Share

Bab 2 : Tugas

Author: Blue Leviatan
last update Last Updated: 2021-01-11 13:06:03

Doni yang memiliki tubuh paling pendek diantara mereka berlima saat ini sedang duduk santai di lantai dekat sofa besar sambil menikmati cemilan kacang bandung yang telah disediakan oleh Ibu Dhika. Sedangkan Wina satu-satunya anak perempuan yang ada di ruangan itu sedang menikmati menyedot minuman ringan yang ada di tangannya.

Rupanya tidak ada banyak informasi yang bisa didapatkan oleh Dhika dari si pembawa acara. Pembawa acara itu hanya menayangkan dengan lebih detail sosok mahluk buas yang saat ini sudah terkapar tidak bernyawa, sambil mengomentari kekuatan apa saja yang sebenarnya dimiliki oleh monster tersebut.

Setelah itu pembawa acara itu juga mewawancarai beberapa pemburu monster lain dan para penonton disana yang menyaksikan secara langsung penampilan dari taring serigala. Para pemburu monster yang di wawancarai menyatakan hormat dan respek mereka terhadap taring serigala yang mampu mengalahkan semua monster itu seorang diri tanpa bantuan rekan guild.

Sedangkan para penonton lain yang sedang diwawancarai mereka malah gagal fokus, mereka berteriak-teriak histeris sambil menyebutkan nama taring serigala berulang-ulang kali. Merasa cukup melihat para penonton yang telah diwawancarainya, Moutuber itu segera menyampaikan salam perpisahan dan mengakhiri liputan livenya.

“Hahaha, lucu juga yah lihat komentar-komentar mereka. Mereka semua pasti tidak sabar untuk mencari informasi terbaru tentang taring serigala yang berikutnya,” sahut Doni sambil menikmati cemilan ringannya.

“Iyah, tapi taring serigala memang benar-benar sangat keren, dia bisa mengalahkan semua monster raksasa itu seorang diri. Dia bertarung layaknya satu pasukan penuh dari sebuah guild pemburu monster,” jawab Dhika bersemangat. “Saya pikir dia pasti bisa mengalahkan semua monster yang ada di dalam portal dimensi itu hanya dalam waktu 2 atau 3 hari saja.”

Setiap kali ada berita tentang taring serigala, Dhika selalu sangat bersemangat, dia sangat suka dengan taring serigala, dia sangat mengaguminya. Itu salah satu alasan mengapa sampai saat ini Dhika selalu rajin menempa dirinya berlatih senjata tombak pada saat menggunakan mesin virtual reality yang tersedia di rumah ataupun sekolahnya. Dhika berharap agar di masa depan nanti dia bisa menjadi seorang pemburu monster seperti taring serigala.

Yura mengernyitkan pandangan matanya, “Hmm … tapi bagaimana yah, maaf kalau saya sedikit mengkritik. Tapi menurut saya taring serigala itu orang yang bodoh. Mengapa dia tidak pernah mau bekerjasama dengan pemburu monster yang lain, bukankah menurut kalian berburu monster seorang diri itu adalah tindakan yang sangat ceroboh.”

“Hei hei hei, sebentar kenapa kamu selalu berpikiran buruk seperti itu Yura,” protes Dhika. “Bukankah dia punya kebebasan untuk bisa menentukan sendiri bagaimana cara dia bertarung. Bukankah selama ini dia juga sudah beratus-ratus kali masuk ke dalam portal, dan membuktikan kepada kita semua kalau dia bisa kembali dengan membawa kemenangan?”

“Ya ya ya, baiklah mungkin seperti itu,” balas Yura santai. “Hanya saja menurut saya itu tetap tindakan orang yang bodoh. Bertarung sendirian, saat ada banyak orang yang mau bergabung dan membantu dirinya. Buat apa dia bertarung bersusah payah seorang diri.”

“Yura berhentilah berkata seperti itu,” ucap Dhika geram. “Apa kamu pikir hanya kamu saja yang cerdas sedangkan orang lain yang memiliki pemikiran berbeda dengan kamu adalah orang yang bodoh. Kita memang tidak tahu alasannya, tapi saya yakin dia pasti punya alasan tersendiri mengapa dia memilih untuk bertarung seorang diri.”

“Dhika sudahlah jangan sampai kalian berdua menjadi ribut lagi,” tegur Wina mengingatkan. “Kenapa sih kalian berdua ini tidak pernah bisa akur? Kalau sudah masalah tentang taring serigala saja kalian berdua selalu ribut. Ingat saat ini kita masih punya tugas dari kelas sejarah yang harus kita kumpulkan besok pagi. Kalau kita tidak segera mengerjakannya, besok pagi kita berlima akan sama-sama mendapatkan hukuman dari Pak Yanto.”

“Hmm … kurasa Wina benar,” jawab Dhika. “Baiklah maafkan saya Yura, tadi saya terlalu terbawa emosi. Jadi sekarang tugas apa saja yang harus kita kerjakan hari ini teman-teman?”

Mendengar suasana sudah menjadi lebih baik, Doni segera mengeluarkan isi tasnya. Dia membuka sebuah buku catatan yang telah dia buat selama mengikuti pelajaran sejarah dari Pak Yanto.

“Nah ini, kita harus menjawab beberapa pertanyaan yang ada di buku ini,” kata Doni.

“Doni apakah kamu bisa tolong bacakan pertanyaannya untuk kita semua?” pinta Wina kepadanya.

“Okay, kalau begitu saya akan bacakan pertanyaannya buat kalian semua. Total ada 7 pertanyaan yang harus kita jawab.

1.    Kapan pertama kali portal dimensi muncul dipermukaan bumi?

2.    Siapakah organisasi yang telah memberikan peringatan akan munculnya portal dimensi kepada dunia? Pada tahun berapa mereka sudah mulai mengorganisasikan kegiatannya?

3.    Bagaimana tanggapan dunia atas informasi yang telah diberikan oleh organisasi ini?

4.    Apa saja yang dilakukan oleh organisasi ini sebagai persiapan menghadapi kemunculan portal dimensi tersebut?

5.    Sebutkan monster-monster seperti apa saja yang telah muncul pada saat kejadian itu terjadi?

6.    Kerugian apa saja yang telah dialami oleh umat manusia pada tahun itu?

7.    Pembaharuan apa saja yang telah dilakukan manusia sejak peristiwa itu terjadi sampai sekarang?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan diatas menjadi sebuah rangkaian cerita. Lakukan riset dari seluruh materi yang ada pada buku pegangan kalian dan juga hasil riset yang kalian dapatkan dari media internet. Catatan: jangan lupa tuliskan juga sumber datanya dapat dari mana.

Sudah itu adalah semua pertanyaan yang telah diberikan kepada kita untuk dijawab,” terang Doni kepada keempat temannya yang lain.

“Baiklah kalau begitu sekarang sebaiknya kita semua melakukan riset secara terpisah,” atur Dhika yang memang selalu ditunjuk sebagai ketua di kelompok itu. “Kita perlu melakukan riset dari buku panduan ataupun media internet. Setelah itu saya akan mengumpulkan hasil riset dari kalian semua dan mengubahnya menjadi rangkaian cerita seperti yang Pak Yanto minta.”

Serempak mereka semua menyetujuinya, dan mulai membaca seluruh buku pegangan yang mereka miliki. Setiap ada informasi yang cocok, mereka menggaris-bawahi kata-katanya. Mereka juga membuka beberapa sumber informasi lain yang berasal dari media internet dan menangkap foto layar perangkat mereka sewaktu ada gambar-gambar dan informasi yang bisa mereka gunakan untuk mendukung jawaban hasil riset mereka untuk tugas Pak Yanto.

Setelah kurang lebih 1 jam melakukan riset secara terpisah, Dhika yang berperan sebagai ketua mulai mendengarkan hasil riset yang Doni, Reno, Yura, Wina temukan dan membahasnya bersama.

Setelah mendapatkan sebuah kesepakatan Dhika mulai mengolah data dan menuliskan semuanya dalam sebuah perangkat elektronik. Dia menuliskan seluruh jawaban dari 7 pertanyaan tadi sesuai dengan urutan kronologisnya.

Dibutuhkan waktu 15 menit sampai Dhika berhasil merangkum seluruh jawaban berdasarkan keseluruhan hasil riset yang telah diberikan oleh teman-temannya. Setelah itu Dhika mulai membacakan hasil rangkuman, agar seluruh temannya bisa mendengarkan, dan memberikan tanggapan langsung apabila masih ada yang dirasakan kurang tepat.

“Portal dimensi, kata ini mungkin akan terdengar sangat aneh ketika anak-anak yang lahir pada tahun 2021 mendengarnya. Istilah portal dimensi, baru mulai ramai dibicarakan sewaktu sebuah peristiwa paling bersejarah dari umat manusia terjadi pada tahun 2222.

Tahun 2222 adalah tahun dimana pertama-kalinya manusia mulai menyadari bahwa di alam semesta ini, bumi bukanlah satu-satunya tempat dimana terdapat organisasi kehidupan.

Pada saat portal dimensi kerap bermunculan di seluruh penjuru dunia, disaat itulah mereka tersadar bahwa ada begitu banyak sekali organisme kehidupan lain di alam semesta ini.”

Related chapters

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 3 : Sejarah Dunia (bagian 1)

    “Dhik kok berhenti?” tanya Reno tak sabar mendengarkan hasil tugas kelompok mereka yang sedang dibacakan oleh Dhika.“Hahaha, bentar Ren, ini batrainya hampir habis, Win boleh lempar charger batrai yang ada disana kemari?” pinta Dhika kepadanya.

    Last Updated : 2021-01-11
  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 4 : Sejarah Dunia (bagian 2)

    “Setelah mereka mengetahui kekuatan apa yang ada di dalam genetik tubuh mereka dan membiasakan diri dengan itu selama tahun tersebut, maka pada tahun berikutnya orangtua beserta anak-anak harus memutuskan cabang materi pendidikan lanjutan apa yang akan mereka ambil. Apakah materi kelas pemburu monster, materi kelas pendukung pemburu monster, atau materi kelas umum yang tidak berhubungan sama sekali dengan pekerjaan pemburu monster.

    Last Updated : 2021-01-11
  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 5 : Dhika Satria

    Games Virtual Reality yang sedang dimainkan oleh Dhika saat ini adalah alat pelatihan virtual yang telah dikembangkan oleh developer games Dopanda bekerjasama dengan organisasi sekolah pemburu monster di seluruh dunia. Anak-anak yang belum memiliki ijin untuk bisa bertarung secara langsung dengan monster asli dari portal dimensi, bisa mel

    Last Updated : 2021-01-11
  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 6 : Di Sekolah

    “Karena itu Guild akan selalu menjadi seperti rumah kedua bagi para pemburu monster maupun kelas pendukung.” Dhika membacakan kata-kata terakhir dari hasil karya riset kelompoknya di depan kelas pak Yanto.“Nah itu dia yang bapak butuhkan, berikan applause untuk kelompok Berua

    Last Updated : 2021-01-11
  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 7 : Murid Terbaik

    “Wow gile Dhik, ternyata bisa yah kita melakukan trik-trik seperti itu. Pantas saja kamu bisa kalahkan bos ini seorang diri. Hahaha, tapi Dhika ini memang jago sih, bisa saja kamu menemukan letak kelemahan bos ini, padahal dia punya gerakan random tak beraturan seperti itu.”“Aaaaaaaahh senangnya, akhirnya hari ini Wina j

    Last Updated : 2021-01-11
  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 8 : Kemenangan

    “Taring serigala sekali lagi telah membuktikan kepada kita semua kalau dia memang layak disebut sebagai pemburu monster terkuat saat ini. Bayangkan hanya dalam waktu satu hari saja dia telah berhasil mengalahkan semua monster yang ada di dalam portal dimensi itu seorang diri,” sahut seorang komentator dari sebuah acara liputan live Moutuber langganan Dhika.

    Last Updated : 2021-01-11
  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 9 : Angka Kedewasaan

    “Bukan, bukan seperti itu maksudnya Reno,” jawab Yura. “Tapi ini yang menjadi alasan kenapa saya tidak pernah mau ikut pelatihan virtual sewaktu kita belum jelas kekuatan genetik seperti apa yang nantinya bisa kita miliki. Bayangkan seandainya Reno yang berlatih menjadi Tank, tapi pada saat hari sabtu nanti kemampuan genetik yang Reno miliki sebenarnya adalah tipe Assasin misalnya, bukankah itu akan menjadi sulit, untuk kita bisa membiasakan diri lagi.”

    Last Updated : 2021-01-11
  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 10 : Dunia Yang Baru

    Pada acara kebangkitan setiap anak yang mendapatkan gilirannya, akan masuk ke sebuah tabung dan mendapatkan radiasi cahaya yang muncul dari sebuah batu kristal berwarna pelangi ketika mereka berada di dalamnya. Cahaya dari batu kristal ini hanya akan bereaksi kepada anak-anak yang belum mendapatkan kekuatan genetik. Sinar yang muncul dari dalam batu ini akan masuk ke dalam tubuh anak tersebut dan membangkitkan seluruh potensi genetik yang selama ini tersembunyi di dalam tubuhnya.

    Last Updated : 2021-01-11

Latest chapter

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 90 :

    “Tidak, ini tidak benar, mereka sudah berbohong Pak,” Tommy tidak terima kebohongan itu. Dia jadi semakin tidak terkendali.“Pak, pasti … pasti ada rekaman cctv yang bisa kita lihat secara langsung. Bapak bisa melihatnya dari video rekaman cctv. Kami berenam benar-benar tidak bersalah.”“Kami pihak guru bagian disiplin tentu saja sudah melakukannya Tommy, tapi menurut pernyataan dari petugas cctv, video rekaman untuk kamera D1045 mengalami kerusakan. Karena itu kami tidak bisa melihat hasil rekamannya dan untuk mengatasi masalah itu kami sudah meminta kedua saksi ini untuk memberikan keterangan.”“Tapi Pak pernyataan mereka berdua itu bohong, bukan seperti itu kejadiannya.”“Sudah hentikan, kalian ini sudah membuat keributan, sekarang kalian juga berniat untuk memfitnah saksi?”Tommy merasa sangat kesal, tapi dia

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 89 :

    “Pertarungaaann!!”Anak-anak berhamburan memperingatkan yang lain telah terjadi keributan di sekitar area ruang makan guild Demeter.Tommy menyerang pria yang baru saja menampar pipi kanan Evi.Billy bereaksi cepat menahan pria lain yang memiliki niat untuk menyerang Tommy dari belakang.Erlang bersama temannya yang lain datang mendekat untuk membantu, tapi Johan yang berbadan paling kekar menutup jalan mereka.Merasa terganggu dengan kehadiran Johan, Erlang langsung mengeluarkan serangan tinju kilat tanpa ragu ke arah perut bagian bawah Johan.Serangan itu begitu keras hingga mengeluarkan kilatan petir.Erlang menggunakan kekuatan genetiknya pada tinju yang dia lontarkan.Johan terlempar sejauh 2 meter bersamaan dengan meja dan kursi yang berada di sekitar lajurnya.Keadaan di sekitar

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 88 :

    “Hentikan, dasar pria kotor, apa yang kamu sentuh sekarang.”Dhika tidak sadar kalau sebagian dari pergelangan tangannya sudah menyenggol salah satu bagian paling besar dan sensitif milik gadis itu.Bulatannya terasa begitu padat tapi cukup empuk dan lembut saat pergelangan tangan Dhika langsung bersinggungan dengan bagian itu.Dhika tidak mengelak kalau dia sepertinya menyukai memeluk gadis itu, baru kali ini dia merasakan sesuatu yang membuatnya begitu nyaman.“Hei apa yang sedang kamu lakukan, cepat lepaskan saya!!”Gadis itu berteriak lantang berulang kali tapi Dhika tetap saja tidak mau mendengarkan perkataannya, dia tetap merangkul gadis itu dan membawanya menuju tepian kolam yang lebih aman.Tepat saat berada di tepian kolam gadis itu langsung memperagakan sebuah gerakan judo, dia mengarahkan tangannya ke belakang, meraih kepala

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 87 :

    “Dasar anak monster,” teriak Dimas saat jari tangannya digigit oleh Dhika yang terlihat masih berumur 1 tahun.“Dimas apa yang terjadi?” tanya Bunga dengan napas yang tersendat-sendat saat berlari menuju kamar Dhika.Dhika membuka kedua matanya, dia melihat jari tangan ayahnya terluka hingga meneteskan cairan darah yang cukup banyak.Dhika melihat di pojok ruangan kakaknya Darma yang berusia 11 tahun menangis ketakutan.‘Apa ini? Dimana saya? Papah? Mamah?’“Astaga Dimas tangan kamu sampai berdarah seperti ini, tunggu sebentar biarkan saya mengobati tangan kamu. Darma tolong bantu mamah ambilkan perban di sana.”Darma tidak bergeming, dia masih sangat ketakutan.“Argghh dasar monster, dia seharusnya tidak kita lahirkan, dia benar-benar sangat berbahaya untuk keluarga kita.”

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 86 :

    Dhika memasuki ruangan yang terlindungi dengan berbagai sistem keamanan.Prof Einheart menaruh kornea matanya pada sebuah alat pendeteksi, setelah itu dia menempelkan kedua telapak tangan dan menyebutkan suara sandi untuk membuka pintu ruang penelitian.“Dhika kemarilah ikuti saya, saya akan menunjukan kepada kamu projek penelitian seperti apa yang sudah dikerjakan oleh kedua orang tua kamu.”Mengikuti langkah prof Einheart, Dhika melihat ada banyak tabung-tabung berisi ranting pohon berwarna hitam yang sedang diteliti oleh para dokter berbaju putih.Beberapa dokter yang melihat kedatangan prof Einheart memberikan hormat kepadanya.Prof Einheart membalas mereka dengan sebuah senyuman singkat sambil mengajak Dhika melihat lebih dekat ke arah tabung-tabung penelitian tersebut.Alexander dan Arnold berjalan mengikuti mereka dari belakang.&nbs

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 85 :

    “Hei Dimas apakah kamu memperhatikan gadis baru itu?”“Ya saya tahu dia sangat cantik, memangnya kenapa kamu naksir sama gadis itu?” balas peneliti muda berusia 30 tahun bernama Dimas kepadanya.“Haha tentu saja saya sudah memperhatikan sejak dia masuk pusat penelitian ini 2 minggu yang lalu. Nama gadis itu Bunga, saya dengar dari prof Einheart dia adalah anak jenius yang sudah menyelesaikan gelar doktornya di usia 24 tahun.”“Saya dengar dia memang sangat pandai,” jawab Dimas datar tampak tidak terlalu berminat dengan topik pembicaraan ini.“Dimas, Dimas, hei sampai kapan kamu mau menjomblo seperti ini? Kamu itu sudah berumur 30 tahun, sudah saatnya kamu mencari pasangan hidup. Kalau saya masih belum berkeluarga, saya pasti sudah dekati gadis seperti dia, selain cantik dia sangat pintar. Bayangkan anak seperti apa yang akan lahir dari gadis secan

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 84 :

    “Tuan Alexander maaf, tapi sepertinya Tuan pasti sudah salah mengenal orang. Anak itu, dia pencuri barang-barang milik pemburu monster yang sudah mati. Tidak mungkin Tuan mencari anak seperti dia, pasti ada sebuah kekeliruan, saya pasti akan membantu Tuan mencari anak yang Tuan cari.”Erlang tidak percaya kalau Alexander datang ke asrama guild Demeter hanya karena ingin bertemu dengan Dhika.Dia juga sebenarnya tidak rela melihat Dhika yang bukan anak seorang bangsawan didekati oleh Alexander.Dhika hanyalah seorang Herbalist miskin yang tidak punya apa-apa, dia hanya seorang anak yatim piatu dari keluarga yang tidak terpandang.“Tuan tunggu! Dengarkan saya.”Erlang mulai merasa kesal karena kata-katanya tidak didengar sama sekali oleh Alexander.Saat Erlang hendak mendekati Alexander agar bisa berbicara lebih dekat dengannya, Arnold t

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 83 :

    “Hei lihat pria tampan berambut putih itu bukankah dia Alexander Fraudilant?” tanya seorang murid wanita dari guild Demeter.“Tidak mungkin untuk apa orang sepenting dia sampai datang ke asrama guild kita,” balas teman murid wanita itu kepadanya.“Tapi dia sangat tampan, seandainya saja dia adalah pacar saya, saya pasti akan memamerkannya kepada seluruh teman-teman saya.”Kedua murid itu saling tertawa memikirkan hal-hal menyenangkan apabila pria tampan tadi adalah pacar mereka.Selain mereka berdua, murid-murid lain yang sedang bersantai di sekitar aula depan pintu asrama pun tampak keheranan melihat sosok Alexander wakil ketua dari guild Chronos sedang berdiri di sana.Saat murid-murid yang lain sibuk berbisik, Erlang yang baru saja datang bersama teman-teman dari golongan bangsawan dari guild lain mendekat ke arah Alexander dengan percaya di

  • World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist   Bab 82 :

    “Awasssss,” teriak Reno kepada Gita dan Vivi.Tabung kaca tempat perawatan Dhika meledak menyambar siapa pun yang berada di sekitarnya.Kotak-kotak lampu juga peralatan-peralatan elektronik di sekitar membuat suara-suara ledakan yang menakutkan.Gita berteriak ketakutan.Reno bereaksi cepat, dia berubah wujud menjadi seekor beruang besar yang melindungi tubuh Gita dan Vivi dari ledakan ataupun percikan listrik di sekitar mereka.Reno benar-benar tidak menyangka Dhika memiliki kekuatan medan energi listrik yang sangat besar hingga mampu menghancurkan peralatan-peralatan medis di rumah sakit ini.Reno tahu Dhika merahasiakan beberapa kekuatan genetiknya, tapi dia belum pernah melihat kekuatan genetik yang seperti ini.Sekarang tubuh Dhika keluar dari dalam tabung, dia terlihat melayang sambil tetap mengeluarkan percikan-percikan

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status