Rani melihat ke arah Naomi sambil berkata, "Naomi, kalau begitu buatlah masakan lain. Aku pergi dulu, ya."Setelah mengatakannya, Rani langsung berdiri. Sebelum dia pergi, dia bahkan memelototi Owen.Kediaman Pandawa dalam seketika hanya tersisa Owen dan Naomi berdua."Kenapa kamu masih diam di sini? Cepat masak!"Owen melirik Naomi dengan tatapan penuh penghinaan."Sekarang nggak ada siapa pun di rumah. Untuk apa Pak Owen masih berpura-pura?"Naomi menatap Owen berkata, "Kalau Pak Owen memang lapar, kamu pesan makanan saja.""Kamu ...."Naomi sendirian berjalan ke dapur untuk mencuci tangan dan mulai memasak.Saat melihat Naomi, Owen mencibir, "Apa yang kamu lakukan? Kamu menyuruhku pesan makanan, tapi kamu memasak? Kalau kamu benar-benar ingin pergi, kenapa nggak kabur di saat Nenek nggak di rumah?""Pak Owen, sebenarnya kamu atau aku yang bodoh?"Naomi dengan santai berkata, "Nyonya Rani jelas-jelas mengurung kita untuk membangun hubungan. Bagaimana mungkin dia membiarkanku kabur da
"Naomi, kamu jangan keterlaluan, ya."Owen mengernyit berkata, "Kamu kira aku benar-benar ingin makan ini?""Kalau begitu, terserah Pak Owen."Naomi bahkan makan sesuap di depan Owen untuk memprovokasinya.Naomi tahu kalau Owen dimanjakan sejak kecil, sehingga dia tidak bisa memasak.Owen tidak marah, dia melainkan tertawa melihat Naomi sengaja memprovokasinya.'Wanita ini semakin lama semakin berani!'Owen berdiri berjalan ke arah dapur. Melihat ada beberapa mi instan di dalam lemari, Owen pun mulai memasak.Senyuman di wajah Naomi semakin puas melihat sikap Owen.Mari kita lihat apa yang akan dibuat Owen.Dapur menjadi sangat ribut.Pada akhirnya, Owen hanya berhasil membawa semangkuk mi dari dapur.Naomi sudah selesai makan, dia membawa piring dan mangkuk kosong menuju dapur, lalu tertawa menghina ketika melihat mi yang dibawa Owen.Suara tawa itu berhasil memancing kemarahan Owen."Naomi, apa maksudmu?""Nggak ada apa-apa. Pak Owen yang berpikir terlalu banyak."Naomi tersenyum kep
Kamar ini tidak diubah sama sekali, hanya saja barang Naomi sudah tidak ada di sini.Naomi pun tersenyum pahit setelah memikirkannya.'Naomi oh Naomi, dulu kamu memang mencari masalah sendiri.'Saat Naomi baru saja masuk ke dalam kamar, sebuah suara keras tiba-tiba muncul dari kamar sebelah.Naomi mengerutkan keningnya sambil berjalan ke kamar Owen di sebelah.Di saat ini, kamar Owen telah dipenuhi aroma manis yang sangat kental. Naomi juga sangat terkejut dan ketika dia sadar, dia sudah ditarik oleh Owen ke dalam kamar."Naomi, kamu memang hebat sekali!"Sepasang mata Owen bahkan memancarkan aura dingin saat berbicara.Napasnya sangat berat, wajahnya memerah, pandangannya bahkan sudah berubah.Naomi dicekik Owen hingga hampir tidak bisa bernapas. "Owen, lepas ... lepaskan aku!""Naomi, ternyata ini rencanamu dengan Nenek!""Lepaskan aku!"Naomi berusaha melepaskan Owen.Saat Naomi berbatuk-batuk, dia hanya merasakan dirinya menghirup lebih banyak aroma yang manis itu.Wajah Naomi perl
"Naomi, apa lagi yang mau kamu lakukan? Nggak kusangka Nona Naomi ternyata begitu nggak tahu malu.""Jijik sekali!"Naomi memelototi Owen sambil menjawab, "Siapa yang mau melakukannya denganmu?!"Setelah mengatakannya, Naomi langsung menyalakan lampu di kamar Owen.Namun, karena lampu di kamar Owen sudah diganti, ruangan menjadi semakin merah saat lampu dinyalakan.Naomi semakin pasrah setelah melihatnya.Owen menyipitkan matanya, jelas dia semakin salah paham.Di saat ini, Naomi pun merasa dirinya sudah tidak bisa menahan efek dari aroma yang memikat ini.Naomi segera mencari sumber aroma itu, lalu menyiramnya dengan air dan membuka jendela kamar.Angin dingin yang masuk ke dalam kamar dalam sesaat menghilangkan aroma di dalam kamar.Naomi merasa lebih nyaman setelah mencium udara yang segar.Kini, Owen pun mulai sadar.Naomi melirik Owen yang berada di kasur sambil berkata, "Dengarkan, masalah ini nggak ada hubungannya denganku.""Kemudian juga bukan aku yang menyentuh kamar ini."Ow
Naomi terus menatap ke arah pintu.Suara langkah kaki berhenti di depan pintu seakan-akan sedang menguping hal yang terjadi di dalam.Saat Owen mendongak, dia melihat dagu Naomi yang indah, tatapan matanya pelan-pelan menurun sampai ke arah tulang selangka dan bekas darah yang tidak jelas.Naomi memancarkan aroma yang sangat wangi dan mewah, bukan aroma bedak murahan atau parfum yang menyengat. Aroma itu seperti bawaan tubuh yang memberi kesan bersih hingga membuat orang ingin mendekatinya.Di saat ini, Naomi tiba-tiba berteriak, "Pak Owen, apa yang kamu lakukan?!"Jeritan ini sangat mendadak! Naomi tiba-tiba mengulurkan tangannya untuk menarik bajunya sendiri. Saat menyadari bajunya tidak bisa dirobek, Naomi langsung menarik bajunya Owen.Suara "sreet" terdengar dengan jelas! Ekspresi Owen bahkan langsung berubah menjadi masam."Naomi, kamu ....""Pak Owen, kamu sudah memiliki Rochelle! Lepaskan aku!"Naomi memelototi Owen dengan ekspresi bermaksud, 'Kenapa kalau memang kurobek?', tap
Owen berkata, "Meskipun kejadian malam ini nggak ada hubungannya denganmu, tapi apa kamu berani bilang kalau kamu nggak merencanakan sesuatu?""Aku merencanakan agar kamu cepat mati."Naomi merasa Owen sangat menjengkelkan, dia segera mendorongnya dan turun dari kasur.Owen berkata, "Kalau sekarang kamu keluar, Nenek akan tahu kalau tadi kita hanya akting. Kalau kali ini gagal, dia pasti akan melakukannya lagi.""Apa maksud Pak Owen? Kamu ingin aku tidur di kamarmu? Sepertinya nggak cocok, deh."Naomi memang menjawabnya seperti itu, tapi dia tidak ada rencana untuk keluar dari kamar ini.Kata-kata Owen memang benar. Kalau Naomi keluar sekarang, Rani pasti akan tahu semuanya.Semua usaha mereka tadi juga akan sia-sia.Owen menepuk sisi tempat tidurnya dan berkata, "Kemarilah."Kali ini, Naomi dengan patuh berjalan ke arah Owen.Saat Owen mengira Naomi akan tidur di sampingnya, Naomi tiba-tiba menunjukkan senyuman sopan kepada Owen.Setelah itu, dia menarik bantal dan selimut di bawah ba
Pakaian Naomi sudah menjadi kusut akibat pertengkaran mereka kemarin malam.Owen langsung memberikan sebuah kemeja putih kepada Naomi.Naomi mengambilnya dan berjalan ke dalam kamar mandi.Percikan api di hati Owen yang sudah padam, kini mulai membara lagi setelah melihat bayangan tubuh Naomi yang menawan dari pintu kamar mandi yang tertutup.Sesaat kemudian terdengar suara air dari dalam kamar mandi.Meskipun Owen sudah berusaha tetap tenang, pikirannya tetap saja teralihkan oleh suara itu.Ketika Naomi keluar dari kamar mandi, dia berkata kepada Owen yang sedang membaca buku, "Aku menghabiskan sabun mandimu. Apakah perlu kubeli?""Aku belum sampai tahap perlu mempermasalahkan sebotol sabun mandi denganmu."Owen berdiri, lalu saat dia menolehkan kepalanya, dia melihat Naomi memakai kemejanya.Naomi memiliki bentuk tubuh yang tinggi dan paha yang panjang. Kemeja Owen hanya menutupi sampai bagian pinggul, sepasang kakinya yang putih langsung menarik perhatiannya Owen.Owen melirik dari
Saat Naomi mau mengatakan sesuatu, Rani segera melambaikan tangannya pada Naomi sambil berkata, "Naomi, kamu harus segera melahirkan cicit untuk Nenek."Mata Rochelle langsung memerah ketika mendengar kata-kata Rani.Dia langsung menangis dan berlari meninggalkan Kediaman Pandawa.Owen pun segera mengejarnya. "Rochelle!"Sebelum pergi, Owen bahkan memelototi Naomi dengan tatapan dingin.Naomi menyipitkan matanya.Meskipun dia tidak takut Owen salah paham, perasaan dijebak seperti ini benar-benar tidak nyaman.Sepertinya Rani sudah menebak kalau Owen akan mengejar Rochelle, dia dengan santai berkata kepada Naomi, "Naomi, duduklah.""Nyonya Rani, apakah tadi kamu sengaja mengatakannya?"Menghadapi pertanyaan dari Naomi, Rani hanya berkata, "Semua ini sudah terjadi. Mulai sekarang, kamu adalah cucu menantu pilihan keluarga. Kamu jangan khawatir, Rochelle nggak akan mengancam posisimu."Mengancam posisi Naomi?Taktik Rani benar-benar sangat hebat.Owen langsung curiga padanya hanya dengan
Semua tamu yang hadir menyaksikan semua ini.Sebelumnya semua orang tahu kalau Owen sangat benci Naomi, tapi kali ini dia terlihat sangat memedulikan Naomi.Melihat reaksi dari tamu-tamu di sekitar, Naomi seakan-akan sudah menduganya. Dia menarik kembali tangannya dan berkata, "Terima kasih atas bantuannya Pak Owen."Owen langsung menyadari kalau Naomi sedang memanfaatkannya.Dari perlakuan Grup Pandawa terhadap Grup Irawan sebelumnya, semua orang mengira hubungan kedua keluarga sangat buruk. Maka itu, selama beberapa waktu ini jarang ada mitra kerja sama yang mencari Grup Irawan. Setelah kali ini mereka melihat kedekatan hubungan Owen dan Naomi, mungkin akan ada banyak orang yang datang ke Grup Irawan."Naomi, kamu memanfaatkanku?"Dulu Owen tidak tahu kalau Naomi begitu licik.Dia mengira Naomi adalah wanita polos yang tidak tahu apa pun. Sekarang sepertinya Owen lah yang paling bodoh."Bukankah Pak Owen bilang saling memanfaatkan itu nggak merugikan kita."Naomi dengan santai menaik
Naomi juga tidak menolaknya, karena berjalan bersama Owen akan menguntungkan Keluarga Irawan di mata orang luar."Pak Owen, nggak kusangka hanya dengan satu kalimat Nyonya Rani saja bisa membuatmu menurunkan harga diri untuk menemuiku."Nada bicara Naomi terdengar penuh dengan penghinaan.Bahkan terdengar rasa kebencian terhadap Owen.Ini adalah perlakuan Owen terhadap Naomi dulu.Hanya saja sekarang posisinya sudah berubah."Naomi, menurutmu apa Nenek menyukaimu adalah sebuah hal yang bagus?Semua orang mengerti maksud Rani, jadi Owen tidak percaya kalau Naomi tidak mengerti.Dia terus menatap Naomi.Hari ini Naomi mengenakan gaun panjang berwarna emas, dengan riasan yang sangat elegan hingga terlihat sangat megah.Owen mengerutkan alisnya ketika melihat dari samping.Pada saat ini, wajah Naomi bersatu dengan wajah Santi yang ada di pikirannya.Owen tiba-tiba berhenti dan menahan badannya Naomi.Gerakan ini sangat tiba-tiba. Naomi mengerutkan alisnya dan berkata, "Pak Owen, di sini ad
....Orang-orang di sekeliling mulai membicarakannya.Mereka semua penasaran kenapa Naomi bisa diundang ke perjamuan malam Kediaman Pandawa.Di dalam Hotel Hamerton, Heri mengetuk pintu ruang istirahat lantai dua."Pak Owen, semua tamu sudah hadir. Saatnya kita ke bawah.""Oke."Owen memijat keningnya, sekarang asalkan dia memejamkan matanya, dia selalu kepikiran dengan kata-kata Naomi pagi ini.Kalau bukan karena Rani bersikeras mau mengadakan perjamuan malam seperti ini, Owen juga tidak ingin bertemu dengan Naomi.Di bawah.Kemunculan Naomi langsung menjadi pusat perhatian semua orang.Alasannya bukan karena betapa megah pakaiannya malam ini, melainkan karena dia adalah satu-satunya pewaris Keluarga Irawan. Siapa pun yang menikahi Naomi, maka orang itu akan mendapatkan semua warisannya.Kalau ada sesuatu yang terjadi pada Naomi, maka semua harta kekayaannya akan menjadi milik suaminya.Maka itu, semua tatapan tamu pria tertuju pada Naomi."Naomi, cepat kemari. Datanglah pada nenek."
Owen mengerti maksud dari Rani.Kalau sebelumnya Owen tunangan dengan Naomi hanya karena kecocokan status saja, sekarang bertunangan dengan Naomi sama dengan mendapatkan seluruh Keluarga Irawan.Di saat ini, Owen teringat kembali pembicaraannya dengan Naomi pagi ini.Rasa harga diri seorang pria kembali melanda dengan kuat."Nenek, kamu nggak perlu mengurus masalah ini lagi. Kami sudah membatalkan pertunangan, aku nggak mungkin menikahinya lagi."Owen langsung naik ke atas setelah mengatakannya.Rani tahu jelas sifat dari cucunya ini, ekspresinya pun menjadi sangat buruk.Kalau Owen tidak sanggup menurunkan egoisnya, maka biarkan Rani sebagai neneknya yang menyiapkan semua ini.Keesokan hari, berita Sarah dipenjara dan Michael diusir langsung tersebar di mana-mana.Naomi sebagai satu-satunya pewaris Keluarga Irawan, kali ini dia secara sah menjadi pewaris Keluarga Irawan.Urusan di kampus akhirnya berakhir. Saat ini, Naomi sedang duduk di dalam kantor Grup Irawan.Dian berkata, "Nona N
"Nona Angel, silakan ikut denganku.""Nggak! Pak Owen, aku tahu kamu adalah orang terbaik di dunia ini. Tolong bantulah bibiku, apalagi dulu kalian pernah berhubungan dekat.""Sepertinya aku pernah suruh kamu jangan muncul di rumahku."Tatapan Owen sangat dingin. Dia melirik Angel sekilas saja, sudah membuat Angel merinding.Rochelle sudah mencari Owen beberapa hari lalu dan memberitahunya rumor tentang Owen dan Angel yang sedang beredar di kampus.Owen tahu kalau itu hanyalah taktik dunia wanita, dia hanya malas untuk ikut campur dalam hal itu.Lagi pula, Angel sama sekali tidak ada hubungan dengan Owen. Orang yang pintar pasti tahu, dengan status mereka berdua yang berbeda jauh, mereka tidak mungkin bisa bersama.Rumor itu hanya dibuat-buat oleh Angel.Owen tidak menyukai, bahkan sangat benci wanita yang licik seperti ini.Angel masih belum tahu kalau Owen tahu semua yang dilakukannya. Angel berkata, "Masalah Bibi juga masalahnya Keluarga Irawan. Apakah Pak Owen benar-benar nggak mau
"Sekarang, aku beri tahu kamu, kamu bukanlah pewaris Keluarga Irawan, kamu juga bukan putra dari ayahku. Dari segi hukum, kamu dan ibumu sama sekali nggak ada hubungannya dengan Keluarga Irawan. Terimalah kenyataan ini, Tuan Muda Michael."Kata terakhir Naomi dipenuhi dengan penghinaan.Di kehidupan sebelumnya, Naomi dengan baik hati menyerahkan perusahaan kepada Sarah dan Michael, tapi mereka malah membuat perusahaannya bangkrut dalam waktu tiga tahun.Saat itu, Sarah bahkan kabur bersama Michael dan Sunardi.Kali ini, Naomi tidak akan membiarkan Sarah dan Michael punya hubungan setitik pun dengan Grup Irawan lagi."Bawa dia keluar."Nada bicara Naomi sangat dingin.Pengawal Keluarga Irawan segera menarik Michael berjalan ke arah pintu Kediaman Irawan.Michael memakai sandal jepit, dia dikeluarkan dari Kediaman Irawan dengan kondisi mengenaskan dan tidak ada kesempatan untuk melakukan perlawanan."Bereskan semua barang-barang Sarah dan Michael, lalu buang semuanya.""Baik, Nona Naomi.
Menjelang sore hari, Michael masih menunggu di rumah, dia masih belum mendapat telepon balik dari Naomi.Saat Michael melihat mobil Grup Irawan masuk ke halaman Kediaman Irawan, dia langsung berlari keluar.Naomi baru saja turun dari mobil, Michael langsung memarahinya, "Kenapa kamu nggak angkat teleponku? Apa kamu tahu apa yang terjadi di rumah? Cepat ikut denganku ke rumah sakit untuk membebaskan ibu!"Michael mengatakan dengan nada perintah. Dia bahkan menarik lengan Naomi untuk pergi ke kantor polisi.Siapa sangka kalau Naomi malah langsung mendorong Michael.Michael sangat terkejut ketika didorong Naomi, dia menatapnya dan berkata, "Naomi! Apa kamu sudah gila? Beraninya kamu mendorongku?!"Michael selalu bersikap arogan di Kediaman Irawan.Dia tidak menyangka kalau Naomi berani mendorongnya.Ketika Michael mau memukul Naomi, Dian langsung berdiri di depan Naomi. Hanya dengan satu tarikan saja, Michael sudah kehilangan kemampuan untuk melawan."Dian! Kenapa kamu juga ikut menjadi g
Melihat semua harta-harta ini, rentenir itu menganggukkan kepala dengan puas, kemudian bersama anak buahnya meninggalkan Kediaman Irawan.Sarah jatuh terduduk dengan pasrah. Dia tidak menyangka semua hartanya dan Michael langsung menghilang semuanya hanya karena pinjam uang dari rentenir.Di saat ini.Naomi di kantor Grup Irawan mendapat telepon dari rentenir."Nona Naomi, kami sudah menangani semuanya. Sekarang hanya menunggu semua barang-barang itu dijual menjadi uang.""Oke, terima kasih.""Sama-sama. Kami hanya menjalani perintah dari Pak Richard."Naomi hanya tersenyum saja. Semua ini memang berkat Richard.Kalau bukan karena Richard, Naomi tidak mungkin bisa begitu gampang mendapatkan semua harta Sarah dan Michael.Semua ini adalah milik ayahnya.Setelah panggilan diakhiri, Naomi mendongak menatap Dian, dia berkata, "Sudah beres. Ayo kita mulai.""Baik, Nona Naomi."Dian segera menghubungi kantor polisi.Di dalam Kediaman Irawan, Sarah dan Michael belum sempat bernapas dengan san
"Bibi, kenapa mendadak sekali? Apa yang terjadi?"Sarah tidak akan memberi tahu Naomi kalau dia pinjam uang dari rentenir.Keluarga Irawan melarang anggota keluarga mereka menyentuh hal yang berkaitan dengan rentenir.Kalau hal ini disebarkan, maka Sarah akan malu seumur hidup, bahkan mungkin diusir oleh Naomi dari Kediaman Irawan.Naomi sejak awal sudah tahu kalau Sarah tidak berani memberitahunya, jadi Naomi hanya tersenyum dan berkata, "Aku akan kirimkan kontraknya ke ponselmu. Kamu hanya perlu tanda tangan saja, maka kontrak itu langsung berlaku. Aku akan menyuruh bagian keuangan mengirimkan uang untukmu, tapi ini juga menandakan kalau Bibi dan Michael sudah melepaskan semua harta dari ayahku."Menghadapi kedua orang yang sangat menakutkan di depan mata, Sarah tentu saja langsung berkata, "Oke! Aku akan tanda tangan!"Sarah dengan cepat mendapatkan kontrak yang dikirimkan Naomi.Sarah langsung menandatangani kontrak itu tanpa membaca isinya dengan jelas.Sesaat kemudian, ponsel Sar