Home / Romansa / Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini / Bab 65. Evan, Jauhi Clarisa!

Share

Bab 65. Evan, Jauhi Clarisa!

Author: Te Anastasia
last update Last Updated: 2024-08-14 18:26:11

Evan merasa lega dan tenang saat ia memperhatikan putranya yang asik bercanda tawa dengan Elizabeth, namun ketenangannya terusik saat tiba-tiba ponsel milik laki-laki itu berdering.

Ia pun segera menjawab panggilan dari kantornya tersebut.

"Halo... Apa? Seseorang yang penting sedang menungguku? Baiklah, aku akan segera ke sana sekarang juga."

Evan menutup panggilan itu, ia pun beranjak dari duduknya sebelum beralih menatap Elizabeth dan Exel.

"Exel, Papa akan ke kantor sekarang," ujar Evan mendekati putranya.

"Papa pergi saja, Exel mau di sini sama Mama," jawab anak itu mendongak menatap sang Papa.

Seketika iris mata hitam Evan beralih pada Elizabeth, laki-laki itu menatapnya dengan hangat.

"Biarkan dia menemanimu," ujar Evan.

"Mamamu... Tidak ke sini, kan?" tanya Elizabeth, nada suaranya terdengar takut.

Evan menggeleng pelan, laki-laki itu mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Elizabeth. Gestur kecil yang entah mengapa terasa begitu pas saat ia melakukannya.

"Aku akan ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
suka banget sama papa arshen...baik dn bijaksana...️...g seperti anaknya...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 66. Clarisa Tertangkap Basah

    Beberapa hari dirawat di rumah sakit, tak sehari pun Evan absen menjaga dan mengunjungi Elizabeth di sela kesibukannya di kantor.Seperti di saat ini, laki-laki itu baru saja datang di malam hari. Evan mendekati Elizabeth dengan wajah lelahnya, ia baru saja kembali dari kantor dan langsung menuju rumah sakit untuk menjaga Elizabeth di sana. "Kau sudah makan, Elizabeth?" tanya laki-laki itu sembari melepaskan tuxedo hitamnya. Elizabeth terus memperhatikannya. Ada perasaan janggal karena tidak terbiasa dengan Evan yang terus berkeliaran di sekitarnya akhir-akhir ini.Gadis itu lantas mengangguk menjawab pertanyaan laki-laki itu. "Sudah." Kini Evan masih berdiri di sampingnya dengan ekspresi menelisik wajah Elizabeth yang pucat, hingga laki-laki itu menyentuh kening Elizabeth dengan lembut. Tatapan mata yang Evan pancarkan, dan rasa cemasnya membuat Elizabeth merasa tidak nyaman. Dia tidak mengerti, kenapa sekarang sikap laki-laki ini jadi begitu perhatian. "Evan, kenapa kau tidak k

    Last Updated : 2024-08-15
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   BAB 67. Dia Bukanlah Wanita Biasa

    Kemunculan seseorang di belakangnya membuat Clarisa tersentak kaget. Wanita itu melebarkan kedua matanya melihat sosok laki-laki dengan sorot mata tajam menatap ke arahnya. Namun, Clarisa tersenyum remeh dengan adanya Daniel yang memergokinya, meskipun merasa terganggu karena ada yang mengetahui sikap aslinya sekarang. "Rupanya kau," ucap Clarisa menaikkan kedua alisnya. Daniel satu langkah mendekatinya. "Sudah aku duga, kalau kau tidak sebaik kelihatannya!" desis laki-laki dengan balutan jas putih itu. "Lalu apa urusannya denganmu, Dokter Daniel?" Clarisa tersenyum seringai.Daniel mengepalkan kedua tangannya, andai saja yang ia hadapi kini adalah seorang laki-laki, mungkin ia akan menerjangnya. Secara tidak langsung, wanita ini juga penyebab penderitaan dalam hidup Elizabeth. "Segala hal yang menyangkut tentang Elizabeth, adalah urusanku juga! Dan wanita sepertimu—""Dokter Daniel..." Clarisa melayangkan tatapan nyalang menyela ucapan Daniel. "Kau jangan munafik!" Daniel masi

    Last Updated : 2024-08-15
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 68. Istriku, Bisakah Kita Perbaiki Pernikahan Ini Lagi?

    Keesokan harinya, Elizabeth yang masih berada di rumah sakit dikejutkan dengan kedatangan Melody bersama dengan Exel pagi ini. Wanita itu masih terlihat tak mau akrab dengannya. Sekalipun cucunya begitu manja pada Elizabeth dan terus memeluknya. "Aku datang ke sini untuk mengantarkan Exel, dia terus merengek ingin bertemu denganmu," ujar Melody pada Elizabeth. Wanita tua itu duduk di samping Elizabeth dan terus memperhatikan Exel dalam rangkulan sang menantu yang amat tidak ia sukai. "Iya Ma, setiap hari Exel diantarkan ke sini oleh Evan," jawab Elizabeth sedikit gugup dan takut. Melody menyergah napasnya panjang. "Huhhh... Harusnya kau merasa beruntung dan berterima kasih pada putraku karena dia masih memaafkan istrinya yang berselingkuh! Bahkan masih memberikan izin untuk kembali tinggal bersama!" Mendengar hal itu, Elizabeth menatap takut Mama mertuanya. Meskipun ragu, Elizabeth ingin menunjukkan kejujuran yang ia simpan. "Ma, aku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun. A

    Last Updated : 2024-08-15
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 69. Siapa yang Kau Percayai, Aku atau Dia?!

    Perbincangan Evan dan Elizabeth yang serius tiba-tiba terganggu oleh kemunculan Jericho, sang ajudan Evan yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar inap Elizabeth. Laki-laki itu mendekati Evan dengan wajah tegang dan serius. "Tuan, ada sesuatu yang sangat penting ingin saya sampaikan," ujar Jericho setengah berbisik. "Ada apa?" Sontak Evan langsung beranjak dari duduknya. "Orang-orang kita telah menangkap pengemudi mobil merah yang hampir menabrak Nyonya, dan sekarang pelakunya sudah ada di kantor polisi," jelas Jericho mengungkapkan.Evan pun mengangguk, laki-laki itu menoleh pada Elizabeth yang hanya diam menatapnya. Setelah itu Evan satu langkah mendekati istrinya yang nampak bingung. Elizabeth tidak tahu apa yang terjadi, tapi kini nampaknya Evan sangat terburu-buru karena sesuatu yang amat genting. "Aku akan pergi sebentar, ada urusan penting yang harus aku selesaikan," pamit Evan menyentuh pundak kiri Elizabeth. "Aku akan segera kembali." Elizabeth tidak mengatakan apapun,

    Last Updated : 2024-08-16
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 70. Penyakit yang Disembunyikan Istriku

    Pertanyaan yang Evan lontarkan membuat Elizabeth cemas dan kebingungan untuk sejenak. Namun gadis itu akan tetap jujur mengatakan sesuai dengan isi hatinya. Elizabeth tersenyum tipis dan menjawab, "aku akan berpikir ulang, Evan. Dan bukan karena aku percaya pada Daniel, tapi aku akan memilih sesuai dengan keputusanku sendiri."Elizabeth mengatakan hal itu, karena ia tidak mau kembali jatuh di lubang yang sama seperti yang lalu. Dia juga ingin menunjukkan pada Evan, kalau permintaannya untuk berpisah adalah adalah murni keinginannya sendiri, dan bukan karena orang lain. Evan menghargai jawaban gadis itu, meskipun tidak memuaskan hatinya. "Aku harap kau bisa berpikir untuk memilih mana yang lebih baik," ujar Evan kembali.Dan gadis itu mengangguk tanpa melepaskan tatapannya dari sang suami. "Iya Evan." Pandangan mata Evan pun teralih pada Exel yang masih nyaman dalam dekapan Elizabeth. "Aku ingin Exel bisa ceria seperti dulu lagi, seperti saat masih bersamamu. Dan... Aku juga ing

    Last Updated : 2024-08-16
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 71. Membawa Istriku Pulang Kembali ke Rumah

    Hari telah berganti, pagi ini Evan bersama si kecil Exel menjemput Elizabeth di rumah sakit. Setelah kondisinya membaik, pihak rumah sakit mengizinkan Elizabeth untuk pulang. Exel amat antusias dengan kabar ini, sejak di rumah tadi bocah manis itu sudah tidak sabar untuk menjemput Mamanya dan mengajaknya pulang ke rumah mereka lagi. "Mama...," sapa Exel membuka pintu kamar rawat, di mana Elizabeth tengah bersama Daniel di dalam. "Halo Sayang," balas Elizabeth tersenyum manis. Wanita itu langsung mengulurkan kedua tangannya begitu Exel berlari kepadanya, Elizabeth memeluk Exel dengan erat dan hangat. Bocah itu langsung merengkuh leher sang Mama dan meminta gendong sebentar. Dua orang di antara mereka, Evan dan Daniel kini tengah beradu tatap. Daniel menyorotkan tatapan penuh peringatan pada Evan. "Sekarang Mama sudah boleh pulang sama Om dokter, kita pulang ke rumah Papa ya, Ma," ujar Exel, dia tersenyum begitu manis membujuk sang Mama untuk ikut dengannya. Namun Elizabeth meras

    Last Updated : 2024-08-16
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 72. Apakah Aku Mampu Bertahan Denganmu, Lagi?

    Kedua orang tua Evan pagi ini datang berkunjung ke kediaman Evan setelah mereka mendengar kabar bila Elizabeth sekarang tinggal bersama putra mereka lagi. Di ruang tamu dalam rumah megah tersebut, kini Arshen dan Melody duduk berdua berhadapan dengan putra dan menantunya. "Maafkan Papa, Elizabeth, Papa tidak sempat menjengukmu di rumah sakit kemarin," ujar Arshen menatap Elizabeth yang duduk di samping Evan. Gadis cantik itu tersenyum lembut. "Papa tidak perlu meminta maaf, lagipula aku hanya kelelahan dan tidak enak badan saja, Pa," jawab Elizabeth. Seperti biasa, Arshen selalu bersikap peduli dan perhatian pada Elizabeth seperti anaknya sendiri. Namun tidak dengan Melody yang terang-terangan enggan menatap wajah Elizabeth. Entah sampai kapan Melody akan memperlakukan menantunya seperti musuh."Bagaimana perasaanmu, Elizabeth, apakah kau sudah lega bisa kembali di rumah putraku dan menjadi seorang Nyonya lagi?" tanya Melody dengan nada yang sangat sarkastik. Elizabeth hanya ber

    Last Updated : 2024-08-17
  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 73. Akui Kekalahanmu, Clarisa!

    Elizabeth duduk menyendiri di sebuah kursi di dekat jendela dari siang hingga sore ini. Gadis itu berulang kali meringis dan sesekali dia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Bahkan setelah dia meminum obat, rasa sakitnya belum juga mereda. "Hah... Sakitnya," keluhnya sembari menggigit bibir bawahnya menahan denyutan yang bertubi-tubi. Elizabeth perlahan berusaha bangkit dari duduknya, satu tangannya merayap mencari pegangan di dinding.Tak sengaja Evan yang berjalan melintas di depan ruangan keluarga, melihat Elizabeth yang kini terlihat sedang kesakitan. "Elizabeth!" Laki-laki itu bergegas cepat melangkah mendekati Elizabeth. Dengan pelan Evan meraih lengan istrinya dan menatapi wajah pucat Elizabeth dari dekat penuh kekhawatiran. "Kenapa? Kepalamu pusing lagi?" tanya Evan menyentuh kepala Istrinya. Elizabeth menggeleng dan mengelaknya. "Aku tidak papa, hanya pusing sedikit. Mungkin karena aku terlalu lama duduk." Berusaha untuk percaya diri, Elizabeth melepaskan cekal

    Last Updated : 2024-08-17

Latest chapter

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 516. AKHIR KISAH KITA YANG BAHAGIA

    Pernikahan yang dinanti-nantikan sekaligus tak pernah dibayangkan oleh Pauline pun kini terjadi. Menjadi istri seorang Xander Spencer adalah hal yang tak jauh berbeda dengan sebuah mimpi. Dulu, Pauline tidak berani hanya sekedar untuk membayangkannya saja. Tetapi, takdir berkata lain. Hari ini, Pauline dan Xander sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Pauline resmi menjadi istri dari seorang Xander Spencer setelah acara pernikahan mereka diselenggarakan di gedung hotel milik Keluarga Collin pagi ini. Semua keluarga mengucapkan selamat pada mereka, termasuk Exel dan juga Hauri yang turut ikut merasa senang di hari bahagia adik mereka. "Selamat ya, Sayang ... akhirnya kau membuka lembaran baru dengan seseorang yang kau cintai dan yang mencintaimu," ujar Exel memeluk Pauline. "Berjanjilah untuk hidup bahagia dengan Xander." Pauline mengeratkan pelukannya pada sang Kakak dan ia mengangguk kecil. "Iya, Kak. Terima kasih..." Pelukan mereka pun terlepas, Pauline menatap Hauri yang

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 515. (PAULINE STORY) Alicia Akan Punya Mama dan Papa yang Lengkap

    Pauline tidak pernah memikirkan yang namanya pernikahan sebelumnya. Ia hanya ingin hidup berdua dan membesarkan Alicia. Itulah harapannya awal mula. Namun, ternyata takdir berkata lain. Pauline justru akan menikah dengan laki-laki yang dulu pernah ia tinggalkan karena sakit hati, dan terlebih lagi laki-laki itu begitu lapang dada menerima Alicia dan mengakui sebagai anaknya sendiri. "Hei, kenapa melamun?" Suara Xander membuat Pauline tersentak pelan. Gadis itu menoleh pada Xander yang kini berdiri di sampingnya. Xander langsung memeluk Pauline dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak gadis itu. "Kenapa?" Pauline mendongak menatapnya dengan senyuman tipis. "Katanya aku harus duduk diam, kau sendiri yang mau memilihkan gaun pernikahan kita," ujar Pauline. "Heem, tunggu sebentar. Tante Helen masih memilihkan yang pas untukmu," jawab Xander, seraya melepaskan pelukannya. Laki-laki itu pun berpindah duduk di samping Pauline. Saat ini, mereka berada di butik milik salah sat

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 514. (PAULINE STORY) Kami Akan Segera Menikah

    Xander mengantarkan Pauline pulang, kedatangannya disambut oleh Evan dan Elizabeth. Mereka tampak cemas dan was-was, pasalnya selama bertahun-tahun ini Pauline tidak pernah berhubungan dengan laki-laki manapun. Meskipun Evan merestui hubungan mereka, tapi tentu saja ia panik dan cemas bila putrinya tidak pulang-pulang. Kini mereka bertiga baru saja pulang, tampak Alicia bersemangat dan kesenangan dalam gendongan Xander. "Opaa...!" Anak perempuan itu mengulurkan tangannya dan berlari ke arah Evan dengan wajah berseri-seri. Evan dan Elizabeth pun tersenyum. "Aduh, kenapa Cucu Opa tidak pulang-pulang!" seru Evan, saat cucunya turun dari gendongan Xander dan berlari ke arahnya. Alicia langsung memeluk Evan, sedangkan Pauline dan Xander kini duduk di sofa. Mereka duduk berjajar dan Pauline tampak menundukkan kepalanya. "Maaf ya, Pa. Aku tidak bisa pulang kemarin. Pauline tidur pulas, aku ... aku juga sama," ujar Pauline merasa bersalah. Evan mengangguk. "Tidak apa-apa, asal kau ber

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 513. (PAULINE STORY) Keluarga yang Xander Impikan

    "Pauline, Sayang bangun ... pindahlah tidur di kamar. Jangan tidur di sini. Alicia sudah tidur di kamar atas." Xander menepuk pipi Pauline dengan sangat lembut sampai gadis itu terbangun dan terkejut saat ia menyadari tertidur di rumah Xander. "Kak..." Laki-laki itu tersenyum. "Pindah ke kamar, tidurlah di sana temani Alicia. Aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu." Pauline langsung bangun dan ia menoleh ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Gadis itu tertunduk. "Bagaimana bisa aku ketiduran sampai jam segini?" lirih Pauline. "Bagaimana aku pulangnya?" "Kan aku sudah bilang, tidurlah di sini. Biar aku yang telfon Papa. Di luar juga udara sangat dingin, kasihan Alicia, Sayang." Xander mengusap lengan kecil Pauline. Gadis itu mengangguk patuh dan ia beranjak dari duduknya. Kedua mata mengantuknya pun tertuju lagi pada Xander. "Janji ya, Kak, teflon Papa," ujarnya. "Iya, Sayang." Barulah Pauline tersenyum tipis. "Baiklah, kalau begitu aku ke

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 512. (PAULINE STORY) Anak Kesayangan Papa Xander

    "Ma ... Alicia boleh tidak, tinggal di sini sama Mama dan Papa?" Anak perempuan dengan rambut cokelat dikuncir dua itu berdiri di samping sang Mama. Alicia yang menggemaskan tampak mendongak menatap wajah sang Mama. Pauline yang tengah membuatkan kopi untuk Xander di dapur rumah laki-laki itu, ia pun lantas menoleh dan tersenyum pada Alicia yang murung dan mengeluh di sampingnya. "Kita punya rumah sendiri, Sayang." Bibir Alicia cemberut, anak itu menarik-narik ujung blouse yang Pauline pakai. "Tapi Ma, Alicia mau seperti Kak Varo dan Kak Vano, mereka tinggal dengan Tante Mama dan Papa Exel. Masak Alicia hanya tinggal sama Mama, terus Oma dan Opa? Papa tinggal sendirian, kasihan Papa, Ma..." Alicia memprotes sang Mama. Dari arah ruang tengah, Xander yang mendengar perbincangan Alicia dan Pauline, ia tersenyum. Anak kecil mungil itu memang sangat menyayanginya selayaknya Papanya sendiri. Dengan jelas ia mendengar Alicia merengek pada sang Mama dan ia ingin tinggal bersamanya. Per

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 511. (PAULINE STORY) Pemilik Hatiku yang Sebenarnya

    Setelah pergi jalan-jalan, Xander mengajak Pauline dan Alicia ke rumahnya. Pauline pikir Xander tetap tinggal di rumah lamanya, tapi ternyata ia salah, Xander telah memiliki rumah sendiri yang jauh lebih megah. Kini, Pauline melangkah masuk ke dalam rumah. Ia berjalan di belakang Xander yang melangkah di depannya sembari menggendong Alicia yang terlelap dalam dekapannya. "Kak, tidurkan di sofa saja, tidak apa-apa," ujar Pauline tidak enak hati. "Kenapa harus di sofa? Di lantai satu banyak kamar, lantai dua juga ada," jawab Xander sambil berjalan menaiki anak tangga. "Tapi kan—""Anggap saja rumah ini rumahmu sendiri, Sayang," sela Xander. Panggilan Sayang yang Xander lontarkan membuat Pauline terdiam. Ia teringat saat beberapa tahun lalu, Xander memanggilnya dengan panggilan itu dan terdengar sangat romantis. Sampai akhirnya Pauline kembali melangkah naik mengikuti Xander. Mereka masuk ke dalam sebuah kamar. Kamar bernuansa abu-abu dan putih, memiliki ranjang king size di teng

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 510. (PAULINE STORY) Hubungan yang Dulunya Retak, Kini Terjalin Kembali

    Pauline terus merenung setelah ia mendapatkan nasihat dari sang Papa. Diamnya membuat Xander yang kini bersamanya pun tampak tak biasa. Laki-laki itu memperhatikannya dan ikut merasakan ada yang lain dengan Pauline. "Kenapa diam saja?" tanya Xander menatapnya dan menarik lengan Pauline sambil memangku Alicia. Pauline menoleh cepat dan menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Emm ... hanya berpikir cuacanya semakin dingin." "Ya, tapi Alicia tidak mau pulang," jawab Xander menahan Alicia yang ada di pangkuannya dan tampak masih ingin bermain lagi di taman. Anak kecil perempuan itu mendongak dan menggelengkan kepalanya. "Ma, Alicia masih mau main sama Papa, nanti kalau Papa pulang, biar Alicia tidak menangis lagi," ujar anak itu. Pauline tersenyum dan mengangguk. "Iya, Sayang. Main sepuasnya di taman, ditemani Papa. Mama akan di sini memperhatikan kalian." Jawaban yang Pauline berikan membuat Xander terdiam dan menatapnya dengan dalam. Rasanya seperti tidak biasa melihat ekspres

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 509. (PAULINE STORY) Pauline, Bukalah Pintu Hatimu untuk Xander

    Suara gema tangisan Alicia menggelegar di dalam rumah Evan. Alicia marah saat ia bangun tidur, Xander tidak ada di sana, hingga membuat anak itu menangis mencari sosok yang ia panggil 'Papa' tersebut. Tangisannya membuat semua orang heboh pagi ini. Sampai Evan dan Elizabeth ikut berusaha menenangkannya cucu kesayangannya. "Sayang, sudah jangan menangis ... nanti Papa Xander akan ke sini, kok," bujuk Elizabeth menggendong Cucunya. "Huwaa ... maunya sekarang, Oma! Alicia maunya sekarang! Huwaa ... Papamu di mana?!" jerit Alicia menangis. Sedangkan Pauline kini berada di lantai dua, gadis itu tengah mencoba menghubungi Xander. Namun hingga berkali-kali panggilannya tidak dijawab oleh Xander meskipun terhubung. Pauline sampai mondar-mandir dengan kepala pening. Sejak petang dia menggendong Alicia yang rewel mencari Xander. "Mama!" pekik Alicia dari lantai satu. "Huwaa ... Mama!" Gegas Pauline turun ke lantai satu dan segera mendekati putrinya yang kini berjalan ke arahnya sambil me

  • Suamiku, Mari Akhiri Pernikahan Ini   Bab 508. (PAULINE STORY) Sebuah Restu

    Pauline dan Xander sampai di wahana akuarium raksasa. Di sana, Alicia terlihat sangat senang. Bahkan anak itu tidak mau turun dari gendongan Xander sejak mereka sampai. Tak hanya diam, Pauline pun sesekali mengambil momen dengan membuat video tentang Alicia yang digendong oleh Xander. "Wahh ... Papa! Itu ikannya besar!" pekik anak perempuan itu menunjuk seekor ikan di dalam akuarium raksasa. "Itu ikan apa, Papa?" "Itu ikan paus, Sayang," jawab Xander. "Ikan paus juga punya Mama dan Papa, juga?" tanyanya dengan polos. "Tentu saja punya," jawab Xander terkekeh. Pauline berdiri di samping Xander dan wanita itu menunjukkan gerombolan ikan-ikan cantik di sana. "Itu bagus ya," ujarnya. "Hm." Xander mengangguk. "Apa kau tidak pernah jalan-jalan saat Prancis?" "Tidak pernah. Alicia sangat nakal. Aku pernah mengajaknya ke taman bermain saat itu, hanya berdua, tapi aku awalnya ingin membiarkannya mendapatkan teman, tapi baru beberapa menit, belum ada satu jam sudah jat

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status