Share

Bab 1169

Penulis: Arif
Saat ini, Ciputra dan Farrel menuju ke ruang kerja Sigra.

"Dik, menurutmu rencana Wira akan berhasil nggak?" tanya Ciputra dengan tatapan penuh kecemasan.

"Aku rasa kak Wira nggak akan menipu kita. Kita sudah berhubungan lama, kamu pasti tau sifatnya. Kalau dia nggak bersedia, mungkin kita nggak akan bisa menguasai 3 provinsi ini, "jawab Farrel sambil tersenyum. Dia memahami pemikiran kakaknya.

Setelah mendengarnya Ciputra pun tersenyum dan menyahut, "Kamu benar juga ...."

Setibanya di ruang kerja, keduanya langsung memberi tahu Sigra rencana Wira.

Begitu mendengarnya, ekspresi Sigra agak berubah. Dia bergumam, "Keluarga Juwanto akan bekerja sama dengan Kerajaan Agrel untuk melawan kita ...."

Masalah ini benar-benar rumit! Meskipun begitu, Sigra cukup memiliki keyakinan! Dia yakin bisa mempertahankan 3 provinsi ini! Bagaimanapun, Kerajaan Beluana memiliki pertahanan kuat! Apalagi, Keluarga Barus memiliki 120.000 tentara. Mereka memiliki kekuatan tempur yang cukup!

"Ayah, kita mungkin b
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1170

    Namun, tawa Sigra terdengar agak tidak berdaya. Dia melanjutkan, "Ciputra, pemikiranmu terlalu sederhana, kamu nggak berpikir panjang."Ciputra tampak kebingungan, tidak memahami maksud ayahnya. Sigra menatap putranya, tahu Ciputra adalah orang yang setia kawan. Orang seperti ini paling cocok untuk diajak berteman.Namun, Ciputra jelas masih kurang jika ingin menjadi seorang penguasa. Itu sebabnya, Sigra harus mengajari putranya ini dengan baik."Ciputra, dengarkan baik-baik nasihatku ini," ujar Sigra sambil menatap putranya lekat-lekat.Begitu mendengarnya, Sigra menarik napas dalam-dalam dan mengangguk. "Baik, Ayah."Sigra berkata, "Kamu memang putra mahkota yang cerdas dan bermoral baik. Banyak orang yang mengagumimu. Kelebihanmu adalah kamu sangat menjunjung tinggi kebenaran.""Tapi, sayangnya kamu nggak memiliki kekejaman seorang penguasa. Sejak zaman dulu, nggak ada seorang pun penguasa yang berhati dermawan. Semua ini ada sebabnya, ini yang ingin Ayah katakan.""Kamu pasti akan

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1171

    Jujur saja, sangat sulit untuk menemukan kelemahan Wira! Jika orang seperti ini menjadi lawan mereka, akibatnya pasti akan sangat fatal!"Aku mengerti maksudmu, Ayah. Tapi, kalau kita menyerang Wira, bukankah pertemanan kita hanya akan hancur?" tanya Ciputra. Dia juga takut pada kemampuan Wira, tetapi merasa malu jika benar-benar melawannya. Bagaimanapun, Wira telah menyusun rencana untuk mereka.Sigra menghela napas sebelum menyahut, "Sudah kubilang, penguasa harus berhati kejam. Ciputra, terus terang saja, aku sangat berwaswas pada Wira selama ini. Demi membangun hubungan baik dengannya, aku rela mengorbankan adikmu untuk menikah dengannya. Tapi, kamu sendiri juga sudah lihat, Wira sama sekali nggak berniat menikahi Farrel.""Kalaupun Farrel menikah dengannya, apa kamu bisa menjamin Keluarga Barus bisa bertahan lama? Contoh saja bibimu itu, dia masih berusaha mempertahankan Kerajaan Nuala yang jelas-jelas sudah hancur. Kalau bibimu nggak ikut campur, mungkin kita sudah menguasai duni

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1172

    Setelah mendengar pertanyaan Sigra, Ciputra buru-buru menganggukkan kepalanya. Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana!Sejujurnya, Ciputra tidak ingin berselisih dengan Wira. Meskipun tidak terlalu sering berhubungan dengan Wira, harus diakui dia sangat mengagumi Wira.Karakter, keberanian, wawasan, kebijaksanaan, dan berbagai aspek yang dimiliki Wira, semua sangat dikagumi oleh Ciputra. Bahkan, di mata Ciputra, Wira adalah sahabatnya. Dia bisa mencurahkan isi hatinya kepada Wira."Ayah, aku ... aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana. Selain itu, Kerajaan Agrel dan Keluarga Juwanto sudah mengambil tindakan. Kita ... seharusnya mempertimbangkan hal ini dulu, 'kan?" tanya Ciputra segera. Dia masih tidak ingin melawan Wira.Sigra menghela napas mendengarnya. Dia tahu Ciputra tidak tega menyakiti Wira sehingga merasa agak kecewa. Dia berucap, "Aku mengerti maksudmu. Kalau begitu, kamu nggak perlu ikut campur dalam masalah ini. Aku bisa mengatasinya sendiri.""Ayah, nggak peduli apa

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1173

    "Kak, apa yang Ayah katakan padamu?" tanya Farrel yang merasa ada yang tidak beres. Itu sebabnya, dia diam-diam menyelinap ke luar. Bagaimanapun, dia memiliki status dan kemampuan yang tidak biasa. Mudah saja baginya untuk meninggalkan kediamannya dan datang ke kediaman kakaknya."Hais ...." Ciputra menghela napas, tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Jika memberi tahu yang sebenarnya, Farrel pasti akan cemas, bahkan memberi tahu Wira semuanya. Dengan begini, Farrel hanya akan dihukum oleh ayah mereka.Yang paling parah adalah Wira mungkin akan bermusuhan dengan mereka. Bagaimanapun, Ciputra belum membahas apa-apa kepada Wira.Jika semuanya berjalan lancar besok, mungkin Wira akan menyetujuinya dan menjadi Pelindung Agung Kerajaan Beluana.Jadi, setelah mempertimbangkannya, Ciputra berkata, "Ayah ingin merekrut Wira menjadi Pelindung Agung Kerajaan Beluana."Begitu mendengarnya, Farrel sontak tercengang. Dia memahami maksud baik ayahnya ini, tetapi juga memahami bahaya yang ada.S

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1174

    Farrel tahu dirinya mencintai Wira. Ketika mengetahui masalah ini, selain mencemaskan keselamatan Wira, dia juga khawatir Wira dan Keluarga Barus akan bermusuhan. Jika hal seperti itu benar-benar terjadi, hati Farrel akan hancur! Jadi, dia tidak akan berpangku tangan!Sesudah kembali ke kamarnya, Farrel segera mengeluarkan kertas. Kini, dia tidak bisa menemui Wira sehingga terpaksa menulis surat untuknya dan memberi tahu semua ini.Setelah 30 menit berlalu, Farrel baru selesai menulis. Kemudian, dia menyerahkan surat tersebut kepada orang kepercayaannya untuk diserahkan kepada Wira.Saat ini, Wira yang berada di kamar tengah bersiap-siap untuk tidur. Tiba-tiba, dia mendengar suara angin berembus dan sebuah anak panah yang diikat surat memelesat masuk.Wira mengejapkan mata seraya tersenyum getir. Sepertinya, situasi tidak terlalu baik saat ini. Dia pun menghela napas, lalu maju untuk mengambil surat tersebut. Ternyata, sesuai dengan dugaannya.[ Wira, jika kamu membaca surat ini, tolon

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1175

    Ini bukan sekadar sanjungan. Dapur istana mereka memang tidak bisa memasak makanan selezat ini.Wira tersenyum tanpa berbicara. Dia tahu Ciputra datang karena ingin membahas sesuatu sehingga sengaja menunggu di sini.Keduanya menyantap makanan sambil mengobrol banyak hal. Akan tetapi, obrolan mereka terdengar tidak beraturan. Jelas, ada yang ingin dikatakan Ciputra, tetapi tidak tahu cara mengungkapkannya.Ketika melihat Ciputra yang seperti ini, Wira merasa sangat tidak berdaya. Namun, dari sini dia tahu bahwa Ciputra memang kebingungan.Pada akhirnya, Ciputra tidak tahan lagi. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Wira sembari berucap, "Wira, sebenarnya ada hal penting yang ingin kubahas denganmu hari ini.""Ya, katakan saja. Aku akan mendengarkanmu," ujar Wira sembari mengangguk. Dia pun meletakkan peralatan makannya, lalu menatap Ciputra sambil tersenyum.Setelah berpikir sejenak, Ciputra memberanikan diri untuk bertanya, "Wira, apa kamu berkeinginan untuk menjabat di Kerajaa

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1176

    Ciputra menarik napas dalam-dalam, tebersit keraguan pada tatapannya. Dia benar-benar tidak tahu makna kebahagiaan.Jika memiliki status tinggi bisa membuat orang bahagia, Ciputra seharusnya sudah bahagia sekarang. Namun, dia sama sekali tidak merasa bahagia. Bukannya dia tidak puas, tetapi hanya merasa terlalu lelah.Meskipun Ciputra selalu merasa senang setelah mencapai tujuannya, dia tetap tidak bisa menjawab pertanyaan Wira ini. Selain itu, dia tahu apa yang ingin dikatakan Wira selanjutnya."Kamu juga nggak bisa menjawabnya? Kebahagiaan memang sulit untuk didefinisikan. Tapi, bagiku, kebahagiaan itu sederhana saja. Cukup makan kenyang, nggak kedinginan, nggak perlu memikirkan pendapat orang lain, nggak diancam, punya banyak waktu untuk melakukan hal yang kusukai, juga punya banyak teman. Ini kebahagiaan yang kuinginkan," jelas Wira.Ciputra mengembuskan napas panjang setelah mendengarnya. Tidak semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan seperti ini. Yang dikatakan Wira ini seperti k

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 1177

    Pada saat ini, Wira masih duduk di halaman. Makanan di meja sudah tidak terlihat dan digantikan dengan teh. Dia bahkan sudah mendidihkan air dan menunggu kedatangan Sigra. Farrel atau Ciputra pun tidak bisa melawan Sigra, semua ini adalah ide Sigra.Wira tahu Sigra takut pada kekuatannya dan juga ingin mengendalikan kekuatannya. Sigra bukan hanya takut padanya yang sekarang, bahkan dirinya yang kelak. Dia tentu saja mengerti mengapa Sigra bisa berpikir seperti ini, sehingga dia ingin berdiskusi apakah Sigra akan menyerah. Bagaimanapun juga, dia juga tidak ingin benar-benar bermusuhan dengan Keluarga Barus.Pada saat ini, Sigra mendekat dan melihat Wira sedang duduk di sana menunggunya sambil menyeruput teh. Dia menyipitkan matanya."Wira, sepertinya kamu tahu aku akan datang," kata Sigra sambil tersenyum dan masuk, lalu duduk di depan Wira."Tentu saja. Yang Mulia, silakan coba teh yang baru kuseduh ini." Wira menuangkan secangkir penuh teh dan meletakkannya di depan Sigra.Tanpa ragu-

Bab terbaru

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3010

    Melihat Dahlan yang berjalan mendekat, Senia bertanya dengan nada datar, "Kenapa mencariku malam-malam begini?""Apa Kresna dan Ararya berencana untuk membangkang perintah kita dan memulai perang melawan kita?"Dahlan segera menjawab, "Ibu nggak perlu khawatir tentang hal itu. Mereka berdua sudah mengikuti perintahmu dan telah membawa pasukan untuk mengejar Wira.""Selain itu, aku diam-diam menyelidiki orang-orang yang mereka bawa. Semuanya adalah prajurit terbaik dari yang terbaik. Tampaknya, kali ini mereka benar-benar bertekad untuk membantu kita membunuh Wira."Wira adalah ancaman besar. Keberadaannya bukan hanya membawa masalah besar bagi Dahlan, tetapi juga bagi Senia.Sebelumnya, mereka kehilangan 5 miliar gabak secara cuma-cuma dan Wira menggunakan uang itu untuk memperkuat dukungannya di kalangan rakyat. Kini, status Wira terus meningkat.Di seluruh sembilan provinsi, pengaruhnya tak tergoyahkan. Bahkan di Kerajaan Nuala dan Kerajaan Beluana, pengaruh Wira juga sangat besar. I

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3009

    "Rencanamu sebenarnya cukup bagus, setidaknya memberi kita jalan untuk menyelamatkan diri. Hanya saja ....""Dahlan sudah mulai memberi tekanan kepada kita. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Kita nggak mungkin membawa keluarga besar ikut berperang, 'kan?" tanya Kresna dengan alis berkerut.Karena Dahlan sudah mencari mereka, kemungkinan besar dia juga telah menugaskan orang-orang untuk diam-diam mengawasi mereka. Setiap gerakan kecil pasti akan segera sampai ke telinganya.Jika mereka benar-benar membawa keluarga mereka pergi, hal itu pasti akan segera terungkap dan mereka mungkin tidak akan bisa melarikan diri terlalu jauh. Hasil akhirnya dapat ditebak dengan mudah. Inilah situasi yang paling tidak ingin dilihat oleh Kresna."Siapa yang bilang kita harus membawa keluarga besar?" balas Ararya. "Yang perlu kita lakukan sekarang cuma mengikuti instruksinya, membawa beberapa orang, dan pergi ke lokasi yang telah diberikan untuk mengejar Wira.""Begitu bertemu dengan Wira, kita bisa

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3008

    "Kalaupun Wira menolak kita, dengan begitu banyak kekayaan yang kita miliki, kita bisa pergi ke mana saja dan tetap akan hidup dalam kemewahan, 'kan?"Uang bisa menggerakkan segalanya. Tidak peduli di mana pun, itu adalah aturan yang berlaku!Semua ini terdengar masuk akal. Namun, Kresna tetap menghela napas dan berkata, "Membawa keluarga besar meninggalkan Kerajaan Agrel ya? Menurutmu ini realistis?""Jangan lupa, Ratu punya puluhan ribu pasukan, sementara kita cuma punya 10.000 tentara kalau digabungkan. Kalau benar-benar terjadi perang, siapa yang akan rugi kalau bukan kita?""Lagi pula, kalau orang sebanyak itu mencoba meninggalkan Kerajaan Agrel, informasi itu pasti akan sampai ke telinga Kaisar. Begitu dia tahu, mungkin kita akan mati di perjalanan sebelum sempat kabur."Kresna tampaknya semakin pengecut. Ini karena dia telah mengalami terlalu banyak hal menyakitkan dalam hidupnya.Bertahun-tahun lalu, anaknya mati di tangan Senia. Terakhir kali, dia hampir kehilangan keluarganya

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3007

    "Baik." Kresna segera menyetujui dengan tegas, lalu mengantar Dahlan keluar. Jika Dahlan terus berada di sini, takutnya umurnya akan menjadi pendek.Namun, setelah Dahlan pergi, kondisi Kresna tetap terlihat buruk. Wajahnya masih suram. Saat ini, dia duduk di aula besar dan terus menghela napas. Dia benar-benar berada dalam dilema. Lantas, apa yang harus dilakukan selanjutnya?Dari luar, terdengar suara langkah kaki mendekat. Tidak lama kemudian, Ararya muncul, diikuti oleh Dwipangga di belakangnya.Kini, Dwipangga telah memegang kekuasaan penuh atas pasukan Kerajaan Agrel dan memiliki posisi yang sangat tinggi. Selain itu, di wilayah timur, dia memiliki status absolut. Semua orang telah menganggapnya sebagai pewaris. Kelak, posisi Ararya akan diwariskan kepada Dwipangga.Melihat orang yang dikenalnya datang, Kresna segera berdiri dan berjalan mendekat sambil berkata, "Akhirnya kamu tiba! Aku baru saja mengantar Dahlan pergi. Tujuan kedatangannya ke sini benar-benar buat aku bingung da

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3006

    Kresna telah mendengar tentang tindakan Senia sebelumnya. Senia telah berulang kali mencoba membunuh Wira secara diam-diam, tetapi setiap kali hasilnya selalu nihil. Bahkan, semua usahanya berakhir dengan kegagalan total.Senia bahkan hampir mengorbankan putranya sendiri dalam proses itu. Jika Senia sendiri tidak mampu melakukannya, bagaimana mungkin dia mengharapkan dirinya dan Ararya untuk membunuh Wira?Atau mungkin ... Senia sebenarnya berniat membunuh dirinya dan Ararya? Hanya saja, dia berencana menggunakan tangan Wira untuk melakukannya?Kresna tak kuasa merinding. Di satu sisi ada serigala, di sisi lain ada harimau. Dia merasa seperti orang yang berdiri di jembatan rapuh, tidak tahu harus melangkah ke mana dan tidak berani bergerak sembarangan.Apa pun keputusan yang diambilnya, itu bisa membawa kehancuran pada dirinya sendiri dan tidak ada jalan kembali. Menyesal pun tidak akan ada gunanya!Setelah hal ini disampaikan kepada Ararya, Ararya pasti juga akan secemas dirinya."Dar

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3005

    "Pergilah," ujar Senia sambil memijat pelipisnya dengan lembut. "Aku tunggu kabar darimu."Pada sore harinya, Dahlan tiba di kediaman Kresna. Saat ini, dia sedang duduk di aula utama kediaman Kresna.Meskipun Dahlan selalu terlihat tunduk dan penuh hormat karena takut pada ibunya, di sini dia justru menunjukkan sikap yang sangat berbeda, penuh wibawa dan angkuh.Dahlan duduk di kursi utama sambil meminum teh dengan tenang, menunggu Kresna yang tak kunjung datang."Raja Kresna, kamu membuatku menunggu begitu lama. Sepertinya kamu nggak menghormatiku," sindir Dahlan.Kresna buru-buru mengangkat tangannya sebagai tanda memohon maaf. "Pangeran, kenapa bicara begitu? Aku baru saja dapat kabar tentang kedatanganmu dan langsung datang secepat mungkin. Kalau kamu tersinggung, mohon maafkan aku."Dahlan mendengus dingin, lalu meletakkan cangkir tehnya. Tatapannya langsung beralih ke orang-orang yang berada di aula.Kresna segera mengerti maksudnya dan memerintahkan semua orang untuk pergi. Tida

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3004

    Menangkap pemimpin untuk menghancurkan pasukan! Ini adalah cara terbaik!Sebenarnya mereka sudah mencoba membunuh Wira beberapa kali sebelumnya, tetapi hasilnya selalu mengecewakan. Namun, kali ini berbeda.Senia telah memutuskan untuk tidak menyembunyikan niatnya lagi. Dengan demikian, dia bisa bertindak lebih bebas tanpa ragu.Ini adalah kesempatan sempurna untuk menyerang Wira secara langsung dan terbuka. Jika berhasil menyingkirkan Wira, itu akan menjadi hasil terbaik. Namun, jika tidak, paling-paling mereka akan memutuskan hubungan mereka. Hasil ini tidak akan berdampak pada apa pun.Dahlan tiba-tiba berkata, "Tapi, saat ini kita nggak punya orang yang cukup kuat untuk melakukannya. Bahkan, kita hampir kehabisan ahli di pihak kita. Setahuku, Wira membawa beberapa ahli di sisinya.""Kalau kita mengirim orang sekarang, bukankah hanya akan mengorbankan mereka tanpa hasil?"Bahkan, Panji tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dan akhirnya kehilangan nyawanya. Dahlan tidak kepikiran si

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3003

    "Benar!"Di hadapan ibunya, Dahlan tidak perlu menyembunyikan apa pun. Dia langsung mengangguk dengan tegas. Kekhawatirannya memang terletak pada Kresna dan Ararya.Kedua orang ini memegang kekuasaan militer. Meskipun kekuatan mereka telah dibatasi oleh Senia selama bertahun-tahun, mereka tetap tak terkalahkan hingga sekarang.Di wilayah mereka, mereka seperti raja kecil, memerintah wilayah sendiri. Hal ini jelas adalah ancaman bagi kekuasaan Senia.Dulu, Senia tidak terlalu memedulikan mereka karena dia memiliki Panji di sisinya. Panji bahkan mampu menciptakan makhluk beracun yang menakutkan. Sekalipun di medan perang, makhluk beracun tetap bisa membuat posisi mereka unggul.Namun, dengan kematian Panji, Senia kehilangan sosok yang bisa diandalkan. Inilah yang paling dikhawatirkan Dahlan.Jika mereka memutuskan untuk memulai perang dengan Wira saat ini, lalu Raja Kresna serta Raja Ararya menyerang dari belakang, itu akan menjadi krisis besar. Hasil akhirnya bisa dipastikan akan sangat

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3002

    Meskipun Dahlan sangat membenci Wira dan ingin membunuhnya, dia tetap mempertimbangkan untung rugi dengan baik.Menyatakan perang terhadap Wira memang mudah. Namun setelah itu, akan ada banyak reaksi berantai yang harus dihadapi.Jika semua reaksi berantai itu tidak dipertimbangkan dengan matang, di masa depan hal ini bisa membawa masalah yang tidak perlu bagi mereka. Inilah poin paling sulit.Sudut bibir Senia agak berkedut. Dia melangkah ke depan Dahlan, mencengkeram kerah bajunya dengan erat. Jika tatapan mata bisa membunuh, Dahlan pasti sudah mati berkali-kali.Tatapan yang begitu menakutkan, seperti dua pedang tajam yang siap menusuk. Tidak ada yang berani menatapnya langsung."Ibu, kenapa?" Dalam pandangan Dahlan, Senia selalu tampak bijaksana. Jika tidak, mustahil bagi seorang wanita bisa mencapai posisi seperti ini, bahkan menjadi sosok yang berada di atas semua orang.Pencapaiannya sudah cukup untuk membuat semua wanita di dunia ini merasa bangga. Lagi pula, wanita yang menjad

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status