Daisy pun sontak menoleh ke arah suara putrinya yang nyaring. Seketika itu matanya membulat, tapi dibalas oleh kedua putrinya dengan tak kalah garang.
Mau tak mau ia pun memasang wajah yang manis pada kedua putrinya. Berharap mereka tak menyuruhnya mengembalikan hadiah."Kalian berdua, perkenalkan ini adalah Tuan Louis dan Nyonya Caroline Law," katanya seolah tak terjadi apa-apa.Kemudian mengalihkan pandangan pada pasangan suami istri Law yang tampak berbisik dengan pengacara mereka. Sudah pasti mereka membicarakan tentang dua putri yang mencegah keinginan kedua orang itu."Tuan dan Nyonya Law, ini adalah putriku, yang berbaju hijau itu Catherine sedangkan yang berpakaian merah adalah Josephine," lanjutnya memperkenalkan."Ibu tak usah memperkenalkan. Kami berdua sudah tahu," balas Jo sengit."Kami juga tahu apa maksud mereka dengan hadiah yang mereka bawa. Jelas mereka berusaha untuk menyuap Ibu agar mem"Maaf, telah membuat Anda menunggu lama," kata Daisy tiba-tiba mengejutkan pasangan Law dan juga pengacaranya.Caroline menghela napas panjang begitu melihat kehadirannya. Ibu dari Adrian ini tampak berharap cemas menantikan kabar dari Daisy."Aduh jangan sampai penawaranku dibatalkan olehnya," pikir Caroline.Sebelumnya ia sudah berdiskusi dengan suaminya untuk menambah penawaran agar Daisy membatalkan tuntutan utuk putra semata wayangnya. Adrian adalah harta yang paling berharga bagi mereka. Tentunya apapun akan dilakukan untuk kebahagiaan sang anak.Louis meraih pergelangan tangan istrinya dan mengusap dengan lembut. I berusaha meyakinkan kalau segalanya akan berhasil, dan ia tak perlu lagi merasa bersedih."Maaf, aku baru saja berdiskusi dengan kedua putriku," kata Daisy.Semakin istri Edmund ini berbicara, semakin cemas pulalah pasangan Law. Sementara Daisy langsung mengarahkan pandangannya pada Antho
Kedatangan Adrian disambut dengan kemewahan di kediamannya. Sudah pasti ini atas perintah kedua orang tuanya untuk menyiapkan semua.Louis dan Caroline Law pasti ingin memberikan yang terbaik bagi putra mereka. Terlebih anaknya baru saja mendapatkan suatu perlakuan yang tak menyenangka. Selain itu, mereka memiliki permintaan khusus untuk Adrian.Mata pemuda berambut pirang itu tampak berbinar saat melihat aneka hidangan mewah tersaji di atas meja makannya yang besar. Aneka hidangan continenal telah berada di sana."Hmm inilah yang harusnya dinamakan sarapan pagi," gumam Adrian ynag baru saja keluar dari kamarnya untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian."Makanlah Adrian, Ibu tahu apa yang kau dapat di kantor polisi sangat tidak menyenangkan," kata Daisy meyambut putranya."Huh, itu jelas sekali Bu. Aku tak bisa tidur semalam, alas tidurnya tidak nyaman, dan makanannya dingin," Adrian mengadu pada Ibunya seperti anak k
Josephine belum juga turun dari mobil suaminya meskipun Van putih itu sudah berhenti di depan hotelnya. Perempuan itu terlihat begitu kaku dan terus saja memandang ke bawah. "Kau masih memikirkan pembicaraan Ibumu dengan keluarga Law?" tanya Nicko sambil melirik ke arah Jo. Josephine mendesah kesal. Bukan hanya itu yang membebani pikiran Jo kali ini. Namun kejadian beberapa waktu belakangan ini memang layak untuk memenuhi kepalanya. "Bukan cuma itu, dan aku tahu pasti kalau Ibu pasti akan terus mendesakku untuk bertemu dengan Adrian. Kalau soal itu ku tak perlu terlalu mengkhawatirkan ini semua, sebab kau pasti tak akan tinggal diam jika Adrian berbuat hal yang tidak pantas padaku," kata Jo. "Yah itu benar sayang. Suami mana yang akan rela jika istrinya diganggu oleh lelaki lain. Lalu apa yang membebanimu kali ini?" Jo tak bicara, tapi ia mengangguk dan menggandeng tangan suaminya untuk ikut turun. Nicko sama sekali tak tah
Otot wajah Nicko seketika menegang saat mendengar ucapan istrinya. Sepertinya ia menduga Josephine tahu tentang siapa dia yang sebenarnya."Ada apa dengan Tuan Muda Lloyd?" Nicko memberanikan diri untuk bertanya pada istrinya.Josephine langsung merubah posisi berdirinya hingga berhadapan dengan sang suami. Ia sedikit mendekatkan wajahnya pada lelaki yang bersamanya.l saat ini."Apa menurutmu Tuan Muda Lloyd memiliki maksud tertentu padaku?" bisik Josephine yang mulai mencurigai bosnya.Nicko hanya diam mendengar dugaan istrinya. Ia membiarkan sang istri terus saja bicara dan menyampaikan semua dugaannya.Sudah bukan rahasia lagi kalau seorang wanita memiliki jutaan waktu untuk berbicara. Mereka awalnya memang sangat irit dalam berbicara, tapi setelah menemukan topik, partner atau momen yang pas, akan sulit untuk berhenti. Hal ini juga berlaku pada Jospehine.Dulu sekali Josephine sangat malu untuk berbica
"Gerald?" Nicko mengulangi nama yang baru disebut oleh Josephine.Seketika pemuda itu merasa kaku. Ia mematung, karena nama itu terdengar begitu panas di telinga. Namun nama itu jugalah yang membawanya untuk bersanding dengan seorang perempuan yang paling diidam-idamkan di Westcoast Town.Wajah Nicko mulai sedikit lebih tegas. Perasaannya kali ini mulai kacau saat mendengar nama itu. Dalam hati ia cemburu dan khawatir kalau perempuan yang ia nikahi masih mengingat tentang sosok Gerald Jones."Kau mengingatnya?" tanya Nicko dengan nada datar.Sadar akan perubahan pada raut wajah sang suami akibat ucapannya, Josephine pun buru-buru meralat ucapannya. Ia tak igin ada pertengkaran dengan sang suami kali ini.Masalah yang dialami Josephine sudah cukup berat, apalagi lusa sang Ayah dijadwalkan untuk dioperasi. Tentunya Jo tak ingin meambah tekanan dalam dirinya. Ia ingin fokus pada operasi sang Ayah dan pekerjaannya."S
Sudah sejak pagi tadi Raina Rayes uring-uringan. Layar monitor di computernya terus saja menyala, dan inilah yang menyebabkan dirinya geram.Perempuan berkulit gelap ini mendapati laporan kalau beberapa klien Blanc Inc memutuskan hubungan bisnis dengannya. Semuanya terjadi di luar kendali dirinya, dan ia sangat yakin kalau ini semua bukanlah seperti yang dituduhkan oleh klien bisnisnya.Semua mengira kalau Raina bukanlah sosok yang cakap dan profesional dalam bekeja. Beberapa kliennya menilai kalau Raina terlalu lamban dalam merespons permintaan dan keluhan mereka."Huh kenapa bisa jadi begini semua," katanya sambil mengacak-acak rambutnya yang hitam legam.Perempuan berubuh tinggi dan sintal ini pun terus melamun dan mencari celah mana letak kesalahannya. Sampai-sampai ia tak tahu kalau sejak tadi pintu ruang kerjanya diketuk.Raina segera mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan da mempersilakannya sekretarisnya untuk m
Tak ingin membuat keributan, Nicko pun langsung berbalik. Ia bermaksud melangkah sedikit menjauh agar bisa menelepon Raina dan memerintahkan stafnya agar menyuruhnya masuk.Namun baru saja ia berbalik, sebuah telapak tangan menepuk pundaknya dengan keras."Hei kau belum menjawab pertanyaanku. Untuk apa kau datang kemari?" tanya Greg."Huh, apapun yang kulakukan kurasa itu bukanlah urusanmu," kata Nicko.Kali ini suami Josephine memang sedang tidak mood untuk berkelahi. Masalah yang dihadapinya kali ini benar-benar pelik. Ia sendiri juga mendapat giliran paling banyak untuk menjaga mertuanya."Huh sombong sekali kau. Tentu saja ini menjadi urusanku, karena kau telah memasuki area kami," balas Greg dengan nada tinggi.Lelaki yang tubuhnya lebih pendek dari Nicko ini pun mendongak ke arahnya. Mata hijaunya menatap tajam dengan penuh kebencian.Memang sudah lama sekali Greg Shelton memiliki dendam
Greg memang memiliki seorang adik perempuan, Barbara, yang usianya hanya terpaut satu tahun dari Nicko. Barbara sempat mengidolakan sosok Nicko karena ketampanannya. Namun kesemuanya itu hilang saat gadis itu mengetahui kalau Nicko bukanlah orang kaya. Jika bicara tentang kecantikan tentu saja adik dari Greg tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan istrinya. Barbara memiliki tinggi tubuh rata-rata dan kurus, pinggangnya pun lurus, tidak menyenangkan untuk dipeluk. Namun yang terburuk, gadis itu selalu saja besikap sombong dan mengucapkan kata-kata pedas. "Memangnya siapa yang memiliki hubungan khusus dengan adikmu?" Nicko balik bertanya. Kali ini ia sengaja memancing emosi dari Greg. Pria ini memang dikenal sangat menyayangi adik perempuannya. "Jangan berkata yang bukan-bukan tentang adikku. Kau tahu aku akan menikah dengan seorang yang sangat terkenal. Asa kau tahu, aku sangat bersyukur adikku mengetahui keadaanmu yang sebenanya,"
Matthew tidak berkata apa-apa, bahkan bereaksi terhadap Josephine yang masih keheranan. Ia malah menunjukkan sikap dingin pada Josephine. Saat ini jantung Josephine pun bergetar penuh ketakutan, ia langsung memeluk tubuh Ian yang saat ini sudah tertidur dengan erat.Matthew melirik sejenak dan tak mempedulikan Jo, ia malah melangkah keluar dan kembali dengan membawa kejutan. Matthew langsung menarik tubuh dua penjaga yang sedang pingsan ke dalam dan menggulingkannya pada tumpukan jerami.Tanpa diduga Matthew pun mendekat ke arah Jo dan melepas jaketnya dan memberikan pada Josephine, “Pakai ini di luar akan dingin!”Sedikit ragu Josephine pun menerima dan memakai jaket milik Matthew. Pemuda asing itu pun mengangkat tubuh Ian pada pundaknya dan mengangguk , “Aku akan mengantarmu ke kota, setelah itu hubungi suamimu untuk menjemput! Kita harus cepat sebelum mereka semua bangun!” ajak Matthew.
“Jadi ini perbuatanmu?” tanya Nicko dengan geram. Kali ini wajahnya memerah dan matanya menatap tajam ke depan.“Ha ha ha kenapa? Apa ini terdengar menyakitkan untukmu? Baguslah kalau ini terdengar menyakitkan untukmu. Setidaknya dengan begini kau tahu telah berhadapan dengan siapa, dan kau bisa berpikir ulang untuk menghianati putriku!”“Watson, kau!” amuk Nicko. Kali ini ia benar-benar marah sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tangannya mulai mengepal kuat dan memaki pria yang meneleponnya. Tak ada yang pernaha mengira kalau Robert Watson, ayah Camilla terlibat penculikan istri dan anaknya sekarang.“Brengsek kau Watson, apa maumu! Aku peringaktan kau kalau aku tidak pernah mengkhianati putrimu. Itu hanya sebuah permainan konyol di masa kecil!” balas Nicko.“Permainan konyol masa kecil katamu? Sayang sekali sampai sekarang putriku masih saja
Pria yang dikenal Josephine melipat tangannya di depan dada lalu berjalan mendekati Josephine. “Kau ingin tahu kenapa aku bisa berada di sini? Tentu saja karena aku ingin bertemu denganmu manisku.”Tentu saja pria itu adalah Gerlad Jones, laki-laki paling egois yang pernah dikenal oleh Josephine.“Apa kau tidak bosan menggangguku terus menerus? Bukankah kau sudah tahu kalau aku dan kau tidak lagi ada hubungan apa-apa?” balas Josephine dengan ketus.Gerald langsung berjongkok dan menjajari posisinya dengan Josephine. Kali ini ia menyentuh lembut pipi Josephine dan membuat mantan kekasihnya itu jijik.Josephine tampak menepiskan tangan Gerald yang terus saja berusaha untuk menyentuhnya. Semakin Josephine menghindar semakin ia senang untuk menggodanya.“Kulitmu tetap saja mulus dan lembut, hanya saja sekarang kau sedikit berbeda. Sepertinya kau sedikit
Sore ini Nicko tengah menemani Josephine dan Ian untuk pergi ke taman. Kali ini mereka hanya ditemani oleh Jacklyn dan juga Owen pengawal Ian dan Jo.Sepertinya sudah cukup lama Josephine tidak menghabiskan waktu bertiga seperti sekarang ini. Belakangan, Nicko memang sibuk dengan segala aktivitasnya sendiri dan juga dunia pengobatan yang baru saja didapatkan olehnya. Kini mereka pun berpikir untuk beristirahat sejenak, lagipula semalam Jo berkata kalau ia ingin berbagi.Dengan bantuan Owen dan juga Jacklyn mereka pun menggelar meja dan meletakkan beberapa kotak makanan di sana yang akan diberikan pada siapapun yang membutuhkan secara cuma-cuma. Kali ini bukan hanya Jo saja yang terlihat begitu senang, tapi juga Ian, karena ia sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama ayah angkatnya itu.Begitu Nicko selesai membereskan meja dan meletakkan beberapa makanan, seorang wanita paruh baya dengan pakaian lusuh pun mendatangi mereka. Dilihat dari pakaian yang dikenakan sepertinya dia adalah
Saat ini Andrew Young benar-benar terdesak. Ia benar-benar tidak menyangka akan mengalami nasib seperti ini.Orang yang dulu pernah dia remehkan tiba-tiba saja membalikkan keadaan hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Dulu ia menganggap remeh keluarga Watson karena mereka memiliki kelas ekonomi di bawahnya.Apalagi dengan Nicko, dia justru tak pernah memperhitungkan pemuda itu sama sekali. Justru menganggap Nicko seperti hama yang harus segera dibasmi. Namun sekarang dialah hama itu. Bahkan Chuck yang jadi sekutunya juga menyalahkan dirinya.“Chuck, kau tidak menganggapku lagi? Apa kau tidak mengingat hubungan baik kita terdahulu?” tanya Tuan Young dengan suara yang terdengar bergetar karena mengandung kesedihan.Chuck menggeleng dan kembali berkata, “Apa kau tidak dengar apa yang telah dikatakan oleh pamanku tadi? Kami keluarga Watson sama sekali tidak menyambut kedatangan seorang pembohong. Sekarang lebih baik kau pergi dari sini!”“Chuck kau,—” Andrew tak lagi melanjutkan ucapa
Tubuh Andrew Young tiba-tiba terasa kaku dan lemas. Sekarang ia sudah tidak punya uang lagi dan itu sangat menyakitkan. Sekarang ia mendengar kabar kalau putra bungsunya mati bunuh diri, hidupnya benar-benar hancur saat ini.Dengan langkah yang gontai ia pun berjalan ke arah panggung kembali. Saat itu ia sudah melihat keadaan yang porak poranda. Semuanya penuh dengan sampah dan tak ada satu orangpun di sana.Ia pun berjalan dengan gontai, tapi seketika seorang pelayan pun datang untuk mengejarnya, “Maaf Tuan Young, ini tagihan untuk acara malam ini!”Saat itulah Andrew Young langsung menepuk dahinya dan bergumam kalau ia hampir lupa dengan tagihan yang harus dilunasinya. Saat menyewa tempat ini memang ia baru membayar setengah dari total layanan banket yang dipesan olehnya.Saat ini ia masih bisa bernapas lega sebab dalam saldo rekeningnya masih tersisa uang untuk biaya pelunasan acara kali ini. Namun untuk setelah itu ia tidak tahu harus bagaimana. Bahkan tidak yakin bisa membeli tik
Andrew Young tersentak dengan pernyataan mantan pengawalnya itu. Apalagi mereka malah menahannya dan membuat dirinya tidak lagi bisa bergerak dan mengumpankan pada orang-orang yang kini memburunya.Sebenarnya sekarang dia sudah benar-benar terjepit, tak ada yang bisa menolongnya. Ingin berteriak dan meminta tolong pada Matthew tapi sekarang anak muda itu sudah tidak bersamanya lagi. Lalu Tuan Watson, seharusnya pria itu bisa diandalkan olehnya. Sementara Chuck, adalah benar-benar sekutu baginya. Namun posisi mereka terlalu jauh dan tak memungkinkan untuknya berteriak.Kalaupun ia berteriak meminta bantuan mereka, sebelum Chuck datang ke sini dirinya pun sudah babak belur.Kini yang bisa dilakukannya hanya menggertak mantan pengawalnya lagi agar mau melindunginya. Pengawal yang telah dipecatnya adalah kumpulan orang-orang bodoh dengan badan yang kekar. Dengan memberikan mereka sedikit harapan saja, mereka pasti akan bergerak melindunginya, tak peduli sesulit apa rintangan yang harus di
Andrew Young mencoba untuk mengejar Nyonya Eleanor yang sekarang sudah menuruni panggung dan mengarah pada jalan keluar. Ia terus saja memanggil wanita itu dan memintanya untuk kembali.Namun sayang saat ia baru saja menuruni panggung ia sudah dihadang oleh beberapa orang yang telah membeli obatnya.Salah satunya adalah Tuan Austin. Ia berdiri merentangkan tangan dan menghalanginya untuk pergi. “Kau mau kemana? Segera bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan pada kami! Kembalikan uang kami!”Beberapa yang telah membeli obat itu pun ikut membantu Tuan Austin. Mereka semua tampak mengepungnya.“Cepat kembalikan uang kami!” seru orang-orang itu sambil berteriak marah.Andrew Young justru menggelengkan kepala dan mencoba untuk menolak, “Tidak … tidak kalian sudah tahu kan kalau jika barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.”Namun orang-orang tidak mau mengerti dan berkata kepadanya dengan lantang, “Tidak bisa, uang ini harus dikembalikan karena kau telah melakukan penip
Andrew Young tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Tentu tidak Tuan. Harga itu adalah harga yang sangat sepadan dengan apa yang kalian dapatkan.”“Huh kau pasti ingin merampok kami dengan membayar biaya yang tak sedikit itu! Aku tak mau membeli!” seru salah satu pengunjung.Andrew Young pun tersenyum sinis an berkata, “Aku tidak memiliki niat merampok pada kalian. Aku menetapkan harga yang pantas. Seperti yang kalian lihat pada pesta ulang tahun Tuan Watson, dan juga perubahan pada diriku. Kalian semua bahkan sudah menyentuhku dan merasakan perbedaan yang terjadi. Jadi menurutku 2,5 miliar itu sangat pantas.”Para pengunjung yang mengerubunginya pun berbicara seperti dengung kumbang. Setelah itu ia pun berkata lagi dengan memberikan penjelasan pada semuanya. “Apa kalian semua tidak tahu kalau di masa muda kita banyak menghabiskan waktu untuk bekerja keras, memikirkan banyak hal bahkan membuat kita lupa akan makan dan kurang tidur. Seringkali kita harus memakan makanan cepat saji unt