Aira menatap nanar bangunan bercat putih di depannya dengan halaman cukup luas yang dikelilingi pagar besi. Di mana sebagian pagar tampak mulai karatan. Di sebelah kiri bangunan berdiri plang besar bertuliskan Panti Asuhan Bunda.Aira meremas ujung rok dengan perasaan bergolak. Dia tidak menyangka, bahkan dalam mimpi pun, nasibnya berakhir di panti asuhan ini setelah kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya. Lalu, sang paman menolak merawatnya.Aira tahu ketidakberdayaan sang paman karena mendapatkan istri pemarah seperti Bibi Mey. Alasan Bibi Mey menolaknya karena beban hidup mereka sudah berat dengan empat orang anak, jika ditambah Aira, maka akan semakin memberatkan.Jadi di sinilah keputusan pamannya menempatkan dirinya. Awalnya Aira menolak, dia tidak ingin tinggal jauh dari sang paman. Sementara itu, Dion tak ada pilihan lain, dia tak tega melihat Aira dimarahi istrinya saban hari.Apa salahnya anak perempuan itu sehingga harus bernasib malang.
Last Updated : 2022-01-25 Read more