Home / Horor / SEHARUSNYA KAU IKUT MATI / Chapter 91 - Chapter 100

All Chapters of SEHARUSNYA KAU IKUT MATI: Chapter 91 - Chapter 100

112 Chapters

90-AIR

Entah sudah jam berapa sekarang, namun matahari sepertinya masih enggan untuk menampakan dirinya dan mengusir semua yang jahat di Desa Muara Ujung ini.Langit masih dikuasai oleh bulan dan bintang-bintang yang menyinari dengan sinarnya yang redup, ditambah dengan angin dingin yang berhembus kencang sehingga membuat hutan yang ada di dekat desa terlihat seperti sebuah tempat yang benar-benar menyeramkan dan begitu mistis.Hal itu benar-benar dirasakan oleh Adi, Supri, Tono dan Ali, yang kini berpencar ke segala arah untuk mencari sesuatu yang mereka sendiri belum tahu bentuknya seperti apa.Senter-senter yang mereka bawa kini di arahkan ke berbagai sudut dari tempat itu.Tempat yang diisi oleh batu-batu besar di tengah hutan yang saling bertumpuk satu sama lain, batu yang mencuat dari tanah seperti sebuah bongkahan dari bekas letusan gunung yang batunya terlempar ke tempat ini.Batu-batu tersebut sebagian sudah berlumut, bahkan beberapa dari mereka terdapat sebuah pohon yang tumbuh di
last updateLast Updated : 2023-01-30
Read more

91-MENANGIS

Suasana di Desa Muara Ujung tampaknya masih mencekam, hal itu dirasakan oleh semua warga di Desa Muara Ujung yang tampaknya masih belum tertidur pulas atas apa yang terjadi di luar rumah mereka.Tampaknya, desas-desus akan sesosok makhluk yang menjadi teror dan membuat semua orang di desa menjadi targetnya sudah sampai ke telinga mereka secara perlahan, apalagi ada empat orang yang selamat seperti Ali, Supri, Adi dan Tono yang semakin menguatkan desas-desus itu di para warga desa.Terlihat, seseorang yang tampak sedang duduk di depan rumah dengan pintu yang terbuka. Dia hanya duduk dengan tatapan kosong ke arah sebuah jalanan yang sepi tanpa berbicara apapun pada malam itu.Baju yang dia pakai dari tadi pagi belum sempat dia ganti, kesedihannya akan seorang anak yang harus kehilangan nyawanya masih terpancar dari wajahnya yang sedikit pucat.Dia hanya terduduk lesu, dengan pintu rumah yang terbuka sehingga membiarkan angin malam yang dingin masuk ke dalam rumahnya.Lampu-lampu lima wa
last updateLast Updated : 2023-01-31
Read more

92-BENDA

Deg, deg,Aku yang tertunduk tepat di depan batu yang menjadi sebuah penanda makam Satria tiba-tiba merasakan sesuatu yang ada di belakangku.Sebuah tekanan yang kuat muncul di sertai dengan hawa dingin yang menusuk kulit.Apalagi, pada saat itu aku mendengar sebuah suara dari Ayu yang memanggilku pada saat itu.‘Kenapa dia ada disini, bukannya dia ditahan oleh orang tua itu?’ gumamku.Hosh,Hosh,Hosh,Nafasku tiba-tiba berat ketika aku memikirkan sesuatu yang buruk yang langsung tersirat dari dalam kepalaku pada saat itu.‘Ja-jangan-jangan…’Aku langsung mengusap air mataku disana, perasaan sedih yang awalnya aku rasakan tiba-tiba berubah menjadi perasaan takut yang langsung muncul begitu saja dan menghilangkan semua kesedihan yang ada di depan makam Satria.Tubuhku seketika bergetar dengan hebat, aku yang sedang menunduk mau tidak mau harus menoleh ke arah belakang dimana asal suara itu berasal.Aku menjadi takut.Takut kepada anakku sendiri.Takut kepada Ayu.Takut kepada wajahnya
last updateLast Updated : 2023-02-01
Read more

93-DUA BATU

Bab 93Sraaak, sraak,Di dalam kegelapan, tampak tebasan dari sebuah parang memotong semak-semak belukar yang menghalangi jalannya untuk dirinya berjalan.Dia tidak bisa mempercepat langkahnya pada saat itu, karena kedua tangannya membawa benda yang memperlambat langkah kakinya.Sebuah buku yang lumayan besar dia pegang di salah satu tangan kirinya, lalu di tangan kanannya sibuk menebas semak-semak oleh parang yang dia bawa dengan sekuat tenaga.Sebuah buku tua yang satria sembunyikan, buku yang tadi dia temukan di dekat sebuah bukit kecil yang berada di tengah hutan. Buku yang beberapa lembarannya sudah lapuk, namun ada sebuah tanda yang terbuat oleh kertas berwarna hitam sebagai penanda bahwa buku itu sudah pernah dibuka sebelumnya.Dia tidak merasa kesulitan menerobos semak-semak hutan yang gelap dengan duri-duri tajamnya yang mungkin saja bisa melukainya, karena di setiap langkah kakinya, ada sebuah cahaya senter kecil yang sengaja dia ikat di kepalanya menggunakan sebuah kulit po
last updateLast Updated : 2023-02-03
Read more

94-TERBANGUN

Aku yang sudah pasrah akan hidupku yang mungkin akan berakhir di tangan Ayu, tiba-tiba mendengar suara teriakan.ARGGGGGHHHHHHH!“SIAPA YANG MELEMPARKAN BENDA ITU KE ARAHKU?” kata Ayu yang tiba-tiba merasa kesakitan sambil mundur dan berteriak dengan sekencang-kencangnya.“Enyah kau dari dunia ini Iblis!”Ucok seketika berteriak sambil mengangkat parangnya juga buku tua yang sudah dia buka di atas tanah, buku tua tersebut membuat batu yang dia lemparkan ke arahku bersinar dengan terang, dengan warna hijau dan kuning keemasan sehingga Ayu seketika mundur sambil menutup matanya menjauhiku dan seketika menghilang di dalam kegelapan malam.Seketika, aku langsung menoleh ke arah Ucok. Aku dengan jelas melihat dirinya menatap Ayu dengan tatapan kemarahan yang memuncak. Tak lama, Ucok langsung berlari, membiarkan buku tua yang dia temukan itu terbuka secara lebar, dan menghampiriku setelah dia memastikan bahwa Ayu sudah tidak ada lagi disana.“Minah, kamu tidak apa-apa?” kata Ucok yang mende
last updateLast Updated : 2023-02-04
Read more

95-TANGAN

Krosak, krosak, krosak,“Di, tungguin gue, gue dah gak sanggup lari lagi!”Supri yang berlari di antara pepohonan hutan terlihat sangat kecapean, beberapa kali kakinya tersandung, belum lagi dengan luka lebam yang ada di tangan dan kakinya ketika menabrak pepohonan yang tinggi dan rimbun di tengah-tengah kegelapan malam, membuat langkah kakinya secara perlahan-lahan melambat.Sedangkan tiga orang lainnya masih berlari di depannya dengan wajah-wajah mereka yang pucat seperti sedang dikejar oleh sesuatu dari belakang.“Cepetan Supri gob*og, lu mau mati juga seperti orang-orang yang mengejar lu itu!” kata Adi yang berbalik dan menunggu Supri yang masih berlari untuk mendekati mereka semua.“Kenapa dia datang ya? Aku masih merinding kalau melihat tubuhnya yang penuh dengan benda tajam di tubuhnya.”“Apalagi, apalagi…”“Argggghhh!”“Kenapa sih lu malah dateng Yo, lu udah mati, kenapa lu muncul di depan kita?”Ali yang berada paling depan langsung kembali memalingkan muka, setelah melihat S
last updateLast Updated : 2023-02-05
Read more

96-ASAL SUARA

Ali yang merasakan bahwa pundaknya dipegang sesuatu hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.Begitu juga dengan ketiga orang yang sedang bersembunyi di semak-semak hutan, mereka hanya menunduk dan tidak berani melihat apa yang terjadi disana.Mereka semua ketakutan, mereka tahu bahwa nyawa mereka tidak aman sekarang, sehingga mereka hanya berjongkok tanpa tahu bahwa yang memegang pundak tersebut adalah…“Seharusnya kalian berdiam diri saja dirumah, jangan kalian memaksakan diri kalian untuk mencari hal ini, karena ini berakibat fatal untuk kalian,” katanya dengan nada yang sedikit mengancam.Rupanya, seseorang yang dia temui di tengah hutan yang gelap itu adalah Bu Cucu.Entah bagaimana dia bisa sampai menemukan mereka, namun yang pasti hal itu membuat Ali yang tadinya ketakutan mendadak bertanya-tanya, bahkan dirinya merasa tidak percaya bahwa dia melihat Bu Cucu yang berjalan sendirian menghampiri mereka semua di tengah-tengah kegelapan malam.“Bu, Bu, Bu Cucu? Bu-bukanya
last updateLast Updated : 2023-02-06
Read more

97-LEHER

Banyak yang tidak tahu, di dunia ini, tidak semua makhluk bisa diusir dengan mudah. Kuntilanak, pocong, tuyul, genderuwo, juga makhluk-makhluk lain yang hanya muncul dan menakut-nakuti manusia di sekitarnya. Namun, diluar sana, ada juga makhluk yang senantiasa datang dan meneror kita semua sehingga bisa saja para manusia itu menjadi korban. Apalagi, makhluk tersebut adalah sesuatu yang sudah ada dan menjadi suatu mitos yang kuat secara turun-temurun dari salah satu adat yang sudah berlangsung selama ribuan tahun lamanya. Makhluk-makhluk tersebut menjadi teror, sehingga mereka tidak bisa dimusnahkan dengan mudah, namun mereka hanya bisa dilemahkan dan ditaklukan, termasuk disimpan di dalam manusia yang bisa mengontrol makhluk tersebut di dalam dirinya agar tidak lepas kendali. Karena kalau tidak… Maka akan terjadi seperti yang terjadi yang aku alami sekarang. Hihihihi Hihihihi Suara dari sebuah tawa yang muncul di tengah malam menggema di sekitarku dengan Ucok pada waktu itu. Te
last updateLast Updated : 2023-02-08
Read more

98-PENGORBANAN

Brug Tubuhku kembali ambruk, setelah aku merasakan bahwa Ayu tiba-tiba muncul di belakangku secara tiba-tiba. Ucok yang pada waktu itu seperti dikelabui oleh dirinya pun tiba-tiba tersadarkan, dan dia merasa bingung ketika sebuah teriakan yang langsung diarahkan kepadanya membuat dirinya menggelengkan kepalanya beberapa kali bahkan memukul-mukul keningnya dengan salah satu tangannya. Seketika, aku melihat ke arah kiriku, dan disana terlihat Bu Cucu yang berjalan perlahan menghampiriku bersamaan dengan beberapa orang yang ada di belakangnya. Ali, Tono, Adi dan Supri yang terlihat kecapean karena mengejar Bu Cucu berlari kini berjalan dengan nafasnya yang terengah-engah. “Ucok!” Bu Cucu kembali berteriak, raut wajah yang penuh amarah terlihat dengan jelas. Sebenarnya dia tidak marah ke Ucok pada saat itu, namun dia marah terhadap Ayu yang lepas kontrol sehingga menimbulkan banyak korban yang ada di Desa Muara Ujung ini. “Kamu sudah sadar kan Cok, ku lihat kamu seperti sedang diper
last updateLast Updated : 2023-02-10
Read more

99-KELUAR DESA

Waktu malam terasa sangat lama, apa hanya pikiranku saja atau memang malam ini adalah malam yang panjang yang harus aku lalui dengan kejadian yang seharusnya tidak terjadi di Desa Muara Ujung ini.Aku meninggalkan Bu Cucu sendirian di pemakaman, bersamaan dengan tiga benda yang Satria sembunyikan disana.Ucok, aku serta empat orang lainnya berjalan menyusuri perkebunan yang becek dan berlumpur, sesuai dengan instruksi dari Bu Cucu yang dia bicarakan kepada kita semua.Awalnya aku ragu untuk meninggalkan Bu Cucu sendirian di sana, aku takut nasibnya akan sama dengan Pak Dani. Yang meninggal tepat di dekatku dengan tubuhnya yang tertancap oleh batang-batang pohon besar ketika sedang menyelamatkanku pada waktu itu.“Bang, bagaimana memberitahu warga agar malam ini mereka bisa pergi dari Desa Muara Ujung ini?”“Karena tidak mungkin mereka pergi begitu saja dari tanah harapan ini kan?” kata Ali yang berjalan mengikuti Ucok dan aku yang ada di depannya.HaaaahhhUcok menghela nafas panjang,
last updateLast Updated : 2023-02-10
Read more
PREV
1
...
789101112
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status