Share

Bab 680

Author: Anggur
Odelina terlalu gemuk sehingga dia tidak mengenakan gaun pesta. Sebenarnya dia tidak memiliki gaun yang cocok di tubuhnya. Jika harus dibuat dan dijahit ulang, waktunya sudah tidak mencukupi. Akan tetapi ketika perempuan itu mengenakan baju baru dan sedikit berdandan ditambah mengenakan perhiasan milik Yuna, Odelina terlihat sangat elegan sekali.

Russel mengenakan jas anak-anak yang membuatnya tampak tampan. Setiap perempuan yang melihat Russel pasti tidak tahan untuk tidak menggendong bocah itu. Russel mulai menjadi pusat perhatian orang-orang di acara. Asalkan ada yang memujinya tampan, dia akan mengucapkan terima kasih.

“Bu, Bu Yanti dan Den Daniel sudah datang.”

Orang-orang penting yang hadir pasti akan disambut oleh Yuna dengan membawa putri dan juga keponakannya. Yuna langsung menggandeng Odelina sambil berkata, “Odelina, ikut Tante buat sambut Bu Yanti.”

“Beliau adalah ibunya Daniel yang pernah membantu kamu,” jelas Yuna dengan singkat.

Odelina tersenyum dan menganggukkan kepala
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Pak Daniel maju Pak PeLan2 Rayu Russel biar dapat IbuNya .........
goodnovel comment avatar
ferry yustri
kayaknya daniel suka sm odelina
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 681

    Russel segera mundur ke belakang ibunya.Odelina berbalik badan, memeluk putranya dan berkata kepada, “Russel, ini Om Daniel. Kamu pernah bertemu dengan Om ini sebelumnya.”Russel memandang Daniel. Dia, yang biasa sangat sopan, tetap tidak menyapa Daniel.“Anak ini lucu sekali,” puji Yanti.Dia berpikir, keponakan perempuan Nenek Yuna terlalu gemuk, tapi putranya sangat lucu.“Daniel, wajahmu terlalu menyeramkan, jadi anak ini takut. Dia nggak mau kamu sentuh,” Yanti menjahili putra bungsunya.Dulu waktu Daniel mengalami kecelakaan dan wajahnya terluka, Yanti sudah mencoba untuk membujuk putranya itu untuk menjalani operasi plastik untuk menghilangkan bekas luka di wajah, supaya ketampanannya bisa kembali.Namun, putranya ini tidak mau mendengar. Dia tidak tahu dia menangis berapa kali waktu itu. Jantungnya seolah mau copot ketika mengetahui putranya ini mengalami kecelakaan. Namun, putranya masih tidak mau mendengar nasihatnya dan tidak bersedia melakukan operasi plastik.Bertahun-tah

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 682

    “Jangan khawatir. Kakak nggak akan membiarkan diri sendiri dipersulit Tante Yanti. Kamu jangan kesal.”“Kak Odelina, Kakak terlalu sabar dan murah hati. Kalau aku, aku mungkin akan mencabik-cabik orang yang berani menatapku begitu.”Odelina tertawa.Bagaimana mungkin dia bisa dibandingkan dengan Amelia?Amelia adalah putri orang kaya.Sementara dirinya hanyalah seorang yatim piatu yang orang tuanya sudah meninggal.“Pokoknya, mulai sekarang aku akan melindungi Kakak. Kalau ada yang berani menatap Kakak seperti itu dan menindas Kakak, bilang padaku. Aku akan memberi pelajaran pada mereka.”“Julia sudah datang,” ujar Odelina ketika melihat Junia dan adiknya, yang berhasil mengalihkan perhatian Amelia.Junia lagi-lagi memaksa adiknya untuk ikut datang. Adiknya dijadikan sopir gratis, supaya dia bisa makan sepuas-puasnya di pesta ini.Sayangnya, Olivia sedang tidak berada di Mambera.“Junia.” Amelia dan Odelina pergi menyambut Junia.“Junia, kenapa kamu baru datang sekarang?” Amelia meraih

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 683

    Odelina merasa defensif.Dia bertanya dengan dingin, “Kamu dengar dari siapa aku dapat uang sebanyak itu? Aku nggak bekerja setelah menikah, nggak punya penghasilan sedikit pun ….”“Mama mertuamu yang bilang. Odelina, bisnisku sedang nggak berjalan dengan baik. Rugi besar. Semua keuntungan yang aku dapatkan dulu habis, nggak ada uang untuk putar bisnisnya. Kamu pinjamkan aku dua miliar untuk memutar bisnisnya.”Odelina tertawa kesal.Orang-orang itu benar-benar tidak tahu malu.Mereka terus-terusan mengganggu dia dan adiknya.“Yoga, kamu nggak pernah berkaca di cermin, ya? Memangnya kamu siapa? Kalian memperlakukan aku dan adikku dengan seperti itu, lalu sekarang masih ada muka untuk meminjam uang denganku? Benar, aku memang punya dua miliar lebih, tapi aku nggak akan meminjamkannya untukmu!”“Odelina, jangan begitu, dong. Bagaimanapun juga, kami ini masih saudaramu. Waktu itu, kamu dan adikmu yang terlalu keras kepala, nggak minta keluarga suamimu untuk memberi uang mahar. Mereka jadi

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 684

    Kemudian, apa pun pertanyaan yang ditanyakan Bobby, tidak ada yang mau memberitahunya, selain Sanjaya Group, siapa orang yang sedang membalas dendam padanya dan menyebabkan dia tidak direkrut.Bobby tahu, orang itu pasti adalah orang yang mendukung Olivia dari belakang. Dia awalnya mengira orang itu adalah Amelia Sanjaya. Namun, setelah dipikir-pikir, selain Amelia, ternyata masih ada orang yang lebih kuat yang mendukung Amelia dan kakaknya.Siapa orang itu? Bisa-bisanya orang itu mencegahnya mendapatkan pekerjaan di Mambera.Bobby sangat terkejut hingga kehilangan kepercayaan diri. Dia memutuskan untuk membawa kakek neneknya kembali ke desa setelah neneknya keluar dari rumah sakit, lalu membuat rencana lagi setelah tahun baru.“Lalu, apa yang harus kita lakukan?” ujar Surya Hermanus dengan khawatir. “Mengapa orang yang mendukung Olivia dan Odelina dari belakang itu begitu kuat? Bisa-bisanya orang itu membuat kalian kehilangan pekerjaan, membuat bisnis kalian merugi. Bisnis kalian kan

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 685

    Amelia mendengar seluruh percakapan antara Odelina dan Yoga di telepon itu. Dia berkata dengan marah, “Mereka masih berani mengganggumu dan meminta uang.”“Dia ingin meminjam uang padaku. Dia bilang bisnisnya lagi nggak lancar dan merugi besar. Jadi, dia mau pinjam dua miliar agar bisnisnya bisa berjalan lagi.”“Nggak tahu malu sekali dia. Aku selalu mengira akulah orang yang paling nggak tahu malu di Mambera. Semua orang mengatakan seperti itu. Mereka bilang aku nggak tahu malu, mengejar tuan muda keluarga Adhitama sampai seperti itu. Tapi, kalau dibandingkan dengan keluarga-keluargamu itu, aku rasanya masih jauh tahu malu.”Gantian malah Odelina yang menenangkan Amelia. “Amelia, nggak perlu menghabiskan tenaga untuk marah pada orang-orang itu. Kakak dan Olivia nggak mungkin akan berdamai dengan mereka seumur hidup ini. Aku nggak peduli mereka mau seperti apa.”Hidup sanak keluarganya dan Olivia di desa sedang tidak baik sekarang. Mereka sedang mendapat karma.“Ayo, kita pergi makan.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 686

    Dia berkata kepada Yuna. “Tante, aku dan Oliv masih muda. Tangan dan kaki kami masih sehat, jadi kami nggak membutuhkan bantuan Tante. Tante nggak perlu mengkhawatirkan kami. Aku yakin kami bisa sukses dengan usaha kami sendiri.”“Aku juga ingin menanyakan satu hal lagi pada Tante. Aku harap jangan sampai seluruh kota tahu kalau aku dan Olivia adalah keponakan tante. Aku dan Olivia sudah mengalami banyak hal selama ini. Aku takut, orang lain akan menggunakan kami berdua untuk merugikan Sanjaya Group dan Tante.”Setelah merenung sejenak, Yuna berkata, “Odelina, Tante senang kamu bisa berpikir seperti itu. Kalian berdua sama kuatnya dengan Tante. Kalau kalian memang nggak memerlukan bantuan Tante, Tante nggak akan bantu. Tapi, kalau kalian mengalami kesulitan nanti, kalian harus bilang pada Tante.”“Nggak masalah apakah orang lain tahu tentang hubungan kita, tapi keluargamu di desa harus tahu. Jangan sampai mereka terus mengganggu dan meminta uang pada mereka berdua.”Nama Sanjaya Group

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 687

    Wanita yang disukainya, yang juga merupakan istri sahnya, setiap hari mondar-mandir di depannya. Namun, dia tidak bisa mencium wanita ini.Stefan kesulitan menahannya.Sekaran, setelah “bebas dari penjara”, dia langsung mencium Olivia dengan dominan, tanpa sungkan lagi.Setelah sekian lama, Olivia bersandar di dadanya untuk mengatur napasnya.“Oliv.”Oliv menatap Stefan. Melihat ekspresi pria itu yang serius, dia mengerjapkan matanya. Orang ini cepat sekali berubah suasana hatinya. Dia bertanya, “Ada apa? Wajahmu ini sudah berubah jadi wajah guru galak lagi.”“Aku masih ingat pertama kali kamu membantu di tokoku, murid-murid takut masuk ke toko untuk membeli barang ketika mereka melihatmu.”Stefan meraih wajah Olivia dan mengelusnya berulang kali menggunakan jempolnya. Dia tersenyum kecil dan berkata, “Waktu itu, kamu menyuruhku pulang ke kantor. Aku kesal sekali. Padahal aku mau membantu, kamu bukan hanya nggak menghargainya, bahkan menyuruhku pergi.”Dia yang dulu memang sangat angku

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 688

    Stefan ternyata punya vila di sana. Vila di puncak gunung dengan pemandangan bagus.Olivia memasukkan ponselnya kembali ke saku mantelnya, Olivia berbalik badan dan duduk di sofa, lalu menatap lurus ke arah Stefan.Stefan juga menatapnya.Dia tidak tahu wanita itu sedang marah atau terkejut?Mungkin bukan terkejut.“Oliv, kita ini termasuk yang baru kenal langsung nikah. Aku ….”Stefan berjalan menghampiri Olivia dan duduk di sebelahnya.  Begitu dia duduk, Olivia bergeser ke samping dan menjauhkan diri, lalu berkata, “Kamu duduk di sana saja. Jangan terlalu dekat denganku.”Dengan wajah cemberut, dia berkata dengan marah, “Aku tahu kenapa kamu menyembunyikannya dariku. Apa lagi kalau bukan karena kamu takut kalau aku tahu kamu punya vila, aku akan mengejar uangmu.”“Sebagai seorang petinggi di Adhitama Group, berapa gaji tahunanmu? Beberapa miliar, ‘kan? Kerjaanmu biasanya sibuk, kalau nggak harus lembur, pasti harus menemani klien. Semua pengeluarannya diganti oleh perusahaan, ‘kan? L

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3590

    Nana bertanya, “Kenapa kamu nggak ke toko bunga?” Rosalina menjawab, “Aku mau istirahat sebentar. Dokter Panca menyuruhku untuk nggak terlalu lelah, katanya tubuhku masih lebih lemah dibanding orang lain dan harus dirawat dengan baik. Aku nggak boleh terlalu capek atau begadang." "Sebenarnya, bekerja di toko bunga nggak melelahkan, tapi adikku sering datang ke sana dan membuat keributan. Sangat menjengkelkan." "Calvin menyuruhku beristirahat saja di rumah. Lagi pula, ada orang yang menjaga toko. Kalau aku nggak ada di sana, adikku hanya akan berkeliling sebentar lalu pergi.” Nana berkata, “Kamu masih terlalu lembut. Kalau itu aku, setiap kali dia datang, aku akan menghajarnya sampai dia kapok dan nggak berani datang lagi." "Dengan semua yang sudah dia lakukan untuk menindasmu, kamu seharusnya nggak menganggapnya lagi sebagai saudara." Rosalina tersenyum dingin, “Aku juga nggak menganggapnya saudara. Dia hanya bisa menang lewat omongan, dan aku malas meladeni dia. Aku nggak perlu

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3589

    Begitu Nana tiba di depan gerbang halaman rumah Rosalina, dia melihat perempuan baru keluar dan berseru, "Nana!" Rosalina tersenyum, "Aku dengar kamu sudah datang sejak tadi. Aku penasaran kenapa belum melihatmu, lalu aku menebak pasti kamu pergi ke rumah Tante Dewi. Aku baru saja mau mencarimu." Nana menjawab, "Nenek ada di rumah. Aku datang, tentu harus menyapanya dulu. Aku mengobrol sebentar dengan Nenek sebelum ke sini." Dia maju beberapa langkah, dengan akrab menggandeng lengan Rosalina, lalu melirik ke dalam dan bertanya, "Samuel nggak ada di rumah, 'kan?" "Kenapa? Kamu mencarinya?" Rosalina menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Nggak, hanya saja dia selalu menunjukkan wajah cemberut di belakang Nenek setiap kali melihatku. Aku nggak mau bertemu dengannya, supaya dia nggak berpikir bahwa aku akan mengikuti keinginan Nenek." "Siapa yang mau sama dia? Aku punya banyak kakak senior, pilih salah satu saja, mereka pasti nggak akan berani menolak aku." Rosalina langsung kesa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3588

    Di perusahaan sedang sangat sibuk dan belakangan ini dia sering berada di luar. Teman-temannya mulai mengeluh karena ketidakhadirannya. Namun, neneknya tahu alasan sebenarnya dia keluar, jadi tidak mendesaknya untuk segera pulang. Meskipun begitu, dia tidak bisa berlama-lama di sini. Terlalu banyak pekerjaan yang menunggu. Nenek tertawa dan berkata, "Kalau makanannya enak, makanlah lebih banyak. Tinggal di sini beberapa hari lagi." "Nenek, aku sibuk bekerja. Aku datang ke sini hanya karena guruku datang. Sekarang guruku sudah pulang, aku juga harus kembali bekerja." Nenek menggenggam tangannya dan berkata, "Bagaimana kalau Nenek menelepon keluargamu dan bilang supaya kamu tinggal lebih lama di Mambera?" "Nenek, nanti saat libur Tahun Baru aku akan datang lagi. Sekarang aku benar-benar nggak bisa tinggal lebih lama. Hari ini pun aku datang hanya karena Rosalina terus-menerus memaksaku untuk menemaninya." Nana merasa Sarah seperti tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia mencoba menging

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3587

    Dia bisa memakai perhiasan kapan saja dia mau, dan tidak memakainya jika tidak ingin. Dia memiliki koleksi perhiasan pribadi yang sangat banyak, apalagi dengan tambahan perhiasan yang diberikan oleh ibu mertuanya. Perempuan itu tidak kekurangan perhiasan. Bahkan, dia sangat menyukai perhiasan, terutama batu giok. Di dalam koleksinya, terdapat banyak sekali perhiasan giok berharga. Setelah tiga menantu perempuan masuk ke keluarga, dia membagikan sebagian koleksi perhiasannya kepada mereka. Selain itu, untuk sembilan cucu menantu, dia juga telah menyiapkan hadiah perhiasan. Namun, dia tetap menyimpan beberapa untuk dirinya sendiri—sebagai warisan terakhir. Dia berharap akan memiliki seorang cicit perempuan suatu hari nanti. Jika dia benar-benar mendapatkan cicit perempuan, maka semua perhiasan simpanannya itu akan diberikan kepada cicitnya sebagai mas kawin. "Ma, lihat siapa yang datang!" Menantu sulungnya tiba-tiba berkata dengan penuh semangat. Sarah sengaja menunjukkan ekspresi

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3586

    Baik memesan makanan dari menu maupun menikmati prasmanan, semuanya sangat lezat, membuat para tamu sangat puas. Tidak heran jika hotel-hotel di bawah naungan Adhitama Group selalu ramai. Banyak orang datang hanya untuk makan, bukan menginap. Para tamu yang menginap di hotel bisa mendapatkan diskon 30 persen saat makan di restoran hotel. Di lantai satu, selain restoran, ada juga kafe, toko oleh-oleh khas Mambera, taman bermain anak-anak, serta area membaca. Di area membaca, terdapat beberapa rak buku besar yang penuh dengan berbagai jenis buku. Saat hujan, tamu bisa menghabiskan waktu seharian di hotel tanpa merasa bosan. Pelayan itu tersenyum. "Baiklah, aku akan mencari Bu Fenny. Silakan lanjutkan urusanmu." Nana tersenyum dan pergi. Pelayan itu pun kembali ke pekerjaannya. Nana berjalan sambil menikmati pemandangan. Dengan santai, dia menghabiskan 40 menit sebelum akhirnya sampai di rumah utama.Meskipun Rosalina yang mengundangnya, tetapi karena Nenek Sarah ada di rumah, sebag

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3585

    Sejujurnya, dia juga diperlakukan seperti harta berharga yang disayangi oleh keluarganya ketika di rumahnya. Di tempat gurunya, para senior dan saudara-saudari seperguruannya juga sangat baik padanya. Belum pernah ada yang menunjukkan wajah dingin padanya. Hanya Samuel yang selalu memasang wajah dingin setiap kali melihatnya, seolah-olah dia berhutang miliaran kepadanya dan belum melunasinya. Nana juga tahu alasan di balik sikap Samuel yang tampak sopan dan ramah di depan para tetua tetapi bersikap dingin padanya di belakang mereka. Semua itu hanya karena dia mengira Nenek Sarah ingin menjodohkan mereka. Namun, Nana tidak akan repot-repot mendekati lelaki itu. Memangnya dia pikir dirinya uang yang akan disukai semua orang?Meskipun dia pernah menyukai Samuel, setelah mendengar kata-katanya, dia memaksa dirinya sendiri untuk belajar melepaskan perasaan itu. Namun, bagaimanapun juga, mereka tetap saja sulit untuk benar-benar menghindari satu sama lain. Pelayan itu berpikir Nana takut

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3584 

    Russel memanggil Olivia. Liam juga menyapa Olivia, lalu duduk bersama Russel di sebelah Mulan sambal menyaksikan Archie minum susu formula. Russel bermain dengan jari-jari kakinya, lalu Archie menendang ke arahnya. Russel tertawa cekikikan. Adiknya masih kecil dan tidak terlalu kuat, jadi tendangannya tidak terasa sakit. Setelah kedua anak kecil itu kenyang, mereka diserahkan kepada pengasuh. Pengasuh menggendong mereka dan meletakkannya di kereta bayi, lalu mendorong mereka keluar untuk berjalan-jalan.Hal ini dilakukan agar nanti ketika majikannya itu pergi, kedua bayi itu tidak akan menangis. Mulan dan Olivia berencana membawa anak-anak bermain ke taman bermain anak-anak, tetapi mereka tidak membawa si kembar karena masih terlalu kecil. Taman bermain terlalu ramai, sehingga dikhawatirkan mereka tidak bisa merawatnya dengan baik. Di Vila Ferda suasananya sangat ramai, sementara di Vila Permai, suasananya masih tenang. Keluarga Adhitama untuk saat ini belum ada anak kecil. Anak pa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3583

    “Yang namanya anak kecil memang begitu. Di umur segini dia pasti penasaran banget sama setiap barang yang dia pegang. Begitu kamu ganti baju yang lebih meriah dikit juga mereka pasti bakal terus menatap kamu,” kata Olivia tersenyum. “Merawat anak kecil memang merepotkan, tapi waktu mereka bermanja sewaktu di gendong dan manggil kamu ‘Mama’ dengan nada yang menggemaskan, kamu merasa bahagia.”Sambil memeluk Archie yang lagi-lagi memanjat meja, Mulan menyahut, “Benar juga. Setelah aku sibuk kerja seharian dan pulang ke rumah, rasa capekku langsung hilang begitu aku memeluk mereka. Rasanya capek yang aku rasakan selama seharian terbayar.”Mulan menunduk untuk mencium wajah anaknya. Saat dicium, Archie juga balas tersenyum ke Mulan, lalu memeluk lehernya dan menggesekkan wajahnya. Olivia sangat iri melihat kedekatan mereka berdua.“Olivia, kamu jangan iri, ya. Beberapa bulan lagi anak kamu sudah lahir. Kamu juga bakal merasa bahagia. Semoga anak kamu nggak bandel saja,” ucap Mulan tertawa.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3582

    “Aku nggak bisa kasih makan dia. Dikasih susu bubuk juga maunya kamu yang kasih. Kalau aku yang kasih, dia malah menolak seolah-olah aku mau kasih dia makan racun saja. Dasar pilih kasih,” ujar Yose mengeluhkan anaknya yang memiliki standar ganda.Padahal susu bubuk juga dia yang seduh, tetapi Archie tidak mau minum dan hanya mau minum ketika Mulan yang memberikannya. Kalau Mulan sedang tidak ada di rumah akan lebih mudah bagi Yose, karena begitu Archie lapar, dia akan minum terlepas dari siapa saja yang memberikannya. Meski cengeng, Archie ini cukup pintar.“Nanti biar aku yang kasih dia minum, kamu bawa Audrey balik ke kamar saja dulu. Di luar dingin,” kata Mulan.Mulan lihat-lihat Archie sudah mengenakan jaket tebal, jadi seharusnya dia tidak akan kedinginan meski berada di luar. Lantas Yose pun membawa Audrey masuk ke dalam, sembari sesekali menunduk untuk mencium pipi putri kesayangannya.Ketika menyaksikan Yose menggendong pergi Audrey, Olivia berkata kepada Mulan seraya terkekeh

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status