Share

Jodoh Untuk Zahir?

Penulis: Telang Ungu
last update Terakhir Diperbarui: 2023-10-07 08:18:05

Pagi harinya Zahir telah sampai dikediamannya bersama dengan membawa Hasna.

*Masuklah!" perintah Zahir pada wanita muda itu.

Hasna pun melangkah masuk kedalam rumah ia memperhatikan ke sekelilingnya, dan ia berhenti di ruang depan yang cukup luas.

"Duduklah!" Zahir memerintahkannya lagi, suaranya terdengar tak bersahabat.

"Zahir! Syukurlah kau sudah pulang, Nak." Anna menghampiri putranya dan memeluknya.

"Ibu mengkhawatirkanmu." ucap wanita berparas cantik itu walaupun umurnya sudah tua.

Zahir pun tersenyum, kemudian menatap sang ibu lembut,"Maaf sudah membuatmu Khawatir."

Anna lalu melihat seorang gadis yang tengah duduk sambil menunduk.

"Hai ... Rupanya kau membawa seorang wanita? Siapa dia Nak?" Anna melepaskan pelukannya lalu menghampiri Hasna.

"Halo ... Siapa namamu?" tanya Anna mendekat sambil mengulurkan tangan kepada sang gadis.

"Hasna, Nyonya." ucap Hasna sopan sambil tersenyum.

"Hai, Hasna ... aku Anna ibunya Zahir. Apa kau kekasih anakku?"

"Buu ..." tiba-tiba Zahir, m
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Suami dan Ayah Siaga

    Leon sedang menggendong putri kecilnya yang terbangun ditengah malam, sedangkan Anin baru saja tertidur. Leon berusaha sebisa mungkin tidak mau membangunkannya. Shafiyyah masih saja menangis walaupun sudah ia gendong. Kemudian Leon pun memeriksa popoknya, ternyata bayi mungil itu menagis karena tak betah popoknya basah. Dengan cekatan Leon menggantikan popok putrinya, lalu ia menghangatkan ASI yang sudah Anin perah dan simpan didalam Cooler. Setelah cukup hangat ia memberikannya kepada Shafiyyah, sambil menepuk pelan pantat bayi itu agar ia tertidur kembali. Tak berapa lama akhirnya Shafiyyah bisa dikondisikan dan tertidur lagi.Begitulah kegiatan Leon tiap malam selama dua minggu ini. Dia tidak mengeluhkan, walaupun akhir-akhir ini dia sering merasa mengantuk ketika sedang berada dikantor karena kurangnya tidur. Baginya yang penting Anin bisa tidur malam dengan cukup, setelah seharian istrinya itu disibukkan dengan kedua anak mereka. Walaupun memang ada sang mamah dan mba Mirna yan

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-07
  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Gadis yang tak diinginkan.

    Mobil Zahir telah berhenti disebuah pemakaman, ia ragu ingin turun dari mobil, beberapa menit kemudian Zahira melihat Hasna baru saja keluar dari gerbang pemakaman itu. Apa dia habis mengunjungi makam Syaima? batin Zahir.Mata gadis itu tampak basah, kemudian ia menuju jalan besar dan menunggu taksi. Zahir menjalankan mobilnya dan menghampiri Hasna. Pria itu membuka kaca mobilnya dan menatap ke arah wanita itu."Masuk!" perintah pria itu."Maaf, aku sudah memesan ...""Aku bilang masuk!" tukas pria itu dengan nada geram.Hasna menghela napasnya panjang, lalu memasuki mobil Zahir. Ia duduk dengan memalingkan wajahnya ke arah jendela disampingnya, wanita itu tidak mau melihat Zahir. Hatinya masih sakit mendengar alasan penolakan Zahir untuk menikahinya beberapa hari lalu. Hasna sendiri tidak menyangka bahwa Ibunya Zahir akan meminta anaknya untuk menikahi dirinya. "Ibu mau kamu menikahi Hasna, Zahir!" ucap Anna tegas pada putra sambungnya itu. "Aku tidak mau, Bu. Aku mohon jangan mem

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-08
  • Wanita Masa Depan CEO Muda   PENYESALAN ZAHIR

    Pagi ini Leon terlihat semringah, dari tadi senyum tak lepas dari bibirnya. Setelah hampir satu bulan dia tidak bisa menyentuh Anin, akhirnya semalam dia mendapatkan apa yang diinginkannya.Leon sedang menggendong Shafiyya yang merengek, sedangkan Anin masih sibuk didapur menyiapkan sarapan."Sayang, masih lama gak. Ini Fiyya haus kayanya!" seru Leon menghampiri sang istri.Rena dan Noah pun menghampiri meja makan, Rena melihat Leon yang kewalahan menghadapi Shafiyys yang sedang menangis. Ia pun berjalan mendekati Leon."Sini biar mamah gendong!" ucap Rena. Tapi Shafiyya masih terus saja menangis. "Nin, kasian nih Fiyya biar dikasih nen dulu, haus dia." seru ibu mertua Anin."Biar mamah yang terusin masakny nanti.""Iya Mah sebentar." Anin pun segera mencuci tangannya kemudian menggendong putri kecilnya itu. "Dikamar mamah aja neneninnya biar Fiyya bisa bobo lagi!" tawar Rena pada Anin.Anin pun menuju kamar mamah mertuanya, dan mulai berbaring sambil menyusui Fiyya. Bayi itu langsu

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-08
  • Wanita Masa Depan CEO Muda   PENYESALAN ZAHIR 2

    Leon menjalankan mobil seperti orang kesetanan. Sedangkan dibelakangnya Zahir memeluk tubuh Hasna yang berselimut dengan eratnya, sambil memandangi wajah cantik Hasna yang penuh luka. Rasa bersalah kian menyeruak kedalam hati pria itu. Kalau saja dia tidak menolak Hasna, kalau saja dia tidak menyakiti perasaan gadis itu dengan kata-katanya kemarin. Mungkin saat ini Hasna masih ada dirumahnya, gadis itu tidak akan pergi dari rumahnya. Dia ... tidak akan terluka seperti ini. "Hasna." lirih Zahir sambil memandangi wajah Hasna. Kejam sekali mereka melakukan ini pada Hasna. Zahir tidak bisa terima, dia tidak akan terima kalau Hasna sampai mati. Tidak, dia tidak akan membiarkannya. Ternyata melihat Hasna yang terluka seperti ini lebih membuatnya sakit.Setelah sampai dirumah sakit, dengan cepat Zahir menggendong wanita malang itu menuju Emergency."Tolong dokter, tolong selamatkan dia ... Kumohon selamatkan dia." ujar Zahir sendu sambil tersedu. Sementara Hasna sedang ditangani oleh tenag

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-09
  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Bangun Kesiangan

    Saat ini Leon sudah berada dirumah, ia pulang ketika Hasan dan ibunya Zahir datang. Ia sangat lelah setelah seharian menemani Zahir dirumah sakit. "Assalammu'alaikum." Leon mengucap salam memasuki kamarnya dilihatnya Anin sedang menyusui Shafiyya. Bayi mungil itu sudah mulai terlelap karena kekenayangan setelah menyusu."Wa'alaikumussalam." jawab Anin dengan suara pelan khawatir putrinya terbangun lagi. Leon membuka jas dan kemejanya, lalu menuju ke kamar mandi. Setelah selesai Leon berbaring disamping Anin dan memeluk istrinya itu dengan penuh sayang."Kamu mau makan, Pah?" "Aku mau tidur saja, ngantuk banget mata aku, seharian menemanin Zahir di Rumah sakit."Leon pun menceritakan tentang peristiwa yang dialami Zahir kepada istrinya."Aku gak bisa ngebayangin kalau itu terjadi sama kamu atau Helen," ujar Leon sambil menciumi kepala Anin. Walaupun Anin pernah diculik oleh Teo sepupunya, tapi Anin masih lebih beruntung karena Teo tidak sempat menyentuh Anin."Semoga Hasna segera pu

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-09
  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Niat kembali ke indonesia

    Leon sudah sampai dikantornya setelah mengantarkan Anin kembali kerumah. Hari ini ia ada janji bertemu dengan MrRiki saat jam makan siang. "Van, kamu sudah reservasi tempat makan siang untuk bertemu Mr. Riki?" tanya Leon kepada sang sekertaris."Sudah Pak, di Pacific Seafood, jam 1 siang.""Baiklah, saya ada waktu 1,5 jam lagi kalau begitu." Leon melihat ke arah jam tangannya. Baru saja dia ingin membuka dokumen yang harus dia tandatangani, ponselnya berbunyi.Leon menjawab panhg dari sahabatnya, Hasan dan mulai berbincang."Le, pelaku penganiayaan Hasna bukanlah kelompok Houthi, tapi mereka salah satu orang kerajaan." jelas Hasan."Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" "Setelah sekian lama mereka tidak mengintai kediaman Zahir, merek datang lagi bertepatan dengan keluarnya Hasna dari rumah Zahir. Ada saksi yang melihat Hasna dibawa masuk ke mobil orang itu."Leon menghela napas panjang, dia pun menceritakan kejadian pagi tadi saat Anin diikuti dua orang pria tak dikenal didalam super

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-10
  • Wanita Masa Depan CEO Muda   LEDAKAN DAHSYAT

    Seharian Leon hanya berada diruangannya untuk menyelesaikan dokumen-dokumen yang harus ia tandatangani. Saat makan siang pun dia hanya meminta tolong pada Devano untuk memesankannya. Ponsel Leon pun berdering, tertera nama istri tercinta di ponselnya."Pah, jam belapa pulangnya?" tanya Noah dari sebrang telepon sana."Sebentar lagi papah pulang Noah, Bunda mana?""Halo, Pah ... kamu masih dikantor?" tanya Anin "Nih lagi siap-siap mau pulang, Tunggu ya jangan dimatiin!" titah Leon seraya ia merapihkan laptop dan dokumen kemudian menmasukannya kedalam tas. Kemudian Leon pun melangkah keluar dari ruangannya, ia berjalan lebih dulu diikuti Devano dibelakangnya."Van, kalau aku nanti jadi pindah ke Indonesia, aku titip perusahaan ini padamu." ucap Leon saat mereka berdua didalam lift."Apa Bang Leon gak balik kesini lagi?" "Sesekali aku akan kesini untuk meminta laporan padamu. Kau harus bertanggung jawab, aku percaya padamu." ujarnya lagi."Saya juga sebenarnya mau pulang ke Indonesia

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-10
  • Wanita Masa Depan CEO Muda   SADARLAH, LEON!

    Rena dan Anin tergesa menyusuri koridor rumah sakit. Kedua wanita itu terlihat cemas, Anin menitipkan anak-anaknya kepada kedua orang tuanya.Hasan melihat keduanya yang berjalan menghampirinya. Setelah itu Hasan mengajak mereka untuk masuk kedalam ruangan, Mereka pun masuk kedalam ruang rawat ini Leon masih terbaring tak sadarkan diri, perban menempel di kepala pria itu dan dimata sebelah kirinya. Anin dan Rena tak kuasa menahan tangis mereka melihat keadaan Leon yang mengenaskan."Kek Leon!" lirih Anin sambil berurai air mata, mengusap wajah sang suami pelan. "Ini mamah, Leon! Kamu .... Kamu ..." Rena pun tak bisa melanjutkan perkataannya, wanita itu jatuh tak sadarkan diri. Anin pun berteriak, dia sungguh sangat panik dia khawatir pada ibu mertuanya. Hasan pun membantu membawa wanita itu berbaring di sofa, lalu memanggil suster penjaga."Tidak apa-apa, ibu anda hanya shock," seru sang suster kemudian. Anin pun kembali menghampiri suaminya yang masih terbaring tak sadarkan diri,

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-11

Bab terbaru

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Akhir yang manis

    "Setelah Papahnya Kak Leon meninggal dunia, ia dan Mamah Rena mengalami cobaan yang berat, aku rasa mungkin kamu juga sudah pernah mendengar ceritanya bukan dari ibumu atau mamah Rena." ucap Anin."Dan ternyata setelah semua cobaan yang dialami Kak Leon, Allah mempertemukan kembali denganku, saat itu aku sudah tinggal di Madinah bersama bibiku dan kuliah disana. Sedangkan saat itu Leon dan mamahnya baru habis menjalankan ibadah umroh, keduanya mampir kerumah bibiku, karena ternyata Leon adalah sahabat baik Kak Hasan, kakak sepupuku, anak dari bibiku itu. Begitulah cara Allah mempertemukan kami kembali. Tidak ada yang menyangkanya bukan." Anin terkekeh kembali mengingat semua kejadian demu kejadian dihari itu."Dan aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku masih mencintainya, walaupun kami sudah terpisah selama hampir tiga tahun, dan begitu juga dengan Kak Leon masih mencintai didalam hatinya.""Wah, sangat indah ya Kak cara Allah mempertemukan kembali kak Anin dan Kak Leon, andai ak

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Cerita Masa Lalu 3

    "Jadi, maukah kamu memaafkan kebodohanku ini?" tanya Leon serius menatap Anin. "Maukah kamu tetap menjadi tunanganku?" Ia menatap Anin penuh harap.Lama Anin terdiam dan berpikir. Sampai akhirnya ia berbicara."Aku ... Aku sebelumnya ingin meminta maaf karena telah menuduhmu saat itu," ucap Anin pelan syarat dengan penyesalan."Aku sudah memaafkanmu, tapi ..." Anin menjeda ucapannya. "Maaf, Aku ... tidak bisa menjadi tunangan mu lagi, Kak," ucap Anin menatap Leon dalam-dalam. "Maaf," lirihnya lagi.Leon terlihat kecewa, dia menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya."Saat ini, aku sedang mencoba memperbaiki diriku menjadi wanita yang lebih baik." Anin mulai berbicara lagi.Leon masih setia mendengarkan wanita yang sangat dia cintai itu berbicara."Menikah adalah ibadah terpanjang. Dan aku ingin melakukannya bersama dengan lelaki yang memiliki tujuan yang sama denganku," ucap Anin kembali. "Aku ingin bersamanya tidak hanya di dunia, tapi juga sampai ke surga." Anin mengucapkanny

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Cerita Masa Lalu 2

    FlashBack Anin Saat itu aku dan Leon sempat bertemu dan membicarakan kejadian di apartemen Leon." Anin mulai bercerita lagi pada Dewi tentang masa lalunya.Selesai dari butik pakaian muslimah, Anin dan Ibunya menuju kediaman Rena mamahnya Leon.Setelah sampai, keduanya mengucapkan salam, dan disambut dengan hangat oleh sang Tuan Rumah." Anin! Kamu cantik banget ... Tante sampe pangling lho," Rena terkejut menatap Anin yang mengenakan pakaian syar'i.Anin dan Ibunya hanya tersenyum mendengar perkataan wanita itu."Ceritanya, tadi Anin kan ku ajak ke butik cari abaya buat aku umroh. Eh, dia langsung suka sama abaya hitam itu, pas dicoba ternyata cocok." Mira ibunya Anin menjelaskan dengan semringah."Cantik banget lho, Nin," ucap mamahnya Leon."Makasih, Tante," ucap Anin malu-malu."Mari masuk!" sambung Rena mempersilakan keduanya. "Kita keruang makan aja, sekalian cicipin kue buatan Tante ya, Nin!" seru Rena bersemangat.Anin hanya menanggapi dengan senyum manisnya."Leon pasti kage

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Cerita Masa Lalu 1

    Flashback AninPintu apartemen Kak Leon—tunanganku—terbuka setelah aku menekan password-nya. Aku memperhatikan seisi ruangan yang sepi. Tunggu! Aku mendengar sayup-sayup suara dari arah kamar. Aku lalu berjalan pelan menghampiri pintu kamar itu. Sebelum pintu kubuka, aku mendengar suara yang membuat jantungku berdebar kencang. "Anin ... Anin ...." Kak Leon mendesahkan namaku. Ada apa dengannya?"Leon ... Sayang ...." Deg!Itu ... itu suara seorang wanita dari dalam kamar. Jantungku berdegup kencang. Kak Leon bersama siapa?Suara-suara itu kini membuat tubuhku gemetar, jantung ini bertalu kian kencang, lututku lemas. Ya, Tuhan, apa Kak Leon telah ...?Namun, sebisa mungkin aku mencoba untuk tidak panik dan bergerak perlahan-lahan. Anin kamu bisa, batinku menenangkan. Kutarik napas panjang sebelum membuka pintu kamar itu dengan kasar.Braakk!Pintu beradu dengan dinding kamar.Mata ini melebar ketika di hadapan terlihat seorang wanita berambut pirang, berpakaian setengah telanjang b

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Dewi dan Vladimir

    Leon memandang Vladimir dengan serius, lalu menyeringai."Dia sepupuku baru saja datang dari Indonesia, menggantikan Devano untuk sementara, karena istrinya akan melahirkan." terang Leon pada kedua tamunya."Ups, Sorry ... aku tidak tahu. Tapi dia sungguh cantik." Vladimir berkat jujur, saat pertama kali melihatnya tadi ia sudah merasa tertarik. Wajahnya yang putih, make up yang tipis membuatnya terlihat sederhana dan cantik.""Namanya Dewi, baru aja lulus kuliah di Kota Bandung, Indonesia." jelas Leon lagi seraya tersenyum."Aku gak keberatan kalau kamu niatnya serius sama dia, tapi kalau untuk main-main. Silahkan cari yang lain, Orang tuanya menitipkannya padaku untuk menjaganya, Vla." sambung Leon lagi. "Aku serius!" ucap Vladimir dengan wajah tenang."Seperti yang kalian bilang kan, aku harus segera menikah lalu punya keluarga sendiri. Aku memang berniat mencari istri juga ikut Yuri ke sini." Vladimir mengatakannya sambil terkekeh."Tapi Yuri malah berburuk sangka padaku, bagaima

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Tamu dari Moskow

    Anin sedang memasak, ketika mendengar keramaian didepan rumahnya. Kali ini ia tengah membuat bakso sapi, karena request dari Leon dan Noah, tentu saja Anin pun dengan senang hati membuatkannya karena sudah cukup lama mereka tidak memakannya. Apalgi disantap saat musim dingin, bisa untuk menghangatkan badan sekaligus mengenyangkan perut."Bundaaaa ... Bibi Helen dataaaang!" Noah menghampiri sang bunda ke dapur dengan berteriak begitu lantang seraya berlari."Astagfirulloh Noah, bunda sudah bilang berapa kali jangan suka berteriak dsn berlarian seperti itu," oceh Anin pada putranya."Siapa tadi yang datang?" tanya Anin lagi."Bibi Helen dengan suaminya juga yang lainnya Bun!" terang bocah laki-laki itu menerengkan, matanya berbinar.Anin pun segera memakai cadarnya dan berjalan menghampiri tamu yang Noah katakan tadi. "Maa syaa Allah, Helen! kenapa gak bilang mau main kesini, Mari masuk semuanya!" Anin pun menggandeng tangan adik iparnya itu lalu memeluknya. Yuri dan Vladimir yang mem

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Masa Lalu Vladimir

    Saat ini Yuri, Helen, Isabel dan Vladimir sudah berada dalam pesawat prbadinya menuju Dubai. Pria itu tidak bisa menolak keinginan Helen untuk pergi mengunjungi keluarganya disana. Dengan ijin dari dokter kandungan Helen, akhirnya mereka pun berangkat. Helen masih tertidur, tadi ia sempat merasa pusing dan mual, saat pesawat baru saja terbang. Yuri pun memijiti kepala dan tengkuk istrinya itu dan memberi permen jahe kesukaan Helen tatkala mual melanda. Memang ini bukan kehamjlsn yang pertama bagi Helen, karena sebelummya ia sudah pernah hamil walaupun harus mengalami keguguran ketika usia janinnya baru empat bulan. Di kehamilan yang keduanya ia lebih rileks dan tenang, tapi Yuri lah yang begitu protektif padanya. Ia begitu dimanja, sehingga tak jarang Helen mengerjai suaminys untuk.dibuatkan sesuatu, seperti membuat bubur ayam, mie rebus ataupun Teh khas Timur Tengah. Yuri pun selalu menuruti apa maunya, bagi Yuri ia akan berbuat apapun untuk membahagiakan istrimya yang sedang hamil

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Good Husband

    Sementara itu di Moskow, Rusia. Yuri sedang membuatkan sesuatu untuk istrinya tercinta. Helen yang tengah berbadan dua minta dibuatkan mie rebus yang berasal dari Indonesia. Entah mengapa akhir-akhir ini ia sering membayangkan mie rebus yang sering dibuat Anin saat ia masih tingga bersama dirumah Leon. Lengkap dengan sayurannya, baso dan telor yang dicampur.Yuri tersenyum karena telah berhasil membuat mie rebus yang Helen inginkan, ia membawanya dengan wajah semringah."Taraaaa! Mie rebus indonesia sudah jadi!" Yuri menaruh mangkok mie itu didepan Helen yang tengah duduk diruang keluarga."Terima kasih, suamiku Sayang!" Helen pun mengecup pipi Yuri dengan mesra membuat pria itu semakin bahagia."Sama-sama Ratuku, silahkan dicicipi!" Helen mengambil sendok dan mulai menyicipi kuah mie rebus itu.Dahi Helen mengernyit aneh, ini bukan rasa yang pernah ia makan, rasanya berbeda. Ia pun menyudahinya dan menjadi tidak berselera. Yuri yang melihat istrinya tidak jadi memakan mie buatanny

  • Wanita Masa Depan CEO Muda   Melepas Rindu

    Sementara itu dikediaman Leon saat ini, Anin sedang gelisah menunggu kabar dari Leon. Terakhir kali dua hari lalu Leon menghubunginya untuk mengabarinya bahwa ia langsung terbang keluar negri karena harus menemui kliennya, begitu yang Leon katakan. Tapi setelahnya suaminya tidak memberikan kabar lagi sehingga membuatnya khawatir. "Bundaaa! Papah pulang!" Noah berteriak menghampiri ibunya yang sedang memasak didapur. Anin tersadar dari lamunannya ketika mendengar teriakan Noah. Hatinya menjadi lega seketika, gundah yang menggelayuti pun sirna tatkala melihat Leon datang menghampirinya seraya tersenyum dengan tampannya."Assalammu'alaikum, Papah pulang!" Anin pun mencuci tangannya dulu sebelum menyambut kedatangan suaminya. Ia mencium tangan Leon dengan takzim."Wa'alaikumussalam, selamat datang kembali kerumah, alhamdulillah kamu tidak apa-apa, aku khawatir, karena kamu tidak memberikan kabar lagi kemarin." ujar Anin sedikit merajuk."Maaf, Sayang telah membuatmu khawatir. Aku rind

DMCA.com Protection Status