Home / Romansa / Penakluk Hati CEO Arogan / 3. Penuh Gairah 18+

Share

3. Penuh Gairah 18+

Author: Diandra Ayu
last update Last Updated: 2023-06-25 00:04:03

'A–apa aku tidak salah dengar?'

Alea masih bergeming. Dia pikir tadi hanya salah dengar saja. Mana mungkin Radit yang arogan itu memanggilnya dengan panggilan sayang.

Namun keraguannya terpatahkan saat Radit kembali memanggilnya. Pria itu tersenyum manis dan matanya menatap lembut ke arah Alea yang masih kebingungan.

"Sayang, kenapa berdiri terus disana? Kemari lah!"

Alea yang shock dan kebingungan itu akhirnya berjalan ragu mendekat ke arah suaminya. Ia tidak tahu mengapa Radit tiba-tiba berubah lembut seperti ini? Apakah dia hanya ingin mengerjainya saja?

Wanita itu dengan ragu duduk disebelah suaminya yang kini tangannya direntangkan. Alea semakin kaget tatkala Radit langsung memeluknya dengan erat.

"Sayang, aku sangat merindukanmu," ucap pria itu seraya mengusap punggung Alea dengan lembut. Rambut panjang Alea ia singkap dan ia hirup area leher wanita itu hingga Alea bisa merasakan hembusan hangat dari nafas suaminya.

Tentu saja Alea merasa gugup dan tegang. Ia bingung sekaligus senang. Ia bahkan merasakan suatu gelenyar aneh dalam dirinya saat suaminya menyentuh area leher dan terus mengecupnya dengan lembut.

"Aahhh..." Desahan lembut tak sengaja keluar dari bibirnya. Hal itu membuat Radit menghentikan aktivitasnya lalu mengurai pelukannya pada Alea.

Wanita itu replek menutup mulutnya. Bisa-bisanya ia keceplosan dengan desahan tadi. Alea khawatir Radit malah akan menganggapnya wanita rendah yang menjijikan.

Beberapa saat pria itu hanya menatapnya intens tanpa berkata. Tentu saja membuat Alea semakin gugup dan salah tingkah.

'Duuh, sial! Mati aku. Mas Radit pasti ilfeel,' batinnya.

Hal tidak terduga kembali terjadi saat tiba-tiba kedua tangan kekar itu meraih pipinya. Raditya membingkai wajah Alea dengan kedua telapak tangannya. Ia tersenyum lembut, tatapan yang menggoda dan penuh cinta seolah tersirat dari netra cokelatnya yang kini nampak meneduhkan.

"I Miss you, Honey," ucap pria itu dengan lembut.

DEGH.

Jantungnya berdebar sangat kencang. Pipi wanita itu merona, terharu dengan kata-kata mesra dan sikap lembut Radit padanya saat ini. Ia benar-benar tidak menyangka jika akhirnya suaminya ini bisa menerimanya.

Alea semakin terkejut dan dibuat tak percaya saat wajah Radit perlahan semakin mendekat. Wanita itu repleks memejamkan matanya. Antara percaya dan tidak percaya jika saat ini suaminya akan melakukan hal yang begitu romantis padanya.

Alea bisa merasakan sentuhan lembut nan hangat dari bibir pria itu. Keringat dingin serta debaran di jantungnya begitu terasa. Ia benar-benar gugup, namun juga sangat bahagia. Hatinya berbunga-bunga saat ini. Alea menikmatinya, ia membuka mulutnya tanpa ragu, membiarkan Radit memasukinya lebih dalam. Ini benar-benar seperti mimpi.

Bibir keduanya saling berpagutan dengan mesra. Sentuhan lembut yang semakin ganas Radit berikan pada istrinya. Tangan nakal itu juga menjalar menyentuh bagian-bagian sensitif, seolah ia meminta yang lebih dari pada itu.

Dres dengan lengan sabrina itu juga kini sudah tidak terlihat semestinya. Lengannya merosot saat Radit terus saja bergerilya menyentuhnya penuh nafsu.

"Aaahhh... Emmpptt..." Alea kini tak segan untuk kembali mendesah saat kecupan bibir itu mulai semakin turun. Ia biarkan tangan suaminya itu meraba setiap inci tubuh yang memang sudah menjadi hak pria itu.

Raditya mengangkat tubuh Alea yang kini sudah tidak berbusana itu ke atas pembaringan. Ia merasa tubuhnya semakin panas. Dirinya sudah tidak tahan untuk menuntaskan hasrat pada wanita cantik yang wajahnya selalu terbayang-bayang dalam benaknya itu.

Alea tersenyum manis dan menggoda tatkala Radit telah mengukungnya. Ini adalah pengalaman pertama untuknya. Ia sangat senang dan hatinya berbunga-bunga, akhirnya ia akan melakukan hal ini dengan suaminya. Ia berpikir jika Radit telah berubah.

'Benar kata Mama, mood Mas Radit sudah membaik. Semoga setelah ini Mas Radit akan terus bersikap lembut dan romantis seperti ini,' gumam Alea dengan terus menyunggingkan senyuman yang menggoda.

"Aahhh..." Alea menjerit tertahan saat sesuatu seolah membelah inti tubuhnya. Kedua tangannya meremas sprei saat ia rasakan rasa perih dan sakit di area sensitifnya itu.

Radit memejamkan matanya dengan rasa nikmat yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Tubuhnya ia goyangkan dengan pelan. Entah mengapa rasanya benar-benar sangat berbeda kali ini. Ia merasakan sesuatu yang lain yang tidak seperti biasanya.

"Emmpphh... pelan-pelan, Sayang," ucap Alea ketika Radit terus menghantamnya. Sudut matanya berair, namun ia merasa senang meski merasakan rasa sakit yang baru pertama kali ia rasakan itu.

"Honey..." Radit memanggilnya dengan lembut. Bibir wanita itu ia kunci seiring aktivitas mereka. Radit merasakan kenikmatan yang berbeda, aktivitas intim ini benar-benar penuh gairah.

Lenguhan panjang dari pria itu mengakhiri penyatuan dua insan ini. Peluh bercucuran membasahi tubuh keduanya.

"Terima kasih, Sayang," ucap Radit seraya mengecup kening Alea lalu memejamkan matanya yang sudah terasa berat. Rasa pening dan panas yang sejak tadi menjalar ditubuhnya kini berganti dengan rasa kantuk yang tak tertahankan.

Sementara itu, darah segar mengalir dari area sensitifnya. Alea tersenyum meski wajahnya memucat. Saat ini Radit tengah mendekapnya dengan erat. Pria itu seolah tidak ingin melepaskannya.

Alea menatap lekat wajah suaminya yang tertidur menyamping menghadap ke arahnya. Lengkungan indah terlukis di wajahnya ketika ia terus menatap wajah tampan yang begitu polos ketika tertidur. Alea benar-benar sangat bahagia. Ia tidak menyangka jika suaminya bisa berubah secepat ini.

'Aku sangat bahagia, Mas. Terima kasih sudah mau menerimaku,' gumam Alea seraya memejamkan matanya.

Keduanya pun terlelap dalam balutan selimut yang sama. Mereka tertidur dengan posisi tangan Radit yang menjadi bantalan kepala istrinya.

Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam ketika Radit merasa tenggorokannya kering dan haus. Ia membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa lebih segar dan enteng.

Ia duduk dan terkejut tatkala menyadari jika tubuhnya saat ini polos tanpa sehelai benang. Hanya selimut tebal putih itu yang menutupi bagian pinggang hingga kakinya.

Matanya terbelalak tatkala melihat pemandangan yang sama yang terjadi pada seorang wanita di sampingnya.

"HEHH, WANITA MURAHAN! APA YANG TERJADI?!"

Bentakan nyaring dan kasar itu tentu saja mengagetkan Alea yang tertidur. Wanita itu terbangun dan langsung menatap heran pada Radit yang menatapnya dengan nyalang.

"Mas ... Sudah bangun?" tanyanya sambil ikut duduk dengan tangan yang memegang selimut agar tidak melorot dan memperlihatkan tubuhnya yang kini penuh dengan tanda merah.

"APA YANG TERJADI? KAU MENJEBAKKU, HAAH?"

Mata yang tadi terlihat meneduhkan itu kini kembali terlihat menakutkan. Radit seperti seekor singa yang ingin menerkam mangsanya hidup-hidup.

"Me–menjebak? Apa yang Mas maksud? Kita sudah melakukannya dan..."

"APA? SHIITTT...!!!" Radit terkejut dan nampak prustasi. Ia menggelengkan kepalanya tidak percaya. Dirinya benar-benar marah dan merasa telah dijebak oleh wanita itu.

Radit mengepalkan kedua tangannya seolah ingin menghajar Alea yang telah berani menjebaknya.

Alea terlihat ketakutan. Tubuhnya bergetar tatkala kepalan tangan itu melayang di udara dan siap untuk dilayangkan padanya.

Drrtt... Drrrtttt...

Kemarahan Radit teralihkan saat ia mendengar getar dari ponselnya.

Masih dengan wajah penuh amarah, ia pun meraih ponsel yang tergeletak di atas meja lampu tidur itu.

"APA?? MASUK RUMAH SAKIT...?!"

**

Bersambung...

Related chapters

  • Penakluk Hati CEO Arogan    4. Dijebak

    "Kamu jaga dia sebentar! Saya kesana sekarang."Ekspresi penuh amarah itu kini berubah menjadi sendu dan panik. Raditya baru saja mendapatkan telepon dari seseorang yang mengatakan bahwa kekasihnya dilarikan ke rumah sakit saat ini.Tanpa menunda waktu, pria itu segera bangkit dari tempat tidur. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos itu. Hal itu tentu saja membuat Alea terkejut karena tubuhnya kini terekspos jelas. Wanita itu kelabakan mencari penutup tubuh. Wajahnya memerah apalagi Radit malah menatapnya dengan begitu tajam saat ini.Mata pria itu memicing ke arah noda merah pada sprei putih di kasur tersebut.'Ckkk, sial! Ternyata dia masih perawan,' gumam pria itu seraya melengos tak memperdulikan wanita yang ia pikir sudah menjebaknya itu. Radit tidak ingin lama-lama ada di kamar ini. Karena jujur saja, tubuh Alea memang sempurna dan menggairahkan. Ia tidak mau sampai tergoda oleh wanita itu.Selagi Radit masuk kamar mandi dan membersihkan diri, Alea sibuk memungu

    Last Updated : 2023-06-26
  • Penakluk Hati CEO Arogan    5. Pilih siapa?

    "Ma–mama?!"Keduanya terkesiap tatkala melihat wanita paruh baya dengan bibir merah menyala itu memasuki kamar inap VIP dengan tatapan yang nyalang. Nampak sekali kemarahan yang tercetak di wajahnya. "Radit, ngapain kamu kesini? Bisa-bisanya kamu pergi lagi ninggalin istri kamu!" sentak Nyonya Rahayu yang tatapannya tak lepas dari Maura. Ia terus menatap tajam wajah gadis itu, membuat Maura gugup sekaligus ketakutan. Ini memang bukan pertemuan pertama mereka. Setiap kali bertemu, pasti Nyonya Rahayu akan murka dan menghinanya. "Ssttt... Mama bisa pelan kan sedikit tidak bicaranya? Ini rumah sakit, Ma. Please jangan buat keributan." Radit yang tengah duduk itu langsung berdiri, memasang badan untuk kekasihnya. Khawatir ibu kandungnya itu akan menyakiti Maura."Mama gak peduli. Heh, kamu wanita murahan! Ngapain kamu masih hubungin anak saya? Dasar wanita kampung, pelakor, apa kau tak malu mendekati pria yang sudah menjadi suami orang, Hah?!""Aku bukan wanita murahan. Aku juga bukan p

    Last Updated : 2023-06-26
  • Penakluk Hati CEO Arogan    6. Double Date

    Sepanjang hari, pria itu hanya menekuk wajahnya tanpa mempedulikan ibunya yang sibuk memilih perhiasan untuk sang menantu. Mimik wajah tampan itu tak bersahabat, ia sangat kesal dengan permintaan yang memaksa dari ibunya itu."Akhirnya selesai juga. Alea pasti suka," ucap Nyonya Rahayu dengan mata yang berbinar. Ia menghampiri Radit yang saat ini duduk di lobby toko perhiasan langganannya itu."Sudah sore. Yuuk, jalan!" ajaknya."Hemm... Dari tadi kek, Mah. Aku malas dan capek, pengen banget pulang dan beristirahat," ucap Raditya sambil bangkit dari duduknya.Pria itu berjalan lebih dulu meninggalkan ibunya yang saat ini berpamitan pada pemilik toko perhiasan itu. Sangat menjenuhkan jika menunggu wanita berbelanja. Apalagi ibunya ini berbelanja hadiah untuk Alea. Memuakkan, batin Radit terus bergerutu dalam hati.Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Nyonya Rahayu meminta Raditya mampir ke suatu tempat."Mau apa lagi sih, Mah?" tanyanya kesal ketika di perempatan jalan Nyonya Rahayu memi

    Last Updated : 2023-07-13
  • Penakluk Hati CEO Arogan    7. Berhati Iblis

    'Ternyata dia cantik sekali. Mengapa aku baru menyadarinya,' gumamnya seraya terus memandang wajah wanita di hadapannya tanpa berkedip.Raditya dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menyadarkan dirinya, tidak boleh sampai terpukau dengan kecantikan wanita yang menurutnya menjadi pembawa masalah itu. Hati dan cintanya hanya untuk Maura seorang."Silahkan dinikmati hidangan pembuka dari kami. Pengiring musik akan mengiringi makan malam Tuan muda dan Nona. Selamat menikmati, semoga hari anda menyenangkan," ucap seseorang yang memecah kesunyian di antara dua insan itu.Pelayan itu datang kembali bersama pramusaji lainnya yang membawakan hidangan pembuka.Raditya meraih segelas wine yang baru dituangkan oleh pelayan. Ia menegaknya perlahan. Matanya terus menatap datar ke arah Alea yang nampak gugup sekaligus bingung harus berbuat apa?Para pelayan undur diri. Bersamaan dengan itu, alunan musik klasik terdengar begitu merdu. Membuat suasana romantis yang tidak mereka nikmati saat i

    Last Updated : 2023-07-14
  • Penakluk Hati CEO Arogan    8. Perhatian

    Tiiiinnnn...BUUGH.Suara klakson yang panjang beriringan dengan suara benda terjatuh dengan cukup kencang."Aduuhh, aaaaww... sakit." Seorang wanita mengaduh dan meringis kesakitan ketika seseorang tiba-tiba mendorongnya hingga ia tersungkur di pinggir jalan.Alea, ia menahan sakit sambil menatap lekat wajah pria yang mendorongnya itu. Siapa lagi kalau bukan Raditya, suami yang tidak mengakuinya."Telat sedetik saja, mungkin kau sudah mati!" tegas Radit dengan ketus. Ia yang juga ikut terjatuh dengan posisi menindih tubuh Alea, langsung bangkit dan menepuk-nepuk jas miliknya yang sedikit kotor terkena jalanan aspal itu. Pria itu sedikit kesal, bisa-bisanya ia repleks menolong Alea saat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya.'Mengapa tidak aku biarkan saja wanita itu tertabrak dan mati? ' gumamnya.Beberapa pasang mata memperhatikan mereka, namun tidak ada satupun yang menyapa maupun membantu Alea saat itu. Mungkin mereka berpikir jika sudah ada pria baik yang menolongnya. Padahal ny

    Last Updated : 2023-07-16
  • Penakluk Hati CEO Arogan    9. Mabuk Cinta

    "Bagaimana kabarmu, Say–"Bibir pria itu langsung terkatup saat melihat kamar inap VIP itu sudah kosong.Dimana Maura? Mengapa dia tidak ada?Dengan tergesa, Radit segera keluar dari kamar inap itu lalu menemui suster jaga."Permisi, Sus.""Ya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang perawat yang berjaga di resepsionis itu."Saya mau tanya, kemana pasien atas nama Maura Cintya? Mengapa tidak ada di kamarnya?" tanya Raditya bingung dan gelisah. "Pasien atas nama Maura sudah meninggalkan rumah sakit satu jam yang lalu, Tuan. Seorang pria paruh baya yang mengaku ayahnya meminta agar Maura bisa pulang hari ini. Dan karena keadaan Nona Maura sudah cukup baik, dokter pun menyetujuinya."Mendengar itu, Radit langsung terhenyak.'Ayahnya? Bukankah Maura sebatang kara?' Dengan pikiran yang kalut dan penuh kebingungan, Radit pun meninggalkan area rawat inap itu. Berjalan sambil menempelkan benda pipih itu di telinganya.Radit mencoba menghubungi Maura. Berharap kekasihnya itu mengangkat

    Last Updated : 2023-07-18
  • Penakluk Hati CEO Arogan    10. Seperti Nyamuk

    Alea terkejut. Radit kembali bertutur lembut dan mengatakan sayang padanya. Ia juga dibuat tersipu saat menatap mata suaminya yang berbinar sambil tersenyum dengan begitu manis.'Apakah ini efek mabuk? Aah, sudahlah... mabuk pun tak apa. lebih enak melihatnya yang bersikap lembut seperti ini,' gumam Alea sambil mengulum senyumnya.Namun sayang, senyuman itu seketika mengendur tatkala Radit bangkit dan kembali mengatakan sayang. Sebuah kata yang ternyata bukan ditunjukkan padanya."Sayang, kamu dari mana saja?"Pria itu berjalan ke arah pintu yang terbuka. Disana berdiri seorang wanita cantik bersama pelayannya yang menatapnya tanpa ekspresi.Alea terkejut, mereka pun sama terkejutnya.Tangan Maura terkepal saat melihat seorang wanita duduk di sofanya. Ia yakin jika wanita itu adalah Alea, wanita yang dijodohkan dengan kekasihnya. Maura melihat potret wanita itu pada sebuah majalah saat pernikahan CEO muda yang tak lain adalah kekasihnya."Ngapain kamu bawa wanita itu? Kamu jahat! Bisa

    Last Updated : 2023-07-18
  • Penakluk Hati CEO Arogan    11. Tidur Satu Kamar

    Drrrttttt... Drrrttttt...Getar ponsel di atas meja mengalihkan perhatian tiga orang di ruang tamu apartemen itu. Radit dan Maura yang wajahnya semakin dekat itu dengan repleks menjauhkan wajah mereka.Berbeda dengan Radit dan Maura yang nampak kesal, Alea malah menahan senyumnya. Ia berpikir jika semseta pun tidak merestui mereka. Lagipula mereka benar-benar gila, bisa-bisanya hendak bercumbu di depan Alea, istri sah pria itu."Ckk... Mama. Ada apa sih? Mengganggu saja," pekik Radit setelah mengetahui siapa yang menghubunginya saat ini.Radit mendiamkan panggilan itu. Membiarkan ponselnya kembali mati. Rasanya sangat malas untuk mengangkat telepon itu. Paling ibunya hanya akan bertanya dimana mereka sekarang berada? Satu, dua, hingga tiga kali panggilan itu terus berbunyi. Maura yang juga ikut kesal akhirnya meminta Radit untuk mengangkat panggilan tersebut. Ia tak mau jika sampai Nyonya Rahayu tahu jika Radit sedang berada di apartemennya saat ini. "Angkat saja, Sayang," titah Mau

    Last Updated : 2023-07-22

Latest chapter

  • Penakluk Hati CEO Arogan    11. Tidur Satu Kamar

    Drrrttttt... Drrrttttt...Getar ponsel di atas meja mengalihkan perhatian tiga orang di ruang tamu apartemen itu. Radit dan Maura yang wajahnya semakin dekat itu dengan repleks menjauhkan wajah mereka.Berbeda dengan Radit dan Maura yang nampak kesal, Alea malah menahan senyumnya. Ia berpikir jika semseta pun tidak merestui mereka. Lagipula mereka benar-benar gila, bisa-bisanya hendak bercumbu di depan Alea, istri sah pria itu."Ckk... Mama. Ada apa sih? Mengganggu saja," pekik Radit setelah mengetahui siapa yang menghubunginya saat ini.Radit mendiamkan panggilan itu. Membiarkan ponselnya kembali mati. Rasanya sangat malas untuk mengangkat telepon itu. Paling ibunya hanya akan bertanya dimana mereka sekarang berada? Satu, dua, hingga tiga kali panggilan itu terus berbunyi. Maura yang juga ikut kesal akhirnya meminta Radit untuk mengangkat panggilan tersebut. Ia tak mau jika sampai Nyonya Rahayu tahu jika Radit sedang berada di apartemennya saat ini. "Angkat saja, Sayang," titah Mau

  • Penakluk Hati CEO Arogan    10. Seperti Nyamuk

    Alea terkejut. Radit kembali bertutur lembut dan mengatakan sayang padanya. Ia juga dibuat tersipu saat menatap mata suaminya yang berbinar sambil tersenyum dengan begitu manis.'Apakah ini efek mabuk? Aah, sudahlah... mabuk pun tak apa. lebih enak melihatnya yang bersikap lembut seperti ini,' gumam Alea sambil mengulum senyumnya.Namun sayang, senyuman itu seketika mengendur tatkala Radit bangkit dan kembali mengatakan sayang. Sebuah kata yang ternyata bukan ditunjukkan padanya."Sayang, kamu dari mana saja?"Pria itu berjalan ke arah pintu yang terbuka. Disana berdiri seorang wanita cantik bersama pelayannya yang menatapnya tanpa ekspresi.Alea terkejut, mereka pun sama terkejutnya.Tangan Maura terkepal saat melihat seorang wanita duduk di sofanya. Ia yakin jika wanita itu adalah Alea, wanita yang dijodohkan dengan kekasihnya. Maura melihat potret wanita itu pada sebuah majalah saat pernikahan CEO muda yang tak lain adalah kekasihnya."Ngapain kamu bawa wanita itu? Kamu jahat! Bisa

  • Penakluk Hati CEO Arogan    9. Mabuk Cinta

    "Bagaimana kabarmu, Say–"Bibir pria itu langsung terkatup saat melihat kamar inap VIP itu sudah kosong.Dimana Maura? Mengapa dia tidak ada?Dengan tergesa, Radit segera keluar dari kamar inap itu lalu menemui suster jaga."Permisi, Sus.""Ya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang perawat yang berjaga di resepsionis itu."Saya mau tanya, kemana pasien atas nama Maura Cintya? Mengapa tidak ada di kamarnya?" tanya Raditya bingung dan gelisah. "Pasien atas nama Maura sudah meninggalkan rumah sakit satu jam yang lalu, Tuan. Seorang pria paruh baya yang mengaku ayahnya meminta agar Maura bisa pulang hari ini. Dan karena keadaan Nona Maura sudah cukup baik, dokter pun menyetujuinya."Mendengar itu, Radit langsung terhenyak.'Ayahnya? Bukankah Maura sebatang kara?' Dengan pikiran yang kalut dan penuh kebingungan, Radit pun meninggalkan area rawat inap itu. Berjalan sambil menempelkan benda pipih itu di telinganya.Radit mencoba menghubungi Maura. Berharap kekasihnya itu mengangkat

  • Penakluk Hati CEO Arogan    8. Perhatian

    Tiiiinnnn...BUUGH.Suara klakson yang panjang beriringan dengan suara benda terjatuh dengan cukup kencang."Aduuhh, aaaaww... sakit." Seorang wanita mengaduh dan meringis kesakitan ketika seseorang tiba-tiba mendorongnya hingga ia tersungkur di pinggir jalan.Alea, ia menahan sakit sambil menatap lekat wajah pria yang mendorongnya itu. Siapa lagi kalau bukan Raditya, suami yang tidak mengakuinya."Telat sedetik saja, mungkin kau sudah mati!" tegas Radit dengan ketus. Ia yang juga ikut terjatuh dengan posisi menindih tubuh Alea, langsung bangkit dan menepuk-nepuk jas miliknya yang sedikit kotor terkena jalanan aspal itu. Pria itu sedikit kesal, bisa-bisanya ia repleks menolong Alea saat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya.'Mengapa tidak aku biarkan saja wanita itu tertabrak dan mati? ' gumamnya.Beberapa pasang mata memperhatikan mereka, namun tidak ada satupun yang menyapa maupun membantu Alea saat itu. Mungkin mereka berpikir jika sudah ada pria baik yang menolongnya. Padahal ny

  • Penakluk Hati CEO Arogan    7. Berhati Iblis

    'Ternyata dia cantik sekali. Mengapa aku baru menyadarinya,' gumamnya seraya terus memandang wajah wanita di hadapannya tanpa berkedip.Raditya dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menyadarkan dirinya, tidak boleh sampai terpukau dengan kecantikan wanita yang menurutnya menjadi pembawa masalah itu. Hati dan cintanya hanya untuk Maura seorang."Silahkan dinikmati hidangan pembuka dari kami. Pengiring musik akan mengiringi makan malam Tuan muda dan Nona. Selamat menikmati, semoga hari anda menyenangkan," ucap seseorang yang memecah kesunyian di antara dua insan itu.Pelayan itu datang kembali bersama pramusaji lainnya yang membawakan hidangan pembuka.Raditya meraih segelas wine yang baru dituangkan oleh pelayan. Ia menegaknya perlahan. Matanya terus menatap datar ke arah Alea yang nampak gugup sekaligus bingung harus berbuat apa?Para pelayan undur diri. Bersamaan dengan itu, alunan musik klasik terdengar begitu merdu. Membuat suasana romantis yang tidak mereka nikmati saat i

  • Penakluk Hati CEO Arogan    6. Double Date

    Sepanjang hari, pria itu hanya menekuk wajahnya tanpa mempedulikan ibunya yang sibuk memilih perhiasan untuk sang menantu. Mimik wajah tampan itu tak bersahabat, ia sangat kesal dengan permintaan yang memaksa dari ibunya itu."Akhirnya selesai juga. Alea pasti suka," ucap Nyonya Rahayu dengan mata yang berbinar. Ia menghampiri Radit yang saat ini duduk di lobby toko perhiasan langganannya itu."Sudah sore. Yuuk, jalan!" ajaknya."Hemm... Dari tadi kek, Mah. Aku malas dan capek, pengen banget pulang dan beristirahat," ucap Raditya sambil bangkit dari duduknya.Pria itu berjalan lebih dulu meninggalkan ibunya yang saat ini berpamitan pada pemilik toko perhiasan itu. Sangat menjenuhkan jika menunggu wanita berbelanja. Apalagi ibunya ini berbelanja hadiah untuk Alea. Memuakkan, batin Radit terus bergerutu dalam hati.Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Nyonya Rahayu meminta Raditya mampir ke suatu tempat."Mau apa lagi sih, Mah?" tanyanya kesal ketika di perempatan jalan Nyonya Rahayu memi

  • Penakluk Hati CEO Arogan    5. Pilih siapa?

    "Ma–mama?!"Keduanya terkesiap tatkala melihat wanita paruh baya dengan bibir merah menyala itu memasuki kamar inap VIP dengan tatapan yang nyalang. Nampak sekali kemarahan yang tercetak di wajahnya. "Radit, ngapain kamu kesini? Bisa-bisanya kamu pergi lagi ninggalin istri kamu!" sentak Nyonya Rahayu yang tatapannya tak lepas dari Maura. Ia terus menatap tajam wajah gadis itu, membuat Maura gugup sekaligus ketakutan. Ini memang bukan pertemuan pertama mereka. Setiap kali bertemu, pasti Nyonya Rahayu akan murka dan menghinanya. "Ssttt... Mama bisa pelan kan sedikit tidak bicaranya? Ini rumah sakit, Ma. Please jangan buat keributan." Radit yang tengah duduk itu langsung berdiri, memasang badan untuk kekasihnya. Khawatir ibu kandungnya itu akan menyakiti Maura."Mama gak peduli. Heh, kamu wanita murahan! Ngapain kamu masih hubungin anak saya? Dasar wanita kampung, pelakor, apa kau tak malu mendekati pria yang sudah menjadi suami orang, Hah?!""Aku bukan wanita murahan. Aku juga bukan p

  • Penakluk Hati CEO Arogan    4. Dijebak

    "Kamu jaga dia sebentar! Saya kesana sekarang."Ekspresi penuh amarah itu kini berubah menjadi sendu dan panik. Raditya baru saja mendapatkan telepon dari seseorang yang mengatakan bahwa kekasihnya dilarikan ke rumah sakit saat ini.Tanpa menunda waktu, pria itu segera bangkit dari tempat tidur. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos itu. Hal itu tentu saja membuat Alea terkejut karena tubuhnya kini terekspos jelas. Wanita itu kelabakan mencari penutup tubuh. Wajahnya memerah apalagi Radit malah menatapnya dengan begitu tajam saat ini.Mata pria itu memicing ke arah noda merah pada sprei putih di kasur tersebut.'Ckkk, sial! Ternyata dia masih perawan,' gumam pria itu seraya melengos tak memperdulikan wanita yang ia pikir sudah menjebaknya itu. Radit tidak ingin lama-lama ada di kamar ini. Karena jujur saja, tubuh Alea memang sempurna dan menggairahkan. Ia tidak mau sampai tergoda oleh wanita itu.Selagi Radit masuk kamar mandi dan membersihkan diri, Alea sibuk memungu

  • Penakluk Hati CEO Arogan    3. Penuh Gairah 18+

    'A–apa aku tidak salah dengar?'Alea masih bergeming. Dia pikir tadi hanya salah dengar saja. Mana mungkin Radit yang arogan itu memanggilnya dengan panggilan sayang.Namun keraguannya terpatahkan saat Radit kembali memanggilnya. Pria itu tersenyum manis dan matanya menatap lembut ke arah Alea yang masih kebingungan."Sayang, kenapa berdiri terus disana? Kemari lah!" Alea yang shock dan kebingungan itu akhirnya berjalan ragu mendekat ke arah suaminya. Ia tidak tahu mengapa Radit tiba-tiba berubah lembut seperti ini? Apakah dia hanya ingin mengerjainya saja?Wanita itu dengan ragu duduk disebelah suaminya yang kini tangannya direntangkan. Alea semakin kaget tatkala Radit langsung memeluknya dengan erat."Sayang, aku sangat merindukanmu," ucap pria itu seraya mengusap punggung Alea dengan lembut. Rambut panjang Alea ia singkap dan ia hirup area leher wanita itu hingga Alea bisa merasakan hembusan hangat dari nafas suaminya.Tentu saja Alea merasa gugup dan tegang. Ia bingung sekaligus

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status