Alasan Lembur Suamiku Setiap Malam 36 PoV Dania "Sini, Mbak, aku bantu pijit." Ranti tiba-tiba mengerakkan tangannya di atas bahuku. Sungguh ini di luar pikiranku. Ternyata Mbak bisa mengendalikan orang menjadi seperti ini atas kesadarannya sendiri. Tadi pun aku masih terkejut ketika melihat dan mendengar dengan mata dan telinga sendiri mereka mengucapkan salam, apalagi sekarang. Aku langsung punya tukang pijit gratis. "Biarkan saya yang membuat minum," ucap Tante Irma dan langsung terburu-buru pergi ke dapur, tapi Mbak langsung menariknya lagi sampai dirinya berdiri di hadapanku. "Aku belum percayakan makanan dan minuman orang-orang yang ada di sini kepada kalian berdua. Jadi, untuk dua hal itu biar aku yang pegang. Kalian fokus ke kebersihan rumah saja," tegas Mbak. Jangankan kedua orang itu, aku sendiri sedikit tegang. Cara bicaranya memang biasa, tapi raut wajahnya itu bisa membuat siapapun yang melihatnya takut. Apalagi dengan lirikan matanya. Duh, bukan main. "Sip, Mbak.
Huling Na-update : 2022-09-26 Magbasa pa