Home / Urban / Suami Dibuang Sayang / Chapter 1891 - Chapter 1900

All Chapters of Suami Dibuang Sayang: Chapter 1891 - Chapter 1900

3330 Chapters

Bab 1891

Alfred pulang ke rumah dengan menyembunyikan kekecewaannya. Saat dia masuk ke ruang kerja Teddy, Alfred bertanya, "Ayah, ada apa?"Teddy mencium bau parfum wanita dari baju Alfred. Hal ini membuatnya mengerutkan dahi. Apakah Alfred pikir dia bisa menyembunyikan apa yang dilakukannya di kantor?"Sekretarismu berganti parfum. Apa kamu yang mengirimkan parfum itu?" tanya Teddy. Alfred terpana. Kemudian dia berkata, "Ayah, ayo kita bicarakan bisnis saja.""Aku sudah menutup mata dengan apa yang kamu lakukan di kantor, tapi itu tidak berarti aku tidak tahu apa-apa. Ini terakhir kalinya aku peringatkan. Jangan macam-macam di kantor. Itu adalah daerah kekuasaanku. Jika kamu tidak bisa membuat Keluarga Tian lebih baik, aku akan menyimpan semua keuntungan Keluarga Tian, kamu tidak akan mendapatkan sepeser pun," ujar Teddy. Alfred sudah sering mendengar ancaman dari ayahnya, tapi soal wanita, dia tidak bisa terima. Lagi pula, dia adalah laki-laki normal yang memiliki hawa nafsu. "Jangan
Read more

Bab 1892

Ide pensiun dari dunia preman sudah lama dipikirkan oleh Mark. Dia tahu karir pekerjaan di dunia ini sangat berbahaya. Bisa saja akhir hidupnya berakhir mengenaskan. Supaya bisa pensiun dengan tenang, Mark memang berencana untuk bisa keluar dari sana. Namun, tidak semudah itu untuk pensiun. Mark punya banyak musuh. Saat dia pensiun nanti, musuh-musuhnya akan membalaskan dendam. Di saat itu, Mark tidak punya perlindungan apa-apa. Jadi untuk pensiun, Mark harus menyerahkan posisinya kepada orang yang bisa dia percayakan seratus persen. Orang ini juga harus bisa memastikan keselamatannya setelah dia pensiun. Sayangnya, Mark belum menemukan orang yang tepat. Jadi rencana pensiun itu hanyalah sebuah ide. Mark tidak pernah memberitahu siapa-siapa soal ini. Jadi saat Michael berkata seperti itu, jantungnya berdebar kencang. "Kamu ... apa yang kamu bicarakan?" tanya Mark sambil pura-pura tidak tahu. Michael tersenyum. Wajar saja Mark terkejut. Dia tidak ingin berita pensiunnya dik
Read more

Bab 1893

Ketika kaki Mark menyentuh lantai, rasa paniknya mulai berkurang. Badannya penuh keringat. Dia menjadi yakin bahwa apa yang dilakukan Michael barusan bukan sekedar ilmu sulap. Namun, Mark masih ragu kalau Michael datang dari masa depan. Tentu saja, hal seperti ini sulit dipahami orang biasa."Kamu ... apa kamu benar-benar dari masa depan?" tanya Mark. "Ya, meskipun aku tidak tahu pasti kapan terjadinya," jawab Michael. Mark memikirkannya sejenak. Kemudian dia bertanya pada Michael, "Kalau begitu, apa cerita masa depanku? Apa yang terjadi setelah aku keluar dari dunia preman?"Michael tidak berhenti tersenyum. Dia jadi teringat ketika pertama kali dia bertemu dengan Mark. "Saat aku bertemu denganmu, kamu adalah pemilik dari warung kecil. Aku masih ingat kamu orangnya pelit sekali," jawab Michael. "Pemilik warung!" Mark terkejut. Bos preman membuka warung? Mark tidak bisa menerimanya. "Kenapa kamu bilang aku pelit?" tanya Mark penasaran. "Karena kamu tidak mau membeli rokok
Read more

Bab 1894

Michael dan Bella sudah bertemu. Sekarang, sepertinya situasi yang sama akan terjadi pada Mark dan Vivian.Namun, Michael tidak bisa menjamin apakah nasib akhir Vivian akan sama di kehidupan ini. Apalagi, ada perbedaan jelas antara Mark dan Michael.Perasaan Michael yang dalam terhadap Bella membuatnya menolak godaan dari wanita lain. Namun, Mark berbeda. Dia masih menyukai wanita lain. Apakah dia bisa mendapatkan Vivian, itu cerita lain. Hari menjelang tengah malam saat Mark meninggalkan vila lereng gunung. Ruby menatap vila itu yang masih gelap. Dia sudah memilih kamarnya. Michael tidak akan bisa menolaknya. Saat Mark meninggalkan villa, dia langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu di mana letak Kota Tongyang. Meskipun dia dikelilingi wanita, Mark masih merasakan hatinya kosong. Apa yang dia inginkan adalah kedekatan emosional. Karena Michael bercerita bahwa wanita ini yang bernama Vivian membuatnya meninggalkan dunia preman, Mark memutuskan untuk mencobanya. Dia
Read more

Bab 1895

Setelah berpikir sebentar, Mark meminta maaf pada Michael. Dia menyadari kesalahannya karena sudah meragukan Michael.Michael tidak keberatan. Mark adalah Mark, jadi dia tidak peduli. Jika Mark adalah orang lain, Michael tidak akan membiarkannya pergi. "Tarik anak buahmu," perintah Michael pada Mark. Jika Michael ingin memperlihatkan aksinya, tidak boleh sembarangan orang bisa melihatnya. Mark terpana. Anak buahnya sudah bersiap-siap. Jika dia melakukan itu, bukannya itu akan semakin berbahaya? Namun, karena Michael yang memintanya, itu berarti demi alasan yang bagus. Mark segera menelepon anak buahnya dan menyuruh mereka yang mengikuti mobil itu kembali ke Yuncheng.Gerak-gerik ini membuat musuh Mark menjadi bingung. "Bro Gary, sepertinya Mark menyuruh anak buahnya mundur. Apa yang terjadi?"Dalam sebuah mobil Toyota, seorang laki-laki bernama Gary menunjukkan raut wajah bingung. Dia juga tidak mengerti. Mobil yang mengikuti mereka sudah pergi. Itu berarti Mark yang men
Read more

Bab 1896

Gary mendengar suara tertawa Michael yang seolah-olah ada sesuatu yang lucu. Emosinya memuncak dan mengacungkan senjatanya pada Michael."Apa yang kamu tertawakan, bocah? Apa kamu merasa berhak untuk bicara di sini?" tanya Gary. Raut wajah Mark langsung berubah setelah melihat senjata api itu. Dia masih bisa menghadapi kemampuan bela diri, tapi kalau senjata, itu masalah lain. Dengan kata lain, mereka bisa saja mati. "Gary, bukannya kamu ingin membunuhku? Dia tidak ada hubungannya dengan ini," ujar Mark. Gary memang ingin membunuh Mark, tapi dia ditertawakan oleh Michael. Wajar saja dia tidak mau melepaskan Michael pergi. Membunuh dua orang hampir sama saja dengan membunuh satu orang. "Bocah, berlutut minta maaf sekarang juga. Kalau aku masih mau memaafkan, aku akan membiarkan kamu pergi," ujar Gary. "Memangnya benda ini bisa membunuhku?" tanya Michael dengan tenang. Bagi orang biasa, tentu senjata api punya makna dekat dengan kematian. Namun, Michael bukan orang biasa
Read more

Bab 1897

Sesuatu yang memalukan terjadi. Michael bermaksud membuat para anak buah itu ketakutan. Upaya itu berhasil. Mereka langsung berebutan masuk ke dalam mobil. Mobil mereka langsung pergi meninggalkan lokasi. Ini adalah pemandangan tidak pernah Mark duga. Begitu juga Gary. "Dasar pecundang, aku tidak akan membiarkan kalian pergi begitu saja," ujar Gary. Mark menatap gugup pada Michael dan berkata, "Michael, orang-orang ini ./.."Kemampuan Michael sudah jelas terlihat oleh mereka. Kalau mereka lolos, kejadian ini akan tersebar. Mark cemas kalau ini nanti akan mempersulit Michael.Namun, Michael dengan tenang menggelengkan kepala dan berkata, "Mereka tidak akan bisa pergi jauh."Mark tidak paham dengan ucapan Michael tapi dia memilih untuk percaya. Instingnya berkata bahwa ini keputusan yang benar. "Aku serahkan orang ini padamu, Mark. Aku akan masuk ke dalam mobil," ujar Michael. Mark mengangguk. Ini adalah urusannya. Dia yang harus menyelesaikannya.Tidak butuh waktu lama u
Read more

Bab 1898

Ucapan Michael membuat mata Mark melebar. Apa dia tidak salah dengar? Michael memintanya berpura-pura menjadi ayah? Bukannya Mark tidak berani, tapi usianya belum bisa dikatakan tua. Bagaimana dia bisa memiliki anak sebesar Michael? "Tidak ... tidak mungkin aku menjadi seorang ayah untuk anak seusia kamu," ujar Mark dengan ragu. Michael melongo menatap Mark dan berkata, "Maksudku, kamu akan berperan sebagai kakakku. Wajar seorang kakak melihat-lihat sekolah adiknya. Kenapa kamu berpikir akan menjadi seorang ayah?"Mark cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan melambaikan tangan, "Tidak, tidak, maksudku juga begitu. Bagaimana aku bisa berani menjadi ayahmu?"Michael tersenyum. Dia tahu Mark sedang gugup, makanya bicaranya jadi seperti itu. "Ayo masuk, aku penasaran dengan kakak iparku." Setelah itu, Michael melangkah duluan menuju tempat les. Pada saat itu, anak-anak masih berada dalam kelas. Michael dan Mark tidak berani membuat keributan di tempat les. Mark jelas-jelas le
Read more

Bab 1899

Selama ini Mark selalu percaya bahwa wanita yang bisa menarik perhatiannya adalah wanita yang menggunakan pakaian seksi. Hanya wanita yang bisa menunjukkan bentuk badannya yang bagus yang bisa menjadi pendamping bos preman di Yuncheng. Namun, hari ini Mark menemukan pemikirannya selama ini salah. Sepertinya sosok wanita seperti Vivian yang bisa membuat perasaan bergerak. Wanita berpakaian seksi membuat Mark bergairah, sementara Vivian membuat Mark merasa ingin melindunginya. Sekarang Mark mengerti kenapa dia mengerti kenapa dia bersedia menyerahkan posisinya sebagai bos preman Yuncheng. Vivian wanita yang pantas untuk ditukarkan semua itu. "Ada apa? Kenapa kamu diam?" Michael tidak tahan bertanya ketika Mark terdiam. Mark tersadar dan berkata pada Michael, "Sepertinya aku jatuh cinta padanya."Michael tidak tahan untuk tertawa. Ini pertama kalinya dia melihat Mark mengatakan jatuh cinta. Ini menggelikan. Bagaimana seseorang yang selalu ditemani wanita cantik setiap malam,
Read more

Bab 1900

Tidak lama kemudian, Vivian selesai mengajar. Saat Vivian keluar dari sekolah, Michael menyadari Mark kembali bersikap gugup. "Kenapa kamu gugup begitu?" tanya Michael."Kenapa tidak? Dia adalah masa depanku," Mark tidak bisa menyingkirkan pemandangan Vivian direbut orang lain. Saat pria itu bertemu Vivian, dia berjalan mendekatinya sambil membawa buket bunga. Anehnya, raut wajah Vivian tidak menunjukkan kesenangan. Dia juga tidak menyambut buket bunga itu. Malah, dia menggelengkan kepala dan mengatakan sesuatu. Karena jaraknya jauh, Mark tidak bisa mendengarnya. "Sepertinya mereka tidak berpacaran," Pemandangan ini membuat bongkahan batu di hati Mark menjadi terangkat. Dia menjadi lebih tenang. "Kamu ingin tahu apa yang mereka bicarakan?" tanya Michael.Mark terpana sesaat. Kalau dipikir-pikir, tidak aneh Michael bisa mendengarnya. Dia bertanya, "Apa yang dia katakan?""Kata Vivian, dia minta pria itu untuk tidak datang lagi. Hubungan ini mustahil buat mereka," ujar Mic
Read more
PREV
1
...
188189190191192
...
333
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status