Jadi apakah benar Agung ada main dengan Caca? pikiran itu kembali membuat Kiran melamun di dalam mobilnya Lukman. "Mbak. Mbak Kiran. Enggak jadi turun, Mbak?"Lukman menegur Kiran hingga beberapa kali sampai Kiran sadar. "Eh, iya, Pak Lukman. Sudah sampai kan, Bapak bisa turun sekarang." "Lho?" "Eh, kenapa jadi saya yang nyuruh Bapak turun dari mobil ya? Duh, maaf ya, Pak. Pikiran saya lagi ruwet." Lukman tertawa kecil melihat tingkah Kiran. "Saya permisi ya, Pak. Sekali lagi maaf. Terima kasih juga." Lukman mengangguk dan tersenyum saat Kiran turun dari mobilnya. Namun, belum sempat ia menyalakan mesin mobilnya kembali, Kiran sudah berada di samping mobil sambil mengetuk kaca jendela mobilnya. "Ada apa lagi, Mbak Kiran?" tanya Lukman sambil menurunkan jendela mobilnya. "Pak L
Terakhir Diperbarui : 2022-04-17 Baca selengkapnya