Share

296. Kejutan

Author: Lil Seven
last update Last Updated: 2024-10-26 05:11:05

Beberapa hari berlalu, Kyle sepertinya masih mengira Luana sedang sibuk belajar sehingga sama sekali tak mengirim chat pada Luana di malam hari.

Sebenarnya meski Kyle sangat suka minta cium seenaknya, secara mengejutkan, Kyle sebenarnya ternyata mempunyai sisi manis yang tak terduga.

"Hmmm, lama juga dia nggak gangguin aku," gumam Luana, suatu malam setelah hampir 3 harian Kyle tak mengirim chat pada Luana sama sekali saat malam hari.

Entah kenapa, Luana tiba-tiba merasa kangen dengan sifat jahil Kyle, tapi juga tak mungkin untuknya mengirim chat pada remaja itu lebih dulu, kan?

"Bisa-bisa dia ngeledekin aku seumur hidup!" seru Luana sambil menggelengkan kepala.

"Yaudah lah, besok-besok dia pasti chat aku lagi," ucap Luana, berpositif thinking. Karena apa, karena meski Kyle saat ini tak pernah lagi mengirim chat padanya, ketika di sekolah, Kyle masih bersikap biasa yaitu tak henti-hentinya menempel dan meminta cium saat tak ada yang melihat.

Lambat laun, Luana mulai tidak menu
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   297. Mengelabui Kyle

    "Ky, sini aku kasih ciuman," sapa Luana dengan ceria pada Kyle, yang baru masuk kelas.Suatu pagi. Bukan hanya menawarkan lebih dulu untuk mencium dirinya, gadis itu bahkan merentangkan tangannya lebar-lebar untuk menyambut kedatangan Kyle. Seperti dugaan Luana, reaksi Kyle adalah berjalan mendekat dengan mata memicing, tampak sama sekali tidak menyembunyikan kecurigaannya atas sikap Luana yang tak biasa."Hah? Tumben lo? Habis kesambet apa lo?" tanya Kyle, seraya menaruh tas di meja sebelah Luana. "Enggak ada apa-apa, kok. Aku cuman lagi baik aja sama kamu. Mau nggak?" elak gadis itu, sembari kembali membahas tentang ciuman."Mau lah," jawab Kyle, yang membuat Luana langsung sumringah dan mendekatkan bibirnya padanya remaja tampan di depannya itu. Hari ini, Luana punya misi penting yaitu membuat Kyle puas dengan ciumannya dan berhenti menganggu sampai besok, karena besok Luana akan pulang ke rumah dan bertemu Venus, pria yang ia rindukan!Jadi, Luana sejak pagi berencana akan ter

    Last Updated : 2024-10-28
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   298. Sedikit Berselingkuh

    Mata Luana mengerjap beberapa kali, menunggu jawaban Venus. Sementara itu, hatinya bergemuruh. 'Serius, dia mengajak aku memakai barang yang sama? Wah, gila! Apakah ini artinya cintaku tak bertepuk sebelah tangan?'Batin Luana berteriak. "Iya, ayo pakai bersama, Lu."Venus menjawab dengan tenang. Saat Luana mengagumi fakta bahwa ia sekarang memiliki barang couple dengan Venus, Venus yang tampak tak sabar, menarik tangan Luana dan mengikatkan gelang itu di pergelangan tangan kiri sebelum akhirnya memakainya sendiri satu gelang yang lain di pergelangan tangannya."Wah, beneran bagus. Sesuai bayanganku," ucap pria muda itu dengan ekspresi puas saat melihat gelang itu melingkar di pergelangan tangan Luana. Venus menjajarkan tangannya di samping tangan Luana sambil tersenyum sendiri, yang anehnya gelang itu terlihat serasi sekali.Jantung Luana kembali berdegup kencang saat menyadari bahwa mereka kini sekarang berdiri saling berdekatan."Kamu suka, Kak?" tanya Luana, pura-pura tenang

    Last Updated : 2024-10-28
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   299. Antara Venus dan Kyle

    "Dia kenapa, sih?" gumam Luana, bingung. Hanya karena insting saja, sebelum membuka puluhan chat itu, Luana mengarahkan pandang ke seberang jalan agak jauh dari tempat ia dan Venus duduk, dan terlihatlah seseorang yang berdiri menghadap mereka, kepala dan mukanya tertutup hoodie hitam, tapi Luana tahu siapa dia karena ponsel di tangan kanannya.Dia ... Kyle. "Kenapa dia di sini?"Luana bergumam lagi. Dari balik hoodie itu, bisa Luana rasakan tatapan tajam Kyle menusuk ke arahnya, sehingga membuat Luana seketika merasa merinding. Luana tak mengerti kenapa remaja itu ada sini.Namun, karena gadis itu tak ingin diganggu saat sedang dengan kak Venus, kualihkan pandang, menekan tombol reject, mengabaikan dirinya sepenuhnya dan terus melanjutkan bercengkerama dengan Venus yang terlihat lahap memakan sostelnya.Meski begitu, diam-diam Luana melirik ponsel.Sebuah chat kembali masuk dari nomor Kyle. Chat dengan tulisan yang sepenuhnya di capslock.[LUANA, JANGAN BILANG SAAT INI ELO LAGI

    Last Updated : 2024-10-28
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   300. Kyle Menggila

    [Baiklah, kita ketemu di mana besok, kak Ven?]Venus langsung menjawab kalau dia akan menunggu Luana di depan rumah dan berangkat bersama. Mereka janjian ke mall sekitar pukul empat sore.Hal itu membuat Luana semakin yakin jika Venus benar-benar mencintai dirinya. Karena Luana tahu, Venus bukanlah seseorang yang akan mempermainkan perasaan wanita. [Oke, aku bakal dandan cantik besok biar nggak ngecewain kakak.]. Luana bmengirim balasan chat itu dengan berbunga-bunga.[Kamu pake apa aja cantik kok, Lu. Jangan terlalu maksain diri.]Dan jawaban Venus membuat Luana semakin seakan melayang di angkasa."Astaga dia sekarang bahkan terang-terangan memujiku cantik," bisik gadis itu dengan muka memerah. Ia menepuk pipi seraya tersenyum sendiri, mengulangi membaca pesan Venus yang mengatakan bahwa Luana cantik."Duh, kak Venus. Gimana ini, aku semakin jatuh cinta sama kamu, tapi masih nggak berani mengatakan langsung."Gadis itu berteriak sambil menendangkan kaki di udara. "Kalau aku yan

    Last Updated : 2024-10-29
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   301. Pertengkaran

    "Kubilang belum ya belum! Ngeselin banget, sih!" hardik Luana, marah.Mendengar itu, Kyle malah tertawa sinis, menatap Luana dengan sedikit mencibir."Emangnya dia udah nembak elo? Emangnya dia bilang kalo juga cinta sama elo? Enggak, 'kan? Venus nggak pernah bilang, 'kan??" ejeknya. Dengan percaya diri. Plak!!!Tanpa sadar tangan Luana sudah melayang menampar pipi Kyle dengan keras karena tak terima atas ucapan remaja itu. Akibat tamparan itu, kini Kyle menunduk dengan rambut depan jatuh menutupi mata.Sialnya, bibirnya malah mengulas senyuman, dia mengelus pipi bekas ditampar Luana sambil tersenyum sinis. Penuh kemenangan.Membuat Luana semakin marah.Tersenyum sinis, Kyle berkata. "Dari tamparan lo ini, lo juga nggak yakin kalo dia bakal nembak lo, 'kan? Gue bener, 'kan? Karena Venus itu nggak bakal nembak lo, Lun. Nggak bakal. Karena Venus ....""Diemm!"Luana berteriak. Tangannya mengepal menahan marah, tak mau lepas kendali dan menamparnya lagi."Gue bener, 'kan? Venus itu

    Last Updated : 2024-10-29
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   302. Memohon Pengampunanmu

    Senin pagi.Kyle masuk sekolah, tapi tidak menyapa Luana. Itu membuat gadis itu semakin tidak nyaman.Tanpa sebab, Luana merasa kehilangan dia, saat Kyle asyik berbincang-bincang dengan teman sekelas, tapi tidak menyapa Luana sama sekali padahal mereka duduk bersebelahan."Kyle, marah?"Akhirnya, saat istirahat makan siang, Luana yang sudah tak tahan didiamkan Kyle, bertanya.Kyle yang tetap duduk di kursinya saat teman-teman mulai keluar kelas menuju kantin, menoleh pada Luana dengan menyipitkan matanya."Marah?"Dia balik bertanya, lalu tertawa sinis."Apa penting bagi lo gue marah atau enggak?"Kyle mengatakan hal itu dengan nada mengejek, lalu bangkit berdiri. Di depan pintu, sudah menunggu bawahan setia Kyle yang juga ikut sekolah di sini, Karios. Tak ingin diabaikan oleh Kyle setelah Luana seperti dicampakkan Venus, Luana secara impulsif meraih tangan Kyle yang hendak pergi meninggalkan dirinya. "Kyle, kamu nggak pengen ciuman?"Luana bertanya seperti itu, murni karena ingin

    Last Updated : 2024-10-29
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   303. Kyle Terluka

    "Ayo ciuman, Kyle."Luana kembali menegaskan untuk berciuman. Itu karena ia benar-benar khawatir jika kondisi Kyle semakin memburuk karena menolak ciuman dengannya, maka tuan Ivander akan memberi hukuman pada Luana, jadi Luanaharus memaksa Kyle untuk berciuman di sini.Demi keselamatan mereka berdua."Nggak mau."Sialnya, Kyle langsung menolak tawaran Luana tanpa berpikir dua kali. "Kenapa lagi, Kyyy???"Gemas, Luana pun bertanya."Gak mood," jawab Kyle, seraya mengalihkan pandangan sehingga membuat luana semakin gemas saja!"Alasan macam apa itu?" keluh Luana, tapi Kyle malah membuang pandang, seakan tetap teguh pendirian bahwa tidak akan ciuman. "Ini bukan masalah mood atau nggak mood, ini demi kesehatan kamu, Kyle!" seru Luana dengan frustasi, tak mengerti lagi apa alasan Kyle kembali menolak berciuman.Kyle, alih-alih menjawab, malah menatap lurus pada Luana. "Lo kuatir beneran sama gue, atau lo cuma takut sama konsekuensi yang harus lo hadapi kalo gue jatuh sakit karena ngga

    Last Updated : 2024-10-30
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   304. Ciuman Penuh Gairah

    "Yaudah, coba ke sini."Kyle akhirnya setuju untuk berciuman, dia menjawab sambil memberi tahu di mana rumah sakit dia dirawat, sehingga Luana segera memesan grab dan menuju ke sana.Begitu gadis itu sampai di kamar VIP yang disebutkan oleh Kyle, Luana segera masuk dan terkejut saat melihat bahwa kondisi Kyle ternyata lebih parah dari yang ia kira."Kyle! Ya ampun, astaga, kondisi kamu...."Gadis itu segera berlari ke arahnya dan memegang tangan Kyle yang terulur padanya, sementara itu Kyle menoleh pada Karios yang berdiri di dekat pintu dan memberi perintah singkat."Karios, keluar."Kini setelah karios keluar, tinggal berdua di kamar yang luas itu, Kyle masih memegang tangan Luana yang kini duduk di kursi sebelah ranjangnya dan memandang gadis itu dengan seringai nakal di wajahnya."Lo kalo lagi kayak gini, kayak perhatian banget sama gue tau nggak."Kyle berkomentar santai, sedangkan Luana yang tak bisa tidak panik melihat luka-luka dan perban di kepalanya, segera menawarkan sesuat

    Last Updated : 2024-11-07

Latest chapter

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   469. Tidak Bisa Lepas Dari Gio

    Setelah diam beberapa saat, dengan suara berat Kyle menjawab. "Sebenarnya itu juga hal yang terus mengganggu pikiranku beberapa hari ini, Rion. Masalah tentang jika suatu hari Luana ingin mengandung buah cinta kami berdua." "Astaga, lalu apakah Anda sudah menemukan jalan keluar, Tuan?" Dengan sangat berat hati, Kyle menggeleng. "Enggak. Ehm, untuk saat ini belum. Aku sama sekali nggak menemukan jalan keluar atas masalah itu." Kyle berkata seraya mengusap wajahnya dengan gerakan kasar menandakan betapa putus asanya dirinya. Pria itu sama sekali tidak masalah jika tak bisa memiliki keturunan untuk menjaga Luana dari kematian, tapi bagaimana dengan Luana? Gadis itu mungkin saja memiliki pemikiran berbeda. Itulah yang dikhawatirkan oleh Kyle. "Jadi ... apakah Anda akan menyerah untuk menikah dengannya? Karena jika menikah maka masalah itu pasti ..." "Aku tetap nggak akan menyerah untuk menjadikan dirinya istriku. Tapi tentang masalah mengandung bayiku setelah kami menikah ters

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   468. Persimpangan

    "Ah, Tuan."Tiba-tiba Rion teringat kembali tentang percakapannya dengan ayah Kyle tadi pagi tentang cinta Kyle kepada Luana sehingga ingin bertanya sedikit kepada bos-nya tersebut."Menurut Anda, apakah jika kalian sudah menikah besok, Anda akan membiarkan Luana meninggal demi melahirkan buah hati Anda?"Pertanyaan ringan dari Rion tersebut serta merta membuat Kyle menutup dengan keras map yang sedang dibacanya dan menghadiahi Rion tatapan tajam."Apa maksudmu?"Kyle bertanya dengan suara dingin yang membuat Rion seketika gelagapan karena tak menyangka kalau Kyle akan bereaksi seperti itu.Dia buru-buru menggeser kursi di depan meja Kyle dan duduk dengan ekspresi pucat."Tolong jangan tersinggung atas ucapan saya, Tuan. Saya hanya tiba-tiba teringat akan ibu Anda melihat kemesraan Anda dan Luana tadi. Saya berpikir ... mungkin ayah dan ibu Anda dulu juga semesra ini hubungannya, sebelum akhirnya ibu Anda meninggal dunia," ralat Rion buru-buru.Rion menyembunyikan maksud sebenarnya da

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   467. Cinta Adalah Penderitaan

    Rion ingin berkata bahwa cinta Kyle kepada Luana tidaklah sedangkal itu, dia bahkan rela menghancurkan dunia demi bisa bersama dengan Luana. Rion yakin jika usaha ayah Kyle ini akan sia-sia saja bahkan jika yang datang itu Leanna yang merupakan teman masa kecil Kyle. Namun, Rion tidak bisa menjamin jika Luana lagi-lagi tahu bahwa Kyle kembali dijodohkan saat dia dalam posisi yang 'katanya' diuji sebagai menantu baik, apakah gadis itu akan bertahan?Dia bisa merasakan bagaimana putus adanya Luana jika tahu hal ini, karena itu Rion bertekad untuk menyembunyikan kabar berita ini sampai Luana selesai melakukan misinya.Rion mengepalkan tangan dan benar-benar bertekad untuk menutup sumber berita apa pun tentang hal ini dari Luana, sehingga dia bisa bekerja dengan tenang."Aku tahu mungkin kamu memandang aku sebagai orangtua egois, tapi aku benar-benar tidak ingin Kyle di masa depan akan menjadi pria menyedihkan seperti aku, karena itu aku melakukan semua ini."Rion berusaha membujuk ayah

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   466. Ketenangan Sebelum Badai

    Pagi hari di kantor. "Selamat pagi, Tuan." Luana segera berdiri dari tempat duduknya dan menyapa Kyle yang baru saja dari luar bersama dengan Rion di belakangnya. Kyle berhenti berjalan menuju ruangannya dan menoleh kepada Luana yang sedang berdiri di balik meja kerja. Pria itu berjalan mendekat dan melayangkan kecupan lembut di pipi sang gadis yang membuat Rion terperanjat kaget, sedang Kyle sendiri tersenyum penuh kasih kepada gadis mungil itu. "Maaf morning kiss-nya telat," ucapnya lembut, yang dibalas Luana dengan gelengan. "Tidak apa, saya tahu Anda sibuk." Kyle menaruh tangannya di pipi Luana dan membelai penuh kasih sayang dengan sorot mata penuh minta maaf. "Sudah makan?" "Sudah." Semenjak Luana menginap di tempat tinggal Kyle selama seminggu, Kyle memang membuat peraturan bahwa harus ada morning kiss sebelum keduanya sama-sama berangkat bekerja. Namun, karena hari ini dia sudah harus berangkat bekerja sejak pukul enam pagi maka morning kiss tersebut pun telat d

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   465. Rencana Licik

    Luana menyingkirkan tangan Kyle dari pundaknya dan menarik napas panjang sambil memejamkan mata. Ini seperti disuruh memilih antara mati di tangan para hantu demi menikah dengan orang yang dicintai atau hidup dengan melepaskan satu-satunya pria yang sangat dicintainya tersebut. "Mau bagaimana lagi, Lun? Aku jugannggak punya kuasa untuk menolaknperintah ayah. Aku ingin membuktikan pada ayah kalau wanita pilihanku ini benar-benar bisa diharapkan. Kamu bisa membantu aku,'kan, Lun?" "Terima kasih atas kepercayaanmu padaku yang begitu besar ini, Kyle. Meski aku .. aku merasa nggak yakin kalau bisa mengatasi semua ini," tukas Luana dengan lemas lunglai. "Kamu pasti bisa, Lun. Kamu selalu bisa menghadapi kesulitan apa pun, jadi kali ini pun aku yakin kamu pasti bisa menyingkirkan rumor tersebut." Melihat keyakinan di mata Kyle, tiba-tiba Luana teringat akan sesuatu. "Aaah, sebentar. Kenapa nggak kamu buktikan sendiri apakah tempat itunberhantu atau enggak? Bukankah kamu berteman dengan

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   464. Dibuang?

    "K-kamu serius? Berhantu?" Luana bahkan tidak tahu sekarang harus berekspresi bagaimana, dia sudah sangat terkejut ketika diberi tahu bahwa akan dipindah kerja karena ayah Kyle yang tak ingin melihat calon menantunya dirumorkan sebagai wanita penggoda. Lalu sekarang, tempat kerja barunya adalah.. hotel berhantu? Ingin sekali rasanya Luana berteriak melontarkan pertanyaan kepada pemilik utama Zeus grup tersebut seperti ini: "Are you kidding me?" Luana bertanya, hanya bisa tertawa sumbang sambil menyugar rambutnya. Sepertinya, sepertinya ini hanya alasan Tuan Besar itu untuk mengusir Luana jauh-jauh dari sisi Kyle, putranya, bukan karena ingin memberi tantangan padanya untuk membuktikan kualitas yang dia miliki. Dia memandang pria yang terasa semakin sulit digapai tersebut dengan sorot putus asa dan bahu lunglai. "Apakah kamu serius saat mengatakan hal itu, Kyle? Serius, apakah hotel itu benar-benar dirumorkan berhantu?" Kyle mengangguk pelan seakan itu bukanlah sebuah masalah

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   463. Tidak Direstui?

    "Kamu ingat nggak, Lun, waktu dulu aku pernah bilang kalau dijodohkan oleh ayah dan para petinggi perusahaan?" "Ah, aku ingat, dan aku baru tahu hari ini kalo gadis itu adalah Jasmine. Hm, kalo pilihan ayahmu adalah gadis seperti Jasmine, dia pasti nggak akan mudah menerima diriku, ya, 'kan Seperti orang tua Rexy." Gadis itu tiba-tiba menunduk, entah kenapa dadanya tiba-tiba terasa sangat sakit hanya karena membayangkan bahwa ayah Kyle ternyata sama dengan ayah Rexy, mantan pacarnya. Melihat Luana yang tiba-tiba bersedih, buru-buru Kyle menjelaskan. "Nggak, bukan gitu, Luana. Ayahku nggak kayak orang tua si berengsek ituyang melihat orang lewat strata sosial. Dia nggak peduli latar belakangmu kayak apa, Luana. Percayalah padaku. Tapi dia sangat peduli dengan image perusahaan dan image-ku." Jawaban dari Kyle sama sekali tidak membuat Luana lega. "lya, lalu? Apakah itu artinya kita ... kita nggak bakal bisa menikah, Kyle?" tanya Luana pesimis. Kyle segera meraih pipi gadis itu da

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   462. Kapan Menikahiku?

    Kyle tersenyum lebar sambil berbaring miring dengan satu tangan sebagai bantal sedang tangan yang lain membelai pipi Luana. "Terima kasih banyak, ya, Lun." Senyum pria itu begitu cerah dengan.mata berbinar-binar, wajahnya segar seperti orang yang baru saja mendapatkan jackpot. Luana balas menggenggam tangan Kyle yang berada di pipinya dan mengangguk sambil tersenyum manis. "Sama-sama." Memang seperti tidak masuk di akal,.tapi apa yang dikatakan oleh Kyle benar. Luana adalah obat yang amat sangat manjur untuk dirinya secara harfiah. Setelah Kyle seperti biasa meminta Luana untuk 'membantunya' dengan segala sentuhan dan keindahan tubuh sang gadis agar cairan kental milik Kyle bisa keluar, perlahan-lahan luka di tubuh Kyle pun membaik. Bahkan bibirnya yang tadi sedikit lebam kebiruan kini terlihat baik-baik saja. Hanya tersisa sedikit warna merah di ujung bibir pria tersebut. Luana mengulurkan tangan dan mengelus rambut Kyle dengan penuh kasih sayang. "Aku senang lihat kamu sem

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   461. Obati Aku, Luana

    "Jadi bagaimana? Apakah aku salah?" tanya Luana dengan gelisah. Kyle mengusap lembut pipi gadis itu untuk menghilangkan kekhawatiran di matanya sebelum kemudian menarik napas panjang. "Kamu nggak salah. Yang salah itu Jasmine," jawab Kyle. "Astaga, Jasmine benar-benar keterlaluan! Bisa-bisanya Jasmine mengarang hal seperti itu, dia benar-benar harus dienyahkan," geram Kyle dengan kesal. "Apa yang dia katakan benar-benar nggak masuk akal, bayi monster yang memakan daging manusia? Kenapa nggak sekalian memakan beruang atau serigala?" Pria itu menyugar rambutnya dan tertawa hambar dan berakhir dengan senyum pahit saat lagi-lagi tahu bahwa Jasmine yang tadi siang dia beri ampunan ternyata telah menyebar berita buruk seperti ini tentangnya. Gadis itu benar-benar sampah! Kyle harus mencari kesempatan untuk melenyapkan dirinya diam-diam, agar tidak terus mengganggu kehidupannya seperti sekarang. "J-jadi semua yang dikatakan Jasmine utu salah?" Ragu-ragu Luana memberanikan diri unt

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status