Home / Fantasi / Sang Kultivator Terbuang / Chapter 101 - Chapter 110

All Chapters of Sang Kultivator Terbuang: Chapter 101 - Chapter 110

128 Chapters

100. Tugas Dari Tetua Agung

Hawa mencekam terasa menyelimuti seluruh ruangan yang terlihat megah. Hawa ini tidak berasal dari luar, melainkan tumbuh dari dalam diri masing-masing Kultivator yang ada di dalam ruangan tersebut. Masing-masing mereka tidak memiliki suasana hati yang baik. Ruangan itu berukuran besar. Sirkulasi udara begitu lancar di ruangan tersebut. Namun, tetap saja setiap mereka merasa kepanasan. Tempat itu adalah aula utama Sekte Bulan Perak. Hari ini, mereka menyambut kedatangan kembali rombongan yang mereka kirim ke Tanah Mutiara Putih. Sambutan itu jelas tidak berbentuk sebuah pesta, mengingat rombongan tersebut baru saja selamat dari bencana yang terjadi di Tanah Mutiara Putih. Kehancuran Tanah Mutiara Putih memang memberi kejutan bagi mereka yang tidak pergi. Namun, ada satu berita lagi yang membuat mereka lebih terkejut. Berita yang membuat Tetua Agung Sekte Bulan Perak menjadi terpukul. Berita yang membuat perasaannya campur aduk antara sedih dan marah. Chen Kun, begitulah nama Tetua A
last updateLast Updated : 2023-06-11
Read more

101. Kehidupan Aneh

"Aaww...!"Rasa sakit di kepala langsung dirasakan oleh Bai Lihai saat ia terbangun. Secara perlahan rasa sakit itu berangsur menghilang setelah ia mengalirkan Qi pada bagian yang sakit. Si pemuda mendudukkan badan di atas ranjang. Bola matanya menangkap pemandangan yang belum pernah ia lihat. Ia berada di tempat yang tidak ia kenal. "Di mana aku! Bukankah seharusnya aku sudah mati! Atau sekarang aku ada di akhirat! Tapi tidak mungkin! Tempat ini tidak seburuk neraka, tapi terlalu buruk untuk dianggap surga," gumam Bai Lihai. Sekilas, Bai Lihai menyadari bahwa ia sedang berada di sebuah gubuk tua yang sebenarnya tidak layah huni lagi. Dinding-dindingnya sudah mulai lapuk. Tinggal menunggu waktu saja untuk roboh. "Apa artinya aku masih hidup, tapi bagaimana bisa." Si pemuda kembali bergumam. Tanpa buang waktu, Bai Lihai turun dari ranjang dan memeriksa tempat itu. Mungkin saja ia bisa menemukan jawaban atas apa yang telah ter
last updateLast Updated : 2023-06-12
Read more

102. Kerasukan Hantu

Terjadi kerumunan di halaman bangunan yang paling besar di desa itu. Hampir seluruh penduduk desa menyaksikan kejadian yang telah terjadi beberapa kali di desa mereka. Dengan Mata Kosmik-nya, Bai Lihai bisa merasakan kekuatan asing di depan kerumunan orang-orang itu. Namun, si pemuda tidak bisa mengetahui apa yang terjadi karena pandangannya terhalang oleh kerumunan. Untuk menjawab rasa penasarannya, Bai Lihai menerobos kerumunan. Sebagai seorang Kultivator, Bai Lihai punya tenaga lebih yang membuat ia bisa menyingkirkan orang-orang yang menghalanginya. Jelas saja, orang-orang itu merasa kesal dengan apa yang dilakukan Bai Lihai. Mereka mengumpat pada si pemuda yang membuka jalan dengan cara yang agak keras. Tidak butuh waktu lama bagi Bai Lihai untuk sampai di depan. Kini, ia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi. Seorang wanita terlihat sedang mencekik seorang pria paruh baya. Wanita itu tampak kusut. Rambutnya acak-acakan ser
last updateLast Updated : 2023-06-13
Read more

103. Rencana Lu Jiwen

"Kau pikir apa yang bisa dilakukan penduduk desa ketika mereka tau ada Kultivator tanpa izin masuk ke desa ini!"Bai Lihai tidak mempedulikan ancaman Lu Jiwen. Penduduk desa bukanlah ancaman bagi Bai Lihai. Yang ia khawatirkan sebenarnya adalah Dewan Kehidupan. Dewan Kehidupan adalah sebuah organisasi yang menjadi penengah hubungan antara Kultivator dan manusia biasa. Mereka bertugas untuk memastikan bahwa Kultivator dan manusia biasa mematuhi kesepakatan yang telah dibuat. Mereka juga memiliki wewenang untuk menghukum siapapun yang melakukan pelanggaran. Selagi tidak ada yang melapor, Dewan Kehidupan tidak akan tau bahwa Bai Lihai memasuki desa manusia biasa tanpa izin. Mungkin Lu Jiwen bisa saja memberi laporan, tapi sebelum ia membuat laporan, Bai Lihai sudah akan meninggalkan desa ini. Laporannya akan sulit diterima karena tidak memiliki bukti yang kuat. Apalagi, Bai Lihai sama sekali tidak menunjukkan kemampuan Kultivator-nya. Tidak ada penduduk desa selain Lu Jiwen yang menget
last updateLast Updated : 2023-06-14
Read more

104. Berbicara Dengan Hantu

"Sebelumnya, aku ingin menjelaskan sesuatu padamu. Praktik Kultivasi-ku masih rendah. Jika Hantu ini lemah, maka aku bisa melenyapkannya, tapi jika Hantu ini kuat, maka aku hanya bisa membuatnya tertidur untuk beberapa tahun. Suatu hari dia akan bangkit lagi." Bai Lihai menjelaskan sejauh mana ia dapat menanggulangi Hantu itu. Lu Jiwen garuk-garuk kepala mendengar penjelasan Bai Lihai. "Sebenarnya, aku ingin Lihai-ge berbicara dengannya. Apa Lihai-ge bisa melakukan itu?"Bai Lihai menatap tajam pada pemuda itu. "Apa kau tidak bisa membaca tingkat Kultivasi-ku? Apa kau tidak tau, dengan praktikku sekarang belum memungkinkan untuk berkomunikasi dengan Hantu?"Bai Lihai tidak perlu menanyakan hal itu karena ia sudah tau jawaban apa yang akan ia dapatkan. Seorang Kultivator baru bisa membaca tingkat Kultivasi Kuktivator lain saat ia sudah mencapai ranah Qi Refining 5. Itu pun dengan syarat Kultivator lain itu tidak menyembunyikan atau memalsukan praktiknya. S
last updateLast Updated : 2023-06-15
Read more

105. Terlalu Mahal

"Kita tidak bisa diam saja. Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan Hantu itu meneror kita," ucap Kepala Desa pada salah satu petinggi desa. Kepala Desa yang memiliki nama keluarga Meng itu jelas merasa tidak nyaman dengan teror Hantu yang menyerang desa mereka. Terlebih lagi, teror itu lebih ditujukan pada dirinya.Tiap kali ada warga yang kerasukan Hantu, selalu saja Tuan Meng atau orang-orang kepercayaannya yang diserang. Mungkin mereka tidak bisa memastikan, tapi mereka bisa menduga-duga kira-kira roh siapa Hantu ini. Dugaan mereka tertuju pada seorang pegawai desa yang mati tidak lama sebelum kemunculan Hantu. Itu sangat beralasan mengingat kematian pegawai itu berhubungan dengan mereka. "Satu-satunya cara kita menangani Hantu ini adalah dengan menyewa seorang Kultivator. Tapi, ini juga beresiko. Rahasia kita bisa terbongkar," lanjut Kepala Desa. Kultivator dari aliran putih biasanya memiliki aturan tersendiri dalam menangani Ha
last updateLast Updated : 2023-06-16
Read more

106. Membuat Dua Jimat

"Apa Lihai-ge tidak mempercayaiku! Aku tidak akan mengambil keuntungan dalam situasi ini." Lu Jiwen terus meminta Bai Lihai mengeluarkan uang membeli Jimat Suara Hantu. Bai Lihai sama sekali tidak menanggapi perkataan pemuda itu. Ia duduk bersila di satu sisi ruangan sambil membaca sebuah Manual yang ia keluarkan dari dalam Cincin Ruang. Ini membuat Lu Jiwen merasa Bai Lihai tidak mempercayainya. Bisa saja Bai Lihai curiga Lu Jiwen akan memalsukan harga Jimat Suara Hantu untuk mendapatkan keuntungan. Padahal, ia sama sekali tidak bermaksud demikian. "Kalau Lihai-ge tidak mempercayaiku, Lihai-ge sendiri yang pergi membelinya, bagaimana!" lanjut Lu Jiwen. "Ide bagus! Tapi aku perlu Plakat Putih untuk keluar dari desa ini. Berikan benda itu padaku sekarang!" ucap Bai Lihai sambil menutup kembali Manual yang ia baca. Lu Jiwen dibuat terdiam. Ia salah memberi ide. Untuk membeli Jimat Sura Hantu, Bai Lihai perlu pergi ke kota khusus. Untuk
last updateLast Updated : 2023-06-17
Read more

107. Perdebatan Dua Pemuda

"Bawa aku ke makam pegawai yang menjadi Hantu itu!"Setelah menyelesaikan membuat Jimat Suara Hantu dan Jimat Penggerak Hantu, Bai Lihai segera menemui Lu Jiwen. Ia ingin pemuda itu membawanya menuju makam pegawai yang menjadi Hantu. "Untuk apa Lihai-ge ingin pergi ke tempat itu?" tanya Lu Jiwen penasaran. "Kau masih bertanya untuk apa. Sudah jelas ini untuk menyelesaikan masalah Hantu ini. Aku ingin menyelesaikannya hari ini juga agar aku bisa langsung pergi esok hari," jawab Bai Lihai. Lu Jiwen garuk-garuk kepala. Pemuda itu tidak tau bahwa Bai Lihai saat ini sudah memiliki Jimat Suara Hantu, sehingga Lu Jiwen dibuat bingung, dengan apa Bai Lihai akan menyelesaikan masalah Hantu ini. "Kenapa kau diam saja? Cepat tunjukkan tempatnya!" Bai Lihai kembali memperjelas perintahnya setelah ia melihat Lu Jiwen yang hanya diam saja. "Baiklah!"Meski dilanda kebingungan, Lu Jiwen tetap mengikuti apa yang dikatakan Bai Lihai
last updateLast Updated : 2023-06-18
Read more

108. Keputusan Kepala Desa

"Maaf Senior! Kalau boleh tau, bagaimana cara Senior masuk ke desa ini tanpa dianggap pendatang ilegal oleh Array Detektor?"Meski Kepala Desa tidak senang dengan kehadiran Bai Lihai, ia tetap bersikap sopan pada pemuda itu. Biar bagaimanapun, seorang manusia memiliki rasa hormat atau lebih tepatnya rasa takut pada seorang Kultivator. Dari pada mencari masalah, lebih baik bersikap merendahkan diri. Pertanyaan dari Tuan Meng itu terbilang wajar. Plakat Putih yang merupakan izin untuk seorang Kultivator masuk ke kota dan desa hanya bisa dikeluarkan oleh pemimpin kota atau desa. Namun, Tuan Meng sama sekali tidak pernah mengeluarkan Plakat Putih itu untuk Bai Lihai, sehingga membuat ia kebingungan bagaimana Bai Lihai bisa masuk ke desa tanpa dianggap pendatang ilegal oleh Array Detektor. Bukan hanya Tuan Meng, Tuan Ji dan Tuan Chu yang dibuat bingung, tapi Bai Lihai dan para penduduk desa yang merasakan hal yang sama. Pandangan Bai Lihai mengarah
last updateLast Updated : 2023-06-19
Read more

109. Kemunculan Hantu

Tanpa membuang waktu, Bai Lihai dengan cepat menempelkan Jimat Penggerak Hantu pada batu nisan di makam si pegawai. Ia tak perlu mengalirkan Qi secara manual, karena Jimat ini bekerja secara otomatis ketika bersentuhan dengan batu nisan.Dengan begitu, pemuda itu beserta para penduduk desa sekarang hanya perlu menunggu dengan sabar hingga hantu muncul.Ada dua kemungkinan yang terjadi, Hantu akan muncul dengan wujud aslinya atau ia akan masuk ke dalam tubuh salah satu penduduk desa. Sebelumnya, Hantu ini selalu muncul dengan cara merasuki warga. Namun, kali ini tidak menutup kemungkinan ia akan muncul dengan wujud aslinya, mengingat kemunculannya kali ini dilakukan dengan cara dipaksa. Seketika, muncul asap di wilayah pemakaman. Asap itu itu berkumpul dan berubah menjadi sesosok wanita muda dengan tubuh yang sedikit trasparan. Para penduduk langsung sedikit ketakutan melihat wujud itu. Namun, secara perlahan mereka mulai membiasakan diri.
last updateLast Updated : 2023-06-20
Read more
PREV
1
...
8910111213
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status