Saat rencana Tiberius mulai berjalan, ketegangan meningkat di Zephyria. Berita tentang penyakit Thorne menyebar luas, dan rakyat mulai meragukan kemampuannya untuk memimpin mereka melalui perang. Sementara itu, pasukan Zephyria yang berusaha mengamankan Batu Takdir dan Elysium mengalami kekalahan demi kekalahan, seolah-olah musuh tahu setiap langkah mereka.Di tengah kekacauan ini, kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Lyra melancarkan serangan mendadak terhadap istana. Mereka berhasil menembus pertahanan dan menciptakan kepanikan di antara para penjaga. Dalam kekacauan tersebut, Thorne semakin lemah dan tidak mampu mengkoordinasikan pertahanan.Di saat yang sama, Tiberius memobilisasi pasukan yang loyal kepadanya. Dia berencana untuk mengambil keuntungan dari kekacauan yang diciptakan oleh serangan pemberontak dan mengambil alih istana. Namun, sebelum dia bisa melaksanakan rencananya, salah satu pengikut setianya, yang merasa tidak nyaman dengan pengkhianatan, mengungkapkan rencana
Martis, sebagai pemimpin Herupa, memainkan peran penting di medan perang. Dia adalah seorang pemimpin yang berani dan cerdas, yang selalu berada di garis depan pertempuran, memimpin pasukannya dengan keberanian dan kebijaksanaan.Dia memantau setiap gerakan pasukan Zephyria, mencoba memahami strategi mereka dan merumuskan rencana untuk mengalahkan mereka. Dia juga memastikan bahwa pasukannya tetap termotivasi dan bersemangat, sering memberikan pidato inspiratif dan menunjukkan keberanian dan kekuatan di medan perang.Namun, meski dia berusaha keras, Martis mulai merasakan frustrasi saat melihat pasukan Zephyria mulai membalikkan keadaan. Dia merasa dikhianati oleh Tiberius dan marah karena rencananya gagal.Namun, Martis tidak menyerah. Dia mengetahui bahwa perang ini lebih dari sekadar pertempuran untuk Batu Takdir dan Elysium. Ini adalah pertempuran untuk masa depan Herupa, dan dia bertekad untuk memenangkannya.Dia mulai merumuskan strategi baru, berharap untuk mengejutkan pasukan Z
Martis memiliki rencana lain di pikirannya. Dia tahu bahwa mengalahkan dua Jenderal terkuat Zephyria adalah langkah penting, tapi dia juga menyadari bahwa perang ini tidak akan berakhir sampai Presiden Thorne, pemimpin Zephyria, dikalahkan.Jadi, dengan kemenangan baru-baru ini di punggungnya, Martis memutuskan untuk mencari keberadaan Presiden Thorne. Dia tahu bahwa jika dia bisa menemukan dan mengalahkan Thorne, dia bisa menyelesaikan perang ini sekali dan untuk semua.Dia mengumpulkan sekelompok prajurit terpercaya, termasuk Roki, Reka, Letnan Odele, dan Letnan Martanto, dan memulai pencarian mereka. Mereka bergerak cepat dan hati-hati, berusaha menghindari deteksi oleh pasukan Zephyria sambil mencari petunjuk tentang keberadaan Thorne.Sementara itu, di Zephyria, Thorne menyadari bahwa dia dalam bahaya. Dia tahu bahwa Herupa akan mencarinya, dan dia mempersiapkan diri untuk pertempuran terakhir ini. Meski kondisinya memburuk, dia bertekad untuk melindungi Zephyria dan rakyatnya. Ti
Setelah perang berakhir, Martis dan pasukannya mulai bekerja untuk memulihkan Zephyria dan Herupa. Mereka berusaha keras untuk menyatukan kedua bangsa dan membangun kembali kehidupan mereka yang hancur akibat peperangan.Martis, bersama dengan Roki, Reka, Letnan Odele, dan Letnan Martanto, membentuk dewan pemimpin baru yang terdiri dari wakil dari kedua bangsa. Mereka bekerja sama untuk menciptakan peraturan dan sistem pemerintahan yang adil dan inklusif, yang memungkinkan rakyat Zephyria dan Herupa hidup bersama dalam damai dan harmoni.Mereka juga memutuskan untuk menyembunyikan keberadaan benda-benda berharga itu agar tidak menimbulkan konflik baru di masa depan, yaitu Elysium dan Orb Kehancuran.Di samping itu, Roki dan Reka juga berkembang. Mereka akhirnya menyadari betapa kuatnya perasaan yang mereka miliki satu sama lain dan memutuskan untuk menjalin hubungan anak dan ayah lebih erat lagi. Mereka menjadi pasangan bertarung yang saling mendukung dan bekerja bersama untuk membantu
Setelah beberapa minggu kemudian, rakyat Zephyria melihat betapa besar pengaruh dan kontribusi Martis dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali. Mereka sangat menghargai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan dedikasi Martis, sehingga memintanya untuk menjadi presiden baru mereka.Martis merasa terhormat dan tentunya juga sangat terkejut dengan permintaan tersebut. Sebenarnya dia tidak pernah mengharapkan untuk menduduki posisi yang begitu penting. Namun, setelah berbicara dengan Roki, Reka, Letnan Odele, dan Letnan Martanto, serta merenungkan tanggung jawab yang datang dengan jabatan tersebut, Martis memutuskan untuk menerima tawaran itu.Sebagai presiden baru Zephyria, Martis berjanji untuk terus melayani rakyatnya dengan tulus dan mengutamakan kepentingan mereka. Dia memastikan bahwa hubungan baik dengan Herupa akan tetap terjaga dan terus bekerja sama dengan dewan pemimpin untuk menciptakan kebijakan yang adil dan inklusif.Martis juga fokus pada pengembangan ekonomi, pendidikan, da
Nama Presiden Asteria adalah "Evelina Lancaster". Dia adalah seorang politisi yang cerdas dan berpengalaman, yang dikenal karena taktik diplomasi dan strateginya. Meskipun dia mungkin merasa terancam oleh Martis dan kekuatan baru Zephyria dan Herupa, Evelina memilih untuk menggunakan diplomasi dan komunikasi untuk mencapai tujuannya.Jadi, ternyata Evelina Lancaster juga mengincar Elysium dan Batu Takdir, dua artefak berharga yang Martis dan timnya temukan dan sembunyikan demi mencegah konflik baru. Evelina melihat Elysium dan Batu Takdir sebagai alat untuk meningkatkan kekuatan dan pengaruh Asteria. Dia berniat berusaha mencari informasi tentang lokasi dan cara menggunakan artefak-artefak ini, baik melalui mata-mata, negosiasi, atau bahkan taktik yang lebih agresif.Dan ternyata, Evelina Lancaster juga memiliki artefak kuno yang dikenal sebagai "Kristal Aurora". Kristal Aurora adalah benda berharga yang dikatakan memiliki kekuatan untuk mengendalikan dan memanipulasi energi alam. Arte
Presiden Evelina Lancaster, yang ingin mendapatkan informasi tentang Elysium dan Batu Takdir serta memantau kegiatan di Zephyria, memutuskan untuk mengirim mata-mata ke Akademi Militer Zephyria. Mata-mata ini akan menyamar sebagai prajurit baru dan mencoba mengumpulkan informasi serta mengamati tindakan Martis dan rekan-rekannya.Mata-mata ini, yang bernama Lena, berhasil masuk ke Akademi Militer Zephyria dan mulai menjalani pelatihan bersama prajurit lainnya. Lena berusaha menjalin hubungan dengan rekan satu timnya dan mencari tahu informasi tentang Elysium, Batu Takdir, dan rencana Martis. Sementara itu, Martis dan timnya tidak menyadari keberadaan mata-mata ini di akademi.Setelah beberapa minggu bekerja sebagai mata-mata di Akademi Militer Zephyria, Lena berhasil mengumpulkan beberapa informasi yang berguna bagi Presiden Evelina Lancaster. Dia menyusun laporan rinci tentang temuannya dan mengirimkannya kepada Evelina secara diam-diam.Dalam laporan tersebut, Lena mencatat aktivitas
Ketika Lena menerima informasi bahwa pasukan elite Asteria akan segera tiba untuk membantunya, dia mulai merasa gugup namun penuh semangat. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan terbaik mereka untuk memasuki ruang penyimpanan Elysium dan Batu Takdir, dan dia harus memastikan bahwa rencana mereka berjalan dengan lancar.Setelah pasukan elite tiba, mereka bertemu dengan Lena di lokasi yang aman dan tersembunyi di dalam hutan. Mereka membahas rencana secara rinci, memastikan bahwa setiap anggota tim memahami peran mereka dan tahu apa yang harus dilakukan.Malam itu, mereka mulai melaksanakan rencana mereka. Pasukan elite, yang sangat terlatih dan efisien, berhasil menghindari deteksi dan mengakses sistem keamanan yang melindungi Elysium dan Batu Takdir. Sementara itu, Lena menggunakan hubungannya dengan personel kunci untuk menciptakan diversi, sehingga pasukan elite bisa bekerja tanpa gangguan.Dalam waktu singkat, pasukan elite berhasil menonaktifkan sistem pengamanan dan membuka pintu r
Dalam benaknya, Martis terus berpikir. Dengan konsentrasinya yang sangat baik, Martis mencoba menelaah tentang kejadian hari ini. Dan pada saat ini, Mia sedang berjalan ke arah pintu yang tersembunyi di belakang tirai, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Martis juga mengikuti mereka, dengan rasa penasaran yang semakin besar. Saat mereka mencapai pintu tersebut, Mia berhenti dan menatap Martis dengan senyumannya yang lembut. "Aku akan menunjukkan kamu bahwa kita tidak memiliki apa-apa yang berharga," ucap Mia. Dan tiba-tiba saja, ada kejadian aneh. Mia menghilang begitu saja di hadapan mereka. Phynoglip serta Emily terkejut dan menatap bayangan tersebut dengan rasa penasaran. "Apa yang terjadi?" tanya Phynoglip heran. "Aku tidak tahu," ucap Emily yang sama herannya. "Tapi aku rasa Mia yang kita lihat sebelumnya bukanlah Mia yang sebenarnya." Dan selang beberapa menit kemudian, Mia muncul kembali. Ternyata..., sosok yang mengaku sebagai Mia ini hanyalah bayang
Mia berjalan ke arah Martis, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Martis menatap Mia dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang kamu ingin lakukan, Mia?" tanya Martis dengan suara yang keras. Mia tetap tersenyum lembut, kemudian berbicara dengan suara yang pelan. "Aku ingin menunjukkan kamu bahwa kita tidak memiliki apa-apa yang berharga," ucap Mia. Martis menatap Mia dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang kamu maksud?!" tanya Martis dengan suara yang keras. Dengan senyum lembutnya, Mia kemudian berbicara dengan suara yang pelan. "Aku akan menunjukkan kamu bahwa kita hanya memiliki puisi yang tidak berharga," ucap Mia dengan suara yang masih sama pelannya. Mia kemudian mengambil kertas yang memiliki puisi yang tertulis di dalamnya dari Emily, kemudian memberikannya kepada Martis. Martis menatap kertas tersebut dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang
Mia memimpin mereka ke arah mesin tersebut, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Saat mereka mendekati mesin tersebut, mereka melihat bahwa mesin tersebut memiliki sebuah layar yang besar dan beberapa tombol yang berkilauan. Mia menekan salah satu tombol tersebut, dan layar mesin tersebut langsung menyala. Phynoglip dan Emily terkejut melihat bahwa layar tersebut menampilkan sebuah gambar yang aneh, seperti sebuah peta yang kompleks. "Apa ini?" tanya Phynoglip dengan suara yang penasaran. Mia menjawab, "Ini adalah peta sistem yang kita gunakan untuk mengontrol dunia ini," ucap Mia dengan suara yang pelan. "Dengan peta ini, kita dapat melihat bagaimana sistem tersebut bekerja dan bagaimana kita dapat mengubahnya." Emily kemudian menatap peta tersebut dengan rasa penasaran. "Bagaimana kita dapat mengubahnya?" tanya Emily dengan suara yang pelan. Mia memandang Emily dengan mata yang berbinar. "Kita dapat mengubahnya dengan menggunakan kode yang tepat," ucap Mia
Phynoglip mengangguk, kemudian menatap sekeliling tempat mereka berada. "Tempat ini aneh," ucap Phynoglip dengan suara yang pelan. "Aku merasa seperti berada di dalam komputer atau sesuatu." "Aku juga merasa seperti itu. Sepertinya kita berada di dalam sistem atau dimensi lain." jawab Emily dengan nada yang sama dengan Phynoglip. Keduanya terdiam sejenak, kemudian Phynoglip bertanya lagi. "Kamu pikir apa yang disembunyikan oleh Martis?" Emily memandang Phynoglip dengan serius. "Aku pikir Tuan Martis menyembunyikan sesuatu hal yang sangat penting." Phynoglip mengangguk, kemudian keduanya terdiam lagi. Akan tetapi, kali ini tiba-tiba, Phynoglip berbicara dengan nada yang berbeda. "Emily, aku merasa ada sesuatu yang aneh di sini. Sepertinya kita tidak sendirian." Emily menatap Phynoglip dengan heran, kemudian menoleh ke sekeliling. Tiba-tiba, dia melihat bayangan yang bergerak di kejauhan. "Apa itu?" bisik Emily dengan suara yang pelan. Kemudian Phynoglip berjalan menuju bayangan te
Martis hari ini dipusingkan dengan tingkah laku kedua bayi besarnya, yaitu Emily dan Phyno. Dan tanpa diduga, saat Martis menatap wajah Emily, lagi-lagi ia teringat akan raut wajah istrinya. Sampai tanpa sadar dia berucap, "Mia...?" Martis kemudian tiba-tiba memeluk tubuh Emily. "Maafkan aku, Mia..., aku pasti akan kembali," ucap Martis yang mempererat pelukannya pada Emily. "Aku bersumpah! Akan menemukan cara untuk kembali pada mereka. Tapi kira-kira, apakah mereka masih mengingatku?" Emily yang tidak mengerti apa yang terjadi, menatap wajah Martis dengan heran. la merasa tidak nyaman dengan pelukan Martis yang terlalu erat. Sementara itu, Phyno yang ada di sebelahnya, menatap Martis dengan rasa penasaran. "Martis, apa yang terjadi?" tanya Phyno dengan suara yang pelan. Martis tersadar dari lamunannya dan melepaskan pelukannya pada Emily. la memandang wajah Emily dan tersenyum. "Maaf, Emily," ucap Martis dengan suara yang lembut. "Aku hanya..., teringat pada seseorang yang
Rupanya, Raja Kegelapan telah mempersiapkan strategi untuk menghadapi Martis. Saat ini ia memutuskan bahwa dia dan anaknya masih harus berada di dalam gunung berapi tempat mereka berada saat ini untuk sementara waktu. Nampaknya Raja Kegelapan kali ini lebih waspada dalam menghadapi Martis. Dia telah kehilangan Black Rose karena kala itu telah meremehkan Martis. Padahal ia berpikir bahwa Black Rose akan dapat mengalahkan Martis dengan mudah. Namun kenyataannya, justru sebaliknya. Kekalahan Black Rose sangat membuatnya rugi besar. Sebab, Black Rose beserta semua pengikutnya telah diberantas habis oleh Martis sampai tak tersisa satupun. Sementara Raja Kegelapan masih bersembunyi di dalam gunung berapi, beberapa Minggu kemudian Martis dan yang lainnya kini telah kembali pulih. Dan ternyata, Martis tengah berusaha memisahkan aura kegelapan yang tersisa dalam tubuh Phynoglip. Namun usahanya belum membuahkan hasil. Memang benar, dalam beberapa hari ini ia telah berhasil membuang sebagian
Raja Kegelapan sangat marah karena merasakan hawa keberadaan Black Rose yang terhubung dengan jiwanya kini telah menghilang."Black Rose...? Ti-tidak...!" Raja Kegelapan berteriak histeris di dalam ruangan persembunyiannya."Tidak akan aku maafkan! Black Rose mati dikalahkan oleh manusia bernama Martis itu! Aku tidak boleh bersantai-santai. Yah..., aku akan membalaskan semua yang telah dilakukan oleh Martis! Terutama atas kematian Black Rose!" Raja Kegelapan kemudian bangkit dari tempatnya. Kali ini amarahnya benar-benar berada di puncaknya. Hal yang membuat ia sangat marah tentu saja atas kematian Black Rose, wanita yang sangat dicintainya.Kemudian Raja Kegelapan pergi ke suatu tempat. Tempat itu adalah gunung berapi yang ada di ujung wilayah barat. Gunung berapi ini adalah tempat di mana Raja Kegelapan pernah berlatih bersama Black Rose.Dan rupanya, di gunung berapi ini juga Black Rose pernah menyimpan benih. Benih itu adalah hasil dari perkawinan mereka berdua. Dan selama ini, be
Dan akhirnya, Martis tumbang juga. Setelah energi dan stamina terkuras habis, waktu kembali normal. Dan mereka tetap berada di tempat terakhir kalinya. Gedebugh...! Tubuh Martis yang terkulai lemas akhirnya terkapar di lantai. Karena mendengar ada suara aneh, Emily yang ada di atas ranjang menoleh ke arah sumber suara. Dan ia melihat di sana ada tubuh Martis yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri. "Tu-tuan Martis...?" ucap Emily yang kemudian ia turun dari ranjang dan segera memeriksa keadaan Martis. Ia sudah ingat dengan apa yang terjadi. "Martis...? Wah, iya, aku harus membantunya." Begitu pula dengan Phynoglip yang baru sadar dan ingat semaunya. Ia bergegas membantu Emily untuk mengangkat tubuh Martis ke atas ranjang. "Hey, tubuhku masih terluka, tapi aku bisa kok, menjaga Martis agar tetap stabil. Aku akan berbaring di sampingnya sampai ia kembali pulih. Aku tidak keberatan berbagi energi dengan dirinya. Aku bisa melakukan teknik Transfer Energi melalui genggaman
Akhirnya Martis menunda untuk menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya.Dan pada esok paginya, barulah Martis kembali menemui mereka berdua di kamar yang sama."Kalian sudah membaik?" sapa Martis seraya mengambil kursi untuk duduk di dekat ranjang yang mereka berdua gunakan untuk tidur."Menurutmu?" Phynoglip menjawab, namun malah balik bertanya."Kalau aku, sudah merasa lebih baik dari kemarin. Rasa pusing di kepala sudah hilang. Kalau kemarin, saat melirik saja kepala langsung terasa pusing." Namun tidak dengan Emily, ia menjawab dan menjalankan keadaannya dengan apa yang ia rasakan saat ini."Baiklah, syukur kalau memang kau merasa lebih baik. Nah sekarang, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian berdua," ungkap Martis menjelaskan maksud dan tujuannya hari ini datang pada mereka berdua.Martis mengatakan bahwa dia telah memiliki sebuah teknik yang dapat memutar waktu. Namun ada resiko yang sangat besar, yaitu kehabisan stamina dan energi setelah berhasil menggunakan teknik itu. Kon