Share

Bab 640

Penulis: Vodka
Gatot menolak tanpa ragu-ragu, "Kenapa? Apa yang mau kamu lakukan?"

"Kalau kamu mau menyembuhkan penyakit kakakmu, sebaiknya lakukan saja apa yang kuperintahkan," balas Yoga.

"Gatot, lakukan saja sesuai perintahnya. Aku mau lihat apa yang sedang direncanakannya," timpal Ambar.

"Baiklah." Pada akhirnya, Gatot menemukan sebuah jubah putih dokter dan mengenakannya. Setelah itu, Yoga berkata pada Gatot, "Mulai sekarang, kamu adalah wanita hantu berbaju putih yang ingin melukai kakakmu. Ingat harus galak, semakin galak semakin bagus."

"Cih! Aku ini pria sejati, kenapa jadi hantu wanita? Kenapa bukan kamu yang jadi hantu wanita?" sergah Gatot.

"Nggak usah banyak omong, kamu mau kakakmu sembuh nggak?" balas Yoga.

Gatot tidak berdaya, dia terpaksa menahan diri dan berjalan masuk ke kamar pasien. Melihat Gatot yang berpakaian serba putih, Karina langsung menggila. Dia melompat dan melemparkan semua barang ke arah Gatot. "Hantu! Jangan mendekat, jangan mendekat .... Kumohon ampuni aku. Aku akan
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 641

    Gatot tidak sanggup membantahnya, sehingga terpaksa menelan semuanya sendirian. Danny menatap Yoga dengan antusias, "Pak Yoga, kamu benar-benar membuka wawasanku hari ini. Aku ... salut padamu!" Dalam seketika, dia tidak tahu harus bagaimana mendeskripsikan perasaannya.Yoga enggan menggubris Danny. Namun, Danny malah tidak peduli sama sekali. Dia terus memuji Yoga, "Selama ini, kami selalu memikirkan berbagai cara untuk membuat pasien yakin bahwa semua yang dilihat dan didengarnya itu adalah khayalan. Tapi kamu malah berbeda, kamu membuat pasien percaya semua ini adalah kenyataan, lalu mengatasi semua kesulitan dalam 'khayalan' ini. Cara ini benar-benar genius. Bisa dibilang, ini adalah sebuah terobosan baru. Mohon terima sujud dariku. Inovasi baru ini mungkin akan meruntuhkan semua sistem pengobatan dalam bidang kejiwaan dan menolong banyak orang. Kamu benar-benar genius, aku minta maaf telah meremehkanmu."Yoga membalas, "Kecilkan suaramu. Pasien butuh istirahat sekarang, jangan gan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 642

    Begitu mengungkit hal ini, Karina kembali menjadi gugup. Namun, untungnya dia telah sadar sekarang. Ditambah lagi ada keluarga yang menemaninya, Karina jadi merasa lebih aman dan tidak bereaksi agresif.Karina mulai bercerita, "Tadi ada perawat pria yang mengantarkan obat untukku. Setelah minum obat itu, kepalaku jadi terasa berat dan ingin tidur. Tepat di saat aku hampir terlelap, perawat pria itu tiba-tiba jadi hantu wanita berbaju putih. Rambutnya berantakan, nggak punya pupil, lidahnya panjang, wajahnya juga penuh dengan darah. Sama persis dengan hantu yang kita tonton di film horor. Dia menginginkan Liontin Duo Giok yang kamu berikan padaku. Aku nggak mau kasih, tapi dia mengancam mau membunuhku .... Benar-benar menakutkan sekali. Yoga, aku sedang mimpi tadi, 'kan? Semua itu bukan kenyataan, 'kan?"Melihat reaksi Karina yang ketakutan, Yoga merasa kasihan. Dia membujuk Karina, "Tenang saja, aku sudah tanya dokter. Obat yang kamu konsumsi itu ada efek samping untuk psikis. Kamu mun

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 643

    Danny buru-buru mengingatkannya, "Pak Yoga, aku akan menjemputmu langsung ke acara seminar psikologi tiga hari lagi. Kamu jangan lupa ...."Saat dalam perjalanan ke Restoran Floran, Yoga menelepon Ayu untuk menanyakan tentang Liontin Duo Naga itu. Liontin itu telah dipakai Yoga sejak masih kecil. Kemudian, dia memberikan liontin itu kepada Karina sebagai tanda kasih mereka.Meski namanya adalah Liontin Duo Naga, sebenarnya liontin itu hanya ada satu naga. Yoga pernah menanyakan Ayu mengenai masalah ini, tetapi Ayu hanya membalasnya dengan senyuman.Tak lama kemudian, Ayu menjawab panggilan tersebut. Saat ini Ayu sedang menyiapkan makanan untuk para karyawan di Perusahaan Farmasi Sehat Abadi. "Yoga, ada apa kamu meneleponku? Sudah hampir jam makan siang, aku sangat sibuk sekarang. Kalau ada yang mau dibicarakan, cepat katakan saja."Yoga mengeluh, "Ibu, aku memintamu untuk bantu-bantu di dapur karena nggak mau kamu terlalu bosan. Kamu jangan anggap itu jadi pekerjaanmu. Kalau sampai kel

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 644

    Lompat ke jurang? Mendengarnya, Wenny hanya berkata dengan nada dingin, "Yoga, apa kamu tahu kenapa aku mengundang Fargo hari ini?""Nggak tahu dan nggak berminat untuk cari tahu," jawab Yoga.Wenny melanjutkan, "Fargo bisa mengenalkanku pada Pak Kusuma dari Perusahaan Farmasi Hansa. Ini yang kamu namakan lompat ke jurang?""Oh ya?" Yoga bertanya dengan penasaran, "Kenapa kamu mau ketemu Pak Kusuma?"Wenny menjawab, "Pertama, mau berterima kasih atas bantuannya selama ini. Kedua, seharusnya kamu juga sudah dengar beberapa hari lagi ada seminar psikologi yang akan diadakan di Kota Pawana, 'kan? Tiba saatnya nanti, orang yang mengobati Raja Naga akan ikut hadir. Pak Kusuma sudah berjanji akan membawaku kenalan dengan dokter ajaib itu."Mendengar hal ini, Yoga merasa semakin lucu. Padahal dia adalah "Pak Kusuma" dan juga orang yang menyembuhkan Raja Naga. Sekarang Wenny malah ingin "Pak Kusuma" memperkenalkannya pada dokter ajaib itu. Yoga benar-benar tidak tahu harus bagaimana menjelaska

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 645

    "Dari matamu, aku bisa melihat kamu masih punya perasaan padanya," ujar Roselia. Yoga tertegun sejenak. Roselia adalah ahli dalam Jurus Rayuan, dia sangat mahir dalam menilai perasaan seseorang. Jangan-jangan, Yoga telah timbul perasaan pada wanita itu setelah bergaul dengannya selama ini?Tidak mungkin. Kalau benar-benar seperti itu, bukankah Yoga sama saja dengan pria berengsek?Yoga menggelengkan kepala untuk menyangkal, "Kak, ayo kita masuk untuk makan. Aku sudah lapar.""Yoga, malam ini kamu harus kurangi makan ya," kata Roselia."Kenapa?" tanya Yoga.Roselia menjilat bibir seksinya dan berkata dengan mesra, "Malam ini aku sudah persiapkan makanan lain yang sudah pasti akan memuaskanmu."Sekujur tubuh Yoga langsung merinding mendengarnya. Dia merasa seperti seekor domba malang yang telah diincar serigala kelaparan.Wenny adalah anggota perak di Restoran Floran, jadi mereka sedang menyantap makanan di ruang privat perak. Wenny sangat menghormati Yoga dan menjamunya dengan antusias.

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 646

    Hati Wenny langsung tersentak. Kenapa "Pak Kusuma" ini bisa tahu tentang Liontin Duo Naga? Jangan-jangan dia memang mengincar barang itu? Liontin itu adalah harta pusaka keluarganya. Informasi itu sangat rahasia, tentu saja Wenny tidak akan mengaku.Wenny menggelengkan kepalanya. "Apa itu Liontin Duo Naga? Aku nggak pernah mendengarnya. Ternyata Pak Kusuma tertarik dengan giok kuno ya? Keluargaku punya banyak sekali giok. Kalau Pak Kusuma suka, Bapak bisa memilih salah satu di rumahku."Mendengar hal ini, "Pak Kusuma" langsung merasa kesal.Fargo buru-buru menimpali, "Wenny, kamu mau minta bantuan Pak Kusuma. Mana bisa kalau nggak tunjukkan ketulusanmu? Nggak usah pura-pura lagi. Sebenarnya kami semua tahu bahwa liontin itu ada di tangan Keluarga Deswani."Wenny jadi semakin gugup mendengarnya. Ternyata tebakan Yoga benar. Mereka memang sengaja mengincarnya dan targetnya adalah Liontin Duo Naga.Wenny berkata, "Baiklah, Pak Kusuma. Aku mengakui liontin itu memang ada di tangan keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 647

    Apa Fargo masih sama dengan pria jentelmen yang dikenalnya selama ini? Pada saat ini, Wenny baru teringat kembali dengan ucapan Yoga. Akhirnya dia menyadari bahwa semua ini hanyalah sebuah tipuan belaka. Pria di hadapannya ini juga pasti bukan "Pak Kusuma"!Wenny memandang "Pak Kusuma" dan berkata, "Kamu ... pasti bukan Pak Kusuma, 'kan?""Pak Kusuma" tertawa, "Benar, aku memang bukan dia. Namaku asliku Iskandar. Nggak kusangka kamu bisa menebaknya secepat itu. Cucu Dirga memang hebat. Selain itu, aku harus beri tahu satu hal lagi padamu. Semua informasi tentang Fargo adalah rekayasa yang kubuat. Semua prestasinya juga rekayasaku. Tujuannya jelas adalah untuk mendekatimu dan mendapatkan Liontin Duo Naga. Hanya saja, aku nggak menyangka kamu begitu melindungi liontin itu sampai aku harus turun tangan sendiri."Fargo berkata dengan rasa bersalah, "Maaf Pak Iskandar, semua ini karena kelalaianku."Iskandar menjawab, "Nggak apa-apa. Lagi pula, bukankah kita sudah hampir dapat liontinnya?"

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 648

    Wenny benar-benar panik. "A ... apa yang mau kamu lakukan?"Iskandar berjalan ke arah Wenny dengan wajah cabul. "Jangan pura-pura bodoh, kamu tahu apa yang ingin kulakukan."Wenny benar-benar histeris. Dia terlahir di keluarga terpandang. Kehormatannya sebagai seorang wanita lebih penting daripada nyawanya. Kalau sampai keperawanannya jatuh ke tangan orang berengsek ini, Wenny lebih memilih untuk mati. Pada akhirnya, dia mengalah."Hentikan, hentikan semuanya. Aku ... akan serahkan liontin itu."Iskandar langsung tertawa, "Nah begitu dong. Katakan di mana liontin itu."Wenny menjawab, "Liontin itu ada pada ayah dan pamanku. Hanya aku yang bisa mengambilnya." Dia memutuskan untuk membawa mereka menemui ayah dan pamannya, lalu menyuruh ayahnya untuk menghabisi Iskandar.Iskandar berkata, "Ayo, bawa kami ambil liontin itu.""Oke!" jawab Wenny. Wenny menempatkan ayah dan pamannya di kantor pusat di Provinsi Sadali. Pertama karena perusahaannya adalah perusahaan farmasi sehingga bisa member

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1303

    "Matilah!" Empat kultivator raja mengerahkan senjata ajaib mereka dan langsung melancarkan serangan.Dalam sekejap, langit seakan-akan runtuh. Bumi bergetar dan suasana menjadi mengerikan. Udara di sekitar dipenuhi dengan tekanan yang menyesakkan.Meskipun orang-orang di sekitar berdiri cukup jauh, mereka tetap bisa merasakan perubahan ini dengan jelas. Tatapan mereka penuh keterkejutan. Mereka hanya bisa terpaku menyaksikan pertempuran yang belum pernah mereka lihat seumur hidup."Meskipun Yoga berbakat luar biasa, dia pasti nggak punya harapan untuk bertahan hidup kali ini!" Begitulah yang ada di benak semua orang. Mereka hanya bisa menghela napas dalam hati.Hanya saja pada saat ini, terdengar suara keras. Tiba-tiba, kilatan petir muncul dan menyelimuti tubuh Yoga. Cahaya petir itu berkilauan luar biasa dan terlihat seperti zirah yang menyala dengan sinar terang."Ini ... apa sebenarnya yang terjadi?""Petir bisa digunakan seperti ini? Mustahil!""Apa yang dia latih? Kenapa kekuatan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1302

    "Ternyata kamu seorang kultivator raja juga?" tanya keempat kultivator raja itu dengan ekspresi yang berubah dan tatapan yang aneh. Dengan kekuatan yang begitu luar biasa, Yoga sudah bisa berjalan dengan bebas di dunia kultivator kuno. Apalagi orang ini memiliki hubungan darah dengan mereka, ini adalah sebuah kesempatan yang langka bagi keluarga mereka."Bukankah kalian ingin membunuhku? Ayo maju," teriak Yoga dengan petir yang menyambar-nyambar dan aura yang kuat memenuhi ruangan itu."Yoga, kamu adalah keturunan dai Keluarga Kusuma. Kalau sekarang kamu berlutut untuk minta maaf dan menyerah, aku akan menerimamu kembali ke Keluarga Kusuma," kata salah satu kultivator raja Keluarga Kusuma dengan dingin."Ibumu adalah anggota Keluarga Husin. Asalkan kamu bersedia mengabdi pada Keluarga Husin, aku akan menerimamu dan ibumu kembali ke Keluarga Husin," teriak salah satu kultivator raja Keluarga Husin dengan lantang.Saat ini, kedua keluarga itu sudah bisa melihat kekuatan Yoga, mereka tent

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1301

    Yoga memegang kepala Samsul dan Timothy dengan kedua tangannya, lalu menghantamkannya ke lantai dengan keras.Bang!Samsul dan Timothy tergeletak di lantai dengan tubuh yang berlumuran darah dan tulang patah. Mereka memang masih hidup, tetapi hanya bisa bernapas saja. Mereka menatap Yoga dengan tatapan yang terkejut dan tidak percaya karena mereka benar-benar tidak menyangka Yoga akan begitu kuat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yoga sudah berhasil mengalahkan mereka."Kalian masih belum cukup layak melawanku," kata Yoga dengan nada dan tatapan yang dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan-lahan berbalik dan pergi.Saat sudah berada di luar pintu, Yoga melihat ke sekeliling yang sudah dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian orang itu berasal dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin, sedangkan sisanya adalah orang yang datang ke sana untuk menyaksikan pertempuran itu."Karena kalian sudah datang, keluarlah," teriak Yoga dengan lantang.Kerumunan orang itu langsung tertegun seje

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1300

    "Omong kosong. Sejak kapan kami bersekongkol dengan manusia hantu? Selain itu, kamu bilang dia ini Yoga?" tanya Samsul dengan ekspresi terkejut dan menatap Yoga dengan bengong.Suasana hati orang-orang dari Keluarga Kusuma menjadi rumit dan tatapan mereka menjadi makin tajam. Bagaimanapun juga, Yoga adalah sosok yang sudah membuat Keluarga Kusuma di dunia bela diri kuno rugi besar. Namun, sekarang orang ini ternyata berdiri di depan mereka dalam keadaan hidup."Huh! Nggak perlu banyak omong kosong. Serahkan Yoga atau kalian akan menjadi musuh Keluarga Husin," teriak Timothy dengan dingin."Kamu berani mengancamku? Keluarga Husin ternyata makin berani," kata Samsul dengan ekspresi dingin dan menggertakkan giginya. Sebagai sesama salah satu dari empat keluarga besar, dia tidak menerima Keluarga Husin berani mengancam Keluarga Kusuma.Saat ini, ekspresi semua orang yang berada di sana terlihat tegang dan suasana itu terasa makin panas.Tepat pada saat itu, Yoga kembali berulah dan berkata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1299

    "Apa?" Semua orang yang berada di tempat itu terkejut dan ekspresi mereka terlihat sangat muram."Siapa mereka?" tanya Samsul dengan nada dingin."Mereka ... adalah orang-orang dari Keluarga Husin," jawab bawahan itu.Dalam sekejap, ekspresi semua orang menjadi muram. Mereka saling memandang dengan mengernyitkan alis karena merasa gelisah."Ini .... Kamu orang dari Keluarga Husin ya?" tanya Samsul yang tiba-tiba menoleh dan menatap Yoga dengan mata yang bersinar.Pada saat itu, Yoga baru perlahan-lahan berdiri dengan ekspresi bangga, lalu tersenyum dingin dan berkata dengan tenang, "Aku rasa aku nggak perlu menyembunyikan identitasku lagi, aku adalah Olga Husin.""Dasar bajingan! Jadi kamu ini orang dari Keluarga Husin, ternyata semua ini adalah konspirasi dari Keluarga Husin," teriak Samsul dengan marah."Benar. Sekarang kalian sudah tahu pun nggak ada gunanya lagi, nggak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Bersiaplah untuk mati," teriak Yoga dengan lantang dan aura yang menekan.Kata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1298

    Di bawah arahan pemimpin pengawal itu, Yoga dibawa ke sebuah tempat yang terbuka. Sudah ada tiga puluhan ahli yang berdiri tegak di sana dan menatap Yoga dengan ekspresi serius. Sementara itu, seorang paruh baya sedang duduk di kursi dan menunggu dengan tenang."Aku Samsul dari Keluarga Kusuma. Kamu orang dari Rumah Lelang Diseto yang menjual besi hitam?" tanya Samsul sambil mengamati Yoga dari atas ke bawah dengan tatapan yang tajam karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pria yang seluruh tubuhnya tertutup ini. Aura di tubuh pria ini tidak terasa seperti orang tua, melainkan seorang pemuda.Sementara itu, tatapan Samsul yang tajam membuat Yoga merasa tidak nyaman.Yoga menjawab, "Benar, aku orangnya."Samsul berkata, "Barang yang kamu inginkan sudah siap. Kalau sudah setuju, kita bisa mulai bertransaksi sekarang."Yoga berkata, "Baiklah, tapi aku harus memeriksa barangnya dulu."Samsul pun menganggukkan kepala sebagai isyarat pada bawahannya.Tak lama kemudian, anggota Keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1297

    Yoga berdiri tegak dengan aura penuh wibawa. Ekspresinya serius saat berbicara demikian. Kata-katanya langsung membuat Sutrisno tertegun.Ini ... ini pasti hanya bercanda, 'kan? Sutrisno bahkan merasa seperti sedang berkhayal. Seandainya orang lain yang mengatakan hal itu, dia pasti sudah marah. Namun sayangnya, orang yang mengatakannya adalah Yoga.Dalam suasana tegang ini, sebuah suara jernih tiba-tiba terdengar. "Kalau begitu, aku besok bisa melakukan apa?" Suara itu berasal dari seorang wanita yang melangkah masuk dari pintu. Sosoknya anggun dan menawan. Itu adalah Winola.Sutrisno langsung tersentak. Matanya membelalak tak percaya ketika bertanya, "Kamu ... sudah dengar semuanya?""Ya." Winola tidak berniat menyangkalnya. Dia pun mengangguk ringan. Dia telah mendengar cukup banyak, bahkan bisa menebak bahwa Yoga pasti sedang merencanakan sesuatu untuk besok.Terutama saat mendengar rencana Yoga untuk mengguncang dunia kultivator kuno. Di dalam hatinya, semangatnya menggebu-gebu. D

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1296

    Seiring dengan tertidurnya Bimo, tidak ada jawaban sama sekali ketika Yoga memanggilnya dua kali. Dia benar-benar telah tertidur.Yoga bergumam dalam hati. Dia merasa sedikit tidak yakin. 'Satu bulan ... bisakah aku menemukannya?'Benda seperti itu, bahkan ketika Yoga sendiri masuk ke area terlarang, hanya bisa menemukan satu. Sementara dua benda yang tersisa ... dia sama sekali tidak memiliki petunjuk. Selain itu, kini dirinya juga telah menjadi target dari para penjaga gerbang.Setelah berpikir panjang, Yoga menyadari bahwa dia harus mempercepat langkahnya. Setelah melalui berbagai rintangan dalam perjalanan pulang, Yoga akhirnya kembali ke vila.Namun begitu masuk ke dalam, Yoga langsung melihat Sutrisno sudah duduk di ruang tamu. Dia sedang menunggunya dengan ekspresi penuh kegelisahan."Apa itu kamu? Sebenarnya kamu bukan? Apa kamu yang bunuh anggota Keluarga Husin?" tanya Sutrisno dengan nada cemas. Dia terus-menerus menekannya untuk memberikan jawaban.Yoga menghela napas. Dia m

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1295

    "Benar! Kita harus rebut kembali obat-obatan. Besi hitam nggak boleh jatuh ke tangan mereka!""Tapi ... di mana manusia hantu lainnya? Bukannya yang ada di sini kebanyakan hanya orang-orang dari Keluarga Husin?" Di tengah kerumunan, seseorang tiba-tiba mengajukan pertanyaan itu.Sutrisno membalas dengan santai, "Apa pedulimu? Mereka memang nggak pernah akur satu sama lain. Mungkin mereka langsung kabur begitu keadaan menjadi genting!"Mendengar itu, orang-orang yang ada di sana pun mengangguk-angguk seakan menerima penjelasan tersebut tanpa banyak berpikir.Winola melirik Sutrisno sekilas. Pikirannya penuh dengan beban berat. Di tempat ini, hanya dia dan Sutrisno yang memiliki hubungan dekat dengan Yoga. Mereka berdua sangat memahami kepribadian Yoga. Kemungkinan besar, Keluarga Husin telah dijebak olehnya.Tak lama setelah itu, orang-orang mulai bergerak. Mereka berpencar untuk mencari keberadaan Keluarga Husin.Saat ini, Yoga duduk bersila dalam meditasi di kejauhan. Setelah beberapa

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status