Home / Romansa / MY BABY / Chapter 41 - Chapter 50

All Chapters of MY BABY: Chapter 41 - Chapter 50

52 Chapters

41 : Hey, Senorita..

TITI POV            Memang susah mencari kerjaan di jaman now.  Apalagi buat aku yang belum lulus kuliah.  Yang punya ijazah S2 aja banyak yang menganggur kan?  Ih, kok aku jadi pesimis? Semangat, Titi!              Meski aku berusaha menyemangati diri sendiri, namun ditolak melulu membuat mentalku down.  Bagaimana kehidupan kami kalau aku tak sesegera mungkin mendapat kerja?  Chocho sangat bergantung padaku, kasihan kalau dia menderita bersamaku.  Mana uang belanja kami makin menip.. eh!  Aku baru sadar, perasaan uang belanja kami masih ada terus.  Atau lebih banyak?  Masa bisa uang beranak-pinak?!Ck, kayaknya otakku jadi error gegara suntuknya diriku.  Siang ini aku baru saja menerima penolakan kesekian kalinya dari kantor perusahaan hrd
last updateLast Updated : 2021-07-01
Read more

42 : The New Chocho

TITI POVAku sungguh tak mengerti, ada apa dengan Chocho?  Apa yang terjadi padanya hingga ia terlihat begitu berbeda?  Ia bukan Chochoku yang imut lagi, ia nampak dewasa."Berapa umurmu sekarang, Chocho?" tanyaku penasaran."Hampir sembilanbelas, Kak Titi," jawab Chocho otomatis."Bukan itu, kau tahu maksud Kak Titi."Yang kumaksud umur mentalnya, bukan umur fisiknya.  Chocho pasti tahu itu.  Dia tersenyum misterius."Chocho dah besar.  Soal umur Chocho gak paham.  Ayo, Kak Titi pakai ini," dia menyodorkan helm merah padaku."Ini helm bukan?""Iya Kak Titi, itu bukan batok kelapa," goda Chocho geli."Chocho, siapa yang mau naik motor?  Kak Titi masih takut nyetir motor."Aku udah lama banget gak naik motor, jadi gak pede mengendarai motor sendiri."Tenang saja, Kak Titi.  Percaya pada Chocho.  Duduklah disini," Chocho menepuk sadel belaka
last updateLast Updated : 2021-07-01
Read more

43 : Sama-sama Bocah

TITI POV"Chocho, Kak Titi berangkat dulu ya," pamitku pada suami bocahku."Sebentar, Kak Titi!  Chocho antar," teriak Chocho dari dalam kamar."Chocho di rumah saja ya, Kak Titi kan berangkat kerja.  Bukan main-main!"Sesaat aku lupa kalau Chochoku telah semakin besar.  Ehm, maksudku umur mentalnya.  Kini dia seperti abg berusia 15 tahun, namun bersikap sok dewasa!Chocho mengintip dari balik pintu kamar dengan raut wajah kesal."Ih, kenapa sih Chocho gak boleh antar Kak Titi?!  Pasti ada sesuatu di tempat kerja Kak Titi!" katanya curiga.Olala, suami bocahku mulai parno.  Penyakit lelaki dewasa yang cemburuan."Bukan begitu Chocho, Kak Titi kerja.  Maksud Kakak, disana nanti Kakak tak bisa menjaga Chocho.  Terus Chocho nanti pulang sama siapa?" ujarku beralasan.Chocho mendecih kesal."Duh, ngapain Chocho dijaga?  Chocho dah besar, Kak Titi! &n
last updateLast Updated : 2021-07-01
Read more

44 : Pindah

TITI POVKehidupan kami mulai membaik.  Berkat pendapatan yang diperoleh Chocho sebagai model, kami bisa menyewa rumah dengan kondisi yang lebih baik.  Hari ini kami pindahan, Mas Gino dan Ginuk khusus datang membantu proses pindahan kami.  Tapi barang-barang kami gak banyak, jadinya Ginuk malah bantuin makan doang.  Hehehe.."Haishhhh, iki toh jajanan yang ta lihat di tivi.  Ternyata begini rasanya, enakan jemblem!" komentar Ginuk sambil mengunyah telo kekinian yang diolah secara modern."Bilangnya ndak enak, tapi ya kamu abisno, Dek," timpal Mas Gino, meledek adiknya yang gembul."Eman toh, daripada mubazir!  Yang kurus-kurus macam Chocho sama Titi pasti ndak sanggup makan banyak," kilah Ginuk."Halah, alasan!  Bilang aja doyan," aku ikut menggoda Ginuk.Kucubit pipi tembemnya, hingga dia greget.  Ginuk mengejarku yang berlari menghindari cubitan balasannya.  Jiahhhh, aku
last updateLast Updated : 2021-07-01
Read more

45 : Ambigu Chocho

XANDER POVHari ini Gladhys nampak beda.  Dia yang biasanya bersikap acuh padaku, kini berlagak mau jadi istri yang baik.  Aku hanya tersenyum sinis menanggapinya.  Ada mommy datang menginap ke rumah kami, paling dia hanya pencitraan didepan mertua.  Tapi biarlah, kuikuti saja permainannya. Aku menikmati perlakuan manis nan munafik dari istriku.Hari ini Mommy minta diantar ke supermarket, Gladhys merayuku mengantar mereka.  Dan disinilah kami, berada di supermarket yang cukup jauh dari rumah kami."Apa tidak ada supermarket yang buka di sekitar rumah kita?" dengusku sinis.Gladys tersenyum manis seraya menepuk pelan pahaku."Sayang, aku sengaja mencari yang lokasinya jauh.  Supaya bisa menikmati perjalanan penuh kemesraan bersamamu."Mesra apanya, hah!  Istriku sungguh munafik.  Namun aku juga tak kalah munafiknya."Baiklah, Sayang.  Aku akan menikm
last updateLast Updated : 2021-07-01
Read more

46. Intimidasi Licik

TITI POVChocho pulang dengan wajah muram.  Aku balas memeluknya ketika ia memelukku dan menaruh kepalanya di bahuku.  Pasti ada sesuatu yang terjadi, seharusnya ia belum saatnya pulang."Chocho, ada sesuatu yang terjadi?" tanyaku lembut."Yang kukhawatirkan terjadi juga, mereka sudah bertindak."Maksudnya mereka itu siapa?"Chocho, siapa yang menganggumu?" tanyaku to the point."Siapa lagi?  Mommy!" dengus Chocho kesal.Dia mengangkat wajahnya dan menatapku galau."Titi, apapun yang terjadi jangan lepaskan aku.. seperti Titi melepas Kak Xander!"Oh, dia mulai ketakutan lagi gegara masalah ini.  Perpisahanku dengan Mas Aro begitu membekas di hatinya dan menimbulkan trauma.  Aku mengelus rambutnya lembut, kutatap dia intens."Kali ini aku akan berjuang, Chocho.  Demi cinta kita!" tandasku mantap.Mata Chocho berpijar penuh kebahagiaan men
last updateLast Updated : 2021-07-10
Read more

47 : It's too late (1)

TITI POVSudah malam.Chocho masih belum menyusul tidur.  Aku penasaran, apa sih yang dilakukannya sedari tadi?  Main game di laptop?  Secara Chocho asik sekali berkutat dengan laptopnya sejak siang tadi.Kuhampiri Chocho sambil membawakannya camilan tengah malamnya, sate buah."Hei cowok gantengku, bisakah kau berhenti sebentar dari apapun yang kau kerjakan untuk menikmati sate buah manis ini bersamaku?" tanyaku dengan mata mengerling kenes.Chocho melirik dengan gaya menggoda."Ya, buahnya terlihat manis dan menantang."Menantang?  Sepertinya itu bukan istilah yang tepat untuk menggambarkan sate buah yang kubawa.  Kecuali yang Chocho maksud..  Aku melirik dadaku sendiri.  Buah dada?  Chocho tertawa terbahak melihat respon yang kutunjukkan.  Ohhhhhh, pasti itu yang dimaksudnya!!  Astaga, bocah ini berubah jadi mesum sekali!  Dengan gemas k
last updateLast Updated : 2021-07-10
Read more

48 : It's too late (2)

XANDER POV Kabar itu sangat mengagetkanku.  Titikoma mengalami musibah.  Aku juga tak jelas musibah seperti apa yang menimpanya, tapi sepertinya ada kaitannya dengan keterlibatan Mommy di dalamnya. Kali ini Mommy sungguh keterlaluan!  Aku harus menegurnya.  Namun untuk saat ini aku memutuskan untuk memastikan keadaan Titi.  Apakah Chocho dapat mengurusnya dengan baik? Bergegas aku meraih kunci mobilku dan melangkah meninggalkan rumah.  Menuju ke mobilku. "Tunggu!" Aku mendengus mendengar seseorang yang berusaha menahan kepergianku. "Om, aku ikut!" Eh, dia bukan berniat memintaku tinggal?  Aku tersenyum sinis padanya. "Jangan sembarangan meminta ikut bila kau tak tahu tujuanku hendak kemana!  Bagaimana seandainya aku berniat pergi ke tempat pelacuran?" Gladhys balas tersenyum mencemooh, bibirnya yang manyun membuatku gemas ingin meng
last updateLast Updated : 2021-07-10
Read more

49 : Trick n Trick

GLADHYS POVAku hamil.Tapi tak ada yang menyambut kehamilanku dengan riang gembira.  Papa mertuaku hanya mengucapkan selamat dengan wajah datarnya.  Sebelas duabelas dengan anaknya yang sekaligus suamiku."Jaga kandunganmu baik-baik."Uni mengangkat sebelas alisnya, gemas."Hanya itu yang dia ucapkan?" cetus Uni menanggapi ucapanku sebelumnya.        Aku mengangguk, "mending.  Awalnya kupikir dia tak menghendaki bayi kami."Bukan aku yang kesal, malah Uni yang panas hati."Eyke dah bilang, jangan bucin Say.  Keluarga suami lo emang gak beres semua!  But btw, dimana mom mertua lo.  Mestinya dia yang antusias kalau tahu lo hamil."Seharusnya begitu.  Tapi udah lama aku gak melihat Mommy."Itulah, dia menghilang.  Aku juga heran.  Kemana dia gerangan?""Jangan-jangan..."  Uni men
last updateLast Updated : 2021-07-10
Read more

50 : Yang Kembali Hadir

TITI POV            Belakangan ini Chocho sibuk sekali.  Entah apa yang dikerjakannya.  Dia sering mengadakan meeting bersama orang-orang kepercayaannya.  Di satu pihak aku bangga melihat kesuksesan Chocho, tapi di lain pihak aku nyaris tak mengenali Chocho yang sekarang.            Bukan berarti cintanya padaku berubah.  Aku yakin dia masih mencintaiku seperti dulu.  Hanya saja, aku kehilangan sosok Chocho yang polos dan berhati hangat.  Dia menjadi keras, dingin, dan sulit mempercayai orang lain.  Hanya padaku Chocho masih bisa bersikap hangat dan penuh kasih.            Malam ini dia pulang larut, dan segera menemukanku yang tertidur di sofa menungguinya.  Dia memandangku penuh cinta, lalu mengecup dahiku.&
last updateLast Updated : 2021-07-10
Read more
PREV
123456
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status