Saat kembali ke perusahaan, Sienna menyadari urusan perusahaan belakangan ini sudah diurus dengan baik.Manfred sudah keluar dari rumah sakit. Dia sudah memilih sekelompok selebritas yang paling berpotensi dan sedang mempersiapkan Rebecca untuk masuk ke Hollywood.Tangan Rebecca sudah melewati beberapa proses pemulihan. Kali ini, dia akan memerankan tokoh putri duyung yang hanya membutuhkan tata rias yang indah dan harus menjaga keanggunannya yang misterius di dalam film itu. Sebagai artis baru, bisa langsung memulai kariernya di Hollywood adalah puncak yang tidak bisa dicapai oleh artis dalam negeri seumur hidupnya.Banyak ratu dan raja film dalam negeri yang ingin masuk ke Hollywood bahkan harus menghadapi audisi dengan susah payah. Namun saat filmnya dirilis, mereka baru menyadari adegan mereka sudah dihapus semuanya. Industri Hollywood selalu meremehkan para selebritas dari Negara Deslandia, melainkan bekerja sama dengan beberapa selebritas dari negara lain. Oleh karena itu, Jack,
Rebecca berdiri di depan pintu rumahnya dan mendengar suara Ronald dari dalam rumah. "Paman, Bibi, hadiah ini untuk kalian."Namun, tidak terdengar suara Arisa dan Erdin dari dalam rumah. Begitu pintu dibuka, Rebecca melihat orang tuanya sudah marah hingga sekujur tubuhnya gemetaran. Mungkin karena mereka tidak pernah melihat orang begitu tidak tahu malu dan juga licik seperti Ronald. Ada beberapa pengawal juga di dalam rumah yang terlihat jelas tidak ramah.Saat melihat Rebecca kembali, Ronald langsung meletakkan hadiah di tangannya ke atas meja teh dan kembali mengeluarkan sebuah kantong besar. "Rebecca, ini untukmu."Tindakan Ronald kepada mereka sama seperti dahulu. Pada saat itu, dia sesekali akan mengirimi mereka beberapa hadiah. Namun, untuk menjaga identitasnya sebagai pengantar makanan, barang yang dikirim semuanya berupa makanan. Sekarang dia tidak perlu berpura-pura lagi, sehingga hadiahnya pun berupa merek-merek terkenal.Rebecca hanya jijik, tetapi dia tidak histeris. Dia
Setelah Ronald pergi, Rebecca segera menelepon Sienna. "Bu Sienna, kamu harus hati-hati terhadap orang dari Keluarga Deandra, terutama Ronald. Dia bilang masalah Gwen adalah tindakan Jacob dan akan terus menyerangmu. Triknya cukup kotor dan orang biasa bukan tandingannya."Saat ini, Sienna masih lembur di perusahaan. Mendengar perkataan itu, dia sama sekali tidak terkejut. Dia telah mendengar tentang Ronald ini sebelumnya yang bertindak dengan sangat gegabah. Ronald bahkan berani menembak seseorang di jalanan, terlihat jelas orang ini tak bermoral. "Aku mengerti. Rebecca, kamu sendiri harus hati-hati, jangan terlalu dekat dengan orang seperti itu."Setelah menutup telepon, Sienna melihat sudah jam delapan malam, tetapi dia masih belum makan malam. Dia menelepon ke klinik hewan lagi dan baru merasa lega setelah memastikan Snow sudah membaik. Dia pun lupa sudah berjanji dengan Jacob akan pergi ke sana malam ini karena pekerjaannya terlalu sibuk dan terus memikirkan bagaimana caranya menj
Poppy baru menyadari hal itu dan segera meneguk segelas vodka.Wanda tidak tahan melihat tindakan Poppy lagi. Setelah itu, dia melihat Sienna hendak pergi keluar untuk menerima telepon karena suara musik di dalam ruangan terlalu keras. Saat Sienna bangkit dan keluar ruangan, Jack langsung mengikuti Sienna.Jacob yang menelepon Sienna. Sekarang sudah pukul 10 malam, tetapi dia masih tidak melihat Sienna padahal Sienna berjanji akan datang malam ini.Sienna mencari tempat yang tenang untuk menerima telepon. "Ada apa?""Sienna, kamu di mana?""Ada acara makan dengan karyawan perusahaan," kata Sienna sambil bersandar ke dinding di sampingnya. Dia baru teringat dia sudah berjanji dengan Jacob bahwa malam ini akan pergi ke sana."Aku mungkin agak malam baru ke sana."Begitu mengatakan itu, Sienna mendengar suara Jack dari belakangnya."Bu Sienna."Sienna agak tidak peka dalam hal asmara. Dia mengira Jack ingin melaporkan situasi yang ditemuinya di Hollywood, dia pun menggenggam ponselnya dan
Sebelumnya, Jacob tidak pernah memperhatikan berita tentang dunia hiburan, tetapi sekarang di sengaja membuka notifikasi di aplikasi. Dia bersiap-siap untuk turun dari tempat tidur, tetapi terdengar pintu kamarnya diketuk dan Sony masuk sambil membawa obat yang baru."Pak Jacob, tubuhmu masih belum boleh sembarangan bergerak."Jacob selalu tidak mendengar nasihat Sony. Begitu kedua kakinya sudah hampir menyentuh lantai, dia mendengar Sony berbicara lagi."Kalau ingin mengejar Nona Penny kembali, Pak Jacob setidaknya harus punya tubuh yang sehat dulu. Kalau nggak, Jack hanya akan semakin bangga. Kalau lain kali dia mengajak Nona Penny untuk menemaninya syuting di Armania, kamu juga nggak bisa mengikutinya dengan tubuhmu saat ini."Perkataan Sony ini langsung menusuk hati Jacob. Dia pun segera kembali berbaring ke tempat tidur dengan bersemangat. "Sony, berikan aku obatnya."Sebelumnya, Jacob hanya akan memakan obatnya jika disuapi oleh Sienna. Sekarang, dia langsung memakan obatnya dan
"Hansen, kamu terus menatap ponselmu saja, lagi bicara sama siapa?"Tatapan Hansen menjadi terlihat licik dan meletakkan ponselnya di samping. "Putri kecil Keluarga Shankar. Saat masih di luar negeri, aku berhasil mendapat kontak pribadinya dan menulis banyak surat kepadanya atas nama Jacob."Hengky mengernyitkan alisnya karena dia tidak mengetahui hal ini. "Apa kamu ingin memberi Jacob kesempatan kedua untuk bangkit lagi ya?""Ayah, sepertinya kamu nggak memahami putri kecil Keluarga Shankar ini. Dia harus mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi jantungnya bermasalah, jadi seluruh Keluarga Shankar sangat menyayanginya. Jacob yang begitu angkuh ini nggak akan suka dengan wanita yang manja dan keras kepala seperti ini. Kalau dia nggak suka, dia akan mati karena Keluarga Shankar akan membunuhnya."Hansen mendengar cerita bahwa Lily ini pernah membuat seorang pria buta karena pria itu berkata bahwa pacarnya sendiri lebih cantik daripada dia. Konon, setelah kejadian itu, Keluarga Shank
Jacob melontarkan pertanyaannya dengan santai, bahkan mengambil ponselnya untuk melihat berita dunia hiburan.Sienna sudah memakai penyuara telinga sehingga tidak mendengar pertanyaan ini. Jacob menunggu sampai 10 menit. Karena tidak mendapatkan respons, dia pun mendongak melirik Sienna.Kemudian, Jacob mencoba untuk turun dari ranjang sambil berjalan dengan memegang tembok. Alhasil, dia melihat Sienna sedang mempelajari tentang saham Osmond.S.M dan Osmond tidak punya hubungan apa pun. Sienna mempelajari semua ini tentu demi Jacob. Ketika melihat ini, Jacob pun membungkuk sambil bertanya, "Untuk apa kamu melihat ini? Struktur saham Osmond sangat sederhana kok, 95% di kustodian, 5% di tangan presdir mereka."Sienna cukup terkejut. Informasi yang didapatkannya adalah 95% di kustodian, 5% di tangan petinggi. Jika Jacob ingin memenangkan taruhan ini, dia bisa mencoba menyuap seluruh petinggi. Akan tetapi, kalau di tangan sang presdir, berarti tidak ada lagi kesempatan untuk membalikkan si
"Nggak banyak artis yang menerima peran untuk sekarang," balas Sienna yang lanjut mengetik dengan ekspresi datar.Jacob melihat Sienna membuka kotak obrolan dengan Jack dan mengirimkan pesan.[ Kita bertemu di perusahaan besok, aku akan menjelaskan rencana selanjutnya untukmu. ]Jack membalas dengan sangat cepat, seolah-olah sudah menunggu pesan Sienna sejak tadi.[ Oke, Bu. ]Selain itu, Jack menambahkan emotikon pemalu. Hal ini sontak membuat Jacob naik pitam."Sienna, menurutmu apa arti emotikon itu?" tanya Jacob. Dia tidak suka mengobrol dengan orang via WhatsApp sehingga tidak memahami tentang emotikon. Meskipun demikian, emotikon pemalu ini terlalu jelas bagi siapa pun, kecuali Sienna."Apa maksudmu?" tanya Sienna balik. Jacob termangu karena pertanyaan ini, mengira Sienna hanya berpura-pura tidak mengerti.Kemudian, Sienna membuka kotak obrolannya dengan Manfred. Adapun Jacob, dia terdiam sejenak sebelum bertanya lagi, "Dia menyukaimu, 'kan?"Sienna mengira Jacob sedang membicar
Ed melempar pisau itu ke tong sampah, lalu menyerahkan 00 kepada Hans dan berujar, "Tanya Bu Mae sekarang Fredie ada di mana."Orang abnormal seperti Fredie pasti tidak akan melepaskan wanita yang sangat mirip dengan Luna. Niat jahat Ed muncul, dia merasa seperti Sienna yang menderita jika 00 dinodai Fredie. Mana mungkin Fredie sama sekali tidak menyentuh Luna setelah mengurungnya selama bertahun-tahun?Jika Luna dan putrinya sama-sama dinodai Fredie, ini hal yang menarik. Ed merasa antusias begitu memikirkan hal ini.Sebelumnya 00 memang dilatih secara profesional, tetapi dia hanya berlatih untuk meniru Sienna. Kemampuan bertarung 00 tidak begitu hebat. Dia tidak bisa melindungi dirinya dari orang munafik seperti Ed.Sekarang kedua tangan 00 ditahan sehingga dia sama sekali tidak bisa bergerak. Dia berteriak, "Lepaskan aku!"Ed menyahut, "Aku bisa lepaskan kamu. Tapi, kamu harus beri tahu aku di mana Jacob dan apa tujuannya."Apa Jacob benar-benar masuk ke markas penelitian? Namun, un
Namun, sekarang mereka tidak bisa mengeluarkan Arlo. Begitu bahan eksperimen hilang, semua anggota markas penelitian akan menyadari ada orang yang menyusup. Nantinya semua orang di markas penelitian akan diperiksa.Jacob dan lainnya yang belum berhasil kabur akan terekspos. Mereka tidak akan bisa keluar lagi. Sekarang Jacob harus kembali ke ventilasi, lalu mengambil kembali botol-botol obat dan mengembalikannya ke tempat semula. Dengan begitu, Jacob baru bisa menghilangkan kecurigaan terhadap dirinya."Bakti, kamu kembali ke tempatmu dulu," ucap Jacob.Bakti bertanya, "Bagaimana dengan Arlo?"Jacob memijat kening seraya menyahut, "Aku lihat dia masih bernapas. Seharusnya dia belum mati. Kalau kita mengeluarkannya, kita semua pasti mati."Tentu saja Bakti memahami hal ini. Kemudian, Bakti pergi. Jacob kembali ke ruang penelitian Sharon. Ruangan ini tidak terpengaruh, tetapi Sharon menghilang.Jacob tidak curiga. Dia langsung kembali ke kamarnya, lalu memanjat ke ventilasi dan mengambil
Jacob tahu itu adalah suara pria berseragam yang muncul di aula utama. Seharusnya dia mengikuti rapat di Armania, tetapi banyak kamera pengawas dipasang di berbagai sudut markas penelitian. Cepat atau lambat pria berseragam pasti akan mengetahui kekacauan di sini.Hanya saja, Jacob tidak menyangka pria itu akan mengetahuinya begitu cepat. Jacob terus memutar otak, lalu membuka pintu kandang binatang buas. Semua binatang buas pun keluar.Bakti yang berdiri di samping bertanya, "Memangnya ada gunanya? Kekacauan yang kita buat langsung digagalkan oleh suara bel yang aneh. Aku rasa orang-orang di sini sudah dihipnosis. Apa pun kondisinya, mereka akan segera bangun begitu mendengar suara bel itu."Jacob menjawab, "Ada. Sekelompok binatang buas ini sudah dijinakkan. Kalau mereka dilepaskan, mereka hanya ingin kabur. Binatang buas ini cuma berani makan orang yang dimasukkan ke kandang."Jacob melanjutkan, "Waktu melihat orang di luar kandang, semua binatang buas ini akan ketakutan dan mengamu
Dulu Ed memang ingin mendapatkan lencana itu, tetapi sekarang dia sama sekali tidak menyentuhnya. Hans yang mengambil lencana itu dan memainkannya sejenak sebelum menyematkannya di pakaian Ed.Ed tiba-tiba merasa sesak. Amarahnya hampir meledak. Ed menarik napas dalam-dalam, lalu melihat lencana di dadanya. Dia menepis tangan Hans.Hans melirik Ed dengan gugup dan berjalan ke pintu. Setelah pintu ditutup, Ed merasa gusar. Dia menarik napas lagi, lalu mengambil rokok. Begitu Ed menyalakan rokok, tiba-tiba terdengar suara raungan yang keras.Ed membuang abu rokok dan pergi ke aula utama untuk memeriksa kondisinya. Suasana di aula kacau balau. Pemuda di ruang eksperimen nomor 8 dilepaskan. Sekarang terdengar suara tembakan.Selain itu, asap putih mengepul dan menyebar dengan cepat. Seketika, seluruh ruangan diselimuti asap.Para staf penelitian di aula panik. Mereka meringkuk di sudut karena takut diincar senjata mematikan itu.Senjata mematikan itu paling membenci staf penelitian. Setida
Pria berseragam mengamati Sharon dan bertanya, "Sepertinya Bu Sharon nggak menyukai Ed. Padahal itu orang yang direkomendasikan Mae."Sharon lanjut menyusun tabung reaksi, lalu menjawab dengan datar, "Aku cuma nggak merasa cocok."Ketujuh petinggi tidak mengatakan apa pun. Mereka tahu sifat Sharon agak aneh. Jacob yang berdiri di depan Sharon bisa melihat layar dengan jelas.Seharusnya ruang rapat para petinggi tidak terletak di area ini. Desain ruangannya jauh berbeda. Yang membuat Jacob bingung adalah latar belakang tempat para petinggi berada tampak sangat familier. Namun, Jacob tidak bisa mengingatnya.Jacob yakin tempat itu bukan bagian internal markas penelitian. Dia mengernyit, mungkin mereka memang tidak berada di area ini. Bahkan, mereka tidak berada di Kango.Tidak ada yang tahu identitas ketujuh petinggi ini. Kemungkinan besar mereka adalah petinggi dari negara lain, jadi mereka memakai topeng. Mungkin juga mereka tidak mengetahui identitas satu sama lain dan hanya merupakan
Di Afrikan. Sienna terus memperhatikan berita di dalam negeri. Setelah memastikan Cristin dihujat habis-habisan, Sienna baru merasa puas.Sienna tidak menelepon Wanda. Nantinya Wanda pasti akan meminta maaf kepada Sienna lagi. Lebih baik dia tidak mengganggu Wanda dan membiarkannya istirahat untuk beberapa waktu.Sienna mengusap matanya, lalu meletakkan laptop di atas meja. Wanita di samping mengingatkan, "Ibu hamil harus batasi penggunaan peralatan elektronik."Sienna pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Ketika keluar, matanya tetap memerah. Belum ada kabar dari Jacob. Minggu ini Sienna kurang istirahat, dia sering terbangun saat tengah malam karena mimpi buruk.Sekarang Sienna merasa lelah sesudah mengurus masalah di dalam negeri. Setelah menunggu 1 hari lagi, Sienna sudah kehilangan kesabaran.Sienna menelepon Jero, mungkin saja Jero sudah mendapatkan petunjuk. Jero berucap, "Nggak ada, Sienna. Kamu nggak usah khawatir. Sistem di markas penelitian sangat rumit, kemungkinan merek
Keesokan harinya, Wanda baru mendengar kabar Cristin pergi ke luar negeri. Rebecca mengira Wanda akan merasa senang, tetapi Wanda tetap terlihat tenang. Wanda terus memandang ke luar jendela. Setelah beberapa saat, dia baru mengangguk.Wanda makin kurus. Wajahnya tampak tirus. Saat bermimpi di malam hari, Wanda akan memanggil, "Wanwan."Wanda tidak berani membayangkan bagaimana Wanwan mati. Setiap mengingat hal ini, Wanda akan membenci dirinya yang tidak berguna.Rebecca mengkhawatirkan kondisi mental Wanda, jadi dia ingin mengundang psikolog. Wanda menolak, "Nggak usah, cuma tubuhku yang sakit. Aku cuma butuh istirahat yang cukup."Wanda diantar pulang. Makanan anjing dan air di mangkuk masih ada, tetapi Wanwan sudah pergi. Wanda takut dirinya menangis di depan Rebecca. Dia segera tersenyum dan berujar, "Rebecca, jadwalmu sudah terganggu. Sebaiknya kamu kembali syuting. Kamu tenang saja, aku pasti istirahat di rumah."Rebecca mengangguk, lalu berpesan setelah berpikir sejenak, "Aku s
Cristin masih linglung ketika dibawa keluar dari kediaman Keluarga Salim. Dia sudah berlutut sambil memohon pada keluarganya, tetapi tidak ada yang membelanya. Bahkan, kakak Cristin juga menghindari adiknya. Semua orang tetap terdiam.Dulu, kehidupan Cristin sangat indah. Sekarang dia berakhir tragis. Sebelumnya, Cristin merasa Wanda sangat kasihan. Wanda dicampakkan orang tuanya dan semua orang, bahkan Benny juga tidak menginginkannya lagi. Biarpun Wanda memohon, Benny juga tidak memedulikannya. Namun, saat ini nasib Cristin sama seperti Wanda. Dia juga dicampakkan begitu saja.Cristin naik ke mobil, lalu dia dibawa ke sebuah vila. Sopir berkata, "Nona Cristin, cepat bereskan kopermu. Pesawat terbang 3 jam lagi. Ke depannya kamu nggak usah pulang."Ini adalah keputusan Keluarga Salim. Mereka juga telah mengumumkan keputusan ini di internet dan memberi keluarga siswa yang mati itu kompensasi sebesar 20 miliar.Namun, para netizen tetap menghujat Cristin dan Keluarga Salim. Semua masal
Tubuh Cristin lemas. Dia meremas ponselnya dan air matanya terus mengalir. Anggota Keluarga Salim masih mengetuk pintu kamar Cristin sambil berseru."Cristin, apa kamu sudah lihat berita di internet? Saham Keluarga Salim anjlok lagi. Sebaiknya kamu minta maaf. Tindakanmu memang keterlaluan.""Hujatan di internet terus bertambah. Para pemegang saham mulai marah-marah. Kalau kamu nggak bersuara, kemungkinan besar Keluarga Salim akan diperiksa petinggi."Cristin yang duduk di lantai memeluk kedua kakinya. Bahunya terus bergetar. Dia berteriak, "Aku nggak mau minta maaf pada wanita rendahan itu!"Anggota Keluarga Salim di luar berang setelah mendengar ucapan Cristin. Bisa-bisanya Cristin bersikap kekanak-kanakan pada saat-saat seperti ini!Salah satu anggota Keluarga Salim membalas, "Oke. Kalau kamu nggak mau minta maaf, Keluarga Salim akan segera mengumumkan bahwa kamu sudah diusir! Ke depannya semua tindakanmu nggak ada hubungannya dengan Keluarga Salim! Kamu pikirkan baik-baik!"Keluarg