All Chapters of Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius: Chapter 3231 - Chapter 3240

3275 Chapters

Bab 3231

Setelah Joko pergi, Darsa yang berdiri di dalam tenda menghela napas karena saat ini dia benar-benar tidak tahu apa rencana Wira dan yang lainnya. Namun, sekarang dia hanya bisa menebak karena dia tidak mungkin bisa selalu mengetahui semua pergerakan musuh di garis depan.....Di luar tenda, Joko memimpin pasukan kavaleri dan segera bergerak maju karena sudah menerima perintah dari Wira. Tidak peduli apa pun yang terjadi, mereka harus menahan pergerakan musuh.Di dataran terbuka di garis depan, Arhan dan Hayam juga sedang memimpin pasukan kavaleri mereka perlahan-lahan maju. Mereka juga sudah menerima perintah dari Wira sebelumnya, sehingga mereka tahu saat ini mereka harus selalu waspada. Bagaimanapun juga, Wira sudah memperingatkan mereka bahwa pasukan utara memiliki rencana licik, sehingga posisi mereka pasti sangat tidak menguntungkan.Saat pasukan mereka terus bergerak maju, Hayam menatap Arhan dan berkata dengan nada muram, "Sebelumnya, Tuan bilang sekarang kita harus membuat mus
Read more

Bab 3232

Pasukan kavaleri dari kedua belah pihak langsung terlibat dalam pengejaran sengit di dataran selatan Pulau Hulu.Arhan langsung menatap Hayam, lalu mengernyitkan alis dan berteriak, "Ada yang nggak beres. Kali ini musuh malah berani mengejar kita sampai keluar dari Pulau Hulu, ini jelas mencurigakan."Hayam juga merasa bingung dan penasaran mengapa pasukan utara tiba-tiba bertindak seperti menggila. Dia dan Arhan sudah bersiap dan mengatur pasukan terlebih dahulu, sehingga mereka tidak mengetahui rencana musuh. Melihat pasukan utara menyerbu, dia langsung berteriak, "Lebih baik kita kembali dulu baru mencari tahu. Aku merasa ada yang nggak beres dengan pasukan utara ini."Joko yang mengejar pasukan Wira dari arah belakang dengan cepat tiba-tiba mengernyitkan alis. Dia tidak menyangka pengejaran ini malah membuat mereka hampir saja masuk terlalu dalam ke wilayah musuh. Dia pun segera memerintah, "Semua pasukan hentikan pengejaran dan mundur."Para pasukan yang berada di belakang Joko la
Read more

Bab 3233

Begitu Adjie selesai berbicara, Hayam dan yang lainnya segera masuk dari luar. Saat melihat Wira dan yang lainnya, mereka langsung memberi hormat. Arhan juga mengikutinya masuk ke dalam tenda dari belakang.Melihat ekspresi kedua orang itu terlihat aneh, Adjie langsung tertegun. Sebelum Wira sempat berbicara, dia langsung bertanya, "Kenapa? Apa terjadi sesuatu?"Setelah saling memandang dengan Arhan, Hayam menatap Wira dan berkata, "Tuan, kami berdua hampir saja nggak bisa kembali lagi. Entah apa yang terjadi, kali ini pasukan musuh malah berniat untuk bertempur sengit dengan kami. Kalau bukan karena kami segera menyadari situasinya, mungkin kali ini kami nggak akan bisa kembali lagi."Mendengar kejadian itu, Wira langsung tertegun. Saat ini, pasukan musuh seharusnya sudah kelelahan, tetapi mereka malah memilih melawan pasukannya dengan sengit. Merasa perubahan yang mendadak ini memiliki maksud tersembunyi, dia pun secara refleks menatap Adjie yang berdiri di sampingnya.Adjie juga lan
Read more

Bab 3234

Sebaliknya, Arhan malah merasa agak ragu. Dia menatap Wira dan Adjie serta yang lainnya dengan aneh, lalu berkata dengan pelan, "Tuan, apa yang sebenarnya telah terjadi?"Mendengar Arhan bertanya seperti itu, Wira menjelaskan, "Sebelumnya kami sudah memperkirakan sebentar lagi musuh pasti akan mengetahui rencana kita, jadi aku dan Adjie merasa sangat khawatir. Tapi, kami nggak menyangka musuh akan menyadarinya begitu cepat, sehingga mereka menahan kalian agar pasukan di belakangnya bisa punya cukup waktu untuk bersiap-siap."Arhan langsung tertegun sejenak karena dia tidak menyangka masalah ini akan menjadi seperti ini. Namun, dia seolah-olah teringat sesuatu dan berkata dengan nada muram, "Saat sedang memimpin pasukan ke sana, aku dan Hayam menyadari mereka sudah bersiap-siap dan sedang menunggu kami. Jadi, kami merasa rencana kita kali ini benar-benar sudah ketahuan."Mendengar perkataan itu, Wira dan Adjie langsung tertegun.Pada saat itu, Adjie seolah-olah teringat sesuatu dan bert
Read more

Bab 3235

Hayam menganggukkan kepala saat menerima perintah itu, lalu segera berbalik dan keluar.Melihat situasi itu, Adjie terlihat sangat bersemangat. Beberapa saat kemudian, dia tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang?"Setelah berpikir sejenak, Wira perlahan-lahan berkata, "Kalau kita menyerang musuh sekarang, ini bukan pilihan yang tepat. Sekarang kita hanya perlu menunggu kabar dari Hayam. Kalau mereka berhasil mengalahkan Zaki, kita akan segera bergerak dari jalur lain. Kita akan menyerang mereka dari depan dan belakang sekaligus."Mendengar perkataan itu, semua orang langsung menganggukkan kepala dengan semangat. Menurut mereka, rencana Wira kali ini pasti akan berhasil. Lagi pula, jika rencana ini berjalan dengan baik, langkah selanjutnya tidak akan begitu sulit lagi.Melihat situasinya sudah jelas, Adjie tiba-tiba teringat sesuatu. Dia menatap Wira dan berkata dengan pelan, "Tuan, bagaimana kalau aku memerintahkan para saudara kita untuk beristirahat
Read more

Bab 3236

Mendengar perkataan Darsa, Joko mengangguk pelan. Mengingat hal ini saja sudah membuatnya marah. Namun, lawan tampaknya tidak ingin bertarung dengannya saat ini, jadi dia tak bisa berbuat apa-apa.Seolah-olah teringat sesuatu, dia mengernyit dan berkata, "Untuk saat ini, yang penting Zaki nggak ditemukan. Kalau nggak, kita pasti akan menghadapi masalah. Apalagi, kalau sampai dia ketahuan sekarang, itu akan menjadi persoalan yang sangat merepotkan."Mendengar hal itu, Darsa pun mengerutkan dahi. Setelah terdiam cukup lama, dia memandang peta di hadapannya, lalu menghela napas dan berujar dengan suara berat, "Saat ini, sepertinya kita memang nggak punya pilihan lain. Satu-satunya harapan kita adalah Zaki nggak ditemukan oleh mereka."Joko termangu sesaat. Setelah berpikir sejenak, dia berucap dengan suara rendah, "Memang agak merepotkan, tapi yang terpenting sekarang adalah memastikan Jenderal Zaki bisa kembali dengan selamat. Setidaknya, kita harus menyiapkan dua rencana sekaligus."Dar
Read more

Bab 3237

Mendengar hal ini, Joko mengangguk dan berkata dengan suara rendah, "Saat ini, cara terbaik adalah kita harus segera bergerak ke garis depan untuk menghadapi musuh, jadi kita bisa benar-benar menyelamatkan Jenderal Zaki."Mendengar perkataan Joko, Darsa yang berdiri di sampingnya mengernyit. Jika benar demikian, situasinya memang cukup merepotkan.Setelah terdiam cukup lama, Joko kembali berkata, "Tuan, kita nggak bisa ragu-ragu untuk saat ini. Kalau nggak, Jenderal Zaki benar-benar akan berada dalam bahaya!"Mendengar perkataan Joko, Darsa sedikit bimbang. Bukan karena dia tidak ingin mengirim bala bantuan, tetapi karena jika musuh kembali menyerang, keadaan akan benar-benar menjadi sulit.Setelah berpikir lama, Darsa mengerutkan dahi dan berujar dengan suara rendah, "Ini memang bisa dilakukan. Hanya saja, yang harus kita pastikan sekarang adalah melihat situasi dulu.""Satu hal yang perlu diperhatikan dari perkembangan pertempuran sejauh ini, kalau musuh menyerang kita saat ini, aku
Read more

Bab 3238

Setelah terdiam cukup lama, Darsa menatap peta dan perlahan berkata, "Saat ini, tampaknya nggak ada pilihan lain dan kita cuma bisa melakukan ini. Untuk sisanya, kita hanya bisa menyerahkannya pada takdir."Melihat tuannya berkata demikian, wakil jenderal yang berdiri di sampingnya pun mengangguk pelan.Setelah situasi saat ini sedikit lebih terkendali, wakil jenderal itu berkata dengan suara berat, "Tapi, saat ini para prajurit sudah kelelahan, begitu pula dengan kuda-kuda kita.""Dengan kondisi seperti ini, banyak masalah yang bisa timbul. Yang paling penting sekarang adalah memastikan segalanya bisa berjalan sesuai rencana."Semua orang mengangguk setuju. Menurut mereka, banyak masalah memang bisa diselesaikan.Namun, pada saat yang sama, Darsa yang sedang memperhatikan peta dengan cermat tiba-tiba berkata, "Ada yang nggak beres! Kalau kita menyerang Gunung Sembilan Naga dari belakang dan musuh telah memasang jebakan, bukankah akan sangat sulit untuk bertempur?"Wakil jenderal itu t
Read more

Bab 3239

Mendengar Darsa mengatur strategi seperti itu, Joko tertegun sejenak. Setelah beberapa saat, dia berkata dengan heran, "Tuan, saat ini sepertinya bukan waktu yang tepat untuk keluar. Kalau musuh mengetahui pergerakan kita, akan sangat merepotkan."Namun, Darsa tampaknya tidak terlalu khawatir. Dia tersenyum tipis dan menyahut dengan tenang, "Tenang saja, aku sudah mempertimbangkan semuanya. Justru saat ini adalah kesempatan terbaik. Kalau sampai musuh benar-benar mengepung Zaki, dia akan berada dalam bahaya besar."Begitu mendengar penjelasan Darsa, Joko langsung memahami maksudnya. Jika dia membawa pasukan ke depan dan berhasil mengendalikan musuh, mereka akan memiliki kendali penuh atas situasi ini.Saat menyadari hal itu, suasana hati orang-orang membaik. Joko segera memberi hormat kepada Darsa, lalu berbalik dan pergi untuk menjalankan perintah. Dia seperti mendapatkan pencerahan.Setelah Joko pergi, Darsa menghela napas dan berkata, "Sekarang kita hanya bisa berharap pada Zaki. Se
Read more

Bab 3240

Mendengar hal itu, Hayam segera berkata, "Tangkap mereka! Jangan biarkan satu pun mata-mata lolos, bawa semuanya!"Mata-mata yang menerima perintah itu langsung mengangguk, lalu berbalik dan bergerak ke arah lain. Sesampainya di tempat tujuan, mereka segera menangkap semua mata-mata musuh.Hayam dan pasukannya hanya menunggu sesaat sebelum mendengar suara langkah kaki yang tidak beraturan dari luar. Tak lama kemudian, mereka melihat para prajurit membawa sekelompok orang masuk. Jelas, mata-mata dari pasukan utara telah tertangkap.Melihat pemandangan ini, Hayam tersenyum dan memuji dengan suara rendah, "Kerja bagus!"Salah satu prajurit menyeret seorang mata-mata ke depan dan membentaknya, "Berapa banyak pasukan yang kalian bawa kali ini? Cepat katakan yang sebenarnya!"Mata-mata itu tak menyangka mereka akan tertangkap begitu cepat. Wajah mereka tampak pucat. Mendengar suara yang penuh tekanan itu, salah satu dari mereka akhirnya menyahut, "Kami membawa sekitar 30.000 pasukan kali ini
Read more
PREV
1
...
322323324325326
...
328
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status