Davin's povAku mulai mendampinginya dan berusaha menyuapinya serta merawatnya, untung saja ia menurut dan menerimanya sehingga ia dapat mendapat gizi dan energi... namun, aku masih merasa kuatir karena sewaktu waktu ia bisa saja menjadi diam kembali dan tak bergeming. Sekarang, perusahaan telah kuserahkan kendali pada adikku. Lagipula, ia terlihat ahli dalam menangani perusahaan dan membuatnya semakin maju..."Makan ya Ta?" Ujarku padanya dan mulai menyedokkan sebuah alat makan yang telah terisi oleh nasi menuju mulutnya.Ia membuka mulutnya dan langsung menelannya, hal itu terus terjadi hingga semangkuk nasi habis dan tak bersisa lagi. Namun, setelah selesai ia kembali diam dan menatap kosong ke depan. Ketika melihat keadaannya yang seperti ini, aku kembali meringis dan tiba tiba..Krit...Tap, tap, tap..."Nak..."Suara familiar itu memasuki telingaku dan membuat
Terakhir Diperbarui : 2020-10-08 Baca selengkapnya