Home / Romansa / Suami Gay Ku yang Posesif / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of Suami Gay Ku yang Posesif: Chapter 11 - Chapter 20

42 Chapters

10 Strange But Nice

Dexter menonton film keluarga di ruang keluarga rumahnya. Ia hanya menonton sendirian karena Bella sejak tadi seperti menghindarinya. Istrinya itu terlihat sibuk dengan ponselnya. Bella pun terlihat beberapa kali menelepon seseorang dan berdebat masalah pemotretan. Oh iya Dexter lupa lagi, istrinya itu adalah seorang model.Tiba-tiba perasaan tidak mengenakan menyerang Dexter. Mengingat Bella seorang model, sudah pasti istrinya itu memiliki tubuh yang sangat indah. Terbukti saat malam pertama mereka, Dexter akui tubuh Bella sangat indah, hanya saja waktu itu dia tidak terlalu memikirkannya. Sedangkan sekarang ini ia baru menyadari, tubuh seindah itu sudah pasti akan digilai oleh lelaki kebanyakan. Mendadak Dexter merasa geram. Ia tidak rela jika tubuh Bella menjadi konsumsi publik. Bella adalah istrinya, hanya kepadanyalah Bella boleh memperlihatkan tubuh indahnya.Dexter menghela napasnya dengan berat. Pikirannya benar-benar menguras tenaga dan emosi. Entah kenapa tenaganya juga terk
last updateLast Updated : 2024-06-12
Read more

11 Manja

Bella terbangun dengan tubuh yang sangat segar. Ia melihat seseorang yang mendekapnya erat di sampingnya. Tentu saja suaminya, Dexter Nathaniel Orlando. Siapa lagi? Melihat Dexter yang mendekapnya erat merupakan pemandangan yang langka, karena biasanya pria itu tidur dengan jarak 1 meter darinya. Mengingat hal yang semalam ia lakukan pada Dexter membuat senyuman indah terbit di bibirnya begitu saja. Rasanya ia sangat senang melihat reaksi Dexter pada sentuhannya. Ini adalah langkah awal, karena ia yakin sekali tidak lama lagi Dexter akan benar-benar menjadi lelaki normal. Dilihat dari reaksi Dexter pada sentuhannya tadi malam, terlihat jelas suaminya itu sangat menikmatinya. Hal yang menyenangkan bagi Bella. Perlahan namun pasti, Bella akan membuat Dexter ketergantungan padanya. Itu pasti. Dexter harus tahu rasanya mencintai seorang wanita, dan memandang wanita lebih baik dari sebelumnya. Terlebih lagi harus dirinyalah wanita pertama yang membuat Dexter merubah cara pandangnya ter
last updateLast Updated : 2024-06-13
Read more

12 Trap

Bella menghembuskan napasnya lelah. Niat hati ingin menenangkan pikirannya yang kacau karena teringat dengan kemungkinan-kemungkinan menyebalkan yang pernah dilakukan Dexter, malah berakhir bersama Dexter yang sikapnya sangat menyebalkan. Manja. Entah kenapa Dexter berubah menjadi manja dan menyebalkan padanya.Seperti saat ini, Bella sedang menggunakan masker untuk wajahnya, dan pria yang berstatus sebagai suaminya meminta menggunakan masker juga.“Ayolah Bella.. aku juga ingin menggunakan masker sama sepertimu,” ujar Dexter dengan wajah menyebalkannya.“Diamlah, nanti maskerku pecah,” ujar Bella yang menahan mulutnya.“Aku kan sudah bilang dari tadi.. kau tidak mau,” keluh Dexter.“Aku kan hanya ingin mencoba memakainya… kenapa kau pelit sekali sih.. aku hanya penasaran bagaimana rasanya saat wajahku ditempeli benda seperti itu,” lanjut Dexter mengeluh, dan melanjutkan segala macam ocehannya.Bella yang mendengarkan semua ocehan Dexter menjadi pusing. Ia segera menarik tubuh Dexter
last updateLast Updated : 2024-06-14
Read more

13 Cold Night

Dexter memakan sarapannya dengan wajah masam. Semenjak ia dikerjai Bella semalam, rasa malunya tidak kunjung hilang. Saat itu Dexter langsung meninggalkan Bella menuju kamarnya dan menyembunyikan tubuhnya dibalik selimutnya rapat-rapat. Ia sangat malu. Ia tidak tahu apa yang dilakukan Bella malam tadi, entah tertawa atau justru kesal atau bahkan bahagia? Entahlah Dexter tidak mau tahu akan hal itu. Ia sudah cukup malu dengan isi pikirannya sendiri.Sementara Bella memakan sarapannya dengan wajah senang, sesekali ia tersenyum melihat tingkah suaminya yang sama sekali tidak mau menatapnya atau bahkan sekedar memulai obrolan. Sepertinya hal yang ia lakukan tadi malam sungguh menyinggung ego suaminya itu. Tak dapat dipungkiri tadi malam sangat menghibur bagi Bella. Ia bukannya benar-benar menginginkan es krim tentu saja, tapi ia jelas mengerjai suaminya itu. Tapi setidaknya dengan kejahilan Bella, ia tahu kalau Dexter semakin mendekati normal. Yah dan Bella sangat bersyukur akan hal itu.
last updateLast Updated : 2024-06-15
Read more

14 A Feeling

Malam yang tenang dan sejuk di hutan. Banyak suara-suara binatang yang terdengar di malam hari, selain itu juga angina yang berhembus lembut di luaran sana. Suasana yang cocok untuk berbicara dari hati ke hati.Di dalam tenda mungil yang dilengkapi dengan perapian kecil di depannya, dua anak manusia sedang saling menempelkan tubuh masing-masing untuk menghangatkan tubuhnya. Merekalah Bella dan Dexter, sedang saling menghangatkan diri. Atau lebih tepatnya Dexter yang menempeli Bella karena dingin yang menyerangnya. Dexter memang tidak tahan dingin, di rumah pun suhu ruangan diatur senormal mungkin agar Dexter tidak kedinginan.“Kan sudah kubilang bawa selimutnya, kenapa tidak dimasukkan tadi hm?” tegur Bella sambil mengusap-usap lengan Dexter yang kedinginan. Ya sekarang Bella sedang memeluk Dexter karena suaminya terus saja mengeluh kedinginan.Dexter yang meringkuk dalam pelukan Bella hanya mendengus kesal. Bella masih saja mengomelinya, padahal dia sudah sangat kedinginan.“Berat ka
last updateLast Updated : 2024-06-16
Read more

15 First Touch

Suara jarum jam berdentam menggema di seluruh ruangan kamar ini. Lebih tepatnya hanya menggema di telinga Dexter, karena dia yang sejak tadi merasa waktu melambat dan kecanggungan menghampirinya. Semua itu bukan tanpa sebab, karena memang ini semua akibat istri Dexter yang masih duduk di depan meja riasnya. Bella masih melepas anting dan kalungnya secara perlahan sambil menatap pantulan dirinya di cermin, jangan lupakan pakaiannya yang hanya menggunakan bathrobe saja.Dexter yakin sekali dibalik bathrobe itu, istrinya tidak menggunakan apa-apa lagi. Karena memang begitulah kebiasaan Bella. Hal yang membuat Dexter heran adalah kenapa malam ini ia tidak bisa bersikap biasa saja melihat penampilan Bella. Semua yang dilakukan Bella adalah kegiatan rutin yang biasa, tapi kenapa berpengaruh begini pada Dexter? Ia tidak bisa tenang, sepanjang ia memejamkan mata bukannya terlelap malahan bayangan pelukan hangat Bella yang terus berputar di kepalanya. Semua itu membuat Dexter frustasi.Dexter
last updateLast Updated : 2024-06-18
Read more

16 First Touch 2

“Aaaahhh…!!!! It’s so hurts….!!! You Stupid Gay!” teriak Bella merasakan pergerakan tiba-tiba itu. Ia reflek menjambak rambut Dexter kuat.“Oooh… feel so good…!!” teriak Dexter. Dexter berani bertaruh ini adalah perasaan paling nikmat yang pernah dirasakannya. Ia merasa miliknya dicengkeram dan dijepit begitu kuat di dalam sana.Dexter menciumi Bella yang tampak kesakitan. Mencoba mengalihkan rasa sakit Bella dengan ciuman-ciuman ringan di sekitar leher dan bibirnya. Ia mendiamkan miliknya di dalam sana dengan tenang, menikmati sensasinya.“Maafkan aku.. tapi ini sangat nikmat,” bisik Dexter yang melihat Bella masih mengerutkan keningnya dalam dan tak lupa jambakannya di rambut Dexter yang masih kuat itu.Sampai perlahan Bella meremas-remas rambut Dexter dan kerutan di keningnya perlahan memudar. Ia membuka matanya dan menatap Dexter yang juga tengah menatapnya. Sebuah senyuman kecil terbit di bibir Bella.“I’m yours,” ucap Bella lirih.Dexter ikut tersenyum. “You’re mine,” ucapnya se
last updateLast Updated : 2024-06-20
Read more

17 Logan

Hari ini adalah hari pertama Dexter kembali ke kantornya. Setelah satu bulan ia absen dari dunia perkantorannya, akhirnya ia akan kembali bekerja dan memiliki kesibukan seperti sebelumnya. Tentu saja ia sangat senang. Ia tidak lagi menjadi pengangguran yang tidak tahu mau melakukan apa di rumah besarnya itu.Bella memasangkan jas abu-abu yang senada dengan celana yang dikenakan suaminya itu. Setelah itu ia merapikan simpul dasi yang telah ia pasang dengan rapi di kerah Dexter. Lalu ia menyerahkan tas kerja untuk Dexter. Dexter menerimanya dengan senyuman senangnya.“Baiklah kau sudah siap Mr. Orlando, waktunya berangkat,” ujar Bella sambil menatap hasil karyanya. Ya ia memang yang mengatur semua outfit Dexter hari ini, mulai dari pakaian, sepatu, jam tangan, sampai model rambut. Semua Bella yang mengatur.Dexter hanya menampilkan senyum tulusnya. Sejak bangun tidur ia membiarkan Bella melakukan semuanya untuknya, mulai dari menyiapkan air mandi, menyiapkan pakaian, mendandaninya, meny
last updateLast Updated : 2024-06-21
Read more

18 Brand Ambassador

Bella tengah menyuapi suaminya sarapan dengan tangannya pagi ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi dan suaminya itu baru saja sarapan. Bella bukannya tidak tahu jika sejak tadi Dexter terus saja memandanginya tanpa henti, bahkan ketika pria itu mengunyah makanannya. Namun Bella hanya tak acuh saja, ia hanya menyuapi Dexter agar sarapannya cepat selesai dan suaminya segera berangkat bekerja.Berbeda dengan Dexter yang sejak tadi menatap Bella dengan pandangan menyidik karena istrinya itu tengah mendiaminya saat ini. Ya sudah sejak bangun tidur Bella mengurus segala keperluannya hanya saja wanita itu tidak mengatakan sepatah kata pun untuknya sampai saat ini. Dexter sengaja mengunyah dengan lambat agar sarapannya bisa bertahan lebih lama, namun sayang karena Bella terus saja menyuapinya dengan cepat membuatnya mau tidak mau mengunyah dengan cepat.Begitu acara sarapan dalam keheningan itu selesai, Bella segera mengantar Dexter sampai di depan teras rumahnya. Dexter menatap Bella bin
last updateLast Updated : 2024-06-22
Read more

19 Anak

Acara amal yang dihadiri Dexter dan Bella hari ini sungguh meriah. Dexter tidak mengira bahwa menghadiri acara amal akan terasa semenyenangkan ini sebelumnya. Biasanya acara seperti ini akan terasa sangat membosankan baginya. Namun hari ini Dexter merasakan perasaan berbeda. Acara amal kali ini tampak lebih bermakna.Di sana, di taman bermain kecil milik yayasan Warm & Cozy yang didatanginya hari ini, terlihat Bella yang sedang bermain bersama anak-anak balita yang tampak lucu-lucu. Istrinya terlihat sangat akrab dengan anak-anak yang baru ditemuinya itu. Melihat hal itu, Dexter merasa istrinya bersinar di bawah cahaya matahari senja. Tampak mengagumkan. Bella begitu bersahaja saat menuntun dua orang balita perempuan dan laki-laki sambil berceloteh riang. Sangat menakjubkan. Pemandangan yang sangat menarik di mata Dexter saat ini.“Dia sangat bersinar ya,” ucap seseorang yang memecah konsentrasi Dexter.Dexter segera menoleh dan menemukan seorang wanita paruh baya berwajah ramah sedan
last updateLast Updated : 2024-06-24
Read more
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status