공유

Bab 302

작가: Helena Ayu
Wajah mereka tertangkap di kaca spion, terlihat serasi. Sopir diam-diam mendesah.

'Sungguh pasangan yang sempurna dan serasi.'

Sepanjang perjalanan, masing-masing tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Sesampainya di kantor catatan sipil, seorang pengacara sudah menunggu di pintu.

Pengacara yang sama seperti sebelumnya.

Miana tersenyum kecil, merasa ini kebetulan yang lucu.

"Pak Henry, Nyonya Jirgan, ini perjanjian perceraian, silakan dibaca dengan teliti!" Sebelumnya dia ingin menghindari percakapan tentang perceraian dua orang ini, tetapi siapa sangka dalam waktu kurang dari satu jam, dia malah mengantarkan perjanjian perceraian mereka.

Miana mengambil perjanjian perceraian itu dan membacanya.

Setelah selesai, dia sangat terkejut.

Perjanjian itu mencantumkan pembagian aset sebesar dua ratus miliar, ditambah sebuah rumah senilai seratus miliar, serta sebuah mobil Rolls-Royce yang memiliki fitur anti peluru.

Dengan semua ini, ditambah saham yang diberikan Kakek, setelah bercerai, Miana ak
이 책을 계속 무료로 읽어보세요.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
MSari
hurmmmm... ketandusan idea brgkali..
goodnovel comment avatar
Agustina Hariyati
nggak ada lanjutan nya apaaa kak?
댓글 모두 보기

관련 챕터

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 303

    Miana terdiam sejenak sebelum segera kembali tenang, dan menjawabnya, "Kamu pikir aku bisa hamil tanpa pembuahan atau hamil secara ajaib dari jarak jauh?"Staf yang mendengar itu merasa canggung.Dia merasa, tidak heran pernikahan dua orang ini berakhir, ternyata mereka tidak memiliki hubungan suami istri yang harmonis.Kehidupan suami istri yang harmonis memang penting.Henry mengatupkan bibirnya, lalu mendengus dingin dan mencibir, "Mulutmu memang sangat tajam!"Tidak heran dia adalah seorang pengacara."Kalau kamu nggak percaya, bagaimana kalau kita pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan sebelum melanjutkan ini?" Miana tentu saja tidak berani pergi ke rumah sakit.Di dalam perutnya tidak hanya ada satu bayi, tetapi dua!Pemeriksaan hanya akan segera mengungkap semuanya.Namun, dia harus berkata seperti itu untuk menghilangkan keraguan Henry.Dia bertaruh bahwa Henry tidak akan mengajaknya pergi melakukan pemeriksaan!"Aku nggak bilang nggak percaya padamu?" balas Henry dengan wajah

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 304

    Miana sama sekali tidak ingin membatalkan perceraian ini!Henry menyipitkan matanya, menatap punggung Miana yang berjalan pergi.Dia sungguh tidak mengerti bagaimana wanita yang dulunya sangat mencintainya, kini tidak lagi terlihat rasa cinta itu di matanya.Kenyataan itu membuat hatinya terasa kurang nyaman.Begitu keluar dari kantor catatan sipil, Miana mendapat telepon dari Sherry."Mia, kamu lagi di mana?""Aku baru keluar dari kantor catatan sipil.""Untuk merayakan kebebasanmu, aku sudah pesan meja di Red Mansion. Perlu kujemput?" Suara Sherry terdengar sangat ceria."Nggak usah, aku langsung ke sana saja, "ujar Miana, lalu mengatup-ngatupkan bibirnya. Dia masih memikirkan pertanyaan Henry kepada staf tadi. Hatinya gelisah."Oke, kalau begitu, aku juga langsung ke sana. Sampai nanti. Ingat jangan terburu-buru!" Sherry menutup telepon dengan nada riang.Miana berdiri di tempat, memegang ponsel. Perasaannya campur aduk."Mia, ada apa? Apakah Henry menindasmu lagi?"Suara Eddy yang

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 305

    Eddy mendesah pelan, kemudian berkata, "Henry, hubunganmu dengan Mia sudah berakhir! Kakek sangat menyayangkan hal ini!"Dia ingin melihat reaksi Henry terlebih dahulu, baru memutuskan langkah selanjutnya.Henry melirik ke kaca spion dan bertanya, "Apa yang sebenarnya ingin Kakek katakan?"Kakek mendukung Miana, dia tahu itu.Namun, dia ingin tahu apa sebenarnya yang ingin disampaikan Kakek padanya."Kamu masih berpikir untuk membatalkan perceraian ini?" tanya Eddy langsung ke intinya."Ya!" Henry juga tidak ingin menyembunyikan hal itu, menjawab dengan serius."Kalau begitu, aku akan menelepon mereka untuk mengeluarkan akta cerai kalian sekarang juga!" seru Eddy, lalu mengambil ponselnya dan menekan tombol panggilan ulang."Kenapa Kakek melakukan ini!" Henry bingung dengan tindakan kakeknya. "Cucu kandungmu itu aku! Kenapa Kakek malah membantu orang luar dan melawan cucu sendiri!"Mendengar itu, Eddy mendengus dingin dan berkata, "Aku sudah memutuskan, setelah Mia mendapatkan akta cer

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 306

    Sambil melihat kotak perhiasan itu, Wiley menjawab dengan hormat, "Itu adalah hadiah ulang tahun yang dipilih Pak Henry untukmu. Karena sibuk menangani urusan di Kota Sugal, dia lupa memberikannya kepadamu. Hari ini, dia sendiri yang memintaku untuk memberikannya padamu dan juga menyampaikan permintaan maafnya!"Miana menyerahkan kotak perhiasan itu kembali kepada Wiley. "Akta cerainya sudah kuterima, yang ini tolong kembalikan saja kepada Henry. Bilang padanya, sekarang kita adalah orang asing, jadi nggak ada yang perlu dimaafkan!""Nyonya Jirgan, ini ...." Wiley tiba-tiba merasa kotak perhiasan itu sangat berat.Dia yakin, gajinya akan dipotong Henry jika berani membawa kembali kotak perhiasan itu.Sebagai asisten yang paling dipercayai, tidak dipecat sudah termasuk beruntung jika hal kecil seperti ini saja tidak bisa dilakukan dengan baik."Terima kasih sudah repot-repot datang ke sini! Aku harus pergi sekarang, permisi!" ujar Miana, lalu berjalan pergi bersama Sherry.Wiley terdiam

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 307

    Ditolak Miana lagi, Giyan merasa sakit hati, tetapi dia tidak menunjukkannya. "Kalau begitu, kamu harus datang ke Firma Hukum Lacia setelah melahirkan!"Dia berharap bisa mengembangkan Firma Hukum Lacia bersama Miana.Miana tertawa kecil dan berkata, "Masih ada beberapa bulan lagi aku baru melahirkan, tapi kamu sudah mereservasi diriku! Siapa tahu aku nggak ingin menjadi pengacara lagi setelah melahirkan!""Aku akan menunggumu! Berapa lama pun akan kutunggu!" ujar Giyan, kata-katanya ini bermakna ganda.Sherry merasa sedikit iri pada Miana.Jika dia memiliki pria yang mencintai dan memanjakannya seperti itu, dia pasti sudah menikah sejak lama!"Urusan masa depan kita bicarakan di masa depan," ujar Miana, yang tidak memikirkannya terlalu dalam."Oke! Kelak baru kita bicarakan lagi." Giyan setuju dan mengganti topik pembicaraan. "Sebenarnya, saat kecil, aku melihatmu jago menari dan mengira kamu akan menjadi penari profesional. Aku nggak menyangka kamu akhirnya menjadi seorang pengacara!

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 308

    Raut wajah Henry seketika berubah agak masam.'Apa maksud Miana!'"Dia bersama siapa?" tanyanya dengan nada tajam.'Beraninya dia bersikap seperti itu!'"Pak Farel yang menjemputnya," jawab Wiley. Dia dapat merasakan udara di sekitarnya menjadi lebih dingin dan refleks menarik pakaiannya lebih rapat."Di mana Janice?" Henry tahu jika terus membicarakan ini, dia akan semakin marah, jadi dia mengganti topik."Sudah diantar pulang," jawab Wiley, tidak berani berbicara lebih banyak karena tidak tahu apa yang dipikirkan Henry."Oke, kamu bisa keluar sekarang."Wiley segera berbalik dan pergi.Setelah Wiley pergi, Henry mengambil kotak perhiasan dan membukanya.Di dalamnya ada kalung berlian, model terbaru dari toko perhiasan Grup Eskaria tahun ini.Desainnya sederhana tetapi sangat indah.Saat memilihnya, dia membayangkan leher putih Miana yang akan terlihat sangat cantik dengan kalung itu.Namun, Miana malah membuangnya ke tempat sampah.Pada saat ini, suara notifikasi pesan terdengar.Hen

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 309

    'Dia nggak pernah tersenyum seperti itu padaku!''Bukankah dia bilang mencintaku?'Sebelumnya, Henry berpikir Miana mencintainya.Namun dalam sejurus ini, dia merasa Miana sebenarnya mencintai Giyan.Berani-beraninya Miana membohonginya selama tiga tahun!Henry merasa hatinya seperti diremas oleh tangan tak terlihat, sakitnya hampir membuatnya sesak napas. Amarahnya membara, tetapi juga ada rasa tidak berdaya yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.Dia tidak percaya bahwa dirinya berada di sini, menyaksikan semua ini dengan mata kepalanya sendiri, yang membuatnya merasa seluruh dunianya hancur seketika.Dia mencoba mengatur napasnya, berusaha menenangkan diri. Namun, ketika dia kembali melihat mereka berdua, amarahnya seperti disiram bensin, berkobar semakin besar, hampir menghanguskan akal sehatnya."Miana!" Pada akhirnya dia tak mampu menahan diri, berteriak dengan marah. Suaranya sarat dengan emosi dan kemarahan yang terpendam. Saat itu, dia bukan lagi Henry yang biasanya tenang

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 310

    Melihat Miana tampak lemas, Giyan khawatir akan kesehatannya. Ekspresinya seketika berubah dingin, dia melangkah maju dan menarik Miana ke belakangnya, lalu menatap Henry dan berkata, "Pak Henry, kalian sudah bercerai, apa hakmu mengatur-ngatur hidup mantan istri?"Henry datang dengan penuh kemarahan untuk menginterogasi Miana, terlihat agak konyol.Dengan nada mencibir, Henry berkata, "Wanita yang sudah kubuang, kamu juga tertarik? Ini semacam warisan Keluarga Ferno, ya?"Khawatir Miana akan sakit hati mendengar itu, tatapan Giyan terhadap Henry makin tajam dan dingin. Ekspresi lembut biasanya kini sudah tidak terlihat. "Dengan sifat Pak Henry seperti itu, nggak heran ingin Miana ingin bercerai denganmu!""Sekalipun sudah bercerai, dia tetap milikku. Pak Giyan menginginkannya pun harus lihat aku setuju atau nggak!" Karena cemburu, kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat menyakitkan untuk didengar.Setiap kata yang diucapkan Henry masuk ke telinga Miana yang berdiri di belakang Giya

최신 챕터

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 550

    Amanda tidak pernah meragukan Miana.Dia hanya meragukan dirinya sendiri."Duduklah, kita diskusikan lagi," ujar Miana dengan suara lembut, sambil mengangkat cangkir kopinya dan mengaduknya perlahan."Oke!" Amanda menarik kursi dan duduk di depannya, kemudian mereka mulai berdiskusi.Diskusi mereka selesai tepat sebelum waktu yang ditentukan.Amanda segera mengemas dokumen-dokumen dengan rapi, lalu dia dan Miana meninggalkan kantor bersama-sama.Kendati sudah empat tahun meninggalkan Kota Jirya, Miana tetap menjadi sosok yang dihormati dan diingat.Setibanya di pengadilan, banyak wajah akrab yang menyapanya dengan antusias.Pemandangan itu membuat Amanda teringat pertama kali dia berada di pengadilan.Saat itu, tubuhnya gemetar karena gugup, tetapi Miana segera membantunya duduk dan menenangkan dirinya.Setelah beberapa saat, sidang hari ini pun dimulai.Sidang berlangsung penuh ketegangan, kedua belah pihak saling beradu argumentasi dalam perdebatan sengit, masing-masing mengupayakan

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 549

    Menurut Miana, reaksi Ariz terasa sedikit berlebihan.Sepertinya Ariz juga menyadari hal itu, lalu mencoba untuk tenang sebelum bertanya, "Apa yang terjadi dengan Bu Sherry? Kenapa dia dirawat di rumah sakit?"Dalam beberapa hari terakhir, dia menganggap Sherry sedang dalam perjalanan bisnis karena tidak bisa dihubungi.Namun, dia tidak pernah menduga bahwa Sherry sebenarnya berada di rumah sakit.Miana memandangnya, mempertimbangkan ucapan sebelum mengungkapkan berita berat itu. Dengan suara pelan, dia berkata, "Dia mengalami kecelakaan mobil, kehilangan salah satu kakinya, dan kini dirawat di rumah sakit."Wajah Ariz memucat, seolah sulit mencerna informasi itu, sebelum akhirnya bertanya, "Bagaimana ... keadaannya sekarang?'"'Kehilangan salah satu kaki, dia pasti sangat terpukul.''Aku bahkan sama sekali nggak menyadari apa yang sebenarnya terjadi.'"Dia memang terlihat biasa saja, tapi aku yakin hatinya nggak sepenuhnya tenang," ujar Miana, sorot matanya tajam memperhatikan Ariz, m

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 548

    Selesai berbicara dengan kepala sekolah, Miana menuju tempat parkir dan sebuah mobil Maybach sengaja menghalangi mobilnya.Dia berjalan mendekat dan mengetuk kaca mobil ituBegitu kaca jendela mobil diturunkan, wajah dingin Henry terlihat."Tolong pindahkan mobilmu," ujar Miana yang masih dengan nada sopan."Masuklah, aku akan mengantarmu," ujar Henry dengan nada tegas.Miana mengernyit dan nada bicaranya berubah ketus, "Aku bawa mobil sendiri, nggak perlu kamu antar. Kalau ada yang ingin kamu bicarakan, langsung saja!"Dia pikir, setelah kejadian semalam, Henry tidak akan mengusiknya untuk sementara waktu.Dia sungguh tidak menyangka, pagi ini, Henry muncul lagi.Benar-benar pria tidak tahu malu!"Kapan kamu akan membawa putra kita dan tinggal bersamaku?" Henry memandang wajah Miana yang begitu dekat, dan perasaan yang lama terpendam dalam dirinya mengalir kembali dengan kuat.Dia mencintai Miana.Namun, Miana tidak mencintainya lagi."Henry, bisakah kamu bertindak normal?" Miana mera

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 547

    Sherry dan Miana bertukar pandang, lalu dia melambaikan tangan kepada Nevan sambil berkata, "Baiklah, kamu pergilah ke taman kanak-kanak. Jangan lupa dengarkan gurumu dengan baik, ya. Ibu angkat pasti akan merindukanmu!"Miana tertawa mendengar perkataan Sherry.Nevan menggembungkan pipinya, memberungut marah. Matanya memerah menahan amarah, lalu dia mengentakkan kakinya beberapa kali dengan keras sebelum bergegas keluar."Dia benaran marah?" tanya Sherry kepada Miana.Miana tersenyum sambil menjawab, "Tentu saja dia marah. Baginya, Kamu itu adalah harapannya, dan ternyata kamu membuatnya kecewa. Jangan khawatir, dia anak yang mudah dibujuk. Sebentar lagi dia akan kembali ceria.""Baguslah kalau begitu. Jangan buang waktu lagi, kamu cepat pergi bujuk dia." Sherry akhirnya merasa lega."Setelah selesai sarapan, kamu kembali istirahat saja. Nanti aku akan mengirim Ariz ke sini," ujar Miana sambil melambaikan tangan kepada Sherry, sebelum dia berbalik dan pergi.Di pos suster, Nevan sedan

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 546

    Pada hari itu, Sherry keluar dari kantor dekan dengan tergesa-gesa, lalu tertabrak sepeda Ariz dan terjatuh ke tanah.Ariz segera memarkir sepedanya dengan baik, lalu mengendong Sherry ke klinik kampus.Setelah itu, Ariz tetap bersikeras mengantar Sherry kembali ke perusahaan, meskipun Sherry terus meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.Hari pertama Ariz bergabung di perusahaan, barulah Sherry sadar bahwa Ariz adalah orang yang menabraknya waktu itu.Sejak saat itu, Ariz tetap berada di sisinya hingga kini.Dalam beberapa tahun kebersamaan mereka, Sherry merasa sangat bersyukur atas keputusan yang dia buat pada hari itu."Kalau begitu, minta Ariz ke Universitas Jirya dan carikan orang berbakat seperti dirinya untuk membantu perkembangan perusahaan kita ke depannya." Miana sangat puas dengan kemampuan Ariz. Dia percaya, dengan Ariz bertanggung jawab atas perekrutan, hasilnya akan sangat memuaskan. Selain itu, dia memang sudah berencana merekrut orang baru untuk belajar darinya."Baikl

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 545

    "Begitu aku bangun pagi ini, aku langsung menyadari kalau informasi lokasi adikmu nggak lagi dapat dilacak. Aku mencoba beberapa cara untuk menemukannya, tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, aku meretas ponselnya dan memeriksa riwayat panggilan. Panggilan terakhirnya adalah kepada Nyonya Besar keluarga Jirgan."Miana menyipitkan matanya, sementara otaknya bekerja keras menyusun setiap petunjuk yang telah dia dapatkan.'Untuk apa Celine mencari Felica?''Hubungan mereka sangat dekat?'"Bos, apa masih perlu mencari keberadaannya?""Tetap cari!" Miana merasa ada sesuatu yang tidak beres.'Ke mana Celine pergi?'"Oke, aku akan segera mencarinya! Lalu, bagaimana dengan penyelidikan kecelakaan Sherry?""Begitu urusanku selesai, aku akan langsung mengecek ulang informasi tentang orang itu untuk memastikan identitas aslinya.""Baiklah."Setelah menutup telepon, Miana bersandar di dinding. Kekhawatiran membanjiri pikirannya.Tiba-tiba, terdengar suara Nevan dari kamar perawatan. "Ibu, cepat masuk!"

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 544

    Perawat sibuk bekerja, menyeka tangan Sherry dengan lembut.Ketika Nevan masuk ke kamar perawatan, suaranya yang ceria memecah keheningan."Ibu angkat, aku datang!" serunya sambil berlari kecil menuju ranjang.Mendengar suara ceria Nevan, senyum langsung menghiasi wajah Sherry. Dia menoleh kepada perawat dan berkata dengan lembut, "Kamu siapkan sarapan dulu."Perawat mengangguk dan berjalan keluar ruangan.Dengan langkah-langkah kecil yang penuh semangat, Nevan tiba di sisi ranjang. Sepasang mata jernihnya menatap Sherry yang sedang berbaring, dan dia bertanya dengan suara manis, "Apakah Ibu merindukan?"Sherry merasa hatinya terisi kebahagiaan, dia tertawa sambil meraih tangan Nevan. "Tentu saja sangat merindukanmu!"Nevan berjinjit, berusaha memanjat ke ranjang, tetapi tinggi tubuhnya membuatnya kesulitan. Dengan senyum kecil, dia menundukkan kepala dan memberikan ciuman hangat di punggung tangan Sherry. "Aku juga merindukan Ibu angkat!"Miana menyaksikan interaksi hangat antara Neva

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 543

    Miana tertegun.Dia pernah memikirkan kemungkinan menikah dengan Giyan suatu hari nanti.Namun, tidak terlintas dalam benaknya bahwa Giyan akan menyatakannya pada waktu seperti sekarang.Ekspresi tertegun Miana membuat Giyan merasa sedikit kecewa, tetapi dia tetap mempertahankan senyumnya. "Aku hanya bercanda! Aku nggak bermaksud memaksamu untuk menikah! Sore nanti, kalau kamu punya waktu, aku bisa membawamu melihat rumah itu. Kalau kamu merasa cocok, kita bisa langsung pindah besok, bagaimana?"Dia tidak yakin apakah Henry masih memiliki tempat di hati Miana, tetapi dia sangat menyadari bahwa perasaan Miana terhadapnya belum cukup kuat untuk membangun masa depan bersama.Tentu saja, ini membuat hatinya terasa perih.Namun, dia tahu bahwa memaksakan sesuatu bukanlah jawabannya.Yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu Miana siap."Giyan ...." Miana menyadari bahwa senyum di wajah Giyan terlihat dipaksakan, membuat hatinya diliputi rasa bersalah. Namun, dia tahu bahwa dia harus jujur. "M

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 542

    Miana dengan penuh hati-hati menggeser Nevan ke samping dan bangkit dari ranjang.Setelah mencuci muka dan bersiap-siap, dia turun ke lantai bawah.Giyan sudah menyiapkan sarapan dan sedang membersihkan ruang tamu."Kenapa bangun sepagi ini? Tidur lagi saja sebentar," ujar Giyan, sembari menghentikan penyedot debu. Tatapan lembutnya tertuju pada Miana, dan suaranya tetap penuh kehangatan."Nggak deh, terlalu banyak yang harus aku kerjakan hari ini," ujar Miana dengan lembut, sambil mendekat dan merangkul pinggang Giyan."Kalau begitu, kamu sarapan dulu. Aku akan pergi membangunkan Nevan," ujar Giyan dengan suara yang agak serak, lalu mencium kening Miana."Oke, kamu pergi bangunkan dia," ujar Miana sambil menyandarkan wajahnya ke dada Giyan.Dengan Giyan di sisinya, semuanya tampak begitu damai dan hangat.Hidup dalam momen ini terasa begitu menyenangkan."Kamu makanlah, aku naik ke atas sekarang." Giyan mencubit pipi Miana dengan lembut.Miana menyadari telinga Giyan yang agak merah,

좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status