Share

150. Senang Berbisnis Denganmu

Author: ReyNotes
last update Last Updated: 2025-03-03 14:14:01

Kabar Jasmine yang membantu persalinan santer dibicarakan keluarga Dalton. William sampai menelepon sahabatnya – Jaslan, mengucapkan selamat atas kontribusi putrinya di pesawat.

“Aku bangga banget sama Jasmine.” Kelly berkata pada Brandon.

“Terus-terang, aku heran dia bisa melakukan hal epic begitu.” Brandon terkekeh. “Tapi, ya, itu memang sangat membanggakan.”

“Jujur, saat Jasmine memilih spesialis kandungan, aku sempat ragu. Masalahnya, sahabatku itu kan agak tomboy. Bicaranya blak-blakan. Takut kalau ada ibu hamil yang tersinggung.”

“Kalau aku bingung kamu bisa bersahabat dengan jenis manusia seperti Jasmine.”

Kelly sudah tidak bisa marah lagi Brandon. Memang yang dikatakan suaminya benar. Jangankan dengannya, sifat Jasmine pun sangat jauh berbeda dengan Edzard kembarannya.

Hari ini, Brandon akan menemani Kelly pemotretan. Ia sudah siap dengan perlengkapan bekerja untuk mengusir jenuh saat menunggu. Kelly bahkan menyiapkan bantal dan cemilan sehat untuk Brandon agar bisa istirahat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
happyface
enteng bgt si brad klo keluarin duit.
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   151. Saat itu Akan Datang

    Satu jam berikutnya, Brandon berhasil didandani. Sacha membujuk Brandon untuk berfoto bersama Kelly. Hanya karena Kelly mendukung, akhirnya lelaki tampan itu pasrah.Ekspresi Brandon yang misterius justru membuat hasil foto terlihat elegan. Photographer terlihat berkali-kali mengungkapkan kekaguman. Brandon hanya tersenyum kala bertatapan dengan istrinya.“Spektakuler. Kalian pasangan serasi!”“Aku menyukainya.”Brandon tampak tak terkesan dengan segala pujian. Namun begitu, ia menyukai hasil foto-foto yang tampak di layar monitor, terutama fotonya berdua dengan Kelly.“Brad, aku mau pasang foto itu sebagai wallpaper ponselku, boleh?”Brandon mengangguk. “Aku juga mau.”Sesi pemotretan selesai. Kelly mengucapkan terima kasih pada Kak Sacha dan tim yang membantunya. Brandon mengangguk santun sebelum pergi.“Kak Cha sengaja membuat ruang pemotretan yang nyaman untukmu, sayang.” Kelly berkata saat mereka telah berada di mobil.Brandon tersenyum senang. Bukan karena perlakuan khusus Kak S

    Last Updated : 2025-03-03
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   152. Mentor Parenting

    “Mengajari apa maksudmu?”Brandon tersenyum sendiri. Ia membayangkan memiliki anak perempuan yang cantik dari Kelly. Dan salah satu keinginannya, membuat anak perempuan itu dekat dengannya.“Setiap aku melihat Kelly bermanja pada Daddy, rasanya aku ingin sekali merasakan bagaimana begitu disayangi putri sendiri.”Tentu saja mendengar ucapan Brandon, Daddy William bangga. Ia sudah sering menerima pujian sebagai seorang pebisnis tangguh dan hebat. Namun, apresiasi sebagai seorang daddy jaranng sekali ia dapatkan.“Mmm... begitu, ya.” Daddy William berusaha tidak terlalu menampakkan rasa bahagianya. “Baiklah. Nanti, Daddy akan ceritakan bagaimana Princess bisa sangat dekat dan sayang pada Daddy.”“Terima kasih, Dad.” Brandon menunduk santun. “Jadi, aku butuh Daddy sebagai mentor parentingku. Sehat-sehat, ya, Dad.”Daddy William mengangguk. Mereka masih menunggu Kelly. Sambil mengobrol, Daddy William memijat kakinya.“Apa terasa kaku lagi?” Brandon bertanya sambil mengamati kaki sang mert

    Last Updated : 2025-03-04
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   153. Kamu Sengaja?

    Akhirnya, Kelly menyelesaikan semua pekerjaannya. Pemotretan dan promosi produk, mengalihkan aset dan meeting dengan pengacara keluarga serta beberapa kali ikut meeting dengan Daddy dan kakak-kakaknya.“Sebenarnya, di antara anggota keluarga Dalton, aku lihat kamu lah yang paling banyak pekerjaannya, Babe.” Brandon berkata sambil berkemas.“Iya, sih. Karena aku membantu di semua pekerjaan Daddy dan kakak-kakak, ‘kan?”“Iya.” Brandon mengangguk.“Itu karena aku tidak memiliki usaha sendiri. Aku lebih suka membantu saja.”“Jadi, nanti saat kembali ke negaraku, kamu juga akan membantuku?”Kelly terdiam. Ia bahkan belum memiliki rencana ke depan saat mereka kembali ke negara Brandon.“Kalau aku jadi istri yang baik saja, bagaimana? Itu profesi yang tidak mudah, lho.”Mendengar ucapan sang istri, Brandon berhenti beres-beres. Ia menghampiri Kelly dan mendekapnya erat.“Boleh banget. Aku tidak keberatan sama sekali.” Brandon pun mencium bibir Kelly.Urusan packing akhirnya dibantu Baron. Ko

    Last Updated : 2025-03-04
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   154. Mengukir Cerita Baru

    Tiga bulan sudah, Kelly dan Brandon melakukan perjalanan bulan madu. Kini, Kelly berdiri di sebuah mansion modern. Wanita itu menoleh menatap suaminya.“Mansion siapa?” tanya Kelly heran. “Kita mau apa di sini?”“Masuk saja dulu.” Brandon menarik tangan sang istri.Di foyer, sekitar sepuluh pelayan berjejer menyambut dengan menundukkan kepala santun. Sekilas, Kelly menatap satu-persatu pelayan. Kelly pernah melihat beberapa di antaranya di mansion Brandon.Masuk ke bagian dalam, Kelly tambah heran. Mansion ini tampak masih sangat baru. Bahkan beberapa ruangan masih tampak kosong.Netra Kelly berputar menatap sekeliling. Terdapat tangga mewah di tengah ruangan. Kelly memastikan di ujung tangga merupakan kamar-kamar tamu.Kaki Kelly mengikuti langkah Brandon. Mereka kini berada di ruang makan. Seorang lelaki berpakaian koki langsung menyiapkan makanan dan minuman.“Brad. Kenapa kita di sini?”“Karena kita tinggal di sini.”“Hah?” Mata Kelly hampir saja copot mendengar ucapan santai Bran

    Last Updated : 2025-03-05
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   155. Brandon Bangkrut

    Kelly memilih dress mini simple yang sepadan dengan pakaian Brandon. Keduanya bergandengan tangan menuju ruang kucing. Di kejauhan, Kelly melihat beberapa pelayan sedang membersihkan bagian mansion.“Sekarang, kamu membiarkan pelayan berada di dalam mansion?” Kelly menatap heran pada suaminya.“Agar kamu tidak terlalu merasa kesepian di sini, Babe. Lagipula, sepertinya aku sudah terbiasa saat berada di mansion Daddy William.”Meski begitu, Brandon bilang hanya pelayan tertentu saja yang bisa berada di dalam mansion. Pelayan yang tentunya terpercaya dan setia pada keluarga Richmont.Kelly mengangguk mengerti. Sepertinya ia harus cepat belajar tentang mansion ini dan para pelayan yang mengurusnya. Tentu, ia tidak mau tersasar di mansionnya sendiri.Saat mereka tiba di ruang kucing, dokter hewan sedang memeriksa Mint. Kucing itu tampak sedang diberi obat lalu mengamuk karena dipegangi.Brandon mengenalkan Kelly pada dokter hewan. Kelly lalu bercerita tentang pertemuannya dengan Mint dan

    Last Updated : 2025-03-05
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   156. Berubah karena Cinta

    Tanpa mempedulikan keheranan Ian, Kelly berkata pada Brandon. “Kita tidak ada kerjaan juga di sini, ‘kan?”“Bukannya kamu mau mencari desain taman?”“Itu bisa nanti. Kita cari dulu uangnya.” Kelly menepuk lengan atas Brandon. “Aku ambil tas dulu.”Setelahnya, Kelly keluar. Brandon menyeringai pada Ian yang terlihat menuntut kejelasan atas pernyataan istrinya. Singkat, Brandon bercerita mengapa Kelly mengira ia bangkrut.“Cuma gara-gara beberapa bulan kamu tidak bekerja, membeli kapal, bepergian bulan madu dan membangun mansion ini, Kelly menebak kamu kehabisan uang? Keterlaluan kamu, Brad!” Ian menggeleng-geleng.“Biar saja. Lucu lihat wajahnya polosnya. Gemesin.”Ekspresi Ian terlihat geli. “Sumpah, kamu beda banget saat sama Kelly. Aku baru lihat CEO dingin tapi bucin begini.”“Aku juga baru tau kalau sifatku bisa berubah karena cinta.” Sekali lagi, Brandon terkekeh.Dalam perjalanan ke kantor, Ian seringkali menggeleng. Ia yang duduk di depan bersama supir harus menahan diri untuk

    Last Updated : 2025-03-06
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   157. Teman Lama

    Spontan, lelaki itu mengalihkan pandangannya dari Kelly ke Brandon. Ia menunduk dan tersenyum sedikit.“Maaf. Apa istri anda Kelly Dalton?”“Oh, kamu kenal aku?” Kelly menyahut.“Ya, ampun. Kita pernah satu sekolah. Aku, Darrell.”“Darrell?” Kelly menggumam seraya mengerutkan kening. “Oooh. Universal Junior School?”Lelaki itu mengangguk tegas. Senyumnya melebar saat Kelly mengenalinya.“Apa kabar?” Darrell mengulurkan tangannya.Kelly mengangguk dan balas menjabat tangan teman lamanya, lalu menoleh apda Brandon. “Kenalkan, ini suamiku, Brad.... ““ Tuan Brandon Richmont,” potong Darrell. “Siapa yang tidak kenal triyulner muda negara ini? Salam kenal.” Darrell tersenyum santun pada Brandon.Hanya anggukan kepala sebagai respon dari Brandon. Lalu, ia mendengar istri dan teman lamanya itu mengobrol. Ternyata Darrell adalah seorang arsitek yang sedang melakukan proyek di negara ini.“Sebenarnya, aku malah sedang menyelesaikan salah satu proyek milik Tuan Brandon.”Brandon mengerutkan ken

    Last Updated : 2025-03-06
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   158. Kodrat Wanita

    Karena penasaran, Kelly memaksa Brandon untuk pergi ke Mall Richmont. Brandon tidak keberatan.Mall luas empat lantai milik Granny Eliza itu termasuk salah satu mall mewah di negara ini. Berbeda dengan pusat perbelanjaan lain, Mall Richmont memiliki taman di bagian tengah gedung. Banyak pengunjung duduk-duduk santai terutama anak-anak yang berlarian di halaman rumput.“Granny mendedikasikan mall ini untuk para cicitnya. Agar mereka tetap dapat mendapat udara bebas meski berada di gedung besar.”“Kereen idenya.”“Aku tak peduli saat itu, karena granny tidak memiliki cicit dariku.”“Dulu, kamu sensitif banget sama keluarga, sih.”“Bagaimana tidak? Kelahiranku tidak diharapkan. Saat lahir lebih banyak dirawat pengasuh.”“Bukannya orang kaya memang begitu?”Brandon menyanggah ucapan Kelly. Buktinya, Kelly yang merupakan anak bilioner sangat berlimpah kasih sayang.Kelly diam. Brandon benar. Masa kecil hingga dewasa, ia bahkan seperti tidak memiliki masalah. Kalaupun ada, keluarganya selal

    Last Updated : 2025-03-07

Latest chapter

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   213. Keajaiban

    “Kak Dheena , kakak itu lagi... hamil?” Kelly bertanya lembut sambil menatap mata kakak ipar-nya.Dheena tersentak sedikit. Ia dan Della berpandangan, hingga Della memberi Kelly senyum.“Beneran, Kak?” Brandon mendesak jawaban.“Nggak papa. Sudah terlanjur ketauan.” Della terkekeh pada Dheena.Detik berikut Kelly menjerit dan memeluk Kak Dheena. Membuat semua anggota keluarga menatap mereka. Tentu saja akhirnya, kini mereka dikerubungi keluarga.“Kak Dheena hamil!” Kelly berteriak membuat semua orang melongo terutama Daddy Donald dan Mommy Florence.“Dheena! Kenapa kamu tidak bilang-bilang? Sudah berapa bulan?” Mommy Florence menghampiri putrinya dan mengelus perutnya. “Ya Tuhan, ini sudah cukup besar.”Dheena tersenyum lalu mengusap perutnya. Clark mendampingi istrinya dan mengusap-usap punggung Dheena.“Usia kandungannya sudah hampir enam bulan, Mom.” Clark yang menjawab pertanyaan Mommy Florence.Detik berikutnya, banyak pelukan yang didapat Dheena dan jabatan tangan yang harus dib

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   212. Kembali Ke Mansion

    Dengan raut bahagia, Kelly menunjukkan pada keluarganya tentang hadiah dari Brandon. Mommy Florence menatap putranya dan mengacungkan jempol karena bangga sang putra begjtu menyayangi istrinya."Meski bentuknya berbeda, aku harap semua cincin itu memiliki harga yang sama." William berbisik pada Keyna.Cepat, Keyna menyikut pinggang sang suami. "Kenapa kamu mempermasalahkan nilai-nya? Yang penting adalah makna-nya."Namun, William tetap membalas, "Takut nanti anak-anak itu merasa dibedakan.""Pasti sebelum cincin itu diserahkan, Arsen, Reno dan Mimi sudah diberi pengertian." Keyna balas berbisik."Apa yang kalian bicarakan?" Daddy Donald tiba-tiba mencondongkan tubuh dan ikut berbisik pada William dan Keyna.Tanpa malu, Keyna bertanya pada Donald. Tak lama kemudian, lelaki itu permisi untuk menelepon.Tak lama kemudian, Donald kembali. Ia memperlihatkan layar ponselnya kepada William. Lalu ponselnya berpindah ke Keyna, terakhir ke Florence."Aku tau putraku memesan perhiasan dari RichJ

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   211. Hadiah Melahirkan

    “Paling mirip kamu? Kayanya Arsen. Dia lebih kalem.”Brandon mendekat, lalu berjongkok di samping sang istri yang masih menyusui. “Maksudku bukan wajahnya, Babe. Tapi cara mereka menyusu.” Brandon menyeringai kala melihat istrinya melotot padanya.“Bisa-bisanya bercanda begitu. Kalau kedengeran suster gimana?”“Nggak papa. Pasti mereka paham.” Brandon menyahut tak peduli.Butuh waktu hampir satu jam bagi Kelly untuk memastikan bayi-bayinya telah kenyang. Saat telah selesai dengan Arsen dan Mimi, suster membantu mengembalikan bayi-bayi itu ke box mereka.Brandon sendiri masih belum berani menggendong bayi-bayinya. Ia langsung menggeleng dan mundur satu langkah saat suster ingin membimbingnya cara menggendong bayi.“Jangan sekarang. Aku belum siap. Mereka sepertinya masih rapuh sekali.” Brandon mendesah melihat tubuh bayi-bayinya yang mungil.Saat akan keluar dari ruangan, terdengar bayi menangis. Kelly menoleh dan melihat Reno terbangun.“Kok sebentar banget Reno tidurnya, Sus?” Kelly

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   210. Saling Memaafkan

    Tanpa menoleh, Brandon hapal suara siapa yang bicara dengannya. Ia mengangguk dan membalas, "Terima kasih.""Kamu masih marah padaku?"Brandon menoleh menatap Ian. "Marah?""Kamu jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungiku." Ian menghela napas berat. "Bahkan saat istrimu melahirkan pun, kamu tidak mengabariku.""Kupikir kamu sibuk dengan... Audrey."Gantian kini Ian yang menoleh ke samping menatap Brandon. "Aku sibuk mengurusi semua bisnismu!"Brandon mengerutkan kening, lalu membalik tubuhnya ke samping menghadap Ian. "Mulai keberatan dengan pekerjaan? Apa sekarang kamu kekurangan waktu karena telah memiliki tunangan? Mau resign?"Ian menatap tajam mata sahabatnya. "Aku nggak pernah ngomong begitu. Tapi kalau kamu memang mau aku mundur, ya sudah."Hening seketika. Dalam sejarah persahabatan mereka, moment ini adalah yang pertama kalinya mereka bertengkar sengit.Brandon menghela napas panjang, lalu kembali menatap jendela di mana bayi-bayinya sedang tidur. Ian mengikuti apa yang

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   209. Arsen, Reno dan Mimi

    “Kenalkan, Arsenio Elzhan Richmont, Arvenio Elvert Richmont dan Kyomi Lovella Richmont.” Brandon menunjuk bayi satu, dua dan tiga pada keluarga Richmont dan Dalton.Bayi-bayi mungil itu sekarang berada di dalam inkubator dalam satu ruangan steril. Mereka dapat melihat jelas melalui jendela lebar. Wajah-wajah tampan dan cantik itu menarik perhatian semua anggota keluarga.“Kecil banget, Tuhan.” Sacha menatap ketiga bayi dengan takjub.“Ya kali, bayi lahir langsung gede, Kak.” Louis menyahut sewot. “Kaya nggak pernah lahiran aja komentarnya.”Sacha mencebik pada Louis. Keduanya lalu sibuk mengabadikan keponakan-keponakan mereka dan membagi foto-foto tersebut ke kerabat dan media sosial.Mommy Keyna tampak tak dapat menahan rasa haru. Setelah sebelumnya menyaksikan ketiga anak sambungnya melahirkan, kini ia dapat merasakan putri kandung satu-satunya memiliki anak. Tiga sekaligus.“Akhirnya aku memiliki cucu dari darah dagingku sendiri.” Mommy Keyna bergumam.“Jangan sampai Fred, Sacha da

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   208. Salah Paham Paling Buruk

    Netra Ian berputar ke sekeliling kafe, mencari sosok yang ia tunggu. Lalu, lelaki itu melirik arlogi mewahnya.Sudah terlambat lima belas menit dari janji yang ditetapkan.Untuk membuang waktu, Ian menatap ponsel. Beberapa hari ini tidak pernah ada pesan dari Brandon. Padahal sebelumnya, sahabatnya itu bisa mengirim pesan dua sampai lima kali sehari.Apa Brandon semarah itu padanya? Sungguh, Ian merasa cukup tersiksa dengan keadaan ini."Hai, Yan.""Oh." Ian tersentak kaget saat melamun. Ia langsung tersenyum pada wanita yang menyapanya. "Hai, Jasmine.""Maaf menunggu lama." Jasmine membalas dan duduk di depan Ian.Ian tersenyum penuh pengertian. "Itu tandanya, pasienmu banyak, bukan?"Jasmine terkekeh. "Lumayan lah."Ian memandang wanita di depannya yang sedang menyeduh teh. Jasmine lebih kalem saat ini. Boleh dibilang ia telah menjelma menjadi wanita dewasa yang lebih elegan."Terima kasih mau menemuiku, ya." Ian berucap.Jasmine hanya tersenyum dan mengangguk. Ini kali pertama mere

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   207. Luar Biasa

    “Tuan Brandon?” Seorang perawat lelaki membangunkan Brandon dengan memberikan aroma menyengat di hidungnya.Brandon mengendus, lalu membuka mata. Ia langsung sadar bahwa sekarang berada di ruang rumah sakit.“Kenapa aku di sini? Mana istriku?” Brandon bertanya panik.“Anda pingsan di ruang operasi, Tuan.”“Sial!” Brandon memijat keningnya dan teringat kala dokter akan membedah perut Kelly, ia langsung merasa lunglai. “Apa istriku sudah melahirkan?”“Nyonya Kelly minta ditunda sampai anda sadar.”Kembali ke ruang operasi, Brandon segera menghampiri Kelly.“Babe, maaf.” Brandon menciumi wajah Kelly. “Kita mulai sekarang agar kamu tidak kesakitan lagi, ya.”Dokter tersenyum dan mengangguk. “Sebaiknya anda fokus pada istri anda saja, Tuan. Proses mengeluarkan bayi ini memang tidak nyaman.”Pernyataan dokter membuat Brandon menatap wajah Kelly. Keduanya berbincang, meski sesekali Kelly meringis kecil.“Sakit, Babe?” Brandon mencium genggaman tangan Kelly.Kelly menggeleng. “Tidak, sih. Hany

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   206. Operasi Sekarang?

    Tanpa berhenti berjalan, Brandon menjawab pertanyaan kak Fred. “Kelly kontraksi.”Mendengar ucapan Brandon, Frederix membuntuti sang adik ipar. Ia bahkan ikut masuk ke dalam kamar. Kelly sedang berpegangan pada sofa dan mengatur napas.“Babe.”Kelly menoleh dengan wajah agak pucat. “Sakit, Brad.”Brandon menyiapkan bola besar untuk Kelly duduki. Lelaki itu memegangi istrinya yang duduk di atas bola dan ikutan mengatur napas .“Aku panggil Mommy Key, ya.” Frederix kemudian menghilang di balik pintu.“Sudah berapa lama kontraksinya, Babe?” Brandon yang bertanya, sambil mencoba menelepon dokter kandungan.“Sepuluh menit, tidak teratur. Kadang sakit, kadang tidak.”Tangan Brandon tak henti mengusap punggung Kelly. Ia bicara pada teleponnya dan menceritakan situasi Kelly pada dokter.Sambil bicara, Brandon lalu terlihat mengemasi tas dan mengambil dompetnya. Ia juga mengambil sepatu flat dan membantu Kelly menggunakannya.“Kita ke rumah sakit.” Brandon berkata setelah menutup teleponnya. “

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   205. Kontraksi

    Persalinan semakin dekat. Mansion Brandon kembali ramai dengan keluarga yang datang untuk menyambut si kembar tiga. Bahkan kakak-kakak dan keponakan-keponakan Kelly pun datang dan menginap di mansion.Beberapa hari ini para grandpa dan grandma masih sibuk di kamar bayi. Mereka meminta izin untuk mengatur dan menata kamar bayi. Kelly dan Brandon tentu saja tidak keberatan.Kelly duduk di sofa menyusui dan memperhatikan orang tua dan mertuanya. Mommy Keyna dan Mommy Florence sedang berdiskusi tentang aksesoris ranjang bayi tiga. Sementara Daddy William dan Daddy Donald lebih cepat menyelesaikan ranjang bayi satu dan dua.Hingga akhirnya keempatnya berkumpul di depan ranjang bayi tiga. Kelly menggeleng samar saat mereka begitu selektif.“Akh.” Keelly meringis dan mengatur napas.Mommy Keyna langsung mendekat. “Ada apa? Mereka bergerak bersamaan lagi?”“Kontraksi, Mom.” Kelly berdiri dan mencoba berjalan mondar-mandir dibimbing Mommy Keyna.“Bayi-bayi itu aktif sekali.” Daddy William mena

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status