Home / Pendekar / Pendekar Sembilan Matahari / 117 Dimintai Tolong oleh Zhu Yuan Zhang

Share

117 Dimintai Tolong oleh Zhu Yuan Zhang

Author: Bengcu
last update Huling Na-update: 2023-12-22 07:52:46

Mendengar kata-kata Hakim Roda Emas itu, maka wajah Yurajin kembali cerah. "Baiklah, Koksu. Aku akan mengkoordir pasukanku untuk melawan pasukan musuh dan aku biarkan anda dan teman anda untuk menghadapi Zhu Yuan Zhang itu

Yurajin langsung keluar dari ruangan untuk kembali menuju ke arah benteng komando di menara atas.

"Sudah kubilang dia bukan Zhu Yuan Zhang!" kata Hakim Roda Emas.

Setelah itu, Hakim Roda Emas mondar-mandir di depan ruangan. Dia nampak menunggu seseorang.

**

Sementara itu, di depan benteng Kota Kang Lam, sudah ada banyak sekali anggota pemberontak serban merah yang bergabung dengan para pendekar yang terus berteriak-teriak mengintimidasi pasukan Mongol.

"Benteng itu sangat kokoh. Terakhir kali saat pasukan kita bertahan di situ, benteng itu cuma bisa dirobohkan pintunya. Itupun setelah pertarungan berlangsung dalam 2 bulan. Tapi sekarang pintu besinya itu sudah diperbaiki nampaknya kita membutuhkan waktu panjang untuk merobohkan pintu besi itu," kata salah seorang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mantap bah
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • Pendekar Sembilan Matahari   118 Menyerbu Benteng Musuh

    "Bagaimana caranya, Bibi Liong?" tanya Chen Long kepada Xiao Liong LiZhu Yuan Zhang yang mendengar itu cuma bisa tertawa geli melihat Chen Long masih terus menyapa kekasihnya dengan panggilan Bibi Liong. "Begini, di saat pertempuran nanti, tidak boleh hanya Chen Long yang berada di garis depan, tapi toako Zhu Yuan Zhang juga, harus juga berada di depan pasukan."Zhu Yuan Zhang memegang dagunya. "Oke. Lanjutkan kata-katamu.""Kalian berdua bisa beralih peran dengan cepat. Asalkan toako Zhu Yuan Zhang memakai kostum yang mirip dengan yang pernah dipakai Chen Long saat memukul pasukan Mongol itu."Kedua pria ini masih terdiam menunggu kata-kata dari Xiao Liong Li selanjutnya. "Jadi, keluar dari tenda ini, toako Zhu Yuan Zhang harus memakai jubah merah mirip Chen Long tanpa memakai penutup muka. Kemudian toako harus menghadap kepada anak buah toako dan mengucapkan orasi untuk membakar semangat mereka dan supaya mereka melihat toako memakai jubah itu.""Oke. Lalu bagaimana?" Zhu Yuan Zh

    Huling Na-update : 2023-12-23
  • Pendekar Sembilan Matahari   119 Memimpin Masuk ke Dalam Benteng

    Dari atas benteng kota Kang Lam ini, para prajurit Mongol dan Perwira Mongol nampak tersenyum mengejek karena mereka tahu mereka akan aman berada di balik tembok kokoh ini. Tembok ini sangat tinggi sehingga tidak mungkin bisa dinaiki dengan cepat. Harus orang-orang berilmu tinggi yang bisa naik ke atas kalaupun bisa naik ke atas, maka orang-orang berilmu tinggi ini akan langsung berhadapan dengan tombak dan panah yang akan ditembakkan oleh prajurit Mongol. Temboknya sangat tebal sementara pintu kokoh yang terbuat dari besi, baru saja dibangun dan akan butuh waktu panjang untuk bisa meruntuhkan pintu besi itu. Itulah yang membuat ada banyak senyuman mengejek dari para prajurit dan para perwira Mongol yang melihat dari atas ke arah gerakan Sorban Merah yang kini mendatangi tembok gerbang mereka. Para pasukan yang berjaga di balik pintu besi juga masih santai. Mereka bercanda di antara sesama mereka. Ada yang bertaruh kalau pasti akan butuh waktu paling tidak 4 Minggu untuk bisa me

    Huling Na-update : 2023-12-25
  • Pendekar Sembilan Matahari   120 Orang Tersakti Bangsa Mongol

    Chen long tidak mau musuh bisa masuk semuanya ke dalam benteng dan membunuh rekan seperjuangannya.Karena itu, dia mulai melakukan pukulan pukulannya ke arah depan ke arah pasukan Mongol yang baru datang ini.Dia teringat akan salah satu jurus yang dia pelajari dari si Tangan Sakti dari Barat, di mana dengan menggunakan tangan kosong, dia bisa membuat sebuah bayangan golok besar yang bisa dia gunakan untuk menebas musuh dengan jumlah banyak.Karena itu, tangannya langsung bergerak menyambut kedatangan musuh.Dia membuat golok besar yang ditebaskan ke depan dan berhasil menebas kepala ratusan orang musuh dalam sekali tebas.Baju perang yang dipakai para prajurit musuh tidak berhasil melindungi mereka dari serangan ini, karena golok besar itu telah berhasil membuat kepala-kepala mereka terpental jatuh dari tubuh mereka.Tidak sempat terdengar jeritan, hanya ada tubuh yang bergelimpangan jatuh setelah kepala mereka lebih dulu jatuh ke tanah.Sekali tebasan yang dilakukan oleh Chen Long,

    Huling Na-update : 2023-12-28
  • Pendekar Sembilan Matahari   121 Melawan Raksasa

    Sesosok tubuh tinggi besar sudah berlari dari arah bukit di atas sana dan pergerakannya itu, membawa badai yang dashyat, yang kini mendatangi Chen Long.Chen Long yang sebelumnya tidak menghimpun banyak tenaga dalam, kini buru-buru menghimpun sebagian tenaga dalam andalannya yang berasal dari Mustika Hati Semesta.BUUUMMMMMTerdengar suara seperti ada bahan peledak berkekuatan tinggi yang barusan meledak di tempat ini. Ini membuat ada retakan besar yang terjadi di tanah seperti baru saja dihajar gempa tujuh skala richter di tempat ini dan disusul dengan debu beterbangan ke berbagai arah.Kedua orang yang baru saja berbenturan ini, tampak terdiam di posisi masing-masing dalam jarak yang sudah berada sejauh sepuluh kaki. Keduanya masing-masing mengawasi lawannya. Keduanya tahu kalau ini adalah lawan terberat yang pernah mereka hadapi di sepanjang hidup mereka.Dalam hatinya, Chen Long yakin, kalau saja dia menghadapi lawan ini sebelumnya, saat dia belum berhasil membiarkan tubuhnya dik

    Huling Na-update : 2023-12-29
  • Pendekar Sembilan Matahari   122 Ilmu Inti Bumi

    Setelah berkata seperti itu, Chen Long langsung melakukan salah satu jurus andalannya. Yaitu Tangan Pengacau Lautan yang pernah dia pelajari dari Paman Kam.Tapi, dia tahu lawan di hadapannya ini adalah lawan yang sangat tangguh. Karena itu, dia menggunakan jurus ini dengan menggabungkannya dengan tenaga dalam dari Mustika Hati Semesta.Melihat kedigjayaan Tenaga Dalam Mustika Hati Semesta ini, Chen Long sadar, kalau saja tenaga dalam Mustika Hati Semesta yang sebelumnya berada di tubuh Liong Ong (Ular Tua) di Lembah Patah Hati, melawannya dengan sepenuh hati, maka, dia pasti akan kalah dari ular tua itu.Tapi, dia mendapatkan kesan kalau sebenarnya, Tenaga Dalam Mustika Hati Semesta di tubuh Liong Ong itu, sebenarnya mengalah padanya. Bahkan sengaja mengincar dirinya untuk menjadi rumah barunya. Nampaknya Mustika Hati Semesta sudah bosan menjadikan ular tua itu sebagai wadah atau inangnya dan memilih untuk mengalah pada Chen Long sehingga Chen Long bisa mengalahkan ular tua itu, dan

    Huling Na-update : 2023-12-31
  • Pendekar Sembilan Matahari   123 Menghabisi Hakim Roda Emas

    Chen Long terlempar jauh ke belakang diiringi dengan suara tawa mengejek dari Hakim Roda Emas. "Kejar terus dia! Habisi dia!" teriak Hakim Roda Emas kepada sang raksasa. Sang raksasa yang bernama Shorujin itu mengikuti perintah dari Hakim Roda Emas. Dia pun berlari ke arah tempat Chen Long terlempar, siap untuk menyusulkan pukulannya guna menghabisi Chen Long. Chen Long tahu kalau sampai si raksasa berhasil mengejarnya maka dia akan berada dalam keadaan yang sangat berbahaya. Karena itu dia langsung menjejak tanah sekali dan melompat tinggi ke atas. Setelah itu, dari atas dia menukik ke arah bawah dengan seluruh kekuatan dari tenaga sakti dari Mustika Hati Semesta ditambah dengan jurus Tangan Rajawali Menghantam Bumi. Jurus ini adalah jurus yang baru pertama kali ini dipergunakan Chen Long. Jurus ini juga adalah jurus yang dia dapatkan dari si Tangan Sakti dari Barat beberapa waktu yang lalu. Sebelum ini, dia belum pernah menggunakan jurus ini karena jurus ini sangat sulit kare

    Huling Na-update : 2024-01-02
  • Pendekar Sembilan Matahari   124 Persiapan di Pihak Musuh

    Jarak teriakan-teriakan itu dari posisinya Chen Long tadi, Sebenarnya masih sangat jauh cuma Chen Long yang memiliki pendengaran yang tajam berhasil mengetahui kalau ada teriakan-teriakan di belakang sana. Dan karena dia takut kalau pasukannya mengalami kesulitan di belakang sana karena sudah terlalu lama dia tinggal, maka dia pun berbalik untuk melihat pasukannya, karena arah teriakan itu memang berasal dari belakang dari arah Kota Kang Lam. Tapi semakin dekat dia dengan para pasukannya, dia baru sadar kalau sebenarnya pasukannya tidak memerlukannya. Mereka bukan berteriak karena berada dalam kesulitan tapi cuma bersorak mengelu-elukan kemenangan perang dan juga mengelu-elukan namanya. Tapi tentu saja bukan nama Chen Long yang mereka teriakkan tapi yang mereka teriakkan adalah Zhu Yuan Zhang. Chen Long yakin kalau Zhu Yuan Zhang sudah tampil di hadapan para prajuritnya karena itu dia tidak perlu lagi tampil sebagai Zhu Yuan Zhang. Dia pun kembali ke arena pertarungan saat dia m

    Huling Na-update : 2024-01-04
  • Pendekar Sembilan Matahari   125 Penculik Awan

    Di pihak lain, Chen Long yang terus menyamar sebagai Zhu Yuan Zhang, terus memimpin Gerakan Sorban Merah untuk terus merebut benteng benteng pasukan Mongol hingga akhirnya mereka telah tiba di depan gerbang Kota Raja Bangsa Mongol.Gerakan Sorban Merah terus bertambah banyak jumlahnya. Orang-orang Suku Han yang selama ini tidak berani melawan Bangsa MOngol, kini mulai kena Euforia untuk turun tangan bergabung dalam perlawanan rakyat mengusir penjajah yang dipimpin oleh Gerakan Sorban Merah.Karena itu, saat Chen Long hendak mulai memimpin pasukannya untuk menggempur benteng Kota Raja Monggol, dia belum mendapatkan persetujuan dari Zhe Yuan Zhang."Tapi kenapa, Toako?" tanya Chen Long tidak puas. "Kita tidak bisa melepaskan momen ini. Mereka sedang ketakutan di dalam sana."Iya, Toako," Sim Hong Bu ikut mendukung keinginan Chen Long."Jangan dulu. Aku dapat berita dari mata-mataku di dalam benteng musuh kalau mereka sengaja mempersiapkan pertahanan yang terbaik yang akan mereka gunakan

    Huling Na-update : 2024-01-08

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Sembilan Matahari   1435 Pembalikan dan Pembalikan

    Bunga darah mekar di udara, sungguh cantik."Apa!""Aku tidak melihat apa-apa, Lin Heng terluka. Jika dia tidak segera mundur, tubuhnya akan terkoyak dan terbelah dua.""Keajaiban! Sungguh keajaiban! Lin Heng telah menggunakan teknik abadi tingkat rendahnya, tetapi dia masih tidak dapat melakukan apa pun pada Chen Long. Ini luar biasa.""Kecepatan Chen Long tadi begitu cepat, bagaikan cahaya keemasan, dia langsung berada di depan Lin Heng, begitu cepatnya hingga orang-orang tidak bisa bereaksi."Semua orang di sekitar juga terkejut.Meskipun Lin Heng menghindar pada saat kritis, dia tidak menghindar sepenuhnya dan masih terluka oleh pedang Chen Long, meninggalkan luka berdarah di dadanya.Lin Heng menundukkan kepalanya untuk melihat luka di dadanya, dan lapisan keringat dingin muncul di dahinya.Jika dia tidak segera mundur, bukan hanya luka berdarah yang akan terjadi, tetapi seluruh tubuhnya akan terbelah dua. Dapat dikatakan bahwa dia baru saja berjalan melewati gerbang neraka.Buka

  • Pendekar Sembilan Matahari   1434 Cedera pada Lin Heng

    Pada saat ini, pertarungan disertai dengan energi pedang yang melesat keluar, Chen Long tampaknya telah berubah menjadi seorang kaisar yang sangat kuat, mengendalikan segala serangan lawannya antara langit dan bumi, dan semua serangan dihancurkan di bawah niat pedangnya.Lin Heng dipenuhi dengan aura pembunuh, dan energi sejatinya yang mengerikan melonjak keluar seperti gelombang besar, melilit tombak, membuatnya tampak seperti seorang dewa dengan tombak dewa yang dapat menghancurkan segalanya antara langit dan bumi.Ledakan!Terdengar suara gemuruh yang besar.Pedang panjang dan tombak saling bertabrakan secara langsung, ruang terkoyak, energi kekacauan muncul, dan badai dahsyat melanda mana-mana seperti gelombang besar.Keduanya meledak dengan kekuatan bertarung yang luar biasa, dan semangat juang merasuki seluruh alam semesta.Aliran darah berceceran keluar. Dalam tabrakan yang mengejutkan ini, Chen Long dan Lin Heng memuntahkan darah. Darah dan qi dalam tubuh mereka bergetar hebat

  • Pendekar Sembilan Matahari   1433 Pertempuran dengan Lin Heng

    "Anda......"Lin Heng tidak menyangka Chen Long begitu tegas dan kejam. Chen Long langsung langsung datang ke hadapannya kemudian langsung membunuh begitu dia mengatakannya, tanpa ragu-ragu.Namun, reaksi Lin Heng juga tidak lambat. Dia mengepalkan kelima jarinya dan menyerang Chen Long juga."Tinju Singa Gila!" Niat tinju itu berubah menjadi seekor singa yang sangat besar, lalu menerkam ke arah tinju Chen Long.Ledakan!Tabrakan dahsyat tersebut langsung memicu badai besar yang melanda ke segala arah.Di tengah badai, dua sosok terus mundur."Mereka bertarung!""Ya Tuhan, orang itu, Lin Heng, bahkan tidak mendapat kesempatan untuk menang.""Ini baru permulaan. Masih terlalu dini. Kenapa harus terburu-buru menang?""Bahkan di awal, ini sudah cukup untuk mengejutkan orang-orang. Bagaimanapun, ada kesenjangan besar antara kultivasi kedua orang itu. Secara logika, dengan kekuatan Lin Heng, gerakan tadi sudah cukup untuk sepenuhnya menekan seorang master legendaris tingkat menengah yang t

  • Pendekar Sembilan Matahari   1432 Hukuman Surgawi Dipakai

    "Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar

  • Pendekar Sembilan Matahari   1431 Platform Hukuman Surgawi

    "Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar

  • Pendekar Sembilan Matahari   1430 Setengah Tahun Pengasingan

    "Tulang berharga ini sudah ada di tanganku, aku tidak menginginkannya lagi," kata Duanmu Lingxing.Mereka sangat jelas tentang nilai senjata abadi. Dapat dikatakan bahwa semua senjata abadi ini diperoleh oleh Chen Long dengan susah payah di Mansion Qimen Abadi.Mereka semua telah mendengar tentang beberapa hal yang terjadi di Istana Abadi Qimen, dan mereka juga tahu bahwa Chen Long pernah lolos dari kematian."Kakak Senior, sebaiknya kau pilih satu. Kita masih belum tahu apa tulang berharga itu, dan itu hanya bisa digunakan untuk pertahanan. Sebaiknya kau pilih senjata sihir ofensif, seperti Tombak Emei. Kurasa itu cukup cocok untukmu," Kata Chen Long."Ini......""Kakak, kita ini keluarga, kenapa kau bersikap begitu sopan padaku? Lagipula, aku tidak bisa menggunakan semua senjata ajaib ini, jadi akan sia-sia saja. Kita tidak punya latar belakang dan kekuatan di sini, jadi kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Semakin kuat kita, semakin aman kita. Jangan menolak."Huang Wuji berk

  • Pendekar Sembilan Matahari   1429 Kembali ke Sekte

    Setengah tahun berlalu dalam sekejap mata.Beberapa bulan yang lalu, berita tentang penemuan reruntuhan Mansion Qimen Abadi di tepi barat Gurun Setan Tulang telah menyebar.Banyak orang yang memperoleh harta karun di reruntuhan keluar satu demi satu dan kembali ke sekte masing-masing.Meskipun Mansion Qimen Abadi hanya sebuah gerbang abadi kecil di zaman surgawi kuno, namun di reruntuhannya masih terdapat banyak sekali senjata ajaib, perkakas abadi, serta banyak sekali material pemurnian yang berharga.Terutama Lonceng Sembilan Dewa Abadi , harta karun dari Mansion Qimen Abadi, yang merupakan harta karun yang dapat memungkinkan orang dengan tingkat kultivasi di bawah negeri dongeng untuk naik ke surga dalam satu langkah.Belum lagi orang-orang di bawah Alam Abadi yang ingin mendapatkannya, bahkan para master di Alam Abadi pun akan memperebutkannya.Namun, tidak diketahui siapa yang akhirnya mendapatkan Lonceng Sembilan Dewa Abadi , yang telah menjadi kasus aneh.Lagi pula, banyak oran

  • Pendekar Sembilan Matahari   1428 Akhir dan Panen

    “Ahhhh!”Menghadapi serangan mematikan Chen Long, tidak peduli apakah mereka Legenda Besar atau Legenda Tak Terkalahkan, mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan membunuh Chen Long dalam sekejap. Hanya master di level Kekosongan Abadi yang bisa menahan sedikit."Ah, tidak, jangan bunuh aku. Aku salah. Aku salah. Aku tidak menginginkan Lonceng Sembilan Abadi lagi. Tolong ampuni nyawaku!""Lari! Lari cepat! Sebarkan berita bahwa dia mendapatkan Lonceng Sembilan Abadi, dan biarkan para penguasa Alam Abadi datang dan membunuhnya!""Dasar binatang, sekalipun aku mati, aku akan membawamu bersamaku!"Di bawah pembunuhan kejam Chen Long, orang-orang ini langsung runtuh.Namun, Chen Long sama sekali tidak punya belas kasihan. Bersikap baik kepada orang-orang ini sama saja dengan bersikap kejam terhadap dirinya sendiri."Tidak, aku juga murid Sekte Yuhua. Kita berasal dari sekte yang sama. Bagaimana kau bisa membunuhku?"Beberapa pengikut Sekte Yuhua menangis dan memohon belas kasihan,

  • Pendekar Sembilan Matahari   1427 Kekuatan Lonceng Abadi

    "Bagaimana ini mungkin?"Pemuda berpakaian Tionghoa dan yang lainnya tampak ngeri, menatap pemandangan di depan mereka dengan mata kosong.Jiwa abadi muncul dan memblokir serangan dari mereka semua.Ini berarti bahwa Chen Long telah berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi Abadi dan memperoleh pengakuan dari jiwa-jiwa abadi.Pada saat yang sama, Chen Long perlahan membuka matanya.Ia berdiri, dan aura dunia lain terpancar dari tubuhnya. Bahkan cahaya peri samar muncul dari tubuhnya, membuatnya tampak seperti makhluk abadi."Kalian ingin membunuhku?" Chen Long menatap pemuda berpakaian mewah dan yang lainnya dengan tatapan tenang.Meskipun dia baru saja berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi, dia tahu segalanya dengan jelas.Orang-orang itu, yang dihasut oleh pemuda berpakaian mewah, ingin membunuhnya dan tidak ingin melihatnya dikenali oleh Lonceng Sembilan Dewa Abadi."Sialan! Dasar bajingan, kau benar-benar mencuri Lonceng Sembilan Dewa Abadi milikku, kau pantas ma

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status