Beranda / Urban / Sang Dewa Perang Terkuat / 45. Kau Memang Bodoh!

Share

45. Kau Memang Bodoh!

Penulis: Zila Aicha
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-30 20:08:52

“Tentu saja begitu. Kalau tidak, mana mungkin bisnis kafenya itu sukses?” sahut Diego yang terlihat seakan puas dengan hasil yang dicapai oleh James, sahabat baiknya.

Reiner semakin tertarik, “Bagaimana caranya? Maksudku … kau tahu dia kan … yah, tidak bisa sopan dan cenderung selalu membuat orang jengkel. Lalu, perubahan yang dia lakukan?”

Diego terlihat akan segera menjawab, tapi Shin tiba-tiba berkata dengan nada tidak percaya, “Oh, tunggu dulu. Dia mengelola bisnis kafe itu bersama dengan ibunya kan? Ah, aku yakin para pelanggannya itu ke tempatnya karena ibunya yang baik.”

Ben mengangguk setuju, “Aku memang belum pernah bertemu dengan ibu James, tapi … mengingat James yang sifatnya seperti itu, aku lebih percaya ucapan Shin.”

Diego langsung memasang ekspresi masam, terlihat agak jengkel. Sebab, ternyata teman-temannya sendiri rupanya tidak terlalu mengenal James dengan baik.

Akan tetapi, dialah yang menjadi saksi tentang bagaimana perubahan besar yang terjadi pada James sehingga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Dewa Perang Terkuat    84. Itulah Tujuan Mereka!

    Kharel hampir saja menjawab pertanyaan Elliot, tapi sahabat baiknya itu malah lebih dulu berbicara, “Kharel, kau lupa ayahku James Gardner dan … kakekku Jody Gardner?”Alis kanan Kharel terangkat sedikit. Elliot tersenyum miring, “Aku mewarisi dua sifat yang berbeda dari mereka. Jadi, kau … tidak perlu khawatir. Tidak akan ada yang bisa membodohi cucu Jody Gardner.”Sebetulnya Kharel bukannya terkejut Kharel membanggakan asal usulnya. Dia tahu ayah Elliot memanglah jenderal perang yang luar biasa hebat. Tidak pernah ada yang berani meragukan kemampuan pria yang merupakan sahabat baik ayahnya itu.Namun, ini pertama kalinya dia menyebut perihal Jody Gardner, seorang prajurit yang dicap sebagai pengkhianat karena banyak perbuatannya yang telah merugikan Kerajaan Ans De Lou di masa lalu.“Kakekku memang memiliki banyak kesalahan besar, tapi … kurasa tidak ada yang bisa membantah bila dia juga cukup pintar … licik, kan?”Telinga Elliot memerah tapi tetap melanjutkan dengan wajah sedikit

  • Sang Dewa Perang Terkuat    83. Tidak Perlu Cemas!

    Beberapa peserta terlihat begitu terkejut dengan nama-nama yang keluar untuk kelompok delapan. Bahkan, Elliot Gardner yang terlebih dulu bergabung bersama dengan Knox Mest yang menjadi temannya di kelompok enam pun memberinya ekspresi kaget. Akan tetapi, Kharel Mackenzie tidak merasa ada yang aneh dengan hal itu sebab pemilihan itu dilakukan secara adil sehingga dia pun bergegas menuju ke arah bagian kanan tanpa meragukan apapun. Richard De Kruk pun langsung menyusulnya dan kemudian berdiri di samping temannya itu. “Apa kau menduga kalau kita akan berada di kelompok yang sama?” Richard tiba-tiba saja bertanya pada Kharel tanpa menoleh.“Tidak pernah. Semua itu dilakukan secara acak, siapapun bisa menjadi teman satu kelompokku,” balas Kharel.Richard tertawa kecil saat mendengar ucapan Kharel.Dan tawa itu segera membuat Kharel menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh tanya. Richard pun juga langsung menoleh ke Kharel lalu berkata, “Kau berarti telah melewatkan sesuatu.”Kharel men

  • Sang Dewa Perang Terkuat    82. Bagaimana Bisa?

    Joseph terbelalak kaget, menatap ke arah Kharel dengan tatapan tidak percaya. Sampai-sampai pemuda itu bertanya dengan nada suara terdengar bergetar, “Apa kau serius?”Namun, ternyata tidak hanya Joseph dari Kerajaan Blueming saja yang terkejut, empat peserta dari Kerajaan Jorar sontak melotot. Bahkan, Remus Light dengan cepat berkomentar, “Kau sudah gila ya, Mackenzie?”“Kau kehilangan kewarasanmu?” Jerry Glow ikut bertanya.Dengan begitu santainya Kharel menjawab, “Mengapa memangnya?”Remus mendengus tidak sabar, “Hei, Mackenzie. Kau lupa dia itu siapa? Dia … lawan kita. Kau tidak hilang ingatan, bukan?”Drew Mosh yang biasanya tenang pun juga ikut menanggapi, “Putra Mahkota Kerajaan Ans De Lou, aku bisa memahami kalau kau dan teman-temanmu tidak mau membunuh. Tapi … memasukkan musuh ke dalam kelompok kita, aku tidak bisa menerimanya.”“Kenapa tidak bisa?” balas Kharel, masih terlihat tenang.Calvin Reid dengan cepat merespon dengan nada tidak suka, “Kau masih bertanya kenapa? Baga

  • Sang Dewa Perang Terkuat    81. Jangan Pikirkan Itu Lagi!

    Gale More menggelengkan kepala. “Kurasa … ini mirip seperti saat kita sedang berada di kereta. Aku benar-benar seperti sedang dibutakan atau … dibuat tidak peka.” Kharel menggigit gigi lalu mengangguk, “Kalau begitu kemungkinan besar memang ini ulah staf penyelenggara.” Gale mendesah pelan, tampak pasrah. “Lagipula, siapa yang memiliki alat semacam itu? Maksudku obat itu untuk membuat orang menjadi kehilangan konsentrasi seperti itu. Hanya staf penyelenggara kompetisi ini yang memiliki itu. Iya, kan?” Kharel menambahkan. Gale mengangguk, “Ya, kau mungkin benar.” First menelan ludah dan buru-buru berkata, “Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf.” Gale melebarkan mata, “Untuk apa kau meminta maaf? Ini bukan salahmu. Kau-” “Jarum-jarum itu berasal dari Kerajaan Kiansa. Aku-” “Sudah, tidak perlu dibahas lagi. Gale sudah baik-baik saja,” Kharel memotong ucapan First dan kemudian bangkit lalu bergabung dengan teman-temannya yang lain. Kini hanya tinggal First yang masih duduk di

  • Sang Dewa Perang Terkuat    80. Kepercayaan

    Leo mendengus kesal, bingung dengan keterlambatan Jimmy dalam berpikir, "Jimmy, ayolah! Masa kau tidak bisa melihat kejadian itu?”Jimmy mengerutkan kening, tampak tidak mengerti.“Jimmy, kau serius … kau ini Putra Mahkota Kerajaan Sealand? Mengapa otakmu-”“Brengsek! Katakan saja apa rencanamu!” Jimmy memotong dengan tidak sabar.Leo memutar bola mata malas, “Gale More. Kau tahu apa yang terjadi kepadanya, bukan? Kau tidak buta, kan?”Jimmy menaikkan alis, terlihat berpikir serius. Dia memutar arah pandang pada First Kiansa yang duduk di dekat Gale More. Jelas dia bisa melihat ekspres tidak nyaman pada First.Perlahan dia pun mengerti.“Aku tahu sekarang.”Leo hampir saja bertepuk tangan karena kegirangan, “Tapi … siapa yang akan mempengaruhinya? Kau … atau tahu?”Leo tersenyum miring, “Itu … harus kau.”“Kenapa?” Jimmy menyipitkan mata, terlihat curiga.“Karena kalian berdua sama-sama seorang pangeran. Jadi … kupikir kau bisa mencari cara yang aman untuk berbicara dengannya. Sedangk

  • Sang Dewa Perang Terkuat    79. Senjata Rahasia?

    Richard hendak berbicara, tapi Kharel menahan tangannya. Richard akhirnya mengerti dan menyerahkan urusan itu pada Kharel. Kharel pun menoleh ke arah First dan bertanya, "First, apa kamu tahu sesuatu tentang jarum-jarum ini?" First Kiansa yang keadaannya mulai membaik langsung mendekat dan memeriksa jarum-jarum di belakang tubuh Gale itu dengan hati-hati, wajahnya langsung berubah serius. “Ya, aku tahu. Ini … salah satu senjata rahasia nenek moyangku dulu.” Niall yang mendengarkan penjelasan First dengan cepat bertanya, “Senjata rahasia? Apa itu berbahaya?” First mengangguk dengan wajah muram, “Jarum ini bisa membuatmu kehilangan kesadaran dan … membuat jantung berhenti bekerja hanya dalam tiga jam.” Elliot terbelalak kaget, “Apa? Kau serius?” Kharel menggigit bibir dan segera bertanya, “Apa … kau tahu cara menangani jarum-jarum ini, First?” “Aku tahu.” First segera berkata pada Kharel dan teman-temannya, “Aku butuh beberapa hal.” “Katakan apa saja yang kau butuhkan!”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status