Share

Bab 1598

Author: Arif
"Lagi-lagi kita nggak bisa tidur malam ini. Tanpa Wira, mungkin kita semua sudah mati sekarang," ucap Prabu kepada para jenderal di depannya.

Antares diam-diam memasuki markas, targetnya sudah pasti Prabu, tetapi para jenderal ini juga bisa terbunuh.

Jika dipikirkan, memang sangat mengerikan. Bagaimanapun, mereka sudah melihat kehebatan para ahli bela diri Sekte Gunung itu. Kekuatan orang-orang itu memang tidak biasa.

Apabila Wira tidak membocorkan informasi, kerugian yang mereka derita hari ini sudah pasti sangat besar. Selain itu, seluruh pasukan Kerajaan Nuala hanya akan dikuasai oleh Kerajaan Beluana!

Ini adalah bagian yang paling menakutkan! Prabu memiliki 100.000 pasukan elite, entah bagaimana jika pasukan ini jatuh ke tangan Kerajaan Beluana!

Para jenderal itu mengangguk mendengar perkataan Prabu. Kemudian, mereka mulai mengutarakan pendapat masing-masing.

"Kita harus memberi tahu Raja hal ini supaya Raja memberikan hadiah. Tapi, hanya Wira yang pantas mendapatkannya untuk sekar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Abdul Rahman
bagus thor bagus thor lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1599

    Di istana Kerajaan Beluana."Apa katamu? Kamu yakin dia Wira? Dia berani ikut campur urusan kedua kerajaan?" Ishan telah melaporkan semuanya kepada Ciputra. Begitu mendengarnya, ekspresi Ciputra pun menjadi sangat masam.Ini karena Ciputra tidak menduga Wira akan ikut campur dalam masalah ini, bahkan melukai orang Sekte Gunung! Tindakan ini sama saja dengan melawannya! Mana mungkin Ciputra bisa menerima semua ini!"Ya, aku yakin. Aku pernah bertemu Wira sebelumnya. Dia juga memberitahuku identitasnya, bahkan menjelaskan pro dan kontra yang ada. Dia turun tangan karena orang Sekte Gunung terlibat dalam pertempuran ini. Selain itu, dia sepertinya sangat membenci Sekte Gunung.""Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Aku nggak yakin dengan pemikiran Wira, tapi kalau dia bekerja sama dengan Kerajaan Nuala, akibatnya pasti akan sangat fatal!" jelas Ishan.Ciputra pun mulai merenungkan masalah ini. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus bagaimana. Saat ini, terdengar suara langkah

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1600

    "Yang Mulia, apa kita harus menarik mundur pasukan atau ...," tanya Ishan yang menatap Ciputra sambil menunggu jawabannya.Setelah ragu-ragu sejenak, Ciputra mengernyit sembari membalas, "Jangan dulu. Kamu kembali saja ke markas dan atur pasukanmu.""Aku tahu kamu sudah kalah sekali, tapi pantang menyerah. Aku yakin kamu akan menang pada pertarungan selanjutnya. Meskipun ini karena campur tangan Wira dan banyak menteri yang nggak senang dengan hasil ini, aku tetap menghormatimu. Jadi, semoga kamu nggak membuatku kecewa lagi."Ishan mengangguk mendengarnya. Tatapannya dipenuhi rasa bersyukur. Tidak peduli apa pendapat para menteri itu, yang terpenting adalah Ciputra selalu berada di pihaknya. Adapun yang lainnya, dia tidak peduli. Kemudian, Ishan berpamitan dan kembali ke markasnya."Wira, sebaiknya kamu nggak membuatku terlalu kesulitan. Sekarang aku sudah menjadi penguasa. Kalau keuntungan kerajaanku terancam, aku nggak akan mengampunimu. Apalagi, aku punya Sekte Gunung yang menyokong

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1601

    "Baik."Di saat kedua orang itu sedang berbincang, terdengar suara langkah kaki dari luar. Selanjutnya, terlihat Wulan, dan ketiga wanita lainnya masuk. "Suamiku, kamu sedang siap-siap mau keluar?" tanya Wulan memulai pembicaraan.Saat melewati kamar Julian tadi, mereka mendengar suara kedua orang itu sedang berbincang. Oleh karena itu, mereka masuk ke kamarnya. Wira tidak ingin merahasiakan apa pun dari istri-istrinya, sehingga dia hanya mengangguk sambil tersenyum dan memberi penjelasan."Benar, kami berdua mau bersiap-siap pergi ke sekte Gunung. Tapi sebelum itu, aku harus membawanya pulang dulu. Karena terburu-buru pergi saat itu, Sekte Gunung dan Sekte Langit masih ada banyak hal yang belum diselesaikan. Jadi, kali ini kami harus pulang dulu."Di antara semua ini, masih ada hal yang belum diceritakannya, yaitu mengenai masalah dua kerajaan. Sekarang Wira sudah yakin bahwa semua masalah ini berkaitan anggota Sekte Gunung. Selain itu, Sekte Gunung juga mengutus ahli untuk membantu C

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1602

    "Tenang saja, bahkan kalau harus mati sekalipun, aku akan tetap melindungi istri cantikmu itu," kata Biantara sambil merangkul pundak Wira dan tertawa.Wira memutar bola matanya terhadap Biantara. "Dasar, bisa nggak kamu jangan bicara sembarangan? Kenapa selalu saja mengungkit mati? Bawa sial tahu?"Wira yang baru saja hendak berangkat, tentu saja tidak bisa senang saat mendengar ucapan Biantara. Sementara itu, Danu dan Doddy tertawa canggung merespons keduanya. Biantara hanya menggaruk kepalanya. Melihat Wira yang marah, dia buru-buru menimpali, "Aku hanya bercanda, kok. Kenapa dianggap serius?"Meskipun berkata demikian, hati Biantara tetap merasa nyaman. Sebab, Wira menasihatinya dengan tulus karena benar-benar menganggapnya sebagai saudara."Sudahlah, semuanya sudah kuinstruksikan dengan baik. Aku nggak mau banyak omong kosong lagi dengan kalian. Kalian semua adalah sahabatku, aku nggak sembarangan percaya pada orang, aku hanya percaya pada kalian tanpa syarat."Mendengar ucapan Wi

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1603

    Julian begitu terharu mendengarnya. Dia langsung memeluk lengan Wira dan mendekap ke pelukannya. Pada saat ini, dia benar-benar merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya. Alangkah indahnya jika waktu bisa berhenti di detik ini juga.Dengan begitu, tidak akan ada lagi kesedihan dan kegembiraan di dunia ini. Yang ada hanya kedua orang yang saling mencintai. Ini juga termasuk hal yang sangat membahagiakan di dunia ini!Setelah menempuh perjalanan selama 1 hari 1 malam, kedua orang itu akhirnya kembali ke Sekte Langit. Saat mengetahui Wira dan Julian pulang, Arham yang telah mendapat kabar itu, lantas menunggu di depan pintu masuk Sekte Langit. Saat melihat sosok mereka berdua, dia buru-buru menyambutnya.Sebelumnya, dia memang selalu bertentangan dengan Wira. Namun, itu hanya karena dia merasa tidak puas terhadap Wira. Akan tetapi, setelah berinteraksi dengannya beberapa kali, keduanya sudah menjadi teman, dan bahkan jadi sahabat yang lumayan akrab."Kukira bakal lam

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1604

    Bahkan nada bicaranya pun berubah. Jelas sekali, Juna mulai tidak senang.Di sisi lain, meskipun Wira sudah melihat perubahannya, dia tetap tidak terlalu memedulikannya. Sebaliknya, Wira malah berkata sambil tertawa, "Itu semua karena Sekte Gunung sudah ada pergerakan baru. Mereka bahkan ikut campur dalam masalah dua kerajaan besar.""Aku khawatir mereka ada rencana tersembunyi di balik semua ini. Jadi, kita sebaiknya nggak usah terus berhubungan dengan mereka. Lebih baik kalau kita bermusuhan langsung saja dengan mereka. Bagaimana pendapat Tuan?"Usai bicara, tatapan Wira kembali pada Juna. Meskipun Juna duduk di ketinggian, Wira tetap tidak terlihat gentar ataupun cemas sama sekali saat menghadapinya. Lagi pula, selama ini dia memang tidak terikat dengan siapa pun, lantas apa yang perlu ditakutkannya?Juna malah berkata dengan wajah serius, "Apa bukti dari ucapanmu itu?"Hal seperti ini tidak boleh dikatakan sembarangan. Jika tidak, ini akan menimbulkan kekacauan di kedua sekte. Jika

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1605

    Wira tidak ragu-ragu sama sekali dan langsung menganggukkan kepalanya. Hanya ini jalan satu-satunya untuk saat ini."Kalau begitu, aku tunggu kabar darimu. Tapi, kamu harus beri aku jawaban secepatnya. Kalau masalahnya sudah di luar kendali, itu bukan lagi sesuatu yang bisa kamu atasi sendiri." Setelah melontarkan perkataan tersebut, Wira pun keluar bersama Julian.Sementara itu, duduk di singgasananya sambil merenung. Sebelumnya, dia memang tidak percaya dengan ucapan Wira. Seperti yang dikatakannya, Sekte Gunung dan Langit ditempati oleh para ahli bela diri. Selain itu, bertahun-tahun yang lalu mereka telah mencapai kesepakatan untuk tidak ikut campur dalam hal duniawi. Tujuannya adalah agar tidak merusak keseimbangan di dunia ini.Mereka memang tidak punya kekuatan yang sakti, tapi bagaimanapun, semua orang-orang ini adalah ahli bela diri. Tentu saja mereka akan lebih hebat dari manusia biasanya. Jika bergabung dalam peperangan, bahkan puluhan tentara yang menyerang sekaligus pun t

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1606

    Ditambah lagi akan membuat keputusan besar sekarang, tentu saja mereka harus bersatu! Anggota Keluarga Ghanim malah tertawa terbahak-bahak. Semua orang memusatkan perhatian padanya karena tidak mengerti dengan maksudnya."Aku malah merasa Wira belum tentu sedang menipu kita. Sepertinya kalian yang menipu diri sendiri, 'kan? Apa kalian nggak tahu posisi Antares di Sekte Gunung? Sampai kapan pun, dia nggak akan meninggalkan Sekte Gunung!""Jadi, semua perbuatannya bisa mewakilkan Sekte Gunung. Kini dia sudah membawa sekelompok ahli bela diri memasuki Kerajaan Beluana, apa ini masih belum cukup menjelaskan semuanya? Jelas sekali Sekte Gunung punya rencana tersembunyi!""Yang paling membuatku merasa lucu adalah, Wira datang jauh-jauh untuk memberikan informasi pada kita agar kita bisa mempersiapkan diri lebih awal, atau bahkan merebut kesempatan. Tapi kalian malah nggak percaya niat baik orang dan bahkan menuduhnya menyebar fitnah di sini? Aku benar-benar nggak ingin jadi rekan kalian!"Me

Latest chapter

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3267

    Zaki menatap mata-mata itu, lalu bertanya dengan suara rendah, "Jadi, sekarang bisa dipastikan bahwa Jenderal Joko dan pasukannya sudah mundur?"Mata-mata itu mengangguk pelan, lalu berkata lagi, "Bukan hanya Jenderal Joko, bahkan Jenderal Kahlil juga sedang mundur saat ini."Kahlil? Zaki tertegun sejenak. Dia langsung teringat pada orang itu, bawahan Joko sekaligus orang yang memiliki hubungan baik dengannya.Dalam sekejap, Zaki menyadari bahwa Kahlil datang untuk memberi bantuan. Namun, melihat keadaan saat ini, Zaki mengerutkan alisnya. Setelah berpikir beberapa saat, dia bertanya, "Tadi Jenderal Kahlil datang untuk membantu kita? Kenapa aku nggak melihat mereka bertempur?"Zaki tahu seperti apa kemampuan Kahlil. Dia naik pangkat dari prajurit biasa menjadi seorang jenderal kavaleri yang tangguh. Meskipun pangkatnya tidak terlalu tinggi, kecepatannya dalam bertempur tidak bisa diremehkan.Joko mengirim Kahlil untuk membantunya, yang membuktikan betapa besar kepercayaan Joko terhadap

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3266

    Arhan mengernyit mendengar kata-kata itu. Menurutnya, situasi ini memang agak merepotkan. Terlebih lagi dari sudut pandangnya saat ini, masalah ini tidak mudah untuk diatasi.Setelah beberapa saat, Arhan berucap, "Kalau dilihat sekarang, sepertinya mereka sedang menghadapi masalah, 'kan? Kita tunggu dan lihat saja dulu."Saat itu juga, dari kejauhan seorang mata-mata berlari mendekat. Begitu melihat mereka berdua, dia langsung menangkupkan tangan dan berkata, "Jenderal-jenderal, Tuan Wira telah memberi perintah dan membunyikan tanda untuk mundur, segera kembali!""Baik!" Mendengar perintah ini, Arhan dan Nafis tertegun sejenak. Dalam hati, mereka bertanya-tanya, kenapa harus mundur padahal pertempuran masih berlangsung dengan baik?Namun, mereka juga menyadari bahwa pasukan mereka telah mengalami banyak kerugian. Karena itulah, begitu Wira memberi perintah, keduanya tidak lagi bersikeras melanjutkan pertempuran.Setelah saling bertukar pandang, Arhan dan Nafis segera membawa pasukan me

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3265

    Saat ini, Arhan sedang memimpin pasukannya untuk bergabung dengan Nafis dan pasukan musuh yang jumlahnya kurang dari sepuluh ribu itu tepat berada di depan mereka. Pertempuran ini membuat kedua belah pihak mengalami kerugian besar dan pasukan musuh berada dalam situasi yang sangat sulit.Jenderal yang bertugas memimpin kavaleri bantuan dari pasukan utara, Jeremy, pun mengernyitkan alis dan berkata, "Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa pasukan ini begitu hebat? Jumlah mereka hanya tinggal delapan ribu orang, tapi mereka bisa membantai begitu banyak pasukan kita."Mendengar perkataan itu, wakil jenderal yang berdiri di samping Jeremy menganggukkan kepala dan berkata, "Jenderal, orang ini adalah Arhan, jenderal Pasukan Harimau di bawah komando Trenggi dari Kerajaan Nuala. Meskipun hanya memimpin tiga ribu Pasukan Harimau, dia ini tetap sosok yang sangat berpengaruh di Kerajaan Nuala."Jeremy menganggukkan kepala, lalu berkata dengan penuh semangat, "Sayang sekali. Kalau orang sepert

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3264

    Mendengar perkataan itu, para wakil jenderal lainnya langsung tertegun karena mereka merasa keputusan itu terlalu berlebihan.Beberapa saat kemudian, wakil jenderal yang memperhatikan situasi ini mengernyitkan alis dan berkata, "Jenderal, bagaimana kita menjelaskannya pada Tuan?"Joko mengernyitkan alis dan perlahan-lahan berkata, "Saat kita kembali, aku sendiri yang akan meminta maaf pada Tuan. Tapi, sekarang kita benar-benar harus mundur. Kalau terus bertempur, kita benar-benar akan musnah. Kita harus menyelamatkan pasukan yang tersisa. Cepat kirim mata-mata ke sana."Para wakil jenderal mengernyitkan alis dan hanya segera bisa mengatur perintah Joko.Setelah mengatur semuanya, Joko menoleh dan menatap mata-mata di sampingnya.Mata-mata yang tadinya hendak mundur itu pun langsung menundukkan kepala karena mengira Joko ingin membunuhnya untuk melampiaskan amarahnya.Namun, Joko malah menatap mata-mata itu dan berkata, "Segera kirim pesan pada Tuan bilang sepertiga pasukanku sudah gugu

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3263

    Mendengar perkataan Wira, kavaleri yang berada di barisan belakang merasa sangat bersemangat karena mereka merasa ini adalah kemenangan besar.Melihat Wira berhasil membantai delapan ribu kavaleri musuh hanya dengan dua ribu kavaleri, Adjie, Agha, dan yang lainnya langsung bersorak dengan lantang.Melihat pemandangan itu, ekspresi Joko menjadi sangat muram. Dia sama sekali tidak menyangka delapan ribu kavaleri sudah habis dimusnahkan musuh hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Dia hanya bisa menutup matanya dan berpikir kali ini semuanya benar-benar sudah berakhir. Melihat pasukan di barisan depan sudah kehilangan semangat tempur, dia berteriak, "Mundur!"Joko merasa satu-satunya pilihan mereka sekarang hanya mundur. Jika tetap bertahan, mereka benar-benar akan musnah.Tepat pada saat itu, seorang kavaleri di barisan depan bergegas mendekati Joko. Sebelum kudanya berhenti sepenuhnya, dia langsung melompat turun dan berlutut di depan Joko sambil memberi hormat. "Jenderal, ada surat da

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3262

    Wakil jenderal itu menganggukkan kepala, lalu segera pergi menyampaikan perintah Wira.Setelah Wira mengatur pasukannya untuk kembali menyerang, wakil jenderal yang sebelumnya pergi menyampaikan perintah pun kembali. Setelah melihat Wira, dia mengernyitkan alis dan berkata dengan nada muram, "Tuan, persediaan panah kita sepertinya sudah hampir habis."Wira bertanya dengan ekspresi datar, "Masih cukup untuk berapa kali serangan lagi?"Pasukannya adalah pemanah dan juga kavaleri, sehingga Wira memilih strategi menyerang dengan cepat dan mundur untuk menghadapi wakil jenderal pasukan utara. Dengan begitu, mereka bisa menembak musuh dengan tepat dan sekaligus memastikan mereka bisa mundur kapan pun saat situasinya berubah.Mendengar pertanyaan itu, wakil jenderal yang membawa laporan itu pun menganggukkan kepala. Setelah terdiam sejenak, dia menatap Wira dan berkata, "Tuan, kita hanya bisa menyerang dua kali lagi dengan sisa panah yang ada."Wira menganggukkan kepala karena dia juga merasa

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3261

    Saat ini, wakil jenderal pasukan utara sedang memimpin pasukannya untuk menyerbu Wira dan pasukannya. Saat melihat pasukan Wira tiba-tiba membentuk formasi pun, dia langsung tercengang. Namun, dia juga menyadari mereka tidak sempat untuk mundur lagi, sehingga dia langsung berteriak, "Maju!"Setelah mendengar perintah itu, para prajurit di belakang wakil jenderal pasukan utara itu juga tercengang. Namun, perintah sudah dikeluarkan, mereka hanya bisa menggertakkan giginya dan tetap menyerang.Melihat pemandangan itu, Wira merasa gembira. Dia diam-diam berpikir pasukan musuh ini begitu bodoh, malah berani menyerang di saat seperti ini. Dia langsung berteriak dengan lantang, "Serang!"Seiring dengan perintah itu, para pemanah segera menarik panah mereka dan anak panah langsung memelesat ke arah kavaleri dari pasukan utara. Dalam sekejap, banyak kavaleri dari pasukan utara yang roboh.Melihat pemandangan itu, Wira tersenyum dan perlahan-lahan berkata, "Hehe. Bagus!"Wakil jenderal dari pasu

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3260

    Mendengar perkataan itu, semua orang menganggukkan kepala. Menurut mereka, tuan mereka benar-benar sudah mengambil langkah tak terduga. Jika kali ini mereka berhasil mengalahkan musuh, rencana ini boleh dilaksanakan.Setelah memimpin pasukannya menyerbu ke depan, wakil jenderal pasukan utara itu langsung terkejut saat melihat begitu banyak orang di depan. Dia pun mengernyitkan alis karena menyadari ternyata kelompok ini malah sedang menunggu mereka. Dia tahu betul betapa liciknya Wira, sehingga sekarang dia sangat khawatir Wira akan merencanakan tipu muslihat dan menunggunya terjebak.Melihat wakil jenderal dari pasukan utara tidak berani sembarangan maju, Wira yang berada di kejauhan pun tersenyum dan langsung berteriak, "Saudara-saudara, kita maju perlahan-lahan."Begitu mendengar perintah itu, banyak prajurit yang mulai perlahan-lahan maju dan terlihat seperti hanya berjalan dari kejauhan. Namun, mereka sudah tahu ini adalah bagian dari strategi, pasukan lawan hanya terlihat percaya

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3259

    Saat ini, Adjie masih sedang mempertimbangkan berbagai hal lainnya karena pertempuran mereka melawan Joko dan pasukannya sudah terlalu lama. Jika dibiarkan terus seperti ini, dia khawatir akan terjadi sesuatu dan ini juga bukan solusi yang baik.Tepat pada saat itu, mata-mata yang selalu mengikuti Adjie pun berlari mendekat dan berkata dengan pelan, "Jenderal, Tuan juga sudah memimpin pasukan keluar."Adjie langsung terkejut saat mendengar laporan itu, lalu menatap mata-mata itu dan bertanya sambil mengernyitkan alis, "Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Bukankah sebelumnya kita sudah meninggalkan dua ribu pasukan untuk melindungi Tuan? Kenapa masih membiarkan Tuan turun ke medan perang lagi?"Pada saat yang bersamaan, Agha yang sedang bekerja sama dengan Adjie untuk menyerang kavaleri dari pasukan utara juga mengernyitkan alis saat menerima berita tentang Wira memimpin pasukan.Untungnya, Wira sudah mengirim mata-mata ke Adjie dan Agha terlebih dahulu, sehingga kedua orang itu bisa bek

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status