Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 29 - Mengunjungi Paviliun Kejayaan

Share

Bab 29 - Mengunjungi Paviliun Kejayaan

Author: Rianoir
last update Last Updated: 2024-09-22 16:17:00
Kluster Mutiara Berkilau berdiri angkuh di jantung Golden River, sebuah kawasan perumahan elit yang menjadi simbol kemewahan dan prestise.

Rumah-rumah di sini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan lambang status yang tak sembarang orang bisa miliki.

Setiap unit, dengan harga lebih dari 100 miliar Nex, menjadi hunian eksklusif bagi para pewaris kerajaan bisnis dan pemilik perusahaan ternama di Nexopolis.

Di salah satu sudut kawasan ini, tepatnya di sebuah unit mewah bernilai 150 miliar Nex, Rindy Snowfield tengah menjalani ritual malamnya.

Berendam di bathtub mewah setelah hari yang panjang di kantor telah menjadi kebiasaan yang tak pernah ia lewatkan.

Malam itu, Rindy memejamkan mata rapat-rapat, membenamkan seluruh tubuhnya dalam gelembung-gelembung air dan hanya menyisakan kepalanya di atas permukaan.

Ketenangan itu terganggu oleh dering ponsel yang memecah keheningan. Dengan enggan, Rindy mengulurkan tangannya yang lentik untuk mengangkat telepon.

"CEO Rindy," suara Ade
Rianoir

Terima Kasih Kak Sofyan Yun, Kak Agus Nur Isa, Kak Muhd Saiful, dan kak Jimmy Chu atas dukungan Gem-nya. othor tidak menyangka antusiasme kalian sebesar ini, Othor jadi semangat(⁠≧⁠▽⁠≦⁠) atas Janji othor, hari ini akan ada tambahan satu bab lagi (⁠✷⁠‿⁠✷⁠) Dan besok Othor akan UP 1 bab lagi karena hari ini mencapai lebih dari 10 Gem. jadi total besok ada 2 bab. Terima kasih banyak(⁠☆⁠▽⁠☆⁠) Di tunggu(⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 29
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 30 - Frederich Herbald

    Suasana di Paviliun Kejayaan berubah tegang dalam sekejap. Pernyataan Ryan yang menyebut patung berharga itu palsu bagaikan bom yang meledak di tengah kerumunan. Angelica, si gadis muda, adalah yang pertama bereaksi. "Dasar pria kampung!" teriaknya dengan wajah merah padam. "Apa kau tahu apa yang kau katakan? Palsu? Percayalah padaku, aku bisa memenjarakanmu karena kasus pencemaran nama baik!" "Oh aku tahu … kau pasti datang kemari memang sengaja untuk mencari masalah, kan?" lanjutnya. Ryan hanya menatapnya dengan tenang, tak terpengaruh oleh ledakan emosi gadis itu. Sikapnya yang santai justru semakin membuat Angelica naik pitam. "Kau!" Angelica menunjuk Ryan dengan jari bergetar. "Kau hanya sampah yang tidak berpendidikan! Berani-beraninya kau mencoba mencoreng reputasi Paviliun Kejayaan!" Keributan itu menarik perhatian para penjaga keamanan di sekitar mereka. Dengan sigap, mereka mulai bergerak mendekati Ryan, siap untuk menangkapnya. Namun sebelum mereka sempat bertin

    Last Updated : 2024-09-22
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 31 - Keterkejutan Kakek Dan Cucu

    "Kau!" Angelica menggeram, matanya berkilat penuh amarah. Dengan gerakan cepat, ia kembali meluncurkan tendangan kuat ke arah Ryan. Ryan, yang sedari tadi hanya diam mengamati, akhirnya bergerak. Dengan santai, ia mengulurkan tangannya dan memberikan dorongan kecil seolah hanya mengusir lalat yang mengganggu. Seketika itu juga, gelombang energi Qi yang tak kasat mata melonjak keluar dari telapak tangannya, memaksa Angelica menjauh dengan kekuatan yang tak terbayangkan Angelica, yang tak siap dengan serangan balik itu, terhempas ke belakang. Untungnya, Ryan telah menekan kekuatannya sehingga gadis itu hanya mendarat dengan pantatnya di lantai marmer Paviliun Kejayaan. "Ugh!" Angelica mengerang, lebih karena terkejut daripada kesakitan. Matanya melebar, menatap Ryan dengan campuran ketakutan dan ketidakpercayaan. "Ma-manipulasi energi Qi! Bagaimana mungkin?!" Frederich Herbald, yang menyaksikan kejadian itu dari dekat, merasakan gelombang kengerian melonjak di kedalaman hatinya.

    Last Updated : 2024-09-23
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 32 - Bukti

    Frederich Herbald menatap Ryan dengan sorot mata penuh perhitungan. Pikirannya berpacu, menimbang-nimbang situasi yang tak terduga ini. 'Jika keluarga Herbald di Kota Golden River bisa mendapatkan dukungan seorang grandmaster bela diri seperti Ryan, status kami akan meroket!' pikirnya. Bisnis keluarga Herbald di bidang tanaman obat memang tidak terlalu menonjol, bahkan sering mendapat celaan dari cabang utama keluarga Herbald di Provinsi Riviera. Frederich sadar, satu-satunya cara agar keluarganya dapat dianggap serius oleh keluarga inti adalah dengan menjalin hubungan dekat dengan pemuda luar biasa di hadapannya ini."Tuan," Frederich berkata dengan hati-hati, "jika Anda berkenan, bisakah Anda menjelaskan lebih lanjut tentang kecurigaan Anda terhadap patung ini?"Ryan menatap patung itu sejenak, lalu berkata dengan nada datar, "Jika kau ingin tahu keasliannya, keluarkan patung itu dari lemari kaca dan bawa padaku. Aku akan membuktikannya."Tanpa ragu, Frederich memerintahkan petug

    Last Updated : 2024-09-23
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 33 - Kenangan Lama

    Frederich segera teringat kejadian yang terjadi lima tahun lalu. Ingatannya melayang ke malam berdarah yang mengguncang Kota Golden River, saat keluarga Pendragon dibantai oleh orang berpengaruh dari Ibu Kota. "Ryan..." gumam Frederich pelan, matanya menyipit mengamati pemuda di hadapannya. Bayangan seorang remaja berusia 17 tahun bernama Ryan Pendragon muncul dalam benaknya. Jika masih hidup, usianya sekarang akan hampir sama dengan pemuda yang berdiri di hadapannya ini. Namun, Frederich menggelengkan kepalanya, menepis pikiran itu. Tidak mungkin mereka orang yang sama. "Tuan Ryan," Frederich berkata dengan hati-hati, "boleh saya tahu nama lengkap Anda?" Ryan menatap Frederich dengan tatapan datar. "Ryan Reynald," jawabnya singkat. Frederich mengangguk pelan, sedikit kecewa. Tentu saja, pikirnya, nama Ryan cukup umum. Tidak mungkin pemuda ini ada hubungannya dengan keluarga Pendragon yang malang itu. "Ah, Tuan Reynald," Frederich tersenyum sopan, "maafkan pertanyaan lanc

    Last Updated : 2024-09-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 34 - Dibuntuti

    Ryan tidak menyadari bahwa ia telah menjadi target terbaru keluarga Herbald. Mereka akan berusaha keras menarik Ryan ke sisinya.Akan tetapi, pikirannya Ryan saat ini dipenuhi oleh rencana-rencana kultivasi dan balas dendam yang telah ia susun selama lima tahun terakhir. Saat ini, tidak ada yang lebih diinginkannya selain berkultivasi dengan tenang dan melakukan perjalanan ke Ibu Kota untuk membunuh orang yang telah memusnahkan keluarganya.Setelah keluar dari Paviliun Kejayaan, Ryan awalnya berniat memanggil taksi. Namun, mungkin karena saat itu sedang jam kerja, tidak ada satu pun taksi yang lewat setelah dia menunggu cukup lama."Yah, sepertinya aku harus berolahraga sedikit," gumam Ryan pada dirinya sendiri, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Lagipula, apartemen Adel tidak terlalu jauh dari sini."Sambil menarik tudung hoodie-nya, Ryan mulai berlari dengan langkah mantap. Jika ada yang memperhatikan dengan seksama, mereka mungkin akan melihat energi Qi samar di bawah kakinya,

    Last Updated : 2024-09-24
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 35 - Kepanikan Jeremy

    Entah apa alasannya, pria bertopi itu terus merasa bahwa dirinya sedang diselimuti oleh lapisan udara aneh yang membuatnya berpikir bahwa ia akan mati jika dirinya berbohong! Perasaan ini membuatnya gemetar, keringat dingin membasahi dahinya meski udara siang itu cukup sejuk di bawah awan mendung. "K-keluarga Blackwood!" pria itu tergagap, suaranya bergetar. "Orang yang menyebar kabar ini adalah Jeremy Blackwood! Itu saja yang aku tahu, tolong lepaskan aku!" Ryan mengangkat alisnya, ekspresinya campuran antara terkejut dan geli. "Oh? Tuan Blackwood yang terhormat itu? Menarik sekali." Pria itu, merasa sedikit lega karena Ryan tidak langsung membunuhnya, melanjutkan dengan terburu-buru, "Aku juga mendengar, hari ini Jeremy Blackwood telah mengerahkan banyak orang dalam mencarimu. Kabar yang beredar, dia juga memeriksa seluruh CCTV di setiap kawasan untuk mencarimu…" Ryan mengangguk pelan, sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya. Ia akhirnya mengerti segalanya. Tiga hari yang

    Last Updated : 2024-09-25
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 36 - Kencan?

    Adel mendengar suara di belakangnya dan tahu bahwa Ryan telah kembali. Jantungnya berdegup kencang, namun ia berusaha menyembunyikan kegugupannya dengan tetap fokus pada cermin di hadapannya.Adel berbalik, memutar matanya pura-pura kesal. Namun Ryan bisa melihat rona merah samar di pipinya. "Dalam mimpimu, Ryan," ujarnya, berusaha terdengar sarkastis meski gagal total.Ryan menyeringai, matanya menelusuri lekuk tubuh Adel yang dibalut pakaian seksi. "Oh, ayolah. Kau tidak bisa menyangkal bahwa kau memang berpakaian seperti ini untukku," godanya.Adel mendengus, tapi senyum kecil tersungging di bibirnya. "Jangan terlalu percaya diri, Ryan . Aku selalu berpakaian seperti ini saat akhir pekan.""Benarkah?" Ryan mengangkat alisnya, pura-pura terkejut. "Kalau begitu, mungkin aku harus lebih sering pulang cepat di akhir pekan."Adel tertawa kecil, lalu bertanya dengan nada menggoda, "Bagaimana menurutmu? Apakah aku terlihat cantik memakai ini?"Ryan terdiam sejenak, matanya tidak bisa lepa

    Last Updated : 2024-09-25
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 37 - Ryan Si Sampah

    Tujuh tahun yang lalu, saat keluarga Pendragon masih ada, dia pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu bernama Selly Hilton, putri bungsu dari keluarga Hilton yang tersohor. Dengan rambut pirang berkilau dan mata biru cemerlang, Selly adalah definisi dari kecantikan yang mampu membuat setiap pemuda di sekolah terpesona.Ryan, yang saat itu masih berusia lima belas tahun, tidak terkecuali. Setiap kali Selly lewat di koridor sekolah, jantung Ryan berdegup kencang, dan ia merasa seolah dunia berhenti berputar. Meski Ryan berasal dari keluarga Pendragon yang cukup berpengaruh, ia selalu merasa kecil dan tidak pantas di hadapan Selly.Hari demi hari berlalu, dan perasaan Ryan semakin dalam. Ia menghabiskan waktu berjam-jam melamun di kelas, membayangkan skenario-skenario romantis yang hanya ada dalam mimpinya. Terkadang, ia bahkan memberanikan diri untuk mencuri pandang ke arah Selly saat gadis itu sedang bercanda dengan teman-temannya di kantin."Ayolah, Ryan," bisik temannya

    Last Updated : 2024-09-25

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1110 - Mengobati Leonard

    Shina masih gemetar menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Meski Yordan Panderman telah berniat membunuhnya, melihat siksaan yang ditimpakan Ryan pada pria itu tetap membuat perutnya mual. Namun saat ini prioritasnya adalah ayahnya dan kakaknya yang terluka. Dengan langkah tergesa, dia mengikuti Ryan menuju aula utama.Sepanjang koridor, mereka bisa mendengar jeritan-jeritan Yordan yang semakin lama semakin lemah. "Kak Ryan," panggil Shina, suaranya kecil dan bergetar. "Apakah dia... akan mati?"Ryan meliriknya sekilas sebelum menjawab, "Tidak dalam waktu dekat. Aku sengaja menempatkan jarum-jarum itu agar dia merasakan penderitaan maksimal tanpa kehilangan nyawanya. Sekte Dao harus belajar bahwa ada konsekuensi bagi tindakan mereka."Shina tidak berkata apa-apa lagi. Sebagian dari dirinya ngeri mendengar kekejaman ini, namun sebagian lain diam-diam lega mengetahui orang yang berniat membunuh keluarganya mendapatkan pembalasan setimpal.Begitu mereka tiba di aula utama, Shina Wal

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1109 - Informasi Lainnya

    Yordan Panderman meludahkan seteguk darah dan tersenyum sinis, seolah menikmati kemarahan Ryan."Tentu saja, alkemis kelas atas itu sendiri," jawabnya lemah. "Menurut penyelidikan Sekte Dao, alkemis ini adalah seorang tetua dari Aliansi Pil Gunung Langit Biru. Lebih dari sepuluh tahun lalu, dia diundang oleh seseorang untuk mengawasi Slaughter Land."Yordan terbatuk beberapa kali, darah segar kembali keluar dari mulutnya sebelum melanjutkan, "Orang ini memiliki kepribadian yang aneh dan sangat kejam. Dia menikmati eksperimen dengan tubuh manusia hidup. Tapi di dunia luar, metode kejam seperti itu pasti akan dikritik oleh semua orang.""Namun Slaughter Land berbeda," tambah Yordan dengan nada pahit. "Tidak ada aturan di sini! Kekuatan adalah satu-satunya aturan yang berlaku!"Ryan sangat marah mendengar semua ini, tapi dia berhasil menenangkan diri. Wajahnya kembali tenang saat dia melanjutkan interogasinya, "Apa hubungan harta karun jahat itu dengan Sekte Dao?""Harta karun jahat itu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1108 - Informasi Tentang Xiao Yan

    Dari kejauhan, Shina Walker yang menyaksikan semua ini menutup mulutnya dengan tangan, mual melihat kekejaman yang ditampilkan. Gadis itu mundur beberapa langkah, berusaha menjaga jarak dari pemandangan mengerikan di hadapannya.Ryan mencibir dan dengan santai mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya. Dengan jentikan jari yang diberi qi, dia menyalakan rokok itu dan menghisapnya dalam-dalam. Asap mengepul dari mulutnya saat dia berbicara dengan nada tenang."Jawab dua hal, dan aku akan mempertimbangkan untuk memberimu kematian yang cepat," ucapnya seolah mereka sedang berbincang santai di kedai teh."Pertama, di mana guruku? Kau seharusnya mendapatkan beberapa informasi tentangnya, kan?""Kedua, mengapa kamu begitu khawatir tentang harta karun jahat itu?" Ryan menunjuk pada manik naga yang kini sudah kehilangan auranya.Yordan Panderman menatap Ryan dengan tatapan penuh kebencian. Namun, dia sadar bahwa melawan hanya akan memperpanjang penderitaannya. Satu-satunya yang dia inginka

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1107 - Pembalasan

    Teknik pedang Yordan Panderman yang tampaknya mengesankan tidak mampu menahan satu serangan pun, dan sinar pedang sepanjang 30 meter menghantam tubuhnya, menciptakan kawah raksasa di tanah. Ledakan energi yang dihasilkan mengguncang seluruh ruangan, menghancurkan sebagian besar interiornya menjadi serpihan.Artefak spiritual pelindung yang dibanggakan Yordan Panderman retak dan hancur berkeping-keping seperti kaca yang dihantam palu. Satu demi satu lapisan perlindungannya meledak, melepaskan gelombang kejut yang memenuhi ruangan.Pfft!Darah segar menyembur dari mulut Yordan saat tubuhnya terhempas ke lantai. Auranya yang tadinya membumbung tinggi sekarang anjlok drastis, turun beberapa tingkat dalam sekejap mata. Wajahnya yang dulu dipenuhi arogansi kini pucat pasi, begitu kontras dengan darah yang membasahi dagunya."Kekuatanmu..." Yordan terbata-bata, matanya masih tak percaya atas apa yang baru saja terj

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1106 - Melawan Yordan (III)

    Ryan tetap tenang, meski darah masih menetes dari lengannya. Pada saat kritis itu, dia mengangkat pandangannya dengan tatapan tajam dan melambaikan tangannya ke arah pedang yang tertancap di dinding."Pedang Surgawi EX-Caliburn, kemari!"Kilatan dingin terpancar saat Pedang Surgawi EX-Caliburn muncul di tangannya, seolah teleportasi dari dinding. Berbeda dengan Pedang Claiomh Solais, pedang ini memiliki aura kuno yang jauh lebih pekat. "Aku dan rekan setiaku akan membunuh kultivator Sekte Dao yang penuh kebencian ini!" gumam Ryan, menggenggam pedang itu dengan kedua tangannya.Matanya berkilat penuh tekad saat dia membuat keputusan. "Mulai sekarang, aku dan Sekte Dao ditakdirkan untuk bertarung sampai mati!"Dengan pemahaman baru ini, Ryan tidak lagi menahan diri. Dia tahu dia perlu mengerahkan seluruh kekuatannya yang tersisa untuk mengalahkan Yordan. Dengan seruan lantang, dia mengaktifkan semua kartu truf

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1105 - Melawan Yordan (II)

    "Sampah, kukira kau sangat kuat, tapi sekarang tampaknya tanpa kekuatan harta karun jahat itu, kau masih sampah yang sama seperti lima tahun lalu!" Yordan berhenti sejenak untuk mengatur napasnya yang sedikit memburu. "Kau bahkan tidak memiliki pedangmu lagi, jadi bagaimana rencanamu untuk melawanku?"Ryan hanya terdiam, menatap lawan di hadapannya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Darah masih menetes dari lengannya, tapi dia seolah tidak merasakannya."Aku mungkin juga memberitahumu bahwa bukan hanya kau yang akan mati hari ini," lanjut Yordan dengan senyum kejam, "tetapi gurumu yang tidak berguna itu juga akan mati! Saat itu, ketua sekteku menghancurkan gurumu, dan hari ini, aku akan menyingkirkanmu!"Mata Ryan melebar sedikit mendengar kata-kata ini. Sosok seorang pria paruh baya muncul dalam ingatannya—gurunya yang selalu sabar mengajarinya kultivasi, yang tidak pernah mengeluh meski tahu Ryan memiliki akar fana.Yordan Panderman, merasa kata-katanya berhasil memprovokasi Ryan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1104 - Melawan Yordan

    "Bajingan kecil, tanpa aura hitam itu, mari kita lihat apa lagi yang bisa kamu lakukan!" Yordan Panderman meraung marah dan meningkatkan auranya ke kondisi puncaknya. Dia mengacungkan pedang spiritualnya dan melepaskan serangan dahsyat dengan momentum petir!Aura keemasan meledak dari tubuhnya. Tanah bergetar di bawah kakinya saat dia menghimpun kekuatan penuh sebagai ahli Ranah Saint King tingkat puncak. Udara di sekitarnya bergetar hebat, menciptakan gelombang energi yang nyaris terlihat oleh mata telanjang.Pedang di tangannya berkilau dengan cahaya dingin saat dia mengayunkannya dalam pola rumit yang menghasilkan untaian qi pedang berkilau. Kecepatan gerakannya luar biasa, hampir mustahil diikuti oleh mata biasa.Rentetan pedang qi terbang ke arah Ryan, masing-masing berisi kekuatan kultivator Ranah Saint King tingkat puncak! Cahaya pedang memenuhi ruangan, membentuk jaring maut yang tak mungkin dihindari.Setelah apa yang baru saja disaksikannya—pembantaian seluruh pasukannya

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1103 - Kekuatan Ryan Mode Iblis (IV)

    Belum sempat para murid sekte Dao itu memproses keterkejutan mereka, jari Ryan telah bergerak lagi. Kali ini targetnya adalah formasi jaring saripati darah yang masih mengurungnya.Dengan gerakan elegan namun mematikan, telunjuk Ryan menghantam formasi itu bagaikan anak panah yang dilepaskan dari busur!WHAM!Udara bergetar hebat saat jari Ryan bersentuhan dengan jaring energi. Untuk sesaat, formasi itu tampak mampu menahan serangan tersebut, bergetar dan melengkung seperti karet yang ditarik.Namun keberhasilannya hanya bertahan sedetik sebelum formasi itu langsung hancur berkeping-keping! Garis-garis energi merah yang tadinya membentuk jaring mematikan putus satu per satu, menciptakan percikan energi yang menyilaukan.Dengan formasi yang hancur, puluhan pengikut Sekte Dao yang terhubung dengannya melalui saripati darah langsung menerima serangan balik yang hebat. Mereka memuntahkan darah segar, wajah mereka menjadi pucat pasi akibat kerusakan internal yang diderita jiwa primordi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1102 - Kekuatan Ryan Mode Iblis (III)

    Yordan Panderman benar-benar terkejut melihat keberanian Ryan. Jelas dia tidak menyangka Ryan begitu berani—atau mungkin begitu sombong—untuk menyerang duluan. Tanpa ragu, Yordan berteriak pada pengikutnya, "Semuanya, masuk ke formasi! Apa pun yang terjadi, kita harus membawanya kembali ke sekte!""Baik, Tuanku!" para kultivator Sekte Dao menjawab serempak, dan segera bergerak.Dengan kecepatan luar biasa yang menunjukkan latihan intensif, sekitar tiga puluh kultivator Sekte Dao menyebar dan membentuk lingkaran besar di sekitar Ryan. Mereka mengambil posisi yang telah ditentukan sebelumnya, membentuk formasi yang tampaknya telah dipersiapkan untuk situasi seperti ini.Pada saat yang sama, jari-jari mereka dengan cepat membentuk segel tangan rumit secara serempak, menciptakan pemandangan yang seolah terkoordinasi oleh satu pikiran. Masing-masing dari mereka kemudian mengeluarkan setetes esensi darah yang berkilau merah darah!

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status