Share

Bab 1048

Author: Vodka
"Rafi kalah? Gila! Sehebat itu?"

"Haha! Bunuh dia, hari ini benar-benar menakjubkan!"

"Semua orang Keluarga Kusuma ini juga, ayo kita bunuh! Bunuh! Bunuh!"

Para manusia hantu menjadi semakin antusias dan semangat tempur mereka semakin membara. Seolah-olah dipenuhi dengan energi yang tak terbatas, mereka dengan ganas ke arah para murid Keluarga Kusuma dengan ganas.

Murid-murid Keluarga Kusuma dihajar habis-habisan hingga mengalami kekalahan. Melihat Rafi tidak berdaya di hadapan Yoga, semua murid itu pun merasa putus asa. Siapa yang bisa membayangkan bahwa seorang ahli kultivator tingkat jumantara tidak berdaya untuk melawan?

Pada saat ini, Yoga berjalan dengan perlahan ke arah Rafi.

"Ka ... kamu mau ngapain? Aku ini Rafi! Kamu berani bunuh aku?" tanya Rafi, "Kalau aku mati, kamu harus menanggung amarah dari Keluarga Kusuma!"

"Rafi sialan, kalau begitu sebaiknya kamu lebih cepat mati saja! Malah sesuai keinginanku!" teriak Yoga dengan angkuh sambil menatapnya dengan marah. Dia akan memb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dhefana Lovely
next bab author
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1049

    Begitu sosok itu berbalik, wajahnya terlihat sama persis dengan Yoga."Lagi-lagi kamu!" seru Yoga dengan kaget. Ternyata "Yoga" yang satunya lagi!"Dia ... masih belum boleh mati sekarang," jelas Yogi."Nggak bisa. Aku punya dendam besar dengannya. Dia harus mati!" Yoga tidak mau menerima nasihat dari pria itu. Dia bahkan berencana untuk merebut Rafi.Yogi berkata, "Kalau dia mati sekarang, seperti yang dikatakannya, Keluarga Kusuma akan merusak peraturan dan memicu perang berdarah. Tiba saatnya nanti, wanita-wanitamu itu juga akan dalam bahaya."Yoga mengerutkan alisnya. Dalam hatinya bertanya-tanya, apakah hal yang dikatakan Rafi tadi benar-benar akan terjadi?Setelah berpikir sejenak, dia bertanya, "Lalu apa yang mau kamu lakukan?"Yogi berkata, "Serahkan orangnya padaku, aku akan berikan nyawanya padamu."Yoga: "Dia juga bunuh ayahmu?"Yogi terdiam, lalu menarik napas dan menjelaskan, "Aku cuma bisa bilang, aku punya dendam dengannya. Biarkan aku memanfaatkannya beberapa saat, sete

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1050

    Setelah mendapat lokasi Farel, Yoga membawa sekelompok manusia hantu itu bergegas ke sana. Dalam perjalanan, Yoga kembali berpesan, "Bunuh anggota Keluarga Husin sebanyak mungkin. Jangan sampai ada yang tersisa.""Ingat, geledah semua barang bawaan mereka. Kalau ada harta, langsung ambil saja semuanya! Biar aku yang hadapi Farel, jangan ada yang ikut campur. Dia masih nggak boleh mati sekarang. Tapi, kalau ada di antara kalian yang mau tanggung konsekuensinya, aku juga nggak akan menghalangi kalian!"Pada saat bersamaan, Farel terus-menerus bersin tanpa henti. Hidungnya telah digosoknya berulang kali hingga memerah."Belum ada hasil?" tanya Farel dengan lantang sambil mengernyit."Sepertinya nggak ada makam besi hitam di sini dan naga itu juga sepertinya nggak pernah singgah," lapor salah seorang bawahan Keluarga Husin."Dasar pecundang! Cepat teruskan pencarian!" desak Farel.Para murid Keluarga Husin segera bersiap-siap untuk berganti lokasi. Namun tiba-tiba, muncul banyak sekali sos

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1051

    Aura manusia hantu berbeda dengan manusia. Namun, ada sesuatu yang membuat aura mereka terasa familier."Aku nggak pernah bilang." Yoga tidak mau mengaku."Huh! Aku akan melepas topengmu dan melihat wajahmu!" Farel langsung menyerbu ke depan Yoga. Kemudian, dia melayangkan tinju yang mengandung kekuatan destruktif dahsyat. Terdengar deru angin yang menakutkan. Ruang di sekitar terdistorsi.Yoga menarik napas dalam-dalam. Dia ingin melawan dengan tubuhnya. Farel mengejeknya, "Dasar bodoh! Kamu nggak tahu sehebat apa kultivator prajurit tingkat jumantara!"Farel benar-benar senang melihat Yoga tidak melakukan perlawanan. Dasar cari mati! Orang-orang di sekitar pun terbelalak dengan terkejut. Kultivator prajurit tingkat jumantara tidak bisa dilawan secara langsung.Saat berikutnya, terdengar suara benturan yang menakutkan. Gelombang sampai menghancurkan awan di langit.Tinju Farel bergetar. Dia tampak ketakutan. Dia gagal melukai Yoga. Yoga seperti gunung besar yang tidak bisa dipindahkan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1052

    "Masih ada nggak?" desak Yoga.Farel menggertakkan gigi, menatap Yoga lekat-lekat. Tebersit keheranan pada ekspresinya. Di dunia bela diri kuno, sejak kapan ada orang sekejam ini?Apa mungkin orang ini berasal dari empat keluarga besar? Atau mungkin ada ahli bela diri top yang baru menampakkan diri?Farel terpikir akan banyak kemungkinan. Namun, dia tidak akan menyangka bahwa orang di depan adalah Yoga."Kalau nggak ada lagi, aku bakal lanjutkan." Yoga mengelus pergelangan tangan, lalu menggulung lengan baju sambil menghampiri Farel."Sebentar," ucap Farel segera dengan ekspresi berubah drastis."Ada apa?" tanya Yoga."Kamu sangat kuat. Kamu seharusnya menjadi terkenal di dunia bela diri kuno. Gimana kalau pergi ke dunia kultivator kuno bersamaku? Keluarga Husin bersedia memberimu sumber daya berlimpah!" undang Farel.Yoga tersenyum merendahkan. Farel ingin menundukkannya? Yoga menggeleng sambil menimpali dengan nada menyayangkan, "Nggak deh. Reputasi Keluarga Husin kurang baik.""Apa?

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1053

    "Kamu masih punya apa?" tanya Yoga.Demi menyenangkan hati Yoga, Farel mengeluarkan sebuah tas kain dan berucap, "Di dalam sini ada pil yang bisa meningkatkan basis kultivasi. Ini pil langka."Yoga menerima dan melirik sekilas. Farel tidak bohong. Sepertinya ini pil yang digunakan Farel untuk menerobos basis kultivasi.Yoga sengaja menunjukkan ketidakpuasannya. Dia mengamati Farel lagi. Farel berkata dengan tidak berdaya, "Cuma itu yang kupunya sekarang. Aku datang terlalu terburu-buru tadi ...."Setelah merenung sejenak, Yoga berujar, "Aku punya dendam dengan Keluarga Bramasta dari dunia kultivator kuno. Kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan, 'kan?""Ya. Aku akan menyuruh orang menyerang mereka," sahut Farel.Yoga mengangguk. Dia berhasil memeras Farel kali ini. Hanya saja, alangkah baiknya jika dirinya juga bisa membunuh Farel.Pada akhirnya, Yoga melepaskan Farel. Setelah terlepas dari Yoga, Farel langsung melarikan diri. Dia tidak sempat memedulikan orang-orangnya lagi. Para ang

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1054

    Yoga sontak paham apa yang terjadi. Mereka menangkap Winola. Kinerja para manusia hantu ini cepat juga. Kelak, mereka bisa mendatangkan bantuan besar."Winola berhasil ditangkap. Aku pergi dulu," ujar Yoga. Kemudian, dia langsung pergi."Oke, aku juga mau pulang dan minta uang dari Keluarga Salim," timpal Sutrisno.Keduanya berpisah. Tidak berselang lama, Yoga tiba di lokasi orang Keluarga Bramasta dan langsung bersembunyi.Terlihat banyak darah dan mayat di sini. Pasti telah terjadi pertarungan sengit. Keluarga Bramasta menderita kerugian besar, tetapi tidak menemukan makam besi hitam."Cepat lepaskan aku! Aku dari Keluarga Bramasta! Kalau berani macam-macam, akan kuhabisi kalian semua!" pekik Winola sambil menatap para manusia hantu dengan galak."Kenapa memangnya? Asal kamu tahu, kami telah membunuh orang Keluarga Husin dan Keluarga Kusuma!" timpal Prajna dengan ekspresi angkuh."Apa?" Ekspresi Winola menegang. Tebersit kepanikan pada tatapannya. Ternyata Keluarga Husin dan Keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1055

    Serangan Yoga kali ini sangat lambat. Bahkan sebelum tinju mendarat di wajah Prajna, Prajna telah terhempas dan berputar tiga kali di udara sebelum mendarat di tanah.Prajna menatap Yoga dengan terkejut dan berkata, "Manusia yang sangat hebat. Basis kultivasimu tinggi. Aku mengaku kalah!"Usai berbicara, Prajna langsung kabur. Sudut bibir Yoga berkedut. Dia tampak keheranan. Akting yang sangat palsu. Yoga menyuruhnya berakting bertarung, tetapi Prajna malah berakting terjatuh. Gajinya harus dipotong!Setelah Prajna pergi, Yoga datang ke hadapan Winola. Winola menatap Yoga dengan tidak percaya sambil bertanya dengan ragu, "Kamu mengalahkannya hanya dengan satu serangan?""Itu bukan urusanmu. Kita nggak punya hubungan apa-apa lagi. Cepat tinggalkan tempat ini. Suruh Keluarga Bramasta utus lebih banyak ahli bela diri. Bawa juga lebih banyak senjata ajaib dan obat langka," balas Yoga."Untuk apa?" tanya Winola."Tentu saja untuk memperkuat pasukan. Keluarga Salim, Keluarga Kusuma, dan Kelu

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1056

    "Kamu kira siapa kamu? Beraninya kamu menyuruh Pak Sutrisno kemari!""Makanya! Pak Sutrisno dari Keluarga Salim! Kamu kira asetmu bisa dibandingkan dengannya?"Tatapan Yuli dan Jafar dipenuhi penghinaan. Mereka menatap Yoga dengan dingin, begitu juga para anggota Keluarga Wibowo yang berdiri di belakang. Semua orang tahu betapa berkuasanya Keluarga Salim."Ayah, Ibu, kenapa kalian begini sih? Aku putri kandung kalian. Kenapa kalian malah mau menjualku ke Pak Sutrisno?" tanya Nadya seraya terisak-isak. Wajahnya dibasahi air mata."Nadya, Ibu menyayangimu dan ingin kamu punya kehidupan yang lebih baik. Apa ini salah?" sahut Yuli yang juga meneteskan air mata.Jafar terkejut melihatnya. Sejak kapan istrinya begitu jago berakting? Mudah sekali meneteskan air matanya. Demi berbesan dengan Keluarga Salim, istrinya sampai berjerih payah seperti ini.Jafar pun diam-diam mencubit diri sendiri. Dia tidak boleh kalah. Dengan mata memerah, Jafar ikut berkata, "Nadya, Ayah cuma ingin kamu menikah d

Latest chapter

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1305

    Yoga merasa sangat puas. Setelah itu, dia berbalik dan meninggalkan tempat tersebut. Tak lama kemudian, dia menemui Sutrisno dan memintanya untuk mengatur penjemputan Ayu serta yang lainnya.Sebagai salah satu dari empat keluarga besar, Keluarga Salim seharusnya tidak kesulitan untuk menjemput orang dari dunia bela diri kuno. Apalagi, para penjaga gerbang yang sebelumnya menghalangi jalan telah dibunuh oleh Yoga. Kini, tak ada lagi yang berani menghalangi jalannya.Yang lebih penting adalah pertempuran hari ini telah mengguncang seluruh dunia kultivator kuno. Nama Yoga langsung menyebar luas. Semua orang tak henti-hentinya membicarakan betapa kuatnya dia.Keluarga Husin dan Keluarga Kusuma benar-benar tercengang saat mendengar hasil pertempuran. Entah bagaimana memikirkannya, tidak ada yang menyangka bahwa Yoga mampu menekan empat kultivator raja sekaligus seorang diri.Dalam sekejap, banyak orang gelisah dan ketakutan. Mereka mulai berpikir, apakah mereka pernah menyinggung Yoga sebel

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1304

    "Dia ... berhasil menahannya?" Leluhur dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin luar biasa terkejut. Jantung mereka berdebar kencang, bahkan sulit untuk menyembunyikan rasa gugup.Mereka sama-sama berada di tingkat kultivator raja, tetapi kenapa pemuda ini bisa sekuat itu? Ini sungguh di luar nalar"Barang bagus." Tepat pada saat itu, Yoga mengerahkan energi sejatinya dan menyelimuti dua harta pusaka yang sebelumnya digunakan lawan.Pada saat yang sama, petir dari langit tiba-tiba menyambar turun. Dalam sekejap, sambaran petir itu langsung memutuskan hubungan antara dua harta pusaka itu dengan pemiliknya."Pfft!" Dua kultivator raja itu muntah darah di tempat. Energi mereka terguncang hebat. Mereka bahkan nyaris kehilangan keseimbangan. Serangan balik dari harta pusaka itu menghantam mereka keras. Sungguh mengerikan."Mana mungkin begini? Bahkan, Jam Penciptaan pun nggak bisa menghadapinya? Dia ini ... sebenarnya berada di tingkat apa?""Seorang kultivator raja sekuat ini? Ini nggak mas

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1303

    "Matilah!" Empat kultivator raja mengerahkan senjata ajaib mereka dan langsung melancarkan serangan.Dalam sekejap, langit seakan-akan runtuh. Bumi bergetar dan suasana menjadi mengerikan. Udara di sekitar dipenuhi dengan tekanan yang menyesakkan.Meskipun orang-orang di sekitar berdiri cukup jauh, mereka tetap bisa merasakan perubahan ini dengan jelas. Tatapan mereka penuh keterkejutan. Mereka hanya bisa terpaku menyaksikan pertempuran yang belum pernah mereka lihat seumur hidup."Meskipun Yoga berbakat luar biasa, dia pasti nggak punya harapan untuk bertahan hidup kali ini!" Begitulah yang ada di benak semua orang. Mereka hanya bisa menghela napas dalam hati.Hanya saja pada saat ini, terdengar suara keras. Tiba-tiba, kilatan petir muncul dan menyelimuti tubuh Yoga. Cahaya petir itu berkilauan luar biasa dan terlihat seperti zirah yang menyala dengan sinar terang."Ini ... apa sebenarnya yang terjadi?""Petir bisa digunakan seperti ini? Mustahil!""Apa yang dia latih? Kenapa kekuatan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1302

    "Ternyata kamu seorang kultivator raja juga?" tanya keempat kultivator raja itu dengan ekspresi yang berubah dan tatapan yang aneh. Dengan kekuatan yang begitu luar biasa, Yoga sudah bisa berjalan dengan bebas di dunia kultivator kuno. Apalagi orang ini memiliki hubungan darah dengan mereka, ini adalah sebuah kesempatan yang langka bagi keluarga mereka."Bukankah kalian ingin membunuhku? Ayo maju," teriak Yoga dengan petir yang menyambar-nyambar dan aura yang kuat memenuhi ruangan itu."Yoga, kamu adalah keturunan dai Keluarga Kusuma. Kalau sekarang kamu berlutut untuk minta maaf dan menyerah, aku akan menerimamu kembali ke Keluarga Kusuma," kata salah satu kultivator raja Keluarga Kusuma dengan dingin."Ibumu adalah anggota Keluarga Husin. Asalkan kamu bersedia mengabdi pada Keluarga Husin, aku akan menerimamu dan ibumu kembali ke Keluarga Husin," teriak salah satu kultivator raja Keluarga Husin dengan lantang.Saat ini, kedua keluarga itu sudah bisa melihat kekuatan Yoga, mereka tent

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1301

    Yoga memegang kepala Samsul dan Timothy dengan kedua tangannya, lalu menghantamkannya ke lantai dengan keras.Bang!Samsul dan Timothy tergeletak di lantai dengan tubuh yang berlumuran darah dan tulang patah. Mereka memang masih hidup, tetapi hanya bisa bernapas saja. Mereka menatap Yoga dengan tatapan yang terkejut dan tidak percaya karena mereka benar-benar tidak menyangka Yoga akan begitu kuat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yoga sudah berhasil mengalahkan mereka."Kalian masih belum cukup layak melawanku," kata Yoga dengan nada dan tatapan yang dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan-lahan berbalik dan pergi.Saat sudah berada di luar pintu, Yoga melihat ke sekeliling yang sudah dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian orang itu berasal dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin, sedangkan sisanya adalah orang yang datang ke sana untuk menyaksikan pertempuran itu."Karena kalian sudah datang, keluarlah," teriak Yoga dengan lantang.Kerumunan orang itu langsung tertegun seje

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1300

    "Omong kosong. Sejak kapan kami bersekongkol dengan manusia hantu? Selain itu, kamu bilang dia ini Yoga?" tanya Samsul dengan ekspresi terkejut dan menatap Yoga dengan bengong.Suasana hati orang-orang dari Keluarga Kusuma menjadi rumit dan tatapan mereka menjadi makin tajam. Bagaimanapun juga, Yoga adalah sosok yang sudah membuat Keluarga Kusuma di dunia bela diri kuno rugi besar. Namun, sekarang orang ini ternyata berdiri di depan mereka dalam keadaan hidup."Huh! Nggak perlu banyak omong kosong. Serahkan Yoga atau kalian akan menjadi musuh Keluarga Husin," teriak Timothy dengan dingin."Kamu berani mengancamku? Keluarga Husin ternyata makin berani," kata Samsul dengan ekspresi dingin dan menggertakkan giginya. Sebagai sesama salah satu dari empat keluarga besar, dia tidak menerima Keluarga Husin berani mengancam Keluarga Kusuma.Saat ini, ekspresi semua orang yang berada di sana terlihat tegang dan suasana itu terasa makin panas.Tepat pada saat itu, Yoga kembali berulah dan berkata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1299

    "Apa?" Semua orang yang berada di tempat itu terkejut dan ekspresi mereka terlihat sangat muram."Siapa mereka?" tanya Samsul dengan nada dingin."Mereka ... adalah orang-orang dari Keluarga Husin," jawab bawahan itu.Dalam sekejap, ekspresi semua orang menjadi muram. Mereka saling memandang dengan mengernyitkan alis karena merasa gelisah."Ini .... Kamu orang dari Keluarga Husin ya?" tanya Samsul yang tiba-tiba menoleh dan menatap Yoga dengan mata yang bersinar.Pada saat itu, Yoga baru perlahan-lahan berdiri dengan ekspresi bangga, lalu tersenyum dingin dan berkata dengan tenang, "Aku rasa aku nggak perlu menyembunyikan identitasku lagi, aku adalah Olga Husin.""Dasar bajingan! Jadi kamu ini orang dari Keluarga Husin, ternyata semua ini adalah konspirasi dari Keluarga Husin," teriak Samsul dengan marah."Benar. Sekarang kalian sudah tahu pun nggak ada gunanya lagi, nggak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Bersiaplah untuk mati," teriak Yoga dengan lantang dan aura yang menekan.Kata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1298

    Di bawah arahan pemimpin pengawal itu, Yoga dibawa ke sebuah tempat yang terbuka. Sudah ada tiga puluhan ahli yang berdiri tegak di sana dan menatap Yoga dengan ekspresi serius. Sementara itu, seorang paruh baya sedang duduk di kursi dan menunggu dengan tenang."Aku Samsul dari Keluarga Kusuma. Kamu orang dari Rumah Lelang Diseto yang menjual besi hitam?" tanya Samsul sambil mengamati Yoga dari atas ke bawah dengan tatapan yang tajam karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pria yang seluruh tubuhnya tertutup ini. Aura di tubuh pria ini tidak terasa seperti orang tua, melainkan seorang pemuda.Sementara itu, tatapan Samsul yang tajam membuat Yoga merasa tidak nyaman.Yoga menjawab, "Benar, aku orangnya."Samsul berkata, "Barang yang kamu inginkan sudah siap. Kalau sudah setuju, kita bisa mulai bertransaksi sekarang."Yoga berkata, "Baiklah, tapi aku harus memeriksa barangnya dulu."Samsul pun menganggukkan kepala sebagai isyarat pada bawahannya.Tak lama kemudian, anggota Keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1297

    Yoga berdiri tegak dengan aura penuh wibawa. Ekspresinya serius saat berbicara demikian. Kata-katanya langsung membuat Sutrisno tertegun.Ini ... ini pasti hanya bercanda, 'kan? Sutrisno bahkan merasa seperti sedang berkhayal. Seandainya orang lain yang mengatakan hal itu, dia pasti sudah marah. Namun sayangnya, orang yang mengatakannya adalah Yoga.Dalam suasana tegang ini, sebuah suara jernih tiba-tiba terdengar. "Kalau begitu, aku besok bisa melakukan apa?" Suara itu berasal dari seorang wanita yang melangkah masuk dari pintu. Sosoknya anggun dan menawan. Itu adalah Winola.Sutrisno langsung tersentak. Matanya membelalak tak percaya ketika bertanya, "Kamu ... sudah dengar semuanya?""Ya." Winola tidak berniat menyangkalnya. Dia pun mengangguk ringan. Dia telah mendengar cukup banyak, bahkan bisa menebak bahwa Yoga pasti sedang merencanakan sesuatu untuk besok.Terutama saat mendengar rencana Yoga untuk mengguncang dunia kultivator kuno. Di dalam hatinya, semangatnya menggebu-gebu. D

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status