Share

Bab 718

Author: Kacang Merah
Ingatannya berantakan?

Reina agak tidak paham, "Berantakan gimana?"

"Jadi kemarin waktu aku nyari Nyonya, Pak Maxime nggak ingat siapa Nyonya. Terus waktu aku pulang, Pak Maxime ingat Nyonya siapa. Tapi setelah mengobrol sebentar, sepertinya ingatannya berhenti di tujuh tahun lalu." Ekki menghela napas, "Sekarang kondisinya masih sama, dia juga nggak ingat kedua anaknya."

Reina merenung sejenak, lalu berkata, "Oke, aku paham. Tolong jaga Riki baik-baik. Aku sudah mau naik pesawat kok, sebentar lagi sampai."

"Oke."

Reina merasa situasi Maxime kali ini bukan sandiwara belaka.

Lagipula keduanya sepakat untuk memulai semua kembali setelah Maxime tidak amnesia. Tidak ada alasan bagi Maxime untuk pura-pura lupa ingatan sekarang.

Reina mematikan ponselnya dan naik pesawat.

Saat ini, di Vila Magenta.

Maxime ganti baju dan para dokter memeriksanya.

Meski sudah memeriksa semalaman, para dokter masih belum tahu tindakan medis apa atau metode pengobatan apa yang harus dipakai untuk memulihkan inga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 719

    Ekki melirik ke lantai atas, "Bos pasti sudah bangun.""Biar kuperiksa."Maxime terjatuh di kamar bernuansa hitam putih yang dingin.Reina membuka pintu kamar dan langsung membantu Maxime untuk berdiri, "Kamu nggak apa-apa?""Keluar!"Saat mendengar suara Reina, Maxime langsung mendesis dengan dingin, lalu mendorong Reina menjauh, "Sudah puas main di luarnya?"Reina yang tidak berdiri stabil pun hampir terjatuh.Reina sendiri kurang istirahat, jadi setelah diperlakukan seperti ini oleh Maxime, amarah Reina pun meledak."Maxime, kalau sakit itu ya diobati, ngapain kamu berulah lagi? Jangan lupa, aku lagi hamil. Kalau sampai terjadi apa-apa pada anakku, aku bakal ...."Reina tidak menyelesaikan kalimatnya. Dia sendiri kaget dirinya bisa begitu galak.Maxime terdiam.Reina kembali menghampiri Maxime dengan hati-hati dan kali ini Maxime tidak mendorongnya.Setelah Maxime kembali duduk di kasur, dia langsung mencengkeram pergelangan tangan Reina. "Sekarang kamu berani membentakku?"Reina bu

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 720

    Maxime menutup mulutnya rapat-rapat.Dia berhenti berdebat dengan Reina, lalu bangkit berdiri dari kasur dan hendak keluar kamar.Reina pun ikut berdiri."Sudah waras? Ayo ke rumah sakit."Maxime mengabaikan Reina dan terus berjalan ke depan, Maxime juga lupa dengan posisi perabotan dalam rumah sehingga beberapa kali dia menabrak beberapa barang."Ada tembok di depan!"Tepat saat Maxime hendak menabrak tembok, Reina berteriak memanggilnya.Maxime berhenti melangkah, lalu meraba-raba pintu.Reina berjalan menghampiri dan meraih tangan Maxime.Kalau Maxime yang dulu, dia pasti akan langsung menepis tangan Reina dengan rasa jijik. Namun entah mengapa sekarang Maxime tidak menolak bantuan Reina dan poin terpentingnya adalah Maxime merasa darah di lengannya yang disentuh Reina terasa membeku.Maxime tidak paham kenapa dia jadi begini.Reina menarik Maxime tanpa kelembutan, membuka pintu dan membawanya keluar."Makan dulu. Setelah makan, kita akan pergi periksa ke rumah sakit."Karena Maxime

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 721

    Maxime itu agak mysophobia. Jangankan Reina, bahkan Marshanda pun tidak bisa menyentuhnya.Namun saat Reina sekarang bersandar di pelukannya, tubuhnya tidak menolak."Memang beda."Reina mengernyit bingung, "Apanya yang beda?"Maxime tidak menjawab dan langsung melepaskan Reina.Maxime masih tidak percaya kalau bertahun-tahun kemudian, dia jatuh cinta pada Reina dan bahkan punya seorang anak darinya."Berapa umur anak itu?" tanya Maxime tiba-tiba."Empat tahun lebih." Reina tetap menjawab meski Reina masih menganggap Maxime aneh.Empat tahun lebih ... Kalau dihitung-hitung berarti Reina hamil saat sedang ribut ingin bercerai darinya."Kamu bius aku supaya bisa tidur sama aku?" Hanya alasan ini yang terpikir di benak Maxime."Kamu sudah ingat?"Reina kira Maxime bicara tentang anak yang sedang dikandungnya saat ini.Maxime memicingkan matanya dan berujar dengan nada dingin, "Oh, ternyata begitu."Maxime sedang bertanya-tanya. Kenapa dalam ingatannya dia yakin sekali sudah akan menceraik

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 722

    Sebuah mobil mewah berwarna perak berhenti di depan pintu. Tidak lama kemudian, Jovan melihat Reina membantu Maxime keluar dari mobil.Ekki mengikuti dari belakang."Kak Max, Kakak ipar, kenapa ini?"Suara Jovan sangat familiar, tapi kenapa pria ini memanggil Reina 'kakak ipar'?Bukannya Jovan selalu memanggil Reina 'si tuli'?Tidak ada yang lebih membenci Reina selain Jovan dan sekarang dia malah memanggil wanita ini 'kakak ipar'?"Ceritanya panjang, biar Pak Ekki aja yang jelasin." Sikap Reina terhadap Jovan masih suam-suam kuku.Jovan juga tidak mempermasalahkan hal ini, setelah mereka masuk, dia bertanya pada Ekki.Ekki menceritakan kejadiannya pada Jovan."Si Erik itu cari mati ya?"Jovan menghela napas dan matanya penuh dengan amarah. "Kukira selama ini Keluarga Casco itu pengecut. Nggak kusangka ternyata si Erik berani menyerang Kak Max, benar-benar cari mati!"Ekki juga tidak menyangka karena Keluarga Casco selalu bersikap rendah hati."Aku sudah menyiapkan dokter buat Kak Max,

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 723

    Alana agak terkejut, lalu kembali menatap wajah tampan Maxime yang setelah itu berhenti melindur.Dia menarik napas dalam-dalam, "Apa otak CEO itu beda sama otak kita orang biasa ya?"Reina tertawa kecil, dia agak terhibur dengan candaan Alana."Bisa jadi. Padahal dia punya ingatan fotografis, ternyata dia masih bisa amnesia."Alana dan Reina bergosip tentang Maxime tepat di sebelah Maxime tanpa rasa bersalah.Ketika tiba waktunya makan, Maxime masih belum bangun. Ekki yang perhatian pun mengutus orang untuk menanyakan Reina apa yang ingin dia makan.Alana berkata tanpa malu-malu, "Aku mau makan hot pot, udang karang dan kepiting bulu."Karena sedang hamil, Reina sangat menjaga makanannya. Dia sudah lama tidak makan makanan yang begitu kaya rasa seperti ini.Reina berkata pada orang utusan Ekki, "Siapkan sesuai yang temanku minta, lalu siapkan juga makanan bergizi punyaku seperti biasa."Reina masih harus memikirkan anak dalam perutnya."Ya ampun, maafkan aku yang nenek-nenek ini. Aku

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 724

    Meski demikian, Alana senang karena dia sangat menyukai pekerjaan barunya ini.Meski dia tidak kekurangan uang, dia mungkin merasa lebih aman kalau menghasilkan uang sendiri.Alana masih ingat perkataan mantan pacarnya, Yansen, "Kalau kamu bukan anak orang kaya, memangnya kamu bisa apa?"Penghasilannya saat ini bisa jadi puluhan kali lipat lebih besar dari penghasilan Yansen sebagai pengacara."Ngomong-ngomong, Alana, gimana kabarmu di Keluarga Tambolo? Apa Yansen masih nyari kamu?"Terakhir kali, Yansen dan Jovan 'kan sempat bertengkar.Sekarang, Alana terlihat sangat bebas dan santai, "Kabarku baik. Kalau Yansen ... Ya, dia ada meneleponku beberapa kali."Alana menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Nana, kamu tahu nggak sih, dia itu benar-benar aneh. Dia beberapa kali terus membujukku untuk nggak berhubungan sama Keluarga Tambolo. Dia juga menyuruhku buat nggak menikah sama Jovan, katanya Jovan bukan pria baik-baik."Saat teringat kata-kata Yansen, Alana sampai tidak bisa b

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 725

    Maxime mencondongkan tubuhnya ke arah Reina, mengurung seluruh tubuh Reina dalam dekapannya dan tenggorokan Maxime terasa agak serak.Reina mengernyit bingung, "Maksudnya?"Maxime tidak menjawab. Maxime meletakkan telapak tangannya yang besar di wajah Reina dan merasakan kehangatan. Ini semua nyata?"Bukannya kamu sudah mati?" tanya Maxime sambil menelan ludah.Reina semakin bingung, "Sebenci-bencinya kamu sama aku, nggak perlu sampai nyumpahin aku mati, 'kan?""Kamu tahu nggak selama dua tahun ini aku terus-terusan nyari kamu? Kenapa kamu bahkan nggak mau datang ke mimpiku sekali aja? Kenapa hari ini kamu tiba-tiba muncul? Apa kamu benar-benar sudah mati?"Maxime sama sekali tidak mendengarkan perkataan Reina, baginya semua momen ini adalah mimpi."Katanya cuma orang mati yang bisa datang ke mimpi. Jadi ... kamu beneran sudah mati?""Kenapa kamu nggak izinin aku lihat wajahmu?"Sekarang sedang mati lampu.Maxime juga belum tahu kalau dia buta.Dari kata-kata Maxime, Reina perlahan sad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 726

    Maxime menciumnya dengan sangat lembut dan tidak lama kemudian Maxime menarik Reina lebih dekat."Kamu tahu nggak aku itu cemburu banget sama Revin?"Reina tercengang."Sekarang aku baru sadar kalau kamu penting banget buat aku. Dulu aku yang salah, kamu mau ya balikan sama aku?"Setetes air mata jatuh di bahu Reina.Reina tidak percaya seorang Maxime yang selalu menyendiri dan sombong ternyata bisa menangis.Reina mengangkat tangannya dan memeluk Maxime dengan lembut, tanpa memberitahunya kalau ini bukan mimpi, ini semua nyata.Kepala Maxime kembali terasa sakit. Setelah beberapa saat, rasa sakitnya makin menjadi, Maxime tidak tahan dan kembali berbaring.Reina menatap Maxime yang sedang tidur nyenyak. Reina menyentuh mata Maxime yang masih agak lembab.Ini pertama kalinya dia melihat Maxime menangis.Ini juga pertama kalinya dia tahu kalau Maxime bisa menangis dan pernah peduli padanya.Tenggorokan Reina terasa sangat sakit, dia duduk di samping ranjang rumah sakit, berbaring dan per

Latest chapter

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2303

    Reina menutup telepon dan akhirnya merasa lega.Selama Syena tidak melakukan sesuatu yang buruk, semuanya tidak apa-apa.Dia sudah makin berumur dan hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik.Jika Syena melakukan sesuatu yang salah lagi, dia akan menghabisinya....Musim semi berganti menjadi musim gugur.Waktu berlalu dalam sekejap.Dalam sekejap mata, rambut Reina pun dipenuhi dengan uban. Saat ini, Reina hampir berusia tujuh puluh tahun.Beberapa anak laki-lakinya akhirnya menikah. Anak-anak Riko dan Riki sudah duduk di bangku sekolah dasar.Reina mengambil ponselnya. Pada hari itu, dia mendengar anak buahnya berkata, "Bos, Marshanda meninggal."Meninggal adalah sebuah kata yang sering didengar Reina di masa tuanya.Selama bertahun-tahun, mertuanya juga sudah meninggal dunia.Mantan saudara perempuannya, Brigitta, juga meninggal tahun lalu.Ethan menyusul pada paruh pertama tahun ini.Hanya Erina dan suaminya yang tersisa untuk menjaga bisnis Keluarga Yusdwindra.Suami yang Erina d

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2302

    Sisca pergi ke sekolah dan hendak meminta guru untuk memanggil Talitha. Namun, dia melihat Talitha berdiri di depan gedung sekolah dari kejauhan.Di seberang Talitha ada Syena!Ekspresi Sisca langsung berubah.Dia berjalan cepat menghampiri keduanya. "Talitha."Talitha menoleh ke arahnya. "Ibu."Syena langsung marah mendengar putrinya memanggil wanita lain dengan sebutan ibu."Talitha, aku ini ibumu, dia nggak ada hubungan darah denganmu."Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Syena sangat pucat dan kuyu. Tatapan matanya menatap Sisca lekat-lekat.Sisca juga tidak merasa terintimidasi olehnya, menarik putrinya untuk berdiri di sisinya."Syena, saat itu kamulah yang nggak menginginkan Talitha. Sekarang, kamu ingin mendapatkan anakmu lagi?"Talitha menimpali, "Aku cuma punya satu ibu, namanya Sisca. Nama keluargaku juga Santiago. Jadi, kamu pergi saja dan berhenti mencariku."Mendengar apa yang dikatakan putrinya, gelenyar kelegaan menyelimuti benak Sisca.Syena terlihat makin mura

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2301

    Reina beranjak dan melangkah pergi.Marshanda menatap punggungnya dan tiba-tiba berdiri. "Reina."Langkah kaki Reina terhenti dan dia berbalik untuk menatapnya.Tiba-tiba, mata Marshanda menjadi sedikit memerah."Reina! Aku merasa sepertinya aku melakukan kesalahan."Selama sepuluh tahun terakhir, Marshanda telah bermimpi tentang masa lalu hingga berulang kali.Mimpi itu terjadi di masa lalu, ketika dia baru dijemput oleh Anthony.Saat itu, dia tidak memiliki niat licik. Saat pertama kali bertemu Reina, dia merasa bahwa Reina sangat baik.Reina akan memberinya pakaian yang bagus untuk dipakai!Memberikan makanan yang enak untuknya!Reina juga akan berbagi uang saku dengannya!Mungkin karena dia makin tua, ingatannya tentang ketika dia masih muda menjadi begitu jelas, dia pun bernostalgia.Mendengar Marshanda mengakui kesalahannya, Reina menunjukkan kerumitan di antara kedua alisnya."Itu semua sudah berlalu."Dia hanya mengatakan beberapa kata tanpa menyebutkan maaf.Marshanda memperha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2300

    Riki benar-benar tidak berubah, ucapannya sangat manis dan masih terus menempel kepadanya.Maxime hendak mengatakan sesuatu tentangnya.Riki melepaskan pelukannya pada Reina dan memujinya."Papa, hari ini Papa bersinar banget dan makin jantan saja. Aku mau belajar dari Papa."Maxime tidak terbujuk oleh perkataannya. "Kalau mau belajar dariku, ikuti kakakmu dan uruslah perusahaan keluarga."Riki menggaruk-garuk kepalanya ketika diminta mengurus perusahaan.Sayangnya, dia benar-benar tidak suka menjadi bos.Dia hanya ingin menjadi seorang penyanyi.Dia mewarisi bakat musik yang kuat dari Reina dan merupakan penyanyi generasi baru.Reina juga memahami kebenaran bahwa setiap anak memiliki potensinya sendiri dan keempat anaknya pun berbeda."Sudah, biarkan Riki melakukan apa pun yang dia inginkan, toh ada Riko yang ngurus perusahaan.""Atau nanti kalau Leo dan Liam sudah besar, mereka juga bisa bantu ngurus perusahaan."Maxime langsung diam begitu Reina berbicara.Riki berterima kasih kepad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2299

    Revin memang cukup terlambat saat menikah. Belakangan, dia menelepon Reina dan mengatakan bahwa dia punya anak.Maxime sedikit tercengang. "Dia punya anak dari mana? Bukannya dia nggak nikah?"Sejujurnya, Maxime juga mengagumi Revin.Sebagai seorang pria, dia sangat menyukai Reina dengan sepenuh hati dan perasannya tidak pernah berubah.Maxime menduga bahwa Revin tidak pernah menikah karena Reina.Setiap kali mendengar tentang Revin, Maxime langsung ketakutan, takut pria ini akan datang dan merebut istrinya."Katanya sih bayi tabung," kata Reina.Maxime mendengarkan dengan serius. "Siapa ibu dari anak itu?"Reina menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu, katanya sih rahasia dan nggak ada yang tahu siapa ibu dari anak itu. Tapi, Revin sangat luar biasa. Gen yang dia pilih pasti sangat bagus juga."Mendengar ini, Maxime mengangguk setuju.Hatinya sangat lega.Dia sudah sangat tua, sekarang Revin akhirnya memiliki seorang anak sendiri. Dia seharusnya tidak lagi akan memiliki ketertarikan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2298

    Jess tidak tahu apa yang ada di pikiran Erik. Dia mengangkat tangannya dan menepuk pundaknya. "Bodoh, mana mungkin aku nikah sama orang lain, aku saja sudah punya kamu sama anak kita."Erik menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tahu kalau istriku ini memang sangat mencintaiku. Cuma aku, 'kan?"Jess ragu-ragu sejenak, tetapi dengan cepat mengangguk."Ya, tentu saja."Keraguannya yang sangat tipis ini masih bisa ditangkap oleh Erik.Itu juga pertama kalinya Erik menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu peka dan perasa, seperti seorang wanita.Dulu, hanya wanita yang selalu khawatir dia macam-macam. Sekarang, keadaan berbalik dan dia selalu mengkhawatirkan Jess.Ada pepatah yang ternyata memang benar.Jika dunia bertanya apa itu cinta, cinta adalah sesuatu yang bisa menaklukkan segalanya.Jess adalah orang yang bisa menaklukkannya....Lima belas tahun telah berlalu.Tanpa disadari, keempat putra Reina dan Maxime telah tumbuh dewasa dan semuanya sangat tampan.Riko adalah yang paling

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2297

    Entah kebetulan atau tidak, Jess yang saat itu berada jauh di Kota Simaliki juga bermimpi.Dalam mimpi itu, dia benar-benar menikah dengan Morgan dan memiliki seorang anak.Ketika terbangun dari mimpi itu, entah kenapa hati Jess terasa kosong. Dia tidak tahu kenapa ada emosi rumit di dalam hatinya.Dia menoleh ke samping, melihat seorang anak kecil yang sedang tidur di sampingnya.Di sisi anak itu ada suaminya, Erik.Wajah pria itu terlihat tampan saat tidur. Saat sinar matahari menyinarinya, dia terlihat makin memukau.Sudut mulut Jess tanpa sadar terangkat. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh putranya yang menggemaskan, sebelum meletakkan tangannya di sisi wajah Erik dan menyentuhnya.Erik merasakan sentuhan di wajahnya. Dengan mata terpejam, dia mengangkat tangannya dan meraih tangan Jess, menariknya ke pelukannya."Tanganmu dingin? Sini aku hangatkan." Dia bahkan tidak membuka matanya dan apa yang dia lakukan tampak natural.Jess memperhatikan tindakannya dan hatinya menjadi hanga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2296

    Mata sipit Maxime sedikit menyipit. "Apa itu?"Sulit untuk menyembunyikan ketegangan di wajah Morgan."Itu cuma koran. Aku bosan dan mau mengisi waktu luang. Jangan diambil, ya?"Melihat raut wajahnya, Maxime tahu bahwa itu jelas bukan koran biasa.Maxime kembali menepis Morgan, berjalan dengan cepat untuk mengambil koran itu.Maxime membukanya dan isinya penuh dengan informasi tentang Jess.Morgan menerjang ke arah Maxime, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Namun, dengan kondisi fisiknya saat ini, Maxime bisa menghindar dengan mudah.Suara Morgan terdengar serak, "Kembalikan, ini milikku!"Maxime menatapnya dengan acuh."Sepertinya kamu lebih peduli sama asistenmu itu daripada Nana."Morgan tersipu malu."Apa kamu bercanda? Siapa juga yang suka sama dia. Aku nggak tertarik sedikit pun sama dia."Dia masih bersikap keras kepala.Maxime bisa melihatnya. Aktingnya benar-benar sangat kentara."Kalau begitu akan aku bawakan koran lain biar kamu bisa baca."Setelah mengatakan itu, Max

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2295

    "Sekarang, semuanya sudah jelas, jadi mulai sekarang kamu nggak perlu menjagaku lagi. Aku baik-baik saja," kata Reina.Namun, Maxime menggelengkan kepalanya. "Nggak, sekarang aku nggak terbiasa."Dia mengikuti Reina setiap hari, jadi tidak terbiasa jika harus terpisah darinya.Reina tidak berdaya ketika melihat ini."Baiklah, tapi kamu harus berubah secara perlahan."Terus menempel pada orang lain juga cukup merepotkan.Dia juga menginginkan waktu untuk dirinya sendiri.Maxime mengiakan, "Ya, terserah kamu saja."Keesokan harinya.Maxime benar-benar tidak mengikuti Reina ke tempat kerja. Dia mengutus seseorang untuk menjaganya, sementara dia sendiri kembali ke IM Group untuk bekerja.Ketika Gaby dan Sisil mengetahui bahwa Maxime telah kembali ke IM Group, mereka semua terlihat terkejut."Kenapa Pak Maxime tiba-tiba berubah pikiran?" Gaby terkejut.Sisil berbisik, "Bos, apa kalian bertengkar?"Reina menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, hubungan kami baik-baik saja. Aku mencoba bicara ba

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status