Share

Misi Pertama

Author: Aspasya
last update Huling Na-update: 2025-03-19 15:00:33

Huànyǐng berlari menelusuri koridor menuju Lán Bō Diàn. "Huànyǐng, tunggu!" Jian Lei berseru dari belakang, suaranya sedikit terengah.

"Cepatlah, Lei!" Huànyǐng tertawa riang, menoleh sekilas ke arah sahabatnya sebelum melesat lebih cepat.

Mereka berdua berlari bersisian, sesekali saling menyenggol bahu dengan canda. Angin laut yang bertiup dari kejauhan mengibaskan rambut panjang mereka, membawa aroma garam yang berpadu dengan wangi bunga liar yang tumbuh di sepanjang koridor berbatu. Matahari musim gugur menggantung rendah di langit. Cahayanya keemasan tetapi tak lagi terasa terik di atas Bì Hǎi Wān.

Saat mereka tiba di aula Lán Bō Diàn, Huànyǐng langsung berteriak, "A Tie!" suaranya menggema. Membuat beberapa orang yang tengah berbincang di dalam aula tersentak kaget.

"Bocah nakal!" salah seorang senior yang berdiri di dekat tiang langsung melayangkan pukulan ringan ke kepala Huànyǐng. "Kau hampir membuat jantungku copot
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Penakluk Sihir Iblis    Munculnya Penghisap Jiwa

    Yín Hé Chéng, kota yang bersinar seperti aliran sungai perak, terletak di dalam Hán Gǔ, Lembah Dingin. Meski musim terus berganti, suhu di lembah ini tetap menggigit. Lembah ini berada di antara Kota Lanyin dan Linghun, tersembunyi di cekungan yang mempertemukan kaki pegunungan Lingxiao dengan Hēi Hu.Malam telah larut, namun lampu-lampu lentera masih menerangi jalanan berbatu kota, berpendar lembut di atas permukaan sungai yang mengalir di sepanjang tepian rumah-rumah kayu. Angin tipis berembus dari arah pegunungan, membawa hawa dingin yang menggigit hingga ke dalam penginapan tempat para tamu beristirahat.Tiānyin duduk di dekat jendela, jari-jarinya melingkari cangkir teh yang masih mengepul. Uap hangat berputar pelan, menyatu dengan aroma samar melati yang memenuhi ruangan. Keheningan mendominasi. Hanya suara samar dari bara api di tungku dan sesekali lolongan hewan malam di kejauhan. Suara langkah kaki bergema di koridor sebelum akhirnya pintu terbuka.

    Huling Na-update : 2025-03-20
  • Penakluk Sihir Iblis    Ayo! Ayo! Chénxī! Jalan-jalan!

    Jiù Dào Jū, Rumah Jalan Lama, adalah sebuah penginapan sederhana yang terletak di jalur kuno kota Yín Hé Chéng. Meski berada di tengah kota yang ramai, suasananya tenang dan nyaman, seolah menawarkan tempat peristirahatan bagi mereka yang lelah setelah perjalanan panjang. Udara musim gugur yang sejuk mengalir lembut ke dalam ruangan, membawa aroma teh hangat yang baru diseduh. Namun, begitu mereka melangkah ke dalam, kehangatan menyambut dari balik dinding kayu tua yang dipelihara dengan baik. Ruangan utama penginapan tidak terlalu luas, tetapi tertata rapi. Aroma teh yang baru diseduh bercampur dengan wangi kayu hangat, menciptakan suasana yang menenangkan.Begitulah kesan pertama yang ditangkap Huànyǐng saat ia melangkah masuk bersama ketiga saudaranya dan rombongan dari Sekte Pemecah Langit."Tidak kusangka di tengah kota yang ramai seperti ini ada penginapan yang begitu tenang dan nyaman," komentar Jian Wei, suaranya terdengar ringan.Seorang

    Huling Na-update : 2025-03-20
  • Penakluk Sihir Iblis    Desa Cuì Lù, Misteri Penghisap Jiwa 1

    Desa Cuì Lù, desa embun hijau, terselip bagaikan permata hijau yang tersembunyi di pinggiran kota Yín Hé Chéng. Namun belakangan ini, kedamaian desa kecil itu terusik oleh bisikan-bisikan mencekam. Penduduk desa yang biasanya dengan tenang keluar masuk Qīng Qiū, Bukit Hijau, untuk sekadar mencari kayu bakar, jamur, sayuran liar, atau herbal kini diliputi ketakutan. Ke tempat itulah Huànyǐng melangkahkan kakinya saat ini. Bersama Yuè Tiānyin dan Ling Qingyu, mereka tengah singgah di sebuah kedai teh yang dipenuhi aroma daun teh hijau yang menguar lembut."Jadi sudah banyak korbannya?" tanya Ling Qingyu dengan raut wajah serius. Bersama Tiānyin dan Huànyǐng, pemuda itu harus menyelesaikan misi menyelidiki kasus yang menimpa Desa Cuì Lù. Ini bukan sesuatu yang disukainya. Jika boleh memilih, dia akan lebih senang jika harus diminta untuk menyelesaikan lukisannya terbengkalai, tak terselesaikan. Kuas dan tinta jauh lebih menyenangkan baginya daripada harus b

    Huling Na-update : 2025-03-20
  • Penakluk Sihir Iblis    Desa Cuì Lù, Misteri Penghisap Jiwa 2

    Huànyǐng dan Tiānyin berjalan santai menyusuri jalan setapak yang berlapis tanah kerikil, langkah mereka terayun ringan di bawah naungan pepohonan yang mulai meranggas. Ling Qingyu berjalan di samping mereka, tangannya erat berpegangan pada lengan Huànyǐng. Dia masih merasa gelisah setelah semalam melihat langsung seorang pria malang yang hampir kehilangan nyawanya setelah bertemu Xī Hún Yāo."Huànyǐng Xiōng," bisiknya pelan. Pandangannya melirik ke arah Tiānyin yang terus melangkah tanpa ragu, seakan tidak terpengaruh oleh cerita mengerikan itu."Jangan takut," sahut Huànyǐng dengan nada tenang. Dia menepuk lembut lengan Qingyu, memberi sedikit rasa nyaman.Pagi ini, setelah semalam menginap di sebuah penginapan kecil di desa Cuì Lú, mereka bertiga memutuskan untuk memulai penyelidikan. Sepanjang pagi, mereka berkeliling desa, bertanya kepada para penduduk. Namun, jawaban yang mereka dapatkan hampir selalu sama. Tidak ada yang pernah melihat dengan jelas

    Huling Na-update : 2025-03-21
  • Penakluk Sihir Iblis    Desa Cuì Lù, Misteri Penghisap Jiwa 3

    Huànyǐng dan Tiānyin saling berpandangan, seakan membaca pikiran satu sama lain tanpa perlu kata-kata. Sementara itu, Ling Qingyu masih bersembunyi di belakang Huànyǐng, menggenggam erat lengan pemuda itu dengan jari-jari yang sedikit gemetar. Namun, cengkeramannya segera terlepas saat tatapan dingin dan tajam dari Yuè Tiānyin menyapunya. "Yuè Èr Gōngzǐ..." gumamnya lirih, menelan ludah sebelum dengan canggung bergegas berdiri di sisi Huànyǐng. "Chénxī, kita masuk saja," ujar Huànyǐng tanpa ragu. Tiānyin mengangguk dan melangkah lebih dulu tanpa banyak bicara. "Huànyǐng Xiōng, bagaimana jika di dalam sana ada Xī Hún Yāo?" tanya Ling Qingyu dengan suara sedikit bergetar. Ia bergidik ngeri dan kembali merapatkan dirinya pada Huànyǐng. "Mana mungkin! Bukankah kau sendiri mendengar ucapan para pencari kayu bakar tadi? Mereka hanya menyebutkan batu yang dipuja penduduk sekitar kuil," sahut Huànyǐng santai, menoleh sekilas ke ara

    Huling Na-update : 2025-03-21
  • Penakluk Sihir Iblis    Roh Batu Dalam Kuil

    Suara gemuruh menggelegar di dalam kuil, menggema di antara pilar-pilar batu yang telah berlumut. Debu halus beterbangan dari langit-langit, berputar dalam bias cahaya senja yang masuk dari celah dinding. Batu besar yang terletak di altar pemujaan perlahan bergerak, seakan menggeliat bangun dari tidur panjangnya. Retakan-retakan halus mulai muncul di permukaannya."Batu itu bergerak!" seru para murid yunior Akademi Bìxiāo serempak. Suara mereka penuh ketakutan. Beberapa mundur dengan tergesa-gesa, sementara yang lain hampir tersandung oleh batu-batu kecil di lantai kuil. Panik melanda mereka, membuat api unggun yang baru saja dinyalakan hampir padam tertiup angin yang berhembus masuk dari pintu kuil yang terbuka."Yuè Èr Gōngzǐ, bagaimana ini? Bagaimana dengan Huànyǐng Xiōng?" Ling Qingyu bertanya dengan suara bergetar. Matanya memantulkan kecemasan saat ia menoleh ke arah pemuda berjubah putih yang berdiri di hadapannya."Lindungi jiwa

    Huling Na-update : 2025-03-21
  • Penakluk Sihir Iblis    Nada Pemusnah Roh dan Tarian Kipas Api & Es

    Tiānyin dan Huànyǐng menatap batu yang kini terus bergerak, seakan memiliki nyawa sendiri. Ia bergetar, menggeram dalam diam, merasakan kehadiran jiwa-jiwa di sekitarnya. "Hampir malam," ucap Tiānyin, pemuda berjubah putih itu mendongakkan kepala, menatap langit yang mulai dipenuhi semburat jingga. Senja perlahan merambat, membawa serta kegelapan yang akan segera menyelimuti. Dalam kondisi seperti ini, situasi bisa menjadi semakin sulit, terutama bagi murid-murid yunior yang belum berpengalaman menghadapi bahaya semacam ini. "Kalian! Nyalakan sinyal!" Huànyǐng berseru kepada para murid Akademi Bìxiāo. Suaranya tajam menembus udara dingin, "Tetapi, Qianbei… tidak ada senior kami di sekitar tempat ini," sahut seorang murid dengan ragu. "Tidak masalah! Di kota Yin Hen Chéng ada kultivator dari Sekte Musik Abadi, Pemecah Langit, dan Aliran Roh Suci. Mereka pasti memahami maksud sinyal kalian," Huànyǐng menjawab

    Huling Na-update : 2025-03-22
  • Penakluk Sihir Iblis    Selalu Mesra

    Héxié Zhìzūn masih menatap pemandangan di depannya. Meski langit mulai gelap, cahaya lentera yang dibawa beberapa kultivator menerangi sekitar bukit. Tarian Kipas Huànyǐng tampak begitu jelas, memukau setiap pasang mata yang menyaksikan. Gerakannya anggun, mengalir seperti ombak yang menari di bawah bulan. Setiap ayunan kipasnya seakan melukiskan jejak cahaya di udara, sementara denting guqin dari Tiānyin mengiringi dengan melodi yang menggetarkan jiwa. Siluet mereka berdua berpadu dalam harmoni, bak lukisan para dewa yang hidup dalam kegelapan malam.“Ling Xiōng! Saatnya menyegel roh!” suara Yuè Lǜ Shén Jūn memecah keheningan, menyerukan pada Ling Qingyu.Pria itu, meski sempat terpukau oleh keindahan tarian Huànyǐng dan Tiānyin, tetap waspada terhadap situasi di sekelilingnya. Tanpa perlu penjelasan, dia memahami urgensi keadaan. Suasana di sekitar semakin dipenuhi energi spiritual yang liar, pertanda roh yang mereka hadapi masih belum sepenuhnya dikendalikan.

    Huling Na-update : 2025-03-22

Pinakabagong kabanata

  • Penakluk Sihir Iblis    Melodi Guqin dan Siulan di Tengah Kekacauan

    "Yuè Èr Gōngzǐ," bisik Jian Wei, suaranya tenggelam dalam gemuruh angin lembah, saat denting guqin yang melengking jernih semakin memenuhi pendengaran.Di tengah kabut, seorang pemuda berjubah putih, Yuè Tiānyin, melayang anggun di udara. Sinar matahari yang terang memantul pada guqin-nya, membuatnya berkilauan indah. Dengan gerakan halus, jemari Tiānyin menari di atas senar guqin, mengendalikan alunan melodi yang memancar dari alat musik itu. Setiap denting senar memancarkan aura magis, seakan mantra yang menyegel roh-roh liar yang mengamuk tak terkendali. "Chénxī!" seru Huànyǐng, matanya yang ungu berbinar-binar penuh kekaguman. "Lihatlah, Huànyǐng Xiōng! Yuè Èr Gōngzǐ memang tampan dan berbakat! Tidak ada seorang pun yang bisa menandinginya!"Líng Qingyu, yang entah sejak kapan telah berada di sisi Huànyǐng, mengangguk setuju dengan tatapan kagum yang tak disembunyikan. Mereka berdua terpaku menatap Tiānyin yang dengan khidmat memainkan guqin-nya. Seme

  • Penakluk Sihir Iblis    Teknik Pemanggil Seribu Roh

    Dentingan lonceng menggema samar di telinga Jian Wei. Suara itu bergema di antara riuh rendah pekikan panik, gemuruh langkah kaki, dan desir angin yang membawa hawa asing. Ia menajamkan pendengarannya, memastikan sumber suara tersebut. "Da Gē! Lihat itu!" Tiba-tiba Jian Xuě berseru, mengalihkan perhatiannya. Jian Wei sontak mengangkat kepala. Langit yang tadinya terbuka kini dipenuhi pusaran energi berbentuk lingkaran. Partikel bercahaya keperakan berputar di udara, memancarkan kilauan ganjil. "Sial!" Jian Wei menggeram, kedua tangannya mengepal erat. Matanya berkilat, menatap adik-adiknya dan anggota sekte lainnya. "A Xuě, lindungi Huànyǐng! Jangan biarkan dia terpengaruh oleh roh-roh di sekitarnya!" "Baik, Da Gē!" Jian Xuě tak ragu sedikit pun. Ia segera berdiri di depan Huànyǐng dengan Xuě terhunus, siap menghadapi apa pun yang datang. "Lei, siapkan Líng Qì Wǎng! Jian Xia, terus pantau situa

  • Penakluk Sihir Iblis    Menangkap Bīng Wù Niǎo

    "Target utama kita adalah roh yang sudah kita kunci tadi. Setelah itu kita bisa berburu roh lain di zona yang sudah terbuka," jelas Jian Wei sembari melompat ke depan gua yang tersembunyi di celah tebing es yang menjulang tinggi. Sinar matahari siang memantul di permukaan es, menciptakan kilauan tajam seperti pecahan kaca."A Xue, ayo kita gunakan Xiáng Líng Zhèn untuk menangkap Xuě Láng Wang!" serunya pada Jian Xuě."Baik, Da Gē!" Jian Xuě menyusul, melompat ringan ke depan gua."Gunakan energi es, kau bisa menggabungkannya dengan energi es milik Huànyǐng," saran Jian Wei.Jian Xuě mengangguk mantap, lalu mulai menggambar pola formasi lingkaran dengan elemen energi es di udara. Garis-garis bersinar biru keperakan muncul di udara, membentuk corak rumit yang berpendar lembut. Begitu formasi selesai, ia menyegelnya dan mengarahkannya ke dalam gua. Dari dalam terdengar geraman marah, berat dan bergema, mengguncang lapisan es di sekitar mereka.

  • Penakluk Sihir Iblis    Bersiap Untuk Babak Kedua Perburuan Roh

    Jian Wei memimpin mereka mendekati lokasi jejak roh terdekat. Langkah-langkah mereka nyaris tak bersuara, seolah menyatu dengan hembusan angin dingin yang menyelusup di antara celah-celah tebing. Beberapa roh dikenal sangat peka terhadap suara, bahkan sekadar desir angin pun bisa membangkitkan kewaspadaan mereka."A Xue, gunakan Bīng Suǒ Shù untuk memperlambat pergerakannya," bisiknya lirih. "Jejak energinya akan lebih lama bertahan dan memudahkan kita melacaknya."Jian Xuě tanpa ragu menghunus pedangnya, Bīng Xīn Shèng Jiàn, pedang suci hati es yang berkilauan di bawah cahaya samar. Dengan satu gerakan ringan, udara di sekitar mereka mendadak terasa jauh lebih dingin. Teknik Bīng Suǒ Shù pun dilepaskan, menciptakan embusan es yang membekukan area sekitar tanpa menimbulkan suara."Dia masih berada di dalam gua sempit itu," ucap Jian Xuě pelan.Jian Wei mengangguk. "Baiklah! Kita harus segera menguncinya!" ujarnya, tetap dalam bisikan. Ia menoleh k

  • Penakluk Sihir Iblis    Zona Tiān Bīng Yá

    Tiān Bīng Yá, Tebing Langit EsTebing Langit Es adalah salah satu lokasi paling ekstrem di Shén Wù Gǔ. Kabut putih pekat menyelimuti tempat ini, bercampur dengan serpihan es kecil yang melayang di udara, menciptakan suasana dingin dan penuh misteri. Angin berembus kencang, membawa butiran salju yang berputar-putar sebelum akhirnya jatuh membentuk lapisan putih tebal di sepanjang permukaan tebing.Di tengah pemandangan yang memukau sekaligus mematikan ini, Huànyǐng dan saudara-saudaranya berdiri dalam balutan mantel tebal, berusaha menahan hawa menusuk yang merasuk hingga ke tulang."Wow! Dingin sekali!" Seruan itu terdengar dari beberapa orang yang segera mengerahkan energi spiritual mereka untuk menstabilkan suhu tubuh. Namun, meski telah mengenakan pakaian hangat dan melindungi diri dengan energi, hawa dingin di Tebing Langit Es tetap menggigit.Huànyǐng menengadah, menatap tebing-tebing yang menjulang tinggi di hadapannya. Permukaannya yang ter

  • Penakluk Sihir Iblis    Bayang-bayang Heibing Hùfú di Perburuan Roh

    Di panggung kehormatan yang menjulang di atas arena perburuan, angin berembus lembut, membawa aroma teh dan arak yang disajikan dalam poci giok. Cahaya matahari yang menyaring dari sela-sela tirai sutra tipis menerangi wajah para tamu kehormatan—para ketua sekte, pemimpin klan, tetua berpengaruh, serta pejabat kekaisaran. Dan tentu saja, di pusat segala perhatian, duduk dengan tenang Kaisar Jìng Yǔhàn, mengenakan jubah kebesaran berwarna hitam keemasan yang memancarkan wibawa.Sementara para peserta perburuan bergegas ke zona pelacakan, para tamu berbincang dengan santai, sesekali menyesap teh atau arak hangat dari cawan mereka."Yīnlǜ Shengzhe, sudah lama dirimu tidak menghadiri Perburuan Roh. Apakah ada sesuatu yang membuatmu tertarik kali ini?" tanya seorang ketua klan dengan nada penuh rasa ingin tahu.Pria yang dipanggil Yīnlǜ Shengzhe itu hanya tersenyum tipis. Garis ketampanannya jelas menurun pada kedua putranya, tetapi ekspresi tenangnya membuatny

  • Penakluk Sihir Iblis    Babak Pelacakan Roh

    Perburuan Roh Musim Gugur dimulai. Seperti tradisi setiap tahunnya, ada tiga babak yang harus dilalui para peserta sebelum meraih kemenangan dan hadiah istimewa yang selalu dinantikan."Pelacakan, pertempuran strategi, dan penangkapan akhir adalah tiga babak dalam Perburuan Roh. Kita harus melewati babak pelacakan terlebih dahulu sebelum bisa menghadapi tantangan berikutnya," jelas Jian Xue kepada adik-adiknya.Mereka tengah menunggu Jian Wei yang pergi mengambil undian untuk menentukan zona awal perburuan. Penentuan ini bertujuan memisahkan sekte-sekte besar di tahap awal agar pertarungan lebih seimbang. Dengan begitu, sekte kecil memiliki kesempatan untuk bersinar, sementara ketegangan antar sekte besar tetap terjaga hingga pertemuan di babak selanjutnya.Jian Xia, yang sejak tadi terlihat cemas, akhirnya bersuara. "Èr Gē, apakah kau sudah mempelajari zona perburuan kali ini?"Jian Xue menoleh dan mengangkat bahu dengan ekspresi sedikit meringis

  • Penakluk Sihir Iblis    Pita Putih Dan Senyum Tiānyin

    “Jian Gūniang!”Seruan menggema dari tribun penonton saat Jian Xia melintasi panggung kehormatan. Pemuda dan gadis-gadis bersorak memanggil namanya, melemparkan bunga dan hadiah ke udara. Namun, Jian Xia hanya membalas dengan senyum tipis nyaris tak terlihat, seolah kegaduhan itu tak benar-benar menyentuhnya.“Kya! Tiānyù Jiànzhàn! Tampan sekali!” Seruan lain terdengar. Kali ini dari sekumpulan gadis yang mencuri pandang penuh kagum ke arah pria berjubah hitam dan ungu yang duduk tenang, matanya tak bergeming dari jalan di depannya."Jian Èr Gōngzǐ juga tampan!""Eh, itu Jian Si dan Jian Wu Gōngzǐ, bukan?"Teriakan dari tribun semakin riuh.“Tampan seperti kakak mereka!”“Jian Wu Gōngzǐ imut dan menggemaskan!”Kalimat terakhir itu nyaris membuat Jian Xue dan Jian Lei jatuh dari kuda mereka. Mereka saling bertukar pandang sebelum terkikik geli. Imut dan menggemaskan? Itu tentu mengacu pada Huànyǐng, adik mereka y

  • Penakluk Sihir Iblis    Hujan Bunga Dan Hadiah

    Shén Wù Gǔ adalah perpaduan luar biasa antara kabut mistis yang melayang di udara, hijaunya pepohonan yang menjulang tinggi, serta sungai berkilauan yang berkelok-kelok di antara tebing-tebing batu. Setiap zona perburuan di dalamnya memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari lembah berkabut yang penuh rahasia, hutan lebat yang dipenuhi makhluk spiritual, hingga air terjun gemuruh yang menyembunyikan tantangan tak terduga. Tempat ini bukan sekadar indah, melainkan sarat dengan aura magis dan bahaya tersembunyi.Itulah kesan pertama yang tertangkap saat para peserta Perburuan Roh menyaksikan Shén Wù Gǔ yang terbentang luas di hadapan mereka."Indahnya! Sungguh sesuai dengan julukannya, Lembah Kabut Dewa!" seruan-seruan kagum terdengar bersahut-sahutan di antara para kultivator muda.Bahkan Huànyǐng dan saudara-saudaranya pun tak bisa mengalihkan pandangan. Langit biru membentang luas, menaungi lautan kabut yang berputar perlahan seakan memiliki nyawa. Pucuk-pu

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status