Home / Fantasi / The Power Of System Hunter / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of The Power Of System Hunter: Chapter 21 - Chapter 30

52 Chapters

Chapter 19: Kembalinya Kim Ryu

Sebelum kembali ke rumahnya, Ryu mampir ke Toko Material untuk menjual bahan-bahan yang dia dapatkan dari Gate Rank (E, B, dan Gate Tersembunyi). Dia sampai di tempat itu, yang sangat terkenal di Korea karena mereka merupakan pembeli bahan material dalam jumlah besar dan juga penghasil barang-barang yang digunakan para Hunter seperti armor, pedang, dan masih banyak lagi. Nama perusahaan itu adalah Cyworld.Perusahaan ini telah banyak menghasilkan barang-barang berkualitas, sehingga mereka mencari material berkualitas juga. Kim Ryu yang telah sampai di tempat itu bertanya.“Permisi, berapa banyak yang bisa saya jual di sini? Apakah ada batasan penjualan?”“Ya, kami tidak memiliki batasan penjualan. Selama barang tersebut berkualitas, kami akan tetap membelinya. Jadi bahan seperti apa yang ingin dijual oleh tuan?” tanya penjaga toko itu.“Oh, tunggu sebentar. Bisakah aku meminjam sebuah ruangan yang agak besar dan kosong?” tanya Kim Ryu.“Bisa, tuan. Silakan lewat sini,” kata penjaga tok
Read more

Chapter 20. Pencarian

**Keesokan harinya, tepat pukul 07.00, Kim Ryu yang sangat mengkhawatirkan adiknya langsung bergegas menuju tempat di mana adiknya, Kim Ae-ri, bersekolah. Perjalanan menuju sekolah adiknya tidak memerlukan waktu lama. Dengan setelan pakaian serba hitam, Kim Ryu memasuki area sekolah.Sekolah Kim Ae-riSetelah Kim Ryu memasuki sekolah, seorang petugas keamanan mendekatinya dan bertanya, "Permisi, ada yang bisa saya bantu?"Si penjaga tampak curiga karena mungkin orang yang berada di hadapannya ini bukanlah orang yang baik.“Saya ingin mencari adik saya, Kim Ae-ri. Mohon bapak dapat memberikan saya akses masuk ke sekolah,” jawab Kim Ryu.Setelah mendengar penjelasan Kim Ryu, reaksi penjaga berubah. Dengan cepat, penjaga itu bersalaman dengan Kim Ryu, tanpa mengetahui sepenuhnya alasan di balik kedatangan Kim Ryu. Karena tidak baik menolak, Kim Ryu menerima jabat tangan tersebut.“Jadi pemuda, kamu adalah kakaknya Kim Ae-ri?”“Iya, kenapa emangnya?” tanya Kim Ryu.Dengan wajah murung, pe
Read more

Chapter 21. Pembalasan!

ApartemenSetelah mereka sampai di apartemen, Kim Ae-ri dan Ryu terlebih dahulu membersihkan diri mereka sambil bergantian masuk ke kamar mandi. Setelah selesai, barulah adiknya menjelaskan apa yang terjadi dengan rumah mereka.“Hyung, maaf karena aku tidak bisa menjaga rumah itu dengan baik,” kata Kim Ae-ri sambil menundukkan kepalanya.“Tidak masalah, hyung juga telah melihat rumah lama kita yang telah dijual. Yang terpenting sekarang, kamu baik-baik saja,” kata Ryu sambil tersenyum pada adiknya. Ryu melanjutkan bertanya, “Itu kenapa bisa dijual? Apa kamu yang menjualnya atau ada yang memaksa?”“Paman dan bibi menyewa sekelompok preman untuk memaksaku menyerahkan surat rumah itu. Aku memohon agar mereka tidak mengambilnya, bahkan aku memanggil mereka paman dan bibi. Tapi katanya, mereka sudah bukan paman atau bibi semenjak orang tua kita meninggal,” jawab Kim Ae-ri.“Oh, ternyata paman dan bibi ya,” ujar Ryu singkat.Kim Ryu tidak ingin menunjukkan kemarahan di depan adiknya, karena
Read more

Chapter 22. Perburuan dan Pengejaran

Pagi itu, Ryu memutuskan untuk mengajak adiknya, Ae-ri, segera berkemas. Mereka akan pindah ke rumah yang telah dikontrak Ryu. Membeli rumah adalah impian Ryu, tetapi dia ingin menabung lebih banyak agar bisa membeli rumah yang lebih baik daripada yang sebelumnya mereka miliki.Setelah Ae-ri menyelesaikan pembayaran apartemen yang mereka tinggali, dia dengan wajah bingung menatap kakaknya."Oppa, kita mau pindah ke mana? Kita kan nggak punya banyak uang," tanyanya dengan nada cemas.Ryu hanya tersenyum kecil. "Ikuti saja. Soal uang, biar Oppa yang urus. Begitu juga dengan biaya sekolahmu. Mulai sekarang, tidak ada lagi kerja paruh waktu. Semuanya Oppa yang tanggung."Namun, Ae-ri tidak begitu saja menerima. "Oppa! Emangnya Oppa punya pekerjaan dan gaji yang besar sampai mau menanggung semuanya?""Iya, Oppa punya pekerjaan yang bagus. Jadi jangan tanya soal uang lagi, paham?"Meski ragu, Ae-ri mengangguk. "Baik, Oppa."Melihat adiknya yang tampak muram, Ryu mendekat dan memeluknya erat.
Read more

Chapter 23. Melawan Hunter Rank (S)

Kim Ryu sedang dalam perjalanan pulang saat malam mulai turun. Namun, langkahnya terhenti ketika suara keras memecah keheningan.“Berhenti!” seru seseorang dari belakang. Ternyata, itu adalah ketua Guild Wonders bersama sepuluh Hunter lainnya yang mengejar Ryu. Di antara mereka ada dua Hunter Rank (S) dan delapan Hunter Rank (A), serta beberapa pengawas dari Asosiasi Hunter."Siapa yang berteriak tadi?" pikir Ryu sambil memutar badannya. Melihat kelompok itu mendekat, ia merasa kesal. "Sial, bisakah aku tidak dikejar setelah menyelesaikan tugas?""Berhenti!" teriak ketua guild sekali lagi. Hunter Ae Cha, salah satu Hunter Rank (S), dengan cepat mengaktifkan skill [Celestial Sword], melancarkan serangan berbentuk X yang memancarkan energi besar. Ryu melompat dan mendarat di atap gedung terdekat.“Cepat serahkan semua bahan dan barang yang kamu dapat dari gate itu!” perintah ketua guild."Serahkan semuanya!" desak para pengawas yang ikut bersamanya.“Memangnya siapa kalian? Yang membersi
Read more

Chapter 24: Pertemuan Antar Guild

Setelah kejadian yang menimpa para pengawas dan Guild Wonders, minggu berikutnya, semua guild diperintahkan untuk berkumpul di Gedung Asosiasi Hunter. Pembahasan kali ini sangat penting: Hunter Misterius.Selain Baek Hyeon, Ketua Asosiasi Hunter, hadir pula para ketua guild dari Hunter Rank (S), yaitu:Guild LionKetua: Tae JoongGuild WondersKetua: Eun JungGuild WolfKetua: Chung HoGuild TriggersKetua: Dong SunGuild Dark StarKetua: Park WoonDi ruang pertemuan Gedung Asosiasi Hunter, semua pemimpin guild telah berkumpul. Masalah Kim Ryu kini menjadi isu serius yang memerlukan kehadiran semua pemimpin guild.Ketua Asosiasi memulai pertemuan dengan tegas. "Seperti yang kalian ketahui, kita akan membahas mengenai Hunter Misterius itu. Untuk informasi lebih detail, saya persilahkan Ketua Guild Wonders, Eun Jung, untuk menjelaskan."Eun Jung berdiri dan menghadap para pemimpin guild. "Terima kasih, Ketua. Saya hanya akan memberikan informasi mengenai kemampuan Hunter yang belum kita
Read more

Chapter 25: Misi Para Hunter

Persiapan selama seminggu telah diatur dengan baik, dan sekarang waktunya untuk menjalankan misi penyamaran mereka yang pertama. Tujuan utama adalah untuk mengetahui lokasi Hunter misterius yang mereka cari.Kim Ryu menjadi target mereka karena dianggap sebagai musuh. Dia diketahui telah membersihkan Gerbang Monster secara diam-diam dan melawan para pengawas Asosiasi Hunter.Sebagai Ketua Asosiasi Hunter, Baek Hyeon merasa bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi sebelumnya. Dengan lawan yang memiliki kemampuan dan pengalaman berburu di atas rata-rata, Baek Hyeon merasa harus terlibat langsung dalam misi ini.Sebelum misi ini dimulai, semua peserta harus berkumpul di tempat yang tidak mencurigakan, yaitu sebuah kafe.Kafe“Baiklah, semua yang akan ikut dalam misi ini telah berkumpul. Sekarang, saya sebagai Ketua hanya akan memberikan beberapa arahan,” ujar Baek Hyeon.“Kali ini kita akan mencari tahu lokasi Hunter misterius itu. Jika kalian menemukannya atau melihatnya, jangan geg
Read more

Chapter 26. Pengepungan

Setelah beberapa saat kebingungan, para Hunter ingin memperjelas situasi. Meskipun Ketua Asosiasi telah bertanya kepada mereka apakah Kim Ryu benar-benar seorang Hunter, mereka tetap bersikeras bahwa dia memang benar-benar seorang Hunter. Hunter Eun Jung dan Ae Cha juga sangat yakin akan hal itu.Kim Ryu, yang masih memejamkan matanya, merasakan kehadiran beberapa orang lainnya di sekitar mereka. Aura mereka cukup kuat, terutama satu orang yang terasa jauh lebih kuat dari yang lain — Ketua Asosiasi Hunter.Para Hunter, tidak mau membuang waktu, langsung mendekati Kim Ryu. Mereka memanggilnya dengan sopan, dan Kim Ryu, yang tidak ingin menimbulkan masalah, menunjukkan rasa sopannya dengan tanggapan yang tenang. Dia merasa malas untuk meladeni mereka lebih jauh, meskipun tidak merasa takut.Kim Ryu mengangkat tangannya, mengatur posisinya, dan berdiri dengan sikap yang anggun, layaknya seorang aktor film yang tampan dan menawan. Para Hunter langsung terdiam, terkesima, dan mulai ragu apa
Read more

Chapter 27. Tak Berdaya

Dalam situasi yang menegangkan ini, Kim Ryu tetap mempertahankan sikap tenang dan santai meskipun dikelilingi oleh para Hunter Rank (S). Ketika dia menyadari syarat yang dikenakan padanya—yaitu harus menyerahkan diri tanpa melawan—kemarahan mulai menggelora dalam dirinya. Kim Ryu adalah tipe orang yang tidak suka diancam oleh orang lain.“Jadi kali ini aku benar-benar diancam agar menyerahkan diri tanpa harus melawan, ya?” Kim Ryu bertanya dengan nada dingin, matanya menatap tajam, meskipun dia masih belum sepenuhnya menampilkan kemarahan yang membakar di dalam dirinya.Eun Jung, salah satu dari para Hunter, tidak segan-segan mengeluarkan perkataan provokatif. “Jika kamu melawan, terpaksa kami harus menghabisimu,” katanya dengan nada penuh ancaman.“Apakah yang dikatakan mereka itu benar?” Kim Ryu bertanya, suaranya terdengar skeptis. “Sebaiknya kamu tidak melawan!”Dee...nggg... Suasana menjadi semakin tegang saat Ketua Asosiasi dan para Hunter Rank (S) mulai mengeluarkan aura mereka,
Read more

Chapter 28. 1 vs 7

Suasana di arena pertempuran semakin memanas. Tujuh Hunter Rank S yang selama ini berada di bawah tekanan aura Kim Ryu kini akhirnya berhasil terbebas. Tekanan itu, yang sebelumnya menekan jiwa dan raga mereka, kini menghilang, memberi mereka sedikit ruang untuk bernapas. Namun, kebebasan ini hanya sementara. Mereka tahu, ini adalah momen krusial. Setiap detik yang terlewat bisa menjadi akhir bagi mereka.Begitu terbebas, mereka segera menyusun strategi, memanfaatkan celah waktu yang ada. Tidak ada waktu untuk berdiskusi panjang lebar. Dengan pandangan yang penuh dengan tekad, mereka segera melancarkan serangan serentak. Dong Sun, salah satu yang pertama bergerak, mengaktifkan [Puncture], sebuah skill yang telah terbukti menjadi andalannya dalam berbagai pertempuran. Kenangan saat ia memenangkan latihan tanding melawan Hunter dari China melintas di benaknya, memberi dorongan kepercayaan diri. "Sini kau, sialan!" teriaknya penuh amarah, suaranya menggema di seluruh arena, menandakan keb
Read more
PREV
123456
DMCA.com Protection Status