpa adanya orangtua dari keduanya.“Sudah lama menunggu?” tanya Fernandra saat sudah duduk di kursi kosong berhadapan dengan Azizah yang menggelengkan kepala. Ia mengangguk-anggukkan kepala, “Sudah pesan?” tanyanya, menatap Azizah yang menggelengkan kepala, lagi.Pria itu segera mengangkat tangan saat salah satu waitres menoleh, waitres itu melangkah mendekat ke meja 10, meja yang disinggahi oleh Azizah dan Fernandra, lalu memberikan buku menu kepada sepasang insan itu.Tidak but

    Last Updated : 2025-03-10
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   77. Fernandra akan mengambil alih?

    Azizah menatap Fernandra yang berdiri di sisi kanannya, pria itu menganggukkan kepala sehingga membuatnya melangkah masuk ke dalam rumah yang terbuka. Saat ini sedang berada di rumah milik Gabriel-suami Carlinta-, sepi, karena Gabriel tidak mengundang orang lain untuk datang. Lebih tepatnya akan dilakukan secara privacy.Azizah menoleh ke kanan dan kiri, bersama Fernandra yang melangkah dibelakang perempuan itu. Azizah mengerjapkan kedua matanya, menghentikan langkah kakinya saat melihat sebuah peti di ruang tengah.“Kondisinya mengenaskan,” ucap Fernandra dengan suaranya yang pelan, tetapi masih bisa didengar oleh Azizah yang menoleh kepadanya. Ia menatap Azizah yang memicingkan mata, “Tadi malam aku melihatnya.”“Kalian sudah datang.”Suara berat lainnya tiba-tiba hadir diantara Fernandra dan Azizah, membuat kedua insan berbeda jenis kelamin itu menoleh. Gabriel-pemilik rumah sekaligus suami Carlinta- tersenyum tipis, lebih tepatnya senyum miris, dan terlihat kedua mata yang bengkak

    Last Updated : 2025-03-11
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   78. Tuduhan Darino Terhadap Fernandra

    Fernandra menyeruput secangkir kopi yang disuguhi oleh Azizah, ia menatap sepasang suami-istri dihadapannya saat ini. “Sepertinya ada yang ingin kalian bicarakan, sampai mengundang aku secara khusus ke sini,” ucapnya setelah menyimpan kembali cangkir di atas meja.“To the point,” ucap Darino dengan nada bicaranya yang serius, menegakkan tubuhnya dan memfokuskan atensinya hanya kepada Fernandra yang tengah menatapnya. “Kamu tidak punya maksud lain, kan?” tambahnya.Azizah melebarkan kedua matanya, menepuk lengan suaminya dan memberikan tatapan seolah mengatakan ‘jangan bahas itu’, tetapi diabaikan oleh sang suami yang menatap Fernandra. Dirinya menghela nafas perlahan.Fernandra hanya memperlihatkan gestur yang tenang, dan santai. Kedua matanya menatap Darino yang tidak mengalihkan atensi sedikitpun darinya. “Maksudmu, aku sengaja berbuat seperti itu supaya Gabriel ada dipihak aku? Dan dia yang akan membantuku untuk merebut Azizah dari kamu?” Diakhiri dengan tertawa renyah.Pria itu me

    Last Updated : 2025-03-13
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   79. Tipu Daya Carisa?

    Fernandra menegakkan tubuhnya, sedikit membungkuk dengan kesepuluh jarinya menyatu. “Dan sepertinya, kamu harus membongkar identitas kamu,” ucapnya memecahkan keheningan dan berhasil membuat Azizah memicingkan mata.“Carissa akan berhenti, dengan begitu Darnius akan kalah karena dia cuma sendirian. Selain itu, aku bisa mengarahkan pengawalan ketat supaya dia tidak bisa berbuat nekat,” tambahnya.Azizah melirik ke sebelahnya, melihat suaminya yang hanya terdiam. Ia tahu penuturan yang baru saja diucapkan oleh Fernandra, sedikit menyinggung suaminya yang tidak memiliki uang banyak dan tidak bisa bertindak jauh seperti yang dilakukan oleh Fernandra kepadanya.Azizah menggenggam tangan sang suami, tersenyum kepada suaminya yang menoleh kepadanya. Dirinya sangat menghargai keberadaan Darino sebagai suami, dan kepala rumah tangganya.Perempuan itu menoleh, menatap Fernandra yang tengah memperhatikannya. Ia berusaha untuk tetap sopan dengan tersenyum ramah, “Terimakasih atas tawarannya, teta

    Last Updated : 2025-03-14
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   80. Carisa & Darnius Meresahkan

    “Bukankah aku sudah pernah bilang? Jangan percaya apapun itu sebelum aku memberi informasi ke kalian.”Itu suara Fernandra yang berasal dari speaker ponsel milik Darino yang sedang melakukan panggilan suara. Tentu saja Azizah yang menghubungi Fernandra melalui nomor milik Darino, dan wanita itu juga yang menjelaskan kepada Fernandra yang sekarang sedang menyetir.Azizah yang mendengar ucapan Fernandra, menatap suaminya yang sedang menatapnya. “Aku juga sudah bilang ke Mas Darino, tapi dianya batu. Sifat tidak enakan dia muncul lagi setelah baca pesan dari Carisa,” ocehnya, menaikkan dagunya tidak takut terhadap sang suami.“Jangan pergi menemui Carisa seorang diri, itu sangat berbahaya. Ditambah ambisi dia buat ngerebut Darino itu besar, karena tidak ada Carlinta yang menjadi saingannya,” balas Fernandra dari jarak jauh.“Dia kirim pesan seperti itu karena dia tahu kelemahan dari seorang Darino,” tambahnya.Azizah tertawa pelan, menyunggingkan senyum tipis dan hanya dua detik, tetapi

    Last Updated : 2025-03-16
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   81. Azizah Pusing Tujuh Keliling

    Sudah satu minggu berlalu, sudah satu minggu Darino dan Azizah tidak bertemu secara langsung dengan Gabriel dan Nadi, tentu saja membuat Arlin sering murung dan kesal kepada mereka karena menurut Arlin, orangtuanya sedang mencoba untuk memisahkannya dengan Nadi.Azizah menghela nafas, saat ini putri kecilnya itu mogok untuk makan karena permintaan gadis kecil dihadapannya tidak dituruti. Bukan tidak ingin mempertemukan Arlin dengan Nadi, tetapi situasinya belum memungkinkan untuk Nadi dan Gabriel kembali ke Tanah Air Tercinta.“Om Gabriel sedang ada pekerjaan di sana, tentu saja Nadiw harus ikut Om Gab, kan? Dia tidak mungkin tinggal di sini sendirian.” Salah satu penjelasan lembut dari Azizah terhadap putrinya yang menggeleng-gelengkan kepala.“Kan ada Tante Linta.”Azizah menipiskan bibirnya, bohong jika sampai hari ini dirinya tidak memikirkan Carlinta yang pergi begitu saja tanpa berpamitan dengannya. Perasaannya masih tidak terima dengan apa yang terjadi, tetapi disisi lain ada

    Last Updated : 2025-03-17

Latest chapter

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   92. Semakin Panas

    TRING!Fernandra[Foto][Carisa kecelakaan, dan sekarang lagi dibawa ambulance][Foto][Darnius sudah aman. Jadi, kmu bisa menikmati waktu dengan keluargamu tanpa ada gangguan]Darino menghela nafasnya, ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu turun dari mobil. Saat berdiri disebelah mobil, Azizah yang sedang membujuk Arlin itu menarik perhatiannya. Tanpa disadari, kedua sudut bibirnya melengkung mengukit sebuah senyuman.“Mama minta maaf yaa … jangan ngambek dong, sayang … Nanti Nadiw kabur

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   91. Carisa Kecelakaan?

    BRAK!Darino dan Azizah saling melempar pandang satu sama lain, tentu saja dentuman keras itu menarik perhatian Arlin yang langsung bergeser mendekat pintu belakang pengemudi untuk melihat apa yang terjadi dibelakang.Kedua mata gadis kecil itu melebar, telapak tangan menutup mulut yang menganga terkejut melihat sebuah mobil berwarna putih terjepit diantara dua kendaraan berat, truck kontainer.“Oh my god!” Arlin ingin turun untuk melihat kondisi pengemudi mobil sedan putih tersebut, tetapi tidak jadi saat kedua telinganya mendengar bunyi ‘klik’, mendakan pintu mobil di kunci oleh Darino-pengemudi-.“Sudah banyak yang menolong, Arlin,” ujar Darino dengan suara yang rendah dan berat. Bukan drinya tidak memiliki rasa

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   90. Darnius & Carisa mengikuti Darino?

    “Mas, kenapa?”Azizah memperhatikan suaminya yang sedang menatap layar ponsel dengan ekspresi sulit diartikan olehnya, setelah ia mengajukan pertanyaaan, suaminya itu menoleh, menggelengkan kepala dan tersenyum.“Oh itu … teman aku bilang kalau ada yang ingin dibicarakan nanti sore,” ujar Darino setelah mencari alasan yang tepat. Bukan dirinya tidak ingin istrinya tahu, tetapi bukan sekarang waktunya, disaat ada Arlin yang duduk di tengah.Darino melajukan kendaraan roda empat tepat setelah mobil didepannya melaju, saat melirik traffic light, memang sudah berubah warna menjadi warna hijau. Sementara itu Azizah mengerut kening, tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Darino.

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   89. Bantuan Fernandra, Lagi

    Arlin tersenyum lantas berlari mendekati kedua orangtuanya yang menjemputnya di sekolah pada siang hari ini, lalu memeluk mamanya yang sigap berjongkok. Azizah memeluk putrinya, dan mengecup kedua kedua pipi putrinya.“Sepertinya kamu happy sekali,” ucap Azizah, menatap Arlin yang menganggukkan kepala. Ia tersenyum penuh arti, “Karena kamu dapat coklat dari teman laki-lakimu?”Arlin menjawabnya dengan terkekeh, memutar tas ranselnya supaya berada di depan dan lebih dijangkau olehnya untuk mengeluarkan barang yang disimpan di dalam tas ransel berwarna merah muda itu.Gadis kecil itu mengeluarkan tiga coklat berukuran sedang, “Boleh memangnya aku makan coklat sebanyak ini?” tanyanya, menatap kedua orangtuanya silih berganti. “Kalau tidak boleh, satu buat papah, satu lagi buat mamah,” tuturnya karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari kedua orangtuanya.Azizah tersenyum manis kepada putrinya, “Boleh dong, tapi jangan langsung dihabiskan dalam satu hari. Okey?” ujarnya dengan suara yang

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   88. Kepala Keluarga yang Baik?

    “Sayang … dengerin penjelasan dan alasan aku tidak memberitahumu,” ucap Darino dengan suaranya yang lembut, menggenggam kedua tangan sang istri dan atensinya menatap kedua mata wanita dihadapannya saat ini.Azizah tidak bisa berkata-kata, lidahnya kelu, bibirnya terkunci rapat. Hanya dengan tatapan mata ia berbicara, tatapan matanya mengatakan ‘Jelasin’, dan berharap pria dihadapannya saat ini mengerti akan tatapannya tersebut.Darino menarik nafas perlahan, lalu mengembuskannya. Ia menggeser lebih mendekat ke arah Azizah yang hanya bergeming, mengikis jarak dan biarlah dirinya yang bergerak mendekat. Darino tahu, dan Darino tidak marah dengan sikap yang diperlihatkan Azizah saat ini.Memang salah Darino tidak mengatakan dari jauh hari, jauh sebelum ada permasalahan teror dan permasalahan lainnya. Darino fikir, jika memberitahu Azizah nanti, semua akan baik-baik. Tetapi naasnya, pemikirannya salah dan berujung keretakan.“Bukan karena aku kesulitan. Semua uang yang aku berikan untuk k

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   87. Pengakuan Darino

    Azizah bersidekap dada menghalangi jalan sang suami, kedua matanya menyipit menatap suaminya yang menaikkan sebelah alis. Ia masih penasaran dengan kejadian apa yang dilewati suaminya itu sehingga mengalami perubahan yang signifikan.“Apa?” Pertanyaan itu terucap dari bibir Darino, menatap bingung wanitanya yang hanya terdiam dihadapannya saat ini. “Ada yang ketinggalan?” tambahnya dengan suara lembut dan kesabaran yang membuatnya ditatapan intimidasi.“Kamu habis kepentok dimana, Mas?” tanya Azizah, menatap curiga suaminya, sedang sang suami tergelak. Azizah mendelik tidak suka, “Aku sedang tidak bercanda, Mas,” tukasnya penuh penekanan, membuat pria dihadapannya saat ini menghentikan tawa dan mengangguk-anggukkan kepala.Darino melangkah maju, mengikis jarak antaranya dan Azizah. Kedua matanya menatap lekat kedua mata sang istri yang tidak mengalihkan atensi sedikitpun darinya. “Memangnya aneh kalau aku seperti itu? Lagipula, kamu kan istri aku, dan menurut aku itu tidak aneh,” tutu

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   86. Perubahan Sikap Darino

    Azizah menaikkan sebelah alisnya saat tubuhnya ditarik paksa supaya mendekat ke arah suaminya yang memejamkan kedua mata. Ia mengulurkan tangannya, meraih ponsel yang ada di meja nakas. Kedua matanya menyipit saat cahaya layar ponselnya menyala, menyilaukan penglihatannya ditengah kegelapan.Pukul 05:00, memang sudah pagi, sudah waktunya untuk wanita itu bangun, beranjak, menyiapkan sarapan, mengurus putrinya dan suaminya.Azizah menyimpan kembali ponselnya di meja nakas, lalu memeluk sang suami dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Darino yang semakin mendorong punggungnya, sehingga tidak ada jarak diantara mereka.“Mas … aku mau bikin sarapan. Kamu mau sarapan apa?” ujar Azizah dengan suara pelan, nada bicaranya yang lembut, sangat sopan untuk diterima oleh indra pendengaran siapapun.Darino menanggapinya dengan bergumam tanpa membuka kedua matanya. Respon yang ia berikan membuat Azizah mengulas senyum tipis, tangan wanita itu terangkat menyusuri wajah suaminya.“Mas ….”“Pes

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   85. Fernandra itu Baik atau Jahat?

    Fernandra menatap sosok pria yang duduk bersebrangan dengannya saat ini. Sesuai dengan pembicaraannya dengan pria itu, ia datang ke lokasi yang dibagikan oleh pria itu, Darino. Dan disinilah mereka berdua, di sebuah ruangan yang lebih private di salah satu restaurant ternama yang letaknya tidak jauh dari rumah Darino.“Kamu yang menyarankan itu ke Azizah?” tanya Darino, setelah pelayan yang mengantar makanan untuknya dan Fernandra pergi dari ruangan ini, dan memastikan tidak ada orang lain di ruangan ini.Fernandra menaikkan sebelah alis, “Memangnya aku menyarankan apa?” tanyanya seolah tidak mengerti arah pembicaraan Darino. “Aku hanya meminta bantuan Azizah untuk masuk ke rumah Darnius,” lanjutnya, lalu menggelengkan kepala. “Lebih tepatnya kamar Darnius, supaya aku bisa memantau aktifitas Darnius di kamarnya,” tambahnya lengkap dengan maksud dan tujuannya dari apa yang direncanakan olehnya.Darino mendengarkannya dengan seksama, ekspresi wajahnya sangat serius, bahkan fokusnya hany

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   84. Got It!

    “Kamu yakin mau masuk ke sana? Kamu tahu kan dia itu ada perasaan sama kamu,” ucap Darino, terselip nada khawatir dan tidak setuju dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya.Malam ini, Azizah mengatakan niatnya yang ingin membantu Fernandra setelah mengetahui apa yang dilakukan oleh tetangga depan rumah kedua orangtua itu. Semula, Azizah tidak setuju karena suaminya pasti tidak setuju. Benar saja, sesuai tebakan wanita itu, Darino tidak percaya rencana itu akan berhasil dengan situasi yang baik.Azizah menghela nafasnya perlahan, menggenggam tangan sang suami, lalu mengusap punggung tangan pria yang sedang menatapnya dengan tatapan teduh. “Aku pastiin, semua akan baik-baik saja, Mas. Arlin aman di rumah Mommy dan Daddy,” tuturnya.“Karena itu yang aku takutin. Rumah Mommy dan Daddy berhadapan sama rumahnya Darnius,” balas Darino dengan cepat. Ia menumpuk tangan kanannya diatas tangan Azizah, kedua matanya menatap dalam kedua mata wanita dihadapannya saat ini.]Hening, tidak ad

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status