Share

126. Kalau Sayang, Bilang Sayang

Auteur: ReyNotes
last update Dernière mise à jour: 2025-02-16 16:06:49

“Apa yang lebih hebat dariku? Kamu kenapa? Brandon datang dan mengamati tubuh istrinya.

Pantas saja Daddy Donald tidak langsung membalas. Ternyata mereka sudah selesai berdiskusi dan Brandon mencari istrinya. Mommy Florence mendesah dalam hati.

“Nggak papa. Tubuhku pegal sedikit.” Kelly mengaku.

Tanpa bicara, Brandon menyelimuti seluruh tubuh Kelly. Lelaki berotot itu mengangkat tubuh istrinya keluar kamar tamu. Mommy Florence hanya tersenyum melihat prilaku Brandon.

Brandon membawa sang istri ke kamar. Ia membaringkan Kelly, lalu mengambil minyak aromaterapi peppermint dari dalam koper.

“Mana yang pegal?”

Kelly berkata bagian bokong hingga kakinya terasa berat dan agak sakit. Brandon langsung memijat bagian yang disebutkan.

“Ini pasti karena beberapa kali kamu terjatuh saat main ski tadi.” Brandon berucap sambil membalurkan tubuh Kelly dengan minyak aromaterapi.

“Iya.”

“Dan kamu semena-mena mengatakan bahwa Margo lebih hebat dariku?”

“Maaf.” Kelly terkekeh. “Maksudku kan tentang pija
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Related chapter

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   127. Kesempatan Langka

    Mata Brandon menatap pada layar televisi di depan mereka. Perjalanan kali ini hanya sekitar dua jam. Kelly menghabiskan waktu dengan menonton drama romantis pilihannya.Meski mata mengamati drama di depannya, sebenarnya pikiran Brandon melayang pada apa yang diucapkan Kelly. Otaknya jadi bertanya-tanya apa ia mencintai dan menyayangi kedua orang tuanya?Brandon sendiri bahkan tidak memiliki jawaban atas pertanyaannya sendiri. Berbeda dengan Kelly yang mudah mengucapkan kata sayang dan cinta pada siapa pun yang dekat dengannya, Brandon sangat sulit mengungkapkan isi hatinya.Rekor kehidupan pribadinya hanya saat ia menyadari ia telah jatuh cinta pada Kelly. Bersedia berkorban dan merubah kebiasaannya hanya untuk wanita tersebut. Tapi, dengan yang lain... ia tetap Brandon yang dingin dan datar.“Babe,” panggil Brandon.Kelly mengalihkan pandangannya dari layar di depannya ke samping. Ia menatap sang suami. “Ya? Kenapa?”“Kenapa kamu sayang dan cinta pada orang tuamu?”Tau apa yang dimak

    Dernière mise à jour : 2025-02-16
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   128. Wanita Kuat yang Rapuh

    “Lain kali, kalau Kelly memaksa, jangan dituruti.” Daddy William berkata pada Brandon.Saat ini, Kelly dan Brandon sudah kembali dari libur bulan madu singkat mereka. Keduanya langsung pulang ke mansion William. Dengan antusias, Kelly bercerita tentang kejadian saat mereka akhirnya bisa melihat aurora besar.“Untungnya kalian pas masuk ke pondok sebelum beruang kutub itu datang.” Louis menggeleng mendengar cerita Kelly.Kelly malah terkekeh. “Iya. Saat sampai di pondok, aku teriak kencang karena beruang itu ada di depan jendela, seperti sedang ingin menerkam kami.”Mommy Keyna menggeleng dan langsung menasehati Kelly. Terkadang, Kelly memang tidak bisa meredam keinginannya karena sejak kecil selalu dimanja dan dituruti kemauannya. Tetapi, menurut Mommy Keyna sudah saatnya sekarang Kelly bisa meredam sendiri keinginan yang bisa membahayakan.“Sebenarnya cukup aman, Mom. Karena area pondok dijaga. Saat beruang itu datang juga diawasi beberapa penjaga.” Brandon menjelaskan.Baru lah sete

    Dernière mise à jour : 2025-02-17
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   129. Angel Baby

    “Terima kasih sudah berkorban untuk Daddy, Princess.”Daddy William dan Kelly berdiri berhadapan. Keduanya sedang dipersiapkan untuk masuk ke ruang operasi. Kelly menahan diri untuk tidak menangis.“Nanti dalam tubuh Daddy akan mengalir darahku.” Kelly bercanda dengan nada bangga.Wajah William memberengut. Tangannya mengusak sayang kepala sang putri tercinta. “Memang sejak kamu lahir, darah kita sama.”Kelly tergelak. Ia sangat berusaha untuk bercanda untuk membuat dirinya dan sang daddy tidak tegang.“Bagaimana perasaan Daddy?”“Hmm... Daddy pernah dioperasi sebelumnya. Jadi, pasrah saja.”Kepala Kelly mengangguk. “Sampai bertemu lagi, Dad.”Keduanya berpelukan erat. Daddy William mencium dalam-dalam puncak kepala sang putri, lalu menangkup wajahnya dan menciumi wajah cantik Kelly.Tanpa berkata-kata lagi, Daddy William berjalan mengikuti seorang suster yang menjemputnya. Kelly menghela napas panjang dan dengan cepat mengusap air matanya.Tubuhnya dibalik dan didekap ke dada Brandon

    Dernière mise à jour : 2025-02-17
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   130. Bermesraan dengan Suster Cantik

    “Kalau informasi itu sepertinya tidak akan disebarluaskan.” Jasmine menggeleng. “Kecuali operasi telah selesai.”Brandon mendengus pelan. Kabar baik apanya? Lelaki itu lalu mengabaikan Jasmine dan kembali menikmati kopinya.“Brad.”“Hem.”“Tolong kasih tau aku, Ian suka apa?”Dahi Brandon berkerut sedikit. Tanpa menoleh dan menatap Jasmine, ia menjawab, “Tidak tau.”“Masa tidak tau? Kamu kan sahabatnya? Ayo lah... akhir minggu ini, Ian ulang tahun. Aku ingin memberinya hadiah.” Jasmine mendesak Brandon. "Nanti aku akan cari informasi lagi tentang Kelly."“Ya sudah, kasih motor sport saja.”Detik berikutnya, Brandon menutup telinga. Jasmine menyerocos tanpa henti karena protes pada jawaban Brandon. Bagi Jasmine, jika memang Ian sudah menjadi kekasihnya, ia tidak akan keberatan.“Apa menurutmu kalau aku kasih motor sport, Ian akan mau jadi kekasihku?”“Tidak.”Brandon kembali tersentak kaget. Jasmine baru saja memukul lengan atasnya. Apa-apaan wanita ini? Brandon segera mengambil jarak

    Dernière mise à jour : 2025-02-18
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   131. Ruang Operasi

    “Baby.” William menggumam seraya memicingkan matanya.“Hai, pejuang jantung sehat.” Keyna menatap wajah sang suami yang baru saja siuman pasca operasi.Bibir William sedikit melengkung. “Putriku... bagaimana keadaan Princess?”“Akh... kamu sama saja seperti Princess. Dia juga menanyaimu saat terbangun.” Keyna pura-pura terluka hatinya.William mengangguk. Jika istrinya terlihat santai dan bisa bercanda, artinya sang putri dalam keadaan baik-baik saja. William membalas genggaman tangan Keyna.“Istirahatlah dulu.” Keyna mengelus rambut suaminya.“Sepertinya, kamu yang butuh istirahat.”Keyna mengangguk. Ia mengendik pada ranjang kosong di samping. Mengisyaratkan bahawa ia akan tidur di sana.“Aku akan di sini sampai masa kritismu lewat dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan.”“Terima kasih, Baby.”Embusan napas William yang teratur membuat Keyna tersenyum penuh kelegaan. Dalam waktu dua jam ia akan menemani masa kritis di ruang operasi. Keyna tidak ingin melewatkan satu detik pun tanpa

    Dernière mise à jour : 2025-02-18
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   132. Suit Saja

    “Mommy Key sangat letih. Kita harus bergantian menjaga Daddy.” Frederix bicara pada adik-adiknya.Setelah melewati masa kritis, Keyna dipaksa keluar dari ruang operasi. Tim doker ahli meminta Keyna beristirahat. William saat ini belum juga terbangun.“Aku saja.”Keempat anak William berebutan ingin menemani Daddy mereka. Frederix jadi sulit memutuskan. Apalagi semua adik-adiknya keras kepala.“Suit aja.” Kelly mengangkat tangan mengajak kakak-kakaknya mengikutinya.“Oke, kita suit. Tetapi ingat, tetap saja kita harus bergantian di dalam.” Frederix menyetujui usul Kelly.Bibir Kelly tersenyum saat ia menang. Itu artinya ia akan mendapat giliran lebih dulu berada di samping sang daddy. Brandon terlihat menghela napas, sedikit keberatan.“Babe, kamu kan masih butuh istirahat.” Brandon berbisik di telinga istrinya.“Aku kan bisa tiduran saja di samping daddy.” Kelly bersikeras. Ia lalu memandang sang suami dengan tatapan memohon. “Boleh, ya, please. Cuma satu jam.”Rasanya tidak mungkin B

    Dernière mise à jour : 2025-02-19
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   133. Segar Bugar

    Kelly meminta Brandon tidur di ranjang bersamanya. Ranjang tumah sakit itu lebih sempit dari saat Kelly berbaring di samping Daddy William. Tetapi, Kelly memaksa.“Aku mau tidur di dalam pelukanmu.” Kelly merengek manja.“Ya sudah.” Terpaksa, Brandon tidur miring. Kakinya yang panjang bahkan harus ditekuk.Dengan nyaman, Kelly mengusel wajahnya di dada Brandon. Ia menikmati belaian tangan sang suami di kepala hingga punggungnya.“Kamu bicara apa saja pada Daddy tadi?”“Banyak. Tau nggak kenapa Daddy tiba-tiba bangun?”“Kenapa?”“Aku bilang Mommy kasihan kecapekan trus stress lihat Daddy nggak bangun-bangun.”Brandon terkekeh. Mungkin cara ampuh untuk menyadarkan orang dalam kondisi seperti Daddy William adalah dengan menceritakan hal yang membuatnya terkejut.“Aku juga bangun saat Mrac berkata kamu bermesraan dengan suster cantik.” Kelly mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan sang suami.“Keponakan satu itu.” Brandon mendesis kesal. “Bisa-bisanya ia berpikiran ke sana.”“Kata Kak

    Dernière mise à jour : 2025-02-19
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   134. Belum Ngantuk?

    “Surprised!”Ian tersentak di depan pintu. Lelaki yang mengenakan piyama dengan rambut acak-acakan khas bangun tidur itu mengucek kedua matanya. Apa ia bermimpi aneh?“Tidak, kamu tidak sedang berkhayal.” Jasmine dengan wajah sumringah menegaskan.“A – Apa yang kamu lakukan, Jasmine?” Ian bertanya, masih dengan ekspresi terkejut.Jasmine mengabaikan pertanyaan Ian dan malah balik bertanya, “Apa aku boleh masuk? Di sini cukup dingin.” Jasmine merapatkan mantelnya.“Oh ya. Silahkan.” Akhirnya, Ian melebarkan pintu dan membiarkan Jasmine masuk ke dalam rumahnya.Jasmine masuk sambil menggeret kopernya. Ian bahkan baru sadar, wanita itu membawa koper.“Kamu dari mana, sih?” Ian bertanya dengan bingung, lalu menutup pintu.Dengan wajah ceria, Jasmine berteriak, “Happy birthday, Ian.”Setelahnya, sebuah paperbag mewah terjulur ke depan Ian. Lelaki di depan Jasmine lantas terkekeh. Ia menerima hadiah tersebut dan mencium kedua pipi Jasmine.“Terima kasih. Ini benar-benar kejutan.”Wajah Jas

    Dernière mise à jour : 2025-02-20

Latest chapter

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   217. Senyamannya Saja

    "Kenapa kamu ngadu-ngadu pada Daddy kalau aku sering kesal padamu?" Kelly memberengut pada Brandon."Aku hanya minta nasehat, Babe." Brandon menjawab lemah. Ada sedikit rasa penyesalan sekarang. "Please, jangan marah. Maafkan aku."Kelly menghela napas panjang. Kalau Brandon sampai minta nasehat pada Daddy, itu memang artinya ia cukup frustasi pada sikapnya.Kepala Kelly akhirnya mengangguk. Ia berbalik badan untuk pergi dari kamar, namun Brandon memegang lengannya."Babe." Tanpa banyak bicara, Brandon memeluk erat istrinya.Hanya sejenak, karena Kelly mendorong dada suaminya dengan kencang. "Dadaku sakit kamu peluk begitu.""Maaf." Sekali lagi, Brandon memohon."Aku mau ke ruang bayi." Kelly berucap datar."Tapi kamu baru dari sana, Babe.""Memang kenapa?""Aku... aku juga butuh kamu."Kelly mendengus pelan. "Sudah kubilang aku sedang tidak ingin ada di dekatmu."Brandon memejamkan mata sejenak lalu berkata, " Tolong katakan apa salahku.""Aku sudah bilang ini bukan salahmu. Aku hany

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   216. Bulan Kedua

    Demi melihat istrinya senang, Brandon mulai belajar menggendong bayi. Perawat memberi Brandon bayi Arsen yang terlihat paling tenang. Meski begitu, Brandon hanya memegangnya selama tiga detik.“Sudah, Sust. Tanganku mulai gemetaran.”Kelly yang sedang menggendong Reno menggeleng samar. Meski begitu, paling tidak, Brandon mencoba. Reno telah tidur di dekapan Kelly.“Sayang, pangku Reno sebentar.” Kelly meletakkan bantal besar di pangkuan Brandon dan membaringkan Reno di atas bantal tersebut. “Aku mau pipis dan ganti pembalut.”Dengan kaku, Brandon duduk menatap putranya. Ia sama sekali tidak berani bergerak karena takut membangunkan Reno. Tapi, jarinya perlahan mengelus pipir Reno.Brandon tersenyum merasakan betapa halus kulit bayinya. Lama-kelamaan, Brandon mengelus rambut halus Reno, jari-jari tangan dan kaki.“Hatchii!” Tiba-tiba, Brandon bersin. Detik berikutnya, Reno tersentak dan menjerit.“Babe!” teriak Brandon kalut. “Babe, Reno bangun!"“Sebentar, sayang. Aku belum selesai.”

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   215. Kembar Tiga Pulang

    Setelah satu minggu, Kelly dan Brandon bolak-balik ke rumah sakit untuk mengunjungi bayi-bayi mereka, akhirnya si kembar tiga diperbolehkan pulang. Mommy Keyna menggendong Mimi, sementara si kembar Arsen dan Reno duduk di kereta dorong.Kelly dan Brandon mengucapkan terima kasih pada tim dokter dan perawat yang telah membantu mereka. Brandon tentu saja menolak keinginan direktur rumah sakit yang ingin foto keluarganya dipajang di dinding rumah sakit.“Maaf. Demi privasi keluarga Brandon Richmont, saya tidak dapat menuruti permintaan anda.” Ian menolak tegas.“Apa anda sudah mengatakannya pada Nyonya Kelly? Saya pikir Nyonya Kelly tidak akan keberatan.” Tetap saja, direktur memaksa.“Untuk urusan ini, saya yang bertanggung jawab.”Ian melunasi biaya rumah sakit, lalu keluar dari ruang direktur. Audrey yang sejak tadi menemani kagum pada ketegasan Ian.“Memangnya, Brandon sudah bilang tidak mau didokumentasikan?” Audrey bertanya seraya mengiringi langkah Ian.“Tidak. Tapi, aku tau watak

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   214. Tak Ada Ruang Menyendiri

    "Iihhh... jangan disentuh! Sakit!" Kelly memindahkan tangan suaminya yang mengenai dada."Sakit?" Spontan, Brandon mengamati dada Kelly."Ini sedang bengkak. Perlu dipompa ASI-nya." Kelly berkata santai sambil menatap langit malam yang dihiasi gemerlap kembang api."Kenapa nggak dipompa sekarang kalau sakit?""Aku tunggu Mommy Key.""Mau aku bantu?"Kelly menggeleng. Bukan membantu namanya jika Brandon yang membimbing. Yang ada suaminya itu malah khawatir berlebihan."Nanti kalau aku sudah mahir, kamu boleh lihat. Sekarang, masih belajar.""Kenapa masih belajar aku nggak boleh lihat?""Aku malu, Brad."Meskipun masih ingin membahas masalah pompa ASI ini, Brandon memilih diam. Salah bicara bisa berakibat istrinya ngambek dan Brandon tidak ingin itu terjadi.Entah berapa uang yang dihabiskan Marc malam ini untuk pesta kembang api. Kalau dipikir-pikir, keluarga Dalton memang sering merayakan moment bahagia dengan cara seperti ini.Sambil memeluk pinggang Kelly, Brandon mengamati sekitar.

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   213. Keajaiban

    “Kak Dheena , kakak itu lagi... hamil?” Kelly bertanya lembut sambil menatap mata kakak ipar-nya.Dheena tersentak sedikit. Ia dan Della berpandangan, hingga Della memberi Kelly senyum.“Beneran, Kak?” Brandon mendesak jawaban.“Nggak papa. Sudah terlanjur ketauan.” Della terkekeh pada Dheena.Detik berikut Kelly menjerit dan memeluk Kak Dheena. Membuat semua anggota keluarga menatap mereka. Tentu saja akhirnya, kini mereka dikerubungi keluarga.“Kak Dheena hamil!” Kelly berteriak membuat semua orang melongo terutama Daddy Donald dan Mommy Florence.“Dheena! Kenapa kamu tidak bilang-bilang? Sudah berapa bulan?” Mommy Florence menghampiri putrinya dan mengelus perutnya. “Ya Tuhan, ini sudah cukup besar.”Dheena tersenyum lalu mengusap perutnya. Clark mendampingi istrinya dan mengusap-usap punggung Dheena.“Usia kandungannya sudah hampir enam bulan, Mom.” Clark yang menjawab pertanyaan Mommy Florence.Detik berikutnya, banyak pelukan yang didapat Dheena dan jabatan tangan yang harus dib

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   212. Kembali Ke Mansion

    Dengan raut bahagia, Kelly menunjukkan pada keluarganya tentang hadiah dari Brandon. Mommy Florence menatap putranya dan mengacungkan jempol karena bangga sang putra begjtu menyayangi istrinya."Meski bentuknya berbeda, aku harap semua cincin itu memiliki harga yang sama." William berbisik pada Keyna.Cepat, Keyna menyikut pinggang sang suami. "Kenapa kamu mempermasalahkan nilai-nya? Yang penting adalah makna-nya."Namun, William tetap membalas, "Takut nanti anak-anak itu merasa dibedakan.""Pasti sebelum cincin itu diserahkan, Arsen, Reno dan Mimi sudah diberi pengertian." Keyna balas berbisik."Apa yang kalian bicarakan?" Daddy Donald tiba-tiba mencondongkan tubuh dan ikut berbisik pada William dan Keyna.Tanpa malu, Keyna bertanya pada Donald. Tak lama kemudian, lelaki itu permisi untuk menelepon.Tak lama kemudian, Donald kembali. Ia memperlihatkan layar ponselnya kepada William. Lalu ponselnya berpindah ke Keyna, terakhir ke Florence."Aku tau putraku memesan perhiasan dari RichJ

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   211. Hadiah Melahirkan

    “Paling mirip kamu? Kayanya Arsen. Dia lebih kalem.”Brandon mendekat, lalu berjongkok di samping sang istri yang masih menyusui. “Maksudku bukan wajahnya, Babe. Tapi cara mereka menyusu.” Brandon menyeringai kala melihat istrinya melotot padanya.“Bisa-bisanya bercanda begitu. Kalau kedengeran suster gimana?”“Nggak papa. Pasti mereka paham.” Brandon menyahut tak peduli.Butuh waktu hampir satu jam bagi Kelly untuk memastikan bayi-bayinya telah kenyang. Saat telah selesai dengan Arsen dan Mimi, suster membantu mengembalikan bayi-bayi itu ke box mereka.Brandon sendiri masih belum berani menggendong bayi-bayinya. Ia langsung menggeleng dan mundur satu langkah saat suster ingin membimbingnya cara menggendong bayi.“Jangan sekarang. Aku belum siap. Mereka sepertinya masih rapuh sekali.” Brandon mendesah melihat tubuh bayi-bayinya yang mungil.Saat akan keluar dari ruangan, terdengar bayi menangis. Kelly menoleh dan melihat Reno terbangun.“Kok sebentar banget Reno tidurnya, Sus?” Kelly

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   210. Saling Memaafkan

    Tanpa menoleh, Brandon hapal suara siapa yang bicara dengannya. Ia mengangguk dan membalas, "Terima kasih.""Kamu masih marah padaku?"Brandon menoleh menatap Ian. "Marah?""Kamu jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungiku." Ian menghela napas berat. "Bahkan saat istrimu melahirkan pun, kamu tidak mengabariku.""Kupikir kamu sibuk dengan... Audrey."Gantian kini Ian yang menoleh ke samping menatap Brandon. "Aku sibuk mengurusi semua bisnismu!"Brandon mengerutkan kening, lalu membalik tubuhnya ke samping menghadap Ian. "Mulai keberatan dengan pekerjaan? Apa sekarang kamu kekurangan waktu karena telah memiliki tunangan? Mau resign?"Ian menatap tajam mata sahabatnya. "Aku nggak pernah ngomong begitu. Tapi kalau kamu memang mau aku mundur, ya sudah."Hening seketika. Dalam sejarah persahabatan mereka, moment ini adalah yang pertama kalinya mereka bertengkar sengit.Brandon menghela napas panjang, lalu kembali menatap jendela di mana bayi-bayinya sedang tidur. Ian mengikuti apa yang

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   209. Arsen, Reno dan Mimi

    “Kenalkan, Arsenio Elzhan Richmont, Arvenio Elvert Richmont dan Kyomi Lovella Richmont.” Brandon menunjuk bayi satu, dua dan tiga pada keluarga Richmont dan Dalton.Bayi-bayi mungil itu sekarang berada di dalam inkubator dalam satu ruangan steril. Mereka dapat melihat jelas melalui jendela lebar. Wajah-wajah tampan dan cantik itu menarik perhatian semua anggota keluarga.“Kecil banget, Tuhan.” Sacha menatap ketiga bayi dengan takjub.“Ya kali, bayi lahir langsung gede, Kak.” Louis menyahut sewot. “Kaya nggak pernah lahiran aja komentarnya.”Sacha mencebik pada Louis. Keduanya lalu sibuk mengabadikan keponakan-keponakan mereka dan membagi foto-foto tersebut ke kerabat dan media sosial.Mommy Keyna tampak tak dapat menahan rasa haru. Setelah sebelumnya menyaksikan ketiga anak sambungnya melahirkan, kini ia dapat merasakan putri kandung satu-satunya memiliki anak. Tiga sekaligus.“Akhirnya aku memiliki cucu dari darah dagingku sendiri.” Mommy Keyna bergumam.“Jangan sampai Fred, Sacha da

Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status