Home / Rumah Tangga / Penyesalan Mertua Jahat / Chapter 31 - Chapter 40

All Chapters of Penyesalan Mertua Jahat : Chapter 31 - Chapter 40

201 Chapters

Ketahuan Pindah

Alex menyusuri jalan hingga ia sampai di kontrakan yang di katakan Wawan. "Ini kali ya?" gumam Alex di dalam mobil lalu ia turun dari mobil. Tok! Tok! Tok! "Assalamualaikum," ucap Alex, namun tidak ada sahutan sedikitpun, beberapa kali Alex memanggil hasilnya tetap nihil. "Nyari siapa?" tanya seseorang membuat Alex langsung berbalik. "Oh Bu, mau nanya dong orangnya dimana ya?" tanya Alex. "Udah gak ngontrak lagi, subuh tadi udah keluar soalnya tadi malam ngabarin saya katanya mau pindah," jawab Ibu tersebut yang ternyata pemilik kontrakan. 'Pindah? Demi apa nyari kemana lagi ini?' batin Alex, ia langsung mengangguk. "Terima kasih Bu," ucap Alex yang dibalas anggukan oleh Ibu tersebut lalu ia kembali masuk ke dalam mobil. "Udahlah, capek banget nyari-nyari gini, pulang aja," gumam Alex lalu ia mulai melajukan mobilnya. Belum jauh mobil melaju, Alex langsung memperjelas penglihatannya ke spion samping. "Itu Silvi bukan?" gumam Alex lalu ia langsung memundurkan kembali mobilnya
last updateLast Updated : 2024-06-06
Read more

Hujan Rintik-rintik

Hari menunjukkan pukul 1 siang, Naya duduk sebentar karena merasa capek berjam-jam melayani pembeli. "Mbak Naya," panggil Riri membuat Naya langsung menoleh kalau tersenyum. "Ayo kita makan duluan, nanti biar gantian sama yang lain," ajak Riri membuat Naya langsung mengangguk karena jujur perutnya sudah keroncongan, ia sudah ngiler melihat orang-orang yang lahap makan karena memang rumah makan Deni sederhana, tapi pengunjungnya tidak habis-habis karena masakannya yang enak. "Em … Deni gak kesini lagi?" tanya Naya di sela-sela makan mereka, Riri langsung menggeleng. "Biasanya nggak Mbak, palingan juga datang pas mau tutup sekalian setoran sama laporan pemasukan hari ini," jawab Riri membuat Naya mangut-mangut. "Sumpah sih ini enak banget," lanjut Naya membuat Riri langsung mengangguk. "Iya tau Mbak, apalagi nih sambelnya heh bikin ngiler, aku tuh dari awal kerja di sini gak pernah bosan karena emang enak banget," sambung Riri membuat Naya mangut-mangut. "Udah lama kerja?" tan
last updateLast Updated : 2024-06-07
Read more

Di bujuk lagi

"Kak Reza," ucap Naya pelan, tapi Reza sama sekali tidak bergeming ia tetap pada posisinya. Naya melihat hujan kembali turun. "Kak jangan disitu, sini," ajak Naya, tapi lagi-lagi Reza tidak bergerak dari tempatnya tatapan pasrah dan menyesal itu membuat Naya langsung tidak tega. Ia berlari mendekati Reza lalu ia manarik tangan Reza menuju teras kontrakannya. "Kakak ngapain kesini?" tanya Naya sambil melihat kasana-kemari takut di lihat warga. Reza membuka kancing kemejanya membahas Naya kaget. "K–kak mau ngapain?" tanya Naya panik, detik kemudian Reza mengeluarkan kertas yang dilapisi plastik. Kemudian ia memberikannya pada Naya, sedangkan Naya malah bingung melihat itu. Tanpa membuang waktu ia langsung membuka plastik tersebut, detik kemudian mata Naya membola melihat kartu keluarga yang berisikan nama Reza dan dirinya. "Kak-" "Aku mohon Naya, kasihani aku," pinta Reza membuat Naya tidak bisa membendung air matanya ia langsung buru-buru menunduk menyembunyikan air matanya.
last updateLast Updated : 2024-06-08
Read more

Candu

"Ta–tante mau bunuh Re–reza?" tanya Nova tidak percaya. "Tante udah muak banget baik-baik sama dia, ternyata dia malah kayak gini Tante tau dia lakuin ini pasti karena Naya dan sekarang Tante mau benar-benar nunjukin gimana Tante sebenarnya," lanjut Neni membuat Nova langsung mengurungkan niatnya untuk curhat. Disisi lain, Alex benar-benar membawa Silvi ke rumah orang tuanya. Sekarang mobilnya sudah terparkir di halaman rumah. "Kak ini ngapain?" "Mampir dulu, ini rumah orang tua saya," jawab Alex membuat Silvi melotot. "Ini beneran rumah Kakak? 'Kan tadi aku bilang pu-" "Laper gak, ini saya laper banget kangen masakan Ibu saya. Lagian dari pagi saya udah nyari-nyari kamu dan Naya ke mulai dari pabrik, kontrakan lama kalian sama ya ini lagi," terang Alex memotong ucapan Silvi. "Siapa suruh nyari-nyari sampe segitunya!" bantah Silvi pelan tapi terdengar jelas oleh Alex. Alex langsung menoleh ke samping lalu mendekatkan tubuhnya ke Silvi membuat Silvi langsung kaget. "Bisa g
last updateLast Updated : 2024-06-10
Read more

Berkorban

'Mama,' ucap Reza dalam hati kemudian ia menatap wajah istrinya tersebut sudah merah dan bahkan ada cairan merah di sudut bibir gadis itu. Neni yang heran melihat Naya lalu berbalik, detik kemudian ia tertawa melihat Reza sudah sadar. "Oh, sudah sadar rupanya, bagaimana Pak Reza masih kuat menerima balas dendam dari saya," ucap Neni dengan angkuhnya membuat Naya langsung menggeleng kuat. "Jangan Ma," pinta Naya. Chats! "Akh …," tiba-tiba Naya mencambuk Reza membuat Naya semakin panik dan gemetaran. "Berani kami berbicara maka kamu akan lihat suami kamu ini disiksa habis-habisan!"ancam Neni membuat Naya langsung menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. "Buka talinya," ucap Neni kepada preman-preman suruhannya tersebut membuat Naya langsung ingin berlari ke dekat Reza, tapi Neni malah menatap tajam ke arahnya. "Kalian hajar dia!" suruh Neni membuat Naya langsung kaget. Bugh! Bugh! Bugh! "Gak! Jangan! Jangan sakiti Kak Reza!" teriak Naya tidak sanggup melihat suaminya ter
last updateLast Updated : 2024-06-13
Read more

Kakek Adinata

Hari menunjukkan pukul 1 siang, Silvi dan Alex sudah menempuh perjalanan berjam-jam, hingga akhirnya mereka sampai di kontrakan. "Kok sepi ya? Apa masih tidur?" gumam Silvi membuat Alex langsung menoleh."Mungkin aja sih, coba di ketuk aja," usul Alex yang dibalas anggukan oleh Silvi. Tok! Tok! Tok! "Assalamualaikum, Naya," panggil Silvi, namun tidak ada sahutan sedikitpun. "Mbak Silvi, kunci disini," panggil Bu Rita membuat Silvi langsung menoleh. "Oalah, Naya sama suaminya kemana Bu?" tanya Silvi. "Katanya sih pulang Mbak, cuma saya kurang tau," jawab Bu Rita membuat Silvi langsung mengangguk. Ting! Tiba-tiba ponsel Alex bergetar, ia langsung membuka detik kemudian matanya membola melihat foto Reza dengan darah yang mengalir di kepalanya. Tanpa membuang waktu, Alex langsung menghubungi nomor tidak di kenal tersebut. Namun hasilnya nihil tidak diangkat. "Sial," umpat Alex. [Siapa kamu?] [Kamu tidak perlu tahu saya siapa, yang jelas jangan pernah ikut campur masalah keluarga
last updateLast Updated : 2024-06-14
Read more

Adinata dan Alex

Tidak lama kemudian Neni yang awalnya ingin berangkat sendiri ke rumah sakit, malah tidak yakin, ia langsung mengajak Sarah."Aku ada tugas Ma," tolak Sarah saat Neni memaksanya ikut."Ikut sama Mama," tegas Neni menarik tangan Sarah ke dalam mobil.Disisi lain, Silvi benar-benar tidak tenang di kontrakannya ia selalu kepikiran Naya."Naya kamu dimana dah? Tega banget ninggalin aku sendiri," kesal Silvi sambil menghentakkan kakinya di ranjang.Detik kemudian ia teringat dengan tempat kerja Naya, tanpa membuang waktu Silvi langsung meraih tas selempangnya lalu buru-buru keluar dari kosan.Sekitar 5 menit di perjalanan, akhirnya Silvi sampai di rumah makan tempat Naya bekerja. Silvi masuk ke dalam sambil celingak-celinguk."Selamat datang di rumah makan kami," ucap seorang pelayan membuat Silvi langsung kaget bukan main."E–eh iya iya, mau nanya dong karyawan yang bernama Naya datang kesini gak?" tanya Silvi to the point membuat Riri yang mendengar nama Naya langsung mendekati Silvi."G
last updateLast Updated : 2024-06-19
Read more

Adinata Datang

"Kenapa dia mau datang disaat seperti ini, kayak di sengaja gak sih," kesal Neni lalu mematikan ponselnya kemudian memijit pelipisnya."Ini rasanya gak mungkin nyari Naya dalam waktu dekat ini," lanjut Neni membuat Sarah yang sedang asik dengan ponselnya langsung menoleh."Mama kok lucu sih, padahal Mama udah habis banyak duit buat Kak Reza sekarat sama ngusir Kak Naya, sekarang Mama pengen Kak Reza sembuh dan Kak Naya balik, gimana ceritanya," ujar Sarah membuat Neni langsung menggeleng."Bukan gitu, kemaren Mama terlalu emosi," ucap Neni membuat Sarah mangut-mangut."Terserah Mama deh, bingung, Mama terlalu berlebihan," lanjut Sarah.'Apa aku bilang aja ya penyebabnya Naya, begitu Kakek Adinata datang, aku akting aja bilang kalau Reza kecelakaan gara-gara Naya, good idea,' ucap Neni dalam hati, tiba-tiba bibirnya mengembang.'Dan Naya? Apa aku bilang Naya gak betah ya sama Reza dan memilih pergi, oke aku rasa ini udah ide yang paling bagus buat gak bingung, secara Reza juga belum sa
last updateLast Updated : 2024-06-19
Read more

Pilih semua

"Neni!" panggilan dari dalam membuat Neni dan Sarah kaget. Buru-buru Neni masuk ke dalam ruangan."Iya Kek," ucap Neni sedikit bingung melihat ekspresi Adinata. "Kamu yakin Reza kecelakaan?" tanya Adinata membuat Neni langsung deg-degan."I–iya Kek," jawab Neni, Adinata langsung menarik Neni lebih dekat ke arah Reza lalu ia menyingkap baju yang dikenakan Reza.Deg! Neni langsung pucat pasi melihat bekas cambukan di badan Reza."Kek in-" Plak! Satu tamparan keras melayang ke wajah Neni, semuanya langsung kaget begitu juga dengan Sarah."Ini bekas kecelakaan?!" bentak Adinata membuat Neni langsung mendongak. "I–iya Kek- Plak! Lagi-lagi tamparan melayang ke pipinya membuat Neni merasa wajahnya sangat panas dan sakit."Akh …," ringis Neni saat Adinata mencengkeram dagunya dengan keras. Neni berusaha memegangi tangan Adinata untuk melepaskan cengkraman itu, namun hasilnya nihil."Denger baik-baik Neni jangan kira karena kalian jauh dari saya, kamu bisa seenaknya menganiaya anak dan cucu sa
last updateLast Updated : 2024-06-20
Read more

Mencari Naya

"Siapa Sar– Neni berhenti begitu melihat Adinata di ambang pintu, yang paling membuat Nani kaget adalah melihat Alex di samping Adinata."Kek," ucapnya gelagapan. "Kemana Naya?" tanya Adinata sambil berjalan masuk ke dalam membuat Neni kembali bingung. "Aku gak tau Kek," jawab Neni"Masa? Perasaan pas ngirim foto Reza berlumuran darah ada Naya disampingnya walaupun gak jelas tapi kelihatan," ujar Alex, Neni langsung menghela nafas ia mengerti sekarang kenapa Adinata tau semuanya."Jawab Neni jangan buat saya emosi," lanjut Adinata membuat Neni langsung menggeleng kuat."Aku benar-benar gak tau Kek,""Oh apa jangan-jangan Naya udah kamu bunuh terus kamu buang?" tanya Alex membuat Adinata menoleh sedangkan Neni langsung kaget lalu menggeleng."Gak! Aku gak ada nyakitin Naya, dia baik-baik aja, aku malah memberinya uang untuk dia pergi, su—"Neni sadar dengan ucapannya, ia langsung diam membuat Alex tersenyum miring."Dimana?" tanya Alex lagi."Kalo dimananya aku gak tahu, tapi yang jela
last updateLast Updated : 2024-06-22
Read more
PREV
123456
...
21
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status