Share

Bab 1643

Penulis: Kacang Merah
Larut malam, di dalam ruang privat sebuah bar.

Melisha bersandar di pelukan seorang pria, menangis pada pria itu tentang kesulitannya.

Pria itu menghiburnya, "Bersabarlah, nanti kalau kita sudah dapat properti Keluarga Sunandar, kita akan punya segalanya."

"Nggak gampang tahu. Maxime itu hebat, sekarang dia ada di masa jayanya. Bukan cuma berhasil merebut Grup Rajawali balik, dia juga punya empat putra ...." Melisha menghela napas, "Situasinya sulit buat Tommy, anak kita."

Kelicikan muncul di mata pria itu, "Apa nggak ada cara untuk menyingkirkannya?"

Melisha menatap pria itu dengan kaget.

"Apa kamu bercanda?"

"Melisha, kalau kamu nggak berani melakukannya, suruh Rendy saja," saran pria itu.

Melisha menggeleng, "Rendy takut sama Maxime. Mana berani dia menyakiti Maxime dan anak-anaknya."

"Kamu harus lebih membujuknya." Pria itu berbisik pada Melisha apa yang harus dilakukan.

Melisha mendengarkan dalam diam, "Maksudmu, dia dan Reina ...."

"Dengan temperamen Maxime, kalau Rendy benar-ben
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Omah All Miyati
makin tidak jelas..alur ceritanya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1644

    Diego pun bertanya dengan cemas saat melihat wajah pucat Reina."Kak, kamu kenapa?"Reina menggeleng, "Nggak apa-apa.""Ayo, masuk ke mobil, aku antar ke dokter." Diego tidak ingin terjadi apa-apa pada Reina, sumber kekayaannya."Nggak perlu."Reina menyingkirkan tangan Diego yang terulur, melihat sekilas ke batu nisan Treya, menahan rasa pusingnya dan berjalan kembali.Namun setelah beberapa langkah, pandangannya jadi gelap, Reina jatuh.Diego langsung menghampiri dan membantunya berdiri."Kak!"Dia buru-buru memapah Reina dan langsung membawanya ke mobil."Ayo cepat ke rumah sakit," ucap Diego pada sopir setelah masuk ke mobil....Setelah terbangun, kepala Reina masih terasa pusing dan beberapa bagian ingatan muncul silih berganti.Dua orang pun masuk ke kamarnya.Reina akhirnya melihat orang di depannya dengan jelas."Gimana rasanya? Mana yang sakit?" tanya Maxime dengan lembut.Diego yang berada di belakang Maxime juga berkata dengan cemas, "Kak, kamu benar-benar bikin aku ketakut

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1645

    Reina tidak mengerti apa maksud Maxime sampai tubuhnya dibaringkan ke kasur.Dia langsung membungkus dirinya dengan selimut dengan erat, matanya penuh kewaspadaan, "Jangan main-main!"Mata Maxime memerah, dia mencubit dagu Reina."Nana, aku ini pria normal."Mereka sudah lama sekali tidak melakukannya, setiap hari mereka selalu bersama. Justru kalau tidak melakukannya, Maxime berpikir dia benar-benar sakit.Reina hendak melarikan diri, tapi ditarik kembali oleh Maxime.Reina tidak bisa kabur, ciuman Maxime pun mulai memenuhi tubuhnya.Reina merasa sesak napas dan tidak bisa berpikir jernih.Tepat saat Reina sedang menikmati, terdengar suara pengganggu, "Mama.""Mama."Riko dan Riki yang sudah pulang dari sekolah memanggilnya dari lantai bawah.Wajah tampan Maxime langsung terlihat suram. Dia mengatur agar Sisil, Brigitta dan Gaby pergi.Mendengar suara kedua anak kecil itu semakin dekat, Reina berusaha keras untuk mendorong Maxime.Maxime tidak punya pilihan selain berhenti.Reina lang

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1646

    Maxime yang tidak mengerti apa-apa pun melangkah maju dan membuka paket itu. Begitu melihat apa yang ada di dalamnya, ekspresinya sontak menjadi kaku.Reina ikut melangkah maju dengan malu-malu, lalu bertanya sambil menunjuk boneka itu, "Gimana? Suka? Aku nggak akan keberatan kok."Kekesalan Maxime pun tersulut.Ini adalah pertama kalinya ada yang berani memberikan sesuatu seperti ini kepadanya. Maxime berusaha menahan amarahnya sambil bertanya, "Nana, apa kamu nggak merasa ini keterlaluan?"Reina sontak tertegun."Hah?"Dia malah merasa sesuatu seperti ini biasa saja dan bukan masalah besar."Kamu jangan salah paham. Menurutku setiap orang pasti punya kebutuhan fisiologisnya masing-masing dan aku menghormatimu. Gimanapun juga, kita ini suami-istri, 'kan?"Maxime menyadari bahwa Reina sama sekali tidak mengerti maksudnya, jadi dia akhirnya berbalik badan dan berjalan pergi.Reina hanya mengernyit bingung menatap Maxime yang pergi dengan marah."Aku awalnya terpikir untuk mencari seoran

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1647

    Reina hanya diam di pelukan Maxime sambil mendengarkan igauan pria itu. Entah kenapa Reina jadi merasa sedih."Sudah, sudah, nggak apa-apa," hibur Reina sambil menepuk-nepuk punggung Maxime. "Tidurlah lagi."Maxime pun memeluk Reina makin erat dan akhirnya jatuh tertidur lagi.Reina juga membiarkan Maxime memeluknya. Setelah memastikan bahwa pria itu sudah benar-benar pulas, barulah Reina menarik kembali tangannya dengan perlahan.Sekarang giliran Reina yang tidak bisa tidur. Dia duduk merenung di teras sambil menikmati semilir angin.Maxime baru bangun pukul enam pagi dengan kepala yang terasa begitu sakit.Dia menatap selimut yang tersampir di tubuhnya dengan bingung.Berdasarkan ingatannya yang samar-samar itu, sepertinya Reina ada bersamanya setelah dia pulang? Kenapa sekarang tidak terlihat lagi?Maxime pikir dia hanya bermimpi, jadi dia mandi di lantai atas dan berganti pakaian sebelum akhirnya lanjut tidur.Reina bisa mendengar pergerakan Maxime. Setelah melihat bahwa Maxime bai

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1648

    "Ayo ke sini, Pa, ini sup buatanku sendiri buatmu. Aku masak berdasarkan resep pengobatan tradisional yang sudah berusia seabad, benar-benar menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Kalau makan ini umur papa bisa jadi tambah panjang," kata Aarav dengan nada menyanjung.Sorot tatapan Tuan Besar Latief langsung berbinar."Sungguh?""Tentu saja, mana mungkin aku bohong? Aku 'kan sengaja pulang dari luar negeri buat mengurus papa supaya papa bisa panjang umur?"Aarav memang pintar sekali menyenangkan hati Tuan Besar Latief, sangat berbeda dengan ayahnya Maxime yang tidak bisa diandalkan itu.Itulah alasannya kenapa Tuan Besar Latief lebih sayang pada Aarav."Aarav, kamu memang keturunanku yang paling berbakti," puji Tuan Besar Latief.Padahal, semua orang tahu bahwa manusia pasti akan menua.Namun, Tuan Besar Latief menolak menua ataupun mati.Dia bahkan sampai transfusi darah di rumah sakit demi menjaga dirinya tetap awet muda dan energik."Aduh, nggak kok, Pa! Menurutku adikku dan keturunan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1649

    Reina berjalan mengikuti Maxime keluar, menghirup udara segar membuatnya merasa seperti terlahir kembali."Makasih sudah menyelamatkanku," ucap Reina."'Kan sudah kubilang mulai sekarang kamu nggak perlu bilang terima kasih kepadaku?" sahut Maxime sambil melepaskan genggaman tangannya.Padahal mereka itu suami istri, tapi Reina selalu saja sungkan dengan Maxime."Maaf, aku lupa," jawab Reina dengan kikuk."Nggak usah minta maaf," kata Maxime lagi.Reina sontak merasa tertohok.Rasanya apa pun yang dia katakan sekarang jadi salah."Ya oke," jawab Reina sambil menundukkan kepalanya seperti seorang anak kecil yang habis berbuat salah.Maxime jadi merasa bersalah, "Ayo, kuantar kamu istirahat.""Iya."Reina pun berjalan mengikuti Maxime menuju kediaman mereka.Maxime menyuruh para pelayan untuk pergi meninggalkannya dan Reina berduaan saja di rumah.Reina yang sudah merasa lebih bebas langsung duduk di sofa. Beberapa saat kemudian, barulah dia mendadak teringat sesuatu, "Eh iya, kita nggak

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1650

    "Apa?" kata Rendy dengan kaget, lalu lanjut menyindir, "Dasar wanita nggak tahu malu satu itu! Kukira dia memang wanita hebat karena sebelumnya bersikap sok berwibawa begitu. Lagian, bukannya Maxime itu hebat? Masa dia nggak berani mengurus adiknya?"Ekspresi Rendy terlihat sangat menghina. Dia memang sedang merasa begitu kesal karena ada orang lain yang bisa mendapatkan apa yang tidak bisa dia dapatkan.Melisha menyadari perubahan ekspresi Rendy dan tentu saja bisa membaca niat jahat dalam benak suaminya itu.Dia tidak peduli lagi."Sayang, aku tahu dari dulu kamu menginginkannya. Biar kubantu kamu mendapatkannya.""Sayang, kamu ini bicara apa sih?" tanya Rendy berpura-pura bingung sambil menatap Melisha dengan kaget. "Aku 'kan hanya mencintaimu."Rasanya Melisha jadi mual melihat akting Rendy yang pura-pura bodoh."Aku tahu kamu mencintaiku, tapi aku juga tahu kamu menginginkan Reina. Aku nggak mau jadi wanita pencemburu kayak di luar sana. Aku cuma ingin membuatmu bahagia."Sorot ta

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1651

    Reina menengadah dan kebetulan bertatapan dengan Melisha."Kenapa kamu sendirian di sini? Mau ngobrol nggak sama yang lain?" tanya Melisha."Nggak perlu, terima kasih. Aku lebih suka sendirian," jawab Reina.Melisha tersenyum tipis, "Oke deh."Reina pikir Melisha akan langsung pergi, tidak disangka Melisha malah duduk di samping Reina.Melihat Reina menatap dirinya, Melisha pun berkata, "Sebenarnya aku juga nggak suka keramaian. Kebetulan kamu sendiri, aku juga sendiri. Ya sudah kita berdua aja."Reina jadi tidak enak hati menolaknya.Ditambah, sekarang dia berada di kediaman Keluarga Sunandar, tidak mungkin 'kan dia mengusir orang?Reina menatap ke kejauhan, di mana para senior Keluarga Sunandar saling bercengkrama.Melisha menyesap anggurnya sambil menatap gelas yang ada di depan Reina.Tatapan Melisha terlihat licik, dia berpura-pura mengangkat teleponnya seolah baru melihat berita terkini."Nana, lihat deh ...."Dia menyerahkan ponselnya pada Reina.Reina mengernyit bingung, dia me

Bab terbaru

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2303

    Reina menutup telepon dan akhirnya merasa lega.Selama Syena tidak melakukan sesuatu yang buruk, semuanya tidak apa-apa.Dia sudah makin berumur dan hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik.Jika Syena melakukan sesuatu yang salah lagi, dia akan menghabisinya....Musim semi berganti menjadi musim gugur.Waktu berlalu dalam sekejap.Dalam sekejap mata, rambut Reina pun dipenuhi dengan uban. Saat ini, Reina hampir berusia tujuh puluh tahun.Beberapa anak laki-lakinya akhirnya menikah. Anak-anak Riko dan Riki sudah duduk di bangku sekolah dasar.Reina mengambil ponselnya. Pada hari itu, dia mendengar anak buahnya berkata, "Bos, Marshanda meninggal."Meninggal adalah sebuah kata yang sering didengar Reina di masa tuanya.Selama bertahun-tahun, mertuanya juga sudah meninggal dunia.Mantan saudara perempuannya, Brigitta, juga meninggal tahun lalu.Ethan menyusul pada paruh pertama tahun ini.Hanya Erina dan suaminya yang tersisa untuk menjaga bisnis Keluarga Yusdwindra.Suami yang Erina d

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2302

    Sisca pergi ke sekolah dan hendak meminta guru untuk memanggil Talitha. Namun, dia melihat Talitha berdiri di depan gedung sekolah dari kejauhan.Di seberang Talitha ada Syena!Ekspresi Sisca langsung berubah.Dia berjalan cepat menghampiri keduanya. "Talitha."Talitha menoleh ke arahnya. "Ibu."Syena langsung marah mendengar putrinya memanggil wanita lain dengan sebutan ibu."Talitha, aku ini ibumu, dia nggak ada hubungan darah denganmu."Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Syena sangat pucat dan kuyu. Tatapan matanya menatap Sisca lekat-lekat.Sisca juga tidak merasa terintimidasi olehnya, menarik putrinya untuk berdiri di sisinya."Syena, saat itu kamulah yang nggak menginginkan Talitha. Sekarang, kamu ingin mendapatkan anakmu lagi?"Talitha menimpali, "Aku cuma punya satu ibu, namanya Sisca. Nama keluargaku juga Santiago. Jadi, kamu pergi saja dan berhenti mencariku."Mendengar apa yang dikatakan putrinya, gelenyar kelegaan menyelimuti benak Sisca.Syena terlihat makin mura

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2301

    Reina beranjak dan melangkah pergi.Marshanda menatap punggungnya dan tiba-tiba berdiri. "Reina."Langkah kaki Reina terhenti dan dia berbalik untuk menatapnya.Tiba-tiba, mata Marshanda menjadi sedikit memerah."Reina! Aku merasa sepertinya aku melakukan kesalahan."Selama sepuluh tahun terakhir, Marshanda telah bermimpi tentang masa lalu hingga berulang kali.Mimpi itu terjadi di masa lalu, ketika dia baru dijemput oleh Anthony.Saat itu, dia tidak memiliki niat licik. Saat pertama kali bertemu Reina, dia merasa bahwa Reina sangat baik.Reina akan memberinya pakaian yang bagus untuk dipakai!Memberikan makanan yang enak untuknya!Reina juga akan berbagi uang saku dengannya!Mungkin karena dia makin tua, ingatannya tentang ketika dia masih muda menjadi begitu jelas, dia pun bernostalgia.Mendengar Marshanda mengakui kesalahannya, Reina menunjukkan kerumitan di antara kedua alisnya."Itu semua sudah berlalu."Dia hanya mengatakan beberapa kata tanpa menyebutkan maaf.Marshanda memperha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2300

    Riki benar-benar tidak berubah, ucapannya sangat manis dan masih terus menempel kepadanya.Maxime hendak mengatakan sesuatu tentangnya.Riki melepaskan pelukannya pada Reina dan memujinya."Papa, hari ini Papa bersinar banget dan makin jantan saja. Aku mau belajar dari Papa."Maxime tidak terbujuk oleh perkataannya. "Kalau mau belajar dariku, ikuti kakakmu dan uruslah perusahaan keluarga."Riki menggaruk-garuk kepalanya ketika diminta mengurus perusahaan.Sayangnya, dia benar-benar tidak suka menjadi bos.Dia hanya ingin menjadi seorang penyanyi.Dia mewarisi bakat musik yang kuat dari Reina dan merupakan penyanyi generasi baru.Reina juga memahami kebenaran bahwa setiap anak memiliki potensinya sendiri dan keempat anaknya pun berbeda."Sudah, biarkan Riki melakukan apa pun yang dia inginkan, toh ada Riko yang ngurus perusahaan.""Atau nanti kalau Leo dan Liam sudah besar, mereka juga bisa bantu ngurus perusahaan."Maxime langsung diam begitu Reina berbicara.Riki berterima kasih kepad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2299

    Revin memang cukup terlambat saat menikah. Belakangan, dia menelepon Reina dan mengatakan bahwa dia punya anak.Maxime sedikit tercengang. "Dia punya anak dari mana? Bukannya dia nggak nikah?"Sejujurnya, Maxime juga mengagumi Revin.Sebagai seorang pria, dia sangat menyukai Reina dengan sepenuh hati dan perasannya tidak pernah berubah.Maxime menduga bahwa Revin tidak pernah menikah karena Reina.Setiap kali mendengar tentang Revin, Maxime langsung ketakutan, takut pria ini akan datang dan merebut istrinya."Katanya sih bayi tabung," kata Reina.Maxime mendengarkan dengan serius. "Siapa ibu dari anak itu?"Reina menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu, katanya sih rahasia dan nggak ada yang tahu siapa ibu dari anak itu. Tapi, Revin sangat luar biasa. Gen yang dia pilih pasti sangat bagus juga."Mendengar ini, Maxime mengangguk setuju.Hatinya sangat lega.Dia sudah sangat tua, sekarang Revin akhirnya memiliki seorang anak sendiri. Dia seharusnya tidak lagi akan memiliki ketertarikan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2298

    Jess tidak tahu apa yang ada di pikiran Erik. Dia mengangkat tangannya dan menepuk pundaknya. "Bodoh, mana mungkin aku nikah sama orang lain, aku saja sudah punya kamu sama anak kita."Erik menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tahu kalau istriku ini memang sangat mencintaiku. Cuma aku, 'kan?"Jess ragu-ragu sejenak, tetapi dengan cepat mengangguk."Ya, tentu saja."Keraguannya yang sangat tipis ini masih bisa ditangkap oleh Erik.Itu juga pertama kalinya Erik menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu peka dan perasa, seperti seorang wanita.Dulu, hanya wanita yang selalu khawatir dia macam-macam. Sekarang, keadaan berbalik dan dia selalu mengkhawatirkan Jess.Ada pepatah yang ternyata memang benar.Jika dunia bertanya apa itu cinta, cinta adalah sesuatu yang bisa menaklukkan segalanya.Jess adalah orang yang bisa menaklukkannya....Lima belas tahun telah berlalu.Tanpa disadari, keempat putra Reina dan Maxime telah tumbuh dewasa dan semuanya sangat tampan.Riko adalah yang paling

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2297

    Entah kebetulan atau tidak, Jess yang saat itu berada jauh di Kota Simaliki juga bermimpi.Dalam mimpi itu, dia benar-benar menikah dengan Morgan dan memiliki seorang anak.Ketika terbangun dari mimpi itu, entah kenapa hati Jess terasa kosong. Dia tidak tahu kenapa ada emosi rumit di dalam hatinya.Dia menoleh ke samping, melihat seorang anak kecil yang sedang tidur di sampingnya.Di sisi anak itu ada suaminya, Erik.Wajah pria itu terlihat tampan saat tidur. Saat sinar matahari menyinarinya, dia terlihat makin memukau.Sudut mulut Jess tanpa sadar terangkat. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh putranya yang menggemaskan, sebelum meletakkan tangannya di sisi wajah Erik dan menyentuhnya.Erik merasakan sentuhan di wajahnya. Dengan mata terpejam, dia mengangkat tangannya dan meraih tangan Jess, menariknya ke pelukannya."Tanganmu dingin? Sini aku hangatkan." Dia bahkan tidak membuka matanya dan apa yang dia lakukan tampak natural.Jess memperhatikan tindakannya dan hatinya menjadi hanga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2296

    Mata sipit Maxime sedikit menyipit. "Apa itu?"Sulit untuk menyembunyikan ketegangan di wajah Morgan."Itu cuma koran. Aku bosan dan mau mengisi waktu luang. Jangan diambil, ya?"Melihat raut wajahnya, Maxime tahu bahwa itu jelas bukan koran biasa.Maxime kembali menepis Morgan, berjalan dengan cepat untuk mengambil koran itu.Maxime membukanya dan isinya penuh dengan informasi tentang Jess.Morgan menerjang ke arah Maxime, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Namun, dengan kondisi fisiknya saat ini, Maxime bisa menghindar dengan mudah.Suara Morgan terdengar serak, "Kembalikan, ini milikku!"Maxime menatapnya dengan acuh."Sepertinya kamu lebih peduli sama asistenmu itu daripada Nana."Morgan tersipu malu."Apa kamu bercanda? Siapa juga yang suka sama dia. Aku nggak tertarik sedikit pun sama dia."Dia masih bersikap keras kepala.Maxime bisa melihatnya. Aktingnya benar-benar sangat kentara."Kalau begitu akan aku bawakan koran lain biar kamu bisa baca."Setelah mengatakan itu, Max

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2295

    "Sekarang, semuanya sudah jelas, jadi mulai sekarang kamu nggak perlu menjagaku lagi. Aku baik-baik saja," kata Reina.Namun, Maxime menggelengkan kepalanya. "Nggak, sekarang aku nggak terbiasa."Dia mengikuti Reina setiap hari, jadi tidak terbiasa jika harus terpisah darinya.Reina tidak berdaya ketika melihat ini."Baiklah, tapi kamu harus berubah secara perlahan."Terus menempel pada orang lain juga cukup merepotkan.Dia juga menginginkan waktu untuk dirinya sendiri.Maxime mengiakan, "Ya, terserah kamu saja."Keesokan harinya.Maxime benar-benar tidak mengikuti Reina ke tempat kerja. Dia mengutus seseorang untuk menjaganya, sementara dia sendiri kembali ke IM Group untuk bekerja.Ketika Gaby dan Sisil mengetahui bahwa Maxime telah kembali ke IM Group, mereka semua terlihat terkejut."Kenapa Pak Maxime tiba-tiba berubah pikiran?" Gaby terkejut.Sisil berbisik, "Bos, apa kalian bertengkar?"Reina menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, hubungan kami baik-baik saja. Aku mencoba bicara ba

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status