Semua Bab Hasrat Liar Pernikahan: Bab 541 - Bab 550

564 Bab

541 || Kejutan

Ludwig dan Elle menghabiskan malam mereka di kamar Hotel usai proses lamaran yang romantis itu.Kedua insan ini kembali memadu kasih dengan panas membara di dalam kamar ini. Ludwig bermain dengan sedikit berhati – hati karena usia kandungan Elle yang terbilang masih muda itu. Beruntungnya dokter obgyn tidak mengatakan apapun mengenai larangan untuk bercinta.Membuat hati Ludwig riang dan gembira tidak tersiksa menahan diri.“Oh my sayang… Ugh!” lenguh Ludwig merasakan kenikmatan yang tidak akan pernah jauh lebih hebat dari pada ini.Pria tampan itu berkali – kali mengecup perut Elle yang masih rata itu. “Hai baby… Cup cup cup!” Elle mendesah pelan. Membuat birahi Ludwig tidak lagi tertahan. Dengan gerakan yang begitu lembut dia mulai masuk ke permainan inti. Suara erangand an desahan kembali memenuhi kamar ini untuk kedua kalinya.Mereka menikmati malam yang panjang itu.Hingga mentari terbit, tepat jam 9 pagi mereka sudah keluar dari Hotel, mengambil barang bawaan mereka.Yang tanpa
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-25
Baca selengkapnya

542 || Pernikahan Elle dan Ludwig

Keesokan paginya, Desa terdengar sudah begitu sibuk. Para wanita di pedesaan ini sudah sibuk memasak besar di dapur umum untuk acara pernikahan Ludwig dan Elle.Sedangkan para pria membuat dekorasi sederhana atas inisiatif mereka sendiri, padahal Ludwig tidak pernah meminta mereka untuk melakukan hal tersebut.Sedangkan kepala desa dan beberapa pria lainnya tengah sibuk mempersiapkan hadiah untuk Ludwig dan Elle.Beberapa jam pun berlalu, tepat jam 10 pagi. Ludwig dan Elle sudah mengenakan pakaian mereka. Elle terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna putih dengan model terusan lurus yang simple tetapi terlihat begitu elegan.Sedangkan Ludwig terlihat begitu tampan dengan balutan Jas lengkap berwarna putih.“Kamu sangat cantik sayang!” kagum Ludwig melihat kekasih nya begitu cantik dan memukau.Elle tersenyum dengan wajah merona. Dia tidak pernah menyangka kalau Ludwig benar – benar akan menikahinya di desa ini. Semalam bagai mimpi dia mendengar saat Ludwig mengatakan jika
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-25
Baca selengkapnya

543 || Sebelum Berpuasa Panjang (21+)

Sembilan bulan pun berlalu, perut Elle sudah membulat sempurna. Kedua kakak laki – laki Elle yang bernama Nolan dan Morgan pun beberapa kali mengunjungi dirinya dan Ludwig. Setiap mereka datang. Mereka akan membawa begitu banyak makanan dan bingkisan untuk warga lokal di sini. Dan saat terakhir mereka datang. Kedua kakak laki – lakinya itu membelikan perlengkapan bayi untuk Elle.Semua desain perlengkapan untuk Baby di dominasi warna pink dan motif bunga. Mulai dari kereta bayi, box bayi, bahkan sampai pakaian pun semua bermotif bunga.“Bagaimana sayang? Apa posisinya sudah pas?” tanya Ludwig yang sedang memasang lukisan taman bunga yang di lukis oleh istrinya itu.Elle meminta Ludwig untuk memajangnya di dalam kamar baby mereka.Ibu hamil yang semakin mempesona itu tersenyum lembut dan mengangkat kedua jempolnya. “Sudah pas sayang…!”Ludwig terkekeh geli melihat wajah menggemaskan istrinya. Pria itu pun turun dari tangga dan melipat tangga tersebut. “Kamu duduk aja dulu sayang. Biar
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-25
Baca selengkapnya

544 || Lahirnya Bella

Seusai pergulatan mereka. Akhirnya pasangan suami istri ini masuk ke rumah sakit tepat jam 8 malam. Sebelum masuk ke Rumah Sakit. Elle menyempatkan menghubungi kedua orang tuanya dan saudara – saudaranya.Mereka mintaa maaf karena tidak bisa menemani Elle di peristiwa penting dalam kehidupan Elle. Namun, Elle dan Ludwig meyakinkan mereka semua, kalau semua akan baik – baik saja. Dan mereka berdualah yang memilih untuk menatap di sini. Padahal kedua orang tua Elle meminta mereka untuk kembali terlebih dahulu ke Finlandia untuk melahirkan dan sampai anak mereka besar.Tapi Elle sangat tahu itu tidak mungkin terjadi, begitu ia kembali ke Finlandia. Sudah pasti akan sulit baginya untuk kembali ke Africa di saat putrinya masih balita. Akan banyak pertimbangan.Berbeda cerita jika mereka memulai kehidupan dari sini, melahirkan dan membesarkan putri mereka di sini.Dan tepat jam dua belas malam, Elle meringis kesakitan saat sedang berbaring. Ludwig yang siaga menjaga istrinya itu langsung me
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya

545 || Sumpah Dokter

Tiga tahun pun berlalu. Terlihat anak kecil yang begitu menggemaskan tengah berlari dengan ceria di kebun yang hijau.“Bella, hati – hati sayang!” seru Elle kepada sang putri.“Tidak apa – apa, ada Aunty dan Uncle yang jaga Bella, kamu fokus sama kerjain kamu.” Ujar Beatrice kepada Elle.Elle tersenyum, “Terima kasih Aunty…”“Sama – sama sayang,”“Bella kemari sayang, bersihkan tangan kamu dulu,” seru Beatrice. Sedangkan Gaston langsung menghampiri Bella kecil dan menggendongnya.“Ahhh… Cucu opa begitu menggemaskan!!” serunya bahagia.Elle yang melihat itu semua sungguh bahagia, merasakan kehangatan sebuah keluarga. Beatrice dan Gaston tiba di Afrika sejak tiga bulan yang lalu. Ketika Ludwig mendapatkan surat dari kedua tetua yang begitu ia hargai dan dia anggap seperti orang tuanya sendiri mengatakan kalau mereka sudah memasang pesawat telepon pribadi dan memberikannya kepada Ludwig.Mendapat kabar itu, Ludwig segera ke kota lalu menghubungi Beatrice dan Gaston. Memberi kabar kalau d
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya

546 || Menolong Pria Asing

Ludwig menghentikan mobilnya tepat di sisi pohon. “Kamu tunggu di sini saja sayang,” ujarnya sebelum turun.“Hem iya sayang,” jawab Elle, lalu memperbaiki posisi tidur Bella yang ada dalam pangkuannya.Ludwig turun dari mobil tidak lupa membawa tas dokternya yang selalu dia sediakan di mobil.Dengan perlahan dia mendekati pria besar yang tengah bersandar di dahan pohon.“Permi – “Deg! Ludwig terkejut begitu pria di depannya menodongkan senjata tepat di depan wajahnya.Dirinya seketika mengangkat tangannya. “Tenang… Aku bukan musuh kamu, aku seorang dokter!” ujar Ludwig.Mata elang pria di depannya terlihat begitu beringas. “Jangan bergerak,” serunya.“Kamu harus segera di tolong,” imbuh Ludwig sambil menunjuk ke luka tembakan di bagian perut pria tersebut.“Lihat, aku tidak bawa senjata apapun.” Sambung Ludwig sambil mengangkat bajunya.“Biar aku menolongmu…”Pria besar itu pun menurunkan senjatanya, “Memangnya kamu dokter dari desa mana?”Ludwig menyebutkan nama Desa yang ia tempat
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya

547 || Paman Besar

Tiga hari pun berlalu, kondisi Arthur pun semakin membaik. Selama masa pengobatan, Arthur tinggal bersama Ludwig dan Elle karena keberadaan Arthur di desa mereka tidak boleh sampe ketahuan oleh pihak dari lawan Arthur.Hanya dalam waktu tiga hari, Arthur sudah sangat akrab dengan Ludwig, Elle, Hanz, Bruno dan Stefan. Apalagi dengan si kecil Bella yang terus bermain di pundak Arthur. Gadis kecil itu begitu manja dengan Arthur. Seperti saat ini Bella tengah memanjati pundak Arthur yang tengah duduk di sofa.“Siap?!” seru Atrhur begitu posisi Bella sudah duduk dengan benar.“Ciaaappp Paman besalll!” Bella tertawa senang begitu Arthur berdiri dan berlari kecil.Ludwig hanya menggelengkan kepalanya, “Hey, luka kamu belum kering, jangan terlalu banyak bergerak!” seru Ludwig kepada Arthur.“Aisss… ini hanya luka kecil! Kesenangan gadis kecil ku ini lebih penting!!!” balas Arthur cuek dan masih terus bermain dengan Bella.Elle yang sedang membuat minuman di dapur, keluar dan berjalan dengan s
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya

548 || Di Dalam Kegelapan

Ludwig tercengang sedetik, dia cukup terkejut dengan penuturan pria besar di depannya yang dia tidak kenali siapa namanya. Yang dia tahu hanya nama dari pasukan ini. Pasukan pemberontak yang memang bermarkas tidak jauh dari desa merek, mungkin berjarak kurang lebih 2 – 3 jam, sama seperti mereka ke Pusat Kota.“Hey! Buka penutup ini!” seru pria itu sambil menodongkan senjata laras panjang ke arah Ludwig.“Ah iya…” Ludwig pun segera menarik ke atas penutup bendungan air itu lalu menyingkir ke samping dengan perasaan khawatir.Pria bersenjata itu memicingkan matanya. Namun dirinya tidak dapat melihat apa – apa ke dalam air yang gelap.Dan tiba – tiba saja pria itu mengarahkan senjatanya ke arah bendungan dan seketika itu pula membeku karena suara tembakan bertubi – tubi di arahkan ke dalam air.Tidak mendapatkan hasil dari tembakan beruntunnya. Pria itu berhenti dan melihat lagi ke dalam air. Hingga pria itu berjalan keluar. Ludwig segera ke pintu bendungan air dan melihat sekilas, lalu
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya

549 || Perpisahan

Setelah perkenalan, Gunadi ikut bergabung dan mengobrol bersama. “Kalian lihatlah! Kami ini selalu adil menjadi saudara!”Ludwig dan rekan – rekannya menjadi bingung dengan ucapan Arthur.“Kamu lihat luka di lengan Gunnadi? Itu adalah luka tembakan yang ia terima saat ingin menyelamatkan aku. Setelah aku mendapatkan luka tembakan di sini!” sambung Ludwig dambil menunjuk luka di perutnya.“Hahahah… Karena seperti itulah saudara !” sahut Gunnadi.Elle dan Bella juga ikut bergabung. Begitu juga dengan pasangan mereka masing – masing.Hanya dalam sekejap rasa kekeluargaan antara mereka begitu terasa.“Hmm baiklah. Sepertinya ini sudah waktunya.” Tukas Arthur sambil melihat ke semua orang secara bergantian.Suasana yang tadinya begitu riuh berubah menjadi sepi. Semua orang terdiam. Arthur berdiri dari duduknya, “Ayolah! Ini bukan pertemuan terakhir kita.”“Hmm… Kamu benar. Kita akan bertemu lagi cepat atau lambat.”Arthur kemudian berlutut dan menghampiri Bella. “Bella, paman besarmu ini
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya

550 || Pria Berdarah Dingin

Satu hari pun berlalu. Ludwig, Elle, dan rekan – rekannya membantu para warga lokal terutama anak – anak dan wanita untuk mengungsi di desa sebelah. Mereka melewati hutan yang menjadi pemisah karena tidak ingin menjadi perhatian kalau mereka melewati jalur utama.Dan sekarang tinggal para pria yang tinggal di desa. “Sebaiknya kalian juga ikut berlindung di desa sebelah atau ke dalam hutan,” ujar Ludwig kepada para pria di depannya.“Saya tidak akan meninggalkan dokter, tanpa dokter mungkin saya sudah kehilangan nyawa dari beberapa tahun yang lalu.” ujar salah satu warga.“Saya juga tidak akan meninggalkan dokter dan ibu Elle serta rekan dokter yang lain, tanpa kalian desa kami tidak akan seperti ini. Anak saya dan istri saya menjadi sehat berkat anda Dokter. Jadi anggap saja ini sebagai balas budi saya.”Satu per satu warga menolak untuk pergi dan mengucapkan rasa terima kasih dan kesetiaan mereka terhadap Ludwig.Elle memeluk lengan suaminya. Matanya berkaca – kaca mendengar penutura
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
525354555657
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status