Axelle duduk di sebuah kursi sofa warna putih bersih di sebuah gazebo modern, berhadapan dengan Zayn. Tatapan keduanya sama-sama tajam. Seperti mengisyaratkan perang dingin. Terlihat seperti seekor singa berhadapan dengan macan, sama-sama pemangsa. Arsen yang melihat kedua orang tersebut okut membeku dalam aura menakutkan yang terselubung. Bulu kuduk meremang, dia merasa gugup sendiri. Dia berjalan mendekat, lalu duduk di sofa tunggal. Kedua lelaki tersebut masih terdiam, hanya suara kunyahan Arsen yang terdengar, sengaja pemuda itu mengunyah kacang atom dengan sangat keras. Axelle menoleh ke arah Arsen, menatap pemuda itu dengan tatapan tidak dapat diartikan. "Kenapa, Om?" tanya Arsen mengangkat-angkat kedua alisnya. "Kalian lanjut saja sesi saling menatap, silahkan. Saya berjanji tidak akan mengganggu, anggap saya tidak ada, ok," kelakar Arsen.
Last Updated : 2021-10-01 Read more