Home / Urban / Sang Dewa Perang Terkuat / 112. Jelaskan Padaku!

Share

112. Jelaskan Padaku!

Author: Zila Aicha
last update Last Updated: 2023-07-14 10:51:35

Steven pun ikut tersenyum dan berpikir seperti tuannya, "Anda benar, Jenderal."

"Biarkan saja mereka berseteru. Kita jadi penonton saja." Jody Gardner terlihat puas.

"Aku pikir aku akan repot-repot untuk berpikir cara menyingkirkan Bill Stewart dari istana ini, tapi ternyata sungguh di luar dugaan. Aku tak perlu mengotori tanganku," gumam Jody Gardner.

Kau sendiri yang memasukkan dia ke dalam istana ini, Yang Mulia Raja. Memang benar, kau juga yang harus mengeluarkannya dari sini. Jody membatin senang.

Sementara itu, William Mackenzie memasuki area gedung Perak. Baru saja dia dibukakan pintu oleh penjaga gedung itu, istrinya langsung berdiri dan menatapnya, seakan meminta penjelasan.

Bill menoleh ke arah Andrew Reece, "Pergilah dulu, Reece. Tunggu aku di gedung latihan."

"Baik, Jenderal," ucap Andrew dan ia membungkuk beberapa detik sebelum meninggalkan gedung itu.

Begitu pintu ditutup kembali, Cassandra pun tidak sabar untuk bertanya, "Jelaskan padaku semuanya."

Bill menghela napas p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Perang Terkuat    83. Tidak Perlu Cemas!

    Beberapa peserta terlihat begitu terkejut dengan nama-nama yang keluar untuk kelompok delapan. Bahkan, Elliot Gardner yang terlebih dulu bergabung bersama dengan Knox Mest yang menjadi temannya di kelompok enam pun memberinya ekspresi kaget. Akan tetapi, Kharel Mackenzie tidak merasa ada yang aneh dengan hal itu sebab pemilihan itu dilakukan secara adil sehingga dia pun bergegas menuju ke arah bagian kanan tanpa meragukan apapun. Richard De Kruk pun langsung menyusulnya dan kemudian berdiri di samping temannya itu. “Apa kau menduga kalau kita akan berada di kelompok yang sama?” Richard tiba-tiba saja bertanya pada Kharel tanpa menoleh.“Tidak pernah. Semua itu dilakukan secara acak, siapapun bisa menjadi teman satu kelompokku,” balas Kharel.Richard tertawa kecil saat mendengar ucapan Kharel.Dan tawa itu segera membuat Kharel menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh tanya. Richard pun juga langsung menoleh ke Kharel lalu berkata, “Kau berarti telah melewatkan sesuatu.”Kharel men

  • Sang Dewa Perang Terkuat    82. Bagaimana Bisa?

    Joseph terbelalak kaget, menatap ke arah Kharel dengan tatapan tidak percaya. Sampai-sampai pemuda itu bertanya dengan nada suara terdengar bergetar, “Apa kau serius?”Namun, ternyata tidak hanya Joseph dari Kerajaan Blueming saja yang terkejut, empat peserta dari Kerajaan Jorar sontak melotot. Bahkan, Remus Light dengan cepat berkomentar, “Kau sudah gila ya, Mackenzie?”“Kau kehilangan kewarasanmu?” Jerry Glow ikut bertanya.Dengan begitu santainya Kharel menjawab, “Mengapa memangnya?”Remus mendengus tidak sabar, “Hei, Mackenzie. Kau lupa dia itu siapa? Dia … lawan kita. Kau tidak hilang ingatan, bukan?”Drew Mosh yang biasanya tenang pun juga ikut menanggapi, “Putra Mahkota Kerajaan Ans De Lou, aku bisa memahami kalau kau dan teman-temanmu tidak mau membunuh. Tapi … memasukkan musuh ke dalam kelompok kita, aku tidak bisa menerimanya.”“Kenapa tidak bisa?” balas Kharel, masih terlihat tenang.Calvin Reid dengan cepat merespon dengan nada tidak suka, “Kau masih bertanya kenapa? Baga

  • Sang Dewa Perang Terkuat    81. Jangan Pikirkan Itu Lagi!

    Gale More menggelengkan kepala. “Kurasa … ini mirip seperti saat kita sedang berada di kereta. Aku benar-benar seperti sedang dibutakan atau … dibuat tidak peka.”Kharel menggigit gigit lalu mengangguk, “Kalau begitu kemungkinan besar memang ini ulah staf penyelenggara.”Gale mendesah pelan, tampak pasrah. “Lagipula, siapa yang memiliki alat semacam itu? Maksudku obat itu untuk membuat orang menjadi kehilangan konsentrasi seperti itu. Hanya staf penyelenggara kompetisi ini yang memiliki itu. Iya, kan?” Kharel menambahkan.Gale mengangguk, “Ya, kau mungkin benar.”First menelan ludah dan buru-buru berkata, “Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf.”Gale melebarkan mata, “Untuk apa kau meminta maaf? Ini bukan salahmu. Kau-”“Jarum-jarum itu berasal dari Kerajaan Kiansa. Aku-”“Sudah, tidak perlu dibahas lagi. Gale sudah baik-baik saja,” Kharel memotong ucapan First dan kemudian bangkit lalu bergabung dengan teman-temannya yang lain. Kini hanya tinggal First yang masih duduk di dekat G

  • Sang Dewa Perang Terkuat    80. Kepercayaan

    Leo mendengus kesal, bingung dengan keterlambatan Jimmy dalam berpikir, "Jimmy, ayolah! Masa kau tidak bisa melihat kejadian itu?”Jimmy mengerutkan kening, tampak tidak mengerti.“Jimmy, kau serius … kau ini Putra Mahkota Kerajaan Sealand? Mengapa otakmu-”“Brengsek! Katakan saja apa rencanamu!” Jimmy memotong dengan tidak sabar.Leo memutar bola mata malas, “Gale More. Kau tahu apa yang terjadi kepadanya, bukan? Kau tidak buta, kan?”Jimmy menaikkan alis, terlihat berpikir serius. Dia memutar arah pandang pada First Kiansa yang duduk di dekat Gale More. Jelas dia bisa melihat ekspres tidak nyaman pada First.Perlahan dia pun mengerti.“Aku tahu sekarang.”Leo hampir saja bertepuk tangan karena kegirangan, “Tapi … siapa yang akan mempengaruhinya? Kau … atau tahu?”Leo tersenyum miring, “Itu … harus kau.”“Kenapa?” Jimmy menyipitkan mata, terlihat curiga.“Karena kalian berdua sama-sama seorang pangeran. Jadi … kupikir kau bisa mencari cara yang aman untuk berbicara dengannya. Sedangk

  • Sang Dewa Perang Terkuat    79. Senjata Rahasia?

    Richard hendak berbicara, tapi Kharel menahan tangannya. Richard akhirnya mengerti dan menyerahkan urusan itu pada Kharel. Kharel pun menoleh ke arah First dan bertanya, "First, apa kamu tahu sesuatu tentang jarum-jarum ini?" First Kiansa yang keadaannya mulai membaik langsung mendekat dan memeriksa jarum-jarum di belakang tubuh Gale itu dengan hati-hati, wajahnya langsung berubah serius. “Ya, aku tahu. Ini … salah satu senjata rahasia nenek moyangku dulu.” Niall yang mendengarkan penjelasan First dengan cepat bertanya, “Senjata rahasia? Apa itu berbahaya?” First mengangguk dengan wajah muram, “Jarum ini bisa membuatmu kehilangan kesadaran dan … membuat jantung berhenti bekerja hanya dalam tiga jam.” Elliot terbelalak kaget, “Apa? Kau serius?” Kharel menggigit bibir dan segera bertanya, “Apa … kau tahu cara menangani jarum-jarum ini, First?” “Aku tahu.” First segera berkata pada Kharel dan teman-temannya, “Aku butuh beberapa hal.” “Katakan apa saja yang kau butuhkan!”

  • Sang Dewa Perang Terkuat    78. Aku Sudah Bosan!

    Kharel sedikit agak bimbang, tapi akhirnya mengangguk.Dia sadar bila mereka harus bertindak cepat untuk menyelamatkan Gale dan mencari barang-barang untuk Gale sekaligus.Setelah Kharel setuju dengan rencana Richard dan membiarkan Richard menggendong Gale di punggungnya, mereka mulai berjalan menuju ke pos utama. Meskipun usia Richard masih terbilang jauh lebih muda dari dia, lebih tepatnya empat tahun lebih muda darinya, Kharel berpikir bahwa Richard memiliki tubuh kuat. Hal itu terbukti dari betapa mudahnya dia menggendong Gale sambil berjalan.Merasa mereka harus bergegas, Kharel pun mencari-cari barang-barang untuk Gale di sepanjang perjalanan mereka. Setelah beberapa saat, Kharel menemukan sebuah dua barang yang terletak di bagian samping rumah."Richard, aku menemukan dua barang!" Kharel berteriak sambil berlari kembali ke arah Richard yang berjalan di depannya.Richard yang sedang menggendong Gale membalikkan badan, "Bagus. Kita harus cepat, masih ada satu barang lagi kalau

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status