Share

79. Badai

Author: ReyNotes
last update Last Updated: 2025-01-23 23:03:52

Kelly berlari ke kamarnya. Air mata mengalir ke pipi. Sesungguhnya ia menyesali apa yang ia ucapkan pada Brandon.

Lelaki itu tampak syok mendengar Kelly memintanya pergi. Kelly tetap menggeleng meski Brandon berkata ia akan berusaha menjadi lelaki yang diidamkan Kelly.

"Hiks, hiks." Kelly menangis sendirian di kamar.

Ia butuh seseorang untuk menenangkannya. Tapi saat ini semua penghuni mansion sibuk. Terngiang ucapan Mommy Keyna.

Bagaimanapun, kamu harus bisa menyelesaikan masalah tanpa bantuan. Masalah itu mendewasakan pemikiran.

Dengan kasar, Kelly mengusap pipi. Ia membayangkan keburukan Brandon agar hatinya tidak sakit mengingat kepergiannya.

"Dia bertato, memakai anting, merokok, minum alkohol, dingin, aneh, tidak perhatian, semena-mena .... " Kelly meracau sendiri.

Lalu setelah beberapa kali menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Kelly menyetel musik dengan lagu galau keras-keras, lalu memejamkan mata.

Rasanya belum lama Kelly tidur, ia terbangun karena suara petir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yiming
thanks up byk kaka rey
goodnovel comment avatar
mommy
senangnyaa dikasih asupan bnyak...makasiii lanjutkan yaaa..
goodnovel comment avatar
ReNny Ne Vino
semangat kak,ceritanya seru
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   80. Korban Luka Bakar

    Agar semua percaya, Marc menunjukkan rekaman saat drone-nya menangkap motor sport Brandon. Meski memakai helm, Kelly mengenali bentuk tubuh pengendara motor itu adalah Brandon."Selain mobil sport, mobil rumah, Brandon juga membawa motor sport ke sini?" William bertanya pada Bastian yang langsung mengangguk."Kalau dilihat dari arahnya, Brandon melewati jalur tepi tebing." Louis mengamati layar drone. "Dasar manusia sok berani.""Huss! Jangan begitu," protes Kryna mendengar ledekan Louis. "Brandon bukan dari daerah sini. Mungkin ia tidak tau tepi tebing sangat bahaya dilewati saat hujan deras.""Cieee ... Mommy Key mulai membela Brandon." Louis langsung diam melihat Keyna mendelik padanya.Sementara keluarganya berdebat, Kelly mondar-mandir dengan ponsel di telinga. Ia mencoba menghubungi Brandon.Gagal berkomunikasi dengan Brandon, Kelly menghubungi Edzard dan Jasmine. Kedua sahabat Kelly itu pun sedang membantu korban-korban kecelakaan karena badai di rumah sakit."Tolong cari infor

    Last Updated : 2025-01-24
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   81. Aku di Sini

    “Aku mencintaimu, Brandon. Cepat .... ““A – Apa kamu bilang?”Sambil mengerutkan kening, Kelly menatap mumi di depannya. Apa iya, Brandon bisa bicara dalam keadaan ini?“Brad? Kamu bisa bicara?”“Dia bukan Brandon. Aku di sini.”Perlahan, Kelly menoleh. Brandon menatapnya dengan penampilan berantakan. Wajahnya berdarah dan kotor. Tapi, selebihnya ia sehat dan dapat berdiri dengan kakinya sendiri.“Brad?” Kelly jadi bingung. Ia menatap manusia mumi di ranjang. “I – Ini siapa?”“Tidak tau. Yang jelas bukan Brandon.” Brandon bersungut.“Ya Tuhan.” Kelly menghampiri Brandon. “Kamu baik-baik saja? Tidak. Kamu berdarah. Mana lagi yang terluka?”Brandon tak menjawab dan hanya menatap wanita yang tampak khawatir di depannya. Lalu kedua tangannya menangkup wajah Kelly.“Katakan lagi apa yang barusan kamu bilang pada dia,” pinta Brandon dengan mata menatap penuh permohonan.“Ini bukan waktu yang tepat. Kamu harus segera mendapat .... ““Tidak. Katakan sekarang. Aku bersumpah akan melukai diriku

    Last Updated : 2025-01-24
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   82. Masih Aman

    "Brandon baik-baik saja?" William tiba-tiba melongok dari balik tirai pembatas.Lalu Louis dan Marc juga datang. Terakhir Cedric yang langsung berdiskusi dengan Keyna.Sesungguhnya, Brandon terharu. Ia mendapat banyak perhatian dari keluarga Dalton. Padahal sebenarnya ia belum diterima oleh keluarga tersebut.Sementara keluarganya, selama ia selalu didampingi pelayan kepercayaan keluarga, mereka akan merasa Brandon baik-baik saja."Aku baik-baik sa .... ""Tidak begitu baik, " potong Keyna. "Kita akan observasi kakinya."William menatap kaki Brandon. Luka panjang itu membuatnya mengernyit."Kenapa tidak langsung ditindak hari ini?""Ruang operasi penuh." Cedric yang menjawab sambil ikut mengamati kaki Brandon."Umm ... kalian membicarakan kakiku tanpa memberitahu ada apa dengan luka ini." Brandon menatap Keyna dan Cedric bergantian."Tulang kakimu ada yang patah." Cedric berkata terus-terang.Brandon menggeleng. "Aku tidak merasakannya.""Kami para dokter yang melihatnya.""Tidak apa-

    Last Updated : 2025-01-25
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   83. Berduaan

    Jika Brandon tidur nyenyak, Kelly terjaga sepanjang malam. Selain karena Mommy Keyna menyuruhnya untuk mengawasi suhu tubuh Brandon, ia juga tidak dapat tidur.Matanya menatap Brandon sambil tersenyum. Sesekali, tangannya mengusap wajah dan rambut lelaki di depannya.Rambut itu mulai memanjang. Bagian depannya bahkan sudah menutupi mata. Tetapi, tidak mengurangi ketampanan Brandon.Kelly meraih ponsel saat mendengar benda itu berbunyi. Perlahan, ia turun dari ranjang dan keluar kamar untuk menerima telepon dari Jasmine."Pas Brandon hilang nelpon-nelpon. Sekarang udah ketemu, diem-diem aja." Jasmine langsung menyemprot sahabatnya.Kelly terkekeh. Ia duduk santai di sofa dan menggunakan earpiece untuk bicara dengan Jasmine."Maaf, ya. Aku terlalu senang akhirnya Brandon ketemu dan dalam keadaan baik-baik saja.""Cie ... senengnyaa. Tunggu, Auntie Key bilang, Brandon patah tulang. Kenapa kamu bilang baik-baik saja?""Tapi ... keadaannya baik. Brandon bahkan masih bisa berjalan. Aku juga

    Last Updated : 2025-01-25
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   84. Harus Denganmu

    Brandon merasa menjadi lelaki tolol yang tidak berperasaan. Bagaimana ia bisa lupa kalau Kelly baru saja dikuret.Akhirnya, Brandon duduk dan memeluk Kelly. "Maafkan, aku. Sepertinya, aku terlalu bahagia kembali lagi bersamamu, jadi tak sabar menahan hasrat."Kelly tersenyum dan mengangguk bersamaan. "Iya, nggak papa."Tangan Kelly meraba kening Brandon. Demamnya sudah turun setelah efek obatnya bekerja."Ganti baju, ya. Saat demam tadi kamu berkeringat banyak."Brandon mengangguk. Ia melepas pakaian sementara Kelly mengambil handuk dan air hangat untuk mengelap tubuh Brandon."Beberapa hari ini kamu belum bisa mandi." Kelly berkata sambil membersihkan tubuh Brandon yang mengangguk mengerti.Baru kali ini, Brandon merasa dirinya sangat berarti. Dulu, ia tak perduli hidup atau mati. Sekarang, Kelly lah yang membuatnya ingin bertahan di dunia."Terima kasih, ya.""Tidak perlu. Kamu pasti juga akan melakukan hal yang sama pada orang sakit."Brandon menggeleng. "Bukan karena itu. Aku bert

    Last Updated : 2025-01-26
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   85. Minta Restu

    Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Kelly merenungkan apa yang ia dan Brandon telah bicarakan. Meski keras kepala, Brandon tetap menunjukkan dirinya akan berubah seperti lelaki yang ia idamkan."Apa kamu bisa ikut masuk ke ruang operasi?" Pertanyaan Brandon membuat Kelly menoleh."Umm... tidak akan boleh, Brad.""Mommy Keyna boleh masuk, 'kan?"Kelly menggeleng. "Mommy kan dokter jantung, sementara kamu akan ditangani doktet ortopedi.""Maksudku, Mommy Keyna bisa mengawasi, 'kan?"Sebenarnya, Kelly tau jawabannya pasti tidak boleh. Tetapi, daripada Brandon mencecarnya dengan banyak pertanyaan, Kelly hanya tersenyum saja.Sampai di rumah sakit, mereka sudah ditunggu seorang suster. Brandon langsung dibawa ke ruang operasi setelah pemeriksaan kesehatan standard.Kelly menunggu di depan ruang operasi. Ia mengirim pesan pada orang tuanya. Mereka membalas sedang dalam perjalanan ke rumah sakit."Princess."Kepala Kelly menoleh ke samping. Kedua orang tuanya bergandengan tangan menghampiri

    Last Updated : 2025-01-27
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   86. Bagaimana Caranya?

    Kelly merengungi cerita Brandon. Meski bergelimang harta, ternyata Brandon tidak bahagia. Ia tidak pernah merasa mendapat perhatian yang sebenarnya.Kerapkali, Kelly memperhatikan saat Brandon sakit, seluruh keluarga Dalton memberi perhatian dan Brandon tampak canggung. Namun begitu, Brandon berterus-terang ia sangat menyukai perhatian dari Kelly hingga rela sakit.“Nanti Mommy ke sini sehabis praktek. Apa ada yang kamu butuhkan? Kelly bertanya pada Brandon.“Kamu. Aku hanya butuh kamu di sisiku.” Brandon menggenggam erat tangan Kelly.Kelly menggeleng samar sambil menatap wajah Brandon. “Ke mana lelaki sedingin antartika itu pergi?”“Siapa?” Brandon mengerutkan kening tak mengerti.“Dulu, aku menamaimu lelaki dari antartika karena sikapmu yang dingin.” Kelly menyeringai.Kekehan pelan terdengar dari hidung Brandon. “Aku pasti sering sekali membuatmu sakit hati, ya?”“Sudah berlalu. Aku bukan tipe wanita pendendam. Tenang saja.” Kelly menepuk lengan Brandon.Brandon mengecup telapak t

    Last Updated : 2025-01-28
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   87. Number One

    Satu minggu berikutnya, Brandon datang ke mansion William. Kelly mengatakan bahwa sang Daddy bersedia bicara dengannya. Brandon cukup percaya diri, apalagi setelah Kelly berkata Mommy Keyna mendukung mereka.Kelly menyambut Brandon di foyer. Mereka berpelukan dan saling melepas rindu setelah beberapa hari belakangan hanya berkomunikasi melalui telepon."Keluargaku sudah menunggu." Kelly mendongakkan kepalanya menatap wajah Brandon."Keluargamu? Aku pikir aku hanya akan bertemu dengan Tuan William.""Mungkin nanti Daddy akan mengajakmu bicara di ruang kerja."Brandon mengangguk. Mereka berjalan menuju ruang keluarga. Begitu masuk, Brandon tertegun sesaat melihat keluarga Dalton berkumpul lengkap."Selamat datang, Brandon. Bagaimana kakimu?" Keyna lah yang pertama menyambut."Terima kasih, Nyonya. Kakiku baik-baik saja.""Silahkan duduk."Kelly mengarahkan Brandon duduk di dekat kursi orang tuanya. Brandon menunduk santun pada William."Aku khusus datang untuk bicara dengan Anda, Tuan W

    Last Updated : 2025-01-29

Latest chapter

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   211. Hadiah Melahirkan

    “Paling mirip kamu? Kayanya Arsen. Dia lebih kalem.”Brandon mendekat, lalu berjongkok di samping sang istri yang masih menyusui. “Maksudku bukan wajahnya, Babe. Tapi cara mereka menyusu.” Brandon menyeringai kala melihat istrinya melotot padanya.“Bisa-bisanya bercanda begitu. Kalau kedengeran suster gimana?”“Nggak papa. Pasti mereka paham.” Brandon menyahut tak peduli.Butuh waktu hampir satu jam bagi Kelly untuk memastikan bayi-bayinya telah kenyang. Saat telah selesai dengan Arsen dan Mimi, suster membantu mengembalikan bayi-bayi itu ke box mereka.Brandon sendiri masih belum berani menggendong bayi-bayinya. Ia langsung menggeleng dan mundur satu langkah saat suster ingin membimbingnya cara menggendong bayi.“Jangan sekarang. Aku belum siap. Mereka sepertinya masih rapuh sekali.” Brandon mendesah melihat tubuh bayi-bayinya yang mungil.Saat akan keluar dari ruangan, terdengar bayi menangis. Kelly menoleh dan melihat Reno terbangun.“Kok sebentar banget Reno tidurnya, Sus?” Kelly

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   210. Saling Memaafkan

    Tanpa menoleh, Brandon hapal suara siapa yang bicara dengannya. Ia mengangguk dan membalas, "Terima kasih.""Kamu masih marah padaku?"Brandon menoleh menatap Ian. "Marah?""Kamu jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungiku." Ian menghela napas berat. "Bahkan saat istrimu melahirkan pun, kamu tidak mengabariku.""Kupikir kamu sibuk dengan... Audrey."Gantian kini Ian yang menoleh ke samping menatap Brandon. "Aku sibuk mengurusi semua bisnismu!"Brandon mengerutkan kening, lalu membalik tubuhnya ke samping menghadap Ian. "Mulai keberatan dengan pekerjaan? Apa sekarang kamu kekurangan waktu karena telah memiliki tunangan? Mau resign?"Ian menatap tajam mata sahabatnya. "Aku nggak pernah ngomong begitu. Tapi kalau kamu memang mau aku mundur, ya sudah."Hening seketika. Dalam sejarah persahabatan mereka, moment ini adalah yang pertama kalinya mereka bertengkar sengit.Brandon menghela napas panjang, lalu kembali menatap jendela di mana bayi-bayinya sedang tidur. Ian mengikuti apa yang

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   209. Arsen, Reno dan Mimi

    “Kenalkan, Arsenio Elzhan Richmont, Arvenio Elvert Richmont dan Kyomi Lovella Richmont.” Brandon menunjuk bayi satu, dua dan tiga pada keluarga Richmont dan Dalton.Bayi-bayi mungil itu sekarang berada di dalam inkubator dalam satu ruangan steril. Mereka dapat melihat jelas melalui jendela lebar. Wajah-wajah tampan dan cantik itu menarik perhatian semua anggota keluarga.“Kecil banget, Tuhan.” Sacha menatap ketiga bayi dengan takjub.“Ya kali, bayi lahir langsung gede, Kak.” Louis menyahut sewot. “Kaya nggak pernah lahiran aja komentarnya.”Sacha mencebik pada Louis. Keduanya lalu sibuk mengabadikan keponakan-keponakan mereka dan membagi foto-foto tersebut ke kerabat dan media sosial.Mommy Keyna tampak tak dapat menahan rasa haru. Setelah sebelumnya menyaksikan ketiga anak sambungnya melahirkan, kini ia dapat merasakan putri kandung satu-satunya memiliki anak. Tiga sekaligus.“Akhirnya aku memiliki cucu dari darah dagingku sendiri.” Mommy Keyna bergumam.“Jangan sampai Fred, Sacha da

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   208. Salah Paham Paling Buruk

    Netra Ian berputar ke sekeliling kafe, mencari sosok yang ia tunggu. Lalu, lelaki itu melirik arlogi mewahnya.Sudah terlambat lima belas menit dari janji yang ditetapkan.Untuk membuang waktu, Ian menatap ponsel. Beberapa hari ini tidak pernah ada pesan dari Brandon. Padahal sebelumnya, sahabatnya itu bisa mengirim pesan dua sampai lima kali sehari.Apa Brandon semarah itu padanya? Sungguh, Ian merasa cukup tersiksa dengan keadaan ini."Hai, Yan.""Oh." Ian tersentak kaget saat melamun. Ia langsung tersenyum pada wanita yang menyapanya. "Hai, Jasmine.""Maaf menunggu lama." Jasmine membalas dan duduk di depan Ian.Ian tersenyum penuh pengertian. "Itu tandanya, pasienmu banyak, bukan?"Jasmine terkekeh. "Lumayan lah."Ian memandang wanita di depannya yang sedang menyeduh teh. Jasmine lebih kalem saat ini. Boleh dibilang ia telah menjelma menjadi wanita dewasa yang lebih elegan."Terima kasih mau menemuiku, ya." Ian berucap.Jasmine hanya tersenyum dan mengangguk. Ini kali pertama mere

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   207. Luar Biasa

    “Tuan Brandon?” Seorang perawat lelaki membangunkan Brandon dengan memberikan aroma menyengat di hidungnya.Brandon mengendus, lalu membuka mata. Ia langsung sadar bahwa sekarang berada di ruang rumah sakit.“Kenapa aku di sini? Mana istriku?” Brandon bertanya panik.“Anda pingsan di ruang operasi, Tuan.”“Sial!” Brandon memijat keningnya dan teringat kala dokter akan membedah perut Kelly, ia langsung merasa lunglai. “Apa istriku sudah melahirkan?”“Nyonya Kelly minta ditunda sampai anda sadar.”Kembali ke ruang operasi, Brandon segera menghampiri Kelly.“Babe, maaf.” Brandon menciumi wajah Kelly. “Kita mulai sekarang agar kamu tidak kesakitan lagi, ya.”Dokter tersenyum dan mengangguk. “Sebaiknya anda fokus pada istri anda saja, Tuan. Proses mengeluarkan bayi ini memang tidak nyaman.”Pernyataan dokter membuat Brandon menatap wajah Kelly. Keduanya berbincang, meski sesekali Kelly meringis kecil.“Sakit, Babe?” Brandon mencium genggaman tangan Kelly.Kelly menggeleng. “Tidak, sih. Han

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   206. Operasi Sekarang?

    Tanpa berhenti berjalan, Brandon menjawab pertanyaan kak Fred. “Kelly kontraksi.”Mendengar ucapan Brandon, Frederix membuntuti sang adik ipar. Ia bahkan ikut masuk ke dalam kamar. Kelly sedang berpegangan pada sofa dan mengatur napas.“Babe.”Kelly menoleh dengan wajah agak pucat. “Sakit, Brad.”Brandon menyiapkan bola besar untuk Kelly duduki. Lelaki itu memegangi istrinya yang duduk di atas bola dan ikutan mengatur napas .“Aku panggil Mommy Key, ya.” Frederix kemudian menghilang di balik pintu.“Sudah berapa lama kontraksinya, Babe?” Brandon yang bertanya, sambil mencoba menelepon dokter kandungan.“Sepuluh menit, tidak teratur. Kadang sakit, kadang tidak.”Tangan Brandon tak henti mengusap punggung Kelly. Ia bicara pada teleponnya dan menceritakan situasi Kelly pada dokter.Sambil bicara, Brandon lalu terlihat mengemasi tas dan mengambil dompetnya. Ia juga mengambil sepatu flat dan membantu Kelly menggunakannya.“Kita ke rumah sakit.” Brandon berkata setelah menutup teleponnya. “

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   205. Kontraksi

    Persalinan semakin dekat. Mansion Brandon kembali ramai dengan keluarga yang datang untuk menyambut si kembar tiga. Bahkan kakak-kakak dan keponakan-keponakan Kelly pun datang dan menginap di mansion.Beberapa hari ini para grandpa dan grandma masih sibuk di kamar bayi. Mereka meminta izin untuk mengatur dan menata kamar bayi. Kelly dan Brandon tentu saja tidak keberatan.Kelly duduk di sofa menyusui dan memperhatikan orang tua dan mertuanya. Mommy Keyna dan Mommy Florence sedang berdiskusi tentang aksesoris ranjang bayi tiga. Sementara Daddy William dan Daddy Donald lebih cepat menyelesaikan ranjang bayi satu dan dua.Hingga akhirnya keempatnya berkumpul di depan ranjang bayi tiga. Kelly menggeleng samar saat mereka begitu selektif.“Akh.” Keelly meringis dan mengatur napas.Mommy Keyna langsung mendekat. “Ada apa? Mereka bergerak bersamaan lagi?”“Kontraksi, Mom.” Kelly berdiri dan mencoba berjalan mondar-mandir dibimbing Mommy Keyna.“Bayi-bayi itu aktif sekali.” Daddy William mena

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   204. Tolong Yakinkan Brandon

    "Pagi, Brandon."Brandon menatap sekilas, lalu mengalihkan pandangan sambil memberi kode pada wanita yang baru datang itu untuk duduk di depannya.Kelly mengizinkannya bertemu Audrey tetapi berpesan untuk tidak berpandang-pandangan lama dengan wanita lain.Wanita cantik dengan tubuh ramping dan harum bunga jasmine itu mengangguk lalu duduk."Kelly bilang kamu mau bertemu?"Brandon tidak langsung menjawab. Ia memilih menu sarapan favorit di kafe untuknya dan Audrey. Bicara sambil makan akan membuatnya tidak perlu bertatapan dengan wanita tersebut."Ian menemuiku dini hari tadi dan menceritakan hubungan kalian." Brandon melirik jari manis Audrey yang terselip cincin berlian."Oh. Oke." Bingung berkomentar apa, Audrey hanya mengangguk dan menjawab singkat."Kamu mencintai Ian?" Kini, Brandon menatap tajam Audrey.Tidak memberi Audrey kesempatan menjawab, Brandon kembali berkata, "Aku rasa tidak, bukan? Rasanya terlalu cepat bagi kalian untuk jatuh cinta.""Tapi, kami serius ingin menikah

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   203. Suami Sensitif

    "Aku bisa jelaskan!" Ian membuntuti Brandon.Tengah malam, Eros menelepon Brandon dan mengabari bahwa Ian datang. Brandon mengira ada sesuatu yang genting, terpaksa meninggalkan Kelly di kamar.Dan sekarang saat ternyata Ian menemuinya hanya untuk membicarakan hubungannya dengan wanita di ranjangnya, Brandon segera membalik arah kembali ke kamar utama."Nggak perlu. Aku nggak mau tau, kok.""Ish... tapi aku mau cerita.""Nanti saja. Istriku sendirian di kamar."Brandon berjalan lurus meninggalkan Ian. Tapi, sahabatnya itu memang pantang menyerah."Wanita itu... Audrey!" Ian berteriak.Langkah Brandon terhenti. Dahinya berkerut saat membalik tubuh menghadap Ian."Audrey? Wanita yang katamu, sok cantik, sok pinter, sok paling tau, sok keren dan paling sombong di dunia itu?"Ian melipat bibirnya ke dalam dan mengangguk pelan."Wanita yang barusan berada di ranjangmu itu adalah wanita yang kamu benci?"Sekali lagi, Ian mengangguk.Hening sejenak. Brandon tampak berpikir sambil mengamati s

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status