All Chapters of Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi: Chapter 51 - Chapter 60

815 Chapters

Bab 51 Mulutmu Cocok Digunakan untuk Menjerit Kesakitan

"Oke, kamu masih adalah istriku. Kelak temani aku di rumah sakit jiwa."Kayla mengerutkan keningnya. Dasar bajingan keji ini!Nada bicara Theo terdengar normal, tetapi napas yang menyapu telinganya terasa berat dan tidak beraturan. Kayla yakin, kalau dia menolak lagi, Theo pasti akan menggunakan cara yang lebih brutal.Seisi ruangan menjadi sunyi ....Theo melirik jam tangannya, dia seolah-olah sedang menghitung waktu.Kayla tiba-tiba berkata, "20 miliar.""Apa?""Aku akan menemanimu pergi membahas kerja sama ini. Kalau berhasil, utang 600 miliarku dianggap lunas. Kalau nggak berhasil, berikan 20 miliar sebagai upah kerja kerasku."Kalau kerja sama gagal, bukankah pada akhirnya dia tidak akan mendapatkan apa-apa?Dia tidak sebodoh itu. Apalagi sekarang dia sama sekali tidak memercayai Theo lagi, dia selalu merasa Theo akan menipunya!Biasanya perjamuan bisnis seperti ini hanya akan berlangsung selama beberapa jam dan dia hanya perlu duduk diam di samping.Baik utang 600 miliar lunas at
Read more

Bab 52 Membongkar Abu Theo

Kayla tersenyum ringan. "Kenapa nggak berani? Cuma berbagi meja, kok."Theo sengaja memprovokasinya, dia juga malas menjelaskan.Di tengah pertengkaran mereka, orang-orang yang duduk semeja dengan Davin pun menyadari keberadaan mereka. Davin mengangkat kepalanya untuk melihat mereka, tetapi dia tahu Theo sedang membicarakan bisnis, jadi dia tidak pergi menyapa mereka.Theo menatap Kayla dengan ekspresi datar, lalu menekukkan lengannya sambil berkata dengan tegas, "Gandeng."Kayla menahan kekesalannya. "Hanya makan bersama, bukan perjamuan besar, kurasa aku nggak perlu menggandengmu."Kalau Kayla terus menggandengnya, mereka malah akan terlihat seperti sedang berakting.Theo melirik Kayla, lalu berkata dengan tenang, "Aku adalah bosmu, bukankah kamu harus menuruti perintah atasan untuk memperoleh gaji? Apa kamu berhak menolak?"Oke, zaman sekarang pemberi gaji adalah bos, karyawan mana yang belum pernah berhadapan dengan bos menyebalkan!Kayla menggandeng tangannya, lalu pelayan membawa
Read more

Bab 53 Melihatnya Berbicara dengan Mantan Pacar

Pada dasarnya orang gemuk lebih mudah berkeringat. Kayla tiba-tiba merasa tangannya seperti dibungkus oleh bola basah. Dia menghempaskan tangannya dengan kuat, lalu mundur beberapa langkah. Ekspresinya sangat galak. "Pak Arhan, jangan keterlaluan."Arhan memegangnya untuk mengujinya. Meskipun Arhan memiliki niat tertentu pada Kayla, Arhan tahu diri. Arhan akan rugi besar kalau bermusuhan dengan Theo demi seorang wanita.Dia segera menenangkan diri dan meminta maaf. "Maaf, maaf. Aku nggak bermaksud lain, aku hanya ingin menanyakan parfum apa yang kamu gunakan. Aku ingin membelikannya untuk istriku."Lagi pula, mereka akan tinggal di sini selama beberapa hari dan dia punya banyak kesempatan lain.Arhan sudah lama terjun ke masyarakat dan cukup berpengalaman dalam hal seperti ini. Dia pandai menilai suasana. "Aku kalau sudah mabuk suka asal memegang orang. Aku bukan sengaja, maaf karena sudah menyinggung perasaan Nyonya Kayla. Nanti aku akan meminta maaf secara pribadi kepada Pak Theo," k
Read more

Bab 54 Dia Tidak akan Mengalah

Theo menggenggam tangan Kayla, lalu mendorong pintu kamar yang dibuka Kayla dan berjalan masuk di bawah tatapan galak Kayla.Kayla mengerutkan keningnya. "Ini kamarku, apa maksudmu?"Theo memanyunkan bibirnya. "Ayo mandi dan tidur."Nada bicara Theo terdengar ringan dan ramah, tetapi Kayla tahu bahwa Theo sedang memprovokasinya.Theo pasti sengaja. Dia ingin membuat Kayla marah dan tidak berdaya.Kayla memesan kamar tidur untuk dua orang yang dilengkapi dengan sofa kayu di dekat jendela, mereka hanya memiliki dua tempat itu untuk beristirahat.Theo tidak akan mau tidur di sofa, jadi nanti Theo pasti akan memaksa Kayla berbagi ranjang dengannya. Kemudian, Kayla terpaksa pindah ke sofa dan melihat Theo tidur dengan nyaman di kasur seluas dua meter yang dia pesan.Kayla mengatupkan bibirnya sambil berkata dengan kesal, "Kembalilah ke kamarmu."Meskipun resor ini tidak menyediakan kamar presidensial, tetapi tersedia kamar VIP yang dilengkapi dengan kolam pemandian air panas pribadi."Kita
Read more

Bab 55 Theo Lebih Mencintaiku

Yuki menerimanya dengan gembira. "Terima kasih, aku suka sekali."Dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah dari tasnya yang berisikan gelang berlian. Benda itu tidak termasuk benda berharga yang unik. "Aku membeli ini saat berbelanja, bukan barang berharga, kok. Sebagai pengganti dari parfum yang kamu berikan."Kayla tidak mungkin menerima hadiah ini. Menukar parfum bekas seharga ratusan ribu dengan gelang berlian yang baru, dia takut hadiah ini akan mencelakainya!"Nyonya Yuki, aku nggak bisa menerimanya. Sebotol parfum ini baru enam ratus ribu, kamu rugi besar ....""Kayla, aku mewakili suamiku meminta maaf. Kejadian tadi pagi adalah ketidaksengajaan .... Kesadarannya menurun drastis kalau sudah minum alkohol, jadi nggak sengaja menyinggungmu."Kayla mengangkat alisnya dan Yuki sudah meletakkan kotak hadiah itu di tangan Kayla.Karena ini adalah bentuk permintaan maaf, Kayla pun tidak segan. Alangkah baiknya kalau Yuki memberikannya cek!Setelah menerima hadiah itu, dia pun berkata denga
Read more

Bab 56 Pingsan karena Kehilangan Banyak Darah

Ketika berbicara, Arhan sengaja merendahkan suaranya agar terdengar lebih berat dan menarik.Namun, Kayla ketakutan hingga gemetaran. Dia langsung melemparkan ponselnya ke arah datangnya suara.Terdengar suara "buk" dan Arhan merintih kesakitan. Arhan mengangkat tangannya untuk menutupi wajahnya, lalu darah pun mengalir melalui jari-jari tangannya hingga mengenai lantai."Pak Arhan, apa kamu baik-baik saja?" Kayla hendak mencari tisu di tasnya, tetapi dia tidak membawa tas. "Maaf sekali, sewaktu kecil aku pernah dibuntuti oleh orang jahat, jadi lebih sensitif. Setiap ada yang mendekatiku, aku mudah kehilangan kendali."Saat ini, kepala Arhan berdengung hebat. Dia tidak mendengar apa yang dikatakan Kayla. Kalau bukan karena dia masih menggunakan akal sehatnya ... dengan status dan temperamennya yang buruk, dia pasti sudah menampar Kayla!Darah masih belum berhenti mengalir dari hidungnya, dia bahkan curiga apakah hidungnya patah.Sial, kejam sekali!Kayla berkata, "Pak Arhan, bersabarla
Read more

Bab 57 Dia Ingin Menindas Kayla

Kayla masuk ke pelukan Theo dengan malang. Rambutnya yang basah terus meneteskan air, dia bahkan batuk untuk cukup lama. Ketika dia mendongak kepalanya dan melihat wajah pelaku dengan jelas, dia pun bertanya, "Kenapa kamu ada di sini?"Matanya memerah karena terendam air panas, ada butiran air yang menggantung di bulu matanya yang panjang dan lentik hingga membuat tampak sangat menyedihkan.Sungguh membuat orang ingin ....Theo mengerutkan bibirnya dan tak lama kemudian sebuah kata muncul di benaknya ....Menindasnya.Saat ini, Kayla merasa matanya agak sakit dan tenggorokannya juga tidak nyaman. Awalnya, dia datang berendam air panas untuk bersantai, tetapi dia malah hampir tenggelam. Hal ini membuat amarahnya meluap dan dia pun berkata dengan kesal, "Kok kamu bisa masuk?"Seingatnya, dia sudah mengunci pintu.Theo tidak menjawab. Dia hanya menatap Kayla dengan tatapan mengejek, terlihat jelas dia sedang mentertawakan kekonyolan Kayla. Namun, dia masih mengontrol diri dan tidak menunj
Read more

Bab 58 Hubunganmu dengan Pak Theo Sungguh Harmonis

"Kayla." Ini adalah suara Yuki. Kayla yang termenung pun dikagetkan oleh suara yang datang secara mendadak ini. "Ada apa denganmu? Sepertinya kamu kurang sehat."Kayla memiliki kulit putih, meskipun dia tidak merias wajah, kulitnya tampak bagus.Melihatnya berjalan sendirian di belakang, Yuki pun menghampirinya untuk berbasa-basi.Jarak mereka tidak terlalu jauh sehingga kedua pria yang mendengar ucapan Yuki pun berhenti.Ketika Kayla mengangkat kepalanya, dia melihat Arhan sedang menatapnya dengan mesum. Arhan tersenyum nakal padanya, tetapi senyuman itu segera berubah menjadi senyuman ramah.Perubahan ekspresi Arhan sangat cepat sehingga tidak disadari oleh orang lain, kecuali Kayla.Theo mengerutkan keningnya. "Kamu kurang sehat?"Saat Kayla membukakan pintu tadi pagi, dia terlihat sangat kesal.Kayla tidak suka perasaan diperhatikan seperti ini, dia menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Nggak, hanya kurang tidur."Theo menatap Kayla dengan heran. Dia mengulurkan tangannya untuk
Read more

Bab 59 Sepertinya Nyonya Oliver Sangat Berpengalaman

Meskipun dirangkul, Kayla tampak seperti sedang diseret. Karena pengaruh alkohol, sekarang dia benar-benar sangat pusing.Karena mereka telah menandatangani kontrak, tugasnya selesai. Sekarang, keduanya sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Kayla pribadi merasa dirinya adalah orang yang cukup sabar, kalau dia adalah orang yang pemarah, dia tidak mungkin bisa sabar menghadapi Theo selama tiga tahun ini.Namun, sesabar apa pun dia, dia tidak mungkin membiarkan Theo menindasnya seperti ini. "Kerja sama kita sudah berakhir, menjawab pertanyaan bisa dianggap sebagai lembur. Sekarang aku nggak ingin lembur, jadi ...."Dia melambaikan tangannya sambil berkata, "Simpan pertanyaanmu itu."Kayla berbalik dan berjalan menuju jalur keamanan. Kamarnya berada di lantai enam dan restoran berada di lantai dua. Dia lebih memilih untuk naik tangga empat lantai daripada berduaan dengan Theo.Theo menatap punggungnya sambil tersenyum sinis. Ketika Kayla hampir menghilang dari pandangannya, dia kembali me
Read more

Bab 60 Lebih Menyayangimu daripada Pak Theo

Melihat sosok orang yang datang, ekspresi Kayla berubah muram. "Pak Arhan."Wajah Arhan sangat merah dan langkahnya agak terhuyung-huyung, sepertinya dia mabuk. Dia tersenyum nakal sambil menyapa, "Nona Kayla."Mata Kayla tertuju pada kartu kamar yang berada di tangannya. "Sebaiknya kamu jelaskan bagaimana caramu mendapatkan kartu kamarku."Sebenarnya tidak perlu ditanyakan pun Kayla tahu Arhan pasti menyuap staf hotel. Dia mengajukan pertanyaan ini hanya untuk memastikan maksud kedatangan Arhan.Arhan terus menatapnya. "Bukankah Nona Kayla yang menyuruhku untuk memilih tempat yang nggak ada kamera pengawas? Aku datang untuk melaksanakan perintahmu!"Arhan berjalan masuk sambil menutup pintu. Dia menjilat bibirnya dan terus berjalan mendekati Kayla. "Apa ada tempat yang lebih menyenangkan dari kamar? Sekarang kupikir Pak Theo mungkin saja menghabiskan 600 miliar untuk memeliharamu."Meskipun Kayla menggunakan piama panjang yang lusuh dan tidak mengenakan riasan apa pun, dia tetap sanga
Read more
PREV
1
...
45678
...
82
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status