All Chapters of Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan: Chapter 321 - Chapter 330

373 Chapters

Bab 321

Alicia meneguk salivanya dengan kasar, menatap kakaknya yang kini tampak seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja. Ia tahu betul bahwa Regis tidak akan tinggal diam setelah mendengar ceritanya.Perlahan Alicia mengusap air matanya dengan kasar, lalu mengulas senyuman di bibirnya seolah ingin meneguhkan hatinya. Ia menatap kakak dan ayahnya secara bergantian, kemudian berkata, “Pa, Kak, biarkan aku menyelesaikan masalah ini sendiri. Aku ingin kembali ke London─”“Alicia!” Regis menyela dan menatap adiknya dengan tatapan tajam. “Mereka jelas sangat berbahaya. Aku tidak setuju kamu menghadapi mereka sendirian.”"Kak, aku tahu kamu khawatir. Tapi aku harus membantu Xavier dan memperingatkannya untuk mewaspadai mereka. Orang-orang itu ingin menghancurkan keluarganya. Aku tidak bisa hanya duduk diam di sini."Alicia menatap kakaknya dengan penuh keteguhan, berharap Regis akan mendukungnya. Sayangnya, pria itu tetap bersikukuh dengan keputusannya.“Jangan terus bersikap keras kepala, A
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Bab 322

Di depan gedung Nexus, para wartawan berkerumun, berebut mengajukan pertanyaan kepada setiap karyawan yang melintas.Kamera dan mikrofon diarahkan tanpa henti, sementara petugas keamanan berusaha keras menjaga ketertiban agar kondisi menjadi lebih kondusif. Situasi ini telah berlangsung selama dua hari dan sangat mengganggu operasional perusahaan.Di dalam gedung, ketegangan tidak kalah terasa. Karyawan berbisik-bisik, membahas berita yang menyebar di berbagai media. Telepon di meja direksi berdering tanpa henti, menuntut kejelasan situasi yang terjadi.Reinhard sendiri berdiri di depan jendela ruangannya, menatap ke luar dengan ekspresi dingin. Ia sudah memperkirakan bahwa situasi ini akan meledak ke publik, tetapi tidak menyangka akan secepat ini.Pintu ruangannya terbuka, Owen masuk dengan membawa berkas laporan terbaru.“Tuan Muda, para media itu ternyata sudah disuap sebelumnya untuk memperburuk situasi. Sekarang para Dewan Direksi Hernandez Group juga mulai mempertanyakan stabil
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 323

“Kamu berhasil menangkap Brandon Evans?” Reinhard menatap Ethan dengan penuh selidik.Ethan mengangguk mantap. “Dia benar-benar ular tua yang licik. Ternyata dia sudah berencana kabur pagi ini. Telat selangkah saja, rencana kita akan kacau semua.”Sudah dua minggu ini Ethan menjalin kedekatan dengan Brandon Evans untuk mendapatkan bukti keterkaitan Brandon dengan Vega Tech. Namun, Brandon tidak semudah itu mempercayainya.Walaupun Ethan sudah berpura-pura berada di pihaknya, tetapi Brandon tetap saja berhati-hati dan enggan membuka mulut. Beruntung, pagi ini Ethan berhasil menjebaknya sebelum pria itu sempat menghilang.“Di mana dia?” tanya Owen.“Tenang saja. Dia sudah diamankan. Tidak akan ada yang bisa menemukan ataupun menyelamatkannya,” jawab Ethan seraya menepuk dadanya sendiri dengan bangga.Owen terkekeh geli dan menggelengkan kepalanya.Reinhard menyandarkan tubuhnya di kursi, menatap Ethan dengan sorot tajam.Ethan mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan rekaman suara. "Ta
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 324

“Sejak kapan kamu jadi pintar seperti ini, Pak Tua?” cibir Jason seraya memainkan tangkai gelas wine-nya.Ken berdecih kesal di ujung teleponnya. “Anggap saja aku tidak mengatakan apa pun tadi,” gerutunya dan berniat mengakhiri telepon tersebut.Namun, Jason dengan cepat menghentikannya dan berkata, “Jangan begitu. Terima kasih telah mengundangku ke acaramu. Aku pasti akan hadir.”Ken tidak menjawab. Ia hanya mendengus kasar, lalu menutup panggilan telepon tersebut.Jason pun terkekeh pelan dengan perubahan sikap Ken. Ia meletakkan ponselnya di meja, lalu tersenyum miring. “Ck, benar-benar tak bisa diajak bercanda.”Alih-alih kesal, Jason justru menyandarkan tubuhnya, memutar gelas minumannya dengan santai. Pandangannya tertuju pada majalah bisnis di atas meja. Senyum di wajahnya tidak luntur sedikit pun, justru semakin mengembang.“Jadi begini rasanya menikmati detik-detik kehancuran seseorang, ya, Reagan?” cibirnya seraya menyesap minumannya.Setelah menghabiskan minumannya, Jason p
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 325

Di sebuah ruangan interogasi di gedung penyidik, Reinhard yang dikabarkan sedang menjalani interogasi, malah terlihat sangat santai menikmati secangkir kopi hangat yang disuguhkan untuknya.Tidak ada sedikit pun ketegangan ataupun rasa frustrasi yang tergores di wajahnya, jauh dari kesan seorang tersangka yang tengah diperiksa ketat.Di seberangnya, seorang pria paruh baya berseragam resmi duduk dengan tenang dan penuh wibawa. Sorot matanya tajam, penuh analisis, tetapi bibirnya melengkung, membentuk senyuman tipis.“Kamu benar-benar menganggap tempat ini seperti rumahmu, hm?” cibir pria berseragam itu.Reinhard tersenyum. Sembari meletakkan cangkir kopinya, ia berkata, “Tenang saja. Aku akan membayar mahal kopi ini, Paman Steven. Apa kamu tidak percaya padaku?”Pria berseragam yang memiliki pangkat tertinggi di kota tersebut tertawa kecil. “Kalau orang-orang di luar sana melihatmu seperti ini, sepertinya mereka yang menanti kejatuhanmu pasti akan sangat kecewa.”Reinhard berpura-pura
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 326

Reinhard berjalan keluar dari gedung penyidik melalui pintu belakang gedung untuk menghindari kamera wartawan yang sejak tadi menunggunya di depan gedung.Demi mengantisipasi pengejaran para awak media tersebut, ia juga mengganti pakaiannya dengan setelan kasual dan topi yang telah dipersiapkannya sejak awal. Sebuah mobil telah menantinya di belakang gedung tersebut.Di saat yang hampir bersamaan, Alicia baru saja turun dari mobilnya dan tanpa sengaja melihat sosok pria yang baru saja memasuki mobil tersebut. Kedua alisnya bertaut saat mengenali wajah yang sudah lama dirindukannya.“Xavier?” gumamnya dengan penuh keceriaan.Refleks, ia melangkah lebih dekat untuk memastikan penglihatannya, tetapi mobil itu sudah lebih dulu melaju pergi.“Mau ke mana dia? Bukannya seharusnya dia ….”Melihat Reinhard pergi dengan terburu-buru, Alicia merasa ada sesuatu yang terjadi. Namun, ia menggelengkan kepalanya dengan kuat, mengesampingkan kecurigaannya terlebih dahulu. Tanpa mengulur waktu, ia kem
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 327

“Mark,” suara Alicia melembut. “Anggap aku memohon padamu. Kamu boleh melaporkanku pada kakak atau ayahku. Tapi, biarkan aku pergi.” Mark menghela napas frustrasi. “Nona─” “Aku mohon, Mark. Aku tidak bisa diam saja melihatnya menerobos bahaya sendiri,” pinta Alicia sekali lagi. Mark terdiam. Ia bisa merasakan ketulusan dan tekad besar dari nona mudanya. Seraya mengembuskan napasnya dengan kasar, ia bergumam pasrah, “Anda benar-benar tidak berubah. Masih saja menjadi nona yang keras kepala.” “Mark─” “Baiklah. Anda boleh pergi, tapi bersama kami,” potong Mark. Senyum lega merekah di wajah Alicia. “Terima kasih, Mark,” cicitnya dengan rasa haru. “Tapi, berjanjilah … kita harus melihat situasi dulu dan Anda jangan bertindak sendiri,” ucap Mark mengingatkan. Alicia mengangguk cepat. Mark menatapnya sejenak. Seketika hatinya dipenuhi keraguan yang sangat besar akan respon yang diberikan nona mudanya itu. Namun, ia tidak memiliki pilihan lain saat ini. Lagipula Regis telah
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 328

Di dalam vila, suasana terasa mencekam.Alexei berdiri tegak, matanya menatap tajam ke arah pria yang duduk dengan santai di sofa berlapis kulit. Aroma kayu tua bercampur asap cerutu mengisi udara, menambah kesan suram ruangan dengan pencahayaan temaram itu.“Mau sampai kapan kamu diam, Ken?” Suara Alexei menggema dan penuh amarah. “Di mana putraku?!”Sejak memasuki ruangan ini, Ken Stewart tidak menggubrisnya, seolah Alexei hanyalah seonggok patung tak bernilai. Baru ketika Alexei kehilangan kesabaran, pria itu mengangkat satu alisnya dan menyeringai sinis.“Ya ampun,” ujarnya dengan nada mengejek. “Ternyata hanya segini kesabaranmu, Alexei. Padahal dulu, aku ingat kamu pernah mendiamkanku sehari penuh hanya karena kesalahan kecil.”“Kenapa? Kamu tidak ingat?” cibir Ken saat melihat Alexei yang tidak merespon ucapannya. “Ternyata otakmu sekecil otak udang. Cepat sekali melupakan masa-masa indah kita.”“Ken!” Alexei mengepalkan tangannya dengan erat. Sindiran halus itu cukup untuk mem
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 329

Ken mendengus. “Kamu pikir kamu masih punya hak untuk bernegosiasi denganku, huh?”Alexei tidak menjawab. Ia hanya memberikan tatapan tajam kepada Ken.Namun, pada akhirnya Ken pun menyalakan layar monitor di dalam ruangan itu dan memperlihatkan situasi di ruangan penyekapan Nicholas.Alexei tercengang. Hampir saja ia tidak mengenal sosok putranya tersebut. Kondisi Nicholas yang terikat di sebuah kursi terlihat sangat mengenaskan, pucat dan sangat kurus seperti seseorang yang kekurangan gizi dalam waktu yang lama.Mata cekungnya tampak kosong, tulang pipinya menonjol, dan luka-luka menghiasi kulitnya—beberapa masih segar, sementara yang lain belum sepenuhnya mengering.“Air … berikan aku air ….”Hati Alexei terasa teremas mendengar permintaan putranya yang lemah dan nyaris tak terdengar tersebut. Rasa sakit di tubuhnya bukan lagi masalah, karena pemandangan di hadapannya jauh lebih
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 330

“Jadi bagaimana?” Suara Jason membuyarkan lamunan Alexei.Netra Alexei menyipit tajam. “Apa aku bisa mempercayaimu? Kamu yakin dia akan melepaskan kami?” selidiknya seraya melirik ke arah Ken yang tersenyum sinis.“Mungkin untuk menyelamatkan putramu, aku bisa menjanjikannya. Tapi, mengenai nyawamu, aku rasa ….” Jason terdiam sejenak, lalu mengangkat bahunya dan melanjutkan, “mungkin tergantung kemurahan hatinya lagi.”“Dari awal kesepakatan kita tidak seperti itu. Kenapa aku harus menurutimu?” protes Alexei.Jason tersenyum tipis. “Tadi Ken sudah bilang, bukan? Anda sama sekali tidak ada hak untuk bernegosiasi di sini, Tuan Alexei.”Meskipun suara Jason terdengar tenang, tetapi terdengar sangat menusuk.Alexei mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Sejak awal ia tahu jika ia tidak akan keluar hidup-hidup dari tempat itu karena Ken menginginkan nyawanya.Namun, Alexei tetap datang demi Nicholas. Ia bersedia melakukan apa pun─meskipun harus menukar dengan nyawanya sekalipun─untuk men
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more
PREV
1
...
3132333435
...
38
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status