Share

Bab 712

Author: Kacang Merah
Keduanya bicara tentang pekerjaan sepanjang sore dan malamnya Sisil memaksa supaya Reina dan Revin mau makan malam dengannya.

Setelah makan malam, Reina dan Sisil pergi ke toilet dan Sisil pun mengajaknya bergosip berduaan.

"Bos sudah memutuskan?"

Reina mengernyit bingung, "Mutusin apa?"

"Bos jadian sama Pak Revin?" Sisil menatap Reina dengan matanya yang besar, "Bukannya kali ini Bos pulang demi dia?"

Reina tersedak.

Dibilang ya ... ya bukan ... Dibilang tidak ... ya bukan ....

"Aku itu cuma temenan sama Revin, kamu jangan mikir macam-macam."

Sisil merasa kecewa, "Ah padahal aku berharap kalian bisa jadian. Kan tiap hari aku jadi bisa cuci mata."

Reina memukul bahu Sisil dengan lembut.

Sisil masih terus bergosip, "Terus kalau bukan sama Pak Revin, artinya sama Pak Maxime?"

Sisil juga pernah melihat Maxime. Pria itu begitu hebat dan berbakat, wanita pasti kelepek-kelepek.

Reina sampai tidak bisa berkomentar atas ulah Sisil.

"Ih, apa deh. Udah yuk, udah malam."

Keduanya keluar toilet be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Reina hrs tau diri lah sbg wanita yg menikah punya suami dan anak. Punya sopan santun lah, ga usah menginao dirmh sahabat laki2 masa kecil nya. Lbh baik menginao ke Hotel. Kt nya mau memulai bidup dr awal sm Maxim.
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 713

    Reina menatap telepon yang ditutup dan agak bingung.Reina menelepon balik karena dia pikir Maxime marah padanya.Namun yang menjawab Reina adalah panggilan operator, "Maaf, nomor yang Anda tuju saat ini tidak bisa menjawab, silakan coba beberapa saat lagi ...."Tidak tersambung? Operator yang menjawab? Oke, jawabannya cuma ada satu. Maxime memblokir nomor Reina.Reina tersadar dari lamunannya dan merasa bingung.Namun, Reina tidak lagi khawatir dan menenangkan diri untuk istirahat.Saat ini di Hotel Revontal. Maxime melemparkan ponselnya ke samping, memijit dahinya dan menatap Ekki dengan tajam, "Kamu bilang aku ke sini demi siapa?"Ekki berdiri tegak, menatap bosnya dengan tatapan khawatir."Buat ... Nyonya ... Bos beneran nggak ingat?"Tatapan Maxime terlihat sarkas, "Nyonya? Nyonya siapa?""Itu ... Reina ...."Maxime terkejut saat mendengar dirinya datang ke tempat terpencil ini demi seorang Reina.Hah? Lelucon macam apa ini? Memangnya dia pengangguran sampai datang ke sini demi wa

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 714

    Begitu telepon ditutup, Maxime meremas ponsel itu dan tatapannya terlihat dingin.Ekki menghampiri Maxime dan menjelaskan dengan penuh pertimbangan, "Bos, Reina sekarang sedang hamil dan butuh banyak istirahat.""Hamil?" tanya Maxime bingung.Khawatir Maxime akan salah paham, Ekki pun menambahkan, "Ya, hamil anakmu."Maxime tidak menyangka kalau dia dan Reina akan punya anak ....Sekarang tentu saja Maxime tidak akan menunggu Reina datang mengunjunginya besok malam. Maxime menahan rasa sakit di tubuhnya dan berkata, "Ayo kita pulang ke Kota Simaliki."Maxime tidak tahu kalau sepulangnya dia nanti, akan ada kejutan besar.Ekki yang merasa kesehatan bosnya sedang naik turun pun merasa sebaiknya mereka memang cepat pulang. Kalau Maxime sampai ditemukan oleh para musuh, situasinya bisa jadi gawat.Mereka naik jet pribadi langsung malam itu juga.Kekhawatiran Ekki bukannya tidak beralasan.Sebelum Maxime pergi, Deo, tuan muda kedua dari Keluarga Baclig yang dulu bersujud memohon belas kasih

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 715

    Riki agak takut. Orangtuanya bukan tipe orang tua yang akan melampiaskan amarah ke anak-anak saat bertengkar bukan?Apa papanya ini secepat ini kembali jadi ayah berengsek?Maxime bertanya, "Anakku?"Maxime merasa semua hal di sekitarnya tidak nyata. Rasanya dia hanya tidur sebentar dan seketika semua hal berubah."Ya, tolong turunkan Tuan Muda Riki pelan-pelan. Dia lagi sakit dan nggak boleh sampai terluka."Ekki tahu Maxime cuma mengalami amnesia jangka pendek. Nanti begitu ingatannya pulih, dia pasti akan menyesalinya kalau tahu sesuatu terjadi pada Riki.Maxime menurut pada Ekki dan menurunkan Riki, "Anak aku sama siapa?"Ekki tersedak.Riki akhirnya paham situasi. Sepertinya ayah berengseknya ini lupa ingatan lagi? Tapi kenapa bisa tiba-tiba lupa? Riki memutar bola matanya dan bertanya pada Maxime di hadapan Ekki, "Ayah berengsek, kamu nggak ingat bikin aku sama wanita mana?""Coba tebak?"Riki sedang mengetes ayahnya, dia mau tahu dalam pikiran ayahnya dia akan punya anak dengan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 716

    Riko memercayai indra keenam Riki.Kedua bersaudara itu memang punya rahasia yang tidak diketahui Reina.Riko adalah peretas ulung, sedangkan Riki punya indra keenam yang akurat. Misalnya saat mereka berdua jalan-jalan, Riki bisa merasakan kalau ada benda jatuh dari atas.Dan yang paling menakjubkan adalah indera keenamnya mencakup keberuntungan.Riko masih ingat saat mereka berusia tiga tahun, mereka pernah pergi ke sebuah toko lotre bersama Reina. Waktu itu, Riki menolak mati-matian tidak mau pulang.Reina bertanya pada Riki apa yang mau dia lakukan di toko itu, Riki tidak menjawab lalu membeli beberapa tiket lotre. Seperti yang diduga, salah satu tiket lotre yang dibeli Riki pun menang undian ratusan juta rupiah.Lotre memang bisa diprediksi, bukan mengandalkan keberuntungan sepenuhnya.Selain itu, akan sangat berbahaya kalau orang dewasa sampai tahu kemampuan indera keenam Riki.Itu sebabnya Riko sering meminta Riki tidak menggunakan indera keenamnya sembarangan dan pura-pura jadi

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 717

    Aura wajah Maxime langsung menjadi gelap.Dasar bocah nakal, kamu cari mati ya?""Huhuhu ... Papa kejam banget sama aku!"Riki langsung mulai menangis.Tangisan Riki membuat kepala Maxime makin mau pecah rasanya, Maxime pun berteriak memanggil pelayan.Pengasuh Riki buru-buru datang."Tuan, ada apa?""Usir bocah ini keluar.""Hah?"Pengasuh itu terlihat bingung, tapi karena takut Maxime akan menyakiti Riki, dia pun mengambil Riki dari tangan Maxime.Riki berujar dengan mata berkaca-kaca, "Papa nggak menginginkanku lagi? Huhuhu ...."Maxime nggak menjawab, tapi berkata pada pengasuhnya."Perlu kuulang? Kubilang, usir dia."Pengasuh itu memeluk Riki dan langsung mengangguk berulang kali. "Baik, kami keluar sekarang."Pengasuh itu hendak menelepon Reina. Sepertinya cuma Reina yang bisa menyembuhkan penyakit aneh suaminya ini.Begitu keluar kamar Maxime, Riki langsung berhenti menangis dan berbisik pada pengasuhnya."Bibi, bisa bantu ganti celanaku? Setelah itu Bibi boleh membuangku."Peng

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 718

    Ingatannya berantakan?Reina agak tidak paham, "Berantakan gimana?""Jadi kemarin waktu aku nyari Nyonya, Pak Maxime nggak ingat siapa Nyonya. Terus waktu aku pulang, Pak Maxime ingat Nyonya siapa. Tapi setelah mengobrol sebentar, sepertinya ingatannya berhenti di tujuh tahun lalu." Ekki menghela napas, "Sekarang kondisinya masih sama, dia juga nggak ingat kedua anaknya."Reina merenung sejenak, lalu berkata, "Oke, aku paham. Tolong jaga Riki baik-baik. Aku sudah mau naik pesawat kok, sebentar lagi sampai.""Oke."Reina merasa situasi Maxime kali ini bukan sandiwara belaka.Lagipula keduanya sepakat untuk memulai semua kembali setelah Maxime tidak amnesia. Tidak ada alasan bagi Maxime untuk pura-pura lupa ingatan sekarang.Reina mematikan ponselnya dan naik pesawat.Saat ini, di Vila Magenta.Maxime ganti baju dan para dokter memeriksanya.Meski sudah memeriksa semalaman, para dokter masih belum tahu tindakan medis apa atau metode pengobatan apa yang harus dipakai untuk memulihkan inga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 719

    Ekki melirik ke lantai atas, "Bos pasti sudah bangun.""Biar kuperiksa."Maxime terjatuh di kamar bernuansa hitam putih yang dingin.Reina membuka pintu kamar dan langsung membantu Maxime untuk berdiri, "Kamu nggak apa-apa?""Keluar!"Saat mendengar suara Reina, Maxime langsung mendesis dengan dingin, lalu mendorong Reina menjauh, "Sudah puas main di luarnya?"Reina yang tidak berdiri stabil pun hampir terjatuh.Reina sendiri kurang istirahat, jadi setelah diperlakukan seperti ini oleh Maxime, amarah Reina pun meledak."Maxime, kalau sakit itu ya diobati, ngapain kamu berulah lagi? Jangan lupa, aku lagi hamil. Kalau sampai terjadi apa-apa pada anakku, aku bakal ...."Reina tidak menyelesaikan kalimatnya. Dia sendiri kaget dirinya bisa begitu galak.Maxime terdiam.Reina kembali menghampiri Maxime dengan hati-hati dan kali ini Maxime tidak mendorongnya.Setelah Maxime kembali duduk di kasur, dia langsung mencengkeram pergelangan tangan Reina. "Sekarang kamu berani membentakku?"Reina bu

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 720

    Maxime menutup mulutnya rapat-rapat.Dia berhenti berdebat dengan Reina, lalu bangkit berdiri dari kasur dan hendak keluar kamar.Reina pun ikut berdiri."Sudah waras? Ayo ke rumah sakit."Maxime mengabaikan Reina dan terus berjalan ke depan, Maxime juga lupa dengan posisi perabotan dalam rumah sehingga beberapa kali dia menabrak beberapa barang."Ada tembok di depan!"Tepat saat Maxime hendak menabrak tembok, Reina berteriak memanggilnya.Maxime berhenti melangkah, lalu meraba-raba pintu.Reina berjalan menghampiri dan meraih tangan Maxime.Kalau Maxime yang dulu, dia pasti akan langsung menepis tangan Reina dengan rasa jijik. Namun entah mengapa sekarang Maxime tidak menolak bantuan Reina dan poin terpentingnya adalah Maxime merasa darah di lengannya yang disentuh Reina terasa membeku.Maxime tidak paham kenapa dia jadi begini.Reina menarik Maxime tanpa kelembutan, membuka pintu dan membawanya keluar."Makan dulu. Setelah makan, kita akan pergi periksa ke rumah sakit."Karena Maxime

Latest chapter

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2303

    Reina menutup telepon dan akhirnya merasa lega.Selama Syena tidak melakukan sesuatu yang buruk, semuanya tidak apa-apa.Dia sudah makin berumur dan hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik.Jika Syena melakukan sesuatu yang salah lagi, dia akan menghabisinya....Musim semi berganti menjadi musim gugur.Waktu berlalu dalam sekejap.Dalam sekejap mata, rambut Reina pun dipenuhi dengan uban. Saat ini, Reina hampir berusia tujuh puluh tahun.Beberapa anak laki-lakinya akhirnya menikah. Anak-anak Riko dan Riki sudah duduk di bangku sekolah dasar.Reina mengambil ponselnya. Pada hari itu, dia mendengar anak buahnya berkata, "Bos, Marshanda meninggal."Meninggal adalah sebuah kata yang sering didengar Reina di masa tuanya.Selama bertahun-tahun, mertuanya juga sudah meninggal dunia.Mantan saudara perempuannya, Brigitta, juga meninggal tahun lalu.Ethan menyusul pada paruh pertama tahun ini.Hanya Erina dan suaminya yang tersisa untuk menjaga bisnis Keluarga Yusdwindra.Suami yang Erina d

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2302

    Sisca pergi ke sekolah dan hendak meminta guru untuk memanggil Talitha. Namun, dia melihat Talitha berdiri di depan gedung sekolah dari kejauhan.Di seberang Talitha ada Syena!Ekspresi Sisca langsung berubah.Dia berjalan cepat menghampiri keduanya. "Talitha."Talitha menoleh ke arahnya. "Ibu."Syena langsung marah mendengar putrinya memanggil wanita lain dengan sebutan ibu."Talitha, aku ini ibumu, dia nggak ada hubungan darah denganmu."Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Syena sangat pucat dan kuyu. Tatapan matanya menatap Sisca lekat-lekat.Sisca juga tidak merasa terintimidasi olehnya, menarik putrinya untuk berdiri di sisinya."Syena, saat itu kamulah yang nggak menginginkan Talitha. Sekarang, kamu ingin mendapatkan anakmu lagi?"Talitha menimpali, "Aku cuma punya satu ibu, namanya Sisca. Nama keluargaku juga Santiago. Jadi, kamu pergi saja dan berhenti mencariku."Mendengar apa yang dikatakan putrinya, gelenyar kelegaan menyelimuti benak Sisca.Syena terlihat makin mura

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2301

    Reina beranjak dan melangkah pergi.Marshanda menatap punggungnya dan tiba-tiba berdiri. "Reina."Langkah kaki Reina terhenti dan dia berbalik untuk menatapnya.Tiba-tiba, mata Marshanda menjadi sedikit memerah."Reina! Aku merasa sepertinya aku melakukan kesalahan."Selama sepuluh tahun terakhir, Marshanda telah bermimpi tentang masa lalu hingga berulang kali.Mimpi itu terjadi di masa lalu, ketika dia baru dijemput oleh Anthony.Saat itu, dia tidak memiliki niat licik. Saat pertama kali bertemu Reina, dia merasa bahwa Reina sangat baik.Reina akan memberinya pakaian yang bagus untuk dipakai!Memberikan makanan yang enak untuknya!Reina juga akan berbagi uang saku dengannya!Mungkin karena dia makin tua, ingatannya tentang ketika dia masih muda menjadi begitu jelas, dia pun bernostalgia.Mendengar Marshanda mengakui kesalahannya, Reina menunjukkan kerumitan di antara kedua alisnya."Itu semua sudah berlalu."Dia hanya mengatakan beberapa kata tanpa menyebutkan maaf.Marshanda memperha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2300

    Riki benar-benar tidak berubah, ucapannya sangat manis dan masih terus menempel kepadanya.Maxime hendak mengatakan sesuatu tentangnya.Riki melepaskan pelukannya pada Reina dan memujinya."Papa, hari ini Papa bersinar banget dan makin jantan saja. Aku mau belajar dari Papa."Maxime tidak terbujuk oleh perkataannya. "Kalau mau belajar dariku, ikuti kakakmu dan uruslah perusahaan keluarga."Riki menggaruk-garuk kepalanya ketika diminta mengurus perusahaan.Sayangnya, dia benar-benar tidak suka menjadi bos.Dia hanya ingin menjadi seorang penyanyi.Dia mewarisi bakat musik yang kuat dari Reina dan merupakan penyanyi generasi baru.Reina juga memahami kebenaran bahwa setiap anak memiliki potensinya sendiri dan keempat anaknya pun berbeda."Sudah, biarkan Riki melakukan apa pun yang dia inginkan, toh ada Riko yang ngurus perusahaan.""Atau nanti kalau Leo dan Liam sudah besar, mereka juga bisa bantu ngurus perusahaan."Maxime langsung diam begitu Reina berbicara.Riki berterima kasih kepad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2299

    Revin memang cukup terlambat saat menikah. Belakangan, dia menelepon Reina dan mengatakan bahwa dia punya anak.Maxime sedikit tercengang. "Dia punya anak dari mana? Bukannya dia nggak nikah?"Sejujurnya, Maxime juga mengagumi Revin.Sebagai seorang pria, dia sangat menyukai Reina dengan sepenuh hati dan perasannya tidak pernah berubah.Maxime menduga bahwa Revin tidak pernah menikah karena Reina.Setiap kali mendengar tentang Revin, Maxime langsung ketakutan, takut pria ini akan datang dan merebut istrinya."Katanya sih bayi tabung," kata Reina.Maxime mendengarkan dengan serius. "Siapa ibu dari anak itu?"Reina menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu, katanya sih rahasia dan nggak ada yang tahu siapa ibu dari anak itu. Tapi, Revin sangat luar biasa. Gen yang dia pilih pasti sangat bagus juga."Mendengar ini, Maxime mengangguk setuju.Hatinya sangat lega.Dia sudah sangat tua, sekarang Revin akhirnya memiliki seorang anak sendiri. Dia seharusnya tidak lagi akan memiliki ketertarikan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2298

    Jess tidak tahu apa yang ada di pikiran Erik. Dia mengangkat tangannya dan menepuk pundaknya. "Bodoh, mana mungkin aku nikah sama orang lain, aku saja sudah punya kamu sama anak kita."Erik menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tahu kalau istriku ini memang sangat mencintaiku. Cuma aku, 'kan?"Jess ragu-ragu sejenak, tetapi dengan cepat mengangguk."Ya, tentu saja."Keraguannya yang sangat tipis ini masih bisa ditangkap oleh Erik.Itu juga pertama kalinya Erik menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu peka dan perasa, seperti seorang wanita.Dulu, hanya wanita yang selalu khawatir dia macam-macam. Sekarang, keadaan berbalik dan dia selalu mengkhawatirkan Jess.Ada pepatah yang ternyata memang benar.Jika dunia bertanya apa itu cinta, cinta adalah sesuatu yang bisa menaklukkan segalanya.Jess adalah orang yang bisa menaklukkannya....Lima belas tahun telah berlalu.Tanpa disadari, keempat putra Reina dan Maxime telah tumbuh dewasa dan semuanya sangat tampan.Riko adalah yang paling

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2297

    Entah kebetulan atau tidak, Jess yang saat itu berada jauh di Kota Simaliki juga bermimpi.Dalam mimpi itu, dia benar-benar menikah dengan Morgan dan memiliki seorang anak.Ketika terbangun dari mimpi itu, entah kenapa hati Jess terasa kosong. Dia tidak tahu kenapa ada emosi rumit di dalam hatinya.Dia menoleh ke samping, melihat seorang anak kecil yang sedang tidur di sampingnya.Di sisi anak itu ada suaminya, Erik.Wajah pria itu terlihat tampan saat tidur. Saat sinar matahari menyinarinya, dia terlihat makin memukau.Sudut mulut Jess tanpa sadar terangkat. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh putranya yang menggemaskan, sebelum meletakkan tangannya di sisi wajah Erik dan menyentuhnya.Erik merasakan sentuhan di wajahnya. Dengan mata terpejam, dia mengangkat tangannya dan meraih tangan Jess, menariknya ke pelukannya."Tanganmu dingin? Sini aku hangatkan." Dia bahkan tidak membuka matanya dan apa yang dia lakukan tampak natural.Jess memperhatikan tindakannya dan hatinya menjadi hanga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2296

    Mata sipit Maxime sedikit menyipit. "Apa itu?"Sulit untuk menyembunyikan ketegangan di wajah Morgan."Itu cuma koran. Aku bosan dan mau mengisi waktu luang. Jangan diambil, ya?"Melihat raut wajahnya, Maxime tahu bahwa itu jelas bukan koran biasa.Maxime kembali menepis Morgan, berjalan dengan cepat untuk mengambil koran itu.Maxime membukanya dan isinya penuh dengan informasi tentang Jess.Morgan menerjang ke arah Maxime, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Namun, dengan kondisi fisiknya saat ini, Maxime bisa menghindar dengan mudah.Suara Morgan terdengar serak, "Kembalikan, ini milikku!"Maxime menatapnya dengan acuh."Sepertinya kamu lebih peduli sama asistenmu itu daripada Nana."Morgan tersipu malu."Apa kamu bercanda? Siapa juga yang suka sama dia. Aku nggak tertarik sedikit pun sama dia."Dia masih bersikap keras kepala.Maxime bisa melihatnya. Aktingnya benar-benar sangat kentara."Kalau begitu akan aku bawakan koran lain biar kamu bisa baca."Setelah mengatakan itu, Max

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2295

    "Sekarang, semuanya sudah jelas, jadi mulai sekarang kamu nggak perlu menjagaku lagi. Aku baik-baik saja," kata Reina.Namun, Maxime menggelengkan kepalanya. "Nggak, sekarang aku nggak terbiasa."Dia mengikuti Reina setiap hari, jadi tidak terbiasa jika harus terpisah darinya.Reina tidak berdaya ketika melihat ini."Baiklah, tapi kamu harus berubah secara perlahan."Terus menempel pada orang lain juga cukup merepotkan.Dia juga menginginkan waktu untuk dirinya sendiri.Maxime mengiakan, "Ya, terserah kamu saja."Keesokan harinya.Maxime benar-benar tidak mengikuti Reina ke tempat kerja. Dia mengutus seseorang untuk menjaganya, sementara dia sendiri kembali ke IM Group untuk bekerja.Ketika Gaby dan Sisil mengetahui bahwa Maxime telah kembali ke IM Group, mereka semua terlihat terkejut."Kenapa Pak Maxime tiba-tiba berubah pikiran?" Gaby terkejut.Sisil berbisik, "Bos, apa kalian bertengkar?"Reina menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, hubungan kami baik-baik saja. Aku mencoba bicara ba

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status