“Sejak kapan kamu jadi pintar seperti ini, Pak Tua?” cibir Jason seraya memainkan tangkai gelas wine-nya.Ken berdecih kesal di ujung teleponnya. “Anggap saja aku tidak mengatakan apa pun tadi,” gerutunya dan berniat mengakhiri telepon tersebut.Namun, Jason dengan cepat menghentikannya dan berkata, “Jangan begitu. Terima kasih telah mengundangku ke acaramu. Aku pasti akan hadir.”Ken tidak menjawab. Ia hanya mendengus kasar, lalu menutup panggilan telepon tersebut.Jason pun terkekeh pelan dengan perubahan sikap Ken. Ia meletakkan ponselnya di meja, lalu tersenyum miring. “Ck, benar-benar tak bisa diajak bercanda.”Alih-alih kesal, Jason justru menyandarkan tubuhnya, memutar gelas minumannya dengan santai. Pandangannya tertuju pada majalah bisnis di atas meja. Senyum di wajahnya tidak luntur sedikit pun, justru semakin mengembang.“Jadi begini rasanya menikmati detik-detik kehancuran seseorang, ya, Reagan?” cibirnya seraya menyesap minumannya.Setelah menghabiskan minumannya, Jason p
Last Updated : 2025-03-02 Read more