Share

Bab 2040

Penulis: Kacang Merah
Jess membuka pintu rumah barunya bersama Erik dan mendapati di dalamnya kosong.

Dia pikir Erik benar-benar pergi bekerja, jadi dia tidak menelepon Erik untuk bertanya.

Dia duduk di sofa, mengeluarkan kartu yang diberikan oleh Morgan dan dengan hati-hati meletakkannya di lapisan paling dalam tasnya.

Kemudian Jess mengirim pesan pada Erik, "Aku sudah ketemu Morgan. Dia baik-baik saja. Aku sudah pulang."

Setelah memberi tahu Morgan kegiatannya hari ini, Jess merasa tidak ada kerjaan. Jadi dia menyapu dan membersihkan seluruh rumah, lalu istirahat sebentar dan mulai masak.

Jess memasak makan malam dan menunggu Erik kembali untuk makan, tapi waktu berlalu dan ternyata Erik tidak kunjung pulang.

Melihat makanan di atas meja sudah dingin, Jess pun khawatir dan menelepon Erik.

Di sisi lain, Erik baru saja sampai dan melihat telepon dari Jess.

Dia sudah melihat pesan teks yang dikirim oleh Jess sebelumnya dan merasa sangat bersalah, jadi dia tidak membalas Jess.

Sekarang saat melihat Jess menel
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2041

    Di kediaman utama Keluarga Andara.Hari ini Sisca datang bersama Talitha dan mengobrol dengan Reina.Talitha baru berusia lebih dari satu tahun dan sudah sangat peka. Dia memperhatikan emosi orang dewasa dan bahkan memberi Reina buah untuk dimakan untuk menyenangkannya.Sisca hanya bisa menghela napas, "Kasihan sekali, anak sekecil ini sudah begitu bijaksana.""Ya."Reina juga merasa kasihan pada Talitha.Reina juga tidak paham kenapa Syena, ibu kandung Talitha bisa begitu acuh pada Talitha.Setelah bermain sebentar, Talitha merasa mengantuk. Supaya tidak mengganggu orang lain, dia berbaring di sofa empuk sendirian dan tertidur.Seorang pelayan yang baik hati langsung menggendong Talitha dan hendak membaringkannya di kasur. Namun, Talitha langsung terbangun. Dia melihat sekeliling dengan gugup dan ketakutan sampai akhirnya matanya tertuju pada Sisca.Sisca langsung berdiri dan memeluknya dari pelukan pelayan."Nggak apa-apa, kita ada di rumah Tante Nana, Mama juga ada di sini." Sisca m

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2042

    Meski Reina kaya, dia tetap harus menjaga anak menantunya.Sama seperti Joanna yang membantunya merawat kedua anaknya.Reina jadi membayangkan apabila masing-masing menantunya melahirkan dua orang anak, itu berarti dia punya delapan orang cucu ....Bagaimana jika nanti terjadi perebutan harta warisan?Reina merasa pusing.Sementara Riki di sampingnya juga sedang membayangkan saat dia besar nanti, dia akan menikahi gadis yang berperilaku baik dan bijaksana seperti Talitha, sehingga seluruh keluarga akan bahagia.Keduanya berdiri di depan pintu dan tenggelam dalam imajinasi masing-masing tentang masa depan.Mereka sampai tidak sadar kalau Maxime berdiri di belakang mereka, "Ngapain kalian berdua terus berdiri di depan pintu? Bukannya di luar dingin?"Suaranya langsung membuat Reina dan Riki tersadar dari lamunan."Ya. Untungnya, ini nggak terlalu dingin."Riki menjawab dengan sendu, "Aku kesepian. Ma, kapan bisa minta Talitha datang main lagi?"Riko yang sedari tadi di ruang kerja pun ke

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2043

    Kali ini Reina datang bersama Gilbert."Paman, tolong buatkan surat keterangan. Kuharap hukuman Rizki lebih ringan.""Oke."Keduanya masuk ke dalam mobil.Reina bersandar di kursi dan memejamkan matanya yang terasa lelah untuk beristirahat.Entah beberapa saat kemudian, dia terbangun oleh dering ponsel. Reina mengangkat ponselnya, ternyata si direktur rumah sakit jiwa yang meneleponnya."Halo, Pak Direktur? Ada apa?""Bu Reina, ada pasien bernama Marshanda yang meminta bertemu denganmu. Kami harus bagaimana?"Reina pun tersenyum dingin."Dia masih berpura-pura menjadi pasien jiwa?""Sekarang sih terlihat lebih normal, harusnya sudah nggak pura-pura lagi," jawab si direktur rumah sakit."Oh, baiklah."Reina pikir Marshanda bisa terus berpura-pura, tetapi sandiwara Marshanda ternyata hanya berlangsung sesingkat ini. Tampaknya kehidupan orang yang sakit jiwa bukanlah sesuatu yang enak.Dia berkata kepada si sopir, "Ke rumah sakit jiwa."Reina mau bertemu Marshanda.Mereka berdua memiliki

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2044

    Reina membungkuk, meraih dagu Marshanda dengan satu tangan dan mengangkat wajahnya.Saat ini, wajah Marshanda dipenuhi berbagai goresan, seperti kucing besar. Ia kehilangan pesona sebelumnya dan terlihat sangat menakutkan.Ini seharusnya menjadi mahakarya kesabarannya."Marshanda, kamu bilang kamu adalah teman baikku, jadi biar kutanya, kamu pernah merebut suami temanmu? Apa kamu pernah merebut prestasi temanmu? Kamu pernah menyakiti anak temanmu?"Air mata Marshanda mengalir, "Nana .... Bu Reina, aku salah. Aku menyesal banget sekarang, tolong bebaskan aku."Setelah dikirim ke sini, dia mencoba pergi secara diam-diam, tetapi ditangkap beberapa kali.Reina merasa sangat senang melihatnya menjadi seperti ini.Sambil mengibaskan wajah Marshanda, mata Reina dipenuhi dengan ketidakpedulian."Menurutku sih kamu belum sembuh, jadi kamu harus lanjut dirawat."Marshanda merasa seperti disambar petir di siang bolong.Matanya membelalak dan dia menggeleng, "Nggak! Jangan, Bu Reina, tolong jangan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2045

    Tuan Besar Jacob buru-buru mengacak-acak bidak caturnya, "Aduh, penglihatan Kakek sudah nggak bagus, Kakek salah lihat. Ayo main lagi."Alana refleks menghela napas, "Kakek, ini sih namanya Kakek sengaja.""Ya ampun, Kakek bilang 'kan mata Kakek sudah nggak bagus. Begini cara Kakek dan Riko main catur."Alana benar-benar tidak menyangka Tuan Besar Jacob hanyalah seorang pria tua yang nakal, bahkan Riko terpaksa menyenangkan hatinya.Masalahnya, Riko belum pulang dan sekarang permainan diulang.Jovan bergegas keluar begitu mendengar perdebatan mereka berdua."Sudahlah, Kakek, Alana 'kan lagi hamil. Biarkan saja dia."Baru pada saat itulah Tuan Besar Jacob teringat.Dia buru-buru berkata, "Oh, ya, ya. Ya ampun, ingatanku ini.""Alana, kali ini kamu yang menang," kata Tuan Besar Jacob dengan segera.Dia sebenarnya merasa takut.Sebenarnya, barusan Tuan Besar Jacob bukannya sengaja, dia memang lupa.Seiring bertambahnya usia, ingatannya sudah tidak sekuat dulu. Dia bisa mengingat banyak ha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2046

    Jovan sontak terkejut. Marshanda sudah gila, ya?Dia ternyata masih berpura-pura gila!"Oke."Jovan pun melangkah maju dan mengambil ponselnya, "Kalian makan duluan saja, nanti kususul. Aku mau telepon balik dulu buat menanyakan detail situasinya."Jovan pun berjalan keluar sambil membawa ponselnya.Alana membantu Tuan Besar Jacob duduk di sebelah meja makan sambil bergumam, "Memangnya itu sesuatu yang nggak bisa kamu bicarakan di rumah? Masa iya harus pergi ke luar segala?"Tuan Besar Jacob menyadari Alana terlihat kesal, jadi setelah duduk pun dia bertanya, "Kenapa sih si Marshanda itu selalu menghantui Jovan?"Dia paling membenci wanita seperti Marshanda."Entahlah," jawab Alana dengan jujur."Kakek kenal Marshanda juga?" tanya Alana dengan penasaran."Mana mungkin nggak? Dia nyaris membuat Jovan kehilangan akal sehatnya beberapa tahun yang lalu. Setelah itu Jovan tersadar, jadi berhenti berinteraksi dengannya.""Ternyata dia malah menghubungi Jovan lagi," kata Tuan Besar Jacob samb

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2047

    "Masa selama itu?" tanya Jovan sambil menggaruk kepalanya.Paling hanya sepuluh menit dari dia keluar, menelepon, lalu kembali masuk, 'kan?"Menurutmu? Kayaknya kamu sudah nggak perlu makan lagi," sahut Tuan Besar Jacob dengan dingin.Jovan menyadari kakeknya sedang marah. Dia pun mengerjapkan matanya pada Alana untuk bertanya apa yang sedang terjadi.Alana memperhatikan kode dari Jovan, tetapi dia berpura-pura tidak melihatnya. Dia menundukkan kepalanya dan melanjutkan makan sambil berkata, "Kakek, makanan hari ini enak juga.""Makanlah lebih banyak kalau enak," jawab Tuan Besar Jacob dengan lembut dan ramah, nada bicaranya dengan Alana bertolak belakang sekali saat dengan Jovan.Jovan berjalan, duduk untuk makan dan berkata sambil tersenyum, "Keterampilan memasakku lumayan juga, 'kan? Aku sudah bisa masak delapan macam hidangan sekarang."Namun, tidak ada yang memberikannya tanggapan apa pun sehingga Jovan terdiam kikuk.Alana dan Tuan Besar Jacob sibuk makan dan terus mengabaikan Jo

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2048

    Jovan pun mencondongkan tubuh ke arah Alana."Sungguh?""Terus, kenapa wajahmu merah begitu?" tanya Jovan sambil memperhatikan wajah Alana.Alana langsung berdiri membelakangi Jovan."Kayaknya kepanasan, suhu pemanas ruangan terlalu tinggi. Biar kukecilkan."Alana pun berjalan pergi untuk mengatur suhu pemanas.Jovan mengikutinya, "Hati-hati, pelan-pelan jalannya. Jangan terburu-buru."Entah kenapa, Alana merasa sangat panik."Iya, nggak buru-buru," jawab Alana dengan tegas.Jovan hanya tersenyum melihatnya tanpa mengatakan apa-apa.Alana memperhatikan tatapannya dan wajahnya menjadi semakin merah. Dia menurunkan suhu pemanas, lalu berbalik dan berkata, "Sudah, ayo tidur. Aku ngantuk."Mereka berdua sekarang tidur di ranjang yang terpisah, tapi masih satu kamar.Alana bergegas ke tempat tidur, lalu melepas mantelnya dan bergelung di bawah selimut.Jovan juga tidak bisa terus mengusik Alana, jadi dia berbaring di tempat tidur di sebelah Alana.Malam belum terlalu larut. Alana sama sekal

Bab terbaru

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2303

    Reina menutup telepon dan akhirnya merasa lega.Selama Syena tidak melakukan sesuatu yang buruk, semuanya tidak apa-apa.Dia sudah makin berumur dan hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik.Jika Syena melakukan sesuatu yang salah lagi, dia akan menghabisinya....Musim semi berganti menjadi musim gugur.Waktu berlalu dalam sekejap.Dalam sekejap mata, rambut Reina pun dipenuhi dengan uban. Saat ini, Reina hampir berusia tujuh puluh tahun.Beberapa anak laki-lakinya akhirnya menikah. Anak-anak Riko dan Riki sudah duduk di bangku sekolah dasar.Reina mengambil ponselnya. Pada hari itu, dia mendengar anak buahnya berkata, "Bos, Marshanda meninggal."Meninggal adalah sebuah kata yang sering didengar Reina di masa tuanya.Selama bertahun-tahun, mertuanya juga sudah meninggal dunia.Mantan saudara perempuannya, Brigitta, juga meninggal tahun lalu.Ethan menyusul pada paruh pertama tahun ini.Hanya Erina dan suaminya yang tersisa untuk menjaga bisnis Keluarga Yusdwindra.Suami yang Erina d

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2302

    Sisca pergi ke sekolah dan hendak meminta guru untuk memanggil Talitha. Namun, dia melihat Talitha berdiri di depan gedung sekolah dari kejauhan.Di seberang Talitha ada Syena!Ekspresi Sisca langsung berubah.Dia berjalan cepat menghampiri keduanya. "Talitha."Talitha menoleh ke arahnya. "Ibu."Syena langsung marah mendengar putrinya memanggil wanita lain dengan sebutan ibu."Talitha, aku ini ibumu, dia nggak ada hubungan darah denganmu."Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Syena sangat pucat dan kuyu. Tatapan matanya menatap Sisca lekat-lekat.Sisca juga tidak merasa terintimidasi olehnya, menarik putrinya untuk berdiri di sisinya."Syena, saat itu kamulah yang nggak menginginkan Talitha. Sekarang, kamu ingin mendapatkan anakmu lagi?"Talitha menimpali, "Aku cuma punya satu ibu, namanya Sisca. Nama keluargaku juga Santiago. Jadi, kamu pergi saja dan berhenti mencariku."Mendengar apa yang dikatakan putrinya, gelenyar kelegaan menyelimuti benak Sisca.Syena terlihat makin mura

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2301

    Reina beranjak dan melangkah pergi.Marshanda menatap punggungnya dan tiba-tiba berdiri. "Reina."Langkah kaki Reina terhenti dan dia berbalik untuk menatapnya.Tiba-tiba, mata Marshanda menjadi sedikit memerah."Reina! Aku merasa sepertinya aku melakukan kesalahan."Selama sepuluh tahun terakhir, Marshanda telah bermimpi tentang masa lalu hingga berulang kali.Mimpi itu terjadi di masa lalu, ketika dia baru dijemput oleh Anthony.Saat itu, dia tidak memiliki niat licik. Saat pertama kali bertemu Reina, dia merasa bahwa Reina sangat baik.Reina akan memberinya pakaian yang bagus untuk dipakai!Memberikan makanan yang enak untuknya!Reina juga akan berbagi uang saku dengannya!Mungkin karena dia makin tua, ingatannya tentang ketika dia masih muda menjadi begitu jelas, dia pun bernostalgia.Mendengar Marshanda mengakui kesalahannya, Reina menunjukkan kerumitan di antara kedua alisnya."Itu semua sudah berlalu."Dia hanya mengatakan beberapa kata tanpa menyebutkan maaf.Marshanda memperha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2300

    Riki benar-benar tidak berubah, ucapannya sangat manis dan masih terus menempel kepadanya.Maxime hendak mengatakan sesuatu tentangnya.Riki melepaskan pelukannya pada Reina dan memujinya."Papa, hari ini Papa bersinar banget dan makin jantan saja. Aku mau belajar dari Papa."Maxime tidak terbujuk oleh perkataannya. "Kalau mau belajar dariku, ikuti kakakmu dan uruslah perusahaan keluarga."Riki menggaruk-garuk kepalanya ketika diminta mengurus perusahaan.Sayangnya, dia benar-benar tidak suka menjadi bos.Dia hanya ingin menjadi seorang penyanyi.Dia mewarisi bakat musik yang kuat dari Reina dan merupakan penyanyi generasi baru.Reina juga memahami kebenaran bahwa setiap anak memiliki potensinya sendiri dan keempat anaknya pun berbeda."Sudah, biarkan Riki melakukan apa pun yang dia inginkan, toh ada Riko yang ngurus perusahaan.""Atau nanti kalau Leo dan Liam sudah besar, mereka juga bisa bantu ngurus perusahaan."Maxime langsung diam begitu Reina berbicara.Riki berterima kasih kepad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2299

    Revin memang cukup terlambat saat menikah. Belakangan, dia menelepon Reina dan mengatakan bahwa dia punya anak.Maxime sedikit tercengang. "Dia punya anak dari mana? Bukannya dia nggak nikah?"Sejujurnya, Maxime juga mengagumi Revin.Sebagai seorang pria, dia sangat menyukai Reina dengan sepenuh hati dan perasannya tidak pernah berubah.Maxime menduga bahwa Revin tidak pernah menikah karena Reina.Setiap kali mendengar tentang Revin, Maxime langsung ketakutan, takut pria ini akan datang dan merebut istrinya."Katanya sih bayi tabung," kata Reina.Maxime mendengarkan dengan serius. "Siapa ibu dari anak itu?"Reina menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu, katanya sih rahasia dan nggak ada yang tahu siapa ibu dari anak itu. Tapi, Revin sangat luar biasa. Gen yang dia pilih pasti sangat bagus juga."Mendengar ini, Maxime mengangguk setuju.Hatinya sangat lega.Dia sudah sangat tua, sekarang Revin akhirnya memiliki seorang anak sendiri. Dia seharusnya tidak lagi akan memiliki ketertarikan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2298

    Jess tidak tahu apa yang ada di pikiran Erik. Dia mengangkat tangannya dan menepuk pundaknya. "Bodoh, mana mungkin aku nikah sama orang lain, aku saja sudah punya kamu sama anak kita."Erik menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tahu kalau istriku ini memang sangat mencintaiku. Cuma aku, 'kan?"Jess ragu-ragu sejenak, tetapi dengan cepat mengangguk."Ya, tentu saja."Keraguannya yang sangat tipis ini masih bisa ditangkap oleh Erik.Itu juga pertama kalinya Erik menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu peka dan perasa, seperti seorang wanita.Dulu, hanya wanita yang selalu khawatir dia macam-macam. Sekarang, keadaan berbalik dan dia selalu mengkhawatirkan Jess.Ada pepatah yang ternyata memang benar.Jika dunia bertanya apa itu cinta, cinta adalah sesuatu yang bisa menaklukkan segalanya.Jess adalah orang yang bisa menaklukkannya....Lima belas tahun telah berlalu.Tanpa disadari, keempat putra Reina dan Maxime telah tumbuh dewasa dan semuanya sangat tampan.Riko adalah yang paling

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2297

    Entah kebetulan atau tidak, Jess yang saat itu berada jauh di Kota Simaliki juga bermimpi.Dalam mimpi itu, dia benar-benar menikah dengan Morgan dan memiliki seorang anak.Ketika terbangun dari mimpi itu, entah kenapa hati Jess terasa kosong. Dia tidak tahu kenapa ada emosi rumit di dalam hatinya.Dia menoleh ke samping, melihat seorang anak kecil yang sedang tidur di sampingnya.Di sisi anak itu ada suaminya, Erik.Wajah pria itu terlihat tampan saat tidur. Saat sinar matahari menyinarinya, dia terlihat makin memukau.Sudut mulut Jess tanpa sadar terangkat. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh putranya yang menggemaskan, sebelum meletakkan tangannya di sisi wajah Erik dan menyentuhnya.Erik merasakan sentuhan di wajahnya. Dengan mata terpejam, dia mengangkat tangannya dan meraih tangan Jess, menariknya ke pelukannya."Tanganmu dingin? Sini aku hangatkan." Dia bahkan tidak membuka matanya dan apa yang dia lakukan tampak natural.Jess memperhatikan tindakannya dan hatinya menjadi hanga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2296

    Mata sipit Maxime sedikit menyipit. "Apa itu?"Sulit untuk menyembunyikan ketegangan di wajah Morgan."Itu cuma koran. Aku bosan dan mau mengisi waktu luang. Jangan diambil, ya?"Melihat raut wajahnya, Maxime tahu bahwa itu jelas bukan koran biasa.Maxime kembali menepis Morgan, berjalan dengan cepat untuk mengambil koran itu.Maxime membukanya dan isinya penuh dengan informasi tentang Jess.Morgan menerjang ke arah Maxime, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Namun, dengan kondisi fisiknya saat ini, Maxime bisa menghindar dengan mudah.Suara Morgan terdengar serak, "Kembalikan, ini milikku!"Maxime menatapnya dengan acuh."Sepertinya kamu lebih peduli sama asistenmu itu daripada Nana."Morgan tersipu malu."Apa kamu bercanda? Siapa juga yang suka sama dia. Aku nggak tertarik sedikit pun sama dia."Dia masih bersikap keras kepala.Maxime bisa melihatnya. Aktingnya benar-benar sangat kentara."Kalau begitu akan aku bawakan koran lain biar kamu bisa baca."Setelah mengatakan itu, Max

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2295

    "Sekarang, semuanya sudah jelas, jadi mulai sekarang kamu nggak perlu menjagaku lagi. Aku baik-baik saja," kata Reina.Namun, Maxime menggelengkan kepalanya. "Nggak, sekarang aku nggak terbiasa."Dia mengikuti Reina setiap hari, jadi tidak terbiasa jika harus terpisah darinya.Reina tidak berdaya ketika melihat ini."Baiklah, tapi kamu harus berubah secara perlahan."Terus menempel pada orang lain juga cukup merepotkan.Dia juga menginginkan waktu untuk dirinya sendiri.Maxime mengiakan, "Ya, terserah kamu saja."Keesokan harinya.Maxime benar-benar tidak mengikuti Reina ke tempat kerja. Dia mengutus seseorang untuk menjaganya, sementara dia sendiri kembali ke IM Group untuk bekerja.Ketika Gaby dan Sisil mengetahui bahwa Maxime telah kembali ke IM Group, mereka semua terlihat terkejut."Kenapa Pak Maxime tiba-tiba berubah pikiran?" Gaby terkejut.Sisil berbisik, "Bos, apa kalian bertengkar?"Reina menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, hubungan kami baik-baik saja. Aku mencoba bicara ba

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status