Home / Fantasi / Raja Baru untuk Dunia Kegelapan / 158. Undangan Peri (1)

Share

158. Undangan Peri (1)

Author: Rai Seika
last update Last Updated: 2024-11-23 20:00:47

Kerajaan Silverstone.

“Yang Mulia, ada surat untuk Anda.” Seorang pengawal masuk dan menyerahkan gulungan perkamen dengan segel di atasnya.

“Terima kasih.” Raja Edward memperhatikan gulungan tersebut. Segel yang menutup surat tersebut terlihat tidak biasa.

“Lambang Kota Avari!” Mata Raja Edward membelalak dan berseru keras hingga pengawal yang baru saja berbalik menoleh kembali.

Sementara seorang pengawal lain baru saja datang memberi salam hormat dan melapor, “Lapor Yang Mulia, Pangeran Rainsword telah tiba di istana bersama dengan Penjaga Dunia Bawah Rafael Blackdragon dan Putri Yui.”

Raja Edward kembali duduk dengan tenang. Dia berusaha terlihat biasa meskipun tangannya gemetar dengan surat dari Kota Avari. “Biarkan mereka masuk.”

“Siap, Yang Mulia!” Pengawal itu memberi hormat dan berbalik kembali untuk menjemput Pangeran Rainsword dan yang lain.

Aula kerajaan kembali sepi, Raja Edward membuka surat tersebut secara perlahan. Dia membaca isi surat tersebut dengan hati-hati. S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   159. Undangan Peri (2)

    Aula menjadi hening saat Erina masuk. Kedua ayah dan anak hanya memandang sosok yang baru saja melewati pintu aula.“Berikan undangan itu padaku!”Suara wanita itu terdengar jelas dan penuh penekanan. “Permaisuri Erina, Rains bilang dia setuju dengan perjodohan ini,” ucap Raja Edward saat wanita itu masih berjalan ke arahnya. “Benar, Ibunda, saya tidak menolaknya jadi….” Belum sempat Rainsword menyelesaikan ucapannya, wanita itu menatap tajam ke arahnya sehingga nyalinya menciut. “Berikan undangannya!” Erina mengulurkan tangan meminta undangan yang ada di dalam surat tersebut. “Ibunda?” Rainsword merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan ekspresi ibunya. Dia tidak terlihat senang. “Rains, apa kau bisa membuat Putri Fiona menjadi permaisuri dan tinggal di Silverstone? Kau lupa dia putri satu-satunya Ratu Esmeralda? Dia calon ratu berikutnya.” Mata biru shapire itu menatap Rainsword begitu dalam. “Bukankah tidak masalah, Ibunda? Fiona bisa menjadi ratu meskipun sudah menikah

    Last Updated : 2024-11-24
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   160. Undangan Peri (3)

    “Tuan Rafael, mungkin ini benar-benar keegoisanku, tetapi aku benar-benar menyukai Fiona dan tidak ingin perjodohan ini dibatalkan,” ucap Rainsword. Dia terlihat canggung namun memberanikan diri, “bisakah Tuan Rafael menolongku?”Rafael tidak langsung menjawab, dia menoleh ke arah Yui. Helaan napas panjang terdengar dan pria kekar itu berdiri juga mengulurkan tangan ke arah Yui. “Yui, kau mau membantunya?”“Tentu!” seru Yui dengan riang dan meraih tangan Rafael. Rainsword tersenyum dan juga bersyukur dalam hati karena keduanya mau bersusah payah untuknya. “Pangeran Rainsword, kau harus menyiapkan dirimu, kita akan terbang dengan kecepatan penuh.” Rafael melirik ke arah Yui, “Yui, gunakan Byakko!” Rafael menyeringai dan gadis di sebelahnya sudah berubah wujud menjadi sosok yang berbeda, ada telinga dan ekor di tubuh Yui. “Byakko siap terbang dengan kecepatan kilat!” ucap Yui bersemangat.“Fury!” teriak Rafael dan seekor naga hitam terlihat dari langit meluncur ke arah mereka. Suara

    Last Updated : 2024-11-25
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   161. Pertengkaran yang Belum Usai

    “Apa maksudmu? Putraku tidak akan menjadi bayangan putrimu, kau kira aku tidak tahu maksudmu, Esmeralda!” Nada bicara Erina lebih tinggi lagi. Dia meletakkan cangkir dengan keras di meja hingga sebagian isinya tumpah.“Kalau bukan karena Fiona jatuh cinta dengan Rainsword, apa kau pikir aku sudi mengirimkan undangan itu!” bantah Ratu Esmeralda sama sengitnya. “Kamu hanya ingin merusak hubunganku dengan Edward, kamu masih ingin mendekatinya, benarkan!” Erina berdiri dan berkacak pinggang, matanya menatap tajam dengan kilat amarah terlihat di matanya.“Hahaha, jangan membuatku tertawa, Edward memang pernah menjadi pria yang menarik di mataku tapi itu sudah berlalu. Bagaimana denganmu dan Yuichi? Kalian sempat menjalin kasih, bukan? Kalau tidak bagaimana kau bisa begitu dekat dengannya hingga menitipkan bayi padanya?” Ratu Esmeralda mengungkit kisah lama yang sudah dipendam rapat-rapat Erina membuat wanita dengan mata biru shapire itu meradang. “Esmeralda!” teriak Erina melemparkan air

    Last Updated : 2024-11-29
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   162. Apa yang Salah?

    “Rafael!” pekikan suara nyaring seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke kamar. Gadis dengan rambut ungu berkilau dengan debu peri di sekitarnya, sayap transparan masih terkembang saat si pemilik nama menoleh ke arahnya. “Fiona.” Helaan napas panjang mengiringi setelah menyebut nama tersebut. “Ini sudah malam, Yui juga perlu istirahat dengan tenang.”“Rafael, kau harus menolongku!”rengek manja Fiona dengan cara khasnya membujuk. Pria yang terlihat tidak cocok dengan ornamen manis ruangan tersebut menarik selimut hingga seluruh tubuh Yui tertutup. Memastikan gadis cantik itu terlindung dari dinginnya malam. “Kau mau apa? Kau pikir kenapa aku kemari jika bukan ingin menolong kalian? Nyatanya?” Rafael mengabaikan wajah cemberut Fiona.Putri cantik dengan mata ungu itu mulai berkaca-kaca. Dia duduk di sudut dan memeluk lututnya. “Jahat.”“Terserah.” Rafael menolak menatap Fiona, dia tidak tahan dengan tangisan dan tidak tahu bagaimana menghadapi para wanita. “Rafael, kali ini saja, tolo

    Last Updated : 2024-11-30
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   163. Aroma Mawar Peri

    Rafael seakan kembali ke masa lalu, bayangan dalam mimpinya terasa begitu nyata. Dia kembali di saat Fiona memberinya secangkir teh yang di dalamnya terdapat kelopak mawar peri. Begitu cairan itu masuk ke dalam kerongkongan efek dari mawar peri bereaksi. Rafael kehilangan kesadaran dalam hitungan detik. “Aroma mawar peri sepertinya membuatku berhalusinasi.” Rafael seakan melihat dirinya yang terbaring. Beberapa pengawal mengangkatnya dan Fiona berteriak histeris. Rafael mengikuti pengawal yang membawa tubuhnya, hingga dia sampai di sebuah tempat yang begitu dingin. Kali ini Yui yang berada di sana, bersama dengan Ratu Esmeralda. Tubuh Rafael tertidur di atas ranjang es. Yui menggenggam sebuah daun. “Tunggu, darimana Yui mendapatkan daun itu?” Rafael mendekati Yui, dia seperti hantu yang tidak terlihat. Pria tinggi kekar itu memperhatikan detail dari daun yang dipegang Yui. “Ini daun dari pohon kehidupan, bagaimana Yui mendapatkannya?”“Apa kau tahu caranya, Putri Yui?” Suara Ratu E

    Last Updated : 2024-12-03
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   164. Penyusup

    Ratu Esmeralda mendekatkan dirinya ke arah cangkir dan seperti yang dikatakan Rafael aroma mawar peri jelas tercium. “Pengawal!” teriak Ratu Esmeralda. Dua pengawal datang dan membungkuk menunggu perintah. “Tangkap pelayan yang baru saja masuk ruangan tadi!” Dalam sekejap pelayan tadi sudah diringkus dan dibawa ke hadapan Ratu Esmeralda. “Siapa yang menyuruhmu!” Suara menggelegar sang ratu terdengar mengintimidasi. Pelayan itu menatap sang ratu tanpa takut. Matanya justru menantang sang ratu dengan sinis. “Dunia ini akan dikuasai Tuanku! Kalian makhluk dunia atas akan menjadi budak!” “Lancang!” seru pengawal dengan sebuah cambuk di tangannya. Cambuk itu melecut kencang ke punggung si pelayan. “Dia segera menguasai semuanya, kami akan berjaya baik di dunia bawah maupun dunia atas!” Pelayan itu terus meracau dan mengatakan kejayaan pemimpinnya, dia seperti sudah dicuci otak oleh tiran tersebut. Lalu, tubuhnya seperti bergetar karena sesuatu, mata si pelayan tiba-tiba bergerak s

    Last Updated : 2024-12-04
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   165. Daun Penjara

    Yui baru saja menyelesaikan pencarian para penyusup. Dua puluh lima penyusup terjerat di bawah kekuatan guardian compass. Mereka semua ditangkap dan dimasukkan ke penjara peri. “Yui!” panggil Rafael saat dia melihat warna rambut Yui perlahan kembali menjadi hitam. Gadis itu menggunakan keempat guardian compass secara bersamaan. “Paman, sudah selesai?” tanya Yui berlari ke arah Rafael dan langsung bergelantung manja di lengan pria itu. Rafael tidak keberatan dan justru senang dengan tingkah manja Yui, dia membiarkan gadis itu begitu dekat dengannya. “Ratu ingin kau dan aku melihat sesuatu, aku juga tidak tahu benda apa itu.” Yui semakin riang dan berjalan berjingkat-jingkat. “Sepertinya menarik, ayo!” “Kau itu semua dibilang menarik.” Rafael membawa Yui menemui Ratu Esmeralda.Sang ratu sudah berdiri dengan elegan menunggu keduanya. Yui langsung melepaskan tangannya kemudian membungkuk memberi salam. “Yang Mulia Ratu Esmeralda,” salam Yui dengan suara nyaring dan lembut. “Terima

    Last Updated : 2024-12-05
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   166. Celah Dimensi yang Berbeda

    Mata Yui terbelalak, dia merasakan ada yang tidak beres dengan celah dimensi ini. Tanpa menurunkan kewaspadaan dia langsung menggunakan keempat Guardian Compass sekaligus. Tekanan kekuatan Yui langsung terasa. “Yui?” Rafael merasakan ketakutan pada diri Yui. “Paman, cepat segel!” seru Yui memisahkan diri dari Fury. Dia terbang dengan kecepatan penuh. Seperti yang diperkirakan olehnya. Tekanan udara berubah dengan cepat dan seakan mengenali Yui, celah dimensi mengejar gadis itu dan berusaha menangkapnya dengan daya hisap yang kuat dan sulur-sulur hitam yang tiba-tiba muncul dari dalam. “Evakuasi! Jangan ada orang di sekitar celah dimensi!” teriak Rafael.Pasukan yang menjaga tempat itu langsung mundur teratur, mereka mengenali suara Rafael. Pria itu cukup terkenal dan memberikan pengaruh yang kuat. “Cepat mundur!” suara Recca memecah kesunyian. Pria itu melihat ke arah sulur-sulur yang mengejar Yui dan dari tangannya terlihat mengeluarkan sebuah api berwarna merah jingga. Semua ta

    Last Updated : 2024-12-06

Latest chapter

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   263. Suara Harpa

    Yui dan Yuan berdiri di luar dinding istana, hembusan angin lembut membelai rambut mereka. Jemari mereka dengan hati-hati menaburkan benih-benih ajaib dari dunia atas ke tanah yang dahulu gersang. Di bawah sentuhan mereka, dunia bawah yang dulunya kelam kini dipenuhi berbagai warna—hijau rumput yang merayap, kuning keemasan bunga-bunga liar, segala macam tanaman mulai mengular dari dalam tanah. Yui menoleh, alisnya berkerut melihat saudaranya. "Yuan, kau tidak apa-apa?" tanyanya, memperhatikan kembarannya yang tengah memainkan harpa keemasan—benda legendaris yang diperebutkan banyak makhluk.Yuan menggeleng pelan, jemarinya masih menari di atas senar harpa. "Tidak apa-apa," jawabnya singkat, matanya tetap terfokus pada alat musik di tangannya.Kebangkitan Yuan beberapa waktu lalu sungguh menggemparkan seluruh kerajaan. Bukan hanya wujudnya yang telah berubah sempurna sebagai raja kegelapan, tetapi juga reaksi tidak biasa dari harpa ajaib tersebut. Harpa keemasan itu bersinar terang,

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   262. Benih Kebangkitan

    Cahaya keemasan menyusup di antara dedaunan saat Raja Arlen membimbing Yui menyusuri jalan setapak menuju area tidak jauh dari Pohon Kehidupan. Angin lembut menerbangkan helaian rambut Yui, sementara matanya menangkap sosok Rafael yang tengah berbincang serius dengan Moura di kejauhan, wajah keduanya tampak khidmat di bawah naungan cabang-cabang raksasa."Sebelah sini," ujar Raja Arlen sambil menunjuk dengan jemarinya yang panjang dan ramping. Jubah kerajaannya berdesir lembut menyapu rumput saat ia memimpin Yui menuju sebuah pondok mungil yang hampir tersembunyi di balik rimbunnya aneka bunga warna-warni. Aroma manis nektar merebak di udara, menggelitik indra penciuman.Pintu pondok terbuka dengan derit pelan. Seorang pria melangkah keluar, mengenakan tunik berwarna lumut khas kaum elf yang melekat sempurna di tubuhnya. Namun, tidak seperti para elf lainnya, telinga pria itu tidak meruncing dan wajahnya tidak memancarkan keanggunan abadi yang biasa dimiliki kaum elf."Yoru!" pekik Y

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   261. Undangan

    Yui mendarat dengan lincah setelah melompat dari punggung Fury, naga hitam milik Rafael. Rambut panjangnya melambai tertiup angin saat kakinya menyentuh tanah. Matanya berbinar melihat sosok yang telah menunggunya."Kakak!"Yui menghambur ke pelukan Yuasa, jemarinya mencengkeram erat jubah sang kakak sementara aroma khas dedaunan segar menguar dari tubuh Yuasa. Mata keduanya berkaca-kaca, pertemuan yang menggetarkan jiwa setelah sekian lama terpisah."Kau baik-baik saja, Yui? Bagaimana tubuhmu setelah bangkit kembali?" tanya Yuasa sambil meneliti setiap inci wajah adiknya. Jemarinya yang ramping menyentuh pipi Yui, memancarkan energi keemasan yang menelusuri setiap sel dalam tubuh sang adik. "Setelah semua ini selesai, biarkan kakak menyembuhkanmu."Dahi Yuasa berkerut dalam. Sensasi dingin menjalar dari tubuh Yui—sesuatu yang sangat janggal. Api Suzaku yang seharusnya berkobar hangat kini terasa beku seperti es abadi."Tentu, untuk saat ini kakak fokus saja dengan pernikahan. Urusan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   260. Malam Berbintang

    Malam di Kota Naga. Bintang-bintang bertaburan seperti permata di langit malam Kota Naga. Rafael berdiri sendirian di balkon gedung tertinggi, kedua tangannya mencengkeram pagar besi yang dingin sementara matanya menelusuri konstelasi-konstelasi yang berkilauan. Hembusan angin malam meniup rambut gelapnya, mengirimkan sensasi dingin yang menusuk tulang, namun Rafael tak bergeming.Suara langkah kaki lembut terdengar di belakangnya. Rafael menoleh, alisnya terangkat saat mengenali sosok yang mendekat."Yuichi?"Sosok itu tersenyum. Wajahnya merupakan versi maskulin dari Yui, garis rahang yang sama, mata yang sama, tetapi dengan ketegasan yang hanya dimiliki seorang ayah."Sendirian?" tanya Yuichi, suaranya merdu membelah keheningan malam.Rafael mengangguk pelan, lalu menggerakkan tangannya ke arah kursi kosong di sampingnya. Yuichi melangkah maju dan duduk, jubah hitamnya melambai pelan tertiup angin."Malam ini indah meskipun tanpa bulan," ucap Rafael, matanya kembali menatap cakraw

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   259. Kebangkitan

    Bunga putih mungil bertebaran di aula, mirip kepingan dandelion yang rapuh. Setiap tamu berjalan perlahan, meletakkan bunga kecil tanda penghormatan terakhir. Bunga-bunga itu mencerminkan ketangguhan luar biasa, seperti kehidupan yang bertahan di balik kerasnya dunia bawah, membisu namun tak terkalahkan. Mereka menyebutnya bunga bintang roh. Eirlys menatap Yuan yang terpejam, sosoknya tenang seakan tertidur lelap. Alunan harpa mengalir lembut memenuhi aula, melukiskan kesedihan yang mencekam setiap sudut ruang. Matanya menyipit saat menyadari bunga putih di dekat Yuan mulai membeku, embun es merangkak perlahan mengubah kelopak menjadi kristal dingin. Hawa sejuk mulai merambat, menusuk tulang."Mungkinkah?!"Dalam sekejap, Eirlys bangkit dari tempatnya. Langkahnya cepat mendekati peti kaca tempat Yuan dibaringkan. Jemarinya mendorong penutup tebal dengan tekad membara. Jantungnya berdebar dengan kencang, sebuah api harapan muncul. "Putri Eirlys, relakan Yang Mulia!" Xavier bergerak c

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   258. Kepergian sang Raja

    Senar harpa emas kaum elf bergetar lembut, berbeda dari instrumen biasa. Energi yang digunakan untuk menggerakkan senar ini sangat banyak. Eirlys membiarkan jemarinya terkulai di atas senar, tenaga terampas habis. Napasnya terengah-engah, seakan udara di sekitarnya menghisap oksigen dari paru-parunya."Eirlys!" Lixue melompat mendekati, gemetar mengambil harpa keemasan dari tangan sang adik. Dengan lembut, dia meletakkan instrumen berkilau itu di meja terdekat. "Istirahatlah sekarang." Lengannya melingkari pinggang Eirlys, memapah tubuh lemah itu menuju kursi panjang. Dengan hati-hati, dia mengangkat kaki adiknya dan membiarkan Eirlys setengah berbaring."Kak, bagaimana Yuan?" bisik Eirlys, kekhawatiran menembus kelelahan yang menyelimutinya.Lixue menggenggam tangan adiknya, mencoba menenangkan. "Dia akan baik-baik saja. Ingat, Tuan Xavier dan Tuan Ernest sedang menyiapkan ramuan untuknya." Dalam hati, dia berdoa agar takdir berkata lain. “Semoga Yuan bertahan, setidaknya biarkan Eir

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   257. Liontin Lenora

    Jalanan di depan Yuan terlihat asing. Jalan dengan bebatuan hitam, meskipun itu batu, tetapi tidak terasa seperti batu biasa. Dia mengamati orang-orang yang berjalan menuju ke satu arah yang sama, sebuah gerbang besar di ujung jalan, gerbang yang tidak terlihat jelas tulisan namanya. Yuan masih sangat jauh dari gerbang itu. “Akhirnya perjalanan terakhir,” gumam Yuan yang tahu di mana dia sekarang. Dunia orang mati. Kaki Yuan berhenti melangkah saat seorang wanita dengan jubah putih berdiri di hadapannya, muncul begitu saja hingga dia hampir jatuh tersungkur karena kaget. “Lenora!”“Pangeran Yuan, apa yang Anda lakukan di sini!” Suara Lenora terdengar penuh kekesalan dan amarah seakan dia sedang memarahi seorang anak nakal. “Hah?” Reaksi Yuan mendengar ucapan Lenora. Dia tidak tahu harus menjawab apa, tentu saja dia di sini karena nyawanya sudah terpisah dari tubuhnya. “Kuulangi, Pangeran, ah tidak, Yang Mulia Raja Yuan, kembalilah sekarang juga!” Lenora berkata dengan nada lebih

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   256. Gunjingan

    “Apa aliran air ini sudah dimantrai?” tanya pria yang menampilkan lengan hitamnya. Dia mengambil air dan menyiramkannya ke tangan hitamnya. “Mantra Genbu dari Putri Yui. Dengan adanya mantra ini tidak akan ada pencurian air untuk kepentingan pribadi yang ingin menjual air ini.” Penjaga itu kemudian terlihat menghela napas panjang sebelum kembali berbicara. “Sayangnya, kabar buruk terdengar di istana. Kabarnya Yang mulia saat ini dalam kondisi kritis.” Mendengar penuturan penjaga tersebut, pria yang sepanjang jalan selalu memberikan argumen tidak menyukai raja yang sekarang terlihat marah. “Apa katamu! Lalu kenapa mengundang kami jika dia sendiri dalam keadaan kritis, bukankah dia tidak akan bisa menyembuhkan kami!” suara pria itu terdengar begitu keras hingga mengundang perhatian orang-orang di sekitar. “Tuan tenang saja, di istana semua sudah dipersiapkan.” Penjaga gerbang berusaha menekan amarah pria itu, tetapi tidak berhasil. “Lebih baik kita pulang saja!” Pria dengan lengan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   255. Air di Jalanan Ibukota

    Dunia bawah lebih berwarna. Langit yang biru membawa semangat baru. Kepala desa dan para pemimpin wilayah lainnya menjalankan perintah yang diberikan Yuan, raja mereka untuk mendata dan membawa penduduk dengan tingkat kontaminasi 80 %. Mereka yang telah mengalami kontaminasi bertahun-tahun dipilah dan dibawa ke ibukota untuk bertemu langsung dengan sang raja. “Apa benar kontaminasi ini bisa hilang? Rasanya aku sudah pasrah dengan kondisi ini seumur hidupku.” Pria dengan tangan dan kaki yang sudah menghitam karena kontaminasi terlihat pesimis. Meskipun begitu, setelah menatap langit biru ada secercah harapan di hatinya. “Kalau sang raja bisa menghilangkan kontaminasi di dunia bawah, kurasa bisa juga menghilangkan kontaminasi di tubuhku.” Semua penduduk dengan tingkat kontaminasi parah sudah mulai berangkat menuju ibukota. Mereka menaruh harapan yang sangat besar kepada sang raja, harapan kesembuhan dari kontaminasi yang selama ini menyiksa diri mereka.“Kudengar sang raja masih belia

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status