Home / Romansa / Love Sugar Daddy / Chapter 111 - Chapter 120

All Chapters of Love Sugar Daddy: Chapter 111 - Chapter 120

198 Chapters

111.Salah Strategi

    Zayn mendekat ke arah Stela kemudian menyalami, dia mengecup punggung tangan Stela. Lirikan mata Zayn yang menggoda setiap wanita memandang, tidak membuat Stela tertawan. Wanita tersebut menekan perasaan gugupnya sebisa mungkin agara terlihat natural. Meski Stela tahu betapa kejamnya Zayn, ada rasa benci menyembul melalui sorot mata Stela, mengingat tragedi kematian kedua orang tuanya. Tatapan Stela secepat kilat beralih ramah ketika Zayn memandang. Sebuah topeng yang harus sama-sama sempurna.    'Benarkah lelaki ini yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal?' tanya Stela dalam benak.    Saat itu Axelle tengah berada di tempat sang empunya pesta. Zayn memanfaatkan momen tersebut dengan baik. Dia mendekati Stela kemudian mengajaknya ke luar dari ruang tersebut, dengan dalih ingin membicarakan sesuatu. Stela menoleh sebentar ke arah Axelle, sang suami sedang berbincang dengan Tuan Fabian yang merupakan rekan bisnisnya. Mereka nampa
last updateLast Updated : 2021-09-16
Read more

112. Kejadian Tidak Terduga

    Pesta terlihat semarak, lagu-lagu romantis mereka putar sebagai penghantar dansa di area hall. Para tamu undangan yang sebagian besar adalah pengusaha kaya raya turut hadir. Langit-langit hall dihiasi foil emas berkilauan. Sebuah pesta yang lebih nampak terlihat seperti ajang pamer gaun dan juga tuxedo super mahal. Untuk mempertontonkan kemewahan dan juga loyalis sebagian besar orang. Ada yang berpikir tentang memanfaatkan satu sama lain. Ada yang bersembunyi di balik topeng keramahan namun, tidak banyak pula dari sebagian golongan yang benar-benar baik. Suasana sedikit canggung ketika anak buah Zeroun tiba-tiba datang, memberikan informasi jika Stela tidak dalam jangkauan.     Dalam artian hilang dari pengawasan. Ada yang melihat Stela berlalu pergi ke serambi gedung dengan seorang lelaki berparas gagah dan menawan. Jantung Axelle bergemuruh mendengarnya,
last updateLast Updated : 2021-09-17
Read more

113.Stela di Kediaman Zayn

   Zayn mempersilahkan Stela masuk ke dalam kediamannya. Jantung wanita itu berdegup kencang. Ingin rasanya dia pingsan di tempat jika bisa. Namun sayang, tubuhnya masih tegar berdiri tegak. Dia mulai melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Siapa sangka, dia berjumpa dengan Arsen. Keduanya sama-sama terkejut. Bingung harus bagaimana bersikap. Arsen melongo melihat wajah ayu Stela dalam balutan dress malam.       "Hay, Stela," ucap Arsen.      "Halo Pak Arsen, selamat mal …." Kalimat Stela menggantung ketika netranya tidak sengaja menatap ke arah tangga yang berada di sudut ruang. Dia menahan napas melihat wanita cantik anggun dalam balutan mantel tidur warna pink. Wanita itu semakin mendekat ke arah Stela. Keduanya saling bersitatap, wanita itu tersenyum ramah pada Stela.      'Tante Freya,' bisik Stela, 'menarik, apa yang dia lakukan di sini, musuh atau teman?' lanjutnya masih dalam h
last updateLast Updated : 2021-09-18
Read more

114.Sesuai Dugaan

     Tuan besar Marvel berkunjung ke kediaman Zeroun pada malam hari, usai menghadiri pesta di tempat Fabian. Dia yang melihat beberapa pengawal Zeroun berlarian di gedung baru milik pengusaha luar kota tersebut, memutuskan untuk mampir sejenak. Dengan rencana bertukar informasi. Zeroun dan Axelle masih serius berdiskusi dengan beberapa keluarga lainnya, di ruang kerja Zeroun ketika Tuan Marvel masuk.      "Selamat datang Tuan Marvel," sapa Axelle.      "Selamat malam semua," sapa Marvel tua.      Tuan Marvel tersenyum ramah, dia melepas mantel bulu juga topi koboi yang dikenakan, yang langsung diraih oleh seorang maid. Wanita yang mengenakan pakaian maid, dress warna navy bernama Lily itu terlihat membungkuk, lalu
last updateLast Updated : 2021-09-20
Read more

115. Jarak

    Suasana beberapa titik di kediaman Zayn nampak sepi, hanya ada beberapa bodyguard berlalu lalang. Itu terekam jelas di mini kamera yang terhubung langsung dengan laptop milik Joy. Masih di ruangan yang sama ketika Tuan Marvel tua baru berkunjung. Zeroun dan yang lain tetap berada di tempat. Mereka duduk di sofa dengan tatapan mengarah pada layar laptop. Axelle berulang kali menggeleng kepala lalu mengumpat. Ada sedikit rasa sesak mengingat dia membiarkan begitu saja sang istri di kediaman musuh bebuyutannya. Tangannya mengepal, dia bangkit dari duduk.      "Sial!" pekik Axelle, dadanya kembang kempis menahan marah, giginya mengatup hingga terdengar bergemeletuk. Kaki panjang itu hendak melangkah pergi namun, dicegah oleh Joy yang duduk di sampingnya.     "Tenanglah Kak, aku yakin Kakak Ipar
last updateLast Updated : 2021-09-23
Read more

116.Waktunya Tiba

    Pagi hari dingin yang Axelle lalui tanpa Stela di sisi. Hampir tidak tidur dia semalam, memandangi layar monitor, dimana dalam layar tersebut memperlihatkan bagian kediaman Zayn. Baru subuh tadi dia lelaki tersebut kembali ke dalam kamar. Tubuh terasa penat, mata sayu, tanpa melepas sepatu juga kemeja, Axelle langsung rebah. Terlelap dengan perasaan kacau balau, dan kini terbangun dalam keadaan tidak nyaman. Tangan berototnya meraba kasur yang terasa dingin.      'Stela,' bisik Axelle. Lelaki itu melebarkan mata lalu bangkit. Mengingat dia harus segera menuju kediaman Zayn. Axelle bergegas ke kamar mandi, membasuh tubuh secepat mungkin. Yah, hanya untuk mandi tanpa mencukur kumis juga jambang yang baru tumbuh di antara pipi bagian bawah. Lelaki yang biasa terlihat ganteng maksimal kini nampak abai. Pikiran Axelle terfokus pada sang istri.      Lelaki itu tengah mengancingkan jas ketika terdengar suara ketukan pintu. Axelle
last updateLast Updated : 2021-09-27
Read more

117.Gelora Rasa

     Axelle menaiki tangga diantarkan anak buah Zay. Jantungnya berdebar kencang begitu khawatir kepada sang istri. Lelaki berpakaian jas hitam tersebut membukakan pintu sebuah kamar. Mempersilahkan Axelle masuk ke dalam. Beberapa saat lalu, sebelum Axelle berada di ambang pintu. Axelle sempat bersitegang dengan Zayn. Hampir lepas kendali dan memukul wajah pesaingnya itu. Jika saja tidak ingat ada banyak anak buah Zayn di sekeliling. Axelle mengepalkan kedua tangan. Zayn berada di hadapannya bersedekap.       "Bawa tamu kita menemui sang istri," ujar Zayn.       Axelle tercengang mendengar penuturan Zayn. "Anda tidak sedang berseloroh?" tanya Axelle.       "Aku beri kalian waktu hingga makan siang, setelahnya temui aku di gazebo belakang," ucap Zayn melenggang pergi.       Axelle mengangkat kedua tangan ke udara. "Apa yang sebenarnya orang itu pikirkan?" keluh Axelle
last updateLast Updated : 2021-09-29
Read more

118. Mengapa?

    Axelle duduk di sebuah kursi sofa warna putih bersih di sebuah gazebo modern, berhadapan dengan Zayn. Tatapan keduanya sama-sama tajam. Seperti mengisyaratkan perang dingin. Terlihat seperti seekor singa berhadapan dengan macan, sama-sama pemangsa. Arsen yang melihat kedua orang tersebut okut membeku dalam aura menakutkan yang terselubung. Bulu kuduk meremang, dia merasa gugup sendiri. Dia berjalan mendekat, lalu duduk di sofa tunggal. Kedua lelaki tersebut masih terdiam, hanya suara kunyahan Arsen yang terdengar, sengaja pemuda itu mengunyah kacang atom dengan sangat keras. Axelle menoleh ke arah Arsen, menatap pemuda itu dengan tatapan tidak dapat diartikan.       "Kenapa, Om?" tanya Arsen mengangkat-angkat kedua alisnya. "Kalian lanjut saja sesi saling menatap, silahkan. Saya berjanji tidak akan mengganggu, anggap saya tidak ada, ok," kelakar Arsen.
last updateLast Updated : 2021-10-01
Read more

119. Mengungkap

    Siang itu Zeroun tengah berada di rumah menanti kedatangan Axelle dengan was-was. Lelaki tua itu mondar-mandir di ruang kerja, perasaannya benar-benar tidak enak, cemas bercampur khawatir. Sesekali dia duduk di sofa kebesaran miliknya lalu kembali lagi duduk dengan tenang. Joy bersama Olivia masih berada di kantor membereskan segala kendala sejak pagi, ketika Axelle tidak berada di tempat. Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Zeroun. Lelaki tersebut menoleh ke arah pintu lalu tersenyum.     "Kau datang?" tanya Zeroun mengulas senyum, menatap tubuh tinggi lelaki yang berdiri di ambang pintu.     "Anda terlihat khawatir, Tuan Zeroun," ucap lelaki tersebut.      Zeroun mengangguk, "Iya, Axelle masih berada di kediaman Zayn, menyusul sang istri," ucapnya kemudian.      "Semoga Stela cepat dibawa Axelle pulang," kata lelaki itu tersenyum smirk, senyum yang tidak mampu diartikan.
last updateLast Updated : 2021-10-02
Read more

120.Pertaruhan

     Pistol itu terlihat tepat di pelipis Zeroun, lelaki tua itu menelan saliva dengan susah payah. Kedua tangannya terangkat ke belakang kepala, dia lebih berhati-hati bergerak tidak mungkin bertindak gegabah mengingat bahaya yang mengancam. Sudah sangat lama Zeroun tidak merasakan perasaan mendebarkan ketika muda dahulu. Sangat menegangkan, keringat dingin menetes di pelipis. Sang lawan yang mengarahkan senjata api mulai menarik pelatuk. Kesabaran lelaki tersebut mulai habis ketika mendapati Zeroun diam seribu bahasa tidak mau berucap. Dia menendang tubuh tua Zeroun hingga tersungkur ke lantai. Lelaki tua tersebut menopang tubuh, hendak bangkit. Pistol diarahkan tepat ke arah kening Zeroun.        Saat bersamaan, Marvel Junior menerobos masuk ke dalam ruang kerja Zeroun yang tidak terkunci. Dor! Tembakan lelaki tersebut melesak ke plafon. Marvel Junior sigap menarik tangan lelaki tersebut ke arah atas. Sedikit pertarungan sengit memperebu
last updateLast Updated : 2021-10-05
Read more
PREV
1
...
1011121314
...
20
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status