Share

Bab 27. Keributan di Pagi Hari

Penulis: Anakrubah99
last update Terakhir Diperbarui: 2024-02-03 19:29:42
Marley yang baru saja keluar dari lobi apartemennya melebarkan mata sat melihat mobil hitam yang sangat familiar di matanya.

Dengan segera, wanita itu berjalan mendekat. Dan saat jendela mobil terbuka, Marley tidak dapat menahan senyum miliknya.

"Mas Edwin?" tanya Marley tidak percaya. Segera dia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kekasihnya.

Sejak Diana masuk ke kantor mereka, Edwin tidak pernah menjemputnya lagi. Alasannya tentu saja takut Diana tahu. Padahal Markley ingin sekali memberitahu wanita itu agar Diana mengerti tempatnya dan pisah dari Edwin.

"Kaget gitu. Nggak suka aku jemput?"

Marley mendengus mendengar pertanyaan dengan nada main-main dari Edwin. "Kenapa tiba-tiba jemput aku? Nggak takut istri tersayangmu tahu?" sinis Marley sembari memasang seat belt miliknya.

"Dia ternyata tahu aku berhubungan lagi sama kamu," jelas Edwin. Mulai menyalakan mobilnya dan menuju perusahaan yang jaraknya tidak jauh.

"Tandanya sekarang aku nggak perlu nahan diri lagi dong?" uj
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 28. Terusik

    "Kalyani, mengapa mereka semua terus melihatku sembari berbisik-bisik?" Diana dan Kalyani baru saja selesai makan di kafetaria. Dan Diana bersyukur Zerkin tidak kembali hadir mengusiknya. Namun walau Zerkin tidak ada, Diana sepertinya tidak bisa hidup tenang ketika semua orang secara terang-terangan menatapnya. Dan bahkan ada yang menunjuknya walau dengan gerakan kepala. "Tadi pagi ada keributan kak Diana. Kak Marley ribut sama orang devisi pengembangan. Terus itu perempuan teriak ke semua orang kalau Marley itu pelakor. Dan bilang kalau Mr. Edwin sudah beristri," ujar Kalyani menjelaskan. Dirinya sangat bersyukur sempat melihat keributan itu. Sedikit membuat hidupnya yang sangat biasa saja berwarna. Hei, jangan salahkan Kalyani. Dia hanya wanita penyuka drama.Diana yang mendengar itu menatap Kalyani dengan tidak percaya, "Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?" "Kalau aku tebak ya, hampir aja mereka jambak-jambakan. Soalnya kak Marley udah kelihatan kaya banteng merah yang siap meny

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-03
  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 29. Nafsu bukan Cinta

    Zerkin hendak memarahi seseorang yang dengan seenaknya masuk ke dalam ruangannya. Namun saat melihat wajah yang sangat dirinya kenal, amarahnya surut. "Sambutan itu sangat cocok untukmu, Oliver." Oliver mendengus. Kemudian mengambil kertas yang baru saja Zerkin buang. Membuka benda kusut itu. "Siapa ini? Lumayan wajahnya," ujar Oliver saat melihat foto Edwin. Setelahnya Oliver meremas kembali foto itu. Kemudian dirinya lemparkan ke arah Zerkin yang ditangkap oleh tangannya sebelum mengenai muka. "Dilihat dari manapun. Wajahku 100 kali lebih baik," balas Zerkin. Kembali membuang foto Edwin ke arah Oliver. Yang lelaki itu tangkap kemudian lemparkan kembali ke arah Zerkin. Begitu seterusnya hingga lima kali. Akhirnya Oliver menyerah dan memilih mengantongi sampah itu. "Sialan kau Zerkin. Tidak pernah mau mengalah," sebal Oliver kemudian segera melangkah ke kursi depan Zerkin. Mendudukkan tubuh lelahnya yang hampir 14 jam terjebak di pesawat. "Kalah bukan gayaku. Apapun yang aku mau

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-04
  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 30. Mari Bercinta. Di Sini, Apartemenmu

    Diana baru saja mengirimkan pesan kepada Edwin bahwa di akan lembur. Walau Edwin jelas saja tidak peduli dengan itu, Diana tetap memberi kabar. Sudah seperti kebiasaan untuknya agar selalu memberikan kabar kepada Edwin sejak mereka berkuliah. Diana kembali fokus mengerjakan pekerjaannya. Data keuangan perusahaan yang seniornya minta beberapa hari lalu. Karena terlalu fokus pada komputernya, Diana sampai tidak sadar bahwa seseorang masuk ke divisi miliknya. Dan kemudian saat mendengar kursi yang sepeti di tarik seseorang, Diana menoleh dengan kaget. Takut bahwa itu adalah hantu. Namun saat matanya menangkap siapa itu, Diana memutuskan bahwa lebih baik hantu saja. "Halo, Diana." Suara berat menyapanya. Zerkin, orang yang paling tidak Diana harapnya. "Mr. Zerkin, mengapa anda ke sini?" tanya Diana setelah Zerkin duduk bersebelahan dengannya. Yang membuat Diana bernafas lega saat lelaki itu tidak terlalu dekat. Suasasa sepi. Diana cukup takut hanya berdua saja dengan Zerkin. "Aku in

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-04
  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 31. Mabuk

    Tubuh Diana membeku. Sesaat otaknya tidak dapat memproses apa yang telah dirinya lihat. Seluruh indranya berusaha menyangkal bahwa ini semua adalah mimpi buruk. Berharap dirinya hanya ketiduran di kantor saat lembur dan memimpikan ini. Namun semua kenyataan. Diana tahu ini bukanlah bunga tidur. Tas kerja yang Diana bawa terlepas dari tangannya. Diikuti dengan air mata yang tanpa permisi mengaliri pipi. Hancur. Dunia Diana telah hancur bersama perasaan cintanya. Diana merasa kecewa pernah percaya bahwa suatu hari Edwin akan berubah. Diana tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Dirinya masih terdiam membeku di depan pintu sembari memandang suaminya dan Marley yang dengan segera memunguti baju mereka. Marley dapat Diana lihat dari sudut pandangnya tersenyum puas. "Diana, ini ...." Edwin bahkan tidak dapat mengucapkan pembelaannya. Karena memang apa yang sudah berada di depan Diana sudah sangat jelas. Pembelaan apapun tidak di perlukan. Air mata Diana mengalir semakin deras. Dirinya

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-05
  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 32. Klaim

    Zerkin mengamati Diana yang baru saja turun dari mobil. Wanita itu tampak santai berjalan masuk. Tanpa tahu apa yang telah menunggunya di dalam apartemen miliknya. Zerkin mengendurkan sedikit dasi yang sebelumnya terpasang rapi. Kemudian mengambil rokok dan menghisapnya santai sembari terus memandang tempat di mana terakhir kali Diana pergi. Dirinya ingin melihat apa yang akan terjadi. Pasti seru menyaksikan wanita itu menangis. Zerkin akan dengan senang hati menghiburnya. Hembusan asap putih keluar dari bibir Zerkin. Tangannya membuka jendela mobil. Berulang kali dia menghisap dan menghembuskan benda nikotin itu. Mata Zerkin menyipit ketika melihat Diana sudah keluar kembali dari apartemen miliknya sembari menangis. Zerkin tersenyum singkat. Wanita itu pasti menyaksikan apapun yang berada di dalam sana. Dirinya amati ketika Diana masuk ke dalam salah satu taksi yang terparkir. Kemudian mulai pergi. Zerkin dengan segera membuang rokok yang ia hisap, kakinya menginjak pedal gas dan

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-06
  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 33. Perasaan Aneh

    Memang keberuntungan untuk Marley. Dirinya tidak pernah merasa sangat beruntung seperti saat ini. Yaitu ketika istri dari kekasihnya, Diana, memergoki mereka yang bertubuh polos saling menindih di sofa apartemen miliknya. Marley tahu, selama dua tahun Edwin tidak pernah menyentuh Diana. Dan ketika melihat keadaan mereka sekarang, Marley bisa dengan keras mendengar suara hati Diana yang hancur dan pecah. Hingga wanita itu hanya dapat terus membeku di tempat. Tidak berteriak ataupun menjambak Marley seperti dua tahun lalu.Marley tersenyum. Keberhasilannya sudah hampir ia capai. Dan ketika mendengar Diana mengatakan, "Aku ingin kita cerai. Apapun yang kamu katakan tidak akan mampu mengubah keputusanku. Terima kasih 4 tahun ini." Marley menang. Istri dari kekasihnya itu segera berlari pergi. Edwin hendak mengejarnya. Namun Marley yang hanya memakai kemeja saja itu dengan cepat menangkap tangannya. "Tidak! Jangan kejar dia!" tahan Marley. Edwin menatap ke arahnya. Wajahnya menampilk

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-06
  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 34. Milikku!

    Dalam satu dobrakan saja, pintu di depan Edwin terbuka. Tanpa peduli dengan rasa sakit di bahunya, Edwin segera mengangkat tinju dan memukul lelaki yang telah melecehkan istrinya. "Beraninya kamu menyentuh milikku!" Tubuh Zerkin yang tidak siap menerima itu segera terjatuh ke lantai. Rasa nyeri segera menyerang rahangnya. Seketika rasa anyir memenuhi mulut.Zerkin dengan segera menatap siapa orang yang telah memukulnya. Mata mereka beradu dengan penuh kemarahan. Mata Edwin kemudian melirik pada Diana yang setengah sadar. Tubuh atasnya polos, dan lehernya penuh dengan bekas kemerahan. Melihat itu, Edwin mengambil vas bunga yang berada di samping meja dekat pintu, kemudian tanpa ragu melemparkannya ke arah Zerkin. Bunyi kaca pecah segera memenuhi kamar itu. Prang! Zerkin berguling ke kiri. Kemudian dirinya segera berdiri dengan memegangi rahangnya yang sedikit kebas. Mulut Zerkin meludahkan air liur yang berisi darah. Dia sedikit menekan rahangnya agar rasa kebas dan sakit sedikit

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-07
  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 35. Egois

    Oliver sudah bersiap untuk pergi tidur. Badannya sangat lelah karena tidak segera beristirahat setelah penerbangan panjang Belanda-Indonesia. Maka dari itu, walau waktu baru menunjukan pukul delapan, dirinya telah membersihkan diri dan berbaring nyaman di kasur. Lampu utama telah dimatikan dan diganti dengan lampu tidur yang memberi cahaya remang-remang. Tidak perlu waktu lama, mata Oliver yang tinggal satu watt sudah tertutup. Baru tidur lima menit, ponsel Oliver berbunyi. Membuat Oliver yang baru saja akan jatuh ke alam mimpi terbangun. Oliver tidak memperdulikan ponselnya yang terus saja berbunyi. Dirinya lebih memilih untuk menutup matanya kembali. Tapi sialnya, orang yang menelfon dirinya tidak menyerah begitu saja. Hingga ponsel Oliver terus menerus berbunyi. Membuat Oiver kesal karena tidak bisa tidur. Oliver segera menyambar ponsel miliknya. Dan decakan sebal segera keluar ketika melihat bahwa Zerkin yang menganggu dirinya. "Apa?!" tanya Oliver setelah memutuskan mengangkat

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-08

Bab terbaru

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 68. Ciuman Marley

    Jika kalian pikir dengan semua ancaman Edwin, Marley akan menyerah, kalian semua salah. Setelah dicekik, hampir tertabrak mobil, dan semua kata penuh nada amarah yang telah Edwin lontarkan, Marley masih tetap berani. Jika bertanya apa alasannya, Marley akan dengan keras mengucapkan bahwa dia mencintai Edwin. Dia tidak rela jika Edwin tiba-tiba lepas darinya tanpa alasan yang jelas. Dan Marley tetap yakin bahwa ... bahwa Edwin akan kembali kepadanya. Pasti. "Minumnya, Nona?" Suara seseorang membuyarkan lamunan Marley. Marley segera mengalihkan pandangan yang tadinya terfokus pada Edwin ke seseorang yang berpakaian seperti pelayan. Memegang nampan berisi berbagai alkohol yang ia bawa berkeliling dan ditawarkan pada semua tamu. Marley mengambil satu gelas tanpa mengatakan apapun. Kemudian kembali memandang Edwin sembari meminum minuman itu. Malam ini adalah malam kedua mereka di Bali. Dan saat ini, Marley serta Edwin sedang menghadiri pesta perayaan atas suksesnya pembangunan resort

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 67. Apa aku seorang j*lang?

    Sekarang sudah waktunya pulang bekerja. Dan Kalyani benar-benar merasa takjub, kagum, dan tidak percaya dengan apa yang dirinya alami. Karena, semua orang divisi keuangan benar-benar diam membisu! Dari awal Kalyani kembali dari restoran itu, hingga pulang bekerja, mereka benar-benar diam tidak berbicara. Dan sekarang pun, saat membereskan meja dan barang-barang yang akan mereka bawa pulang, situasi masih sama. Merasa terlalu pusing memikirkan hal aneh itu, Kalyani segera membereskan barang-barang miliknya. Sesudah selesai, dirinya segera berjalan ke arah meja Diaa. "Kak Diana ngerasa aneh nggak si?" tanya Kalyani ketika sampai di samping Diana. Menunggu wanita itu membereskan barang-barangnya. Diana menghentikan kegiatannya dan memandang Kalyani bingung. "Aneh kenapa?" "Aku merasa, bukankah divisi kita terlalu sepi, 'Kak? Mereka benar-benar diam dan tidak menggosip seperti biasanya." Kalyani menerangkan pada Diana yang tampak tidak peka dengan keadaan sekitar. Mendengar itu, Dian

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 66. Rencana Jahat

    Kalyani merasa makanan yang baru saja masuk di perutnya adalah makanan paling enak. Bumbunya begitu terasa pas dan daging itu begitu lembut ketika menyentuh lidah Kalyani. Kalyani akan menambahkan restoran tersebut sebagai restoran favoritnya. Kalyani dan Diana sekarang sedang berjalan kembali ke divisi mereka. Dan seperti hari-hari biasa, karena kalyani berjalan bersama Diana, maka dari itu gosip tidak pernah lepas saat mereka melewati pegawai lain. Namun kali ini Kalyani bisa merasakan tatapa mereka yang menyimpan rasa tidak suka pada Diana. Bahkan mereka dengan terang-terangan melirik sinis Diana. Kalyani dengan segera menggandeng tangan Diana. Membuat Diana menoleh ke arahnya. Dan Kalyani memberikan senyum lebar. Seakan mengisyaratkan, "Aku ada di sini, Kak. Kakak tenang saja." Akhirnya setelah perjalanan horor penuh mata sinis, mereka sampai juga di divisi keuangan. Namun berbeda dengan divisi lain, divisi mereka justru sangat ... sunyi. Diana sepertinya tidak menyadarinya.

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 65. Teka-teki

    Kalyani dan Diana akhirnya sampai pada restoran yang Kalyani katakan menjual kelinci bakar dengan rasa sedap. Segera setelah mereka memesan, mereka memilih tempat duduk di pinggir jendela. Hingga dapat melihat pemandangan padatnya ibu kota dengan orang yang berlalu-lalang. "Maafkan aku karena melibatkanmu, Kalyani." Diana merasa bersalah ketika wanita itu selalu terseret dalam masalahnya. Namun Kalyani sepertinya tidak masalah. Dia justru tersenyum lebar ke arah Diana. "Tidak masalah, Kak. Aku senang bisa membantumu. Karena kau tahu, aku tidak memiliki teman selain Kak Aria." Walau Kalyani mengatakan itu, tetap saja Diana merasa tidak enak. Andai Zerkin sudah tidak mengejarnya lagi. Andai Diana bisa hidup tenang selama ia bekerja. Diana hanya menginginkan itu. Sekarang, Edwin sudah berubah. Rasanya Diana sangat senang. Namun ketika masalah satu selesai, masalah lain justru datang. Suara dering ponsel milik Diana terdengar. Menandakan adanya pesan masuk. Segera Diana mengambil ben

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 64. Aku lelah, Zerkin

    "Terima kasih atas kerjasamanya, Mr. Edwin dan Mrs. Marley. Saya pamit undur diri." Klien yang baru saja Edwan dan Marley temui, Mr. Adipta memberikan ulasan senyum pada keduanya. "Terima kasih juga, Mr. Adipta." Edwan membalas kembali senyum untuk menghormati Mr Adipta. Marley yang berada di sampingnya juga memberikan hal yang sama. Mengulas senyum sopan walau di dalam hatinya masih mengingat momen di mana ia hampir saja terlindas oleh mobil. Mr. Adipta memandang mereka berdua. Kemudian memberikan pertanyaan yang membuat Marley menyunggingkan senyum lebar. "Apakah kalian sepasang kekasih?" tanyanya. Namun segera, Edwan bersuara dengan suara yang tidak suka. "Saya sudah memiliki Istri, Sir. Dan dia bukan orang yang berada di sebelah saya." Mr. Adipta segera merasa tidak enak ketika melihat senyum lawan bicaranya sudah hilang. Segera dirinya meminta maaf. "Ah, maafkan aku, Mr. Edwin." Edwan berusaha memaksakan senyum. Teringat bahwa orang di depannya adalah klien penting. "Tidak m

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 63. Ambil Setelah Aku Cicipi dan Buang

    Maya dan ketiga teman divisinya segera berlari terbirit-birit dari ruangan horor itu. Terlebih setelah di bentak oleh Zerkin, orang yang notabenya jarang menaikkan volume. CEO mereka itu lebih banyak berkata datar. Saat keluar, segera mereka berempat menjadi pusat perhatian. Karena entah sejak kapan, devisi di depan ruangan Oliver manjadi sangat banyak orang. Maya dapat melihat Rebecca yang melakukan copy data di printer pojok. Padahal ruangan dia ada printer tersendiri. Kemudian ada 2 orang OB. Yang satu menyapu hingga lantai sangat mengkilap. Satunya menggosok jendela yang tidak kotor. Banyak juga karyawan yang membereskan dokumen padahal dokumen itu sudah sangat rapi hingga warnanya pun di samakan. Astaga, tidak bisakah mereka lebih pintar berakting? Maya segera melihat kumpulan wanita yang berpura-pura mendiskusikan pekerjaan melambai kepadanya. Menyuruhnya mendekat. Karena tahu mereka pasti penasaran. Maya yang selalu senang menggosip dengan segera mendekati mereka. Diikuti deng

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 62. Jangan Berani Merebut Milikku

    Mimpi indah Rebecca seketika sirna ketika mendengar pintu yang di banting dengan keras. Dirinya sampai terjatuh dari kursi karena terlalu kaget. Mimpi indahnya pun buyar. Padahal dia sedikit lagi akan melakukan malam pertama dengan Oliver setelah dipilih Oliver menjadi permasuirinya. Dengan tertatih-tatih Rebecca berdiri dari jatuhnya. Wanita itu memandang punggung mantan ( sekarang masih tapi Rebecca tahu tidak ada harapan) CEO idamannya yang mulai menjauh. Walau dari belakang, Rebecca bisa melihat semarah apa atasannya itu. Dengan susah payah Rebecca melelan air liur. 'Ada apa dengan CEO tampan itu?! Mengapa dia seperti hendak membunuh orang?!' *** Mata Zerkin menggelap. Tangannya terkepal erat dengan seluruh amarah yang tertahan. Kakinya dengan langkah cepat menuju orang yang membuat pikirannya terasa panas, terasa tidak terima, dan terasa dendam. Mengapa Oliver bisa mengenal Diana? Apakah lelaki itu juga mengincar Diana? Apakah dia ... ingin merebut miliknya? Zerkin mengaba

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 61. Akar Dari Semua Gosip

    Kalyani menggeram marah ketika semua teman satu divisi miliknya membicarakan Diana dengan buruk. Namun walau rasanya ingin menarik lidah mereka semua, Kalyani mengurungkan niat itu. Dirinya bisa-bisa dikeroyok. Jadi Kalyani hanya bisa menahan amarah serta mendoakan mereka semua terkena sariawan di lidah. Biar mampus dan tidak gosip lagi! Hal yang menjadi topik gosip mereka akhirnya datang. Mata Kalyani seketika menatap Diana sama seperti mereka semua. Anehnya, ketika devisi lain saat ada Diana tetap membicarakan dia dengan suara besar dan keras, devisi mereka mulai diam. Kemudian melakukan kegiatan masing-masing. Kalyani sampai ternganga melihat mereka.Kalyani segera menghampiri Diana. Terlebih, melihat penampilan Diana yang menurut Kalyani aneh. "Kak Diana, ada apa dengan pakaian kakak?" tanyanya setelah sampai di hadapan Diana.Diana menaruh tas kerja miliknya dan kemudian duduk di kursi. "Bajuku basah. Dan jadi menerawang."Kalyani memandang jas yang menutupi tubuh Diana. Kalyani

  • Suami Brengsekku, Tidak Ingin Menceraikanku   Bab 60. Jas Milik Oliver

    Diana tidak tuli. Dirinya mendengar semua hal buruk yang mereka katakan. Namun apa yang harus Diana lakukan? Dia tidak bisa melakukan apapun. Karena memang nyatanya, seperti yang mereka gosipkan.Diana memang menerima cincin dari Zerkin. Itu kebenarannya. Bahkan cincin itu masih bersarang indah di jari manis miliknya. Tanpa suaminya tahu.Namun mereka tidak mengerti alasan mengapa Diana menerima cincin itu. Yang mereka katakan memang benar, Diana berangkat bersama Zerkin Nicasion di saat Diana sudah bersuami.Namun mereka tidak mengerti alasan Diana melakukan itu.Tapi Diana tidak bisa menjelaskan kepada mereka. Apapun yang keluar dari mulut Diana hanya seperti pembelaan saja. Mereka tuli.Jadi daripada Diana berbusa menjelaskan hal yang mereka tidak percayai. Diana memilih diam. Menunggu sampai mereka bosan dan melupakan tentang hal mengenai kehidupan Diana.Diana terus menunduk sepanjang jalan menuju divisi miliknya. Namun karena itu, dirinya tidak sengaja menabrak seseorang. Membu

DMCA.com Protection Status