Home / Fantasi / Raja Baru untuk Dunia Kegelapan / 183. Berita Tentang Yuasa

Share

183. Berita Tentang Yuasa

Author: Rai Seika
last update Last Updated: 2024-12-24 21:24:41

Rasa syukur dan kekaguman memancar dari wajah-wajah mereka yang telah disembuhkan Yuasa. Mereka menatap sang raja dengan tatapan penuh hormat, seolah melihat dewa yang turun dari langit. Para tabib dan tenaga medis pun tercengang, kekuatan ajaib Yuasa telah melampaui batas pengetahuan mereka, membuka cakrawala baru dalam dunia pengobatan.

“Rosaline tidak perlu memapahku, aku tidak apa-apa,” ucap lembut Yuasa melepaskan tangan Rosaline yang mencoba membantunya berjalan. Dia sedikit tidak nyaman dengan penilaian berlebih dari orang-orang di sekitarnya. “Mulai sekarang kau tidak bisa lagi mengenakan gaun, aku akan selalu memerlukanmu untuk menjadi pelindungku.”

Rosaline tersenyum, sebuah senyuman yang mengisyaratkan kesetiaan dan kebahagiaan. Ia tidak lagi memapahYuasa, tetapi melingkarkan tangannya dengan mesra di lengan sang raja. “Tidak masalah, Yang Mulia,” jawab Rosaline riang. “Saya akan senang bisa menjadi pengawal Anda lagi.”

Balai Pengobatan kini dipenuhi oleh lautan manusia ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   184. Waktu yang Tepat

    Yuasa dengan hati-hati mengeluarkan kunci rune, ukiran kuno yang berdenyut dengan energi mistis, dan mengarahkannya ke ruang kosong di depannya. Udara berdesir dan bergelombang, seperti kain sutra yang ditiup angin, membentuk pusaran energi yang semakin lama semakin pekat. Gerbang dimensi ke dunia bawah, sebuah portal yang menghubungkan dunia kristal dengan alam kegelapan mulai terbuka. Aurum, dengan wujud manusianya yang gagah, berdiri di samping Yuasa, siap untuk melangkah melintasi gerbang dimensi. Sementara itu, Rosaline dengan cekatan menciptakan lapisan-lapisan barrier pelindung di sekitar Yuasa. Tangannya bergerak lincah, menenun barrier pelindung yang tampak seperti kubah transparan dengan rona kemerahan, melindungi Yuasa dari bahaya yang mungkin mengintai.“Cukup Rosaline,” ucap Yuasa dengan lembut. Dia menyentuh tangan Rosaline untuk menghentikan pekerjaannya. “Ini gerbang dimensi, bukan celah dimensi. Kita sudah pernah memasukinya, meskipun ada tekanan, tetapi barrier yang

    Last Updated : 2024-12-24
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   185. Mengeluarkan Racun

    Yuasa dengan telaten memisahkan racun dari aliran darah Yui. Tidak seperti luka fisik yang bisa dengan mudah disembuhkan. Racun duri tanaman rambat ini telah menyusup ke dalam inti kehidupan Yui, bercampur dalam setiap nadinya. Dengan kemampuannya yang bagai mata air jernih, Yuasa menyelami setiap aliran darah Yui, memisahkan racun yang mengancam jiwa. Waktu merayap perlahan, detik demi detik terasa bagai siksaan bagi mereka yang menunggu.Rafael mondar-mandir bagai singa yang terkurung dalam sangkar, hatinya dipenuhi kecemasan yang menggerogoti. Penjelasan Rosaline bagai angin lalu, tak mampu meredakan badai keraguan dalam dirinya. Ia masih meragukan kemampuan Yuasa, meskipun secerca harapan telah menyala kembali. Sesekali, ia melirik Yui yang terbaring lemah, wajahnya pucat pasi bagai rembulan yang tertutup awan.“Paman, percayalah pada Kakak,” ucap Yuan, suaranya lembut namun penuh keyakinan. Meskipun Yuan masih belum yakin, dia percaya dengan instingnya. Aura Yuasa berbeda dari bi

    Last Updated : 2024-12-25
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   186. Aura Ganjil

    Rafael menatap wajah Yui yang terbaring tak berdaya. Rona wajahnya sudah tidak lagi pucat seperti beberapa waktu lalu. Pergerakan perlahan Yui membuat Rafael merasa lega, seakan mendapatkan secerca cahaya kebahagiaan. Yui mulai siuman, membuka matanya seindah mutiara hitam. “Yui!” seru Rafael penuh kebahagiaan, akhirnya putri tidur itu bangun juga. Gadis itu menoleh ke arah Rafael, berkedip beberapa kali lalu kembali melihat sekeliling. Ruangan yang familiar, sangat mirip dengan kamarnya. “Paman? Ini kamarku?” tanya Yui. Dahinya berkerut, dia ingat masih berada di istana kegelapan bersama dengan Yuan. “Bagaimana bisa aku di sini?”“Kalian sebenarnya ke mana?” tanya Rafael tanpa memberikan penekanan khusus, dia tidak ingin Yui berbohong. “Ada yang memberi kabar menemukan kalian di pinggir hutan dekat perbatasan Blackdragon. Penduduk desa yang menemukan kalian.”“Maaf,” balas Yui merasa bersalah. Tak seharusnya mereka pergi berdua saja, menyusup ke tempat berbahaya. “Aku panik, Paman

    Last Updated : 2024-12-27
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   187. Keraguan Yuan (1)

    Waktu seakan berhenti, Yuan dan Yuasa bergeming seribu bahasa saat Rafael tiba-tiba meluncur bersama dengan Fury, sang naga hitam. Mata kedua pemuda itu saling pandang, tak satupun diantaranya membuka mulut untuk menjelaskan.“Kenapa diam saja? Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Rafael, tangannya berkacak pinggang dan menatap keduanya bergantian.Yuasa, dengan wajah pucat pasi, tersenyum kecut bagai buah lemon. Helaan napas panjang lolos dari bibirnya bagai angin yang terperangkap dalam gua, tak mampu lagi ia bendung. "Paman, kami sedang …," ucap Yuasa terhenti, matanya melirik ke arah Yuan bagai anak kucing yang ketakutan, memohon pertolongan untuk keluar dari jerat situasi yang membelitnya bagai ular piton.Yuan terpaksa menjawab, berat baginya melihat tatapan Yuasa. Dia segera memberikan penjelasan. “Kami sedang berdiskusi,” jawab Yuan jujur. Kejujuran yang membuat berkeringat dingin, mengucur di punggungnya. Pikirannya berkelana menebak-nebak pertanyaan berikutnya.“Diskusi a

    Last Updated : 2024-12-28
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   188. Keraguan Yuan (2)

    Mata hitam jernih berkilau menatap lembut dengan sebuah pelukan yang menghangatkan. Yui melepaskan pelukannya lalu berkata, “Apapun wujudmu Yuan tetap Yuan, tidak ada yang berubah. Bukanlah kau sudah menerima dirimu sendiri? Takdir ini harus kau jalani, keputusan ada ditanganmu Yuan. Apa kau akan menerima perubahan besar itu atau tetap seperti ini?” Yuan mengangguk perlahan, raut wajahnya dipenuhi keteguhan. “Kekuatanku saat ini sangat labil, tetapi jika Kak Yuasa menyatukan kedua kristalku, maka kekuatan tubuhku akan meningkat mengimbangi kekuatan spiritual. Aku akan bisa menandingi Leiz dan juga Nacht.” Helaan napas panjang terdengar dari Yuan yang kini berpindah duduk di pinggir ranjang Yui. “Aku juga bisa mengembalikan dunia ini, menghilangkan kontaminasi. Dengan wujud raja kegelapan, penduduk dunia bawah mungkin akan menerimaku.” Yuan menoleh ke arah Yui, matanya berkaca-kaca, “Tapi Yui, aku tidak bisa ke dunia atas lagi, perubahan penuh itu akan membuatku menjadi perusak di du

    Last Updated : 2024-12-29
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   189. Wujud Raja Kegelapan

    Awan hitam berkumpul membentuk pusaran, seolah badai yang mengaung siap pecah. Di tengah kekacauan itu, telur keemasan bersinar, menjadi pusat dari badai yang menggila. Pusaran angin kencang mengerucut, menunjukkan kekuasaannya dengan setiap hembusan. Bersama kilatan petir dan guntur yang menggelagar, angin menyambar telur keemasan, memperlihatkan permukaan halusnya yang mulai terbuka.Yuan merasakan perubahan dalam dirinya, sebuah transformasi yang telah lama ditunggu. "Kau tidak akan menyesal?" suara familiar bergema dalam benaknya, suara yang telah lama menghilang."Aku akan menerima takdirku, saat ini, kini, dan nanti. Kita akan bersatu dan tak akan terpisah lagi, Yuan dalam diriku."Senyum tipis merekah di wajah sosok yang mirip Yuan, senyuman yang lebih mirip seringai. "Kau akan menerima kekuatanku, kekuatan yang mampu mengguncang dunia!"Detak jantung Yuan semakin cepat, aliran darah berenergi mengalir dalam setiap denyut nadinya, membangkitkan perubahan wujud. Dua tanduk gagah

    Last Updated : 2024-12-29
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   190. Aliansi Dunia Atas (1)

    Pasukan yang sudah berkumpul dan terus berselisih sampai detik ini sekarang terdiam. Tidak ada kata yang terucap saat Yuan mulai memasuki basecamp mereka. Ribuan pasukan berbaris rapi , seolah tersihir, tanpa perlu komando. Kehadiran Yuan menundukkan mereka semua, Sang raja Kegelapan telah bangkit kembali, memberikan sebuah harapan baru. Mereka berlutut penuh rasa khidmat kemudian mengumandangkan seruan serentak.“Hidup Raja Kegelapan!” Rafael tersenyum puas. Kerumitan memimpin pasukan yang sulit diatur kini sirna berkat Yuan. Sekarang dengan adanya Yuan mereka bahkan tidak butuh lagi komando, patuh dan tunduk tanpa syarat. Kekuatan Yuan seperti magnet yang menarik biji besi, pasukan di hadapannya bertekuk lutut.“Seluruh pasukan dari berbagai wilayah, Kota Pertanian Besar, Kota Pertanian kecil, pasukan dari Kediaman Blackdragon dan juga pasukan dari dua belas jenderal dengarkan perintahku!” Suara Yuan menggelegar, penuh wibawa, bak singa yang mengaum.“Siap!” seru serentak semua pa

    Last Updated : 2024-12-30
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   191. Aliansi Dunia Atas (2)

    “Selamat datang di dunia bawah, Ratu Esmeralda,” sambut Yuan lembut. Betapa terkejutnya Ratu Esmeralda melihat sosok Yuan yang bertransformasi sempurna menjadi Raja Kegelapan.“Pa … Pangeran Yuan!” seru Ratu Esmeralda terperangah kaget. Matanya membulat sempurna seakan tidak percaya dengan penglihatannya dia mengucek matanya lalu berkedip beberapa kali sampai akhirnya dia harus menyerah bahwa Yuan benar-benar telah berubah wujud menjadi Raja Kegelapan.“Bisa-bisanya dulu aku berpikir Pangeran Yuan tidak memiliki ambisi, makhluk ini sudah jelas penuh dengan ambisi kekuasaan, semua makhluk dunia bawah sama saja,” pikir Ratu Esmeralda yang merasa tertipu dengan wajah Yuan yang polos dan sikap lembut Yuan.“Bantuan Anda sangat berarti bagi kami, Ratu Esmeralda,” lanjut Yuan membungkuk memberi hormat.“Kau tahu jika ini hanyalah balas budi, setelah pasukanku membantumu, kita impas!” balas Ratu Esmeralda dengan angkuh. Harga dirinya masih tinggi, setinggi langit.“Tentu saja,” jawab Yuan ke

    Last Updated : 2024-12-30

Latest chapter

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   263. Suara Harpa

    Yui dan Yuan berdiri di luar dinding istana, hembusan angin lembut membelai rambut mereka. Jemari mereka dengan hati-hati menaburkan benih-benih ajaib dari dunia atas ke tanah yang dahulu gersang. Di bawah sentuhan mereka, dunia bawah yang dulunya kelam kini dipenuhi berbagai warna—hijau rumput yang merayap, kuning keemasan bunga-bunga liar, segala macam tanaman mulai mengular dari dalam tanah. Yui menoleh, alisnya berkerut melihat saudaranya. "Yuan, kau tidak apa-apa?" tanyanya, memperhatikan kembarannya yang tengah memainkan harpa keemasan—benda legendaris yang diperebutkan banyak makhluk.Yuan menggeleng pelan, jemarinya masih menari di atas senar harpa. "Tidak apa-apa," jawabnya singkat, matanya tetap terfokus pada alat musik di tangannya.Kebangkitan Yuan beberapa waktu lalu sungguh menggemparkan seluruh kerajaan. Bukan hanya wujudnya yang telah berubah sempurna sebagai raja kegelapan, tetapi juga reaksi tidak biasa dari harpa ajaib tersebut. Harpa keemasan itu bersinar terang,

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   262. Benih Kebangkitan

    Cahaya keemasan menyusup di antara dedaunan saat Raja Arlen membimbing Yui menyusuri jalan setapak menuju area tidak jauh dari Pohon Kehidupan. Angin lembut menerbangkan helaian rambut Yui, sementara matanya menangkap sosok Rafael yang tengah berbincang serius dengan Moura di kejauhan, wajah keduanya tampak khidmat di bawah naungan cabang-cabang raksasa."Sebelah sini," ujar Raja Arlen sambil menunjuk dengan jemarinya yang panjang dan ramping. Jubah kerajaannya berdesir lembut menyapu rumput saat ia memimpin Yui menuju sebuah pondok mungil yang hampir tersembunyi di balik rimbunnya aneka bunga warna-warni. Aroma manis nektar merebak di udara, menggelitik indra penciuman.Pintu pondok terbuka dengan derit pelan. Seorang pria melangkah keluar, mengenakan tunik berwarna lumut khas kaum elf yang melekat sempurna di tubuhnya. Namun, tidak seperti para elf lainnya, telinga pria itu tidak meruncing dan wajahnya tidak memancarkan keanggunan abadi yang biasa dimiliki kaum elf."Yoru!" pekik Y

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   261. Undangan

    Yui mendarat dengan lincah setelah melompat dari punggung Fury, naga hitam milik Rafael. Rambut panjangnya melambai tertiup angin saat kakinya menyentuh tanah. Matanya berbinar melihat sosok yang telah menunggunya."Kakak!"Yui menghambur ke pelukan Yuasa, jemarinya mencengkeram erat jubah sang kakak sementara aroma khas dedaunan segar menguar dari tubuh Yuasa. Mata keduanya berkaca-kaca, pertemuan yang menggetarkan jiwa setelah sekian lama terpisah."Kau baik-baik saja, Yui? Bagaimana tubuhmu setelah bangkit kembali?" tanya Yuasa sambil meneliti setiap inci wajah adiknya. Jemarinya yang ramping menyentuh pipi Yui, memancarkan energi keemasan yang menelusuri setiap sel dalam tubuh sang adik. "Setelah semua ini selesai, biarkan kakak menyembuhkanmu."Dahi Yuasa berkerut dalam. Sensasi dingin menjalar dari tubuh Yui—sesuatu yang sangat janggal. Api Suzaku yang seharusnya berkobar hangat kini terasa beku seperti es abadi."Tentu, untuk saat ini kakak fokus saja dengan pernikahan. Urusan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   260. Malam Berbintang

    Malam di Kota Naga. Bintang-bintang bertaburan seperti permata di langit malam Kota Naga. Rafael berdiri sendirian di balkon gedung tertinggi, kedua tangannya mencengkeram pagar besi yang dingin sementara matanya menelusuri konstelasi-konstelasi yang berkilauan. Hembusan angin malam meniup rambut gelapnya, mengirimkan sensasi dingin yang menusuk tulang, namun Rafael tak bergeming.Suara langkah kaki lembut terdengar di belakangnya. Rafael menoleh, alisnya terangkat saat mengenali sosok yang mendekat."Yuichi?"Sosok itu tersenyum. Wajahnya merupakan versi maskulin dari Yui, garis rahang yang sama, mata yang sama, tetapi dengan ketegasan yang hanya dimiliki seorang ayah."Sendirian?" tanya Yuichi, suaranya merdu membelah keheningan malam.Rafael mengangguk pelan, lalu menggerakkan tangannya ke arah kursi kosong di sampingnya. Yuichi melangkah maju dan duduk, jubah hitamnya melambai pelan tertiup angin."Malam ini indah meskipun tanpa bulan," ucap Rafael, matanya kembali menatap cakraw

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   259. Kebangkitan

    Bunga putih mungil bertebaran di aula, mirip kepingan dandelion yang rapuh. Setiap tamu berjalan perlahan, meletakkan bunga kecil tanda penghormatan terakhir. Bunga-bunga itu mencerminkan ketangguhan luar biasa, seperti kehidupan yang bertahan di balik kerasnya dunia bawah, membisu namun tak terkalahkan. Mereka menyebutnya bunga bintang roh. Eirlys menatap Yuan yang terpejam, sosoknya tenang seakan tertidur lelap. Alunan harpa mengalir lembut memenuhi aula, melukiskan kesedihan yang mencekam setiap sudut ruang. Matanya menyipit saat menyadari bunga putih di dekat Yuan mulai membeku, embun es merangkak perlahan mengubah kelopak menjadi kristal dingin. Hawa sejuk mulai merambat, menusuk tulang."Mungkinkah?!"Dalam sekejap, Eirlys bangkit dari tempatnya. Langkahnya cepat mendekati peti kaca tempat Yuan dibaringkan. Jemarinya mendorong penutup tebal dengan tekad membara. Jantungnya berdebar dengan kencang, sebuah api harapan muncul. "Putri Eirlys, relakan Yang Mulia!" Xavier bergerak c

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   258. Kepergian sang Raja

    Senar harpa emas kaum elf bergetar lembut, berbeda dari instrumen biasa. Energi yang digunakan untuk menggerakkan senar ini sangat banyak. Eirlys membiarkan jemarinya terkulai di atas senar, tenaga terampas habis. Napasnya terengah-engah, seakan udara di sekitarnya menghisap oksigen dari paru-parunya."Eirlys!" Lixue melompat mendekati, gemetar mengambil harpa keemasan dari tangan sang adik. Dengan lembut, dia meletakkan instrumen berkilau itu di meja terdekat. "Istirahatlah sekarang." Lengannya melingkari pinggang Eirlys, memapah tubuh lemah itu menuju kursi panjang. Dengan hati-hati, dia mengangkat kaki adiknya dan membiarkan Eirlys setengah berbaring."Kak, bagaimana Yuan?" bisik Eirlys, kekhawatiran menembus kelelahan yang menyelimutinya.Lixue menggenggam tangan adiknya, mencoba menenangkan. "Dia akan baik-baik saja. Ingat, Tuan Xavier dan Tuan Ernest sedang menyiapkan ramuan untuknya." Dalam hati, dia berdoa agar takdir berkata lain. “Semoga Yuan bertahan, setidaknya biarkan Eir

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   257. Liontin Lenora

    Jalanan di depan Yuan terlihat asing. Jalan dengan bebatuan hitam, meskipun itu batu, tetapi tidak terasa seperti batu biasa. Dia mengamati orang-orang yang berjalan menuju ke satu arah yang sama, sebuah gerbang besar di ujung jalan, gerbang yang tidak terlihat jelas tulisan namanya. Yuan masih sangat jauh dari gerbang itu. “Akhirnya perjalanan terakhir,” gumam Yuan yang tahu di mana dia sekarang. Dunia orang mati. Kaki Yuan berhenti melangkah saat seorang wanita dengan jubah putih berdiri di hadapannya, muncul begitu saja hingga dia hampir jatuh tersungkur karena kaget. “Lenora!”“Pangeran Yuan, apa yang Anda lakukan di sini!” Suara Lenora terdengar penuh kekesalan dan amarah seakan dia sedang memarahi seorang anak nakal. “Hah?” Reaksi Yuan mendengar ucapan Lenora. Dia tidak tahu harus menjawab apa, tentu saja dia di sini karena nyawanya sudah terpisah dari tubuhnya. “Kuulangi, Pangeran, ah tidak, Yang Mulia Raja Yuan, kembalilah sekarang juga!” Lenora berkata dengan nada lebih

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   256. Gunjingan

    “Apa aliran air ini sudah dimantrai?” tanya pria yang menampilkan lengan hitamnya. Dia mengambil air dan menyiramkannya ke tangan hitamnya. “Mantra Genbu dari Putri Yui. Dengan adanya mantra ini tidak akan ada pencurian air untuk kepentingan pribadi yang ingin menjual air ini.” Penjaga itu kemudian terlihat menghela napas panjang sebelum kembali berbicara. “Sayangnya, kabar buruk terdengar di istana. Kabarnya Yang mulia saat ini dalam kondisi kritis.” Mendengar penuturan penjaga tersebut, pria yang sepanjang jalan selalu memberikan argumen tidak menyukai raja yang sekarang terlihat marah. “Apa katamu! Lalu kenapa mengundang kami jika dia sendiri dalam keadaan kritis, bukankah dia tidak akan bisa menyembuhkan kami!” suara pria itu terdengar begitu keras hingga mengundang perhatian orang-orang di sekitar. “Tuan tenang saja, di istana semua sudah dipersiapkan.” Penjaga gerbang berusaha menekan amarah pria itu, tetapi tidak berhasil. “Lebih baik kita pulang saja!” Pria dengan lengan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   255. Air di Jalanan Ibukota

    Dunia bawah lebih berwarna. Langit yang biru membawa semangat baru. Kepala desa dan para pemimpin wilayah lainnya menjalankan perintah yang diberikan Yuan, raja mereka untuk mendata dan membawa penduduk dengan tingkat kontaminasi 80 %. Mereka yang telah mengalami kontaminasi bertahun-tahun dipilah dan dibawa ke ibukota untuk bertemu langsung dengan sang raja. “Apa benar kontaminasi ini bisa hilang? Rasanya aku sudah pasrah dengan kondisi ini seumur hidupku.” Pria dengan tangan dan kaki yang sudah menghitam karena kontaminasi terlihat pesimis. Meskipun begitu, setelah menatap langit biru ada secercah harapan di hatinya. “Kalau sang raja bisa menghilangkan kontaminasi di dunia bawah, kurasa bisa juga menghilangkan kontaminasi di tubuhku.” Semua penduduk dengan tingkat kontaminasi parah sudah mulai berangkat menuju ibukota. Mereka menaruh harapan yang sangat besar kepada sang raja, harapan kesembuhan dari kontaminasi yang selama ini menyiksa diri mereka.“Kudengar sang raja masih belia

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status