Home / Romansa / Pesona Duda Keren / 11. Selamat Tinggal Sayang

Share

11. Selamat Tinggal Sayang

Author: Roesaline
last update Last Updated: 2021-08-15 17:35:00

     Ahem memandang dalam wajah Tiffara yang ketakutan dengan air matanya yang bergulir di pipinya yang putih. Ahem jadi merasa bersalah seolah menorehkan rasa trauma yang dalam pada gadis itu.

    "Apa yang aku lakukan pada malam itu sehingga dia sedemikian terlukanya?" tanya Ahem pada dirinya sendiri. 

    "Tiffa tatap mataku!" bisik Ahem.

     Mata itu terpejam kuat, dengan keringat dingin dan gemetar. Ahem menatap dengan perasaan bersalah yang sangat dalam. 

    "Bagaimana cara aku menyembuhkan lukamu, Tiffa?"

    "Please Tiffa, tatap mataku ... aku tidak akan menyakitimu. Aku berjanji tidak akan menyentuhmu tanpa kamu yang menginginkannya," lanjutnya.

     Tiffa perlahan membuka matanya, dia memandang Ahem merasa bersalah. Tiffa ingin membuat Ahem bahagia tapi kenapa dia tidak bisa melayani Ahem sebagai suaminya?

    "M

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Pesona Duda Keren   12. Maafkan Aku Tiffara

    Ahem terpaku menatap Tiffara dalam dekapan Virgo dan dibawa menuju mobil. Titin berlari kecil mengikuti Virgo karena langkah Virgo yang cepat dan panjang sebagai lelaki perkasa. Ahem menatapnya dari belakang dengan perasaan bersalah dan menyesal. "Tiffa ...," desahnya. Ahem hendak berlari mengejar mereka, tapi Diva menghentikannya sambil menarik tangannya. "Apa yang akan kamu lakukan, Ahem? Kamu sadar sebentar lagi kamu harus terbang! Tiffa sudah diurus oleh kakak kesayanmu itu sama mamamu. Kamu jangan hancurkan masa depan kamu! Dia tidak apa-apa Ahem, kamu jangan berlebihan!" hardik Diva marah. "Dia tidak boleh stres, dia terlalu lemah! Bagaimana aku bisa berpikir jernih?" keluh Ahem panik. "Ahem, dengarkan aku ... sekarang juga kamu masuk sebentar lagi pesawat take off, cepat!" desak Diva. Bagai kerbau dicocok

    Last Updated : 2021-08-17
  • Pesona Duda Keren   13. Ahem Cemburu

    Virgo membukakan pintu untuk Tiffara, dengan tersenyum lembut Tiffara pun menyambutnya. "Terima kasih Kak Virgo," ucap Tiffara. "Baik Tuan putri," jawab Virgo menggoda. Tiffara tidak merespon Virgo yang sedang menggodanya. Kini Virgo sudah duduk dibangku kemudi. Dia melihat Tiffara yang belum mengenakan sabuk pengaman. "Pakai seat belt, sayang!" Bisik Virgo yang tiba-tiba wajahnya mendekati wajah Tiffara. Matanya menatap tajam mata Tiffara, sehingga dia salah tingkah. Bukan saja aroma tubuhnya yang tercium kuat, tapi hangatnya nafas Virgo pun terasa terhembus di wajah Tiffara. Detak jantung Virgo mulai terdengar jelas oleh Tiffara. Kini Tiffara terpaku tak berkutik, bahkan untuk menggeser tubuhnya yang sedikit tertindih pun tidak berani. Tatapan Virgo semakin tajam, pandangan matanya mulai menatap bibir merona yang sexi yang mengg

    Last Updated : 2021-08-20
  • Pesona Duda Keren   14. Ahem Terjerat Masa Lalu

    Ahem mulai gelisah membayangkan kalau saja Tiffara tahu Diva disini, pasti dia akan ngedrop seperti saat di bandara beberapa bulan yang lalu. "Diva, kayaknya kamu harus segera kembali ke Indonesia deh! Aku tidak mau sampai keluargaku mengetahuinya, hancurlah aku nanti, Diva! Please!" pintanya sambil menelangkupkan kedua tangannya. "Tidak Ahem, aku masih ingin tinggal di sini. Aku tidak mau jauh dari kamu. Kenapa sih yang kamu pikirkan cuma perasaan mereka. Kamu tidak pernah memikirkan bagaimana dengan perasaanku!" hardiknya. "Kamu sudah satu bulan di sini, aku takut Tiffa curiga." kata Ahem gelisah. "Tiffa lagi ...Tiffa lagi! Kenapa sih kamu masih pedulikan dia sekalipun sedang bersamaku?" hardiknya lagi. "Karena dia sedang mengandung anakku, aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku sudah berjanji untuk selalu menjaganya." Gumamnya pelan sambil meman

    Last Updated : 2021-08-23
  • Pesona Duda Keren   15. Berita Viral Ahem dan Diva

    Ahem terpana melihat Diva yang keluar kamar mandi dengan handuk kimono, yang sengaja membuat belahan agar pahanya terbuka. Rambutnya yang basah dan aroma tubuhnya yang harum tampak segar dan menggoda. Ahem terus menatap tanpa berkedip, dia membayangkan mulai besuk dia sudah tidak bisa melihat pemandangan itu lagi. Diva yang menyadari kalau Ahem sedang mengaguminya bergegas menghampirinya. Tangannya melambai pas di depan mukanya, dia memeriksa apakah Ahem sedang melamun? Tapi Ahem yang sadar dengan apa yang sedang dilakukan Diva, dia sontak menangkap tangan Diva. Dia menggenggamnya dengan kuat sambil mendorong tubuh Diva sampai terpelanting di atas kasur. Dan handuk kimono yang asal menutup itu terbuka. Sehingga dengan bebas Ahem menatap pemandangan yang menggiurkan itu. Tekanan darah melonjak ke otak, terasa panas dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Detak jantungnya berdegup kencang. Sesaat mereka berdua saling berpand

    Last Updated : 2021-08-25
  • Pesona Duda Keren   16. Penyesalan Ahem

    Akhirnya mereka berdua mulai masuk Bandara. Diawali dengan pemeriksaan identitas, kemudian pemeriksaan awal semua barang bawaan. Dan Ahem mulai check in mandiri dengan mesin yang sudah di sediakan di bandara. Dia mulai dengan dramanya, dia berpura-pura menerima telepon dari kampus agar dia tidak ikut pulang bersama Diva ke Indonesia. "Iya selamat siang Pak?" sapa Ahem sambil berdiri dan mondar mandir di depan Diva. "Apa, jadi saya masih harus tanda tangan dan mengisi form itu, Pak? Iya ... masalahnya saya mau berlibur ke Indonesia. Ini saya sudah di Bandara. Oh begitu ya Pak? Jadi saya harus tetap ke kampus dulu? Baik ... baik, saya segera kesana, terima kasih!" Lanjutnya berpura-pura bicara di telepon. "Diva aku harus ke kampus dulu, kamu pulang saja dulu ke Indo aku segera menyusul!" ujar Ahem berpura-pura sedih. "Kok bisa sih Ahem, ada masalah

    Last Updated : 2021-08-29
  • Pesona Duda Keren   17. Terpaksa Harus Dilahirkan

    Virgo masih tegang menunggu dokter menjelaskan keadaan Tiffara. Dokter menatap Virgo dengan ragu karena melihat Virgo seorang diri. "Bapak yang tabah ya, istri Bapak terpaksa harus segera dioperasi. Ini keadaan yang sangat darurat, bayi harus segera dilahirkan. Nyawa ibu dan anak dalam bahaya. Terjadi preeklamsia pada istri Bapak." Dokter menjelaskan dengan hati-hati. "Tolong istri saya dokter! Lakukan yang terbaik untuk menolong mereka. Apakah anak-anak saya siap untuk dilahirkan dokter? Apakah sudah cukup umur?" tanya Virgo gugup. "Ini bukan lagi masalah cukup atau belum cukup, tapi menyelamatkan nyawa keduanya, atau paling tidak salah satu diantaranya bisa kami tolong," ujar dokter sedih. "Apa kata dokter? Lakukan yang terbaik dokter, selamatkan keduanya!" pekik Virgo sambil menangis pilu. Ponselnya masih terhubung dengan Ahem,

    Last Updated : 2021-08-30
  • Pesona Duda Keren   18. Tiffara Koma

    Dokter dengan muka bersedih menemui keluarga pasien. "Bagaimana keadaan anak saya, dokter?" tanya Titin ragu. "Keadaan pasien masih kritis, ada pendarahan dan kami sedang berusaha menghentikannya." Kata dokter menjelaskan dengan hati-hati. "Kenapa tiba-tiba ada pendarahan, Dokter?" Virgo menyela penuh emosi. "Terjadi komplikasi ...tenangkan hati kalian! Kalau sudah tenang saya akan jelaskan di ruangan saya!" Dokter yang tampak lelah itu masuk ke dalam ruang kerjanya. "Ada apa dengan Tiffara, Ma?" pekik Virgo menangis. "Bagaimana mungkin kamu sebegitu perhatiannya, padahal dia istri adikmu, Virgo? Begitu dalamkah rasa cintamu padanya?" batin Titin. Dua orang perawat keluar dari ruang operasi. Virgo dan Titin menghampirinya. "Bolehkah kami melihat pasien, Sus?" tanya Virgo. &nbs

    Last Updated : 2021-09-01
  • Pesona Duda Keren   19. Surat Talak Dari Ahem

    Armand selalu menjadi Sengkuni dalan keluarga Abidin. Tak henti-hentinya menghasut ke sana-sini. Sore itu Abidin bermain bola dengan kedua cucunya yang baru bisa berjalan, di halaman belakang. Mereka tampak bahagia, Titin sedang mengamati sambil tertawa. "Tiffa, andai saja kamu tahu betapa lucu dan menggemaskannya anakmu, kamu pasti bahagia dan bangga," gumamnya dalam hati. "Sore, Mbak?" sapa Armand. "Selamat sore, Armand," jawab Titin. "Mana Mas Abidin, Mbak?" "Itu lagi main sama cucunya," jawab Titin sambil menunjuk ke arah Abidin. Armand bergegas menghampiri Abidin di taman belakang rumah. "Lagi olah raga, Mas?" tanya Armand yang mendekati Abidin. "Iya Armand, ini momong cucuku," ujarnya sambil tertawa kecil sambil melempar bola ke arah Arjun.

    Last Updated : 2021-09-05

Latest chapter

  • Pesona Duda Keren   52. Arti Sebuah Pengorbanan

    "Ikut aku!" ajak Ahem tiba-tiba."Kemana?" tanya Tiffara penasaran.Ahem tidak menjawab, dia berjalan menuju mobilnya. Tiffara terpaksa mengikuti tanpa banyak bertanya. Para mahasiswa tertegun menatapnya."Masuk!" perintah Ahem singkat."Apa dia yang terpilih?" teriak seorang mahasiswi."Apa benar?" yang lain menimpali.Ahem membukakan pintu dan meminta Tiffara masuk. Tak lama kemudian mobil pun melaju kencang.Dret ... dret ... dret! Ponsel Tiffara berdering, Virgo yang menelepon. Ini saatnya Tiffara membalas Ahem, dia telah membuat hati Tiffara tercekam cemburu karena biro jodoh yang dia buka."Kak Virgo?" sapanya manja."Tiffara, lagi dimana nih?" tanyanya lembut."Lagi jalan, Kak Virgo. Kakak sendiri lagi ngapain?" "Aku lagi suntuk, aku butuh teman ngobrol, Tiffa," kata Virgo sedih."Lagi mikirin apa? Boleh berbagi sama aku, udah makan belum? Apa kita ketemu makan malam saja," Tiffara dengan lembut menawarkannya.Ciiiit!Spontan Ahem menginjak rem dan berhenti. Ternyata sikap gen

  • Pesona Duda Keren   51. Masuk Biro Jodoh

    "Akulah yang pertama jatuh cinta padamu, Tiffa. Dan kamu malah menikah dengan Ahem adikku yang belum kamu kenal sebelumnya. Dan selama menikah pun kamu tidak pernah bahagia, tapi anehnya aku tidak bisa masuk diantara kalian," kata Virgo sedih."Maafkan aku Kak Virgo, yang belum bisa membalas cintamu," jawab Tiffara sedih."Aku tidak akan pernah memaksa perasaanmu, tapi setidaknya kamu mau percaya padaku bahwa aku sangat mencintaimu," Virgo meyakinkan."Duh, kok malah curhat di depanku sih," gerutu Ahem dalam hati.Dret ... dret ... dret! Ponsel Virgo berdering, Diva yang sedang menelepon."Aku keluar dulu, Tiffa!" pamit Virgo."Papa Virgo mau kemana?" tanya kedua bocah kecil itu bersamaan."Papa keluar sebentar, Sayang! Nanti kembali lagi," janji Virgo.Dia segera keluar ruangan dan mengangkat telepon dari Diva."Dimana kamu?" tanya Virgo kasar. Dia berpapasan dengan Bagas tapi Virgo tidak menyadarinya. Sontak membuat Bagas penasaran dan berpikiran ingin membuntutinya dan menguping.

  • Pesona Duda Keren   50. Cinta yang Menyakitkan

    Tiffara mulai membuka matanya, betapa terkejutnya dia berbaring di ranjang rumah sakit. Sebentar dia mengingat-ingat apa yang terjadi. Sontak dia bangun dan hendak turun dari tempat tidur tapi tiba-tiba perutnya mual dan pusing-pusing. Akhirnya kembali dia roboh di tempat tidur. "Tiffa, istirahatlah dulu! Kamu masih terkena pengaruh racun ular," gumam Bagas yang baru saja masuk ruangan. Bagas membantu membaringkan tubuh Tiffara kemudian memeriksa keningnya apakah masih demam ataukah sudah membaik. "Syukurlah kamu sudah membaik, Tiffa," gumam Bagas lega. "Bagaimana keadaan anak-anak dan Kak Ahem, Mas?" tanya Tiffara khawatir. "Anak-anak sudah baik-baik saja, Tiffa. Jangan khawatir!" hibur Bagas. "Gimana dengan Kak Ahem?" tanya Tiffara masih khawatir. "Kenapa kamu mengkhawatirkan dia? Dia kan bukan apa-apa kamu?" tanya Bagas menggoda. "Dia kan papa dari kedua anakku, Mas. Dia juga dosenku, apakah salah kalau aku mengkhawatirkannya?" jawab Tiffara tersipu malu. "Ooo jadi seorang

  • Pesona Duda Keren   49. Mimpi Menjadi Nyata

    Karena jaraknya tidak jauh Bagas dan Tiffara sudah sampai di rumah Ahem. Pintu pagar juga masih tertutup rapat. Dua satpam menjaga dengan aman pintu gerbang, tidak ada tanda-tanda ada orang keluar masuk lewat pintu. Apa itu artinya mereka pelakunya orang dalam sendiri. Din ... din ... din! Klakson mobil dibunyikan, Bagas dan Tiffara telah sampai dan satpam berlari membukakan pintu. Satu-satunya akses untuk keluar masuk rumah itu. "Ada apa, Pak?" tanya Bagas saat turun dari mobil. "Ada penyusup, Mas. Kenapa kamu masih di sini tidak mencari atau mengejarnya?" ketus Bagas. "Bos Ahem yang minta kami berdua harus jaga ketat pintu keluar," jawab salah satu satpam. "Dua bodyguard sudah berusaha mengejarnya,' lanjutnya. Tiffara bergegas berlari menuju rumah, sebelum kaki melangkah masuk dia melihat sekilas bayangan di semak-semak rerimbunan tanaman bunga. Sontak dia berhenti dan berbalik arah. "Mas Bagas, itu dia!" teriak Tiffara. Sontak sosok yang bersembunyi itu pun segera berlari t

  • Pesona Duda Keren   48. Firasat Lewat Mimpi

    Kini acara pertunangan telah selesai. Tiffara diam-diam mengawasi Ahem, apakah benar tidak ada luka di hatinya. Sebelum Tiffara hadir dalam hidupnya, Ahem dan Diva adalah sepasang kekasih. Rasanya tidak mungkin tidak ada luka di hatinya, apakah dia menutupinya? Tiffara sambil memegang foto yang dia temukan di lemari Ahem, dia terus mengingat-ingat. "Ada apa denganmu, Tiffa?" tanya Bagas. "Mas, kemarin Mbak Diva tunangan sama Kak Virgo," ujarku. "Sama Virgo? Iyakah? Hati-hati Tiffa, dia ular! Jaga anak-anakmu!" pesan Bagas. "Sebenarnya Kak Ahem meminta aku untuk tidur di sana agar bisa fokus mengawasi anak-anak. Tapi aku masih minta waktu berpikir, Mas," ungkap Tiffara. "Kenapa harus berpikir, Tiffa? Demi anak-anakmu ke sampingkan egomu, Tiffa," pesan Bagas. "Jangan sampai kamu menyesal," lanjutnya sedih. Tiffa mulai berpikir serius dengan apa yang baru dikatakan Bagas. Selama ini dia belum berpikir sejauh itu. "Ma

  • Pesona Duda Keren   47. Pertunangan Virgo dan Diva

    Tak berselang lama Ahem masuk ke kamarnya. Saat itu Tiffara sedang berdiri di depan pintu akan keluar kamar. Ahem terperanjat, melihat Tiffara yang tampil cantik sekali. Ahem berjalan mendekati Tiffa sehingga membuatnya terdesak mundur. "Apa yang kamu lakukan?" ketus Tiffa. "Aku akan memperkosa kamu lagi," kata Ahem terus menggoda. "Hiks ... hiks ... hiks, silakan! Emang Dede'nya bisa bangun?" balas Tiffa menggoda diiringi tawanya. "Boleh kita coba, kamu akan menjadi kelinci percobaanku," desaknya sambil terus memepet Tiffa sampai terhimpit antara dinding dan tubuh Ahem. "Kak Ahemmmm!" pekik Tiffara sambil memejamkan mata. Tak sadar kedua tangan Tiffara mencengkeram pinggang Ahem membuatnya semakin terbakar birahinya. Bibir sexinya melumat lembut bibir Tiffara. Membuat cengkeraman itu semakin kuat bahkan tak sadar tangan Tiffara melingkar kuat di pinggang Ahem membuat Ahem semakin terjebak dalam pagutannya. "Kak Ahem," desahnya

  • Pesona Duda Keren   46. Pengorbanan Virgo

    "Mana ada impoten malah dipamerkan, di gembar-gembor kan, malah kita tidak percaya dong!" sahut mahasiswi sambil ngekeh. Sambil berlalu Dosen Ahem tertawa kecil. Melody terus memantaunya dari jauh, dia mengikuti dari belakang. Kini dia sembunyi dibalik pot besar di pinggir jalan. "Kok cepat menghilang sih?" gerutu Melody kesal sambil beranjak bangun. Saat hendak beranjak bangun, dia mendapati bayangan sosok lelaki berdiri di sampingnya. Perlahan dia mendongak ke atas. "Hah!" pekiknya. "Bagaimana bapak tiba-tiba di sini?" lanjut Melody terkejut. "Kamu sendiri ngapain di sini, ngikuti aku kan?" tanya Ahem menohok. "Apa? Mengikuti bapak? Ya nggaklah!" teriakku membantah. "Melody atau Tiffara ya? Ya Melody sajalah terlanjur terbiasa dengan Melody di kamus. Tolong bawakan tas dan bukuku ke ruanganku!" perintah Dosen Ahem. "Saya, Pak?" sahut Melody bertanya. "Iya, kamu. Kenapa? Nggak mau, Bodyguard Melo?" desak Ahem.

  • Pesona Duda Keren   45. Suasana Baru di Kampus

    Ahem terperanjat dengan perkataan Arman yang mengatakan Virgo tiba-tiba akan menikahi Diva. Padahal sebelumnya Virgo tidak pernah dekat dengan Diva. Entah karena cemburu atau apa, Ahem merasa seolah tidak rela Virgo menikahi Diva dan diajak tinggal bersama satu rumah. Tapi sementara Ahem belum bisa mengungkapkan rasa keberatan itu kepada Virgo. "Aku ganti baju dulu, Melo, tolong bereskan kopiku!" pinta Ahem. Iya, Bos," jawab Melo. Aku mengambil lap dan membersihkan tumpahan kopi. "Kamu bisa bayangkan betapa menderitanya Ahem bila Diva hidup bahagia bersama Virgo," ujar Arman yang tiba-tiba muncul, mengejek. "Jadi paman bahagia bila melihat Ahem menderita, begitu?" tanya Melo. "Bisa dibilang begitu, dia sudah lama bahagia sudah waktunya ganti kakaknya yang harus bahagia," jawab Arman. "Boleh juga, asal bukan dengan cara licik, Paman. Bahagia tidak bisa diraih dengan cara kotor," ujar Melo. "Anda bisa melakukan sesuka hat

  • Pesona Duda Keren   44. Perjodohan Virgo dan Diva

    "Ma, mama ... mamaku mana, Om Melo?" tanya lirih Ruhi saat membuka matanya. Saat itu Melo sedang tidur di bibir ranjang, pantatnya di kursi. Segera matanya terbuka mendapati Ruhi memanggilnya. "Sayang, kamu sudah sadar? Apa yang kamu rasakan, Sayang?" tanya Melo gugup bercampur bahagia. "Ruhi, kamu sudah bangun?" teriak Arjun. "Sebentar aku panggil dokter!" teriak Melo masih gugup. "Dokter!" teriak Melo di depan pintu. Saking gugupnya, padahal di samping ranjang ada tombol untuk memanggil dokter atau perawat. Tak lama seorang dokter dan seorang perawat datang dengan tergesa-gesa. "Dok, anak saya sudah sadar, tolong periksa dia!" kata Melo bahagia. Dokter memeriksa sekilas tentang kesehatannya. Perawat membantu memeriksa tensi darahnya. Melo hanya tertegun seolah tak percaya. "Anda siapa?" tanya dokter. "Saya mamanya, maksud saya ... saya pengasuhnya, Dok," jawab Melo gugup. "Mana ke

DMCA.com Protection Status