Celine mengernyit, si Lucen ini takutnya memang menargetkan dia.Setelah hening sesaat, Celine tidak ragu-ragu. "Oke.""Celly!" teriak Lala.Kalau bukan Celine sedang melihatnya, dia pasti sudah tertawa senang.Oke? Bagus! Bagus sekali!Celine setuju menggantikan dia, berarti situasinya sedang berjalan sesuai dengan yang dia inginkan."Hahahaha! Kalau begitu, kamu ke sini dulu!" Lucen tertawa terbahak-bahak.Celine melangkah maju selangkah, lalu dua langkah, tiga langkah ....Di gudang yang kosong ini, suara langkah kaki itu terdengar sangat jelas, seakan-akan mengguncang telinga orang, bahkan detak jantung juga ikut berdetak sesuai dengan langkah kaki itu.Akhirnya, Celine berjalan ke tempat yang hanya berjarak beberapa langkah dari Lucen."Sudah, kamu sudah boleh melepaskan dia." Celine menatap mata Lucen.Tatapan itu membuat Lucen merasa sedikit takut.Celine hanya seorang wanita, untuk apa dia takut?Namun Celine pernah belajar ilmu bela diri ....Teringat dengan hal ini, Lucen pun
Melihat ekspresi Celine, Lala semakin senang.Dia terkejut? Kaget? Bingung?Dia melihat semua itu, tapi tidak melihat ketakutan.Hal ini membuat Lala kesal.Kenapa dia tidak takut?Lala ingin Celine ketakutan, bahkan ingin melihat Celine memohon ampun padanya dengan tubuh gemetaran ....Mana boleh Celine tidak terlihat takut sama sekali?Situasi saat ini, Lucen menahan Celine. Hari ini Celine jangan harap bisa keluar dari gudang rumah sakit jiwa ini lagi.Oleh karena itu, Lala tidak mau berpura-pura lagi.Dia menatap mata Celine yang penuh dengan emosi yang bercampur aduk lalu tersenyum lembut. "Terima kasih, Celly."Lala menyampaikan kata-kata Lucen tadi ke Celine.Maksudnya menyindir sangat jelas."Lala, kamu ...." Kalau sampai sekarang Celine masih tidak mengerti, berarti dia benar-benar bodoh.Dia menyambungkan semuanya dan semakin yakin kalau hari ini, termasuk yang sebelumnya, semuanya adalah rencana Lala untuk menuntunnya selangkah demi selangkah ke situasi saat ini.Namun, kena
"Kita bicarakan dulu, kamu masih ada kesempatan ...."Celine menenangkan diri, sekarang dia hanya bisa menyelamatkan diri sendiri.Namun, Lucen malah tertawa terbahak-bahak. "Bicara? Kesempatan? Nyonya, kalau kamu berharap aku melepaskanmu, jangan sia-siakan energimu lagi. Kalaupun aku melepaskanmu, Tuan Andreas juga nggak mungkin mengampuniku. Semua yang kulakukan itu satu saja sudah bisa membuat Tuan Andreas mau membunuhku.""Aku tahu kenapa dia membiarkanku hidup."Mata Lucen terlihat suram, setelah berhenti sejenak, dia berkata, "Bukan untuk melampiaskan amarah Tuan Muda Dylan. Dia mau aku jadi umpan, tapi aku mana mungkin mau?"Celine mengernyit dan langsung mengerti maksud Lucen.Meski malam itu Lucen mengakui semuanya, Celine tetap bisa melihat bagian-bagian yang janggal.Dia menebak kalau Lucen mengakui semua itu demi melindungi Fera.Kalau benar begitu, berarti maksud Lucen saat ini adalah dia bahkan bisa mengorbankan nyawanya demi Fera?Dia benar-benar mencintai Fera.Namun .
Terus Hansen ....Hansen sedang berlibur di luar negeri, saat-saat dia menikmati waktu bersantainya. Kalau Hansen mendapat kabar dia mati, pasti akan mengganggu waktu liburannya.Hansen pasti akan segera pulang.Pasti akan sedih dan kembali memikul Grup Nadine.Lala tidak akan membiarkan Hansen tahu kalau kematiannya berhubungan dengannya. Jelas terlihat, Lala hanya membencinya, jadi di masa depan Lala tidak akan mencelakai Hansen.Namun ... ketika Celine mendapatkan kesimpulan ini, perasaannya sangat tidak enak.Namun, dia tidak punya waktu untuk mencari tahu alasannya. Dia teringat ayahnya yang baru saja dia temukan, terus kakak sepupunya, Winny, Vicky ....Semua orang itu muncul bergiliran di benaknya.Di luar gudang,Lala berlari keluar dengan panik. Di depan orang-orang, dia kembali berpura-pura.Para dokter dan suster yang tadi keluar dari gudang sudah tidak terlihat.Lala terkejut.Tepat pada saat ini, dia berlari dan menabrak seseorang."Di gudang ada bom, kata Nyonya, dia taku
Namun dirinya akan segera mendapatkan kekayaan dan kekuasaan Keluarga Nadine yang luar biasa. Kalau dia punya kekayaan, mungkin dia akan berguna untuk Nyonya.Teringat ini, Lala pun menghela napas lega.Saat ini, ada orang yang melihatnya berlutut di lantai di antara kerumunan orang yang heboh karena ledakan tadi. Orang itu pun menanyakan keadaannya. "Nona, kamu nggak apa-apa, 'kan? Ayo kubantu keluar."Orang itu seorang perawat.Lala menoleh melirik perawat itu dan ingat dengan perbuatannya tadi.Untungnya setelah dia menekan tombol itu, dia langsung membuang remotnya.Namun, dia tetap harus berakting ...."Celly ... Celly masih di dalam, kalian tolong dia .... Kumohon, tolong dia ...."Lala menggenggam tangan perawat itu dengan erat, suaranya yang serak terdengar hampir menangis, jelas terlihat dia sangat khawatir."Baik, petugas pemadam kebakaran sudah menuju ke sini, semoga mereka bisa menyelamatkan orang di dalam." Ekspresi perawat itu tidak terlihat penuh harapan.Lala juga mende
Begitu tersambung, Lala langsung menangis meraung-raung.Di ujung telepon, Hansen terdiam. Karena tidak mendengar kata-kata khawatir dari Hansen, Lala tertegun. Untungnya, terdengar suara Hansen dari seberang telepon."Lala, jangan menangis, apa yang terjadi? Kamu terluka? Jangan nangis ...."Setiap kata-kata terdengar sangat khawatir, ini adalah perhatian yang sudah sering Lala dengar dari Hansen.Lala baru tenang kembali dan tetap menangis. Setelah mendengar Hansen semakin khawatir, dia baru berhenti sejenak lalu menyalahkan dirinya sambil terisak-isak."Kak, semua salahku, aku nggak seharusnya pergi menemui orang itu. Aku nggak seharusnya meminta Celly menemaniku. Aku ...."Lagi-lagi dia menangis."Ada apa dengan Celly?"Lala bisa mendengar dengan jelas kalau napas Hansen terhenti sejenak.Meski Celine sudah mati di dalam gudang itu, Lala tetap merasa iri, dia pun sengaja menangis dan tidak langsung menjawab pertanyaan Hansen.Hansen jelas terdengar semakin panik. "Cepat bilang, ada
"Bagus sekali." Fera sangat senang, dia pun memberi Lala pujian."Semuanya berkat persiapan Nyonya yang bagus." Bagaimanapun, dia punya aib di tangan Fera, jadi Lala tetap harus bersikap penurut di depan Fera.Setelah berbicara sejenak, mereka menyelesaikan panggilan.Di malam hari, Fera menelepon orang lain.Di seberang telepon, orang itu melapor dengan penuh hormat, "Donny dan Albert Tjangnaka juga segera meninggalkan teman mereka dengan terburu-buru.""Oke, bagus."Fera sangat puas, senyuman di wajahnya menjadi semakin cerah.Hansen pergi ke luar negeri, Andreas dinas, Donny dan Albert juga ada urusan. Kelihatannya, tidak akan ada hal di luar dugaan lagi.Fera mematikan rokok yang dia isap sampai setengah lalu berbalik dan naik ke mobil di belakangnya.Kalau begitu, dia sudah boleh pulang ke Mastika dengan tenang untuk melihat Andreas yang menderita.Andreas ....Mengingat Andreas, muncul emosi kompleks di mata Fera yang segera menghilang tanpa jejak.Sementara saat ini, di Mastika.
Ini bukan jebakan Tuan Andreas, melainkan jebakan Tuan Muda Dylan.Setelah memasukkannya ke rumah sakit jiwa, Dylan tidak pernah muncul lagi. Saat ini dia muncul, Lucen tidak tahu apa yang akan dia lakukan."Lucen, kamu sangat aneh."Dylan berkata, "Di gudang tadi, kamu sangat hebat, sudah memutuskan mau mengorbankan nyawamu demi wanita yang kamu cintai. Kamu bahkan nggak takut mati, sekarang kenapa malah ketakutan?""Kelihatannya tekadmu untuk mati nggak cukup kuat!"Nada suaranya menyindir.Seketika membuat Lucen memberontak. "Tekadku kuat ...."Begitu membuka mulut, Lucen menyadari kalau dia terjebak. Dia langsung menunjukkan ekspresi canggung dan mengubah kata-katanya. "Apanya wanita yang kucintai? Apanya rela berkorban nyawa demi dia? Tuan Muda Dylan benar-benar suka mengarang."Mengarang?Muncul tatapan tajam di mata Dylan.Lucen tidak mengaku kalau dia menanggung semuanya demi Fera, tapi memangnya kenapa? Dylan sudah tahu dan yakin kalau pelaku dari semua kejahatan itu adalah Fe
Namun, tepat pada saat ini, Celine menelepon seseorang dan sudah mengatur semuanya.Seiring dengan pengumuman dari pembawa acara, babak final dihentikan untuk sementara. Penonton dan para peserta boleh istirahat. Para media yang sedang menantikan gosip Keluarga Tantra juga mendapat perintah untuk mematikan semua kamera mereka.Termasuk yang sudah mereka rekam tadi juga tidak boleh diekspos ke publik.Para media yang ada di lokasi tidak berani melawan, hanya bisa menuruti permintaan itu.Setelah melakukan semua ini, Celine pun turun dari kursi juri.Celine tentu saja tahu kalau Nicholas dan ayahnya memikirkan dia. Sedangkan Celine merasa apakah urusan keluarga mau diekspos ke publik atau tidak terserah pada mereka."Om, Kak Nicholas, terserah kalian mau bagaimana menyelesaikannya. Kalau perlu mengosongkan lokasi, aku suruh mereka pulangkan para peserta dan penonton. Kalau nggak perlu, terserah Om apakah mau menyebar masalah ini ke luar."Semuanya terserah pada Keluarga Tantra.Ayahnya N
Tiba-tiba, terdengar suara seruan kaget di kursi dekat pintu.Gerakan ini seketika menarik perhatian semua orang.Semua orang langsung melihat ke asal suara itu lalu mengikuti pandangan orang itu ke arah pintu.Begitu melihat orang yang ada di pintu, semua orang tertegun sejenak.Kemudian, mereka berhasil mengenali kalau orang itu adalah orang yang ada di video tadi."Itu orangnya!"Sudah pasti dia.Tokoh utama pria yang ada di video dewasa tadi.Situasinya jadi seru!Tokoh utama prianya sudah datang, istri dan juga keluarga istri pria itu juga ada di sini!Ada orang yang melihat ke arah anggota Keluarga Tantra.Mereka semua memasang ekspresi suram.Bakal ada pertunjukan seru!Di pintu masuk, Michael Mondia yang buru-buru datang juga tertegun. Orang-orang ini ... kenapa semua melihatnya?Tatapan mereka ini seakan-akan sedang menunggu pertunjukan seru.Bahkan ada orang yang menunjuk-nunjuk dia sambil mengatakan sesuatu.Meski merasa aneh, tapi saat ini dia ada urusan penting, tidak bisa
Babak final dimulai.Peserta babak final naik ke panggung secara bergantian untuk menunjukkan karya mereka.Tiba-tiba, terdengar suara pembawa acara berkata, "Selanjutnya, kami persilakan Tuan Tuvin Sarwen ...."Tuvin Sarwen ....Nama ini masuk ke telinga Celine, membuat Celine membeku sejenak.Data peserta di depannya juga dibalik ke "Tuvin Sarwen".Tunangannya bilang dia tidak akan datang.Dia ... harusnya tidak akan datang?Jelas-jelas sudah memastikan Tuvin itu bukan Andreas, tapi entah kenapa Celine tetap memikirkannya, bahkan dia diam-diam berharap Tuvin bisa muncul di sini.Tidak peduli apakah dia itu Andreas atau bukan."Tuan Tuvin ...." Melihat tidak ada yang naik ke panggung, pembawa acara hendak memanggil lagi, tapi tiba-tiba ada staf yang memberitahunya lewat HT.Pembawa acara pun langsung mengalihkan topik. "Tuan Tuvin tiba-tiba ada urusan, tidak bisa mengikuti babak final ini. Tapi kami percaya Tuan Tuvin yang mencintai desain pasti akan bertemu kita lagi. Kita tetap bisa
Cepat pergi?Di seberang telepon sangat berisik, Sheryn curiga dia salah dengar. "Apa katamu?"Hari ini dia bisa datang karena membayar uang.Apalagi Nicholas ada di sini, dia tidak akan pergi.Namun, suara pria di seberang terdengar semakin tajam. "Cepat pergi dari sana!""Kenapa?" tanya Sheryn kesal."Istriku dan juga keluarganya juga ke sana. Kalian nggak boleh sampai bertemu!" Suara pria itu terdengar sangat tidak sabaran.Jelas terdengar dia takut dengan istrinya.Rasa takut ini pun membuat Sheryn semakin marah.Pria ini adalah menantu Keluarga Tantra, istrinya adalah bibinya Nicholas, keluarga istrinya sudah pasti Keluarga Tantra.Inilah kenapa Sheryn sengaja menggoda dia.Dari Keluarga Tantra tidak hanya Nicholas yang datang?Saat sedang berpikir, Sheryn melihat beberapa wajah yang familier masuk ke lokasi, yaitu orang Keluarga Tantra.Mereka langsung berjalan menghampiri Nicholas.Setelah mereka datang, Nicholas sepertinya sedang memperkenalkan Celine. Meski jaraknya sangat jau
Hilangnya Andreas adalah sebuah rahasia.Namun, Nicholas adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu tentang hal ini.Senyuman Celine berubah kaku sejenak, lalu sebuah senyuman pahit muncul. Dia tidak perlu berpura-pura kuat di depan Nicholas."Belum, tapi dia ... ada di Binara.""Kalau ada di Binara, harusnya sedikit lagi bakal ketemu."Celine menoleh lalu bertatapan dengan Nicholas. "Kak Nicholas, nggak usah khawatir, aku nggak apa-apa. Bagaimana denganmu? Belakangan bagaimana kabarnya? Terus Winny, belakangan ... aku nggak sempat memperhatikan dia."Dia sepertinya sudah sangat lama tidak berinisiatif menghubungi Winny. Setiap kali Winny mencarinya, dia juga tidak pernah menanyakan kondisi Winny.Celine merasa sedikit bersalah.Nicholas menyadari perasaan Celine dan segera menjawab, "Winny sangat baik, dia terapi setiap hari, membaik dengan sangat cepat. Sebelum aku pulang ke Binara kali ini, dia berpesan padaku minta fotomu terus kirim ke dia, dia sangat merindukanmu."Celine mer
Benar, asalkan bisa menemukan Andreas, semuanya terbayarkan.Mereka saling menyemangati lewat telepon.Setelah mengakhiri panggilan, Celine melihat jam dan langsung teringat hari ini hari apa.Hari ini babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional.Beberapa hari ini, dia fokus mencari Andreas, melupakan soal kompetisi ini.Noni juga tidak mengingatkannya.Celine tahu, pasti Hansen yang ada di Mastika yang berpesan pada Noni jangan mengganggu Celine dengan permasalahan kompetisi.Namun hari ini, dia harus hadir.Celine pun menyemangati dirinya.Setelah selesai mandi dan berpakaian, sebelum dia keluar, dia memakai cincin yang diberikan Andreas padanya.Lokasi babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional ditentukan di tempat yang sama dengan tahun lalu.Pagi-pagi sekali, sudah ada banyak wartawan yang datang.Selain peserta, orang-orang yang boleh masuk adalah para orang berpengaruh di Binara.Sheryn berhasil masuk dan berbaur dengan kerumunan orang.Kalau bukan karena pria yang dia
Seakan-akan dia tidak tertarik sama sekali dengan cincin itu.Sementara kata "bagus" itu juga hanya komentar objektif, atau mungkin diucapkan hanya untuk membuat Lala senang.Lala sangat senang dengan reaksi Andreas ini.Beberapa hari ini, dia terus mengamati Andreas.Kelihatannya cuci otak Gion kali ini sangat sempurna. Andreas tidak jadi gila, juga sepertinya melupakan semua hal yang berhubungan dengan Celine.Bagus sekali!"Kalau begitu, aku mau yang ini. Boleh, 'kan, Kak Tuvin?" Mata Lala dipenuhi dengan cinta.Seperti yang sudah dia duga, Andreas menjawab, "Boleh.""Kalau begitu, aku bungkus cincin pasangan ini," ujar penjaga toko.Namun, baru saja dia selesai bicara, Lala malah berkata, "Nggak mau sepasang, aku cuma mau yang model wanita, yang pria nggak usah.""Tapi ...." Bukannya mereka sepasang kekasih?Cincin ini bukan untuk tunangan atau cincin nikah? Jadi cincin kekasih juga bagus.Lala menyadari reaksi penjaga toko itu.Dia pun terkekeh."Cincin ini memang bagus, tapi ini
Lala sangat puas dengan hadiah yang akan dia berikan ke Celine.Juga sangat puas melihat tampang Andreas yang sempurna di depannya. Melihat jarak mereka yang sangat dekat, dia akhirnya tidak bisa menyembunyikan kesenangan di hatinya."Kak Tuvin ...." Lala tiba-tiba mendekati Andreas.Namun, Andreas malah mundur selangkah.Reaksinya ini jelas adalah refleks.Sejak Andreas sadarkan diri, berapa kali pun Gion mencuci otaknya dan terus memberitahunya kalau Lala adalah tunangannya,bahwa hubungan mereka sangat dekat,setiap kali Lala mau mendekat, Andreas selalu menghindar.Senyuman di wajah Lala jadi kaku, tapi dia segera kembali normal."Kak Tuvin, besok kita sudah mau pergi. Mulai besok, di sanalah rumah kita. Nanti waktu sudah sampai, kamu teruskan sekolahmu, aku bakal menemanimu.""Kak Tuvin, kamu boleh kasih aku sebuah hadiah?"Lala mendongak melihat Andreas, matanya penuh dengan harapan, sama sekali tidak ada hal lain."Boleh." Andreas tidak ada alasan untuk menolak.Lala tahu dia ti
Manajer hotel itu pun menceritakan semua yang terjadi hari itu dengan sangat mendetail.Mendengar ceritanya, hati Celine sangat bergejolak."Berarti benar!"Malam itu bukan mimpi, melainkan Andreas yang asli!"Aku sudah pernah menemuinya."Celine bergumam, bibirnya membentuk sebuah senyuman yang paling tulus dalam dua bulan ini.Dia juga perlahan-lahan semakin bersemangat. Dia melihat ke Albert dan Dylan sambil berkata, "Hari itu aku bertemu dengannya!"Albert dan Dylan saling bertatapan.Meski mereka tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi malam itu, mereka percaya dengan Celine.Atau mungkin, Celine dan Andreas tidak hanya pernah bertemu.Andreas bahkan sedang melindungi Celine.Melihat Celine tersenyum, Albert juga ikut tersenyum.Dylan juga menghela napas lega.Dari informasi-informasi ini, mereka sudah bisa membuktikan kalau Andreas baik-baik saja. Hanya masalah waktu ... sampai dia kembali.Sementara hal yang harus dia lakukan sebelum Andreas pulang adalah mengurus Grup Jayadi dan